Disclaimer: cuma aku pinjam.
Warning: Banyak typo,bahasa kurang jelas, ooc, mainstream. Lemon.
Chapter 1.
Whuss.. Tiiinn.. Whuss.. Tin.. Tiiinn...
Terlihat dijalankan padat Tokyo seorang pemuda surai pirang dengan tanda lahir tiga garis dipipi nya. Dia menggunakan topi hitam, baju kaus pendek oranye di balut jaket hitam dengan kancing dibuka, untuk celana dia mengenakan celana jeans abu-abu panjang lalu sepatu putih.
Whuss.. Tiiinn..
Dia mengayuh sepedanya dengan kecepatan tinggi, melewati mobil-mobil dengan santainya, padahal jika diperhatikan ada beberapa pengemudi yang memaki dirinya karena memotong dengan sembarangan, namun dia hanya tersenyum sambil melambai membalasnya.
Dia terus mengayuh sepeda miliknya dengan cepat, saat ada persimpangan dia langsung membelokan sepedanya.
Dia tersenyum kecil saat tidak jauh didepannya sudah terlihat bangunan yang sangat besar, dan terlihat ada banyak siswa kesana.
Ciiitt...
Dia langsung menghentikan sepedanya dengan mendadak saat sudah sampai didepan gerbang itu. Dia dapat melihat disana tertulis Universitas Tokyo.
"Huhhh.. Untuk tidak terlambat" Gumamnya turun dari sepeda.
Dia mendorong sepeda miliknya ke tempat parkir Universitas tersebut. Dia membuka topi lalu menaruhnya di sepeda, dia mengibaskan surai pirangnya untuk membersihkan keringat.
Terlihat beberapa gadis memerah saat memperhatikan tingkah pemuda itu, apa lagi dia memiliki wajah tampan dengan kulit tan miliknya.
"Puhh.. Saatnya menemui orang tua itu"
Di melangkah meninggalkan parkiran, dia memasukan kedua tangannya disaku jaketnya sembari berjalan dengan santai.
"Helo cantik.."
Dia mengedipkan mata sembari memberikan kiss melalui jarinya, saat melihat ada beberapa gadis berkumpul.
"Kyaaa.."
Dia terkekeh kecil mendengar gadis-gadis itu berteriak kegirangan. Sungguh saat menggoda gadis membuat dia sedikit terhibur.
"Jadi? Sekarang kemana?"
Baru saja memasuki gedung University, dia tidak tau mau melangkah kemana lagi.
"Eh.. Hei"
Melihat ada seorang gadis surai bob hitam, dengan iris ungu di lapis lensa kacamata bingkai merah melewati nya, dia berusaha memanggil gadis itu untuk bertanya.
"Hum? Ya?"
Dia tersenyum saat melihat respon datar gadis itu, dia menggaruk tengkuknya sebelum bertanya.
"Apa kau bisa menunjukkan padaku dimana kantor kepala Universitas?"
Gadis itu terdiam beberapa saat, sebelum mengangguk lalu melangkah. Merasa gadis itu setuju, pemuda itu mengikuti nya dari belakang.
"Apa kau siswa baru?"
"Ah? Ya, aku pindahan dari Konoha" Balasnya.
Gadis itu mengangguk, lalu terjadi keheningannya kembali disana. Sebenarnya pemuda cukup bosan saat perjalanan itu terasa sunyi.
"Kita sudah sampai"
"Eh?" Karena terlalu larut dalam lamunan, pemuda itu tidak menyadari kini mereka telah ada didepan sebuah pintu.
"Baiklah... Aku akan pergi"
Gadis itu langsung melangkah meninggalkan pemuda itu, namun sebelum jauh, dia mendengar pemuda itu mengatakan sesuatu.
"Terimakasih banyak.. Jika nanti kita bertemu lagi, aku akan meneraktirmu" Ucapnya melambai.
Namun tidak ada respon dari gadis itu, dia terus melangkahkan kakinya tanpa berhenti.
"Haha.. Gadis yang menarik" Ujarnya sebelum mengetuk pintu.
Tok! Tok!
"Masuk"
Mendapatkan balasan tersebut, dia langsung membuka pintu tersebut. Dia dapat melihat seorang pria surai hitam dengan poni pirang duduk kuris dengan meja cukup besar dan beberapa berkas disana.
"Yo.."
"Eh? Ah?"
.
.
.
Disalah satu ruangan Universitas, terlihat beberapa pelajar masih sibuk dengan aktivitas mereka sendiri, ada yang saling berbicara ada yang main game di hp dan ada pula yang tidur.
Namun ada yang membaca buku, seperti gadis surai hitam potongan Bob, terlihat dia membaca buku dengan tenang tanpa terganggu dengan kondisi kelas tersebut.
Strrett..
Mendengar pintu digeser, mereka langsung mengambil posisi ditempat duduk mereka masing.
Mereka dapat melihat Dosen mereka masuk bersama seorang pemuda surai pirang jabrik. Terlihat di wajah mereka beberapa tanda tanya, kecuali gadis yang membaca tadi, dia sedikit kaget melihat kehadiran pemuda itu.
"Selamat pagi semua.. Seperti yang kalian lihat, kita kedatangan teman baru di kelas ini.. Tolong perkenalkan diri anda"
Pemuda itu mengangguk, dia mengambil spidol lalu menulis beberapa hurup di papan tulis.
"Perkenalkan, namaku Uzumaki Naruto.. Salam kenal semua" Ujarnya tersenyum lebar.
"..?"
Namun tidak ada respon dari penghuni kelas itu, mereka terlihat sama sekali tidak peduli. Mereka sibuk kembali dengan urusan mereka masing-masing.
"Hahh~ Silahkan duduk di tempat kosong.. Uzumaki-kun"
Naruto mengangguk tanpa mengurangi senyumnya. Dia melangkah dengan santai menuju bangku kosong.
Brukh!
Namun saat melewati meja seorang pemuda surai coklat, kakinya di jegal membuat dia terjatuh.
"Hahahaha..."
Mereka langsung tertawa keras melihat hal tersebut, kecuali gadis yang membaca tadi.
"Hahaha.. Maaf, kau tersandung karena kakiku" Ejek pemuda surai coklat itu.
"Ahaha.. Tidak apa-apa, aku yang salah tidak lihat-lihat" Balasnya dengan senyum yang masih tetap di wajahnya.
Lalu kembali melanjutkan langkahnya. Pemuda itu menyeringai, dia puas cukup mengerjai siswa baru itu.
"Hahh~"
Dosen surai pirang itu menghela nafas, dia tau kelas ini sangat bermasalah karena rata-rata mereka anak orang kaya. Jadi tidak ada Dosen yang berani menegur mereka, bisa-bisa mereka yang kena pecat. Karena orang tua mereka pendonor dana untuk Universitas ini.
"Yo.. Kita bertemu lagi"
Naruto menyapa teman disampingnya, tepatnya gadis yang menunjukkan dia jalan menuju kepala Universitas tadi.
"Hum"
Naruto tersenyum mendapatkan balasan seperti datar dari gadis itu. Dia cukup tertarik dengan nya.
.
.
.
04.00 PM
Hari sudah mulai sore, dan kegiatan di Universitas telah usai. Kini terlihat Naruto ada diparkiran mengambil sepeda dan juga topinya.
Tin! Tin..
Baru saja menaiki sepedanya, dia mendengar suara klakson. Dia melihat ada mobil BMW berwarna hitam.
Terlihat kaca mobil itu mulai turun, Naruto dapat melihat didalam ada seorang pemuda surai coklat dan gadis surai merah.
"Yoo.. Ternyata kau miskin ya?! Hahah.. Wajahmu pantas dengan sepeda itu!" Ejek pemuda yang kalau tidak salah bernama Issei itu.
"Sudahlah Issei.. Biarkan saja, nanti kita tertular miskin" Ujar gadis disampingnya.
Naruto yang mendengar nya sama sekali tidak tersinggung, dia hanya memasang senyum diwajahnya.
"Haha.. Kau benar Rias-chan, belum lagi dia kelihatannya aneh.. Padahal kita menghinanya, dia malah tersenyum.. Hahaha.."
Broommm..
Senyum Naruto sama sekali tidak luntur setelah kepergian mereka, dia menggeleng kecil lalu mulai mengayuh sepedanya.
Setelah sekitar 30 menit mengayuh sepeda, kini Naruto sudah ada didepan sebuah rumah sederhana.
Memarkirkan sepeda nya didepan rumah tersebut, Naruto melangkah ke arah pintu lalu mengetuk nya.
Tok! Tok..
Tidak beberapa lama, terlihat pintu rumah itu dibuka dari dalam. Naruto tersenyum kecil saat melihat seorang gadis surai pirang mungkin berusia 17-18 tahun disana.
"Aku pulang.. Asia" Ucapnya mengelus surai gadis itu.
"Hehe.. Selamat datang.. Naruto-nii" Balasnya tersenyum senang menerima perlakuan pemuda itu.
"Bagaimana sekolah mu dihari pertama?" Tanya pemuda itu sembari masuk.
"Hum.. Yah, aku memiliki beberapa teman" Balasnya memberikan Naruto ruang untuk masuk.
"Baguslah.. Aku senang mendengar nya" Ujar nya melepaskan jaketnya.
Asia langsung membantu Naruto melepaskan jaket dan baju Naruto, setelah itu dia memberikan sebuah handuk padanya.
"Hei... Aku bisa sendiri" Balas Naruto menerima handuk tersebut.
Gadis itu menggeleng, dia memunguti pakaian Naruto. Lalu membawanya ke kamar mandi.
"Hahh~ Dia itu" Gumamnya menghempaskan pantatnya ke kasur.
Jika ada wanita lain yang melihat tubuh Naruto sekarang, mungkin mereka akan langsung memperkosa pemuda itu.
Bagaimana tidak, tubuh Naruto benar-benar terbentuk walaupun ototnya tidak berlebihan, belum lagi ada beberapa luka disana membuat dia terlihat gagah.
Jika diperhatikan, dibelakang Naruto ada tato kepala rubah.
Drrttt.. Drrttt..
Naruto langsung merogoh saku celananya, saat merasakan getaran dari sana, dia mengeluarkan sebuah ponsel sederhana dari sakunya.
"Moshi-moshi.. Password nya?"
"Dobe"
"Selamat anda mendapatkan 2juta rupiahnya" Ujarnya heboh.
"DOBE SIALAN! KAU KIRA KITA BERMAIN KUIS! DAN LAGI MATA UANG KITA RYO. KAU PIKIR INI DI INDONESIA RUPIAH!"
Naruto langsung menjauhkan telinganya dari ponsel miliknya, saat mendengar suara di sana berteriak dengan keras.
"Ahaha.. Maaf-maaf, aku hanya bercanda" Balasnya dengan tawa aneh.
"Hahh~ Bagaimana kau disana?"
"Hehe... Sangat baik, baru pertama masuk Universitas, langsung dapat musuh" Ujarnya terkekeh kecil.
"Phuhh~ Kau memang biang masalah... Aku tidak heran kau mendapatkan musuh di hari pertama"
"Umm.. Kau jahat Suke-kyun.. Aku bukan biang masalah.. Tapi masalahnya yang sering mencari ku" Balasnya dengan gaya imut.
"Ooeekkk.. Berhenti Dobe! Suaramu membuat ku muak!"
"Hahaha..." Naruto tertawa puas mendengar apa yang dikatakan oleh temannya itu.
"Oh iya? Para Harimau mu sudah mulai kacau! Mereka terus mencari mu untuk minta makan"
"Eh? Ahaha.. Maaf, untuk mereka aku menyerahkan padamu.. Tapi awas, jika kau memberikan mereka makan, biarkan mereka kelaparan seperti itu" Ujarnya.
"Hahh~ Jangankan memberi makan, dekat saja aku langsung di cakar" Terdengar suara disana mengeluh akan nasibnya.
"Ahahha.. Bertahan lah, Suke-kyun"
Tut!
Belum sempat dibalas, Naruto langsung mematikan sambungan telepon miliknya. Dan bersamaan dengan Asia yang keluar dari kamar mandi.
"Naruto-nii.. Aku telah membuat air hangat untuk mu"
Naruto mengangguk mengerti, dia melemparkan ponsel miliknya ke sofa, lalu masuk ke kamar mandi.
BERSAMBUNG.
vvvvvvvvvvvvvv
vvvvvvvvvv
vvvvvvv
vvvv.
Ahaha... Aku buat Fic baru, yah ini sebenarnya cuma untuk membuang kebosanan ku sih, hahah...
Ok lah, aku gk berharap kalian suka untuk fic ini sih, jadi Bye~ Bye~ Dattebayo hehehe...
