Disclaimer: cuma aku pinjam.
Warning: Banyak typo,bahasa kurang jelas, ooc, mainstream. Lemon/Lime.
[Bagi Yang Udah Cukup Umur Aja ya]
Chapter 2.
08.20 Pm.
Terlihat didepan rumah sederhana milik Naruto, pemuda itu berdiri disana. Dia mengenakan jaket oranye berhoodie, dengan celana jeans hitam lalu sepatu abu-abu.
"Asia aku ingin pergi jalan dulu, aku ingin melihat tempat-tempat yang seru di kota ini.. Kau jaga rumah ya"
"Baiklah Naruto-nii.. Tapi kau jangan buat masalah ya" Peringati gadis itu.
"Ahah.. Kau sudah mirip dengan mereka saja.. Baiklah aku pergi dulu"
Naruto melangkah meninggalkan kediamannya tersebut. Asia terlihat masih berdiri beberapa saat, sebelum masuk kerumah.
Tap! Tap! Tap!
Whuss..
Di trotoar terlihat Naruto berjalan dengan santai nya sembari bermain ponsel. Dia tersenyum kecil saat melihat ada foto dan juga sebuah profil disana.
"Humm.. Sona Sitri.. Memiliki seorang kakak bernama Serafall Sitri.. Kedua orang tua telah meninggal akibat kecelakaan"
"Humm.. Kakaknya sekarang memiliki sebuah restoran terkenal di Tokyo"
"Benar-benar menarik" Gumamnya menyimpan ponselnya ke saku.
Naruto kembali fokus kejalan, namun baru beberapa saat dia berjalan. Terlihat ada sebuah mobil berhenti disampingnya.
"Yo.. Mau ikut dengan kami tampan~" Ujar seorang gadis surai hitam panjang.
Naruto yang melihat penampilan gadis itu, berasumsi dia akan pergi ketempat para anak muda menghabiskan malam.
"Eh? Akeno bukannya dia siswa baru itu?" Tanya gadis disampingnya meninjau Naruto.
"Eh? Ternyata benar, kau Naruto kan?" Tanya gadis yang bernama Akeno tersebut.
"Ha'i" Balas Naruto dengan senyum nya.
Mereka terlihat saling rilik, sebelum tersenyum lalu mengalihkan pandangan pada Naruto.
"Kau mau ikut bersama kami Naruto-kun?" Tawar nya tersenyum manis.
Naruto yang mendengar nya mengangguk mantap, gadis itu langsung menyuruh Naruto duduk dibelakang.
"?" Naruto tidak menyangka, ternyata ada satu orang lagi yang duduk dibelakang.
Dia adalah gadis surai hitam yang baru saja dia lihat fotonya. Naruto tersenyum sembari duduk disampingnya.
"Ternyata kau liar juga ya? Jika malam hari" Bisik Naruto.
Gadis berkacamata itu langsung menatap Naruto tajam. Sedangkan pemuda itu langsung mengalihkan pandangannya keluar.
"Ne-ne.. Naruto-kun, apa benar kau dari Konoha?" Tanya Akeno melihat Naruto dari spion atas.
"Ya, aku memang dari Konoha" Balasnya.
"Kya~ Aku ingin sekali kesana, soalnya aku ingin bertemu Artis favorit ku" Ujar gadis disampingnya.
"Eh? Siapa itu?" Tanyanya penasaran.
"Hyuuga Hinata.. Sungguh dia idola ku, aku ingin seperti dia kelak" Gadis itu bercerita dengan semangat, bahkan dia berbalik untuk menatap Naruto.
"Wah~ Aku juga.. Hinata-sama adalah artis yang aku idolakan" Setuju Naruto.
Informasi saja, Hyuuga Hinata adalah artis yang lagi naik daun. Dia telah memainkan beberapa film sebagai pemeran utama.
Banyak yang tidak menyangka, wanita berusia 20 tahun itu dapat menciptakan karir yang melunjak.
"Kya.. Berarti kita teman" Gadis itu langsung menarik tangan Naruto untuk berjabat. Seakan dia menemukan teman aliansi untuk satu tujuan.
Naruto mengangguk sembari tersenyum. Sedangkan gadis disampingnya hanya diam dan sesekali melirik nya.
Tidak beberapa lama kemudian, akhirnya mereka berhenti disebuah Bar, bertuliskan Oto Bar.
"Ayo kita sudah sampai" Akeno langsung turun, diikuti yang lainnya.
"Tolong parkir kan ya" Pinta Akeno memberikan kunci pada salah satu penjaga.
"Ha'i"
"Ayo kita masuk"
Naruto hanya mengikuti Akeno dan yang lainnya dari belakang, baru saja masuk dia langsung disuguhkan musik keras dan para wanita yang menari.
Akeno terlihat terus berjalan kesudut, disana ada ruangan bersofa yang telah diduduki 2 orang pria dengan meja yang sudah banyak minuman beralkohol.
"Maaf lama menunggu, Kiba.. Saji" Ucap Akeno.
"Ah tidak masalah, ayo duduk" Balas Yuuto Kiba.
Akeno langsung mengabil posisi duduk sendiri, sedangkan Xenovia langsung duduk di samping Kiba.
Sona yang ingin duduk disamping Akeno, langsung ditarik oleh pemuda bernama Saji itu supaya duduk disampingnya.
Naruto yang melihatnya menaikkan alisnya, namun dia memutuskan untuk duduk disamping Akeno.
"Hoo~ Kau sudah dapat mangsa baru ya.. Akeno" Kiba menyeringai saat melihat Naruto.
"Sstttt... Jangan bicara yang aneh-aneh, dia ini Naruto siswa maru di kelas kami" Ujarnya tersenyum.
"Hahaha.." Kiba tertawa lebar, lalu dia merangkul gadis disampingnya.
"Kyaa~ Kiba, kau tidak sabaran ya" Walaupun protes, namun Xenovia sama sekali tidak menepis tangan pemuda itu yang mulia menjalari tubuhnya.
"Ayo Naruto-kun.. Diminum" Tawar Akeno menuangkan Naruto minuman itu ke dalam gelas.
"Ah.. Terimakasih"
Tanpa ragu Naruto langsung meneguk minuman itu sampai habis. Tentu saja itu tidak luput dari pandangan Akeno.
"Fufufu~ Ternyata Naruto-kun peminum juga ya" Ujarnya menuangkan lagi.
"Hum.. Yah~ Tidak terlalu sih" Balasnya memainkan gelas itu sebentar, lalu meneguk nya sampai habis.
Naruto mengalihkan pandangannya pada Sona, dia dapat melihat gadis itu gelisah saat Saji mulai merangkul nya.
Akeno yang menyadari hal tersebut, terlihat mendekatkan kepalanya ke Naruto.
"Sona itu pacar Saji, yah walaupun itu terpaksa karena dia membutuhkan uang" Bisik Akeno.
Naruto sedikit tersentak saat Akeno menyadari pandangan nya, namun dia mengerutkan keningnya saat mendengar Sona kekurangan uang?
"Kami cari kamar dulu ya.. Kelihatan Sona malu jika disini" Ujar Saji tiba-tiba.
"Hum.. Kami juga, ayo Xenovia"
Memang Bar ini juga menyediakan kamar untuk pengunjung, namun tidak sembarang orang bisa masuk. Dia harus pelanggan VIP.
"Oi~Oi~ Siapa yang kalian suruh menghabiskan minuman ini?" Protes Akeno.
"Tentu saja kalian. Dan lagi bukannya kau ingin mencicipinya nya.. Hahah" Balas Kiba melambaikan tangan tanpa berbalik.
"Hahh~ Mereka itu" Kesal nya.
Dia lalu melirik Naruto, terlihat pemuda itu hanya diam kembali meneguk minumannya.
"Bukanya Sona memiliki Kakak yang memiliki Restoran terkenal? Kenapa dia sampai meminjam uang?" Tanya Naruto sambil menggoyang gelas nya.
"Eh? Ah~ Ya, sebenarnya Sona ada sedikit masalah dengan kakaknya.. Jadi mau tidak mau dia harus hidup sendiri" Jawab Akeno meneguk minumannya.
Naruto mengangguk, dia kembali meneguk minumannya. Dia melirik Akeno terlihat gadis itu mulai menekuni minumnya.
"Aku ke toilet dulu" Ucap Naruto.
"Ha'i.. Jangan lama-lama ya"
Naruto mengangguk sembari bangkit dari duduknya, lalu dia melangkah kesalah satu pelayan bar, untuk menanyakan toilet.
Setelah mengetahui nya, dia lalu berjalan kearah toilet tersebut. Terlihat didalam sama sekali tidak ada orang.
Srrtt!
"Hahh~ Melepaskan beban memang bagus" Gumamnya pada diri sendiri sembari mengeluarkan air seni nya.
"Ummhh.. Umm.."
"Ugh.. Sensei..."
"Hiksh..Umm.."
Naruto melirik ke pintu kloset ujung saat mendengar suara tertahan, setelah selesai dengan urusan nya.
Naruto melangkah kearah pintu itu, dia dapat mendengar suara itu semakin jelas.
Brakh!
Tanpa aba-aba, dia langsung menendang pintu tersebut. Wajahnya langsung berubah datar, saat melihat ada seorang wanita setengah telanjang dengan tangan dan kaki diikat mengangkang dan mulut di tutup dengan baju.
Yang membuat dia menjadi datar adalah, seorang pemuda botak yang kini menggenjot wanita surai pirang itu.
"S-siapa ka-"
Buagh!
Belum sempat pemuda itu bicara, Naruto langsung memberikan bogem mentah pada wajah pemuda itu.
Tak sampai disana, dia lalu menarik kerah pemuda itu supaya keluar dari situ.
Brakh!
Tanpa perasaan, Naruto menendang pemuda botak itu membuat nya tersandar ke wastafel.
"Ugh.. S-sialan!"
Pemuda itu berusaha bangkit, lalu dia melancarkan pukulan pada Naruto. Namun dengan mudah ditangkap oleh pemuda dengan surai jabrik itu dengan tangan kirinya.
Grab!
Naruto lalu mencengkeram wajah pemuda itu, membuat nya kesakitan. Naruto lalu membawanya kearah kaca toilet itu.
Brakh! Prash!
Wanita yang masih terikat itu membulatkan mata, saat melihat Naruto tanpa keraguan menghantam kan kepala pemuda yang memperkosanya ke kaca itu.
Bruhk!
Naruto melepaskan cengkeramannya, membuat tubuh pemuda itu ambruk dengan kepla sampai wajah memerah karena darah.
Menyadari pemuda itu tidak sadarkan diri, Naruto mencuci tangannya menggunakan wastafel, lalu dia melangkah mendekati wanita itu.
Wanita itu terlihat berusaha menghindari, namun apa daya dia sama sekali tidak bisa bergerak.
Naruto terlihat merogoh sesuatu dibalik bajunya, saat dikeluarkan ternyata itu sebuah pisau.
Dia lalu memutuskan tali yang mengikat wanita itu. Lalu membuka penyumbat mulutnya.
"Jangan katakan apapun yang kau lihat" Ujarnya, lalu dia melepaskan jaket nya dan kini dia hanya mengenakan kaos oranye.
"Pakailah ini" Dia menyerahkan jaket milik nya pada wanita itu, lalu berjalan meninggalkan nya.
Sedangkan wanita itu hanya terdiam, dia lalu menggeleng kan kepalanya untuk menyadarkan dirinya.
Dia lalu memakai jaket tersebut, lalu mengambil tas miliknya yang tergeletak di lantai.
Dia dengan sedikit tempang berjalan, dia melirik pemuda yang tergeletak. Dia adalah salah satu siswanya di Universitas, dia tidak menyangka akan diperlakukan seperti ini.
Dia menghela nafas panjang, lalu dia berjalan keluar dari toilet tersebut.
.
.
"Yo, apa kau lama menunggu" Sapa Naruto pada Akeno.
"Huh? Ah, Naruto-kun akhirnya kau kembali"
Naruto dapat melihat wajah gadis itu memerah, mungkin karena minumnya sudah terlalu banyak.
"Kau sudah minum terlalu banyak. Apa mau pulang?"
"Hik.. Um.. Yah~ Tapi kelihatan aku tidak bisa menyetir"
Naruto menghela nafas, dia lalu membopong gadis itu membawanya keluar.
Saat diluar, Naruto diberikan kunci oleh penjaga yang tadi memarkirkan mobil Akeno.
"Terimakasih" Ujarnya memberikan sedikit tips padanya.
"Hehe~ Melayang diudara, seperti burung-burung"
"Hahh~ Kau ini menyusahkan saja" Rutuk Naruto memasukan Akeno ke mobil.
"Hehe~ Naruto-kun.. Apa apa kau tidak merasa~ Malam ini sangat terang~"
Naruto melirik gadis disampingnya, dia tidak menyangka Akeno sangat aneh jika mabuk.
Naruto lalu menyalakan mobil Akeno, lalu mereka pun meninggalkan bar tersebut.
"Hei, Akeno?"
"Hum~?" Gumam nya menatap Naruto.
"Apa tidak masalah, kita meninggalkan Sona dan Xenovia?" Tanya nya.
"Hehe~ Tenang saja~ Mereka sekarang lagi begini" Ujarnya memperagakan tangan kiri dimasukkan ke tangan kanan yang dibulatkan.
Naruto hanya diam mendengar apa yang Akeno katakan, sedangkan Akeno terlihat mulai menjatuhkan kepalanya ke paha Naruto.
"Oi! Akeno, aku lagi mengemudi!" Protes pemuda, itu apa lagi dia merasa tangan Akeno mulai liar.
"Fufufu~ Aku penasaran dengan yang didalam" Ujarnya tersenyum saat merasakan gundukan di celana Naruto.
"Akeno!"
Dia sama sekali tidak peduli dengan penolakan Naruto, dengan perlahan mengelus gundukan tersebut.
"Oi! Akeno, ini benar-benar berbahaya"
"Fufufu~ Kau fokus mengemudi saja Naruto-kun.. Aku yang akan bekerja" Balasnya tidak peduli, dia lalu membuka resleting Naruto.
Wajah Akeno terlihat tambah merah, saat melihat belalai milik Naruto, walaupun belum tegang sepenuh nya itu sudah sebesar 14 cm.
"Fufufu~ I-ta-da-ki-mas" Ucapnya, lalu dia langsung memasukkan penis Naruto kedalam mulutnya.
"Haph~"
"Ughh~"
Naruto mengerang saat Akeno mulai memasukkan penis nya kedalam mulut dari samping. Mata Akeno melebar saat merasakan penis Naruto membesar dimulut nya.
"Hum.. Umm~ Bhgaimna Nhrutho-khun? Enhak Kahn" Akeno berusaha bicara walaupun tidak jelas, karena dia masih menaik turunkan kepalanya.
Dari penis Naruto, dia hanya dapat memasukkan setengah ke dalam mulutnya.
"Ugh~ Akeno"
"Phuah~ Hah.." Akeno melepaskan kuluman nya, dia mendongak sambil mengocok penis Naruto untuk melihat ekspresi pemuda itu.
"Bagaimana Naruto-kun? Apa kau mau aku berhenti?" Godanya.
Naruto melirik kebawah, dia tersenyum lalu mengarahkan kepala Akeno kebawah.
"Kau harus tanggung jawab, karena membangunkan nya"
Akeno yang mendengar nya menyeringai, lalu dia kembali melanjutkan pekerjaannya tadi.
"Ugh~ Akeno lebih cepat"
Gadis itu menuruti keinginan Naruto, dia mempercepat gerakan naik turun kepalanya.
Setelah sepuluh menit berlalu, Naruto langsung menekan kepala Akeno supaya dia lebih dalam memasukkan nya.
"Keluar~"
Croot~ Crot~
"UMMMM.. Uhmm.."
Akeno berusaha melawan, saat merasakan penis Naruto sampai ke tenggorokan nya. Lalu cairan yang dikeluarkan Naruto terpaksa dia telan karena dia tidak bisa bergerak.
"Puuaahh~ Hah.. Hah!" Akeno mendongak, menatap kesal Naruto.
Dia hampir mati tersedak tadi, terlihat ada sedikit air mata Akeno karena tersedak. Dan cairan putih di bibirnya.
"Kau jahat" Walaupun terlihat marah, namun nada yang dikeluarkan Akeno malah terdengar menggodanya.
"Hehe.. Itu salah mu, ayo duduk.. Kita sebenar lagi sampai"
Akeno hanya menuruti saja, tapi tidak lupa dia membenahi kembali celana Naruto.
BERSAMBUNG.
vvvvvvvvvvvvvv
vvvvvvvvvv
vvvvvvv
vvvv.
Ghaaaakk.. Hah.. Hah.. Baru kali ini gua nulis yang bakalan jadi fic lemon.. Susah bet mikir nya ~_~
Wokelah, tapi uwe bkl usaha buat lanjut in. Tapi mungkin Fic ini bkl pendek, mungkin paling banyak 3K l dlm 1 chap.
Dan ini gk bakal full Lemon, ada beberapa action(Mungkin:).
Dan untuk masalah Rektor, uwe benar-benar minta maaf soalnya gk tau.. gak kulihat uwe heheh.. Tapi makasih udah ingetin karena dengan itu uwe tau kesalahan uwe..
Ok sampai sini dlu, Bye~ Bye~ Dattebayou Hehe...
Note: Jangan berharap Lemon nya bakal hot:)
