Yosh, Salam Kenal Minna-san.
Aku upload cerita ini di Wattpad + juga
Jadi, jangan lupa mampir ke Wattpad juga ya hahahaha
Terinspirasi dari Film Final Destination
Main Characters:
- Haruno Sakura
- Uchiha Sasuke
- Uzumaki Naruto
- Hyuga Hinata
- Hyuga Neji
- Tenten
- Sai
- Yamanaka Ino
- Nara Shikamaru
- Sabaku no Temari
- Hatake Kakashi
- Maito Guy
- And others you'll find in the stories
Genre: Horror / Thriller / Tragedy
Warning!
Rated M for violence and blood
Don't Like Don't Read
RnR
Hope you like it^^
Semua karakter milik Masashi Kishimoto
© Masashi Kishimoto
FINAL DESTINATION
CHAPTER 1: Firasat
Sakura P.O.V.
Aku terus saja memilah-milah bajuku yang hendak ku pakai untuk pesta ulang tahun sekolahku.
"Hm, dress putih atau dress pink ya?" Aku terus memperhatikan kedua dress yang menjadi kandidat terkuat dalam pemilihan pakaian pesta ku.
Aku pun mengambil dress berwana pink selutut dan berlengan cold shoulder itu dengan model tutu dress sebagai pilihan akhirku. Aku tersenyum puas setelah semuanya selesai. Handphone ku pun tak lama berdering.
Ah, itu pasti Sasuke-kun!
Aku menjawab panggilan itu dengan senang.
"Moshi-moshi, Sasuke-kun."
"Hn, Sakura. Kau sudah selesai? Aku akan segera menjemputmu."
"Hm! Aku sudah hampir selesai."
"Hn, baiklah. Aku akan kesana."
Sasuke-kun pun mematikan handphone nya dan aku hanya tersenyum senang karena Sasuke-kun akan menjemputku.
Yah, sebenarnya bukan hanya aku sih. Aku, Sasuke-kun, Naruto, dan Hinata-chan memutuskan untuk berangkat bersama. Jadi, Sasuke-kun akan menjemputku dulu baru Naruto dan Hinata-chan.
Tapi, aku punya waktu berdua dengan Sasuke-kun sebelum akhirnya menjemput Naruto dan Hinata-chan. Hihi, aku jadi tak sabar.
Aku sudah lama menyukai Sasuke-kun. Aku, Naruto, dan Sasuke-kun adalah sahabat dari sewaktu kami kecil sampai sekarang. Itu karena keluarga kami sangat dekat. Walaupun rumah kami tak saling berdekatan, tapi kami bisa dibilang sangat dekat untuk seorang sahabat.
Sementara Hinata-chan adalah sahabatku di SMA. Ditambah lagi, Naruto akhirnya mengungkapkan rasa suka nya pada Hinata-chan yang juga menyukai Naruto.
Haha, dari situlah, kami berempat menjadi sangat dekat. Yah, aku pernah membayangkan kalau suatu saat, Sasuke-kun juga akan menjadi pacarku. Yah, hanya halusinasi ku saja sih. Tapi, apa salahnya kan?
Sasuke-kun begitu populer di sekolah. Jadi, aku hanya di level halu aja menjadi pacarnya Sasuke-kun haha.
Oke, lupakan hal itu. Aku harus bergegas. Aku tak mau Sasuke-kun menungguku terlalu lama.
...
"Selamat malam, Sasuke-kun." Sapaku saat melihat Sasuke-kun yang sudah menungguku di depan rumahku.
"Hn, masuklah." Kata Sasuke-kun.
Aku pun mengangguk dan masuk ke dalam mobil Sasuke-kun dan duduk di kursi penumpang dibelakang.
"Hn, kenapa kau duduk disitu? Duduk saja di depan." Kata Sasuke-kun seraya menoleh kearahku.
"Eh?!"
Sasuke-kun pun menyuruhku pindah ke kursi penumpang di sampingnya. Dan sepanjang perjalanan kau tau apa yang kualami?
Jantung tak bisa diajak kopromi. Dia terus berdegup dengan kencang. Wajahku pun sedikit memerah karena duduk di samping Sasuke-kun. Sesekali aku melirik kearah Sasuke-kun yang tengah fokus mengemudi itu.
Malam ini, dia sangat tampan. Aduh! Baka Sakura! Jangan memikirkan hal macam-macam! Nanti kau takkan bisa menyembunyikan wajah merahmu!
Aku pun menggelengkan kepalaku berkali-kali untuk menyingkirkan pikiran halu ku.
Sasuke-kun langsung menoleh sejenak kearahku. "Hn, Sakura. Hubungi Dobe. Bilang kalau kita sudah dekat." Kata Sasuke-kun.
Aku hanya mengangguk dan mengeluarkan handphoneku. Aku pun mulai mencari kontak Naruto dan menghubunginya.
Namun, kenapa tiba-tiba kepalaku sangat sakit?
"Nee, Naruto. Kami sudah di dekat rumahmu." Kataku seraya menahan rasa sakit yang tiba-tiba menyerang kepalaku.
"..."
"Oke."
Aku pun menutup panggilan itu. "Naruto sudah di rumah Hinata-chan. Kita berhenti di dekat rumah Hinata-chan saja."
Oh iya, sedikit informasi. Rumah Naruto tak jauh dari rumah Hinata-chan. Karena itu, Naruto memilih menjemput Hinata-chan dulu.
Rasa sakit di kepalaku semakin menjadi-jadi. Aku pun sedikit meringis. Sasuke-kun pun sekilas menoleh kearahku.
"Hn, kau baik-baik saja?" Tanya Sasuke-kun.
Aku berusaha mengangguk. Tapi, kepalaku semakin sakit. Tanpa kusadari, aku pun kehilangan kesadaranku.
END Sakura P.O.V.
Sakura mengerjapkan matanya pelan. 'Ada apa denganku? Rasa sakit itu begitu nyata.'
Sakura pun menoleh kearah Sasuke yang sedang mengemudikan mobilnya. Sasuke pun menghentikan mobilnya di depan sebuah rumah. Rumah Hinata.
Keluarlah seorang pemuda berambut kuning jabrik dan seorang gadis berambut panjang yang digulung keatas menghampiri mereka.
"Malam, Teme, Sakura-chan!" Sapa pemuda itu yang tak lain adalah Naruto.
"Hn, cepat masuk." Gerutu Sasuke pada Naruto.
"Hahaha, kau ini marah-marah mulu ke aku. Nanti cepat tua loh." Kata Naruto sambil tertawa.
Sasuke hanya mendecih kesal. Walaupun begitu, Sasuke dan Naruto sangatlah dekat.
"Nee, Hinata-chan. Kau masuk duluan." Kata Naruto mempersilahkan Hinata masuk ke dalam mobil.
Hinata pun berhati-hati dengan saat masuk ke dalam mobil karena dress yang dia gunakan malam ini. Dress yang dia gunakan malam ini adalah dress warna ungu lavender panjang dengan model off shoulder.
Kemudian, disaat Naruto masuk, kakinya tak sengaja tersandung dan kepalanya membentur senderan kursi belakang.
"Na...Naruto-kun, kau baik-baik saja?" Tanya Hinata khawatir.
"Hahaha, kau ceroboh sekali sih!" Kata Sakura sambil tertawa.
"Ck, jangan menertawaiku, Sakura-chan."
Mereka pun langsung berangkat ke sekolah. Karena, acara ulang tahun sekolah itu di adakan di sekolah mereka.
...
"Sakura! Sakura!"
Sakura mengerjapkan matanya. Kemudian dia memegang kepalanya. Dia tampak kaget saat melihat Sasuke yang menatapnya khawatir.
"Kau baik-baik saja?" Tanya Sasuke khawatir.
"Apa yang terjadi?" Tanya Sakura pelan seraya memegang kepalanya.
"Kau pingsan tadi. Kau baik-baik saja" Tanya Sasuke.
Sakura menganggukkan kepalanya dan membetulkan posisi duduknya. Sasuke masih menatapnya dengan khawatir.
"Kau yakin? Apa aku antarkan kau pulang agar kau beristirahat?" Tanya Sasuke.
Sakura P.O.V.
Apa yang terjadi sebenarnya? Aku masih memperhatikan Sasuke-kun yang melanjutkan perjalanan kami menuju rumah Hinata yang sempat tertunda. Wajahnya sesekali menatapku khawatir. Dia bilang aku pingsan tadi. Aku baru sadar.
Bukannya kita sudah menjemput Naruto dan Hinata-chan? Aku menolehkan kepalaku kebelakang dan tak ada siapapun. Sasuke-kun menghentikan mobilnya di depan rumah Hinata-chan. Dia melihat kearahku lagi.
"Kau yakin kau baik-baik saja?" Tanya Sasuke-kun khawatir.
Disatu sisi, aku terasa melayang karena Sasuke-kun mengkhawatirkanku. Tapi, disatu sisi aku merasa ada sesuatu yang tak beres denganku sendiri. Aku pun menganggukkan kepalaku agar Sasuke-kun tak khawatir lagi.
Yah, kurasa tadi hanya mimpi saja...
Tak lama, Naruto dan Hinata-chan keluar dan menghampiri kami.
"Malam, Teme, Sakura-chan!" Sapa Naruto dengan senyuman lebarnya
"Hn, cepat masuk." Gerutu Sasuke-kun pada Naruto.
Hm? Aku merasa ini seperti de javu
"Hahaha, kau ini marah-marah mulu ke aku. Nanti cepat tua loh." Kata Naruto sambil tertawa.
Benarkan?
Sasuke-kun hanya mendecih kesal.
"Nee, Hinata-chan. Kau masuk duluan." Kata Naruto mempersilahkan Hinata-chan masuk ke dalam mobil.
Hinata-chan masuk dengan hati-hati. Kemudian, disaat Naruto masuk, kakinya tak sengaja tersandung dan kepalanya membentur senderan kursi belakang.
"Na...Naruto-kun, kau baik-baik saja?" Tanya Hinata khawatir.
"Hahaha, kau ceroboh sekali sih!" Kata Sakura sambil tertawa.
Aku merasa sesuatu tak beres disini. Aku reflek menghentikan tawaku karena menyadari ini tampak seperti mimpiku tadi.
"Ck, jangan menertawaiku, Sakura-chan."
Perasaanku mulai tak enak. Sasuke-kun mulai menjalankan mobilnya menuju sekolah.
Kuharap tak ada sesuatu yang buruk terjadi...
...
Sasuke-kun pun memegangi pundakku. Apa dia masih khawatir? Aku baik-baik saja, Sasuke-kun.
Tapi tak kukatakan itu pada Sasuke-kun. Siapa juga yang mau melewati kesempatan emas ini, hahaha.
"Tumben Teme memegangimu. Hmm, aku mencium suatu aroma keganjilan disini." Kata Naruto dengan nada mengejek kami.
"Cih, diam baka Dobe!" Gerutu Sasuke-kun.
"Bilang ke aku kalau kau merasakan sakit kepala seperti tadi lagi." Kata Sasuke-kun pelan.
Aku hanya mengangguk. Tak lama, kepalaku mulai terasa sakit lagi saat perjalanan kami menuju Aula Sekolah.
"Sa...Sasuke-kun, ke..kepalaku..."
Keadaan kembali menggelap... Tampaknya, aku pingsan lagi...
End Sakura P.O.V.
"Nee, kita duduk disitu yuk!" Ajak Naruto seraya menarik tangan Hinata.
Sakura dan Sasuke pun mengangguk. Mereka pun mengikuti langkah Naruto dan Hinata menuju tempat duduk di dekat dengan panggung.
Disana terlihat teman-teman nya yang lain. Seperti Ino, Shikamaru, Tenten, dan Neji.
"Yo!" Sapa Naruto seraya merangkul Hinata.
"Hm, kalian sudah datang? Eh! Naruto-baka! Jangan pegang-pegang adik sepupuku itu!" Gerutu Neji.
"Hahaha, jangan marah-marah gitu dong, Neji. Naruto kan pacarnya Hinata-chan." Celetuk Ino.
Neji hanya mendengus kesal. Sementara yang lainnya hanya tertawa melihat tingkah Neji yang teralu overprotective pada adik sepupu nya itu.
Sakura dan Hinata pun duduk di samping Ino dan Tenten. Sementara Sasuke dan Naruto duduk di samping Shikamaru dan Neji.
"Nee, Shikamaru... Mana pacarmu itu?"
"Dia bukan pacarku! Dia hanya senior di Club Catur." Gerutu Shikamaru yang tampak salah tingkah itu.
"Hahahaha, dasar." Kata Tenten.
"Siapa juga yang mau memacari perempuan merepotkan itu?!" Gerutu Shikamaru lagi.
"Ehem! Aku mendengarmu!"
Shikamaru langsung menoleh kebelakang dan mendapati Temari yang berdiri disana sambil berkacak pinggang.
"Aa, bukan begitu maksudku, Temari-senpai." Elak Shikamaru takut-takut.
Temari pun duduk bersama mereka. Tak lama, Sai juga datang menghampiri mereka seraya memanggil Ino.
Wajah Ino langsung memerah karena kedatangan seniornya itu. "Aku pergi dulu ya~" Kata Ino seraya menghampiri Sai.
"Kami juga permisi! Aku ada urusan dengan anak ini!" Kata Temari seraya menarik tangan Shikamaru.
"Oi! Mau kemana kita?!" Keluh Shikamaru.
"Sudah! Ikut saja!" Gerutu Temari seraya menarik tangan Shikamaru dengan paksa.
"Ck, merepotkan!"
Mereka semua hanya tertawa kecil melihat mereka.
"Si Shikamaru itu kelihatannya suka juga dengan Temari-senpai. Iya gak sih?" Kata Tenten memulai gosip mereka.
"Hahaha, kupikir hanya aku yang merasakan itu." Kata Naruto sambil tertawa lebar.
Sakura pun menoleh kearah Sasuke yang tampak tak begitu peduli dengan percakapan itu. Dia meminum jus jeruknya.
"Aduh!"
Mereka semua langsung menatap Neji yang tak sengaja menyenggol gelas milik Tenten sehingga jus jeruk milik Tenten pun tumpah.
"Aaah! Nejii!" Gerutu Tenten kesal.
"Yaa, maaf!" Kata Neji cepat. "Aku kan tidak sengaja." Lanjutnya.
"Bentar, aku ambil gantinya dulu." Kata Neji kemudian meninggalkan meja mereka dan mengambil jus jeruk baru untuk Tenten.
Suara musik pun semakin meriah. Tak lama, seorang MC pun mulai berbicara diatas panggung.
"Okee, semuanya sudah hadir kan? Selamat malam semuanya. Aku Maito Guy! Selaku MC di acara yang ditunggu-tunggu hari ini. Semangat muda kalian membuatku terharu! Pertahankan semangat muda itu!" Kata Guy dengan berapi-api.
Selagi Guy berbicara diatas panggung, mata Naruto menangkap sosok Kakashi yang sedang berjalan kearah lain.
"Kakasi-sensei!" Teriak Naruto senang.
Kakashi pun menatap mereka dan hanya tersenyum di balik maskernya itu. Naruto dengan semangat ingin menghampiri gurunya itu. Tapi, lagi-lagi, kecerobohan Naruto pun membuat jus jeruk milik Sakura tumpah dan jatuh ke kaki Hinata dan membuat dress lavender Hinata basah karena tumpahan jus jeruk itu.
"Baka! Hati-hati dong!" Gerutu Sakura seraya membantu Hinata membersihkan dress nya.
"Maafkan aku, Hinata-chan. Aku ada perlu dengan Kakashi-sensei." Kata Naruto buru-buru.
Sakura menolehkan kepalanya menatap jam yang berada di tak jauh dari panggung. Sudah pukul 19.30. Berarti, pestanya akan dimulai 30 menit lagi.
Seorang soundsystem dengan cerobohnya tak sengaja menumpahkan minumannya ke peralatan soundsystem. Aliran minumannya itu pun mengarahkan ke stopkontak dan telihat percikan api dari stopkontak itu.
Percikan api itu menyambar beberapa benda yang gampang terbakar. Dan kau pasti bisa menebak apa yang terjadi selanjutnya kan?
Api mulai menyambar kemana-mana. Guy terlihat sangat panik menatap api yang tak jauh darinya. Dia pun berusaha menghindari kobaran api itu.
Suara teriakan kepanikan pun mulai terdengar. Sakura langsung terkejut melihat sebuah tali penahan tirai yang berat itu mulai terbakar dan hampir putus.
Masalahnya, jika itu putus, penahan tirai itu akan mengenai kepala Guy. Sakura langsung berdiri seraya berteriak.
"Guy-sensei! Awas kepalamu!"
Namun terlambat. Itu terlanjur putus dan mengenai kepala Guy. Karena benturan keras itu, kepala Guy hancur.
Darah pun menciprat kemana-mana. Suara teriakan ketakutan semakin menjadi-jadi saat melihat kondisi Guy.
Banyak yang berusaha menyelamatkan diri dengan berlari keluar dari Aula. Tapi, sekeliling Aula mulai di tutupi oleh api yang sangat besar.
Sasuke, Sakura, Hinata, Tenten, Neji, dan Naruto pun berusaha mencari jalan keluar yang lain.
Karena api itu mulai menjalar kemana-mana, banyak barang-barang berat yang mulai berjatuhan dan menggerakkan menahan panggung. Akibatnya, penahan panggung yang berupa besi besar itu bergerak dan jatuh kearah kerumunan orang yang berada disana.
Salah satu dari kerumunan itu ada Kakashi yang sedang mengevakuasi murid-murid dan guru-guru yang lain. Darah pun terciprat kemana-mana. Potongan daging-daging kecil pun tampak bersebaran kemana-mana.
Sakura pun semakin ketakutan melihat itu. Sasuke pun memegang tangan Sakura. Hinata dan Tenten menangis ketakutan melihat itu. Cipratan darah kerumunan orang itu mengenai pakaian mereka berdua. Neji dan Naruto langsung menarik mereka menjauhi itu semua.
Sai, Ino, Shikamaru dan Temari pun menghampiri mereka.
"Berhati-hatilah! Bangunan ini mulai rawan akan roboh karena api ini." Kata Shikamaru.
"Nee, tak ada jalan keluar lainnya kah?" Tanya Neji dengan nada panik.
"Aku tak tau." Kata Shikamaru.
"Kalau tak salah ada pintu keluar darurat di belakang." Kata Sai.
"Hn, kita kesana." Kata Sasuke.
Mereka semua mengangguk. Mereka pun berjalan dengan cepat menuju pintu keluar darurat dengan Sai dan Shikamaru di depan.
Tanpa mereka semua sadari, atap yang terbakar itu jatuh kearah Sai dan Shikamaru. Shikamaru berusaha mengeluarkan dirinya dari atap yang panas itu. Yang lainnya pun berusaha untuk memindahkan atap itu dari tubuh Sai dan Shikamaru.
Mereka berdua berteriak kesakitan. Shikamaru pun berhasil keluar dari atap itu dengan punggung yang terbakar. Sementara Sai, masih berusaha untuk keluar dari sana. Namun, tak lama setelah itu, Sai mulai tak bergerak lagi dengan api yang menyambar tubuhnya.
"Sai-senpai!" Teriak Ino histeris.
Shikamaru mendekati Sai dan mencoba memindahkan atap itu. Tapi, lagi-lagi Shikamaru ceroboh. Dia menarik atap itu dengan kencang sehingga tepian atap yang lumayan tajam itu menghantam lehernya dan terpotong.
"Kyaaa!" Teriak yang lainnya kecuali Sasuke dan Neji.
"Tidak! Shikamaru!" Teriak Temari histeris.
"Tak ada waktu! Cepat kita keluar dari sini!" Kata Neji.
Naruto dan Sasuke pun langsung menarik Temari dan Ino yang masih histeris melihat kondisi Sai dan Shikamaru.
Balok-balok besar berjatuhan di depan mereka. "Sial! Tak ada jalan!" Kata Naruto.
Mereka pun berjalan mundur dan tanpa mereka sadari, Dua buah balok besar jatuh keatas Tenten. Menutupi kepala dan perut gadis itu.
"Tenten!" Teriak Sakura dan Neji.
Darah kembali terciprat kemana-mana. Pecahan otak dan daging-daging dari tubuh Tenten berceceran kemana-mana.
Mereka semua semakin ketakutan . Dengan cepat mereka berlari menuju dalam Aula. Disaat berlari itulah, sebuah benang besi yang tajam putus dan mengarah ke Temari dan memotong tubuhnya menjadi dua bagian.
Naruto yang posisinya dekat dengan Temari pun sempat tercengang karena kaget. Darah Temari mengenai bajunya dan isi organ dalam Temari pun keluar. Temari tewas seketika.
Sakura semakin ketakutan. Hinata dengan cepat menarik tangan Naruto yang masih tercengang itu. Mereka kembali berlari. Saat Sakura menoleh kearah Ino, Sasuke, dan Neji, matanya terbelalak melihat lampu gantung yang lumayan besar itu bergelantungan di dekat mereka bertiga.
"Awas!" Teriak Sakura.
Sasuke, Ino, dan Neji langsung menoleh keatas dan segera menghindar. Tapi, gerakan Ino terlalu lambat dan Ino pun tewas karena tertiban lampu besar yang ada percikan api itu.
"Sial!"
Mereka semua terengah-engah. Bagaimana tidak. Mereka terus melihat teman-temannya mati dengan cara yang sangat tragis dari tadi. Perlahan Aula yang tadinya di penuhi oleh suara teriakan panik, mulai menghilang. Manusia-manusia yang tergeletak dengan kondisi mengenaskan pun semakin banyak.
Sakura menatap jam di dekat panggung yang di tutupi oleh api. Namun, masih dapat terlihat oleh Sakura. Pukul 20.05.
Naruto, Hinata, Sasuke, Sakura dan Neji pun berlari kearah pintu masuk yang dipenuhi api. Orang-orang masih selamat pun mulai histeris dan mengikuti langkah mereka. Karena panik, mereka pun saling mendorong sehingga Neji terdorong kearah kobaran api dan terbakar.
"Neji-niisan!" Teriak Hinata.
"Arrg!" Teriak Neji kesakitan.
Dia pun berusaha keluar dari api itu. Naruto dan Sasuke pun segera membantu dengan mengambil apapun yang kira-kira memadamkan api yang sudah menjalar di tubuh Neji. Neji pun menggeliat kesakitan. Usaha Naruto dan Sasuke tak membuahkan hasil. Api itu tak juga mau padam di tubuh Neji. Gerakan Neji pun mulai perlahan dan berhenti.
Hinata dan Sakura menangis histeris. Sasuke dan Naruto langsung menarik mereka menjauh dari sana.
"Berhentilah mendorong!" Teriak Naruto kesal pada kerumunan orang di belakang mereka. Aula mulai tak kuat menahan bebannya. Balok-balok dan atap-atap Aula pun mulai berjatuhan dan menimpa kerumunan orang itu. Naruto, Hinata, Sasuke dan Sakura pun berusaha menghindari balok-balok itu dan Hinata pun tak sengaja tersandung sesuatu yang menyebabkan dirinya terjatuh.
"Tidak, Hinata-chan!" Teriak Naruto.
Terlambat.
Balok-balok itu menimpa orang-orang termasuk Hinata. Naruto, Sasuke, dan Sakura tampak shock dan terdiam. Naruto dan Sakura pun mulai menangis melihat tubuh Hinata yang terbagi menjadi beberapa bagian itu.
Naruto terus memundurkan tubuhnya dan besi-besi di tepi Aula pun menusuk dada, punggung, leher, perut, dan paha Naruto yang menyebabkan Naruto tewas seketika.
"Tidak!" Teriak Sakura histeris sambil terisak-isak.
Sasuke pun memegang tangan Sakura untuk menenangkannya.
"Tenanglah, kita pasti bisa keluar dari sini." Kata Sasuke pelan.
Mereka pun kembali mencari jalan keluar. Tembok Aula mulai bergerak pertanda akan roboh. Sakura berjalan dekat dengan tembok yang akan roboh itu. Sasuke dengan cepat menarik tangan Sakura disaat tembok itu akan roboh. Menyebabkan Sasuke yang tertimpa oleh tembok itu.
"Sasuke-kun!" Teriak Sakura histeris.
Sakura mundur kebelakang karena takut melihat darah Sasuke yang mengalir ke kakinya itu. Dan, disaat itulah tembok di belakangnya pun roboh dan menimpanya.
...
"Sakura!" Panggil Sasuke.
Sakura membuka matanya dengan cepat. Terdapat sisa-sisa air mata di pelupuk matanya. Sakura pun menghapus air matanya dengan cepat.
"Sasuke-kun?! Sasuke-kun!" Teriak Sakura histeris sambil memeluk tubuh Sasuke erat.
"Ada apa? Kau yakin kau baik-baik saja?" Tanya Sasuke seraya membalas pelukan Sakura.
"Kau sudah pingsan dua kali loh." Kata Sasuke pelan.
Sekarang posisi Sakura berada di UKS sekolah mereka. Syukurlah, ini hanya mimpi...
Sakura melepaskan pelukannya dan mengusap air matanya. Sakura pun mengangguk.
"Aku baik-baik saja." Kata Sakura seraya tersenyum. "Aku hanya bermimpi buruk tadi." Kata Sakura.
Sasuke mendengus. "Hn, aku tak yakin. Aku akan antarkan kau pulang." Kata Sasuke.
"Tidak! Aku baik-baik saja kok." Kata Sakura.
"Ayo kita ke Aula." Kata Sakura.
...
Sakura dan Sasuke pun bergabung dengan teman-teman yang lainnya.
"Nee, Sakura-chan. Kau yakin kau baik-baik saja?" Tanya Naruto khawatir.
"Ka...kalau Sakura-chan memang sedang tak enak badan, lebih baik Sakura-chan beristirahat saja." Kata Hinata tak kalah khawatir.
"Hehe, aku baik-baik saja kok." Kata Sakura.
Dia pun menoleh kearah Sasuke yang masih menatapnya khawatir.
"Nee, Shikamaru... Mana pacarmu itu?"
"Dia bukan pacarku! Dia hanya senior di Club Catur." Gerutu Shikamaru yang tampak salah tingkah itu.
"Hahahaha, dasar." Kata Tenten.
"Siapa juga yang mau memacari perempuan merepotkan itu?!" Gerutu Shikamaru lagi.
"Ehem! Aku mendengarmu!"
Shikamaru langsung menoleh kebelakang dan mendapati Temari yang berdiri disana sambil berkacak pinggang.
"Aa, bukan begitu maksudku, Temari-senpai." Elak Shikamaru takut-takut.
Sakura kembali merasa ada yang aneh. Kenapa moment nya sama seperti di dalam mimpinya?
Temari pun duduk bersama mereka. Tak lama, Sai juga datang menghampiri mereka seraya memanggil Ino.
Wajah Ino langsung memerah karena kedatangan seniornya itu. "Aku pergi dulu ya~" Kata Ino seraya menghampiri Sai.
"Kalian juga akan pergi?" Tanya Sakura tiba-tiba pada Temari.
"Hm, bagaimana kau tau apa isi hatiku? Aku ada urusan dengan anak ini!" Kata Temari seraya menarik tangan Shikamaru.
"Oi! Mau kemana kita?!" Keluh Shikamaru.
"Sudah! Ikut saja!" Gerutu Temari seraya menarik tangan Shikamaru dengan paksa.
"Ck, merepotkan!"
Mereka semua hanya tertawa kecil melihat mereka. Kecuali Sakura tentunya. Dia mulai merasa ada sesuatu yang aneh disini. Sakura pun mulai menjadi was-was.
"Si Shikamaru itu kelihatannya suka juga dengan Temari-senpai. Iya gak sih?" Kata Tenten memulai gosip mereka.
"Hahaha, kupikir hanya aku yang merasakan itu." Kata Naruto sambil tertawa lebar.
Sakura pun menoleh kearah Sasuke yang tampak tak begitu peduli dengan percakapan itu.
'Dia akan meminum jus nya itu' Batin Sakura seraya menatap Sasuke.
Dan benar saja. Sasuke meminum jus jeruknya.
"Aduh!"
Mereka semua langsung menatap Neji yang tak sengaja menyenggol gelas milik Tenten sehingga jus jeruk milik Tenten pun tumpah.
"Aaah! Nejii!" Gerutu Tenten kesal.
"Yaa, maaf!" Kata Neji cepat. "Aku kan tidak sengaja." Lanjutnya.
"Bentar, aku ambil gantinya dulu." Kata Neji kemudian meninggalkan meja mereka dan mengambil jus jeruk baru untuk Tenten.
Suara musik pun semakin meriah. Tak lama, seorang MC pun mulai berbicara diatas panggung.
"Okee, semuanya sudah hadir kan? Selamat malam semuanya. Aku Maito Guy! Selaku MC di acara yang ditunggu-tunggu hari ini. Semangat muda kalian membuatku terharu! Pertahankan semangat muda itu!" Kata Guy dengan berapi-api.
Selagi Guy berbicara diatas panggung, mata Naruto menangkap sosok Kakashi yang sedang berjalan kearah lain.
"Kakasi-sensei!" Teriak Naruto senang.
Kakashi pun menatap mereka dan hanya tersenyum di balik maskernya itu. Naruto dengan semangat ingin menghampiri gurunya itu. Tapi, lagi-lagi, kecerobohan Naruto pun membuat jus jeruk milik Sakura tumpah dan jatuh ke kaki Hinata dan membuat dress lavender Hinata basah karena tumpahan jus jeruk itu.
"Baka! Hati-hati dong!" Gerutu Sakura seraya membantu Hinata membersihkan dress nya.
"Maafkan aku, Hinata-chan. Aku ada perlu dengan Kakashi-sensei." Kata Naruto buru-buru.
"Oi! Jangan!" Kata Sakura cepat.
Naruto menatap bingung kearah Sakura. "Memangnya kenapa?" Tanya Naruto.
Sakura langsung menatap jam yang tak jauh dari panggung. Pukul 19.25. Itu artinya hanya 5 menit sebelum petugas soundsystem itu ceroboh.
Sakura langsung berdiri dan berjalan menuju para petugas soundsystem berada. Sakura pun mencari-cari orang yang kira-kira akan melakukan kecerobohan itu.
"Maaf! Semua minuman disini bisa dibuang?!" Teriak Sakura.
"Memangnya kenapa?"
"Buang saja!" Teriak Sakura sebelum meninggalkan para petugas soundsystem.
Sakura kembali bergabung dengan yang lainnya. "Nee, kita harus segera pergi dari sini!" Kata Sakura.
Sasuke, Hinata, dan Tenten pun menatap aneh kearah Sakura. "Ada apa?" Tanya Hinata.
"Bahkan pestanya belum dimulai." Kata Tenten.
"Tak ada waktu lagi! Cepat keluar dari sini!" Kata Sakura dengan wajah panik.
Sakura pun dengan cepat berteriak histeris agar semua orang di ruangan itu dapat mendengarnya.
"Oi, kau ini kenapa?" Tanya Sasuke seraya menarik tangan Sakura.
"Tidak ada waktu! Tak ada waktu!" Teriak Sakura histeris.
"Semuanya keluar! Api! Api!" Kata Sakura histeris.
"Akan ada api!" Teriak Sakura lagi.
Guy yang berada di atas panggung pun langsung menghampiri Sakura. Begitu pun dengan Kakashi dan Naruto yang tadi sedang berbincang bersama. Neji, Shikamaru, Temari, Sai, dan Ino pun langsung menghampiri suara Sakura.
"Sakura-chan, kau kenapa? Apa ada sesuatu?" Tanya Guy.
Sakura P.O.V.
Aku menatap wajah mereka satu persatu dan mengingat kematian tragis mereka.
"Tak ada waktu! Kita harus pergi semuanya! Kumohon dengarkan aku!" Teriakku dengan histeris.
Aku mendengar beberapa ejekkan yang mengarah padaku dari murid-murid lain, seperti mengataiku orang aneh, orang gila dan semacamnya. Tapi, tak ada waktu untuk marah hanya karena sebutan itu.
Aku kembali menatap Sasuke-kun, Hinata-chan, dan Tenten dengan tatapan memelas.
"Kumohon... dengarkan aku... Kita akan mati kalau tidak segera keluar dari sini!" Aku semakin berteriak dengan histeris.
Kemudian aku melihat jam dan sekarang pukul 19.30. Tak ada waktu. Aku hanya bisa menarik Sasuke-kun dan Hinata-chan agar yang lain mengikuti kami.
Untung saja dugaanku tepat. Mereka benaran mengikutiku keluar. Tapi, banyak juga yang tak mengindahkan perkataanku.
Dan seketika kami berada diluar...
Disaat itulah aku mulai mendengar teriakan histeris orang-orang dari dalam Aula.
Dan disaat itu juga, Sasuke-kun dan yang lainnya langsung menatapku tak percaya.
~T.B.C~
Fuh~ Aku sangat berusaha untuk membuat suasana menjadi menyeramkan...
Tapi, kayaknya gagal ya?
Kurang seremnya ya? Wkwkwk
Terus agak gak jelas juga ya?
Aku nulisnya juga rada bingung gimana mau mendeskripsikannya itu
Hah, yaudahlah ya~
Kumohon saran dan kritiknya di kolom reviewnya ya~
Terimakasih banyak~
Sampai jumpa di next chapter~
Bye~
