STRAY GOD
WRITE BY: ASY21
RATE: GIMANA ALUR.
GENRE: FANSTASY, ACTION
PAIR: NARUTO X
DISCLAIMER: JELAS BUKAN PUNYA SAYA.
:WARNING: GAJE. BANYAK TYPO, IMAJINASI AUTHOR, PEMULA,
-PROLOGUE-
.
.
.
.
.
...
dipagi hari yang cerah, di kota tokyo sebagian orang berlalu lalang dijalanan kota, tak terkecuali seorang pemuda yang sedang berlari menerobos orang orang sambil berteriak meminta maaf kepada orang-orang yang ia tabrak.
"maaf maaf, permisi!" teriak nya sambil terus berlari.
pemuda itu adalah Namikaze Naruto, seorang pemuda berusia 17 tahun tengah berlari menuju sekolahnya.
dia terus berlari tanpa memperhatikan sekitarnya, dan tanpa sadar disamping nya sebuah mobil sedang melaju cepat kearahnya..
"Hey kau menyikir dari jalanan itu!"teriak beberapa orang hendak menghentikan Naruto.
'DUAAKKKK'
Telat bagi Naruto, dia tertabrak mobil dan terpental beberapa meter dari tempat kejadian.
Naruto yang dalam keadaan sekarat pun hanya bisa diam merasakan beberapa tubuhnya yang terluka sangat parah.
"apakah...a-ku akan... mati dalam.. uhuuk... keadaan perjaka" ucapnya pelan
Narutopun tersenyum miris, kenapa kami-sama begitu tidak adil kepadanya.
mata naruto pun yang awalnya menunjukan aura kehidupan, lama kelamaan memudar dibarengi matanya yang mulai tertutup.
"semoga di alam sana aku bisa bahagia." Ucap Naruto seraya menutup matanya.
beberapa orang pun langsung menghampiri naruto dan memeriksanya,
"dia sudah meninggal" ucap salah seorang warga yang menolong Naruto.
mereka pun bergegas membawa Tubuh tak Bernyawa Naruto ke rumah sakit.
-SKIP TIME-
disebuah dimensi yang bernuansa serba hitam.. disana terdapat seorang kakek tua yang sedang bersemedi, menatap seorang pemuda bersurai pirang dihadapannya yang sedang tak sadarkan diri.
tak beberapa lama Naruto akhirnya membuka matanya, dan langsung duduk disana. Naruto mengerjapkan matanya berkali kali dan melihat kesekelilingnya, Naruto mengerutkan dahinya, bukankah dia tadi tertabrak mobil dan mati.
"Ini dimana?" tanyanya bingung.
naruto pun berdiri. yang dia lihat hanya warna hitam sejauh mata memandang. disana hanya ada dia dan seorang kakek tua yang sedang... eh kakek tua..
"maaf ojii-san apa kau tau ini dimana?" Tanya naruto.
"oh kau sudah bangun Namikaze Naruto." jawab kakek tua itu seraya membuka matanya yang menampilkan sebuah mata beriak air berwarna biru.
"ya.. ini dimana.. dan Ojii-san ini siapa? tanya Naruto lagi.
"akulah dewa kematian.. dan tempat ini adalah dimensi antara hidup dan mati.."
hening...tiba tiba sebuah tertawa yang sangat keras terdengar nyaring disana. yang tak lain adalah Naruto sang pelakunya.
"k-kau adalah dewa ." ucap naruto yang terus tertawa sambil memegangi perutnya yang sakit.
dewa kematian yang melihat itupun merasa kesal itu ditunjukan dengan pelipisnya yang berkedut, dia merasa diremehkan terlebih pelakunya adalah seorang bocah manusia.
"kk-kau..."
Dewa kematian itupun mengankat tangannya dan menunjuk Naruto, sembari mulutnya merapalkan mantra..
tiba tiba disekitar Naruto muncul sebuah lingkaran dan perlahan muncul sebuah rantai dan langsung melilit kaki dan tangan Naruto. Naruto yang melihat itupun langsung melebarkan matanya. dia menatap Kakek tua itu yang mengaku sebagai dewa kematian.
"baiklah aku salah telah meragukannmu. dan tolong ini lepaskan, rantai ini melilit tangan dan kakiku dengan keras." ucap naruto memohon ampunan selagi menahan rasa sakit di tangan dan kakinya.
"tidak.. kau sudah meragukanku dan rasakan akibatnya."
"a-aku percaya s-sekarang... kumohon lepaskan..."
"baiklah."
kakek tua itupun melepaskan rantai yang mengikat Naruto.
setelah lepas, Naruto pun langsung memegangi tangan dan kakinya yang terasa sakit akibat rantai tadi yang membelitnya.
"dengarkan ini Namikaze Naruto." ucap Dewa kematian dengan serius.
Naruto yang mendengar ucapan Dewa kematian yang terdengar serius, diapun langsung duduk dan menatap dewa kematian dengan serius.
"aku tidak akan membawamu ke surga ataupun neraka, tapi aku dan para dewa sudah sepakat bahwa kau akan dikirim kedunia lain. disana kau akan kami beri misi yang akan mentukan nasib dunia itu, terserah kau akan jadi bagaimana disana dan jalani kehidupanmu disana, dan kami para dewa tidak akan mencampuri urusanmu lagi setelah kau kesana." ucapnya panjang lebar.
Naruto yang mendengar itupun terkejut,bagaimana tidak, dia tidak akan ke surga ataupun neraka, tapi dia akan ditransfer kedunia asing, yang secara tidak langsung dia akan di reinkarnasikan.
"pertama tama aku akan menjelaskan situasi disana. didunia itu sesuatu yang tidak mungkin diduniamu sebelumnya akan menjadi mungkin disana." lanjutnya lagi.
Naruto hanya menganggukan kepala nya pelan.
"baiklah aku akan meningkatkan sedikit kemampuanmu, jadi terimalah"
dibelakang dewa itupun perlahan muncul sebuah cahaya menyilaukan mata, dan perlahan lahan masuk kedalam tubuh naruto perlahan, berbanding terbalik dengan dewa itu, Naruto berusaha mati matian menahan rasa sakit sekaligus panas yang luar biasa ditubuhnya..
"akkkkhhh!" teriak Naruto menahan rasa sakit ditubuhnya.
setelah beberapa saat, cahaya itupun menghilang dan masuk seluruhnya kedalam tubuh Naruto.
Naruto pun yang sudah tidak merasakan sakit ditubuhnya, membuka matanya dan ia merasakan tubuhnya berasa ringan..
"Akhirnya selesai." ucap Dewa kematian.
Naruto menoleh ke arah Dewa kematian, dan ia terkejut melihat mata dewa kematian yang sebelah kirinya menghilang cahayanya.
"seperti yang kau lihat Namikaze, aku menitipkan mata kiriku kepadamu, dan akan ku ambil setelah kau meninggal di Dunia itu."
'ini bukan sedikit, tapi sangat banyak kekuatan yang aku terima' bathin naruto.
"mata itu adalah [Rhinnegan, untuk kemampuannya, kau harus membangkitkannya sendiri."
"hmm. baiklah ojii-san." ucap Naruto.
merkapun mengobrol sebentar, dan setelah sekian lama, waktunya telah tiba untuk Naruto di transfer ke dunia barunya.
"baiklah Namikaze, saatnya memulai kehidupannmu kembali. dan aku sarankan, kau haru masuk ke sekolah setelah sampai disana."
"Ha'i ojii-san." ucap Naruto mengerti.
setelah Naruto mengucapkan itu, Dewa kematian pun menepuk tangannya, perlahan tubuh Naruto bersinar dan lama kelamaan hilang ditelan kegelapan, sebelum Naruto menghilang, Naruto mengucapkan sesuatu.
"terimakasih ojii-san, kau telah memberiku kehidupan baru. dan aku akan menjalaninya dengan sepenuh hati." ucap Naruto dengan tersenyum cerah.
dewa kematianpun hanya mengangguk sebagai jawaban. dan tubuh naruto pun menghilang ditelan kegelapan...
.
.
.
.
.
Disinilah sekarang Naruto berada. dunia pararel yang menentukan nasibnya mulai dari sekarang.
Naruto memfokuskan pandangannya ke depan dengan serius... terdapat seperti tampilan menu dalam game-game RPG yang sering ia mainkan di dunia sebelumnya, dan juga Naruto menyadari bahwa dunia ini memakai system level dalam perkara mengukur kemampuan individu setiap orang...
Naruto menyeringai ketika membaca tampilan tersebut. ini seperti game RPG yang selalu ia mainkan, sepertinya cukup mudah untuk memanfaatkan kekuatan mata kirinya meskipun levelnya hanya satu.
'system leveling, hukum rimba, dan beberapa ras fantasy semuanya berkumpul disini... benar-benar seperti sebuah game RPG...' bathin Naruto.
Naruto harus segera menuruti perintah terakhir dari dewa kematian tersebut, yaitu membaur dalam keluarga sebuah bangsawan kecil di sini. sepertinya dewa telah mengatur semuanya disini agar Naruto seolah-olah terlahir alami dalam dunia ini dengan menggantikannya dengan orang yang sama di sini dengan dirinya yang berbeda dunia. jika saja Naruto tidak diperintahkan untuk menjadi anggota bangsawan di dunia ini, dia akan mendaftar menjadi seorang petualang yang tergabung dalam sebuah guild. itu pilihan yang bagus dalam menaikan level dengan cepat, bukan begitu?.
'Namikaze, kah? benar-benar dibuat semirip mungkin dengan diriku...'
mungkin lebih baik seperti ini terlebih dahulu, ia juga belum mengetahui apapun tentang dunia ini. bagaimana pun juga informasi sangat penting di tempat yang asing.
yang Naruto ketahui saat ini adalah, bahwa dunia ini memiliki beberapa ras dimana mereka terbagi dalam beberapa kerjaan besar di sini, termasuk yang sedang ia pijaki saat ini, salah-satu wilayah kerajaan Alvarez yang memiliki basis ras manusia terbesar. meskipun begitu, Naruto dapat kesimpulan sendiri tentang dunia ini... yaitu Ras Manusia merupakan ras terlemah meskipun populasi nya sangat banyak, karna begitulah system kerja dalam game RPG manapun...
#TBC...
