Yak, sesuai janji ku... inilah part 2. Maaf telat karena tiba-tiba ada urusan huhuhu yah now that's out of the way, Happy reading!
"Nah, Fang. Buka mulutmu." Ucap Boboiboy sembari mengarahkan sendok ke arah Fang.
Fang membuka mulutnya, memilih menurut karena memang dia masih berusaha mengumpulkan energinya walau agak sedikit heran kenapa Boboiboy berinisiatif untuk menyuapinya.
"Bagaimana Fang? Enak?"
Fang hanya mengangguk yang kemudian dibalas senyum puas dari Boboiboy.
"Hm, bagus. Nah, makan lagi."
Boboiboy lanjut menyuapi Fang sampai supnya habis. Walaupun pengelihatannya masih kabur karena ia tidak mengenakan kacamatanya, ia bisa melihat ekspresi senang Boboiboy saat menyuapinya yang jujur membuat dirinya merasa bersalah tapi kesal juga di waktu yang bersamaan. Setelah Boboiboy selesai menyuapinya dan memberinya air minum, Fang bertanya kepada Boboiboy.
"Kenapa kau masih disini?"
Ekspresi Boboiboy tiba-tiba berubah menjadi gugup.
"Aku sebenarnya ingin bertanya."
"Hm?"
Boboiboy terdiam sejenak sebelum akhirnya bertanya,"Kenapa kau menjauhiku dan yang lain?"
Fang mengambil napas dalam. Ia sudah tahu cepat atau lambat pasti Boboiboy akan bertanya hal itu. Akhirnya ia mengehela napas panjang dan menjawab,
"Aku iri pada mu."
Dari ujung pengelihatannya, Fang bisa melihat ekspresi Boboiboy yang berubah menjadi bingung yang membuat dirinya sedikit kesal namun ia mengerti. Kalau ada orang yang tiba-tiba berkata kepadanya bahwa mereka iri padanya, ia juga akan memasang ekspresi yang sama.
"I-iri? Kenapa iri?" Tanya Boboiboy.
"Aku iri padamu yang baru saja masuk ke dalam urusan perang antar galaksi ini dan langsung mendapat perhatian dari banyak laksamana. Kau juga punya semua yang aku inginkan tapi tidak bisa ku dapatkan."
Boboiboy masih tidak puas dengan jawaban Fang lanjut bertanya, "Tapi kalau begitu, biasanya kau akan mengajakku untuk bertarung atau semacamnya. Pasti ada alasan lain 'kan?"
Fang terdiam. Memang sebenarnya ada alasan lain mengapa ia menjauhi Boboiboy, tapi sekarang memang sudah waktunya untuk jujur kepada Boboiboy karena jujur, dia sudah lelah lari dan menjauhi Boboiboy. Toh, sebentar lagi ia akan kembali ke planetnya. Lebih baik selesaikan masalahnya dan lupakan, ya kan?
"Aku iri padamu yang selalu bisa dekat dan mendapat banyak perhatian orang, aku iri dengan orang-prang yang selalu mendukungmu dibelakang mu, aku iri dengan semua yang kau dapatkan dalam waktu singkat sementara aku harus berusaha dalam waktu yang lama agar bisa mencapai di tingkat yang sekarang-"
"F-fang..."
"Diam! Aku belum selesai! Kau mau jawabannya kan?! Akan ku jawab sekarang!"
Boboiboy terdiam dan Fang melanjutkan jawabannya,
"Aku juga iri dengan kekuatanmu, aku iri dengan kau yang selalu bisa menolong orang lain dan yang lebih penting AKU IRI DENGAN KAU DAN RASA PERCAYA DIRIMU SAAT SESUATU TIDAK BERJALAN LANCAR DAN KAU MENGANGGAP SEMUANYA BAIK –BAIK SAJA KEMUDIAN MELUPAKANNYA DAN MASIH TERTAWA!" Ucap Fang marah kemudian terengah-engah. Ia benar-benar harus mengeluarkannya. Sudah lama semua ia pendam dan ia sudah lelah. Kemudian ia mengambil napas dalam untuk menenangkan dirinya dan lanjut berucap.
"Kau tahu misi dua tahun lalu?"
Boboiboy terdiam namun Fang memilih untuk melanjutkan.
"Misi itu hampir berhasil kalau saja perompak angkasa itu tidak datang. Kita tahu kalau mereka jauh lebih kuat dari kita saat itu. Aku memintamu untuk memanggil bala bantuan atau setidaknya mundur untuk mencari tempat aman saat kita baru saja diserang. Namun, kau dan rasa percaya dirimu lebih memilih maju untuk melawan mereka dan ketika mereka berhasil membuat kita hilang fokus, mereka berhasil mengepung kita sendiri-sendiri. Aku khawatir kepada kalian walau misi ini bukan misi pertama kalian, pasti ada saat dimana misi tidak berjalan lancar. Kemudian, aku lengah dan mereka menangkapku."
Fang terdiam sejenak, berusaha melihat ekspresi Boboiboy yang kini tertutup oleh poninya. Kemudian ia melanjutkan.
"Aku tahu itu salahku, tapi aku bisa mengatasinya, Boboiboy. Aku tidak benar-benar tidak sadarkan diri waktu itu. Aku bukan seseorang yang lemah yang harus selalu kau tolong. Aku punya banyak pengalaman sebelum kau datang menjadi anggota TAPOPS. Tapi kemudian kau mengambil keputusan, mengambil bom itu dan melemparkannya disaat waktu tinggal sedikit, padahal aku bisa melindungi diriku sendiri dengan kuasaku. Kemudian bom itu meledak saat kau baru saja melemparnya, siapa yang tidak panik?"
Boboiboy masih terdiam.
"Setelah itu kau terluka parah dan tidak sadarkan diri. Aku khawatir padamu dan meminta kak Isa untuk merawatmu lebih dulu. Lalu kau bangun, tersenyum dan tertawa sambil meminta maaf karena sudah mengkhawatirkan banyak orang dan setelah itu melupakannya seperti itu tidak pernah terjadi sementara aku ditegur oleh laksamana yang lain karena keteledoranku dan teman-temanmu yang mengira akulah alasan kenapa bisa terluka sepaarah itu. Dan disinilah aku, masih terbebani oleh misi itu. Kemudian, aku menjauh. Aku lelah. Aku iri kepadamu yang tetap mendapat pujian walau melakukan sesuatu yang bodoh. Aku iri pada sifat mu yang bisa melupakan itu."
Boboiboy mengangkat kepalanya dan menatap Fang dengan raut wajah sedih.
"Fang, maafkan aku. Aku tidak tahu kalau kau berpikir seperti itu."
Fang tertawa satir, "Apa yang kau tahu?"
Fang melihat ekspresi Boboiboy yang berubah menjadi serius, sepertinya ia benar-benar serius untuk menjawab pertanyaan Fang. Kemudian ia menjawab,
"Kalau aku menyukaimu?"
Fang terkejut mendengar balasan dari Boboiboy. Ia sudah menyiapkan semua balasan yang memungkinkan untuk menjawab Boboiboy, tapi tidak untuk yang satu ini.
"A-apa maksudmu? La-lagipula, apa hubungannya dengan yang kita bicarakan?" Tanya Fang terbata-bata.
"Saat itu aku memang bodoh, aku akui itu. Tapi saat aku melihat mereka menyandramu dan kau terlihat tidak sadarkan diri, yang ada dipikiranku hanya untuk menyelamatkanmu. Aku juga tidak suka ketika kau menjauhiku dan yang lain. Ketika aku dengar dari Ochobot kalau kau akan pindah dari bumi, jujur aku takut kau tidak kembali. Aku khawatir kita tidak bisa bertemu lagi."
"Be-berhenti, Boboiboy. Ini memalukan..." ucap Fang sambil menutupi wajahnya.
"Aku juga minta maaf aku tidak adil padamu saat teman-teman di sekolah kita menuduhmu. Aku tahu mereka terlalu membesarkan sesuatu dan mencari kesalahanmu. Harusnya aku mencari tahu kebenarannya lebih lanjut kemudian membelamu. Kau berbuat banyak untuk keamanan galaksi."
Fang menunduk dan menutupi wajahnya, merasa malu dengan ucapan Boboiboy.
"Kalau kita berbicara soal iri, aku juga iri padamu yang selalu cepat berpikir strategi, kau juga gampang dekat dengan hewan, kau pintar, kau mudah beradaptasi, kau juga selalu mementingkan orang lain, kau juga punya kakak.. aku selalu ingin punya saudara sekeren kapten Kaizo.. Ayah keren juga tapi ayah 'kan ayah dan ayah juga sudah tua, jadi tidak asik. Oh, walau kau marah-marah di depan, aku tahu sebenarnya dalam hatimu kau perhati-"
"STOP, STOP, BOBOIBOY SUDAH! AKU MENGERTI! INI MEMALUKAN." Fang berteriak dibalik tangannya yang masih menutupi wajahnya sementara Boboiboy tertawa melihat respon Fang.
"Jadi, kita impas?" tanya Boboiboy.
Fang hanya mengangguk, masih merasa malu dengan yang diucapkan Boboiboy.
"Aku dengar tadi, kau khawatir pada ku. Apa kau juga menyukaiku?" Boboiboy bertanya lagi
"Aku tidak mau menjawab."Jawab Fang dengan tangan yang masih menutupi wajahnya.
Boboiboy terkekeh, "Tapi kau baru saja menjawab."
"Diam."
Boboiboy tertawa sejenak kemudian kembali memegang tangan Fang, menjauhkannya dari wajahnya. Fang melihat senyum lembut Boboiboy namun mengalihkan pandangannya ke arah lain. Dari ujung pengelihatannya, Fang bisa melihat senyum Boboiboy kembali melebar kemudian ia mendengar Boboiboy bertanya,
"Fang, kau masih mau kembali ke bumi?"
YES! AKHIRNYA! yahhh... agak cepet emang transisinya tapi aku udah gemes bikin fluff hehehe
Btw ini terinspirasi dari obrolan bareng kak Valky hehehe MAKASIH KAK VALKY ASLI MENGINSPIRASI BANGET LOP YU KAK!
yah selanjutnya kamis nanti yahh
komennya mungkin kakak kakak?
