VS – chapter 2
VS
Versus
Pair: Baekyeol (main), Kaisoo (side), Hunhan & Wonkyu (cameo), plus 1 couple lagi yang akan muncul di tengah cerita.
Summary: Pertemanan antara Chanyeol dan Baekhyun yang terjadi secara tak sengaja ketika mereka kuliah di Amerika. Setelah lulus, keduanya harus berpisah karena Baekhyun memutuskan untuk pulang ke Korea dan bekerja salah satu perusahaan IT terbesar di dunia. Bagaimana jika sebenarnya dari awal Chanyeol jatuh cinta pada Baekhyun? Ketika Chanyeol akhirnya pulang juga ke Korea untuk menggantikan appa-nya sebagai presiden direktur Park corp, apakah Chanyeol selamanya harus menyembunyikan identitasnya sebagai presdir tempat Baekhyun bekerja?
Note: teringat dengan drakor lama berjudul 'All about eve', Pinku kepikiran untuk buat ff dengan cast EXO member. Idenya sama, yaitu tentang persaingan di dunia kerja dan rebutan untuk dapetin sang boss. Tapi jalan ceritanya 100% beda. Kaisoo couple di sini bakalan jadi tokoh antagonis (alias tokoh jahat) ;p
.
Cerita sebelumnya…
Chanyeol dan Baekhyun akhirnya bertemu lagi setelah 2 tahun berpisah. Pertemuan mereka pun terjadi di tempat yang tidak diduga-duga, yaitu di Park Corp!
.
Chapter 2
Chanyeol terkesima memandang pemandangan indah di depannya. Baekhyun masih tak berubah. Kulit yang putih, rambut halus dengan poni menutupi hingga alis mata, bibir merah, dan tubuh mungil yang pastinya pas sekali jika dipeluk Chanyeol…..
"Yeol?" Baekhyun menepuk pundak Chanyeol yang senyum-senyum sendiri.
Tersadar dari lamunanya, tanpa diperintah, kaki Chanyeol melangkah mendekati Baekhyun. Sementara tangan besarnya langsung memeluk namja mungil yang ia rindukan itu.
"Baekhyun-ah… aku merindukanmu…"
Baekhyun membalas pelukan Chanyeol sambil menepuk-nepuk punggung namja tinggi itu. "Bagaimana bisa kau ada di sini, Yeolie? Apa kau sengaja menengokku? Hihihi…"
Chanyeol ikut terkikik mendengar kikikan khas dari Baekhyun yang menurutnya sangat cute itu. "Aku benar-benar kangen denganmu, Baek. Aku tak percaya kita bisa bertemu lagi."
Saat Baekhyun merasa mereka sudah cukup lama berpelukan, tangan kecilnya bergerak mendorong tubuh Chanyeol untuk menjauh. "Yeolie, kau belum menjawab pertanyaanku. Bagaimana kau bisa di sini? Kau sengaja menengokku? Kau tau aku bekerja di sini?"
Chanyeol tersentak saat mendengar pertanyaan terakhir Baekhyun. "Eh? Be-bekerja di sini? K-kau bekerja di sini?"
Baekhyun mengangguk penuh semangat sambil menunjukkan kartu identitasnya yang tergantung di leher.
Mendadak Chanyeol jadi panik. Ia ingin bicara namun cuma mampu membuka mulutnya mirip ikan. Bagaimana bisa ternyata Baekhyun bekerja di perusahaan appa-nya? Oh gosh, selama ini Baekhyun memang tidak bercerita tentang pekerjaanya. Ia hanya bilang sibuk dan sibuk. Oh Park Chanyeol, apa yang harus kau lakukan?
"A-aku… Aaaa kenapa kau Ge-eR sekali, Baek? Aku tak tau kau bekerja di sini. Ini benar-benar suatu kebetulan!"
"Lalu, kenapa kau bisa ada di sini?" Baekhyun memandang Chanyeol dengan wajah penuh tanya, dengan mata puppy-nya yang kebingungan. Chanyeol tak kuasa untuk memeluk lagi cinta pertamanya itu.
Eh? Cinta pertama? Sssttt… ini rahasia! Rahasia sodara-sodara! Tidak boleh ada yang tau.
"Yeoliee!" Baekhyun kembali mendorong Chanyeol untuk melepaskan pelukannya. "Jangan peluk-peluk begini. Bagaimana jika nanti temanku melihat? Atau mungkin bos-ku?"
Chanyeol memunyungkan bibirnya tanda kecewa.
"Jadi, ini yang ketiga kalinya aku bertanya, Yeol. Bagaimana bisa kau ada di Korea? Bagaimana bisa kau ada di gedung ini? Kenapa tidak memberitahuku?"
Chanyeol meringis sambil berpikir cepat. 'Tidak boleh! Ia tidak boleh bilang pada Baekhyun kalau ia pulang ke Korea untuk menggantikan appa-nya sebagai presdir di Park corp. Aku harus cari alasan lain.' Itulah yang ada di benak Chanyeol saat ini.
"Itu… itu… Aaaah! Aku ditempatkan oleh perusahaanku di Seoul! Jadi, perusahaan tempatku bekerja baru buka cabang di Seoul. Aku dipindahkan di sini. Saat ini aku ingin bertemu presdir Park untuk…. untuk…. aaah, untuk bicara tentang kerja sama!"
Baekhyun mengangguk paham. Bibirnya menyunggingkan senyum senang. "Jinja? Berarti mulai sekarang kau tinggal di Seoul?"
Chanyeol mengangguk. Melihat senyum Baekhyun otomatis membuatnya tersenyum juga.
"Uwaaaaa… itu bagus sekali!" Kali ini malah Baekhyun yang ganti memeluk Chanyeol. Pasti karena dia senang sekali bertemu teman lamanya.
Chanyeol yang mendapat pelukan manis dari Baekhyun hanya bisa nyengir senang. Entah kenapa walaupun dia baru saja berbohong, tapi hatinya senang sekali.
"Ah Chanyeol, maaf! Kalau kau ada janji dengan presdir Park, berarti kau harus segera menemuinya. Presdir tidak suka keterlambatan." Baekhyun teringat sesuatu dan buru-buru melepaskan pelukannya.
"A-ah iya. Aku harus segera bertemu presdir Park." Oh, demi apapun itu, gara-gara bertemu Baekhyun, Chanyeol sendiri lupa tujuannya ke sini. "Ngomong-ngomong, di mana ya kantor presdir Park?"
"Kantornya di lantai paling atas. Dari lift di sebelah sana, naik ke lantai paling atas, lalu tinggal belok ke kanan." Baekhyun menunjuk ke arah lift kaca di tengah-tengah lobi. "Nanti kau akan menemukan meja sekretaris presdir. Sekretaris presdir akan memberi tau di mana presdir berada."
"Gomawo," sahut Chanyeol dengan masih memandang namja manis itu. Kalau boleh jujur, sebenarnya ia tak mendengar penjelasannya. Hahaha… cuek saja. Nanti dia bisa tanya dengan orang lain lagi.
"Kau harus cepat menemui presdir, Yeolie. Sampai ketemu lagi! Annyeong…" Baekhyun mendorong Chanyeol ke arah lift, menekankan tombol lift, kemudian melambaikan tangannya saat pintu lift terbuka.
.
Baekhyun POV
Seperginya Chanyeol dari balik pintu lift, aku tersenyum senang. Mimpi apa aku semalam hingga hari ini bisa bertemu lagi dengan Chanyeol? Kami sudah cukup lama berpisah. Hmmm… hampir dua tahun. Tapi dia tak berubah banyak. Masih tetap tinggi dan tampan. Lebih bagus lagi kalau ternyata Yeolie benar-benar pindah ke Seoul. Itu artinya kami bisa ngobrol bareng, hang-out bareng dan masih banyak lagi.
Tapi….
"Sepertinya ada yang aneh," pikirku sambil berjalan kembali ke ruanganku. "Yeolie bilang mau bertemu presdir Park, tapi kenapa pakai kaos begitu? Itu kan tidak sopan? Lagipula hari ini kan Sabtu?"
Aku merengganggkan otot tanganku. "Aaaaargh, ngomong-ngomong tentang Sabtu, seharusnya weekend itu dinikmati di rumah atau di mall, bukan di kantor seperti ini." aku masih asik mengeluh sendiri.
"Kalau bukan karena Kai, si manajer muda itu, seharusnya aku bisa bersantai di rumah. Pfiuhh…." Aku telah sampai di meja kerjaku. Tumpukan berkas yang tadi menggunung, kini sudah tinggal separuhnya. Sekarang, tinggal menyelesaikan separuhnya lagi.
"Kau harus tetap semangat Baekki! Kalau kerjaanmu bagus, kau bisa naik jabatan dan terbebas dari Kai!" Aku kembali membawa beberapa berkas keluar ruangannya. Kai si manajer muda atasanku itu memang hobi sekali memerintahku untuk bekerja ekstra. Sebenarnya aku ingin menolak. Tapi karena Kai mengancam akan memecatku, maka yah beginilah, mau tak mau aku harus mengerjakan tugas yang diberikan.
Baekhyun POV end
.
.
"Chanyeol-ah! Anak appa yang paling tinggi… ckckck. Bagaimana perjalananmu?" Chanyeol bisa melihat sosok tampan appa-nya berdiri menyapanya dari balik meja kerja. Ruang kerja appa-nya cukup besar dan nyaman. Ada jendela besar menghadap jalan, membuatnya bisa melihat pemandangan kota dari atas. Bagusnya lagi, ruangan ini sebentar lagi akan jadi miliknya.
"Aku ingin istirahat, tapi appa menyuruhku ke sini. Mau bagaimana lagi?" jawab Chanyeol sambil berjalan mendekat dan duduk di depan meja appa-nya. Senyum excited yang masih terpasang di wajahnya membuat sang appa geleng-geleng.
"Aigoo… tapi sepertinya kau sedang hepi. Senyum-mu mirip orang babo, Chanyeol."
Chanyeol seharusnya marah, tapi ia justru makin tersenyum lebar. "Oh, aku tak bisa mempercayai apa yang baru kulihat! Ini benar-benar seperti mimpi! Apa appa tau, aku baru saja bertemu orang yang sangaaaaaaat cantik!" Semburat merah muda muncul di pipi Chanyeol.
"Nugu? Eomma-mu? Apa Kyukyu-ku ada di sini?" Sang appa mendadak ikut bersemangat saat mendengar 'orang yang sangat cantik'.
Chanyeol memunyungkan bibirnya. "Apa orang yang cantik bagimu itu hanya istrimu saja?"
"Tentu!"
"Sayangnya, orang yang kulihat tadi lebih cantik daripada eomma. Paling tidak, dia lebih muda dan lebih fresh. Dia begitu cantik, manis, imut, eomma bukan tandingannya," lanjut Chanyeol yang langsung meruntuhkan kegembiraan sang appa.
"Aish… dasar anak muda. Sudahlah, kita mulai saja urusan kita hari ini. Appa harus langsung mengajarimu beberapa hal penting di Park corp. Kau tau kan besok appa dan eomma sudah pergi honeymoon?" kata sang appa yang kini sedang menutup matanya, membayangkan acara bulan madu bersama istrinya nanti.
"Kalian ini aneh. Kenapa ambil cuti sampai setahun eoh? Apa bulan madu perlu selama itu? Apa tidak bosan? Kalian aneh! Aneh! Aneh!"
Appa Chanyeol menggeleng penuh semangat. "Selama berdua dengan eomma-mu, appa tak akan pernah bosan. Dan kuharap, kau belajar dengan cepat sayang, karena appa tak mau kau menganggu bulan madu appa dengan bertanya urusan kantor."
"Aigoo…." Chanyeol menggelengkan kepalanya. "Padahal di Amerika sana aku sedang menapaki karirku. Baru 3 bulan yang lalu aku meraih jabatan manajer dengan susah payah, dan kini appa menyuruhku pulang hanya demi bulan madu?"
"Jangan membuat appa merasa bersalah. Bukankah kau juga tau suatu saat appa akan mewariskan perusahaan ini kepadamu?"
"Kenapa tidak menyuruh Sehun saja?"
"Ssstttt…. Jangan sebut nama anak nakal itu. Dia sudah cukup membuat appa dan eomma pusing. Anak itu cuma mau menari dan menari. Dan apa kau tau, dongsaengmu itu mengencani namja yang 4 tahun lebih tua darinya!" sang appa terdengar menggeram.
"Aku tidak merasa ada yang salah dengan mengencani orang yang lebih tua. Wae?"
Appa Chanyeol kembali menggelengkan kepala. "Aish, sudahlah. Appa tak mau membicarakan dongsaengmu. Lebih baik kita mulai pelajaran kita hari ini."
.
.
Langit mulai gelap. Ini sudah sore menjelang malam. Baekhyun baru saja menyelesaikan setumpuk berkas di mejanya.
Lelah? Tentu saja.
Bayangan semangkuk ramyeon dan kasur empuk membuat Baekhyun bersemangat untuk pulang. Ia melangkahkan kaki keluar dari gedung Park corp dengan riang.
"Hai! Hai! Baekhyun! Tunggu aku! Baeeeeek…!"
Baekhyun yang baru melangkah beberapa meter dari pintu lobi Park corp menoleh ke belakang. "O-oh, Chanyeolie?" Mata kecilnya menangkap sosok tinggi yang berlari menuju ke arahnya.
"Sudah selesai bertemu presdir Park?"
Chanyeol mengangguk sambil tersenyum lebar, menunjukkan deretan gigi putihnya. "Baru saja selesai. Pas sekali dengan jam kau pulang." Chanyeol telah menempatkan dirinya berdiri di samping Baekhyun. Kakinya mengikuti langkah Baekhyun, tak peduli jika arah rumah mereka berlawanan. "Tak kusangka kau baru pulang se-sore ini. Apa besok kau juga masuk kerja?"
Baekhyun menggeleng pelan. "Tidak. Weekend sebenarnya libur kok. Hanya kali ini mendadak dapat tugas dari manajer."
"Baek, ngomong-ngomong, kau tak keberatan makan malam bersamaku kan?" tanya Chanyeol masih dengan senyum lebar.
Baekhyun berhenti dan memandang Chanyeol dengan mata kecilnya itu.
"Sudah lama kita tidak bertemu. Aku ingin sekali ngobrol banyak denganmu, Baek."
Namun Baekhyun masih tetap diam, tak merespon Chanyeol.
"Baek? Kau tidak mau ya? Maaf, aku tau kau capek…" Belum sempat menyelesaikan kalimatnya, Baekhyun sudah mencela Chanyeol.
"Baiklah ayo makan! Tapi karena aku belum gajian, kau tidak keberatan makan ramyeon instan di mini market kan?"
Chanyeol lega mendengar jawaban Baekhyun. Ia mengangguk senang dan langsung menggandeng namja mungil di sampingnya itu. "Tidak masalah! Kajja!"
.
"Jadi, manajer di divisiku itu salah satunya namanya Kai. Dia masih mudaaaa sekali. Lebih muda dariku." Saat ini sepertinya Baekhyun sedang curhat mengenai masalah pekerjaannya kepada Chanyeol. Sedangkan Chanyeol dengan serius mendengarkan cerita Baekhyun.
Baekhyun-nya masih sama seperti dulu. Cerewet. Suaranya juga masih seksi. Hahaha. Chanyeol benar-benar rindu suasanya berduaan seperti ini.
"Aku tak tau bagaimana bisa bocah seperti Kai bisa jadi manajer. Dia itu tidak bisa apa-apa. Cuma bisa memerintah dan menyuruh orang lain mengerjakan pekerjaannya. Tapi kudengar, ia bisa jadi manajer gara-gara ada hubungan darah dengan keluarga Park."
"Begitu?" Chanyeol hanya bisa mengangguk sambil menggaruk belakan kepalanya. Kai? Tentu saja dia kenal bocah itu. Kai adalah teman sepermainan Sehun. Chanyeol juga yakin kalau Kai memang tidak bisa apa-apa kecuali menari, sama persis seperti dongsaengnya. Dan dia juga tak tau kenapa bocah itu bisa dapat jabatan di perusahaan appa-nya. Ia tidak dekat dengan namja berkulit gelap itu.
"Ah, maaf Chanyeol-ssi, aku bercerita buruk mengenai pekerjaanku. Tapi percayalah, bekerja di Park corp itu idaman setiap orang. Aku tetap bisa belajar banyak di sana. Aku sangat menyukai pekerjaanku."
Chanyeol dan Baekhyun melanjutkan pembicaraan mereka mengenai banyak topik. Baekhyun juga minta maaf karena selama ini ia begitu sibuk. Bukan sengaja tidak membalas pesan Chanyeol, tapi pekerjaannya memang banyak sampai membuatnya lupa. Chanyeol juga berhasil mengetahui bahwa Baek bekerja di divisi animasi yang dimanajeri salah satunya oleh Kai. Sudah hampir dua tahun ia bekerja di Park corp.
Chanyeol juga bercerita banyak hal tentang hidupnya setelah Baekhyun pulang. Ia berulang kali bilang jika kangen berat dengan Baekhyun, membuat wajah namja cantik itu bersemu. Tak lupa, sebelum berpisah, Chanyeol minta nomor ponsel Baekhyun.
.
.
"Chanyeol hyung! Senang akhirnya bertemu denganmu!"
Begitu menginjakkan kaki di rumahnya, Chanyeol langsung disambut oleh sosok berkulit gelap seksi yang tidak asing lagi baginya. "Hey Kai, kaget juga melihatmu di sini."
"Aku hanya mampir untuk menyapamu, hyung. Oya, paman Wonnie dan bibi Kyunnie berpesan kalau mereka hari ini menginap di hotel supaya besok tidak terlambat ke bandara."
Chanyeol melepas lelah dengan duduk di sofa di ruang keluarga. "Ugh, dasar orang tua aneh. Padahal aku kan baru datang. Apa mereka tidak kangen?"
"Mungkin mereka merasa kau bakal mengganggu mereka," sahut Kai sambil nyengir. Sebenarnya dia juga tau bahwa paman dan bibinya yang satu ini sedikit ehem… aneh.
"Ada-ada saja. Lagipula selama ini kan ada Sehun di sini. Dan sepertinya mereka tidak terganggu." Kemudian Chanyeol seperti teringat sesuatu. "Eh? Di mana Sehunie?"
"I-itu… Sehun sudah lama tidak tinggal di sini lagi, hyung. Dia tinggal bersama kekasihnya," jawab Kai.
"Oya?" Chanyeol mengernyit heran. Mengapa dia baru tau sekarang? Sepertinya Sehun benar-benar serius dengan kekasihnya yang lebih tua darinya itu.
"Kalau kau butuh sesuatu, kau bisa menghubungiku hyung. Paman dan bibi juga berpesan jika kau ingin bertanya tentang pekerjaan, kau bisa bertanya padaku. Mereka tidak ingin bulan madunya diganggu."
"Appa sudah mengatakannya ratusan kali padaku. Dan jangan takut, aku tak mungkin bertanya tentang pekerjaan kepada orang yang cuma bisa memerintah dan tidak bisa mengerjakan pekerjaannya sendiri."
'Glek' Kai menelan ludahnya. Entah kenapa menurutnya kalimat Chanyeol itu…ummm… menyindir dirinya (?).
"O-oh baiklah hyung. Kalau begitu aku pulang dulu. Istirahat yang nyenyak hyung."
.
.
Senin pagi yang cerah..
"Selamat pagi Baekkieee…." Baru saja semenit Baekhyun duduk di meja kerjanya, ia sudah dapat kunjungan hangat.
Eh, hangat? Huekkk…
"Oh, annyeong Kyung," balas Baekhyun dengan BeTe kepada namja mungil, tak beda tinggi dengannya, bermata besar, dan bibirnya yang berbentuk hati jika tersenyum.
"Ngomong-ngomong, gomawo ya telah menyelesaikan tugasku kemarin. Sebenarnya aku minta tolong pada Kai, tapi ternyata anak itu malah menyuruhmu. Aku jadi tak enak padamu. Bagaimana kalau nanti siang kutraktir? Kebetulan siang nanti aku dan Kai mau makan di luar."
"Ah, tidak usah. Aku senang bisa membantumu. Dan hari ini aku sudah membawa bekal." Baekhyun tersenyum dengan terpaksa. Oh oh oh, lihatlah! Do Kyungsoo sedang pura-pura baik lagi padanya.
"Benarkah? Oww, gomawo Baekkie…," sahut Kyungsoo dengan nada yang menyebalkan (menurut Baekhyun).
"Mmm… Kalau tidak ada kepentingan lain, bisakah kau pergi? Pekerjaanku masih banyak." Baekhyun bukannya sengaja mengusir Kyungsoo, tapi dia memang tak suka mendengar basa basi namja yang satu ini. Oke, sebenarnya Kyungsoo itu cute. Wajahnya cenderung innocent. Tapi di balik wajah cute nya itu…
"Pfiuh.." Baekhyun mendengus pelan begitu Kyungsoo sudah tak terlihat lagi. Asalkan kalian tau, Baekhyun sudah tau kalau sebenarnya Kyungsoo lah yang sengaja memberikan pekerjaannya kepada Baekhyun hingga membuatnya harus bekerja ekstra. Kyungsoo selalu bersembunyi di balik nama Kai. Sepertinya ia ingin memberitau Baekhyun bahwa dia selangkah lebih maju karena behasil merayu sang manajer divisi yang hot itu.
Walaupun tubuhnya mungil, tapi Kyungsoo itu memang sedikit… licik.
'Aku tak habis pikir kenapa dia mengira aku ini musuhnya yang harus disingkirkan?' batin Baekhyun.
"Arrgh, aku benar-benar ingin bebas dari duet menyebalkan itu…." ucap Baekhyun pelan pada diri sendiri.
Bagaikan dapat durian runtuh, pada jam istirahat siang ini Baekhyun melihat papan pengumuman kalau akan diadakan tes untuk memperebutkan posisi asisten manajer. Dan tebak, namanya berada pada list nama yang dipanggil untuk ikut tes itu!
.
.
Kyungsoo duduk menyender di kursi manajer sambil memejamkan matanya. Walaupun ruangan ini bukan ruangannya, tapi sepertinya dia sudah menyamankan diri berada di sini.
'Krek' pintu ruangan ini terbuka.
"Kaaaaai….," panggil Kyungsoo dengan nada super duper manja saat melihat manajer muda yang hot itu masuk ke ruangan.
"Halo cutie. Ada apa?" Namja yang dipanggil Kai itu menyunggingkan senyum seksi nya.
"Aku sudah membaca pengumuman tes naik jabatan itu…"
"Ah, chukkae Kyungie. Kau ikut dipanggil ya?"
Kyungsoo mengangguk sambil berjalan ke arah Kai. "Seharusnya kau ingin aku jadi asistenmu kan?" tanyanya dengan nada menggoda.
"Tentu saja, Kyungie. Oleh karena itu kau harus berusaha keras."
"Kai…"Kyungsoo mendekatkan tubuhnya ke arah Kai. Tangannya menarik dasi Kai dan memainkannya.
"Hmmm…." Kai sendiri merasa tubuhnya menghangat. Ditambah dengan wangi Kyungsoo, hmmm membuatnya mulai mabuk. Kyungsoo benar-benar menggoda.
"Kau akan membantuku supaya berhasil kan?" Tanya Kyungsoo seductive, tepat di telinga Kai.
Dengan cepat Kai langsung mencium Kyungsoo dan tangannya memeluk erat tubuh mungil itu.
"Tentu saja aku akan membantumu, sayang."
"Kalau begitu…." Kyungsoo menyetop sebentar kalimatnya. Ia kembali mendekat ke telinga Kai dan berbisik "Kau bisa beri tau aku pertanyaan tes-nya kan?"
Kai melepaskan pelukannya. Ia memandang namja bermata besar itu dengan pandangan menyesal. "Kyungie, maafkan aku. Tapi untuk kali ini yang membuat pertanyaan adalah presdir dan tim-nya."
Mata Kyungsoo membesar kaget. "Presdir? Bukankah beliau sedang cuti?"
Kai mengangguk pelan. "Memang benar. Tapi apa kau belum tau kalau anak presdir Siwon sudah menggantikannya mulai hari ini?"
"Sehun maksudmu?"
"Bukan-bukan. Tapi Chanyeol, hyung-nya Sehun. Dia baru saja balik dari Amerika dua hari yang lalu. Dia benar-benar jenius IT, lulus dengan nilai sempurna, sudah memenangkan banyak perlombaan, dan pernah bekerja di perusahaan IT terkenal di Amerika sana."
Kyungsoo memunyungkan mulutnya. Yang menggantikan presdir Park rupanya anak sulungnya toh. "Lalu apa masalahnya? Kau pasti sudah mengenalnya kan? Kau bisa minta bocoran kepadanya. Please Kaiiiii….. Aku ingin sekali jadi asistenmu. Ya? Ya? Yaaaaa?" Kyungsoo kembali merayu dengan jurus manjanya.
"Ehem" Kai berdehem dan menarik napas. "Masalahnya….. aku tidak dekat dengannya, Kyung…."
Kyungsoo makin memunyungkan mulutnya tanda marah. "Jadi, kau tak mau membantuku gitu?"
"Eh? Bu-bukan begitu sayang… Tapi… aku benar-benar tak dekat dengan Chanyeol…"
"Aish, kau payah. Baiklah, aku akan berusaha sendiri!" Kyungsoo yang kecewa akhirnya keluar dari ruangan Kai dengan wajah tertekuk-tekuk.
'Presdir baru… presdir baru… Seharusnya dia masih muda dan belum menikah kan?'
'Apa aku harus merayunya juga?' batin Kyungsoo.
.
Tbc
