VS – chapter 3
VS
Versus
Pair: Baekyeol (main), Kaisoo (side), Hunhan & Wonkyu (cameo hahahaha), plus 1 couple lagi yang akan muncul di tengah cerita.
Summary: Pertemanan antara Chanyeol dan Baekhyun yang terjadi secara tak sengaja ketika mereka kuliah di Amerika. Setelah lulus, keduanya harus berpisah karena Baekhyun memutuskan untuk pulang ke Korea dan bekerja salah satu perusahaan IT terbesar di dunia. Bagaimana jika sebenarnya dari awal Chanyeol jatuh cinta pada Baekhyun? Ketika Chanyeol akhirnya pulang juga ke Korea untuk menggantikan appa-nya sebagai presiden direktur Park corp, apakah Chanyeol selamanya harus menyembunyikan identitasnya sebagai presdir tempat Baekhyun bekerja?
Note: teringat dengan drakor lama berjudul 'All about eve', Pinku kepikiran untuk buat ff dengan cast EXO member. Idenya sama, yaitu tentang persaingan di dunia kerja dan rebutan untuk dapetin sang boss. Tapi jalan ceritanya 100% beda. Kaisoo couple di sini bakalan jadi tokoh antagonis (alias tokoh jahat) ;p
.
Cerita sebelumnya…
'Presdir baru… presdir baru… Seharusnya dia masih muda dan belum menikah kan?'
'Apa aku harus merayunya juga?' batin Kyungsoo.
…
Chapter 3
Kyungsoo bicara sendiri dalam hati di dalam lift menuju ke lantai paling atas gedung Park corp. Rencananya, ia akan mencoba menemui presdir yang baru. Hmm, sedikit berbasa basi mungkin? Berbasa-basi kan merupakan keahliannya…. Tak lupa ia melihat penampilannya saat ini yang cukup menggoda. Ia tersenyum puas melihat pantulan dirinya di cermin yang ada di lift.
'Ting' suara bel berbunyi menandakan lift sudah mencapai lantai teratas.
Pintu lift terbuka dan Kyungsoo keluar dengan anggun. Rupanya dari luar sudah menunggu seorang namja yang hendak masuk ke lift.
"Aww!" Tak sengaja Kyungsoo bersenggolan dengan namja itu. Namja itu terlihat sangat terburu-buru hingga tak sadar sudah menabrak Kyungsoo. Kyungsoo mengelus tangannya sambil melihat ke arah namja itu. Ia tinggi, lebih tinggi dari Kai. Tubuhnya juga wangi dengan aroma parfum maskulin. Rambutnya berwarna coklat pirang tua dan….
Hee…?
'Orang yang aneh,' batin Kyungsoo saat melihat wajah namja itu yang rupanya tertutup masker dan kacamata hitam.
'Untuk apa kacamata hitam di dalam gedung? Seperti mafia saja.'
Namun teringat dengan tujuan utamanya, Kyungsoo tak mau berpikir panjang. Ia segera melangkahkan kakinya menuju meja sekretaris presdir. Ia berkata bahwa dirinya ada keperluan dengan presdir dan harus bertemu presdir secepatnya. Padahal sebenarnya, Kyungsoo ingin mengajak presdir makan siang bersama. Ini adalah bagian rencana yang telah disusunnya. Kebetulan ini masih 30 menit menjelang jam makan siang. 30 menit adalah waktu yang cukup untuk merayu presdir untuk mau makan siang bersamanya, begitu menurut Kyungsoo.
"Maaf tuan, tapi presdir baru saja keluar dari ruangannya karena ada janji dengan klien."
"Begitukah?" Kyungsoo pun hanya bisa pergi tanpa hasil.
.
.
Chanyeol tak menyangka bisa se-tersiksa ini berkeliaran di kantornya sendiri. Hmm… memang sih ini salahnya sendiri berpenampilan aneh seperti ini: kaca mata hitam plus masker. Ia bahkan dapat merasakan petugas keamanan sudah menguntitnya begitu dia keluar dari lift.
Oke, Chanyeol memang tak mau memperkenalkan diri secara terang-terangan kepada seluruh pekerja Park Corp. Dia bahkan tak mau menyebutkan namanya kepada semua orang. Hanya orang tertentu yang mengetahui nama panjang Chanyeol. Ia pun menyuruh agar orang-orang memanggilnya dengan sebutan 'presdir Park' saja. Cuma satu alasan Chanyeol: Ia tak ingin Baekhyun tau. Chanyeol tak dapat membayangkan bagaimana jika Baekhyun tau tentang identitasnya.
'Biarlah sekarang seperti ini dulu,' pikir Chanyeol.
Chanyeol mengendap-endap di lantai 5 tempat ruangan Baekhyun berada. Ia ingin sekali melihat wajah Baekhyun hari ini. Sebagai presdir, dengan mudah ia dapat mengetahui semua informasi tentang Baekhyun, termasuk ruangan di mana ia bekerja.
Di balik kaca mata hitamnya, Chanyeol waspada melihat sekelilingnya. Ia tak mau tertangkap basah oleh Baekhyun. Lebih baik tertangkap security daripada ketauan Baekhyun, begitu menurutnya. Sudah mengendap-endap cukup lama, sayangnya Chanyeol tetap tak bisa melihat Baekhyun.
'Apa dia tidak keluar untuk makan? Atau ke toilet lah paling tidak?' pikir Chanyeol. Ia masih setia menunggu sambil mengendap-endap mirip maling.
Chanyeol mulai pegal. Jam istirahat juga hampir habis. Para karyawan juga mulai berbondong-bondong kembali ke ruangan kerja masing-masing. Namun Chanyeol masih terus bertahan dengan mata besarnya yang tak berhenti mencari sosok yang dicarinya.
Sayangnya, di saat makin banyak orang menatap Chanyeol dengan pandangan curiga, Chanyeol harus memutuskan mengambil jalan paling aman.
'Drrrrr…..'
Ponsel Baekhyun bergetar untuk kesekian kalinya. Ia melihat ID yang meneleponnya sebelum buru-buru keluar ruangan.
'Yeah, itu Baekhyun!' seru Chanyeol dalam hati. Ia melonjak-lonjak kecil saat melihat namja manis itu keluar ruangan dengan ponsel di telinga.
'Kenapa aku tak meneleponnya saja dari tadi?' Akhirnya Chanyeol bisa melihat sang pujaan hati walaupun harus bersembunyi di balik mesin penjual minuman (ditambah lagi kaca mata hitamnya yang membuat semuanya jadi berwarna gelap).
"Ha-halo Baek." Suara Chanyeol terdengar gugup.
"Oh Chanyeol. Ada apa?"
Chanyeol senang sekali mendengar suara Baekhyun, sampai-sampai ia tak mempersiapkan alasannya menelepon Baekhyun. "Hmmm… a-apa ya? Ummm…. A-ah aku hanya ingin tanya apa kau sudah makan siang?"
"Oh makan siang? Aku masih kenyang. Tapi aku sudah nyemil beberapa potong kimbab. Wae?"
"Aa-a ti-tidak apa-apa. Ummmm… kalau begitu, jam berapa kau pulang hari ini?"
"Wae? Kenapa kau mendadak bertanya begini?"
"Ah itu… Aku ingin menraktirmu! Ya aku ingin menraktirmu!" jawabnya bersemangat. Aigoo hebat sekali Chanyeol bisa berpikir secepat ini.
"Traktir? Jinja? Wow! Ada apa ini? Hahahaha…"
Chanyeol ikut tertawa kecil saat mendengar Baekhyun tertawa. Oooh seandainya ia bisa berdiri tepat di depan Baek…
"A-aaah… Hanya ingin merayakan kabar baik. Umm… Kau tau, ternyata kantorku tak jauh dari kantor Park corp! Hanya berjarak beberapa meter saja. Jadi, kita bisa sering bertemu! Aku ingin sekali bertemu Baekhyunee…." Yeah, Chanyeol makin ahli mengarang bebas.
"Eeerrr?" Baekhyun mengernyit mendengar semangat Chanyeol yang berapi-api. Pipinya juga jadi menghangat.
"Ma-maaf Baek, aku tak bermaksud memaksamu. Aku hanya belum akrab dengan teman-teman di sini." Mendadak Chanyeol merubah suaranya jadi serius. "Sebenarnya, orang-orang di sini tak ada yang seumuran denganku. Jadi…."
Baekhyun seperti dapat merasakan masalah Chanyeol. Menjadi orang baru pasti tidak nyaman. "Arasseo. Hari ini aku pulang jam 5. Mau bertemu di mana?"
Chanyeol mengepalkan tangannya ke udara sambil berteriak 'Yess!' tanpa suara. "Hmm… aku akan menunggumu di lobi Park Corp."
"Baiklah kalau begitu. Sampai ketemu nanti Yeolie."
"Hihihi… selamat bekerja lagi Baekkie."
'Yes!' Chanyeol melompat senang setelah pembicaraan mereka selesai. Namun di saat ia merasakan ada seorang security yang berjalan ke arahnya, Chanyeol buru-buru kabur.
.
.
Chanyeol tersenyum senang sepanjang perjalanan pulang ke rumahnya. Dia baru saja dari rumah Baekhyun.
Eh? Rumah Baekhyun?
Yup, dengan alasan ingin tau di mana Baekhyun tinggal akhirnya Chanyeol berhasil merayu Baekhyun untuk mengantarkannya ke rumah Baek. Walaupun akhirnya terpaksa ia harus naik taksi dari rumah Baek menuju rumahnya.
Senyum Chanyeol masih belum luntur. Ia masih mengingat momen makan malam bersama dengan namja cantik yang tak lain sebenarnya adalah karyawannya sendiri ini. Walau hanya makan malam biasa, namun dari momen itu Chanyeol jadi makin mengerti kabar terakhir Baekhyun. Namja yang ditaksirnya itu semangat sekali bercerita tentang pekerjaannya, Park Corp, dan tes naik jabatan yang bakal diikutinya.
Chanyeol juga banyak bercerita, walaupun yah sebagian besar adalah kebohongan. Ia mengaku bekerja di perusahaan asal Amerika yang menjual komputer. Untung saja di sekitar Park Corp memang banyak toko yang menjual alat elektronik, jadinya Baekhyun tidak curiga. Chanyeol juga menawarkan untuk sesekali makan siang dan pulang bersama karena Chanyeol mengaku dia juga pulang naik bus yang sama dengan Baekhyun. Tanpa curiga, Baekhyun meng-iya-kan ajakan Chanyeol.
.
.
Siang ini Chanyeol, sambil duduk nyaman di kursi presdirnya, tampak berulang kali melihat ke arah jam tangannya. Walaupun pekerjaannya masih banyak, namun ia merasa malas. Sedari tadi otaknya sibuk memikirkan sesuatu. Oh seseorang lebih tepatnya. Chanyeol ingin bertemu Baekhyun. Ia ingin sekali mengajak Baekhyun keluar makan siang bersama. Setelah melihat Baekhyun-nya, Chanyeol yakin dirinya akan punya semangat baru. Setiap melihat senyum Baekhyun. Setiap mendengar suaranya, setiap menatap wajahnya, selalu saja ada energi baru bagi Chanyeol.
30 menit menjelang istirahat makan siang.
20 menit menjelang istirahat makan siang.
Hingga akhirnya 15 menit menjelang istirahat makan siang.
"Semoga Baekhyun belum makan… Semoga Baekhyun lapar… Semoga Baekhyun tidak sibuk…"
Sambil terus memohon dalam hati, Chanyeol mengeluarkan ponselnya dan menghubungi nomor Baekhyun.
"Oh Chanyeol? Ada apa?"
"Annyeong Baek. Aku cuma mau tanya apakah kau mau makan siang denganku…," sahut Chanyeol tanpa basa basi.
"Aigoo Chanyeol, mianhae…. minggu depan aku baru gajian. Kalau kau mengajakku makan di luar terus, aku bisa bangkrut."
Chanyeol langsung kecewa mendengarnya. Tapi ia sudah ingin sekali bertemu Baekhyun. Gimana dong?
Dengan cepat otaknya berpikir. "A-aku juga belum gajian. Hanya saja makan siang sendiri terasa sepi. Bagaimana kalau makan kimbab saja di mini market? Ya ya?"
"Kimbab? Ummm baiklah. Kita bertemu di mini market di samping Park Corp."
"Oke! Sampai ketemu Baekhyuneee!" Chanyeol melonjak senang dari kursinya. Dengan cepat ia melepas jas dan dasinya, berjalan keluar ruangan, memberitau sekretarisnya kalau ia akan makan siang dengan klien (alasan kesukaannya), mengeluarkan kaca mata plus masker, dan memakai kacamata dan masker itu seirama dengan langkahnya yang terburu-buru menuju lift.
.
.
"Wow, cepat sekali kau datang, Chanyeol-ah! Apa kantormu benar-benar dekat dari sini?" Baekhyun menyapa Chanyeol yang sudah berdiri di depan minimarket.
"Hehehe, tempatku bekerja itu kecil, jadinya aku bisa izin keluar makan lebih cepat." Chanyeol benar-benar bersemangat saat melihat sosok Baekhyun yang telah berdiri nyata di depannya.
Tanpa curiga, mereka berdua masuk ke dalam, membeli sekotak kimbab dan makan di tempat makan yang memang disediakan di dalam minimarket tersebut. Keduanya langsung mengunyah nasi gulung itu dengan lahap, diselingi cerita-cerita mengenai topik yang random.
"Oya, ngomong-ngomong, kapan tes kenaikan jabatan itu?" tanya Chanyeol di sela-sela mengunyah kimbabnya. Matanya berbinar melihat Baekhyun yang sedang makan. Entahlah menurutnya, apa pun yang dilakukan Baekhyun, ia terlihat sangat adorable.
"Minggu depan."
"Wah, tinggal sebentar lagi ya. Kira-kira topik apa kau harapkan sebagai soal tes nya Baekkie?" Tanya Chanyeol lagi. Oke, jangan menduga kalau Chanyeol KKN. Dia bukan bermaksud membantu Baekhyun dalam tes kok.
Atau… ummm… yah, sedikit membantu orang yang kau sukai tidak apa-apa kan?
Baekhyun menaruh ujung sumpitnya di bibirnya, berpikir sejenak. "Aku sangat menyukai animasi superhero dan aku senang membuat efek-efek CG."
Chanyeol menganggukkan kepalanya beberapa kali, mengingat baik-baik jawaban Baekhyun. Ia mengambil sebuah kimbab lagi dan memakannya. "Kalau begitu, selamat bekerja keras, Baekkie! Kalau kau berhasil naik pangkat, kau harus menraktirku!" ucap Chanyeol sambil mengunyah kimbabnya, sedangkan tangannya mengacak-acak rambut Baekhyun.
"Yak! Jangan mengacak-acak rambutku!" seru Baekhyun dengan mulut mengerucut. Chanyeol tertawa senang melihat ekspresi Baekhyun yang cute menurutnya. Dengan cepat ia kembali menaruh tangannya di kepala Baekhyun, bukan untuk mengacak-acak, tapi kali ini merapikan sekaligus mengelus-elus rambut Baekhyun dengan penuh rasa sayang. Ehem…
Tanpa mereka berdua sadari, sedari tadi ada seseorang yang memperhatikan mereka dengan pandangan tidak suka.
"Ternyata siang-siang begini kau asik nge-date, Byun Baekhyun?" ucap sosok mungil itu sambil berjalan keluar dari minimarket dengan sebal.
Rupanya Kyungsoo yang ke minimarket untuk membeli cemilan tak sengaja melihat Baekhyun sedang mengobrol sambil tertawa dengan namja tampan yang tak dikenalnya. Eh, tampan?
'Oh, oh, kau beruntung sekali Byun jelek!' Wajah Kyungsoo makin mencerminkan rasa tidak suka.
Yah, Kyungsoo memang tidak pernah suka pada Baekhyun. Tak ada alasan yang pasti sih sebenarnya. Mereka tidak pernah punya masalah. Namun entahlah menurut Kyungsoo, Baekhyun yang pintar itu mengancam posisinya. Kyungsoo takut sekali Baekhyun menang darinya. Kyungsoo memang tipikal orang yang tak mau kalah.
Rasa benci ini mungkin berawal saat Kyungsoo pernah tak sengaja melihat presdir Siwon memuji Baekhyun saat mereka berdua masih berstatus karyawan baru di Park corp. Kyungsoo iri karena sang presdir memuji orang lain, bukan dirinya. Ditambah lagi istri presdir Siwon juga tampaknya sangat menyukai Baekhyun. Kata Nyonya Park, Baek itu cantik dan imut. Nyonya Park bahkan ingin sekali mengenalkan Baekhyun pada anak sulungnya. Sayang sekali anak sulungnya sedang di Amerika saat itu. Bisa dibayangkan dong seperti apa bencinya Kyungsoo pada Baekhyun semenjak itu?
'Aku lebih pintar, lebih cantik, lebih imut, lebih seksi, dan lebih segalanya dibandingan Baekhyun!' itu adalah moto Kyungsoo.
'Lihat saja nanti kalau aku berhasil naik jadi asisten manajer. Akan kubuat kau angkat kaki dari Park corp, Byun Baekhyun!' ucapnya dalam hati sambil menggeram.
'Sepertinya aku harus segera menemui presdir dan memulai rayuanku,' batin Kyungsoo lagi sambil berjalan kembali menuju gedung Park corp.
.
.
"Maaf tuan, tapi presdir belum kembali dari makan siang."
"Jinja?" jawab Kyungsoo dengan kecewa untuk kesekian kalinya ia gagal bertemu presdir. Tapi kali ini ia bertekad untuk menunggu sang presdir sampai kembali. Ia tak mau menunda-nunda lagi rencana merayu sang presdir. Kyungsoo duduk manis di bangku yang disediakan bagi tamu yang menunggu. Sesekali ia melihat penampilan dirinya apakah masih terlihat seksi. Ia juga mencium tubuhnya, memastikan aroma parfum mahalnya masih menempel. Namun karena setengah jam kemudian sang presdir belum juga kembali Kyungsoo jadi haus. Ia berdiri dan bermaksud membeli minuman di mesin penjual minuman di pojok bangunan.
Saat ia hendak memasukkan uang koin ke dalam mesin, telinganya mendengar suara sekretaris presdir yang bicara cukup keras.
"Anda sudah datang Presdir Park! Tuan Wu Yi Fan sudah menelepon Anda berkali-kali."
Mendengar kata 'presdir Park' Kyungsoo segera menengok ke arah sang sekretaris. Benar saja, ia bisa melihat sosok namja tinggi berbicara dengan sang sekretaris.
Dan oh oh oh… namja itu adalah….
'Namja aneh dengan kacamata hitam dan masker?' Kyungsoo mengucek matanya agar dapat melihat lebih jelas. Ia juga menajamkan telinganya dan memperbesar matanya yang sudah besar itu.
"Oh, tenang saja, tuan Wu suka tidak sadar perbedaan waktu Cina dan Korea. Jadi, dia tidak tau bahwa di sini sedang jam makan siang. Nanti aku kan meneleponnya," jawab namja tinggi itu dengan santai. Ia hendak masuk ke ruangannya saat sang sekretaris menahannya.
"Ummm… presdir Park…" sang sekretaris memperpelan suaranya. "Jangan lupa melepas kacamata dan masker Anda. Ada orang yang sudah menunggu ingin bertemu Anda. Orang itu…." sang sekretaris menengok ke arah bangku tunggu namun tidak melihat Kyungsoo di sana.
Chanyeol yang sudah melepaskan kacamata dan maskernya ikut celingukan ke sekeliling ruang tunggu.
Kyungsoo makin merapatkan tubuhnya ke samping mesin supaya tidak terlihat. Walaupun ia sedang bersembunyi, untungnya ia masih bisa melihat jelas sosok namja yang baru saja membuka kacamata hitam dan maskernya itu. Wajah itu terlihat familiar. Apalagi warna rambut dan warna kemeja yang dipakai namja itu sepertinya tidak asing bagi Kyungsoo….
Otak Kyungsoo berusaha mengingat sesuatu.
Mata besar Kyungsoo membesar maksimal.
Tangannya juga mengepal kencang.
'Baekhyun sialan! Rupanya kau mencoba merayu presdir, eoh?!'
.
Tbc
.
Sedihnya denger kabar tentang Kris. T T
Walaupun meskipun jika jikalau bang Kris nantinya betulan keluar dari EXO (whoaaa), tapi Kris tetap akan jadi cast di ff ini. Fighting!
