VS – chapter 4

VS

Versus

Pair: Baekyeol (main), Kaisoo (side), Hunhan & Wonkyu (cameo hahahaha), plus 1 couple lagi yang akan muncul di tengah cerita.

Summary: Pertemanan antara Chanyeol dan Baekhyun yang terjadi secara tak sengaja ketika mereka kuliah di Amerika. Setelah lulus, keduanya harus berpisah karena Baekhyun memutuskan untuk pulang ke Korea dan bekerja salah satu perusahaan IT terbesar di dunia. Bagaimana jika sebenarnya dari awal Chanyeol jatuh cinta pada Baekhyun? Ketika Chanyeol akhirnya pulang juga ke Korea untuk menggantikan appa-nya sebagai presiden direktur Park corp, apakah Chanyeol selamanya harus menyembunyikan identitasnya sebagai presdir tempat Baekhyun bekerja?

.

.

Cerita sebelumnya…

"Ummm... presdir Park..." sang sekretaris memperpelan suaranya. "Jangan lupa melepas kacamata dan masker Anda. Ada orang yang sudah menunggu ingin bertemu Anda. Orang itu..." sang sekretaris menengok ke arah bangku tunggu namun tidak melihat Kyungsoo di sana.

Chanyeol yang sudah melepaskan kacamata dan maskernya ikut celingukan ke sekeliling ruang tunggu.

Kyungsoo makin merapatkan tubuhnya ke samping mesin supaya tidak terlihat. Walaupun ia sedang bersembunyi, untungnya ia masih bisa melihat jelas sosok namja yang baru saja membuka kacamata hitam dan maskernya itu. Apalagi warna kemeja yang dipakai namja itu sepertinya tidak asing bagi Kyungsoo...

Mata besar Kyungsoo membesar maksimal.

Tangannya juga mengepal kencang.

'Baekhyun sialan! Rupanya kau mencoba merayu presdir, eoh?'

Chapter 4

.

Kyungsoo buru-buru berjalan keluar ruangannya begitu jam menunjukkan pukul 5 sore. Ia sudah boleh pulang dan ia tak mau menyia-nyiakan waktu untuk segera pergi dari ruangan ini. Ia harus segera pergi jika tak mau ada adegan jambak-jambakan atau pukul-pukulan dengan Byun Baekhyun.

Hari ini sangat buruk bagi Kyungsoo. Hari yang benar-benar menyebalkan. Melihat Baekhyun makan siang berdua dengan namja tampan saja sudah membuat hatinya mendidih. Apalagi saat mengetahui bahwa namja tampan itu ternyata presdir yang baru. Oh tidak, bahkan ciuman dari Kai masih belum bisa meredakan amarahnya.

'Tap-tap-tap' Kyungsoo berjalan sangat terburu-buru. Saat ia berada di luar pintu masuk Park corp, langkahnya mendadak terhenti. Itu karena matanya menangkap sosok...

Park Chanyeol?

Oke, ini kesempatan bagus bagi Kyungsoo. Siapa sangka ia bisa bertemu sang presdir di saat ia tak mengharapkannya?

Kyungsoo memejamkan matanya, menarik napasnya, dan mencoba menenangkan dirinya. Ia berlatih sebentar untuk tersenyum di tengah hatinya yang sebenarnya sedang terbakar amarah.

Setelah ia yakin bisa menguasai diri, ia pun kembali melangkah, mendekati Chanyeol

"Annyeonghasseyo, presdir Park." Kyungsoo menyapa Chanyeol dengan suara ter-perfect nya. Tak lupa ia juga menyuguhkan senyum termanisnya.

Chanyeol yang sedang berdiri menatap lurus ke depan, mau tak mau jadi kaget. 'Kenapa bisa ada orang yang mengenalnya? Seingatku, aku belum memperkenalkan diri kepada banyak orang' Ia mengalihkan pandangannya ke arah Kyungsoo.

"A-annyeong. Ba-bagaimana kau bisa tau aku?" tanya Chanyeol pelan.

"Aku Do Kyungsoo, karyawan di sini. Tentu saja aku tau siapa CEO tempatku bekerja," jawab Kyungsoo sopan.

Chanyeol buru-buru meletakkan telunjuknya di bibirnya, mencoba memberitahu Kyungsoo supaya bicara pelan. "Ssstt... bisakah kau pelankan suaramu? Aku tak mau ada yang tau tentang diriku."

Kyungsoo mengangguk penuh keheranan. Oh, sebenarnya ia sudah heran dengan sang presdir semenjak melihat Chanyeol memakai kacamata hitam dan masker kapan hari.

"Ke-kenapa tuan Park? Anda sepertinya sedang menyembunyikan identitas Anda?" tanya Kyungsoo dengan suara pelan.

"A-ah itu..." Belum sempat Chanyeol mengutarakan alasannya, ada suara lain yang menginterupsi.

"Chanyeol-ah! Kau sudah datang? Cepat sekali?" Rupanya itu Baekhyun. Chanyeol tersenyum lebar melihat sang pujaan hati. Entahlah walaupun tadi siang mereka sudah makan siang bersama, namun Chanyeol tak pernah bosan melihat Baekhyun.

Kyungsoo buru-buru menunduk ketika melihat Baekhyun berjalan mendekat.

"Jadi, bagaimana hari ini Yeol? Berhasil menjual banyak komputer?"

"Eh? Menjual komputer?" Kyungsoo mendongak dan tak bisa menahan rasa penasarannya.

Baekhyun kaget tak menyangka ada Kyungsoo di sini. Sedangkan Chanyeol bersusah payah memberi kode supaya Kyungsoo tidak banyak bertanya lagi.

"Kyungsoo? Ah maaf aku baru sadar kau ada di sini," kata Baekhyun. Ia pun segera memperkenalkan Chanyeol. "Oiya, kenalkan ini temanku Chanyeol. Kantornya tak jauh dari Park corp. Chanyeol-ah, ini teman satu divisiku, namanya Do Kyungsoo."

"A-ah, kami tadi sudah berkenalan," sahut Chanyeol yang disambut tatapan heran dari Baekhyun. Chanyeol pun buru-buru mengarang cerita lagi. "Tadi sebenarnya aku bertanya padanya di mana ruanganmu. Tapi rupanya selain karyawan, tamu dilarang masuk. Jadi aku hanya menunggu di lobi. A-ahahahahahaha..."

Kyungsoo memandang Chanyeol dengan tatapan semakin aneh. Chanyeol jelas sedang menutupi sesuatu. Sepertinya dirinya harus bicara pada sang presdir lain kali. Ia akan menuntut penjelasan sejelas-jelasnya pada Chanyeol.

"Baiklah Kyungsoo-ssi, kami pulang dulu!" lanjut Chanyeol lagi sambil menggandeng Baekhyun supaya buru-buru menjauh dari gedung Park corp.

.

.

Keesokan paginya, ketika Chanyeol baru saja tiba di depan meja sekretarisnya, ia sudah disambut dengan Kyungsoo yang berdiri dengan wajah penuh pertanyaan.

"Selamat pagi presdir Park. Apakah kau punya waktu untuk bicara mengenai hal kemarin?"

Chanyeol yang paham dengan maksud Kyungsoo langsung mempersilakan namja itu masuk ke ruangannya.

"Jadi, bisa jelaskan kenapa kau berbohong pada Baekhyun?" tanya Kyungsoo langsung.

"Itu... Aku bukan sengaja membohonginya, Kyungsoo-ssi. Tapi... aish bagaimana aku menjelaskannya?" Chanyeol menggaruk-garuk belakang kepalanya. "Aku berbohong demi kebaikan. Percayalah Kyungsoo-ssi. Jadi, bisakah kau merahasiakan hal ini? Termasuk tidak bilang pada karyawan lain di sini?"

Kyungsoo hanya menganggapinya dengan diam.

Hampir satu jam Chanyeol berusaha menjelaskan dan membujuk Kyungsoo supaya mau tutup mulut. Hingga akhirnya, kalimat keramat terucap dari bibir Chanyeol.

"Aku dan Baekhyun adalah teman lama. Dan aku menyukainya sejak pertama melihatnya. Jadi, bisakah kau mengerti keadaanku?"

'Jleb'

Kyungsoo kecewa sekali mendengarnya. Rasanya hatinya sakit sekali. Amarahnya sudah siap meledak. Untung saja otaknya masih bisa berpikir jernih sedikit.

'Jadi, Baekhyun belum tau siapa Chanyeol kan? Kalau begitu, aku bisa memanfaatkan situasi ini.' Kyungsoo tersenyum penuh arti.

"Baiklah, aku mengerti presdir Park. Sebagai ganti tutup mulut, bisakah kau menraktirku makan siang?"

Chanyeol melenguh lega ketika akhirnya namja kecil di depannya ini berhenti bertanya. "Tidak masalah, Kyungsoo-ssi. Aku akan menraktirmu saat tak sibuk."

"Aku tunggu janjimu, Chanyeol. Kalau begitu, aku kembali dulu." Kyungsoo pun pamit keluar sambil tersenyum dipaksakan.

'Lihat saja Park Chanyeol. Akan kubuat kau bertekuk lutut di depanku...' janji Kyungsoo pada dirinya sendiri.

.

.

Nasib baik sepertinya sedang tak berpihak pada Kyungsoo. Semakin ingin ia menghindar dari Baekhyun, justru semakin sering ia berpapasan dengan namja itu. Lebih parah lagi jika dirinya bertemu pada situasi yang membuat kepalanya semakin mendidih. Contohnya saja saat ini, ketika ia ingin pulang dan lagi-lagi bertemu pasangan lovey dovey yang membuat matanya panas.

Kyungsoo lagi-lagi melihat Chanyeol sedang menunggu Baekhyun pulang. Setelah keduanya bertemu, mereka pun bergandengan tangan dan pulang bersama.

'Kau bilang sibuk, sampai-sampai tak ada waktu untuk menraktirku. Tapi apa yang barusan kulihat ini? Kau punya waktu untuk si jelek Baekhyun eoh?' Kyungsoo naik darah. Alih-alih pulang, akhirnya ia memutuskan untuk ke taman di belakang gedung Park corp. Mungkin dengan melihat tanaman hijau, otaknya bisa melupakan hal yang baru saja dilihatnya itu.

"Aaarrgh!" Kyungsoo mengepalkan tangannya dan memukul udara kosong di sampingnya. Keindahan taman Park corp rupanya belum bisa meredakan amarahnya.

"Ada apa Kyungie? Kau tampak sedang kesal?"

Kyungsoo kaget mendengar ada yang memanggil namanya. Ia menoleh ke arah sumber suara dan melihat Kai sudah berdiri di sampingnya dengan pandangan bertanya.

"Maaf, aku sengaja mengikutimu. Sebenarnya aku ingin mengajakmu makan malam. Sudah lama kita tidak makan malam bersama."

Kyungsoo memandang Kai masih dengan ekspresi kesal. Saat ini bukan saat yang tepat untuk bertemu Kai. Ia sedang tak bernapsu merayu manajer seksi di depannya ini. "Maafkan aku Kai. Tapi aku sedang tidak selera makan di luar.

Kai mendekati Kyungsoo. Walaupun namja bermata besar itu sedang marah, tapi bagi Kai, Kyungsoo masih terlihat manis. Kai makin mendekatkan jarak di antara mereka. Tangannya segera meraih pinggang Kyungsoo dan memeluknya. Kai juga mendekatkan wajahnya dan bermaksud mengecup bibir menggoda Kyungsoo sebelum didorong cukup keras oleh namja yang lebih pendek itu.

"Ada apa denganmu, Kyung?" Kai menatap Kyungsoo dengan heran. Tak biasanya Kyungsoo menolak sentuhannya.

"Maaf Kai. Aku sedang pusing dengan tes yang semakin dekat."

"Santai saja Kyungie. Semakin kau memikirkan tes, semakin kau butuh penyegaran." Kai kembali mendekatkan jaraknya dengan Kyungsoo. Ia mendekatkan bibirnya ke telinga Kyungsoo dan membisikkan sesuatu. "Aku merindukanmu..."

Kyungsoo lagi-lagi mendorong Kai, namun kali ini mendorong dengan pelan. "Oh tidak Kai, aku sedang tidak enak badan. A-aku, aku mau pulang saja."

Tanpa penjelasan lanjut, Kyungsoo pun berbalik, berjalan menjauhi Kai yang cuma bisa berdiri terdiam.

'Jika kau seorang presdir, dengan senang hati aku akan melayanimu, Kai. Sayangnya, kau bukan presdir.' Kyungsoo mempercepat langkahnya.

'Targetku sekarang adalah mendapatkan Park Chanyeol!'

.

.

.

Jumat adalah hari yang sebenarnya dinanti-nantikan Chanyeol. Maklum, besok kan weekend, jadi, hari ini ia seharusnya bisa pulang bersama dan mengajak Baekhyun kencan kecil-kecilan. Tapi sayangnya, karena Park corp yang sebentar lagi akan meluncurkan produk baru, Chanyeol jadi harus mulai fokus dengan pekerjaannya. Sudah dari kemarin sampai minggu depan jadwalnya penuh dengan meeting. Bahkan Chanyeol baru pulang dari kantor malam hari. Partner kerjasamanya kali ini, perusahaan IT dari Cina bernama Wu corp juga sudah menempatkan petingginya di Seoul untuk mengikuti meeting-meeting dengannya.

Hari ini pun, mulai dari pagi hingga saat ini, meeting masih terus berlanjut. Saat jam istirahat makan siang tiba, Chanyeol pun tak menyia-nyiakannya untuk menghubungi Baekhyun. Ia buru-buru keluar ruangan meeting dan berdiri di sudut ruangan, menjauh dari orang-orang.

"Hei Chanyeol. Sudah lama tidak mendengar suaramu. Apa kau mau mengajak makan siang bersama lagi?" tanya Baekhyun dengan nada senang. Pasalnya sudah beberapa hari ini mereka tidak bertemu. Chanyeol yang pulang malam juga tak enak hati jika menelepon Baekhyun malam-malam. Akhirnya mereka hanya saling berkirim pesan saja.

"Hmmm, aku ingin sekali bertemu denganmu. Tapi... aku sedang dapat banyak pekerjaan."

"Ah, arasseo. Kalau begitu selesaikan pekerjaanmu dengan baik. Jangan lupa makan, Yeol."

Chanyeol tersenyum mendengar Baekhyun yang perhatian dengannya. Hening sesaat sebelum akhirnya Chanyeol teringat tujuannya menelepon Baekhyun kali ini.

"Tapi besok aku libur, Baek! Aku ingin sekali bertemu denganmu. Apa kau punya waktu untuk... ummm... jalan-jalan denganku? Kita bisa jalan-jalan ke Hongdae untuk cari makanan enak!"

"Kau mengajakku nge-date?" tembak Baekhyun langsung.

Jantung Chanyeol langsung berdegup kencang mendengar pertanyaan Baekhyun. "A-aaa... ummm... kau tidak keberatan kan nge-date denganku? Ahahahah..." tanyanya gugup setengah mati.

"Hahahaha." Baekhyun tertawa di seberang sana. "Aku hanya bercanda. Baiklah Yeol, Sampai bertemu besok!"

Hati Chanyeol rasanya ingin meloncat saat mendengar persetujuan Baekhyun. Ia mengepalkan tangannya ke atas, meninju udara kosong, sambil tersenyum lebar. "Yes! Baekhyun mau pergi kencan denganku!"

Tanpa Chanyeol sadari, berbalik dengan kebahagiaan yang ia rasakan, seorang namja sedang berdiri di dekatnya dengan hati yang hancur.

"Presdir Park...," panggil namja itu sambil memendam amarah yang luar biasa.

"Astaga kau mengagetkanku!" Chanyeol buru-buru berbalik. Untung saja yang memanggilnya itu ternyata Kyungsoo. Namja yang tak kalah mungil dari Baekhyun-nya itu tampak tersenyum dipaksakan. Dan...

Ya ampun, Chanyeol baru menyadari kalau Kyungsoo ternyata sangat seksi dengan kemeja putih dan celana bahan ketatnya itu. Ditambah lagi dengan kancing atas yang terbuka, memperlihatkan tulang selangka dan leher putihnya...

"Kyungsoo-ssi?" Chanyeol masih memandang Kyungsoo tanpa berkedip. Kyungsoo yang melihatnya jadi tersenyum puas. Rencana yang sudah disusunnya kali ini harus berhasil!

"Kebetulan aku sedang tidak sibuk. Aku ingin menagih janjimu untuk makan siang bersama. Kau masih ingat janjimu kan Chanyeol?"

"E-eh? Itu..." Chanyeol merasa tak enak mendengar pertanyaan Kyungsoo.

"Aku sudah lapar, Yeolie. Apa kau tidak mau makan?" Kyungsoo meraih tangan Chanyeol dan berusaha menggeretnya untuk makan siang bersama. Ini sungguh moment yang baik bukan? Kantin akan penuh dengan karyawan. Ditambah lagi ada banyak perwakilan Wu corp di sini. Jika mereka semua melihat Chanyeol dan Kyungsoo bersama, pasti gosip-gosip bagus akan langsung berkembang.

Chanyeol merasa aneh dengan panggilan 'Yeolie' itu. Entahlah rasanya sangat beda jika orang lain selain Baekhyun yang memanggilnya seperti itu. "E-eh, itu... Ma-af Kyungsoo-ssi..." tanpa Kyungsoo duga, Chanyeol melepaskan tangannya. "Aku ada meeting hari ini. Sepertinya kita harus menunda makan siangnya hingga produk baru Park-Wu corp diluncurkan. Aku benar-benar minta maaf. Tapi aku benar-benar sibuk..."

Kyungsoo tersenyum dengan sangat dipaksakan. "Kau sibuk tapi masih bisa merencanakan kencan dengan Byun Baekhyun?" tanya Kyungsoo tanpa basa-basi.

Chanyeol menarik napas dalam-dalam. "I-itu karena... aku punya waktu kosong esok hari. Hanya besok. Sudah beberapa hari ini aku tak bertemu Baekhyun. Aku merindukannya."

"See? Berarti kau punya waktu besok. Baiklah, kita makan siang besok," timpal Kyungsoo.

Chanyeol buru-buru menggeleng. Ia tak akan menyia-nyiakan kesempatan kencannya dengan Baekhyun begitu saja demi Kyungsoo.

"Maafkan aku Kyungsoo."

Kyungsoo patah hati untuk kesekian kalinya. Kenapa merayu Park Chanyeol susah sekali? Bukankah namja tinggi itu sudah tertarik melihat penampilannya yang seksi ini?

Oke, jika memang Chanyeol tak bisa memandangnya sedetik pun, sepertinya ia harus sedikit mengancam namja ini.

"Baiklah. Berarti kau ingin aku buka mulut tentang siapa dirimu di depan Baekhyun?"

.

TBC

.

Hoo hoo, maap lama baru update. Untuk chap-chap berikutnya ga bakal lama kok.