VS – chapter 4

VS

Versus

.

Cerita sebelumnya

.

Chanyeol menarik napas dalam-dalam. "Itu karena... aku punya waktu kosong esok hari. Hanya besok. Dan sudah seminggu ini aku tak bertemu Baekhyun. Aku merindukannya."

"See? Berarti kau punya waktu besok. Baiklah, kita makan siang besok."

Chanyeol buru-buru menggeleng. Ia tak akan menyia-nyiakan kesempatan kencannya dengan Baekhyun begitu saja demi Kyungsoo.

"Maafkan aku Kyungsoo."

Kyungsoo patah hati untuk kesekian kalinya. Kenapa merayu Park Chanyeol susah sekali? Bukankah namja tinggi itu sudah tertarik melihat penampilannya yang seksi ini?

"Baiklah. Berarti kau ingin aku buka mulut di depan Baekhyun?"

.

Chapter 5

Chanyeol buru-buru menggeleng keras. "Andwe!" Mata besar Chanyeol menatap mata Kyungsoo yang tak kalah besar itu. Kyungsoo dapat merasakan sorot mata marah dan benci dari Chanyeol. Hatinya jadi ciut. Kenapa Chanyeol jadi menyeramkan begini? Apa jangan-jangan Chanyeol membencinya? Aish, misinya kan bukan membuat Chanyeol benci padanya.

"A-aku hanya bercanda tuan Park." Kyungsoo buru-buru tersenyum mencairkan suasanya. Ugh, kenapa jadi begini? Ia tak menduga sang presdir bisa jadi menakutkan. Padahal awalnya kan ia yang ingin mengancam Chanyeol. Tapi kenapa sekarang Kyungsoo merasa Chanyeol yang mengancamnya? Bagaimana sih ini?

"Ummm, tapi kalau Baekhyun dapat kencan, berarti acara makan siang kita bisa diganti juga dengan kencan kan?" tanya Kyungsoo pelan.

Chanyeol semakin menatap Kyungsoo dengan pandangan tidak suka. Kyungsoo yang melihat ekspresi tak suka dari Chanyeol buru-buru meralat permintaannya lagi. Huh, kenapa tuan Park ini beda dengan namja lainnya sih?

"Hahahaha, aku hanya bercanda presdir Park. Maksudku... ummm... makan siang itu terlalu beresiko terlihat karyawan lain, termasuk Baekhyun. Oleh karena itu bagaimana kalau kita ganti dengan makan di luar dan di luar jam kerja? Otte?"

"Baiklah. Aku akan memberitaumu kapan aku ada waktu," jawab Chanyeol singkat dan dingin. Setelah itu ia kembali lagi ke ruangan rapat, meninggalkan Kyungsoo yang memunyungkan mulutnya sambil mengguman tak jelas karena kecewa.

.

.

Pulang larut malam tak membuat Chanyeol lelah hari ini. Walaupun seharian ini dihabiskannya dengan meeting, bayangan kencannya besok membuatnya selalu bersemangat. Sayangnya, sebagai orang yang belum pernah berpengalaman delam kencan, Chanyeol bingung dengan apa yang harus dilakukannya besok.

Untung saja ia teringat dengan seseorang yang mungkin bisa memberikannya ide. Orang ini pastinya sudah berpengalaman dalam hal kencan.

"Yo, Sehun-ah!"

Ah ternyata sang dongsaeng...

"Hyung!" jawab Sehun disertai suara bising di belakangnya.

"Aish, kenapa di belakangmu ribut sekali. Eodi?"

"Sedang bekerja hyungie. Aku sedang menari di sebuah club. Mwoya? Baru kali ini hyung menghubungiku."

"Aigoo anak ini... Kau itu masih kecil Sehun-ah. Jangan suka main-main ke klub malam."

"Aku ini bekerja. Ini juga tidak seperti yang kau bayangkan! Dan jangan khawatir, ada Luhan hyung yang menjagaku. Iya kan Luhanie?"

Lalu terdengarlah suara seperti orang yang sedang berciuman hot. Chanyeol hanya bisa menganga mendengar background suara kecipak.

"SEHUN!" Chanyeol berteriak dengan harapan bisa menyadarkan dongsaengnya yang sepertinya lagi...ehem... Chanyeol sendiri pusing memikirkannya.

"A-ah maaf hyung. Hahahahaha..."

"Bocah ini! Baiklah aku langsung saja bertanya supaya tidak mengganggu acaramu. Besok aku ada kencan. Kira-kira apa acara kencan yang oke? Apa kau punya rekomendasi tempat yang bagus di Seoul?"

"Wow, hyung sudah punya kekasih? Kau harus segera mengenalkannya padaku!"

"Jangan banyak omong. Jawab saja pertanyaanku, bocah."

"Hahahaha... baiklah. Kencan yang oke?" Sehun terdengar sedang berpikir. "Ah, kau ajak saja ke klub malam! Lalu minum sampai mabuk. Setelah itu, sewa kamar hotel untuk menghabiskan malam yang panas. Ini seperti pengalamanku dan Lu..."

'Tut...tut...tut...'

Chanyeol langsung memutuskan telepon secara sepihak. Sepertinya tak ada gunanya bertanya pada dongsaengnya ini.

.

.

Seharian ini Chanyeol terus tersenyum. Mungkin orang yang melihatnya mengira dia orang gila. Untung saja wajahnya yang tampan itu menyelamatkannya.

Mata Chanyeol tak pernah lepas dari namja mungil dan cantik di sampingnya ini. Pasalnya, Chanyeol memang hanya bisa memandanginya tanpa bisa menyentuhnya. Baekhyun masih menganggap mereka berteman. Jadi, skin ship mereka hanya skin ship sebatas teman saja. Chanyeol tak bisa bebas menggandeng, tak bebas memeluk, apalagi mencium.

Namun bisa berdua dengan Baekhyun sudah membuat Chanyeol senang kok. Mereka baru saja menghabiskan waktu dengan nonton bioskop. Awalnya Chanyeol ingin mengajak nonton drama romantis agar bisa sedikit beromantis ria dengan Baekhyun. Namun cinta pertamanya itu maunya nonton film action. Akhirnya ya Chanyeol mengalah. Asalkan Baekhyun-nya senang, nonton apapun terasa menyenangkan.

Setelah selesai nonton, Chanyeol ingin menraktir Baekhyun makan steak di retoran mahal. Namun lagi-lagi namja mungil itu menolak dengan alasan Chanyeol sudah sering 'membuang' uang untuknya. Akhirnya mereka memutuskan makan topokki saja di pinggir jalan. Lagipula, moto Chanyeol kan: makan apa saja asalkan dengan Baekhyun akan terasa menyenangkan.

"Baek... kau makan seperti anak kecil saja." Chanyeol memandang takjub sosok namja di depannya ini yang asik mengunyah-ngunyah topokki tanpa sadar ada saus yang menempel di ujung bibirnya.

"Mmm?" Baekhyun cuek saja sambil masih mengunyah topokki-nya.

Chanyeol tak sabar lagi. Ini kesempatan yang bagus untuknya. Dengan sekali gerak dia merengkuh tubuh Baekhyun kemudian mendekatkan wajahnya ke wajah Baekhyun.

'Deg' Baekhyun yang sedaritadi cuma fokus dengan makanannya mendadak kaget dan terdiam. Tubuhnya memanas, wajahnya memerah, apalagi saat merasakan bibir Chanyeol menyentuh ujung bibirnya.

"Chan...yeol?"

Tangan besar Chanyeol masih memegangi wajah Baekhyun. Mata besar Chanyeol berbinar seolah terbius dengan sosok yang didekapnya ini.

Waktu terasa berhenti saat ini.

"Kau sungguh cantik, Baek," ucap Chanyeol tanpa sadar.

Baekhyun langsung bersemu merah. Jika mau jujur, sebenarnya ia juga terbius dengan ketampanan Chanyeol. Berada di dekat namja tinggi ini selalu membuatnya nyaman dan hangat. Namun, ia harus sadar bahwa saat ini mereka masih berada di kedai topokki. Mau tak mau Baekhyun mendorong pelan tubuh Chanyeol.

Chanyeol yang akhirnya tersadar langsung malu bukan main. Ia buru-buru minta maaf kepada Baekhyun sambil merutuki diri sendiri yang begitu bodoh.

'Chanyeol babo! Kenapa kau berani sekali? Bagaimana kalau Baekhyun jadi membencimu?'

Untung saja setelah selesai makan topokki, Baekhyun masih mau diajak Chanyeol jalan-jalan ke sungai Cheonggyecheon. Hari yang mulai gelap membuat cahaya lampu di sepanjang sungai kecil ini semakin indah. Ditambah lagi tempat ini memang tempat nongkrong para couple. Jadilah Chanyeol tidak merasa aneh berjalan berduaan dengan Baekhyun, karena memang tidak akan ada yang memperhatikan mereka secara khusus.

"Hari ini aku sangat senang. Gomawo Yeolie!" seru Baekhyun dengan excited. "Selama hampir 2 tahun hidup di Seoul, baru kali ini aku merasakan jalan-jalan yang sesungguhnya! Kau tau, biasanya akhir pekan kuhabiskan di apartemen atau berbelanja."

Chanyeol tersenyum lega mendengar Baekhyun senang. "Kalau kau mau, kita bisa jalan-jalan lagi lain waktu. Aku juga tak punya banyak teman di sini."

"Jinja?"

Chanyeol mengangguk mantap.

Mereka kembali berjalan menyusuri aliran sungai. Semakin malam, semakin ramai saja para couple yang berdatangan.

'Grep'

"Eh?" Baekhyun merasakan ada tangan yang menggenggam tangannya. Ia menoleh ke arah Chanyeol, sang pemilik tangan itu.

"A-ayo kita duduk di situ," ajak Chanyeol sambil menggandeng Baekhyun. Namja tinggi itu tersenyum canggung.

Menggandeng? Oh, rasanya Chanyeol ingin melonjak-lonjak karena berhasil menggandeng tangan Baekhyun, walaupun dengan alasan ingin mengajaknya duduk di bangku kosong.

Kedua insan itu duduk bersebelahan sambil bercerita banyak. Terkadang mereka juga menyinggung couple-couple lain di sekitar mereka yang tak takut untuk ber-skin ship bahkan berciuman.

Chanyeol mengambil inisiatif untuk memegang lagi tangan Baekhyun. Tangan yang begitu cantik dengan jari-jari yang lentik.

"Yeol?" Baekhyun kembali kaget saat tangannya digenggam Chanyeol. Ia menoleh ke arah Chanyeol.

"Kalau begini, kita juga seperti couple kan Baek?" tanya Chanyeol berusaha santai. Padahal hatinya gugup sekali.

"A-ah iya. Hahahahaha..." Tanpa diduga, Baekhyun membiarkan tangannya digenggam. Chanyeol jadi lega. Ia kembali mengumpulkan keberaniannya.

"Baru kali ini aku berkencan dengan seseorang."

Baekhyun kembali menoleh ke arah Chanyeol. "Aigoo, kita sudah sering hang-out bersama, Yeolie. Di Amerika dulu hampir setiap hari kita jalan bersama."

"Iya. Tapi bukan kencan kan? Ini kencanku yang pertama."

"Begitu? Kalau begitu, ini juga kencan pertamaku," balas Baekhyun.

Keadaan hening sesaat. Umm, lebih tepatnya karena Baekyun dan Chanyeol sama-sama canggung. Baru kali ini mereka menyinggung masalah kencan. Apalagi tangan besar Chanyeol masih terus menggenggam tangan Baekhyun.

'Pluk'

Kali ini Baekhyun merasakan ada sesuatu yang berat menyender di pundaknya.

"Baek, apa kau tau, sudah lama aku menyukai seseorang...," kata Chanyeol pelan dengan kepala tersender di pundak Baekhyun.

"K-kau menyukai seseorang?" tanya Baekhyun dengan canggung.

Oh, benarkah Chanyeol sedang menyukai seseorang? Siapa? Bolehkan ia berharap orang itu adalah dirinya? Eh? Dirinya? Kenapa dia jadi berharap gitu?

"Orang itu ada di dekatku."

"Nugu?" tanya Baekhyun langsung sambil celingukan.

Chanyeol tertawa kecil melihatnya. Ia bangun dan tidak bersender lagi di pundak Baekhyun. Sebagai gantinya, tangannya kini memegang lembut wajah cantik namja di sampingnya itu.

"C-Chan-yeol?" Baekhyun menatap Chanyeol dengan jantung berdegup kencang. Kenapa Chanyeol memegang wajahnya lagi? Namja ini bukan mau menciumnya lagi kan? Kenapa wajah mereka semakin de-kat? 'Oh, oh, oh apa yang terjadi padaku?' batin Baekhyun.

"Aku sungguh menyukaimu, Baekhyun. Sedari awal." Kata-kata itu mengalun lembut di telinga Baekhyun. Suara bass Chanyeol benar-benar membuat jantungnya semakin berdetak kencang.

"Chanyeol..." Perlahan Baekhyun mendorong tubuh namja tinggi itu agar menjauh. Ia tak ingin Chanyeol mendengar detak jantungnya.

Merasa tubuhnya didorong. Chanyeol kembali tersadar. "A-ah maafkan aku Baek. Aku... aku... pasti aku membuatmu takut ya?"

Baekhyun menggeleng pelan. "Anieyo. Aku hanya... ummm... Apakah kau hanya bercanda?"

Chanyeol menggeleng keras. "Aku serius, Baekkie. Aku menyukaimu sejak awal. Aku merasa nyaman berada di dekatmu." Chanyeol menarik napasnya lagi dalam-dalam. "Apakah kau mau pacaran denganku?" tembaknya langsung.

Baekhyun hanya ternganga mendengar ungkapan perasaan Chanyeol. Sungguh, ia sungguh tak menyangka jika selama ini Chanyeol menyukainya. Menurut Baekhyun, dirinya itu tidak menarik. Sedangkan Chanyeol begitu tinggi dan tampan. Lagipula selama ini ia menganggap hubungan mereka adalah teman.

"Tidak mungkin... S-selama ini tidak ada orang yang tertarik padaku," jawab Baekhyun sambil menunduk.

Chanyeol mengangkat dagu Baekhyun agar mata mereka bisa saling bertemu. Ia ingin Baekhyun merasakan kesungguhannya. "Baguslah. Kalau begitu, aku bisa jadi yang pertama dan terakhir untukmu."

Blush.. Pipi Baekhyun jadi memerah malu. Selama ia berteman dengan Chanyeol, memang ada harapan kecil yang selalu muncul di hatinya mengenai apakah suatu saat Chanyeol bisa jadi kekasihnya. Tapi ia malu mengungkapkannya. Chanyeol memang perhatian dan baik padanya. Tapi Baekhyun kira Chanyeol cuma menganggapnya teman. Baekhyun tidak berani berharap.

Tapi sekarang ini, harapan itu jadi kenyataan. 'Oh gosh, apakah ini mimpi?' tanya Baekhyun dalam hati.

"Baek? Kenapa kau diam saja? Apa aku membuatmu takut lagi?"

Baekhyun buru-buru menggeleng. "Ah, tidak..."

"Jadi, kau mau menerimaku kan?"

Dengan pelan namun pasti, Baekhyun mengangguk. Senyum manis juga terukir di bibirnya.

Chanyeol membuka matanya baik-baik untuk melihat apa yang baru saja terjadi. Baekhyun mengangguk?

Mengangguk?!

Apakah itu berarti ia menerima Chanyeol? Apakah itu berarti mulai sekarang status mereka sudah lebih dari teman? YES! YES!

"Chanyeol?" Kali ini Baekhyun yang memanggil Chanyeol karena namja tinggi itu hanya diam terpaku.

Chanyeol menatap sosok manis di depannya masih dengan pandangan tak percaya. Sosok itu.. begitu cantik, manis, dan menarik. Bagaikan magnet, Chanyeol kembali tertarik mendekat ke arah Baekhyun, tepatnya di wajah cantik itu.

'Cup'

Baekhyun ternganga menerima ciuman Chanyeol. Kali ini bibir lembut itu menempel benar di bibirnya. Membuat hatinya hangat dan menari-nari. Hingga tanpa sadar Baekhyun membalas ciuman ini.

.

.

Senin pagi yang sangat menyenangkan. Setelah kejadian weekend kemarin, Baekhyun tampak bersemangat dan senang menyambut minggu sibuk ini. Terlihat dari wajahnya yang cerah dan bibirnya yang terus menyunggingkan senyuman. Statusnya kini bukan single lagi. Kini ia punya namjachingu yang baik dan tampan.

Kyungsoo yang kebetulan melihatnya jadi sebal. Oh, sejak dia tau hubungan Baek-yeol, Kyungsoo memang sudah sebal sodara-sodara...

"Wow, sepertinya ada hepi karena dapat pacar baru," sindirnya sambil berdiri tepat di samping Baekhyun. Suaranya sengaja dikeraskan supaya orang di sekitarnya mendengar.

Baekhyun hanya diam, malas meladeni Kyungsoo.

"Dengar Byun, tidak akan ada orang yang suka denganmu. Kau tau kenapa? Karena kau jelek! Dasar jelek!" Dengan kata-kata pedas Kyungsoo mengejek Baekhyun.

"Diam kau, Kyung!" balas Baekhyun.

Namun Kyungsoo masih terus saja bicara. "Kalau dilihat-lihat sih wajahmu biasa saja. Body-mu juga biasa saja. Sama sekali tidak menarik."

"Sudah selesai bicaranya?" Baekhyun benar-benar malas meladeninya. Menurutnya, Kyungsoo juga tidak lebih menarik darinya. Hanya saja, matanya memang besar tidak seperti dirinya.

"Dan aku yakin, siapapun yang menyukaimu itu pasti cuma asal pilih saja. Atau jangan-jangan... mau memanfaatkanmu? Mungkin untuk dijadikan simpanan? Ooooh...hohoho..." Kyungsoo tertawa keras.

Baekhyun sakit mendengarnya. Memang sih, ini adalah pertama kalinya ada orang yang bilang suka padanya. Dan ini pertama kalinya ia menjalin suatu hubungan. Jujur, ada kekhawatiran apakah Chanyeol sungguh-sungguh mencintainya. Apalagi jika dilihat, Chanyeol itu tipe namja ideal semua orang. Tapi...

'Drrrt'

Pikiran Baekhyun diinterupsi oleh ponselnya yang bergetar. Ada pesan yang masuk rupanya. Pesan dari Chanyeol.

'Selamat pagi Baekkie... I love u... 3'

Baekhyun tersenyum membacanya. Pesan dari Chanyeol seolah menjadi jawaban semua kekhawatirannya saat ini.

"Hmmm... atau mungkin, orang yang menyukaimu itu asal pilih saja? Mungkin karena dia kesepian dan butuh boneka untuk dipeluk dan menemani tidur?" Kyungsoo masih terus bicara mencemoohnya.

Oh, seharusnya Baekhyun sadar bahwa Kyungsoo masih ada di sampingnya.

"Diamlah Kyung! Bukankah seharusnya kau mengurusi manajer Kai-mu itu?" Baekhyun mengirimkan senyuman penuh arti kepada Kyungsoo.

"Wae? Kau cemburu? Aku hanya berteman dengan Kai. Kalau kau mau, kau boleh mengambil Kai."

.

.

Kebetulan sekali hari ini acara meeting Chanyeol berakhir lebih awal. Itu artinya, dia jadi bisa mengantarkan Baekhyun pulang. Chanyeol buru-buru turun ke lobi dan menelepon Baekhyun ingin menawari makan malam bersama sekaligus pulang bersama.

"Mianhae Yeol, besok adalah hari tes. Aku mau belajar. Jadi hari ini aku mau langsung pulang."

"Kalau begitu ayo pulang bersama."

"Hmmm... Baiklah! Aku turun sekarang," jawab Baekhyun.

Dan pembicaraan di telepon itu pun berakhir. Chanyeol menunggu dengan sabar di lobi Park Corp.

"Presdir Park."

Chanyeol kaget saat mendengar namanya disebut. Matanya menangkap sosok kyungsoo yang telah berdiri di sampingnya.

"Sejak kapan kau di sini?"

"Maaf mengagetkanmu. Aku hanya kebetulan lewat. Lalu melihatmu sedang berdiri mencurigakan di sini. Apakah kau menunggu Baekhyun?"

Chanyeol mengangguk. "N-ne."

"Berarti hari ini kau ada waktu kosong kan?"

"Hmm." Chanyeol kembali mengangguk.

"Kalau begitu, bisakah aku menagih janjimu hari ini? Bisakah kita makan malam hari ini?"

"Tapi aku sudah janji mau pulang bersama Baek..." belum sempat Chanyeol menyelesaikan kalimatnya, Kyungsoo sudah nerocos lagi.

"Kau masih bisa membatalkannya kan? Aku yakin Baekhyun tidak akan marah. Kapan kau akan menepati janjimu tuan Park?"

"Maaf Kyungsoo-ssi, tapi bukankah sudah kubilang kita makan malam setelah peluncuran produk selesai?"

"Tapi saat ini kau sudah punya waktu presdir Park. Dan apa kau tau, besok adalah hari tes di divisiku. Aku butuh penyegaran dan makanan enak. Lagipula, semakin cepat kau membayar janjimu, semakin cepat kau terbebas dari diriku. Iya kan? Kalau tidak, aku akan terus menghantuimu lho, Chanyeol-ssi."

Chanyeol berpikir cepat. Sebenarnya apa yang dikatakan Kyungsoo benar. Ia sudah bosan mendengar rayuan (?) Kyungsoo yang seakan memang ingin menjeratnya. Ia juga merasa tak nyaman dikuntit seperti ini terus.

"Baiklah. Aku akan menelepon Baekhyun dulu. Kau yang pilih tempat makannya ne?"

Kyungsoo mengangguk sambil tersenyum. 'Hari ini aku akan membawamu ke pelukanku Park Chanyeol...'

.

.

Bulu kuduk Chanyeol berdiri saat tempat makan malam yang dituju Kyungsoo adalah sebuah bar sekaligus tempat disko. Bar ini remang-remang dengan lampu disko yang membuat kepalanya pusing. Ditambah lagi suara bising lagu house music yang memekakan telinga.

Chanyeol baru saja mau menarik Kyungsoo keluar saat tangan Kyungsoo menariknya masuk ke dalam klub lebih dulu.

"Aku ingin bersenang-senang malam ini Chanyeolie... Aku sudah pusing dengan semua masalah yang membebani otaku. Hari ini aku ingin melupakan semuanyaaaa..."

Chanyeol melihat Kyungsoo yang tampak setengah gila(?). Ia pun hanya bisa menurut ketika Kyungsoo menariknya duduk di meja bar. Kyungsoo langsung memesan sebotol wine.

"Ayo minuuuum... Jangan khawatir, hari ini minumannya aku yang bayaaaar..."

Kyungsoo langsung menenggak wine nya dalam sekali teguk. Chanyeol cuma bisa menelan ludahnya. Ia memegang pelan gelas wine-nya dan meneguk isinya pelan-pelan.

"Ayo minum lagi. Kau tau Chanyeol, kalau kau ada masalah, kau bisa melupakannya dengan minum!" Kyungsoo meneguk mimumannya kemudian bergelayut di lengan Chanyeol.

"K-kyungsoo-ssi, apa tidak apa minum wine? Besok ada tes bukan?"

"Kau mengkhawatirkanku? Apa kau mengkhawatirkanku? Benar kau mengkhawatirkanku? Seharusnya kau mengkhawatirkan Baekhyun kan?"

"Kau mabuk? Tidak baik mabuk dalam kondisi seperti ini." Chanyeol melenguh saat melihat Kyungsoo yang terlihat linglung.

Kyungsoo telah menengguk gelas kelimanya. Jujur, sebenarnya ia cukup kuat minum minuman beralkohol. Namun demi kelancaran misinya, ia harus berakting.

"Chanyeol-ah..." Panggilnya dengan manja. "Kenapa di sini panas sekali?" Kyungsoo mulai melonggarkan dasinya dan membuka dua kancing teratas kemejanya.

"E-eh?" Chanyeol terhenyak melihatnya. Lebih kaget lagi saat merasakan berat tubuh Kyungsoo menimpanya. Tangan Kyungsoo juga telah melingkar di tubuhnya.

"K-kyungsoo? Aigoo Kau mabuk!"

"Aku tidak mabuk, Chanyeol. Aku hanya... ingin memelukmu seperti ini. Apa kau marah?"

"E-eh.. Kau yakin baik-baik saja? Ayo kuantar pulang."

"Aku tidak apa-apa Chanyeol. Aku hanya ingin melupakan masalah-masalahku. Aku juga ingin mengeluarkan semua perasaanku yang selama ini membuat hatiku sakit."

"K-Kyungsoo..." tepat setelah Chanyeol menyebut nama Kyungsoo, ia merasakan bibir hangat menempel di bibirnya. Tangan Kyungsoo juga telah melingkar di lehernya. Dan... Kyungsoo sudah duduk manis di pahanya.

"K-kyung...mmmmph..." Chanyeol tak kuasa mendesah saat menerima ciuman hot dari Kyungsoo. Namja bermata besar ini rupanya begitu ahli dalam urusan berciuman. Ditambah lagi Kyungsoo yang sengaja menggeliat-geliat, membuat adik kecilnya ikut tersengat.

Aroma parfumnya yang eksotis tercium sempurna di hidung Chanyeol. Kulitnya yang halus juga bergesekkan sempurna dengan kulit Chanyeol.

Kyungsoo menguatkan pelukannya di tubuh Chanyeol dan memperdalam ciuman mereka.

'Oh, tidak... ada apa denganku?' batin Chanyeol dengan tubuh makin memanas.

.

TBC