VS – chapter 7

VS

Versus

.

Cerita sebelumnya

Chanyeol mulai curiga dengan hasil tes di divisinya Baekhyun gara-gara tak sengaja mendengar pembicaraan karyawannya di toko roti. Chanyeol pun berniat untuk menyelidikinya.

Apakah kolaborasi curang Kaisoo yang menyebabkan Baekhyun-nya cuma dapat peringkat kesekian ketauan oleh Chanyeol?

.

.

Chapter 7

.

Chanyeol melangkah pasti ke ruangan Mrs. Lee. Walaupun sebenarnya ia sudah menyerahkan mengenai tes kenaikan jabatan kepada Mrs. Lee, namun ia masih harus mengkonfirmasi hal yang didengarnya. Oh, bukan berarti Chanyeol curiga dengan Mrs. Lee. Ia hanya ingin mengkonfirmasi saja.

"Oh, presdir Park!" sapa Mrs. Lee ketika Chanyeol masuk ke ruangannya. "Apa yang membawa Anda kemari?"

Chanyeol memberi salam singkat kepada Mrs. Lee sebelum menceritakan maksud kedatangannya.

"Oh, mengenai tes itu. Sebenarnya Kai-ssi yang menilainya. Ia mendatangiku kapan hari. Katanya, ini adalah tes di divisinya, jadi, seharusnya yang menilai adalah dirinya."

"Kai?" Chanyeol dapat menebak apa yang sebenarnya terjadi.

"Baiklah. Terima kasih banyak Mrs. Lee, maaf telah menganggumu. Selamat bekerja kembali." Dan Chanyeol pun keluar ruangan dengan puas. Ia telah menemukan jawaban masalah ini. Kini, ia hanya perlu mencari waktu bicara dengan Kai.

Ummm... mungkin memarahi sepupunya itu juga bukan ide buruk.

.

.

Siang ini Baekhyun menikmati makan siangnya di kantin Park corp. Di sela kesibukannya, sebisa mungkin ia tak melupakan makan siangnya, walaupun dirinya harus makan lebih cepat gara-gara kerjaannya yang banyak sekali.

"Hei, apa kau tau presdir baru kita?"

"Anaknya presdir Park?"

"Ne! Aku baru dapat informasi jika presdir yang baru ternyata masih muda. Hmm... mungkin masih dua puluhan."

Baekhyun yang sengaja mendengar pembicaraan sekelompok karyawan yang duduk di belakangnya ini tampak tertarik dengan topik pembicaran mereka. Ia makan dengan lebih tenang supaya bisa mendengar lebih jelas.

"Jinja?"

"Umm! Dan kabarnya, presdir sangat tampan. Kata temanku yang sudah pernah melihatnya, dijamin kita akan jatuh cinta jika melihatnya. Presdir itu tinggi, bermata besar, dan sangaaaat tampan."

"Ne ne aku percaya kalau dia tampan. Dia pasti mewarisi gen baik milik appa dan eommanya. Presdir Siwon kan tampan. Kyuhyunie juga manis."

"Terus, kabarnya lagi, dia masih single! Pastinya sih belum menikah. Tapi kalau pacar... aku tak tau sudah punya atau belum."

"Ah itu tidak penting! Selama dia belum menikah, kita semua masih punya kesempatan!"

"Ssttt... by the way, informasi paling penting kali ini adalah... dua bulan lagi presdir ulang tahun! Tepat seminggu setelah peluncuran ponsel baru Park-Wu corp!"

"Waaaa... kalau begitu, aku harus siap-siap membeli hadiah! Siapa tau presdir akan tertarik padaku!"

"Aish, jangan bermimpi! Ngomong-ngomong, siapa nama presdir baru kita? Sampai sekarang aku belum tau. Kudengar, hanya petinggi-petinggi Park corp saja yang tau namanya. Misterius sekali..."

"Itu... aku juga tidak tau. Sebenarnya aku juga belum pernah bertemu dengannya. Akan kucari info lainnya."

Baekhyun hanya senyum-senyum mendengar akhir dari obrolan mereka itu. Baru kali ini ia mendengar cerita tentang presdir baru di kantornya. Oh oh, atau mungkin sebenarnya dirinya yang terlalu sibuk sehingga kurang dapat informasi.

Dan karena menurut Baekhyun cerita tentang presdir barunya itu menarik, ia menceritakan hal itu pada Chanyeol saat mereka berdua makan malam bersama. Kebetulan Chanyeol memaksa dirinya makan malam dengan alasan sudah lama tidak makan bersama. Baekhyun terpaksa meng-iyakan Chanyeol, walaupun sebenarnya ia harus lembur lagi.

"Chanyeol, apa kau tau, tadi aku mendengar cerita tentang presdir baru Park Corp!"

Chanyeol sedikit tegang saat Baekhyun menyebut presdir baru. Akankah Baekhyun tau tentang dirinya? Apakah Baekhyun marah jika tau selama ini Chanyeol berbohong? Oh, andwee...

"Aku hanya heran dengan orang-orang itu. Mereka tau hari ultah presdir, tapi nama lengkap presdir justru tidak tau. Sepertinya presdir baru Park corp benar-benar misterius. Mungkin sebenarnya wajahnya jelek sekali sehingga ia tak berani muncul."

'Uhuk!' Chanyeol langsung tersedak makanannya. Padahal baru saja ia lega karena ternyata identitasnya masih aman.

"Eh, tapi orang-orang tadi bilang jika presdir baru sangat tampan. Tinggi, tampan, dan bermata besar," lanjut Baekhyun sambil meletakkan telunjuk di bibirnya, seperti mengingat sesuatu. Chanyeol jadi PD berat.

"Jangan-jangan kau lembur karena ingin mendekati presdir barumu itu?" goda Chanyeol.

"Eh? Tentu saja tidak! Bertemu dengannya saja tidak pernah. Oh, bahkan melihatnya saja aku belum pernah."

Chanyeol senyum-senyum sendiri mendengar penuturan polos Baekhyun.

"Apalagi, aku kan sudah punya Yeolie...," sambung Baekhyun dengan wajah merona.

Ugh, hati Chanyeol seakan mau meloncat dari tempatnya.

.

.

"Ayo appa... angkat teleponnya...," kata Chanyeol seorang diri dengan ponsel menempel di telinganya. Sudah sejak dua jam yang lalu ia berusaha menelepon appa-nya, tapi belum juga berhasil.

"Hei Chanyeol-ah, ada apa?"Akhirnya, setelah penantian yang panjang, teleponnya diangkat juga. "Bukankah appa sudah bilang jangan ganggu appa? Apakah ada masalah yang super duper penting?" suara Siwon terdengar kesal dari seberang sana.

"Ini masalah penting appa. Appa tau kan kalau ponsel baru Park-Wu corp akan diluncurkan sebentar lagi?"

"Tentu. Wae?"

"Ada banyak panggilan wawancara media," lanjut Chanyeol.

"Lalu?"

"Aku takut tampil di depan umum." Chanyeol mulai menyampaikan alasan yang sudah dipersiapkannya. "Jadi, bagaimana kalau appa saja yang meladeni media. Bisa wawancara online kan?"

"Aigoo anak ini! Kukira ada hal penting. Seharusnya kau tak perlu menelepon appa untuk urusan seperti ini. Lagipula aneh sekali kalau kau mendadak takut muncul di depan media. Kau itu cerewet dan suka selca. Kau pikir appa percaya pada alasan bodohmu itu?"

Chanyeol menggigit bibirnya. Gawat sekali jika appa-nya menolak idenya ini. "Appa... jebal... Aku benar-benar takut muncul ke publik..."

"Kau benar-benar aneh, Yeol. Seharusnya kau ini mulai mempromosikan dirimu. Kau tau anak presdir Wu yang namanya Wu Yi Fan itu? Appa harus mengakui bahwa dia... ummph... tampan. Dia sudah bolak-balik muncul di media. Bahkan di majalah model! Masa anak appa kalah dengan anak presdir Wu? Anak appa harus lebih menang darinya!"

"Appa..."

"Sudah ya appa tutup teleponnya. Eomma-mu yang seksi itu sudah memanggil. Bye Chanyeol!"

'Tut... tut... tut...' dan sambungan telepon pun diputus secara sepihak oleh Siwon.

"Ugh!" Chanyeol memunyungkan bibirnya dengan kesal. Usaha merayu appanya gagal total.

Bagaimana ini? Bagaimana ini?!

Jika ia meladeni wawancara dari media, pasti dirinya langsung terekspos. Lalu Baekhyun akan tau. Lalu bisa-bisa Baekhyun marah. Lalu bisa-bisa dia minta putus. Lalu... Ooooh tidak-tidak, Chanyeol tak takut membayangkannya.

Dia harus cari jalan lain.

"Tidak mungkin kan aku muncul dengan kacamata hitam dan masker?"

Chanyeol kembali berpikir sambil mengacak-acak rambutnya sesekali.

"AHA!" Chanyeol tiba-tiba saja melonjak dari kursinya setelah berjam-jam berpikir. Sepertinya otak cerdasnya sudah memikirkan jalan keluarnya.

"Bagaimana jika mengangkat spokeperson produk untuk mewakiliku? Spokeperson itu bisa menjadi juru bicara sekaligus model produk! Waaaa, kau memang benar-benar pintar Park Chanyeol!" Chanyeol bicara sendiri sambil menari-nari senang.

.

.

Oke, kembali ke masalah Chanyeol yang ngotot ingin minta tambahan karyawan supaya Baekhyun-nya tidak pulang malam terus...

Sayang sekali walaupun sudah bicara panjang lebar dengan manajer Shin, usaha Chanyeol belum berbuah. Mencari karyawan baru juga tidak secepat membalik telapak tangan. Jadi, perintahnya itu tak mungkin direalisasikan dalam beberapa bulan ke depan.

Baekhyun-nya masih harus kerja ekstra. Sudah berulang kali ia menasehati pacarnya itu supaya tidak memforsir tenaga pada kerjaannya. Namun Baekhyun menjawabnya dengan tenang: "Park corp akan meluncurkan ponsel pintar terbaru. Tanggapan dari masyarakat sangat bagus. Sudah banyak pre-order yang masuk. Namun tetap saja kita butuh stok iklan yang banyak. Bagian promosi merencanakan sedikitnya sepuluh versi iklan baru. Itu belum termasuk poster dan iklan cetak. Jadi wajar saja akhir-akhir ini semuanya harus bekerja lebih keras."

Hmm... ternyata Baekhyun cukup keras kepala juga. Mungkin jalan terakhir memang Chanyeol harus menegur Kai dan Kyungsoo secara langsung supaya kedua orang itu tidak membebani Baekhyun.

"Ugh, lihat saja Byun Baekhyun. Kau itu bukan manusia super." Saat ini Chanyeol dengan kacamata dan maskernya kembali mengendap-endap di lantai 5, tepatnya di sekitar ruangan Baekhyun.

'Ke mana anak itu?' Chanyeol celingukan.

Menunggu setengah jam tanpa hasil membuat Chanyeol panik. Apalagi pesan singkatnya dua jam yang lalu juga belum dibalas Baekhyun.

'Kalau ke toilet seharusnya tidak selama ini,' pikir Chanyeol.

'Atau dia dimarahi manajer Shin lagi?' lanjutnya lagi dalam hati.

Lima menit kemudian Chanyeol memutuskan untuk menelepon Baekhyun saja.

"Baek?" seru Chanyeol langsung saat mendengar bunyi panggilan diangkat.

"Oh, Anda mencari Baekhyun?" Alih-alih mendengar suara sang kekasih, Chanyeol malah mendengar suara yeoja.

"Si-siapa Anda?" tanya Chanyeol dengan kening berkerut.

.

TBC

.

Terima kasih untuk yang review.

Pinku mau jawab beberapa pertanyaan yang masuk:

Kenapa Chanyeol nyembunyiin pekerjaannya ke Baek?

Sesuai di chapter 1, waktu itu kan ceritanya setelah 2 taun Chanyeol ketemu Baekhyun lagi secara ga sengaja. Chanyeol juga baru tau kalau ternyata Baek kerja di Park Corp saat itu. Jadi, dengan otaknya yang berpikir cepat waktu itu, ia memutuskan untuk berbohong demi kebaikan. Lagipula Chanyeol kan ceritanya udah naksir Baek sejak dulu. Chanyeol takut kalau dia ngaku sebagai presdir, Baek ga akan mau nerima dia (Baek takut kalau dikira bisa masuk Park Corp bukan dengan usahanya).

...

Sehun kok ga jadi cast?

Lho, Sehun jadi cast kok. Dia jadi adeknya Chanyeol. Terus ada Hunhan juga kok walaupun Cuma cameo. Coba deh baca chapter2 awal.

...

See u next chap