VS – chapter 9

VS

Versus

.

Cerita sebelumnya...

"Pfiuhhh..." Baekhyun kembali merenggangkan tubuhnya untuk kesekian kali. Ini sudah hampir jam 9 malam dan dia masih bertahan di meja kerjanya. Thanks to Kai. Manajernya yang baik hati itu memberinya pekerjaan lagi.

Sebenarnya setumpuk pekerjaan dari Kyungsoo sudah selesai dikerjakannya. Namun karena ia menghabiskan jam istirahat siang melebihi ketentuan (karena menemani Tao), Kai menegurnya dan memberi pekerjaan tambahan sebagai hukuman.

"Duet sialan itu benar-benar menyusahkanku..." Baekhyun menggerak-gerakkan kepalanya yang mulai pegal.

'Dddrrrttttt...'

Ponselnya berbunyi. Baekhyun mengecek siapa yang meneleponnya.

"Chanyeol?" sahutnya pelan sambil takut-takut. Aduh, bisa gawat kalau Chanyeol tau jam segini dia masih di kantor. Padahal baru saja kemarin ia janji tidak akan pulang malam.

"Ye-yeoboseyo...," Baekhyun menjawab teleponnya dengan sedikit takut-takut.

"Baek, sudah makan?"

"U-umm... sebentar lagi."

"Eh? Belum makan? Ini sudah jam berapa?"

"Iya. Sebentar lagi." Kata Baekhyun sambil membereskan mejanya.

'BRUK!' Tak sengaja, ia menyenggol setumpuk map di mejanya. Dari seberang sana, Chanyeol mengernyit heran mendengar suara-suara aneh.

"Baek? Bunyi apa itu? Kau ada di mana sekarang?"

Baekhyun menggigit bibirnya. 'Aduh, Chanyeol bisa marah nih...' batinnya.

"Baek? Kau masih di kantor ya?"

.

Chapter 9

.

"Umm... itu..." Baekhyun menarik napas sebelum menjawab pertanyaan Chanyeol. "A-aku memang masih di kantor. Tapi ini sudah mau pulang kok. Sungguh. Aku sedang bersiap pulang."

Chanyeol terkejut mendengar Baekhyun masih di kantor. Ia melirik jam di ruangannya. Ini sudah malam dan tadi Baekhyun bilang ia belum makan.

"Chanyeol? Kau tidak marah kan?" Tanya Baekhyun pelan. "Maafkan aku. Tapi aku benar mau pulang kok. Sekarang juga aku pulang," lanjutnya lagi.

Chanyeol tersenyum mendengar kepanikan Baekhyun. Pasti kekasihnya mengira ia akan marah karena tau Baekhyun pulang malam lagi.

"Aku tidak marah, Baek. Aku hanya khawatir karena kau belum makan. Kebetulan aku juga baru mau pulang. Aku akan menjemputmu. Kita pulang bersama oke?"

.

"Jadi, jelaskan padaku kenapa kau baru pulang jam segini Byun Baekhyun," cecar Chanyeol ketika mereka menunggu bus.

Baekhyun menjawab sambil menunduk. "Mianhae, Yeoli. Tadi siang aku menghabiskan waktu terlalu lama dengan Tao. Jadi..."

"Tao?" Chanyeol mengernyit. "Nugu? Kau dengan namja lain?"

Baekhyun memunyungkan mulutnya melihat kecemburuan Chanyeol. "Aish! Tao adalah tunangan salah satu petinggi Wu Corp yang sedang ada di Korea. Karena tunangannya terlalu sibuk, Tao jadi dibiarkan seorang diri. Karena merasa kasihan, akhirnya aku mengajaknya jalan-jalan. Kasihan sekali karena dia tak bisa bahasa Korea, ditambah tunangannya yang sibuk, dia pasti kesepian. Penampilan Tao memang sedikit menyeramkan. Tapi sebenarnya dia cute dan punya banyak aegyo."

"Hmm Baek, tadi kau bilang namanya Tao ya?" Chanyeol seperti ingat sesuatu. Nama 'Tao' sepertinya familiar di kepalanya.

"Ne. Wae?"

"Ah tidak...," jawab Chanyeol. 'Tao? Ah, tunangannya Kris!' batin Chanyeol lega (lega karena Baekhyun-nya engga selingkuh).

.

.

Tao kembali merengut sambil menyeruput sodanya. Sekarang ini ia sudah berhasil makan bersama kekasihnya. Namun...

"Chanyeol, menurutku itu ide bagus!"

Hmmm... Tao hanya bisa memunyungkan mulutnya mendengar celotehan 2 namja tinggi di dekatnya ini. Yang satu adalah kekasihnya, dan yang satu lagi adalah presdir Park dari Park Corp.

"Kenapa di saat makan pun kalian membicarakan masalah bisnis?" sindir Tao dengan wajah tertekuk.

Chanyeol yang melihat gelagat kecewa dari Tao jadi merasa bersalah. "Uuuh, Tao, maafkan kami. Kami terlalu bersemangat menyambut peluncuran produk baru."

Kris buru-buru memberi kode kepada Tao supaya tidak bertindak kekanakan di depan presdir Park Corp. "Sudahlah Tao, jangan merengut begitu."

"Tapi bukankah gege bilang kalau persiapannya sudah selesai? Apa lagi yang kalian bicarakan?" Tao mengarahkan pandangan protes ke arah Kris.

Chanyeol jadi makin tak enak melihat kedua sejoli ini berpotensi ribut gara-gara urusan kerjaan. "Ah, itu benar. Persiapannya sudah selesai. Namun karena aku tidak mau muncul di publik, kami jadi terpikir untuk memilih spokesperson produk. Hmm semacam duta produk begitu."

"Kami berencana memilihnya dari karyawan Park Corp. Menurut kami, karyawan Park Corp pasti mengetahui seluk beluk produk dibandingkan jika spokesperson-nya adalah model atau artis," lanjut Kris. "Ah tadi pembicaraan kita sampai di mana Yeol?"

Kedua manusia tinggi itu kembali bicara mengenai rencana mereka. Ini membuat Tao kembali merengut.

"Kenapa tidak memilih aku saja?" potong Tao setengah protes.

Kris mengacak-acak rambut Tao. "Aish, kau ini tidak bisa bahasa inggris. Padahal, kami perlu orang yang bisa memperkenalkan produk ke seluruh dunia."

"Ugh..." Tao terus bersungut-sungut di sepanjang acara makan bersama.

.

.

"Wah, apa ini?"

"Pemilihan spokesperson produk terbaru Park-Wu Corp?"

"Aigoo! Mereka akan mengadakan audisi bagi para karyawan? Asiiik!"

"Jinja?"

"Bayarannya setara dengan bayaran kontrak artis terkenal!"

"Dan kita berpeluang jadi model iklan produk!"

"Aku harus daftar!"

"Aku jugaaa!"

Suara ribut-ribut menghiasi setiap papan pengumuman yang berada di penjuru Park Corp. Pasalnya pagi tadi baru saja ditempel mengenai rencana Park-Wu corp untuk merekrut spokesperson dari kalangan karyawan. Persyaratannya gampang-gampang susah. Selain berpenampilan menarik, kandidat harus bisa mempromosikan produk di kalangan internasional.

Spokesperson produk ini akan menggantikan presdir kedua perusahaan untuk tampil di media. Jadi, kandidat juga harus tau pasti mengenai seluk beluk produk, keunggulan produk, sekaligus kekurangannya.

Kyungsoo tersenyum percaya diri melihat pengumuman ini.

'Jika bukan aku, siapa lagi?' begitu pikirnya dalam hati.

Lain dengan Kyungsoo, Baekhyun hanya sekedar membaca tanpa minat mendaftar. Ia hanya penasaran dengan kerumunan orang-orang. Namun setelah membaca pengumumannya, ia sama sekali tak tertarik mendaftar.

"Baekhyun!" Baekhyun merasa ada yang menepuk pundaknya dengan keras.

"Astaga Tao! Kau mengagetkanku! Apa yang kau lakukan di sini?" tanya Baekhyun heran saat melihat Tao dengan wajah berseri berdiri di belakangnya.

"Ingin bertemu tunanganku!" jawab Tao. "Oya, apa itu?" lanjutnya sambil menunjuk kerumunan orang-orang.

Baekhyun pun menjelaskan keramaian mendadak itu kepada Tao. "Ah, ini pengumuman mengenai spokesperson produk baru perusahaan kami."

"Oh, produk ponsel pintar itu ya?"

Baekhyun mengangguk.

"Kau ikut kan?" lanjut Tao.

"Ikut apa?"

"Itu," jawab Tao sambil menunjuk lagi ke poster yang menjadi sumber keributan sedari tadi.

"Ah, aku tidak tertarik," jawab Baekhyun singkat.

Tao merengut gemas. "Kenapa? Kenapaaa?"

"Mereka mencari orang yang menarik, Tao. Itu artinya, orang yang tinggi dan tampan seperti model."

Tao tampak kecewa dengan jawaban Baekhyun. "No no no no! Kau harus ikut, Baekhyun! Pokoknya harus ikut! HARUS!"

"Kenapa kau jadi marah-marah begini?" Baekhyun memandang Tao dengan heran.

"Tadaaaa!" Tao mengeluarkan sesuatu dari tasnya. Rupanya itu adalah..

"Apa ini?"

"Formulir pendaftarannya. Pokoknya kau harus ikut Baekhyun! Kalau kau tidak mau mengisi, aku yang akan mengisinya!"

Baekhyun heran dengan Tao. Bukannya Tao tadi seperti tak tau mengenai spokesperson produk Park-Wu corp? Kenapa sekarang dia justru sudah dapat formulir pendaftarannya?

"Yak, TAO! Darimana kau bisa mendapatkannya?! Yak, TAO, tunggu aku!" Baekhyun mengejar Tao yang sudah berlari entah ke mana.

.

.

Gara-gara Tao yang memasukkan namanya, Baekhyun terpaksa mengikuti proses pemilihan spokesperson produk baru perusahaannya. Seleksi tahap awal cukup mudah baginya. Hanya mengenai kemampuan mengenai ponsel baru yang akan diluncurkan sekaligus kemampuan bicara.

Beberapa hari kemudian saat hasilnya diumumkan, Baekhyun pun dinyatakan lolos ke tahap selanjutnya. Kyungsoo yang melihat pengumuman bersamaan dengan Baekhyun menyunggingkan senyum tidak suka.

"Dasar penggoda! Kau hanya bisa menggoda presdir. Dasar menjijikkan...," celoteh Kyungsoo dengan lidah tajamnya itu.

Baekhyun malas menanggapi Kyungsoo. Toh ia juga tak mengerti mengenai maksud Kyungsoo bahwa dirinya menggoda presdir. 'Bertemu presdir saja belum pernah. Pasti si mata besar ini sedang omong besar lagi,' batinnya.

"Sebelum mengataiku, seharusnya kau bercermin siapa dirimu itu Kyungsoo," balas Baekhyun singkat dan buru-buru kabur sebelum Kyungsoo menjambak-jambak dirinya.

.

.

Hari ini adalah hari kelima Chanyeol tidak menjemput Baekhyun. Sepertinya ia sedang sibuk berat. Namun hal ini bukan masalah buat Baekhyun. Ini mendekati akhir bulan. Pasti Chanyeol sibuk mengurus laporan akhir bulan, pikirnya.

Sewaktu melewati lobi ketika mau pulang, tak diduga Baekhyun bertemu Tao lagi. Dan seperti biasa, Tao terlihat sebal. Pasti deh kekasihnya sedang sibuk lagi.

"Tao?" panggil Baekhyun pelan.

Tao menoleh dan langsung memeluk Baekhyun. "Baeeeeeekkk... Huuu...huuu... gege bohong lagi. Padahal gege sudah janji mau mengajak keliling Seoul. Tapi ternyata dia meeting lagi dengan presdir Park. Huuu... huuuu..." Seperti biasa, Tao mulai menunjukkan tanda-tanda mau menangis.

"Errr..." Baekhyun ikut bingung apalagi ketika Tao mengeratkan pelukannya. Aish, eotokke?

"Hmmm, Tao... Kau ingin keliling Seoul? Bagaimana kalau kita ke Namsan tower?"

Begitu mendengar Namsan tower, Tao balik bersemangat lagi. "Namsan tower? Ayo! Ayo!"

Tao pun kembali ceria. Baekhyun tersenyum melihat anak ini. Tao sangat cute. Dan ia senang sekali saat diajak naik cable car menuju Namsan tower.

"Whoaaaa... kapan-kapan gege harus ke sini! Pemandangan di sini luar biasa. Kita bisa lihat kota dari ataaaas!"

Baekhyun tersenyum melihat Tao yang bersemangat. Syukurlah kalau Tao senang.

"Ehem..." Tao berdehem. "Sayangnya, yang ke sini kebanyakan couple ya," ujarnya sedih saat melihat gantungan gembok couple yang jadi ciri khas di Namsan tower. "Ngomong-ngomong, apa kau punya pacar, Baekhyun?"

"Um!" Baekhyun mengangguk. "Pacarku kerja di toko elektronik tak jauh dari Park Corp. Tapi akhir-akhir ini ia juga sibuk. Padahal biasanya dia selalu menjemputku dan kita pun pulang bersama."

"Hmmm... gege juga makin sibuk saja. Hampir setiap hari selalu meeting. Bahkan weekend juga meeting bersama presdir Park. Kau tau, awalnya aku curiga gege selingkuh dengan presdir Park yang masih muda dan tampan. Tapi syukurlah katanya presdir Park sudah punya kekasih," jelas Tao panjang lebar. Baekhyun hanya mengangguk saja.

"Sudahlah, daripada kita memikirkan kekasih kita, kita lanjut jalan lagi saja! Baekhyun, kau tau sungai Han kan? Apa bisa kita ke sana?"

.

.

Beberapa hari kemudian, seleksi lanjut untuk pemilihan spokesperson dilanjutkan. Tahap selanjutnya adalah pemotretan, karena kandidat yang dicari itu tidak hanya pintar, tapi juga harus menarik.

Baekhyun menunggu giliran di ruang pemotretan dengan gugup. Seumur-umur, baru kali ini dirinya difoto seperti model. Baekhyun meremas-remas telapak tangannya yang sudah basah karena gugup. Tak disangka, ternyata Kyungsoo melihatnya.

Namja bermata besar ini langsung menghampiri Baekhyun dengan tampang bencinya, seperti biasa.

"Oh lihatlah, kau seperti gugup sekali."

"Diam kau Kyung. Aku memang sedang gugup."

"Jinja? Padahal kurasa namja penggoda sepertimu tidak akan susah untuk berpose-pose menggoda."

Baekhyun lagi-lagi malas meladeni Kyungsoo. "Bukankah sudah kukatan, seharusnya kau bercermin dulu siapa dirimu. Cih, jelas-jelas kau ini yang seorang penggoda."

"MWO?" Kyungsoo melotot. "Kau berani mengataiku?!"

"Kau duluan yang memulainya."

"KAU!" Kyungsoo mulai menudingkan telunjuknya ke muka Baekhyun. Benih-benih pertengkaran sudah ditaburkan. Untung saja saat itu juga nama Baekhyun dipanggil untuk melakukan pemotretan.

.

.

Hari ini Chanyeol mengajak Kris untuk berkeliling melihat persiapan peluncuran produk baru. Selama ini mereka hanya mendapat informasi dari presentasi-presentasi saja. Namun belum melihat persiapannya secara langsung. Kebetulan karena hari ini tidak ada meeting, Chanyeol dan Kris menyempatkan diri melihat persiapan secara langsung sekaligus berinteraksi dengan orang-orang yang bekerja di balik semua ini.

Di pagi hari mereka melihat-lihat pabrik dan mengecek langsung prototipe produk yang akan diluncurkan. Lalu saat menjelang sore, mereka kembali ke gedung Park Corp dan berkeliling ke beberapa departemen. Tak jarang mereka berdua memuji hasil kerja karyawan karena telah bekerja keras. Sejauh ini Chanyeol dan Kris tampak puas dengan persiapan yang telah dilakukan. Para karyawan pun semakin bersemangat karena dipuji oleh 2 namja tampan nan menawan.

Saat teringat dengan spokesperson produk yang sampai sekarang masih belum terpilih, Kris menyuruh Chanyeol untuk mampir ke bagian yang mengurusi hal ini. Chanyeol hanya menurut saja. Ia mengantarkan Kris ke departemen yang mengurusi event ini.

Ruangan ini tampak penuh dengan kertas dan foto-foto. Poster produk baru juga tertempel di mana-mana. Ini adalah ruangan departemen promosi yang dipakai juga oleh bagian kreatif. Pantas saja berantakan sekali.

"Ah, presdir Park, tuan Wu, apa yang bisa kubantu?" tanya yeoja separuh baya menyambut Chanyeol dan Kris dengan nada bersemangat.

"Tuan Wu ingin bertanya-tanya sedikit. Silakan mengobrol." Chanyeol mempersilakan Kris dan ahjumma itu untuk bercakap-cakap, sedangkan ia sendiri memilih berkeliling ruangan, menyapa dan mengobrol sedikit dengan karyawannya.

"Eh? Ini?" Kaki Chanyeol terhenti saat matanya menangkap sesuatu yang tergeletak di salah satu meja besar. Jantungnya berdegup kencang. Sesuatu yang dilihatnya itu... bagaikan magnet yang menarik Chanyeol untuk mendekat.

"Ini..." lirih Chanyeol dengan mata berbinar. Karyawan yang melihat kebingungan Chanyeol buru-buru mendekat dan menjelaskan apa yang sedang dilihat Chanyeol itu.

"Predir Park, ini adalah foto kandidat yang sedang kami seleksi untuk tahap selanjutnya." Karyawan itu terus menjelaskan dengan detail mengenai foto-foto yang berjejer di meja. Namun sepertinya presdir tampan kita tidak mendengarkan penjelasan itu. Ia justru asik tersenyum sendiri dengan mata tertuju pada deretan foto seorang namja cantik yang tak lain tak bukan adalah...

Kekasihnya sendiri tentu saja.

'Baekhyunku yang manis...' Chanyeol seakan terpana melihat foto sang kekasih dengan berbagai pose mulai dari pose serius, ceria, tertawa, sampai pose ehem... seksi. Baekhyun terlihat sangat adorable sekali dengan kemeja pas di badan dan celana selutut yang menjadi kostum pemotretannya.

Jantung Chanyeol berdetak kencang. Mendadak saja ia jadi kangeeeeeeen sekali dengan Baekhyun. Melihat fotonya saja sudah membuatnya ingin segera memeluk sang kekasih. Oh-oh-oh sudah berapa hari ia tidak bertemu Baekhyun ya? Beberapa hari seperti bertahun-tahun.

"Umm, maaf, bisakah aku meminta file foto-foto ini?" tanya Chanyeol sedikit malu-malu.

"Tentu saja, presdir Park. Kami akan mengirimkannya ke email Anda." Untung saja karyawan itu tidak menangkap ekspresi malu-malu Chanyeol.

"Bagus. Tolong kirimkan secepatnya."

.

.

Chanyeol tak bisa lagi berkonsentrasi setelah acara berkelilingnya. Bayangan Baekhyun-nya selalu terngiang di otak. Untung saja ketika ia mengecek emailnya, file yang diinginkannya sudah masuk. Sisa hari ini pun dihabiskan Chanyeol dengan menatap foto-foto Baekhyun yang diambil pada saat pemotretan. Tak tanggung-tanggung, Chanyeol sampai mengganti background komputernya dengan salah satu foto Baekhyun.

"Uuuuh, manisnya..."

"Memang tak ada yang bisa menandingi kecantikanmu, Baekkie."

Chanyeol menatap layar komputernya sambil terpana.

"Aku ingin sekali bertemu dengannya."

Chanyeol melihat jam tangannya.

"Sebentar lagi jam pulang! Yes..."

Chanyeol buru-buru mengirimkan pesan untuk Baekhyun.

'Hari ini aku akan menjemputmu. Aku menunggumu di tempat biasa. 3'

Sayangnya tepat setelah ia mengirimkan pesan, Chanyeol ingat bahwa ia sudah janji dengan Kris akan meeting. Ugh, akhir-akhir ini kan hari-harinya tidak pernah free dari meeting. Dengan berat hati, Chanyeol pun menelepon Kris, berharap Kris tidak marah jika ia membatalkan meetingnya.

"Kris, ummm maaf. Bisakah meeting kita berdua malam nanti kita ganti besok?"

"Kenapa Chanyeol?"

"Ummm... itu... Aku hanya ingin bertemu kekasihku. Aku sudah kangen sekali dengannya," jawab Chanyeol malu-malu.

"Hahahaha." Tawa Kris meledak. "Kau benar-benar romantis Yeol! Tidak masalah. Tidak masalah. Itu kan meeting antara kita berdua. Kita ganti kapan saja tidak masalah. Kebetulan Tao juga ngambek terus akhir-akhir ini. Dia sangat menyusahkan. Tapi entah kenapa, aku tetap saja sayang padanya. Hahahahahaha."

Chanyeol melenguh lega. Untung Kris tidak marah. "Thank you Kris. Salam untuk Tao! Aku harus buru-buru menjemput Baekhyun."

.

.

"Jadi, kenapa kau membawaku ke sini? Ada apa lagi sekarang?" Baekhyun heran saat Chanyeol tidak mengantarnya pulang tapi justru membawanya ke tepi sungai Han. Sebelum ke sini, Chanyeol juga menraktirnya di cafe langganannya. Ini sungguh tidak biasa. Lebih tidak biasa lagi karena hampir setiap detik Chanyeol menatap Baekhyun. Bahkan ketika berjalan pun, wajah namja tinggi ini akan menoleh ke arah Baekhyun.

"Aku ingin mengajakmu kencan. Katanya, tepi sungai Han sangat bagus saat malam. Banyak lampu menyala indah," jawab Chanyeol sambil terus tersenyum memandang Baekhyun.

"Kencan?"

Chanyeol mengangguk dan berbisik di telinga Baekhyun. "Kau tidak keberatan kan?"

Baekhyun tersipu saat mendengar bisikan Chanyeol. Ia hanya merespon dengan melingkarkan tangannya di lengan Chanyeol sekaligus menyenderkan kepalanya di tubuh Chanyeol.

Chanyeol membawa Baekhyun duduk di pinggir sungai. Udara malam ini sangat bagus. Angin berhembus sepoi sehingga udaranya tidak terlalu panas tapi juga tidak terlalu dingin.

Chanyeol masih terus menatap Baekhyun yang sedang memandangi keindahan lampu-lampu. Cahaya remang dari lampu dan bulan menerangi wajah cantik kekasihnya itu, membuat Baekhyun tampak seperti malaikat disinari cahaya.

Manis, cantik, dan membuat Chanyeol semakin tergila-gila.

'Grep' tangan besar Chanyeol memeluk tubuh sang kekasih untuk mendekat ke arahnya. Baekhyun pun duduk mendekat dan kembali menyenderkan kepalanya di pundak Chanyeol. Angin sepoi menerbangkan rambut halusnya sekaligus menyebarkan aroma wangi shampo yang dipakainya.

Chanyeol benar-benar terpesona. Ia mengelus kepala Baekhyun yang menyandar di pundaknya. Detik demi detik membuat jantung Chanyeol semakin berdebar. Entahlah ia tak tau kenapa saat ini ada sesuatu dari dalam dirinya yang bergejolak. Sesuatu yang mendorongnya untuk mendekap, mencium, dan menerkam Baek...

'Oh tidak! Ada apa denganku?'

"Yeoli?" panggil Baekhyun dengan sangat cute. Oh tidaaaak. Sekuat tenaga Chanyeol berusaha menahan dirinya untuk tidak berbuat macam-macam.

'Ah mungkin ini karena sudah beberapa hari ini aku sibuk dan tidak bertemu dengan Baekhyun,' pikir Chanyeol.

'Tapi jika sekedar menciumnya, Baekhyun mungkin tidak akan marah kan?' lanjutnya lagi dalam hati.

Dengan mata yang terus tertuju pada sang kekasih, perlahan Chanyeol makin mendekatkan dirinya ke arah Baekhyun.

'Cup' Mendadak Baekhyun merasa ada sesuatu yang basah menempel di pipinya. Ia menengok dan melihat sang pelaku yang sedang nyengir malu-malu.

"Yeoli! Kau membuatku kaget. Bisakah lain kali kau bilang dulu jika mau menciumku?" tanya Baekhyun dengan wajah bersemu.

"Begitu?" mata Chanyeol masih tak lepas dari namja di sampingnya yang semakin terlihat makin manis saja.

'Sepertinya Baekhyun tidak marah.'

'Dan jika di tempat sepi ini aku dan Baekhyun sedikit ber-lovey dovey, Baekhyun juga tidak akan marah kan?' lanjut Chanyeol lagi di pikirannya.

.

TBC

.

Ok, dipotong dulu benih-benih adegan HOT Baekyeol-nya. Adegan HOT Baekyeol akan dilanjut chap depan.

.

Sekedar curhat.

Sebagai penyuka Kpop idol, Pinku engga tau apa sih yang sebenernya terjadi di SM ent?

Taun ini bener-bener parah.

Mulai dari tiga member SNSD ketauan nge-date, Kris keluar dari EXO, BaekYeon ketauan nge-date, Sulli cuti n ketauan nge-date (n digosipin hamil pula! OMG), Jessica keluar dari SNSD, sekarang Luhan keluar dari EXO. Ditambah lagi gosip beredar bilang kalau Lay n Tao juga dikabarin bakal keluar dari EXO.

Aigoo...

Ngebuat saya ga semangat nulis. (Mianhae kalau chap ini kurang seru).

Mungkin saya bakal hepi kalau Siwon bener-bener ngebeli saham SM. Hahahaha. (Ikut ngayal bareng berjuta-juta pecinta idol2 SM ent).

.

Ups ketinggalan. Buat yang tanya kenapa Chanyeol belum marahin Kaisoo? Jawabannya karena dia super sibuk sama peluncuran produknya. Ketemu Baek aja jarang, apalagi urusin KaiSoo.