VS – chapter 10

VS

Versus

.

Cerita sebelumnya...

"Yeoli! Kau membuatku kaget. Bisakah lain kali kau bilang dulu jika mau menciumku?" tanya Baekhyun dengan wajah bersemu.

"Begitu?" mata Chanyeol masih tak lepas dari namja di sampingnya yang semakin terlihat makin manis saja.

'Sepertinya Baekhyun tidak marah.'

'Dan jika di tempat sepi ini aku dan Baekhyun sedikit ber-lovey dovey, Baekhyun juga tidak akan marah kan?' lanjut Chanyeol lagi di pikirannya.

.

Chapter 10

.

"Baek..." Chanyeol meraih pinggang Baekhyun dan memeluknya. Oh oh sebenarnya ia gugup sekali gara-gara pikiran lovey dovey nya saat ini. Namun Chanyeol berusaha menutupi gugupnya dengan senyuman.

"Hmmm?" tanya Baekhyun.

"Saranghae," ucap Chanyeol yang langsung diikuti rona merah di wajah Baekhyun.

"Nado saranghae," timpal Baekhyun dengan nada malu-malu. Baekhyun menundukkan kepalanya sambil memainkan ujung kemejanya karena masih malu jika memandang Chanyeol. Kenapa Chanyeol mendadak mengatakan hal romantis seperti ini? Dan kenapa Chanyeol terlihat sangat keren?

Sedangkan Chanyeol yang mendengar jawaban Baekhyun semakin berbunga-bunga. Hidupnya seperti sudah lengkap hanya dengan Baekhyun membalas cintanya.

Chanyeol meraih wajah Baekhyun yang menunduk agar kini kekasih cantiknya itu memandangnya. Baekhyun masih menyisakan semburat merah di wajahnya, membuatnya semakin manis menurut Chanyeol.

"Chanyeol...," panggil Baekhyun pelan saat merasakan Chanyeol mendekatkan wajahnya ke arahnya.

Chanyeol terus mendekatkan wajahnya ke wajah Baekhyun. Dekat dan semakin dekat hingga hidung mereka bergesekkan. Sedetik kemudian akhirnya bibir mereka bertemu.

Lagi, perasaan senang, hangat, dan nyaman menyelimuti hati keduanya. Ciuman ini bagaikan slow motion. Awalnya hanya Chanyeol yang melumat bibir Baekhyun dengan pelan dan lembut. Namun beberapa saat kemudian, Chanyeol merasakan bibir Baekhyun bergerak juga mengikuti gerakannya.

Saat Chanyeol merasa bahwa Baekhyun benar-benar membalas ciumannya, Chanyeol pun mengeratkan pelukannya, membawa tubuh keduanya semakin dekat hingga bisa merasakan hangat yang keluar dari tubuh masing-masing.

Sesekali keduanya melepaskan tautannya untuk mengambil oksigen, sebelum akhirnya melanjutkan lagi ciuman penuh sayang itu.

"Baekhyunee..." Chanyeol memanggil nama kekasihnya dengan sedikit mendesah. Jujur, saat ini ia ingin sekali melakukan hal-hal mesum dengan sang kekasih. Apalgi didukung Baekhyun yang terlihat pasrah (Wkwkwkwkk).

"Baek..." Chanyeol menurunkan ciumannya ke leher sang kekasih. Tangannya mengelus pundak Baekhyun. Saat tak ada tanda-tanda penolakan dari Baekhyun, Chanyeol membuka kancing teratas kemeja Baekhyun dan membenamkan wajahnya di ceruk leher sang kekasih.

Perlahan, Chanyeol juga membuat Baekhyun berbaring di atas rerumputan sedangkan dirinya berada di atas Baekhyun, memerangkapnya.

"Chan... yeol..." Baekhyun mendesah tertahan saat merasakan gigitan kecil dari Chanyeol di ceruk lehernya. Selesai membuat satu kissmark, dilanjutkan dengan kissmark yang lain. Namun tak ada tanda-tanda penolakan dari Baekhyun, membuat Chanyeol terus melanjutkan petualangannya.

Oh, sebenarnya ini bukan yang pertama kali Chanyeol melihat tubuh Baekhyun. Sewaktu kuliah dulu, mereka sudah pernah ganti baju sama-sama. Dan jangan lupakan sewaktu Baek sakit kemarin, ia juga menggantikan bajunya.

Tak bisa bohong, setiap kali Chanyeol melihat tubuh polos Baekhyun, ingin sekali ia menyentuhnya. Namun ia sadar bahwa hubungan keduanya dulu hanya teman. Yah, tapi paling tidak, Chanyeol terus berharap suatu saat keinginannya itu bisa jadi kenyataan.

"Yeol..." desahan Baekhyun kembali terdengar saat merasakan lidah Chanyeol bermain-main di dadanya. Semua kancing kemejanya sudah terlepas. Secara tidak langsung ia topless. Tangan Chanyeol benar-benar lincah.

Chanyeol yang justru senang mendengar desahan-desahan sang kekasih tentu saja terus menikmati kegiatannya. Demi apapun itu, ia benar-benar menantikan saat ini, saat di mana ia bisa menyentuh Baekhyun.

Jengkal demi jengkal, oh bukan, senti demi senti tubuh Baekhyun, seakan tak ada bagian yang terlewati oleh Chanyeol. Ia meninggalkan beberapa kissmark di tubuh topless sang kekasih.

Saat penjelajahannya semakin ke bawah, tak sengaja tangannya menyentuh bagian privat sang kekasih.

"Chanyeol!" panggil Baekhyun setengah berteriak. Ia mendorong pelan tubuh besar Chanyeol. Chanyeol segera tersadar dengan apa yang telah diperbuatnya. Oh gosh, akal sehatnya benar-benar hampir hilang. Baekhyun nya benar-benar membuatnya melayang.

"B-Baek, m-maafkan aku. A-aku tidak bermaksud..." belum selesai bicara, Baekhyun sudah memotongnya.

"Tidak apa. Ini juga salahku," ucap Baekhyun masih dengan nada malu-malu. Ia bisa merasakan jika Chanyeol tidak bermaksud buruk padanya. Oleh karena itu ia tidak marah.

Chanyeol membantu Baekhyun duduk dan juga membantunya mengancingkan kembali kemejanya.

"Aku mencintaimu Baekhyun. Sangat," ucap Chanyeol sambil kembali mendekap Baekhyun dalam pelukannya.

.

.

Sementara itu di waktu yang sama, sepasang namja juga tengah saling memeluk, berciuman, dan bahkan melakukan hal-hal yang jauuuuh lebih panas.

"Kyungie... Ouhh..." bunyi desahan bergema di ruangan Kai. Ia tengah berada di atas tubuh namja mungil yang melingkarkan tangannya di leher Kai.

"Kaiiiii... kau sayang padaku kan?" tanya Kyungsoo dengan manja.

"Tentu saja, sayang. Kenapa kau bertanya hal itu?"

"Kalau sayang, kau janji akan selalu membantuku kan?"

"Aku selalu siap membantumu, Kyung. Apa lagi yang kau inginkan hmm?" Tanya Kai sambil menciumi lagi bibir menggoda Kyungsoo.

Kyungsoo mendorong pelan tubuh Kai agar ia bisa bicara.

"Kai..Hmmm... Bisakah kau membantuku agar aku bisa terpilih menjadi spokesperson produk baru Park Corp?" tanya Kyungsoo pada akhirnya.

"Apakah kau tidak percaya diri? Bukankah tak ada yang lebih hebat dan lebih menarik lagi lagi daripada Do Kyungsoo?" goda Kai sambil menoel ujung hidung Kyungsoo.

"Kai..." Kyungsoo memunyungkan bibirnya. Saat ini ia benar-benar serius. Ia sangat terancam dengan adanya Baekhyun sebagai saingannya. Apalagi Kyungsoo berpikir negatif kalau Baekhyun akan didukung Chanyeol. Ia sudah merencanakan sesuatu jika yang terpilih benar-benar Baekhyun.

Tapi...

Bukankah ada pepatah mencegah itu lebih baik daripada mengobati? (Hahahaha). Lebih baik jika ia tak repot-repot turun tangan kan? Itu artinya, akan lebih baik jika dari awal ia sudah berhasil menjegal semua lawannya, termasuk Baekhyun.

Semua akan sempurna jika dari awal sudah di-set supaya Kyungsoo yang menang.

"Kai, aku serius."

"Aku juga serius sayang. Siapa lagi yang lebih hebat darimu hmmm?" Kai meraih tubuh Kyungsoo dan memeluknya.

"Pokoknya kau harus memabantuku Kai! Aku harus menang dan terpilih!" Kyungsoo kembali mendorong pelan tubuh Kai.

Tapi Kai kembali memeluk Kyungsoo yang tampak kesal. "Sssttt... jangan khawatir. Aku pasti membantumu. Jangan khawatir." Kai tersenyum manis.

Kyungsoo jadi kesal karena ia mengira Kai tidak serius akan membantunya. "Kau tidak tau apa yang terjadi, Kai! Chanyeol akan berbuat yang tidak adil karena orang yang disukainya jadi kandidat juga." Kyungsoo berusaha menjelaskan apa yang ditakutkannya.

"Jangan khawatir Kyungie. Wu Corp juga akan ikut jadi juri. Mereka akan ikut memilih tanpa bisa dipengaruhi Chanyeol." Kai mencium kilat bibir Kyungsoo. "Ngomong-ngomong, memangnya siapa orang yang disukai Chanyeol itu? Apa aku kenal dia?"

Kyungsoo kesal dengan jawaban Kai. Kali ini ia mendorong tubuh berkulit gelap itu cukup keras. Kyungsoo memunguti pakaian dan dalamannya yang tercecer di lantai dengan wajah kusut.

"Kau tidak perlu tau. Pokoknya kau hanya perlu membantuku. Kalau aku tidak terpilih, kau tak boleh menyentuhku lagi. Arasseo?"

Kai kecewa mendengarnya. Ia buru-buru memeluk Kyungsoo dengan erat, mencegah namja itu pergi. "Jangan meninggalkanku Kyung. Aku janji akan membantumu. Aku janji. Aku janji."

.

.

Kyungsoo menggeram marah saat membaca papan pengumuman hari ini. Ia mengepalkan tangannya, darahnya serasa sudah di ubun-ubun.

"Sialan!" umpatnya sebal sambil berjalan menuju ruangannya dengan wajah marah. Dan ketika ia sampai di ruangannya, ia tak serta merta menuju ruang kerjanya yang bersebelahan dengan ruangan Kai. Kyungsoo justru duduk di meja Baekhyun.

"Hai bitch," sapa Kyungsoo saat Baekhyun datang tak lama kemudian. Baekhyun sendiri kaget menemukan Kyungsoo duduk di kursi kerjanya.

"Apa maksudmu Kyungsoo-ssi?" balas Baekhyun dengan nada tersinggung dikatai seperti itu.

"Apa suaraku kurang jelas? Kau itu namja murahan yang kerjanya cuma bisa menggoda orang saja," umpat Kyungsoo. "Cuih, chukkae ya karena kau berhasil terpilih. Itu membuktikan kalau kau semakin murahan!" Suara Kyungsoo yang keras membuat seisi ruangan menengpk ke arah mereka berdua.

"DO KYUNGSOO! Jangan asal bicara ya! Lebih baik kau terima saja kekalahanmu daripada mengatai orang yang tidak-tidak!" Baekhyun menaikan volume suaranya. Masa bodoh kalau orang-orang di ruangan ini mendengarnya. Ini lebih baik daripada dipermalukan dan dikata-katai oleh Kyungsoo. Si mata besar ini benar-benar sudah keterlaluan.

"Ck...ck...ck...si sluty ini tidak mau mengaku rupanya," ejek Kyungsoo. "Baik, siapa takut? Aku tau siapa kau yang sebenarnya. Dasar manusia rendah!"

Emosi Baekhyun ikut tersulut dengan ejekan Kyungsoo yang sudah keterlaluan. Apalagi saat ini semua mata di ruangan dipastikan melihat ke arah mereka berdua. "Berhenti mengataiku! Apa kau tidak bercermin? Harusnya kau tau kalau yang rendahan dengan menggoda Kai itu dirimu sendiri, Kyungsoo!"

Kyungsoo ikut terbakar emosi dikatai demikian. Enak saja si Baekhyun ini mengatainya. Tapi, ehem, sebenarnya memang benar sih dia yang menggoda Kai. Eits, kenapa malah membahas ini?

"Cih, siapa dirimu berani mengataiku?" Kyungsoo menaikkan lengan bajunya dan sedetik kemudian, ia sudah menerjang Baekhyun.

"YAK! DO Kyungsoo! Apa yang kau lakukan?! YAK! YAK!" Baekhyun berteriak saat Kyungsoo menerjang tubuhnya dan menamparnya, membuatnya terhuyung jatuh ke lantai. Tidak berhenti di situ, Kyungsoo juga menarik-narik kerah kemeja Baekhyun dengan keras sampai-sampai kancingnya terlepas dan memperlihatkan...

"Ckk...ck... bagus sekali. Tak usah bersusah payah ternyata aku sudah menemukan buktinya," sahut Kyungsoo dengan senyum puas saat melihat leher Baekhyun yang mempunyai beberapa kissmark.

Ini benar-benar tidak ia duga.

Tapi ini benar-benar bukti yang sempurna.

Baekhyun buru-buru menutupi lehernya. Ia malu karena ketahuan. Pas sekali sih timing si Kyungsoo ini? Padahal Chanyeol kan baru sekali ini membuat kissmark di tubuhnya. Lagipula Chanyeol itu kan pacarnya. Baekhyun tidak menggoda siapapun. Ia dan Chanyeol saling mencintai.

"Nah, yorobun! Lihatlah semuanya!" Kyungsoo berteriak sehingga semua orang di ruangan ini kini fokus mendengarnya. "Kini kalian percaya kan kalau Byun Baekhyun menggoda presdir demi terpilih jadi spokesperson produk?"

Suara bisik-bisik langsung terdengar. Hampir semuanya percaya pada omongan Kyungsoo gara-gara melihat kissmark di leher Baekhyun.

"Jangan macam-macam Kyung! Aku bahkan belum pernah bertemu presdir!" elak Baekhyun.

"Alasan saja!" Kyungsoo mencibir. "Kau kenal Park Chanyeol kan?"

"Chanyeol? Wae?" tanya Baekhyun.

"Kalau kau kenal Chanyeol, berarti kau kenal presdir."

Baekhyun sedikit bingung mencerna omongan Kyungsoo. Ia tak bisa berpikir cepat. Saat ini dirinya seakan-akan terpojok. Ketauan punya kissmark saja sebenarnya membuatnya malu. Pasti semua orang mengira dia sudah berbuat macam-macam dengan pacarnya. Oh dengarlah suara bisik-bisik yang mengatainya.

"Ne, ne! Park Chanyeol namja malang yang berhasil kau goda itu," Kyungsoo melanjutkan omongannya. "Chanyeol adalah presdir Park Corp. Kau pura-pura tidak tau ya? Kau pikir kami semua bisa kau bohongi dengan tampang innocent mu itu?"

Baekhyun membelalakan matanya tak percaya.

"Begitu berita ini menyebar, semua oramg akan tau siapa kau sebenarnya Baekhyun-ssi. Dasar penggoda! Enyah saja dari bumi! Kalau aku jadi kau, aku pasti akan langsung mengubur diriku supaya orang-orang tidak bisa melihatku," ejek Kyungsoo sambil berlalu. Namun sayangnya, suara bisik-bisik mengejek Baekhyun tetap tak hilang dan justru bertambah ramai.

'Ya ampun ternyata Baekhyun menggoda presdir sampai menyerahkan tubuhnya segala. Ck ck ck'

'Jangan-jangan ia juga merayu presdir Siwon supaya dulu ia diterima di Park Corp.'

'Benar-benar ga tau malu ya si Baekhyun itu?'

Baekhyun yang tak kuat lagi dengan bisikan-bisikan yang berisi fitnah itu. Akhirnya ia pun berlari keluar.

Baekhyun mengeluarkan ponselnya bermaksud menelepon Chanyeol. Sayangnya, Chanyeol saat ini sibuk sehingga tidak bisa mengangkat telepon. Dengan ragu sekaligus penasaran, Baekhyun langsung memutuskan untuk naik ke lantai teratas, tempat presdir berada.

Namun Baekhyun harus menelan kekecewaan saat sekretaris presdir bilang bahwa presdir hari ini bakal rapat seharian.

Satu jam, dua jam, tiga jam, Baekhyun menunggu dengan otak kacau.

Baekhyun menggeram marah saat mengetahui bahwa gosip tentang dirinya sepertinya sudah menyebar ke seluruh penjuru Park Corp.

Ia bisa mendengar sekretaris presdir bicara berbisik di telepon tentang dirinya...

'Ah, Baekhyun-ssi? Oh, pantas saja saat ini dia sedang menunggu presdir. Sudah 3 jam ia masih menunggu. Pasti dia punya rencana busuk lagi buat presdir. Mungkin ia akan memohon-mohon supaya tidak dipecat. Oh presdir Park yang malang...'

Bahkan Baekhyun bisa mendengar celotehan para cleaning service yang bicara berbisik sambil menunjuk-nunjuk dirinya.

'Oh, itu toh yang namanya Baekhyun. Biasa saja ah tampangnya. Dia pasti mengandalkan segala cara agar presdir tertarik padanya sehingga presdir bisa jatuh ke jebakannya.'

'Lihatlah, dia pasti sengaja menunggu presdir untuk mengadu dan minta perlindungan.'

Aaaaargggh! Baekhyun sudah tidak tahan lagi. Ia tak ingin mendengar semua omong kosong ini. Kepalanya sakit. Hatinya sakit. Ia ingin pulang saja. Ia berdiri dan berjalan menuju lift sambil menahan tangis.

Tak diduga, saat sedang menunggu lift, pintu ruang rapat terbuka. Baekhyun mendengar suara sekretaris presdir berteriak "Presdir Park!" Sontak Baekhyun langsung menoleh ke arah sumber suara.

'Deg!' Jantung Baekhyun berdetak keras dan matanya membesar saat melihat sosok tinggi yang tak asing lagi menjawab panggilan sekretaris presdir. Kebetulan sekali sekretaris presdir menunjuk ke arah dirinya sehingga Chanyeol menoleh juga ke arah Baekhyun.

Mereka pun berpandangan...

"Chan...yeol?" lirih Baekhyun tak percaya.

.

TBC

.

Hi readers,

Adegan hot baekyeol nya cuma segitu aja ya. Hohoho. Maklum lah, Baekyeol kan engga senekat Kaisoo.

Buat yang tanya terus kapan Baek tau kalau Yeol itu presdir, nah di chap ini rahasia Chanyeol udah terungkap. Cuma ya tinggal tunggu aja Baek marah engga tau kalau selama ini Chanyeol bohong?