VS – chapter 12

VS

Versus

.

Cerita sebelumnya...

'Baiklah karena kau tak mau menuruti perintahku, selanjutnya akan kubuat kau patuh padaku presdir Park.' Kyungsoo tersenyum licik. Ia berjalan mendekati Chanyeol yang sudah tak sadarkan diri di atas kasur. Sambil tersenyum penuh arti ia membuka kemejanya dan kemeja Chanyeol. Kemudian ia meletakkan ponselnya di atas meja, mengatur sedemikian rupa sehingga mereka berdua tertangkap lensa kamera...

.

.

12

.

Kris sangat prihatin dengan kondisi Chanyeol. Bagaimana bisa Chanyeol jadi begini di saat acara peluncuran produk mereka tinggal sebentar lagi?

"Baeeeek..."

Kris menggelengkan kepalanya mendengar Chanyeol mengigau lagi di tidurnya. Kris bukan orang bodoh. Ia bisa menebak apa yang dialami Chanyeol. Chanyeol sudah pernah bercerita tentang Baekhyun kepadanya. Kris juga mendengar sendiri desas-desus tak enak di Park Corp tentang Baekhyun.

"Chanyeol, bangunlah. Makan dulu." Kris yang menengok Chanyeol ke rumahnya hanya bisa pasrah melihat ketidakberdayaan presdir muda Park ini.

"Baekhyun membenciku..." desah Chanyeol. "Oooh, Baekhyuuuun..."

"Sssshh, bagaimana ini?" Pikir Kris bingung.

'Drrtt...ddrrrt...' Di sela-sela kebingungannya, ponselnya berbunyi. Kris tersenyum saat melihat nama Tao terpampang di display.

"Tao!"

"Hmm, iya aku tidak di Park Corp. Aku sedang di rumah presdir Park."

"Ckk ck ck, jangan pikir yang tidak-tidak. Presdir Park sedang bertengkar dengan kekasihnya. Sekarang ia jadi setengah gila. Aku tak tau harus bagaimana. Sedari tadi ia hanya mengucapkan nama Baekhyun."

"Eh, kau kenal Baekhyun?"

"Ah, iya, dia karyawan park Corp."

"Betul-betul. Dia juga spokesperson produk yang terpilih kemarin."

Kris pun akhirnya menceritakan semua yang ia tau kepada Tao mengenai masalah Chanyeol. Di seberang sana, Tao berjanji akan membujuk Baekhyun.

.

.

"Tao! Bagaimana bisa kau tau rumahku?" Baekhyun kaget saat melihat Tao berdiri di depan pintu apartemennya.

Tao hanya nyengir tanpa menjawab pertanyaan Baekhyun. "Boleh aku masuk?"

Baekhyun mengangguk dan mempersilakan Tao masuk.

"Aku dapat kabar dari gege kalau presdir Park sedang sakit."

Baekhyun terdiam saat mendengar nama kekasihnya disebut.

"Baek, kenapa kau terpengaruh gosip-gosip itu sih? Kalau kau terpengaruh, itu tandanya kau kalah. Dan itu membuktikan kalau kau tidak mempercayai kekasihmu sendiri. Percayalah, Chanyeol pasti punya alasan kenapa ia tidak terus terang kepadamu."

Baekhyun masih terdiam dan kini menunduk.

"Chanyeol tidak ada sangkut pautnya dengan pemilihan itu. Semuanya dilakukan berdasarkan voting. Chanyeol bahkan tak ikut saat voting. Semuanya murni berdasarkan kemampuanmu Baekhyun."

"Tapi.. hiks..hiks..." Baekhyun mulai terisak. "Semuanya tak akan percaya hal ini. Orang-orang akan mengira aku memakai koneksi. Mereka juga pasti mengira aku bisa masuk Park Corp karena Chanyeol. Hiks..hiks..."

Tao menepuk-nepuk pundak Baekhyun. "Dengarkan aku Baekhyun. Yang terpenting adalah kita tidak curang. Kata gege, para petinggi Park dan Wu Corp bahkan memintamu untuk tidak resign. Mereka semua tau kemampuanmu. Kau tak perlu takut karena Chanyeol dan gege sama sekali tidak ikut campur."

"Hiks..hiks... Tao..." Baekhyun memeluk Tao dengan erat.

"Sekarang, kau jenguk Chanyeol ya. Kata gege, dia seperti mayat hidup. Tidak mau makan, tidak bisa bicara lain selain menyebut namamu. Hmm pokoknya dia menyedihkan sekali."

"Aku tidak bisa," sahut Baekhyun langsung.

Tao memunyungkan mulutnya. "Kenapa lagi Baek? Chanyeol kan tidak bersalah," bujuk Tao.

"Dia tetap membohongiku, Tao. Bagaimana bisa selama ini dia menyembunyikan jati dirinya? Dia sudah berbohong begitu lama."

Tao hampir putus asa membujuk Baekhyun. Semakin lama Baekhyun tidak terbujuk, itu artinya Kris-nya juga semakin lama tertahan di samping Chanyeol. "Baekhyunku tersayang, pikirkan kalau kau jadi Chanyeol. Aku yakin kau pasti juga akan berbohong. Dia kembali ke Korea untuk menggantikan ayahnya di saat ia baru tau kau ternyata karyawan di perusahaanya."

"hiks..hiks..." Baekhyun memeluk Tao semakin erat. Namun beberapa detik kemudian, ia melepaskan pelukannya. Sebagai gantinya, ia memandang Tao dengan pandangan heran. "Bagaimana kau bisa tau kisahku dan Chanyeol?"

Tao tersenyum innocent. "Gege yang cerita. Aku sudah berkali-kali bilang kan kalau gege sering meeting dengan presdir Park. Aku sampai mengira mereka selingkuh. Untung aku suka menguntit dan menguping pembicaraan mereka. Ternyata dugaanku benar. Mereka tidak 100% meeting. Mereka malah cerita mengenai kekasih-kekasihnya. Ugh, gege, awas kau. Kau pasti menceritakanku yang jelek-jelek!"

Melihat wajah kesal Tao, Baekhyun malah akhirnya tersenyum.

"Ck ck ck, lihat sekarang siapa yang sudah bisa tertawa hmm?"

"Habis kau lucu Tao."

"Kalau begitu, kau sudah mau kan ke tempat Chanyeol? Sekalian aku juga mau ke sana. Gege ada di sana menunggui pacarmu itu. Aku harus memastikan dia tidak selingkuh dan tidak cerita yang jelek-jelek tentang aku."

"Baiklah," jawab Baekhyun pada akhirnya, membuat Tao lega. Diam-diam dia mengirimkan pesan kepada Kris.

'Misi berhasil. Gege harus menepati janji mau menuruti semua permintaanku.'

.

.

"Gege!" Tao berteriang riang saat masuk ke rumah Chanyeol. Ugh, padahal ini kan rumah orang. Tapi bocah ini sama sekali tidak seperti tamu. Ck..ck..ck...

"Tao!" Kris menjawabnya dari arah dapur.

Baekhyun terpana saat melihat Kris berjalan dari arah dapur membawa semangkuk makanan entah apa isinya.

"Ah Baekhyun!" Kris menyapa Baekhyun saat melihat dirinya mengekor di belakang Tao. "Untung sekali kau datang. Cepat temui Chanyeol. Titip juga bawakan ini," ucap Kris sambil menyerahkan mangkuk yang ternyata berisi bubur itu kepada Baekhyun. "Dia sudah tidak makan sejak kemarin. Suruh dia makan."

Baekhyun mengangguk patuh. Ia bisa melihat Tao langsung menyeret Kris dan sedikit memarahinya 'Gege tidak pernah menyiapkanku makanan. Tapi kenapa gege malah menyiapkan makanan untuk presdir Park? Gege tidak selingkuh kan? Kalau gege selingkuh, aku akan mem-wushu dirimu!'

Baekhyun tersenyum geli mendengar dengan samar pembicaraan Taoris. Ia menarik napasnya untuk berjalan ke kamar Chanyeol. Namun begitu sampai di depan pintu kamar Chanyeol, ia berhenti. Perasaannya campur aduk, antara khawatir, kecewa, sedih, marah, rindu...

'Kriet' dengan perlahan ia membuka pintu.

"Baeeeekhyuun..." Tampaklah kekasihnya itu sedang tiduran memeluk guling dan memanggil-manggil namanya dengan lirih.

Baekhyun terdiam sejenak di depan pintu. Bahkan Chanyeol tidak sadar ada orang yang masuk ke kamarnya.

"Ch-chanyeolie...," panggil Baekhyun pelan beberapa saat kemudian seakan tak mau mengagetkan kekasihnya yang masih sibuk ngoceh sendiri.

"Baekhyuuuun..." Aigoo tentu saja Chanyeol tidak mendengar suara pelan Baekhyun. Namja tinggi itu masih tidak beranjak dari posisinya.

"Ehem. Ch-chanyeolie.." Baekhyun mencoba memanggil lagi dengan suara agak keras.

"Baek.. Eh?" Akhirnya Chanyeol seperti menyadari sesuatu. Telinganya seperti mendengar suara merdu bak malaikat. Ia pun langsung berbalik dan matanya langsung menangkap sosok yang mengisi hati dan otaknya saat ini.

Saat melihat sosok Baekhyun berdiri sambil membawa mangkuk makanan, Chanyeol tak kuasa menahan senyumnya.

"Baekhyunee!" deretan giginya yang banyak itu langsung terlihat. Tanpa menunggu lama, ia bangkit menghambur ke arah Baekhyun, bermaksud memeluknya.

"Ja-jangan mendekat!" teriak Baekhyun langsung. Tubuh Chanyeol pun berhenti bergerak dan raut wajahnya berubah kecewa.

Baekhyun tersenyum melihatnya seakan menyadari kesalahpahaman yang sedang terjadi.

"A-aku hanya mau meletakkan bubur ini dulu." Baekhyun meletakkan nampan bubur di meja. Nah, sekarang..." Baekhyun merentangkan tangannya seakan siap menerima pelukan.

"Baekhyunee!" Dan Chanyeol pun kembali bergerak, kali ini langsung memeluk Baekhyun dengan erat. "Aku minta maaf Baek. Jangan marah lagi ne. Jangan tinggalkan aku. Jebal... Ya ya ya?" tanyanya beruntun tanpa sempat mengambil napas.

Baekhyun tertawa melihat polah kekanakkan Chanyeol. Oh lihatlah namja yang satu ini. Badannya saja yang tinggi, tapi sifatnya masih anak-anak.

"Aku juga minta maaf membuatmu khawatir Yeoli. Sebenarnya aku juga tak ingin marah. Aku hanya kecewa dan kesal dengan berita-berita itu."

"Aku akan memecat semua karyawan yang bicara macam-macam tentangmu!" seru Chanyeol langsung dengan lantang.

Baekhyun meringis mendengarnya. "E-eh... Ti-tidak perlu. Aku tidak bersalah dan tidak merayumu kan? Jadi, sekarang aku memutuskan tidak takut dengan mereka. Lagipula kata-kata Tao benar. Untuk apa aku takut jika memang aku terpilih karena kemampuanku. Iya kan? Harusnya aku sadar Kyungsoo si penyebar gosip itu orang seperti apa."

"Benar sekali." Chanyeol mengangguk sambil mengelus rambut Baekhyun. "Pokoknya jangan tinggalkan aku Baek. Aku benar-benar tak sanggup jika kau marah dan meninggalkanku... Tapi..." Chanyeol seperti menyadari ada yang janggal. "TAO? Tao? Kenapa bisa Tao bicara padamu? Kapan? Aku tak pernah cerita-cerita padanya."

"Tao dapat cerita dari Kris. Ngomong-ngomong, mereka berdua ada di sini sekarang."

"Di sini? Di rumahku? Jinja? Kapan mereka datang?" tanya Chanyeol terkejut.

Baekhyun menatap Chanyeol dengan heran. "Kau tidak sadar ya? Kris bahkan menyiapkan bubur untukmu," sahutnya sambil menunjuk ke arah bubur yang tergolek di atas meja.

"Kris? Bubur? Oh my gosh, kenapa bisa ada penyusup di rumahku?"

Baekhyun membuka mulutnya, heran. Sepertinya sedari tadi Chanyeolnya sedang di awang-awang dan baru sekarang mendarat di bumi.

.

.

Pagi ini Baekhyun kembali masuk kerja seperti biasa. Ia menghela napas saat mengetahui banyak mata memandang ke arahnya.

Oke, ini memang tidak nyaman. Tapi ia berusaha cuek dan tetap semangat. Ia sudah bisa menduga apa yang terjadi dan Baekhyun sudah siap dengan apa yang bakal dialaminya hari ini.

Tapi seperti tekadnya, Baekhyun tak akan takut lagi dengan gosip-gosip tak benar itu. Apalagi ia juga sudah janji pada Chanyeol jika tidak akan keluar dari Park Corp.

Flashback

"Baek, kau tidak akan keluar dari Park Corp kan?" tanya Chanyeol penuh harap sambil menggenggam erat tangan Baekhyun.

"Hmm..." Baekhyun tampak berpikir dengan wajah pura-pura innocent. "Akan kupertimbangkan."

"Uuuu.. Baekhyuuuun...," kata Chanyeol manja dengan muka memohon.

"Saat ini reputasiku sedang buruk, Yeol."

"Baekhyuneeee..." Chanyeol kini memunyungkan mulutnya mirip anak kecil sedang merayu minta dibelikan permen.

Baekhyun hanya diam melihat polah kekasihnya. Chanyeol terus merengek dan memohon tapi Baekhyun cuma diam tak kunjung menjawab.

"Baek?"

Baekhyun masih menggeleng.

"Baekhyuuun..."

Baekhyun masih juga diam dan hanya menggeleng.

Suasana hening sesaat.

"Baiklah kalau kau mau berhenti. Ayo kita menikah! Lalu, kau jadi househusband saja," sahut Chanyeol saat kesabarannya sudah habis.

Baekhyun menganga mendengarnya. "YAK! Aku masih mau berkarir!" seru Baekhyun langsung. Enak saja jadi househusband. Itu artinya dia harus diam di rumah, mengurus rumah, belanja, masak... Oh big no no!

Mendengar akhirnya Baekhyun menjawab, Chanyeol nyengir senang. "Nah, kalau begitu kau tidak jadi keluar kan? Ayolah Baek. Kau tau kan, mau aku presdir atau bukan, aku akan tetap mencintaimu."

'Blush' wajah Baekhyun memerah mendengar kalimat Chanyeol. Ditambah lagi saat ini Chanyeol memandang wajahnya dengan pandangan intens. Lalu.. aigoo... kenapa wajah Chanyeol semakin dekat dan dekat ke wajahnya?

"U-ummm... B-baiklah. A-aku tidak akan keluar," jawab Baekhyun buru-buru sebelum wajah Chanyeol makin mendekat lagi.

Chanyeol tersenyum lebar mendengarnya. "Nah, begitu dong. Lagipula kau tak perlu takut, Baek. Kau kan tidak salah. Jika ada yang mengata-ngataimu, aku akan menegur orang itu. Arasseo?"

Baekhyun mengangguk. Chanyeol pun mengelus-elus kepala Baekhyun dengan lembut.

Flashback end

...

Kyungsoo kesal bukan main saat mengetahui Baekhyun kembali menginjakkan kaki di Park Corp. Makin kesal lagi saat tau bahwa Baek-yeol sudah berbaikan. Bahkan siang ini Chanyeol terang-terangan datang ke ruangan Baekhyun, mengajak namja itu makan siang bersama dengan rayuan mesra ala Chanyeol.

Suara-suara sumbang yang dulu mengejek Baekhyun pun kini perlahan hilang, bahkan digantikan oleh pujian.

"Hmm, sebenarnya mereka berdua serasi kok."

"Wajah presdir Park tampak bersinar jika dekat dengan Baekhyun."

"Dan kabarnya, presdir Park yang suka duluan sama Baekhyun."

"Jadi, gosip kalau Baekhyun yang menggoda presdir itu salah besar."

Kyungsoo geram mendengarnya. Hati dan kepalanya panas.

Kenapa susah sekali merayu Park Chanyeol? Kenapa susah sekali menjatuhkan Byun Baekhyun? Kenapa susah sekali memisahkan mereka berdua?

Dengan langkah terburu-buru, Kyungsoo berjalan menemui presdir Park di ruangannya.

"Oh Kyungsoo-ssi? Ada apa kemari? Aku tak ingat ada janji denganmu. Lain kali jika ingin bertemu, sebaiknya kau buat janji dulu. Jika tidak ada yang penting, aku tidak ada waktu untukmu," jelas Chanyeol dingin dan dengan wajah tak suka. Bagaimanapun, namja di depannya ini benar-benar licik dan jahat terhadap Baekhyun-nya. Chanyeol harus hati-hati.

"Ini." Tanpa panjang lebar Kyungsoo meletakkan selembar foto tepat di depan Chanyeol. Chanyeol melongo sedikit ke arah foto itu. Sedetik kemudian, matanya melotot besar.

Apa ini? Kenapa ada foto dirinya sedang tidur dengan Kyungsoo?

.

.

TBC

.

Maap readers.. updatenya lama. FF nya akan segera tamat kok. Jadi, bertahanlah dengan segala badai yang menerpa BaekYeol.