VS – chapter 13 – Final Chap

VS

Versus

.

Cerita sebelumnya...

Dengan langkah terburu-buru, Kyungsoo berjalan menemui presdir Park di ruangannya.

"Oh Kyungsoo-ssi? Ada apa kemari? Aku tak ingat ada janji denganmu. Lain kali jika ingin bertemu, sebaiknya kau buat janji dulu. Jika tidak ada yang penting, aku tidak ada waktu untukmu," jelas Chanyeol dingin dan dengan wajah tak suka. Bagaimanapun, namja di depannya ini benar-benar licik dan jahat terhadap Baekhyun-nya. Chanyeol harus hati-hati.

"Ini." Tanpa panjang lebar Kyungsoo meletakkan selembar foto tepat di depan Chanyeol. Chanyeol melongo sedikit ke arah foto itu. Sedetik kemudian, matanya melotot besar.

Apa ini? Kenapa ada foto dirinya sedang tidur dengan Kyungsoo?

.

.

Chapter 13

"Aku akan menyebarkan foto ini. Jika ini tersebar, maka akan berpengaruh terhadap Park Corp, terhadap penjualan produk baru, dan terhadap Byun Baekhyun," ancam Kyungsoo sambil menekankan kata 'Byun Baekhyun'.

Jujur, Chanyeol tak suka saat Kyungsoo lagi-lagi berusaha menjatuhkan Baekhyun. Ia melihat lagi foto ini lebih seksama, mencoba mengingat kapan dan di mana ini foto ini diambil. Chanyeol langsung teringat kejadian saat ia mabuk karena Kyungsoo mengajaknya minum. Oh, kalau begitu, sudah pasti 100 persen namja mungil ini punya rencana jahat lagi. Ini semua pasti hanya rekayasa licik Kyungsoo.

"Kyungsoo-ssi, lebih baik jangan coba-coba mengancamku. Ini sudah jelas hasil perbuatanmu. Aku mabuk dan tertidur. Lagipula, di kamarku ada CCTV. Aku bisa balik menuntutu karena berusaha mengancam orang tak bersalah," balas Chanyeol panjang lebar mencoba menakut-nakuti. Oh CCTV di kamarnya? Hohoho sepertinya berbohong sekali ini boleh juga.

Kyungsoo baru mau buka mulut saat Chanyeol kembali bicara. "Ngomong-ngomong, aku juga sudah tau bahwa dirimu dan Kai bekerja sama dalam penilaian ujian kenaikan pangkat kapan lalu."

Kyungsoo sedikit bergidik.

"Kelicikanmu sudah banyak yang kuketahui, Kyungsoo. Jadi, jangan coba-coba menjatuhkan orang lain lagi kali ini," lanjut Chanyeol dengan nada menyeramkan.

Kyungsoo tampak termakan omongan Chanyeol. Chanyeol yang bisa membaca raut muka takut Kyungsoo jadi semangat menakut-nakuti namja mungil itu.

"Aku bisa memecatmu dan menghancurkan karirmu. Jadi lebih baik kau urungkan niat jelekmu ini." Chanyeol berjalan mendekat ke arah Kyungsoo dan menepuk-nepuk pundaknya.

"Kyungsoo-ssi, kau ini pintar. Karirmu juga bagus di sini. Jabatanmu sudah lebih tinggi dibandingkan teman-teman seangkatanmu. Kenapa kau melakukan ini? Apa karena kau benci Baekhyun? Apa salah Baekhyun?"

Kyungsoo terdiam. Lho, kenapa Chanyeol tiba-tiba malah menceramahinya?

"Kau adalah namja yang sempurna jika kau tidak melakukan hal-hal buruk seperti ini." Chanyeol perlahan memperlembut nada bicaranya. Jantung Kyungsoo berdetak cepat mendengar perkataan Chanyeol. Seharusnya ia senang karena akhirnya Chanyeol memujinya. Tapi entah kenapa saat ini ia justru merasa bersalah.

Suasana hening.

Sedetik...

Dua detik...

Tiga detik...

Sepuluh detik...

"Maafkan aku." Dua kata ini tiba-tiba saja meluncur dari bibir Kyungsoo. Ia menundukkan kepalanya dalam-dalam. Tak berapa lama kemudian, ada suara sesenggukan dan Chanyeol bisa melihat pundak namja mungil ini naik turun.

"K-kyungsoo-ssi? A-aku tak bermaksud membuatmu menangis..."

"Maafkan aku. Hiks... hiks..." Kyungsoo berlari keluar sambil menyeka air matanya. Chanyeol sengaja tidak mengejarnya. Ia hanya melihat sambil mengangkat bahunya. Yah, Kyungsoo kan memang bukan urusannya...

.

Kyungsoo yang sadar bahwa wajahnya basah dengan air mata berlari ke arah taman belakang. Tanpa ia sadari, ada seseorang yang memperhatikannya. Orang itu juga mengikutinya hingga ke taman.

"Hiks..hiks..." Saat orang itu mendengar suara tangisan, ia langsung berlari menghampiri Kyungsoo.

"Kyung! Wae? Wae? Kenapa kau menangis?" tanyanya panik.

Kyungsoo mendengar suara yang tak asing baginya ini sehingga tanpa ragu ia menoleh dan menghambur ke pelukan orang itu.

"Kai... Hiks... hiks..."

"Wae? Wae? Ada apa eoh? Cepat ceritakan padaku." Kai memeluk Kyungsoo dengan erat. Ia dapat merasakan kemejanya basah karena air mata. Ini membuat Kai sangat sedih.

"Aku... aku... ti-tidak ada apa-apa."

"Jangan bohong, Kyung. Pasti terjadi sesuatu hingga kau menangis." Kai menepuk pelan punggung Kyungsoo. "Ceritakan pelan-pelan padaku," ucapnya lembut.

Kyungsoo menggelengkan kepalanya. Ia tak mungkin menceritakan kejadiannya dengan Chanyeol barusan. Kalau ia menceritakannya, nanti Kai tau bahwa ia itu jahat dan licik. "Ti-tidak ada apa-apa. Aku hanya sedih karena kalah pemilihan itu..."

Kai melepaskan pelukan Kyungsoo. Sebagai gantinya, ia merengkuh wajah Kyungsoo dan menatap mata besarnya. "Kau sudah melakukan yang terbaik, Kyungie. Bagiku, kau adalah yang terhebat. Ara?"

Kyungsoo mengangguk pelan. Perlahan, hatinya yang sedih seakan terobati dengan melihat wajah tampan Kai. Apalagi manajer muda itu juga tersenyum manis, sungguh menyejukkan hatinya. Lagipula setelah dipikir-pikir, setiap kali ia ada masalah, orang yang ada di sampingnya pasti cuma Kai.

"Gomawo Kai."

Kai tersenyum sambil mengelus pipi Kyungsoo sekaligus membersihkan air matanya.

Saat suara isakan tangis sudah hilang, Kai kembali bicara untuk mengganti suasana. "Oya, ngomong-ngomong, apa kau tau kalau Chanyeol ternyata sudah punya pacar?"

Kyungsoo kembali cemberut mendengarnya. Aish, kenapa Kai membahas masalah ini sih? Sudah cukup ia kalah dari Baekhyun. Sudah cukup pula ia diceramahi panjang lebar oleh Chanyeol. Apa kali ini Kai mau membandingkan dirinya dengan Baekhyun?

"Um." Kyungsoo mengangguk tanpa semangat.

"Ah, betul sekali. Hampir setiap orang membicarakannya. Lagipula Baekhyun kan bawahan kita. Hahahaha. Pasti kau juga sudah tau," lanjut Kai. (Ya ampun Baek dibilang bawahan KaiSoo...)

"Tapi, Kyung, ngomong-ngomong apa kau tidak iri?" tambah Kai.

"Iri?" tanya Kyungsoo. Ugh, jangan-jangan Kai akan bilang bahwa Baek lebih pintar, lebih manis, lebih cute, dan lebih cantik darinya.

"Mmm, maksudku, kau dan Baek kan seumuran. Tapi ternyata Baekhyun sudah punya pacar duluan," jelas Kai.

"Itu..." Kyungsoo tidak menyangka yang dimaksud iri oleh Kai ternyata tentang jodoh...

"Kau pasti iri kan?"

Kyungsoo sedikit ciut. Bagaimana mungkin Kai tau kalau ia iri dengan Baekhyun. Lebih tepatnya iri karena Baekhyun bisa mendapatkan namja tampan dan kaya seperti presdir Park.

"Nah, supaya kau tidak iri, bagaimana kalau kita pacaran juga?" celetuk Kai tanpa ba-bi-bu.

"Eh?" Kyungsoo langsung membulatkan matanya. Ia memandang Kai yang kini tersenyum malu-malu.

Ya ampun, ternyata yang dimaksud Kai itu... aigoo Kai...

"Kita? Pacaran?" tanya Kyungsoo

Kai mengangguk malu-malu, tapi penuh semangat (hihihi).

"Iya betul! Selama ini hubungan kita masih abu-abu, Kyungie. Bagaimana kalau kita pacaran secara resmi?"

"Kai..."

Wajah Kai mulai panik saat melihat ekspresi Kyungsoo yang bukannya senang tapi justru kebingungan. "Baiklah, aku akan mengutarakan perasaanku!" Kai menarik napas sejenak. Ia sudah telanjur bicara sejauh ini. Kini saatnya membuat perasaannya jelas.

"Aku suka padamu, Kyungie. Aku ingin kedekatan kita ini bisa serius hingga tahap berikutnya. Aku tak mau main-main karena perasaanku sudah mantap. Aku mencintaimu Kyungsoo. Jeongmal saranghae." Nada suara Kai terdengar serius dan Kyungsoo mendengarnya sebagai suara yang sangat merdu, yang membuat hatinya berbunga-bunga saat ini.

'Deg-deg-deg' Jantungnya juga berdetak cepat.

Apakah ini tandanya bahwa ia juga mencintai Kai?

Jujur, selama ini Kyungsoo mendekati Kai hanya untuk mendapat keuntungan. Lagipula Kai memang hot, jadi Kyungsoo tak rugi sama sekali. Tapi dari lubuk hatinya yang terdalam, sebenarnya Kyungsoo merasa ada sesuatu saat ia dekat dengan Kai. Dari jaman sekolah dulu, Kyungsoo sudah sering gonta-ganti pasangan karena bosan. Tapi dengan namja berkulit gelap seksi ini, tidak pernah ada rasa bosan. Apa itu tanda kalau Kai memang jodohnya?

Suasana hening beberapa saat. Kyungsoo tampak berpikir untuk menjawab Kai, sementara Kai dengan sabar menunggu jawaban Kyungsoo.

Pikiran Kyungsoo campur aduk. Namun semuanya hanya berisi tentang Kai. Sungguh aneh karena di otaknya saat ini tak ada sosok siapapun kecuali Kai. Otaknya mulai memutar kejadian-kejadian yang telah ia lalui bersama Kai. Jika dipikir-pikir, Kai memang selalu ada di saat Kyungsoo butuh bantuan. Dan saat Kyungsoo sedang tidak butuh bantuan pun Kai sering mengunjunginya, mengajaknya makan, membantunya mengerjakan hal-hal sepele, memberikannya hadiah kecil, menelepon, mengirimkan pesan...

Jika dipikir-pikir, selama ini hubungan mereka memang sudah seperti sepasang kekasih lho. Hanya sayangnya status mereka saja yang masih abu-abu.

"Aku... Kurasa aku juga mencintaimu, Kai," jawab Kyungsoo dengan pelan pada akhirnya.

Ada jeda beberapa detik sebelum 'hup' Kai membawa namja mungil di depannya ini ke pelukannya.

"Yaaay! Gomawo Kyungie!" kata Kai senang. Ia menepuk pelan punggung Kyungsoo. "Memelukmu sekarang ini jadi terasa berbeda!"

"B-beda?" tanya Kyungsoo heran.

"Um, because you are mine. Memelukmu saat ini terasa lebih bahagia. Tak ada yang kucemaskan lagi karena hubungan kita sekarang sudah resmi," jawab Kai.

"Benar." Kyungsoo mengangguk sambil lebih mengeratkan lagi pelukannya. Ia merasa hangat. Hatinya yang dingin juga terasa hangat.

"Gomawo Kyungie. Aku janji akan melindungimu dan membuatmu bahagia!"

Di balik pelukan Kai tersebut, Do Kyungsoo juga tersenyum bahagia. Kini ia tak perlu iri lagi dengan orang lain karena sudah ada Kai yang selalu di sampingnya.

.

.

"Kalian telah bekerja keras hari ini! Kuharap kalian menyiapkan tenaga untuk hari-hari berikutnya!" kata Chanyeol sambil membungkukkan badannya ke arah para karyawan. Saat ini ia sedang berkeliling ke ruangan marketing yang tampak sibuk sekali. Dering telepon seakan tak pernah berhenti.

Hari-hari ini, banyak petinggi Park Corp yang sibuk menerima tamu. Banyak pula yang sibuk meeting. Seakan tak mau mengganggu karyawannya, Chanyeol hanya tersenyum kemudian berlalu.

Semua sibuk, namun tak merasa tertekan. Tubuh boleh lelah, tapi semangat seakan tak berkurang. Oleh karena itu, terus menyemangati karyawannya adalah tugas Chanyeol. Kerjaanya kali ini adalah memonitor penjualan dan respon masyarakat terhadap produk baru Park Corp sembari menyemangati karyawannya. Beberapa hari ini sang presdir sengaja menyibukkan diri dengan berkeliling kantor-kantor cabang Park Corp, pabrik, sekaligus beberapa gerai utama yang menjual produk mereka.

Seminggu yang lalu ponsel pintar keluaran Park-Wu Corp resmi diluncurkan. Gerai-gerai ponsel langsung diserbu para calon pembeli. Dengan sabar mereka mengantre, bahkan banyak di antara mereka yang harus pesan dulu.

Berkeliling melihat perkembangan penjualan ternyata benar-benar tak terasa. Sepertinya baru beberapa jam Chanyeol berkeliling, tapi ternyata hari sudah sore. Chanyeol tersenyum puas dengan hasil pengamatannya hari ini. Walau baru diluncurkan, tapi respon pasar sudah bagus sejak awal. Dan ketika benar-benar diluncurkan, tak disangka responnya justru lebih meningkat berkali-kali lipat.

"Aigoo, sejak pagi ingin beli kopi baru kesampaian sekarang," ucap Chanyeol dalam hati sambil berjalan keluar dari sebuah cafe kopi. Ia menyeruput kopinya sambil berjalan menuju mobilnya yang terparkir di seberang jalan.

Saat hendak menyeberang jalan, tak sengaja Chanyeol mendengar pembicaraan tentang produknya.

"Waah itu iklan ponsel terbaru Park Corp!" seru seseorang saat melihat iklan elektronik di TV besar di sebuah gedung.

"Aku tak pernah kecewa dengan produk keluaran Park Corp," timpal temannya.

"Wow lihatlah, model iklannya cute sekali."

Chanyeol tersenyum mendengarnya. Ia ikut mendongak ke arah televisi raksasa yang memperlihatkan sosok kekasihnya itu.

"Tak biasanya Park Corp memakai orang di iklannya. Biasanya kan mereka pakai animasi lah, robot lah..."

"Ugh, aku tak peduli, yang pasti bintang iklannya manis dan cute sekali. Hmm siapa namanya? Baekhyun?"

"Yup, namanya Baekhyun. Dia sangat pintar. Kabarnya, ia sebenarnya karyawan Park Corp."

Chanyeol semakin bangga mendengarnya. Ia jadi kangen dengan Baekhyun. Melihat iklan perusahaannya hanya bisa mengobati secuil rasa kangennya dengan Baekhyun. Rasanya, ingin sekali ia memandang Baekhyun yang asli, memeluknya erat, menciumnya, dan... umm... hahaha...

Tapi sayangnya, Chanyeol harus tau kalau Baek sangat sibuk. Bahkan mungkin lebih sibuk darinya.

Chagi, apa kau sudah makan? Telepon aku jika ada waktu. Banyak istirahat juga. Aku merindukanmu.

Chanyeol mengetik pesan chat untuk Baekhyun. Namun sayangnya hingga Chanyeol tiba di rumah, Baekhyun belum membalas pesannya. Barulah malam hari ketika Chanyeol sudah siap tidur, ada balasan dari Baekhyun.

"Kenapa aku jadi merasa bersalah begini ya membuatnya sibuk?" ucap Chanyeol pada dirinya sendiri saat membaca balasan Baekhyun. Tugas Baekhyun sebagai spokesperson membuatnya sibuk untuk promosi. Bahkan saat ini Chanyeol harus rela berpisah sementara dengan Baekhyun gara-gara Baekhyun harus keliling dunia untuk promosi.

"Dan jika aku tau Baek harus pergi berbulan-bulan. Aku tak akan setuju dia jadi spokesperson. Uuugh aku kangen denganmu Baekhyun...," ucap Chanyeol sambil berbaring di atas tempat tidurnya. Ia membuka folder di ponselnya yang berisi puluhan foto Baekhyun.

"Ini dejavu seperti dulu di Amerika," lirih Chanyeol saat mengingat kegiatannya dulu setiap malam yang selalu memandangi foto Baekhyun.

"Dulu aku berhasil bertahan selama 2 tahun tak bertemu denganmu. Tapi kenapa sekarang baru seminggu saja terasa begitu tersiksa?" lanjut Chanyeol.

"Sepertinya aku benar-benar tak bisa berpisah denganmu, Baek."

.

.

"Selamat malam semuanya...," ucap Siwon saat tiba di restoran yang sudah ia pesan. Seminggu setelah disibukkan dengan peluncuran produk baru yang berjalan sangat sukses, appa dan eomma Chanyeol ini akhirnya memutuskan pulang sebentar ke Korea untuk merayakan kecil-kecilan sekaligus merayakan ulang tahun Chanyeol.

Tak lupa appa dan eomma Chanyeol juga mengundang Kris dan Tao untuk makan bersama. Sebenarnya mereka ingin tuan dan nyonya Wu datang ke Korea. Namun sayangnya mereka sedang sibuk di China sana.

"Bersulang untuk kesuksesan peluncuran produk baru!" Appa Chanyeol yang ganteng itu memimpin cheers.

"Bersulang juga untuk Chanyeoli yang hari ini berulang tahun!" Sambung sang eomma yang cute luar biasa.

"Eeeehh, kau ulang tahun?" tanya Kris sambil menengok ke arah Chanyeol yang disambut anggukan.

"Wow, happy birthday Chanyeol! Aku tak tau kalau kau ulang tahun. Harusnya aku bawa kado," kata Kris.

"Benar, harusnya kau bawa kado! Kutunggu kadomu besok. Hahahaha," ucap Chanyeol sambil tertawa. "Hanya becanda. Aku yang salah karena tak bilang padamu. Acara makan hari ini sebenarnya sekaligus untuk merayakan hari ulang tahunku juga. Tapi aku sudah senang kok kau dan Tao bisa datang."

"Yak anak-anak... Kapan kita bersulang? Eomma sudah pegal pegang gelasnya," ricau sang eomma sambil munyung-munyung memandang anak-anak muda di depannya ini.

"Tunggu!" Saat mereka hendak bersulang, Kris tiba-tiba menyetop dengan seruan kerasnya. "Ehem, kalau begitu, boleh kan kita bersulang juga untuk kelancaran persiapan pernikahanku dan Tao?" tanyanya dengan malu-malu.

Chanyeol dan kedua orang tuanya langsung melotot lebar. Lupa sudah mereka dengan gelas minuman mereka.

"Kalian akan menikah?" tanya sang appa.

"Kapan?" sambung Chanyeol.

"Umm, seharusnya kami sudah menikah bulan lalu. Tapi karena ada peluncuran produk, maka diundur jadi bulan depan. Chanyeol, kau harus datang ya. Aku akan mengirimkan tiket ke China untukmu. Pokoknya kau harus datang."

Chanyeol mengangguk sambil tersenyum. "Pasti. Aku sudah tau kau tunangan cukup lama. Tapi tak kusangka kau akan secepat ini menikah."

Sang eomma tersenyum mendengar rencana pernikahan Kris. "Hmmm... alangkah baiknya jika Chanyeol kami ini juga segera menikah," ucapnya sambil membayangkan pernikahan anak sulungnya.

"Benar. Chanyeol harus segera menikah sebelum dilangkahi dongsaengnya," sambung sang appa. "Sehun dan Luhan harus segera dinikahkan sebelum Luhan hamil duluan. Cih, bocah itu memang selalu membuatku khawatir." Sang appa malah curhat.

"Ehem" Kris berdehem. "Tuan dan nyonya Park jangan khawatir. Chanyeol sudah punya pacar kok. Pacarnya manis dan baik. Pacar Chanyeol adalah orang yang membantu Tao sekaligus teman main Tao di Korea."

Eomma Chanyeol kaget namun bersemangat sekali mendengarnya. Ia langsung menggoyang-goyangkan tubuh Chanyeol. "Oh benarkah anakku? Kenapa kau tidak pernah cerita kalau sudah punya pacar? Kapan kau mengenalkannya kepada kami?"

Kris tertawa melihat WonKyu yang senang bukan main. "Namanya Baekhyun. Aku yakin kalian pasti mengenalnya. Dia adalah model sekaligus spokesperson produk baru yang diluncurkan kemarin," jelas Kris yang justru semangat menjawab rasa penasaran WonKyu.

"Baekhyun?" ucap appa dan eomma Chanyeol bersamaan ke arah sang anak. Chanyeol hanya mengangguk sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

"Oh Chanyeolieeee..." Sang eomma langsung memeluk tubuh Chanyeol dengan sangat erat. "Kenapa kau tidak cerita dari dulu, eoh?"

"I-itu... itu karena hubungan kami cukup complicated eomma," jawab Chanyeol.

"Baiklah kalau begitu, kita akan segera lamar Baekhyun untuk Chanyeol!" ucap sang appa. Kini ganti Chanyeol yang kaget. Semudah itukah kedua orang tuanya menyetujui hubungannya? Padahal orang tuanya kan belum tentu mengenal Baekhyun lebih dalam. Ia baru berencana memperkenalkan Baekhyun setelah kekasihnya itu balik dari acara promosinya di seluruh dunia.

(Hmm, sepertinya Chanyeol tidak tau bahwa selama ia masih di Amerika sana, Baekhyun adalah karyawan kesayangan kedua orang tuanya... Hihihi)

"Ta-tapi appa... Baekhyun pasti mau berkarir dulu..."

"No no no! Dia bisa berkarir sambil berumah tangga seperti eomma."

"Sudahlah Yeol, turuti saja kami. Lagipula kami ini sudah pusing dengan Sehun. Bocah itu dan pacarnya bahkan sudah tinggal bersama! Appa ngeri membayangkan apa yang mereka lakukan setiap malam. Untungnya, appa sudah mengirimkan sekotak kondom setiap bulan."

'Uhuk' Kris tersedak mendengarnya. Tuan dan nyonya Park ini sungguh lucu dan unik.

Chanyeol cuma geleng-geleng melihat eomma-nya yang kini langsung sibuk menelepon beberapa Wedding Organizer, dan sang appa yang menelepon pendeta untuk menanyakan hari baik.

Sedangkan Tao yang sedari tadi tak mengerti apa yang mereka bicarakan cuma bisa memunyungkan mulutnya. Betapa malangnya sedari tadi ia dicuekin.

Acara makan bersama sepertinya gagal total... Wkwkwkwkkk.

.

.

Fin

.

.

Halo readers, akhirnya tamat juga ceritanya. Gimana, memuaskan?

Maap ya kalau Kaisoo pada akhirnya lolos dengan begitu mudah walaupun sudah nyiksa Baek berkali-kali. Weww...

By the way, jangan lewatkan next chap ya...

Q: Lho masih ada 1 chapter lagi?

A: Iyaaa chapter depan itu epilog di mana Baekhyun akhirnya pulang setelah berbulan-bulan promosi produk Park Corp.

Jadi, kira-kira gimana ya reaksi Chanyeol yang sudah kangen setengah mati itu?

Semoga engga langsung nerkam Baek...

.

.