Siapa Kanibalnya?

Jangan melewatkan setiap kalimatnya ya, mungkin itu petunjuk wakakaka

Pemandangan pertama yang di temukan Kibum ketika berkunjung di apartemen Kyuhyun adalah apartemen itu terkesan mewah. Kibum cukup pintar dan mengetahui dengan jelas gedung apartemen yang memiliki uang sewa yang lebih mahal dari rata rata apartemen—termasuk apartemen miliknya. Kibum hanya butuh kasur, kulkas dan TV—itu adalah komponen sebuah tempat tinggal. Selebihnya dia lebih suka tertidur di mobil atau kantor polisi terdekat.

Dan sekarang—

Apa gerangan yang membawa Kibum ke apartemen kekasih bocahnya?

Sebuah kedipan mata, mungkin.

Kibum masih ingat bagaimana Hyuna mengolok oloknya bahwa Kibum takkan pernah sukses dengan wanita manapun di dunia itu tentang berpacaran. Hyuna juga yakin dia takkan sukses dengan Kyuhyun. Kibum rasa Hyuna benar, kaki Kibum agak gemetar ketika harus berhadapan dengan si bocah cantik terkesan tomboy yang moenya mengalahkan Hatsune Miku. Kibum baru saja mengatakan bahwa dia abnormal dengan menyukai gadis dua dimensi.

"Kibum, kau tahu kan kalau gadis seusia Kyuhyun itu masih labil. Dia bisa saja bunuh diri kalau kau tinggalkan secara paksa" Hyuna benar soal ini. Kibum banyak menemukan kasus bunuh diri gadis seusia Kyuhyun yang gantung diri atau overdosis hanya karena putus cinta. Kibum tak boleh membiarkan Kyuhyun melakukan hal sejenis itu juga. Jadi, dia memilih membuat gadis gila itu untuk memutuskannya lebih dahulu.

Tapi kembali lagi ke pertanyaan.

Kenapa Kibum harus repot repot ke apartemen Kyuhyun jika memang berniat putus dengan si remaja tengil berkelakuan luar biasa tersebut?

Kibum bilang sih, dia ikut insting.

Entah insting polisinya, entah juga insting orang tua yang baik, entah juga insting selangkangannya.

Yang jelas, Kibum harus bertemu Kyuhyun. Dia sudah tak masuk sekolah lagi—Kibum harusnya diingatkan bahwa dia pria dewasa berusia dua puluh delapan yang menduduki jabatan tinggi di kepolisian, agar dia sadar dia tak pantas untuk ke sekolah lagi hanya untuk bertemu Kyuhyun.

Kibum membawa banyak barang. Di mulai dari buku, makanan sampai PSP—berharap kalau saja yang di bawanya bisa membuatnya berbicara dengan benar dengan orang tua Kyuhyun. Kibum mencoba mengingat ingat, dia harus bilang apa jika di Tanya kenapa berkunjung ke apartemen Kyuhyun seandainya orang tuanya di dalam?

Aku merindukan Kyuhyun.

Kibum mau menampar dirinya sendiri, tapi terhalang dengan kantung kantung plastic dan belanjaan di tangannya.

Anak anda selalu menghantui pikiranku.

Kibum! Kibum! Kau sudah dewasa, harusnya kau tahu sekali bagaimana menghilangkan Kyuhyun dalam pikiranmu. Kau bisa ke bar, mencari acak wanita yang melenggak lenggok, tersenyum, menanyakan nama lalu kau menyentuh sedikit sana sini, Kibum yakin mereka akan mau untuk tidur dengan Kibum ketika melihat tampannya wajah Kibum.

Tapi, Kibum tak bisa, Kyuhyun seperti berteriak di kepala Kibum. Dia juga mau kalau tidur dengan wanita bar yang sexy. Ah apa yang di pikirkan Kibum?

Saya hanya berkunjung untuk memastikan Kyuhyun baik baik saja

Ah itu saja. Itu kalimat terbaik yang bisa di ucapkan Kibum. Dia seorang polisi dewasa yang sedikit mengkhawatirkan seseorang yang ia selamatkan dalam kejadian tempo hari.

Kibum mengangkat sedikit tangannya, sedikit susah payah, menekan tombol bel pintu kamar 777 dan setelahnya Kibum menunjukkan wajahnya di intercom. Tak lama kemudian pintu itu terbuka, menunjukkan sosok Taehyung yang berdecak sebal dengan tampilan berantakan. "Mau apa kau kemari?" tanyanya. Dia tidak iklas dengan kedatangan Kibum.

"Bukan urusanmu, bocah" Kibum sepertinya lupa tentang tata karma sopan santun. Ia bahkan lupa kalimat sebelum sebelumnya di kepalanya. Dia menyerobot masuk, membawa belanjaan—dia bahkan tak tahu apa yang ia bawa. Dia hanya memasukkan segala yang ia lihat di supermarket ke trolly dan kemudian membayarnya. Kibum punya uang berlebih tapi dia bingung bagaimana cara menghamburkannya—dia bersyukur dia punya cara menggunakan uangnya. Kehidupan jomblonya memang menyedihkan. "Kau bawa ini" Kibum memberikan beberapa jenis makanan ringan dan air berbagai rasa—yang bebas alcohol pada Taehyung.

"Untung kau berbelanja, aku mau berbelanja besok, aku lupa mengisi kulkas" Kata Taehyung membuat Kibum mengeriyit ketika pemuda itu mulai membuka kulkas dan mengisinya dengan bawaan Kibum.

"Orang tua kalian dimana?" Tanya Kibum.

"Mereka di rumah induk. Tapi sepertinya sekarang sedang di Amerika. Mereka orang penting yang sibuk" ucap Taehyung yang seakan acuh. Kibum mengangguk mengerti saja, pantas saja tingkah kedua bocah itu ajaib. Orang tuanya kurang memberikan pengawasan. Lain kali Kibum suruh saja bawahan polisinya yang sudah berusia agar memberikan nasihat pada duo bersaudara itu sebagai orang tua. Ingat! Kibum bukan orang tua, dia hanya dewasa yang masih single. "Ngomong ngomong banyak sekali yang kau bawa"

Kibum berdehem. "Kyuhyun menyuruhku membawa cemilan" yang ini Kibum jujur, harusnya dia membawa satu kantung plastic saja, tapi karena kepalang basah, dia borong semua. Anggap saja tipe pacar pengertian agar Kyuhyun cepat besar.

Mengangguk mengerti. Taehyung masih sibuk menyusun satu per satu. Kibum membuka kotak berisi satu set game PS4 dan PSP. "Kau punya PS4?" Tanya Kibum, melihat sekeliling rumah.

"Kau membelikannya?" Taehyung heboh. Dia cepat menutup pintu kulkas, meletakkan sembarang yang masih di dalam kantong plastik buah buahan dan beberapa jenis makanan lain di pintu lain kulkas. Dia segera menghampiri Kibum. Melotot tak percaya melihat satu set PS4 di sana. "AKU SANGAT MENGINGINKANNYA" teriaknya.

Kibum bermaksud memberikannya pada Kyuhyun. "Hei, Kibum. Kau tak berniat menyogokku agar kau bisa berkencan dengan Kyuhyun dengan benda ini kan?" Ah ide itu boleh juga. Kalau begitu anggap saja seperti itu.

Kibum diam saja.

"Aku akan menelpon Hoseok!" Kibum tak tahu kalau Taehyung akan cepat akrab dengan seseorang yang selalu berkelahi dengannya. Kibum jelas tak salah mengenali nama pimpinan sekolah lain itu.

"Terserahmu sajalah, Kyuhyun mana?"

"Dia di kamar" jawab Taehyung—masih heboh dengan PS barunya.

"Kalian sudah makan?"

"Tentu saja belum, aku akan membelinya tadi tapi tak jadi karena kau datang" Kibum sedikit mengeriyit. Kibum kira akan ada pembantu rumah tangga yang akan menjaga mereka. "Kami selalu makan di luar" Taehyung tahu yang akan di tanyakan Kibum.

"Kalian Cuma tinggal berdua saja"

Seketika itu juga Kibum memucat. Dia teringat saat Taehyung membuka pintu dengan tampang berantakan. "Kau tak melakukan sesuatu yang aneh pada adikmu kan? Kau tak menyimpan atau menonton sesuatu yang berbau porno kan?"

"Kau kira, aku itu kau?" cibir Taehyung.

Kibum harus sering datang ke apartemen ini, agak khawatir tentang konten sexual sejenis incest misalnya diantara dua bocah beda usia tersebut. Kibum pergi ke dapur. Sedikit berdecak melihat kerja Taehyung yang tanggung tanggung. Kibum membereskan beberapa dan berniat memasak. Atau ia telpon Donghae saja untuk membereskan segalanya untuknya. Tapi tidak jadi, Kibum jadi teringat belakangan ini dia sering memarahi Donghae tentang laporannya yang tak jelas.

Little Flower

.

.

Ika. Zordick

Kyuhyun keluar dari kamarnya, mengucek sedikit matanya. Dia baru bangun tidur, rambutnya berantakan dan bajunya terlihat kusut. Dia mau ke dapur—mendapati kakaknya, Taehyung tampak heboh dengan game di ruang TV. Kakaknya sepertinya dapat mainan baru, nanti Kyuhyun akan coba main. Kalau kondisinya baik baik saja.

Dia meneruskan langkahnya menuju dapur. Dia butuh air, tenggorokannya kering setelah berteriak teriak di kamar meski dia meredam teriakannya dengan bantal. Matanya melotot, menemukan pujaan hatinya tengah mengenakan apron terlihat tampan mencampur satu bahan makanan dengan bahan makanan lain di atas sebuah panci.

Kyuhyun tak sedang mimpi kan?

"Kibum?" Kyuhyun memanggil dan lelaki itu mendongak. Tersenyum simpul dan mengambil sebotol air mineral dari kulkas. Ia jelas mendengar suara serak serak menggoda Kyuhyun. Dia membuka tutup botolnya, menyerahkan pada Kyuhyun. Kyuhyun menerima saja.

Mendudukkan tubuhnya di salah satu kursi di meja makan. Dia menatap Kibum. Dagunya tertumpu pada kedua telapak tangannya, rasanya seperti memiliki suami sempurna. Kibum benar benar tampan. Dengan kaos berlengan pendek berwarna hitam yang bergambar metalica di bagian depannya kemudian celana jeans hitam dengan sobekan dibagian lutut. Rambut berponi Kibum yang biasanya di lihat Kyuhyun juga di naikkan, Kyuhyun kini bisa melihat jidat sempurna Kibum.

Ah~ tampannya.

Kyuhyun kembali mendesah dalam hati dan memberikan nilai sempurna untuk penampilan Kibum. Seperti anak muda. Kibum memang harus berpenampilan seperti remaja jika memang ingin tampak serasi dengan Kyuhyun. Ini juga tips dari Hyuna. Dia akan terlihat seperti om om mesum jika dengan setelan nyamannya. Atau mungkin seperti preman yang sedang melakukan prostitusi.

Kibum mematikan kompor, meletakkan makanan yang sudah di masaknya ke atas meja di hadapan Kyuhyun. "Makan yang banyak" dia persis seperti baby sister sebenarnya dari pada calon suami—tapi karena dia tampan, dia sosok lelaki sempurna. Kecuali untuk urusan dalam celana—Kibum benar benar brengsek.

Taehyung ikut bergabung. Dia cepat menuju meja makan, menepis tangan Kibum di kepala adiknya. Dia memplototi Kibum. "Jangan makan dulu! Aku takut itu beracun!" yang musuh Kibum kan Cuma Taehyung—itu pun anggapan Taehyung. Untuk apa Kibum meracuni Kyuhyun?

Taehyung mencicipi makanannya. Dia memajukan bibirnya. Sial! Ini enak! Kyuhyun akan semakin suka dia. Taehyung harus cepat berpikir agar makanan itu tak sampai di cicipi Kyuhyun.

Terlambat.

Adiknya dengan suka rela menerima suapan dari Kibum. "Ini enak" katanya. Kibum memperhatikan Kyuhyun, benar benar makin cantik. Tapi kenapa wajahnya pucat?

"Kau baik baik saja?" Kyuhyun sedikit meringis tapi dia mengangguk.

Kibum jadi semakin curiga. Dia meletakkan tangannya di dahi Kyuhyun, tubuh Kyuhyun terasa dingin. "Jangan sentuh adikku, bodoh!" Taehyung itu benar benar tidak sadar untung. Mulutnya penuh masakan Kibum tapi dia mengatai Kibum.

"Diam saja kau!" perintah Kibum menoel kepala Taehyung. Sedikit geram. "Ada apa denganmu, ada yang tidak enak?" pemikiran negative Kibum tentang Taehyung yang memperkosa adiknya jadi momok untuk Kibum. Bagaimana jika hal itu benar? Bagaimana kalau—

Suara tangisan Kyuhyun membuat Kibum mau tak mau berpindah. Dia segera menumpukan lututnya di hadapan Kyuhyun dan menangkup wajah gadis remaja itu. "Kyuhyun, kau kenapa? Kau baik baik saja? Kenapa kau menangis? Aku disini, Kyuhyun!" ini dialog Taehyung. Dia meletakkan sendoknya secara kasar di atas meja. Dia takut Kyuhyun kenapa napa, tapi dia rasa beruntung Kibum di sini. Dia juga bingung mau apa.

"Ada apa denganmu?"

"Sakit" katanya. Gadis remaja itu meremas bagian perutnya.

"Bagian mana yang sakit? Kita ke rumah sakit sekarang?" Taehyung kembali heboh. Mengambil dialog Kibum.

Bukannya menjawab, tangisan Kyuhyun semakin kencang. Kibum buru buru mengangkat Kyuhyun, "Kita ke rumah sakit sekarang!" putusnya.

"DARAAAH!" teriak Taehyung heboh. Dia jelas melihat di bagian gaun tidur Kyuhyun ada noda darah dalam jumlah banyak. "Astaga Kyuhyun pendarahan!" katanya. Dia sangat panik. Kibum jadi ikutan panik.

Suara bel terdengar. "Taehyung buka pintunya, aku akan membawanya ke rumah sakit!" ucap Kibum. Mereka melangkah cepat.

Tepat di depan pintu Hoseok—remaja seusia Taehyung dengan dagu yang runcing serta rambut hitamnya menatap kedua pemuda yang beda usia itu bingung. "Kalian kenapa?"

"ADIKKU PENDARAHAN HOSEOK! DIA PENDARAHAN!"

"Ha?" Hoseok jadi ikut panik. Dia menatap gaun tidur yang kotor Kyuhyun menepuk kepala Taehyung agar tenang. "Dia bukan pendarahan bodoh! Bawa dia masuk!" Hoseok mendorong kedua pria bodoh itu masuk kembali ke dalam apartemen.

"Apa apaan kau ini? Kalau adikku mati bagaimana?"

"Aku punya banyak saudara perempuan dan mereka mengalami hal seperti itu" Hoseok menghela nafas. Dia menatap sosok orang dewasa tinggi yang seperti di kenalinya yang tengah menggendong Kyuhyun. Matanya menyipit, sepertinya dia kenal. "Kau polisi yang waktu itu? Kenapa kau bisa di sini?" tanyanya.

"Nanti saja penjelasannya, sekarang jadi atau tidak ke rumah sakit? Kyuhyun sudah kesakitan"

"Bawa dia masuk!" cibir Hoseok.

Ika. Zordick

Di sinilah, mereka sekarang. Kibum dan Taehyung yang seperti orang bloon di supermarket dekat apartemen dua bersaudara Cho. Mereka di suruh Hoseok mencari sesuatu dan membelinya. Tapi mendengar namanya saja wajah keduanya memerah karena malu. Bisa sekali Hoseok menyebutnya tanpa malu sama sekali.

Hoseok itu hebat. Dia manusia super. Dan yang paling penting dia itu sangat dewasa.

Kibum bahkan mengakui itu.

Kibum dan Taehyung berpandangan. Mereka sesekali bersiul untuk meredakan kegugupan. Untuk apa mereka berdua di tugaskan hanya untuk berbelanja? Jawabannya mudah, karena Hoseok tidak mau Kyuhyun bertambah sakit karena hal hal tak berguna yang sedang di bicarakan dua manusia bodoh. Taehyung wajar wajar saja, tapi Kibum, itu keterlaluan.

"Kau tak pernah punya saudara perempuan?" Tanya Taehyung. Dia membantu memasukkan minuman atau apapun ke dalam keranjang belanjaan mereka. Agar terlihat lebih natural—menurut mereka.

"Tidak. Aku anak tunggal" jawab Kibum. Taehyung mengangguk mengerti. "Kita beruntung karena Hoseok datang, dia tahu banyak"

"Kau benar" sahut Kibum.

"Kau pasti pernah tidur dengan wanita"

Kibum mengangguk mengiyakan. "Tapi aku tidak tahu mereka punya siklus bulanan yang mengerikan seperti itu" Kibum itu keterlaluan acuh. Dia selalu sekolah di sekolah khusus lelaki. Dia jadi tak penah mengetahui istilah 'bocor' atau bokong berdarah. "Aku hanya menelanjangi mereka dan mereka mendesah"

"Kau benar benar brengsek" Taehyung mendecih. Pria seperti ini yang harus di jadikannya pacar adiknya. Taehyung lebih baik mati! Kibum itu bajingan. Sukanya menelanjangi wanita dan merebut keperawanan orang. Bagaimana kalau Kyuhyun korban selanjutnya? "Kau akan melakukannya pada adikku kan? Takkan kubiarkan!"

Kibum menghentikan langkahnya. Mereka jelas berada di tempat rak yang berhadapan dengan benda yang harus mereka beli.

Hening—

Kibum mengisyaratkan Taehyung untuk memasukkan benda itu ke dalam keranjang belanjaan mereka. Taehyung tak sudi! Dia kan malu!

"Aku takkan melakukannya, wajahnya yang kesakitan membuatku ngeri" Kibum jujur soal ini. Kyuhyun baru saja dewasa dan Kibum membicarakan tentang masuk keluar masuk keluar, mana Kibum tega. Kyuhyun harus lebih dewasa lagi, baru Kibum pertimbangkan. Untuk sementara dia bisa melakukannya dengan wanita lain.

Eh tunggu. Dia harusnya putus dengan Kyuhyun!

"Aku takut" Taehyung mendesahkan nafasnya. "Kalau Kyuhyun benar benar kesakitan. Seandainya aku bisa tukar tempat dengannya" Taehyung benar benar sayang Kyuhyun. Kibum menepuk kepala Taehyung. Kasir supermarket melihat keduanya. Kenapa dua pria itu sepertinya mencurigakan. Mereka berdua berdiri di rak pembalut, saling menatap kemudian si pria dengan penampilan rocker mengacak rambut Taehyung.

"Ngomong ngomong Taehyung, yang mana yang harus kita beli?" jenisnya banyak. Mereka kembali berpandangan dan Kibum mendial nomor Hyuna untuk itu. Hyuna jelas tertawa dari seberang sana, tidak menyangka bahwa mengerjai Kibum lewat Kyuhyun benar benar berefek besar. Seorang polisi dewasa dengan jabatan tinggi bingung membeli pembalut mana yang pas untuk pacarnya yang baru saja dewasa? Itu lebih konyol dari rekan mereka sesama polisi yang jatuh ke got saat menangkap pencuri yang kabur.

Hyuna menjelaskan.

Tangan Kibum gemetar, dia harus memasukkan benda itu ke dalam keranjang belanjaannya.

Ika. Zordick

"Kau harus berterima kasih dengan Hoseok dan Kibum. Mereka menyelamatkan nyawamu. Aku akan urus Hoseok tapi kalau Kibum kau yang urus. Aku tak mau berdekatan dengan polisi itu, badanku gatal gatal. Bawa saja bingkisan makan siang!" ucap Taehyung ketika jam istirahat di sekolah tadi. Kyuhyun teringat kata kata kakaknya, oleh karenanya lah dia memeluk kotak penuh bekal makanan yang dibelinya di sebuah restaurant dalam perjalanan sekolah dan kantor polisi.

Wajah Kyuhyun rasanya panas sekali. Dia malu. Dia berbicara pada Eunha—teman satu kelasnya, Amber dan Krystal—mereka teman satu geng Kyuhyun yang rada rada gila, mereka satu suara jika Kyuhyun baru saja mengalami kejadian memalukan. Pacarnya membelikan pembalut untuknya dan merawatnya ketika sedang sakit menstruasi? Tak ada yang lebih memalukan dari itu di usianya yang ketiga belas.

Amber yang persis seperti lelaki saja tak sampai segitunya—dia juga tak punya pacar sih. Ah intinnya! Itu memalukan!

Kondisi jalanan ramah, dia sedang di pusat kota. Kyuhyun mengiba saat melihat seorang pengemis buta yang tengah duduk di dekat tiang lampu jalan. Kyuhyun meronggoh sakunya, mengeluarkan beberapa lembar uang dari sana dan meletakkannya di tangan sang pengemis. Jumlahnya cukup banyak. "Kau baik sekali" kata si pengemis. Kyuhyun tersenyum.

"Sebaiknya kau membeli banyak makanan enak dengan itu. Aku sedang membawa makanan tapi aku tak bisa memberikannya padamu, ini untuk kekasihku" Kyuhyun sedang kasmaran. Prioritas utamanya adalah Kibum. Akan sia sia perjuangannya kalau Kibum tak jadi makan makanan yang dibawanya.

Si pengemis tertawa. "Terima kasih, nak"

"Terima kasih kembali" ucap Kyuhyun santai. Kyuhyun melirik jam tangannya, ini sudah lewat jam makan siang. Kibum pasti sudah makan sekarang. Kyuhyun mendesah kecewa, dia pasti terlambat. Dia membuka bungkusan ditangannya, mengeluarkan tempat makanan teratas. Menyodorkannya pada si pengemis tua. "Kau makan saja, sudah lewat jam makan siang. Dia pasti sudah makan" lagipula Kyuhyun juga tidak tega dengan pak pengemis.

"Kau benar benar berhati indah. Ku yakin parasmu pasti cantik"

"Kau sedang menggodaku ya? Aku sudah punya kekasih, jangan merebutku darinya" canda Kyuhyun yang membuat si pengemis buta tertawa. Kyuhyun memberikan sendok itu di tangan pak tua, mengatakan menu di hadapannya. Ia takut saja kalau ternyata si pak tua alergi bahan makanan yang dibawanya.

Ketika pak tua itu makan dengan lahap. Dia berhenti. "Kentang" kata pak tua. Kyuhyun melirik ujung sumpit si pak tua, itu bukan kentang. Dia sedang membicarakan seorang pria gendut yang lewat di hadapan keduanya. Kyuhyun rasa pria itu memang mirip kentang. Kyuhyun terkekeh kecil.

"Apel" kali ini lewat wanita sexy bertubuh bak gitar spanyol. Kyuhyun setuju saja wanita itu seperti apel.

"Babi" Kyuhyun melihat seorang pria berjas dengan perut buncit, Kyuhyun pikir dia mungkin diplomat. Kyuhyun setuju orang orang seperti pria itu disamakan dengan babi.

"Manusia" kali ini lelaki yang lumayan tampan dengan kacamata di wajahnya. Dia mengenakan jas bermerk.

"Kerbau" seorang wanita yang membawa anaknya.

"Keju" kali ini seorang bocah dengan sepeda roda tiganya.

Kyuhyun sedikit penasaran. Apa gerangan yang sedang di bicarakan si pak tua sampai menghabiskan makanan pemberian Kyuhyun. "Kau sedang bergumam tentang apa?"

"Penciumanku sedikit tajam, aku mengetahui apa yang baru saja mereka makan saat makan siang ini" Kyuhyun mangut mangut. Mengerti sebutan sebutan manis yang di sebutkan pak tua buta tersebut. Ternyata makan siang mereka, Kyuhyun pikir pak tua itu sedang menyindir penampilan mereka.

"Lalu, aku makan apa?" Tanya Kyuhyun.

"Nasi kare" Kyuhyun bertepuk. Pak tua itu benar. "Ah, aku harus menemui kekasihku. Aku setidaknya harus menyampaikan makanan ini padanya. Terserah dia ingin makan lagi atau tidak" ujar Kyuhyun.

Ika. Zordick

Ruangan itu gelap, hanya ada penerangan berupa infokus yang mengarah pada layar putih besar di depan. Banyak yang duduk di sana, beberapa diantara mereka berseragam polisi dan yang lainnya hanya berpakaian layaknya masyarakat sipil. Kibum ada di sana, baru saja masuk ke ruangan rapat dengan pakaian pakaian yang terlalu casual sebenarnya.

Orang orang tampak sedikit segan dengannya. Tapi dia tampak acuh, mendudukkan dirinya diantara para polisi lainnya. "Pak, seharusnya anda duduk di kursi pengawas" Kibum mendesis. Dia menatap polisi baru yang sepertinya baru bertugas di kantor polisi tempat Kibum bertugas—Kibum sepertinya lupa dia bebas bertugas di kantor polisi manapun yang ia mu. Tapi ia suka di sini. Dia banyak kenal orang disini sehingga tak gila hormat padanya.

"Siapa kau?" Tanya Kibum, menatap lelaki tinggi yang baru saja memintanya untuk berada di kursi perwira tinggi yang sudah di sediakan. "Mana bocah bocah yang baru di tugaskan di sini?" lanjut Kibum membuat dua orang lainnya berbeda gender ikut bergabung dengan si lelaki tinggi.

"Siap, Sir!" mereka memasang pose hormat.

"Sebelum kita memulai rapat, kurasa tidak masalah jika kita mengenal orang baru. Bukankah begitu?" Tanya Kibum pada para perwira lain. Mereka tak memiliki jabatan lebih tinggi dari Kibum, meski mereka lebih tua dari Kibum. Mereka setuju saja. "Silahkan ke depan!"

Donghae menghidupkan kembali lampu ruangan. Tiga orang, salah satu diantara mereka wanita menunjukkan pose istirahat di tempat. "Saya Park Chanyeol, usia dua puluh dua tahun." Katanya. Kibum mengulurkan tangannya dan seseorang sudah siap dengan biodata Park Chanyeol lengkap. Kibum tersenyum melihat spesialisasi si pria tinggi tadi. Dia juga di bimbing oleh seseorang yang Kibum cukup kenal di akademi kepolisian, sepak terjangnya juga cukup baik dan belum pernah mendapatkan sanksi buruk kecuali—

"Menembak penjahat?" Kibum sedikit mengeriyit. Brengsek sekali, kenapa kantornya di berikan bocah bocah bermasalah. Dia akan protes pada Yunho nanti. Chanyeol terlihat meneguk ludahnya kasar. Para perwira lain tampak terkejut melihat biodata Chanyeol tentang kesalahannya yang seharusnya benar benar fatal.

"Saya Oh Sehun, usia dua puluh satu tahun" Kibum mengeriyit. Kali ini dia memperoleh anak paling berprestasi. Tapi tak bisa bekerja sama dalam tim. Busuk sekali. Sebenci bencinya Kibum pada orang gegabah, dia lebih tak suka sama mahluk tak setia kawan dan mengandalkan diri sendiri.

"Saya Kim Dasom, usia dua puluh dua tahun" kali ini wanita yang tampak penakut. Kibum menghempas berkas yang berisi profil orang orang di hadapannya, membuat ketiganya tampak tersentak kaget. Kibum itu perwira tinggi, sangat tinggi dan tak pantas berada di kantor cabang kepolisian. Dia juga lebih muda dari yang seharusnya. Mereka sudah bisa membayangkan diri mereka yang di bentak bentak dan di maki.

"Selamat bekerja! Aku bekerja di lapangan, jadi anggap saja sebagai rekan bukan atasan. Aku hanya sebagai atasan ketika memberi hukuman, kalian bisa Tanya mereka, aku jarang sekali memberi hukuman" Kibum berbicara. Orang ini tak semenakutkan pangkatnya. "Tapi jika kalian bermasalah, aku akan menghukum sendiri. Akan kubuat kalian mengatur lalu lintas sepanjang hidup kalian" itu ancaman yang lebih mengerikan di banding pangkat di turunkan.

"Duduklah!" seorang polisi berpangkat perwira yang jelas lebih tua dari Kibum menyuruh ketiganya duduk. "Kibum tak terlalu suka jika dia di perlakukan seperti orang tua" terkekeh. Polisi ini tentu kenal Kibum sejak bocah itu masih menjadi bintara. Dia yang selalu mendisiplinkannya. Kibum selalu berlaku objektif dan melakukan pekerjaan dengan baik. Dia hanya tak terima hasil yang buruk. Mengenalnya lama adalah langkah terbaik agar tak terkena semprotan.

"Ah kau benar." Kibum mengakui itu. "Mulailah, Donghae!"

Donghae mematikan lampu. Menunjukkan sebuah tayangan singkat tentang foto foto manusia yang tewas mengenaskan. Usus berurai, mata yang di congkel keluar dan tubuh yang tak utuh. Hyuna sudah mengutuk, dia pasti akan sukses dalam dietnya kali ini.

Lampu kemudian menyala, membuat para polisi kembali menatap pada berkas di tangan mereka. "Mereka korban pembunuhan dan dari hubungan para korban, tidak ada hubungan signifikan" Kibum membalik satu per satu foto foto yang ada di berkasnya. Menatapnya nyaris melotot. Tidak percaya dengan luka luka korban.

"Saya sudah mendapat data dari visum" ini seorang rekan kerja yang biasa mereka panggil Key. Lelaki bermata indah yang selalu menyempatkan dirinya ke rumah sakit kepolisian untuk mendapatkan hasil visum. Dia orang yang cukup dikenal dan berpengalaman, tentu saja berkasnya asli tanpa rekayasa. "Korban yang satu dan yang lain tidak memiliki hubungan namun jelas dibunuh dengan cara yang sama"

Seseorang mengangkat tangannya. Itu Park Kyung, seorang berotak encer yang pernah menjadi perwakilan adu cerdas tangkas dan menang antar polisi beberapa waktu lalu. "Aku tidak mengerti letak kesamaannya, bukankah jelas mereka dibunuh dengan cara berbeda dan dengan alat berbeda. Dari mana visum menyimpulkan dan mengelompokkan mereka menjadi satu kasus diantara kasus pembunuhan yang lain?" Tanyannya.

Kibum suka mereka, dia tak salah memilih orang untuk bergabung pada devisi kesatuannya. "Beberapa bagian tubuh mereka hilang, organ tubuh mereka juga di robek seperti di makan hewan buas"

"Hewan buas? Gigitan dan air liur?" celutuk yang lain.

"Bentuknya seperti manusia, masalahnya" Key agak susah menjelaskan bagian ini. "Ini kanibalisme, tersangka memakan korbannya, membunuh satu nyawa setelah kenyang membiarkannya begitu saja. Kami juga menemukan air liur yang berbeda, berarti jumlah mereka lebih dari tiga atau mungkin—" Key menunduk.

"Bergerombol?" Sehun—orang baru yang di elu elukan jenius itu berbicara. "Persis seperti salah satu anime yang pernah ku tonton"

"Tidak ada orang aneh yang mengenakan topeng belakangan" Kibum menyelutuk lagi. Kibum tentu tahu ke arah mana perkataan Sehun. Dia akan mengejek Key dengan penarikan hipotesanya tentang spesies baru yang mirip manusia dan memakan manusia. Terdengar konyol memang. "Tentu saja itu menjadi tugas kita untuk mengamankan kota dan menangkap mereka."

"Tentu aku tak membicarakan anime di sini" Key mengeram. Dia belum menyelesaikan hipotesanya. "Aku tak membicarakan spesies baru yang mengancam manusia. Aku membicarakan pembunuhan berantai yang dilakukan oleh segerombolan orang"

Hyuna mengangkat tangannya kemudian. "Aku menemukan sesuatu yang mungkin berhubungan dengan itu." Hyuna melempar sebuah flash disk pada Donghae—Donghae seorang penangkap jitu. Dia memasang flash disk itu ke laptopnya, kemudian membuka isi flash disk itu. Sebuah video terlihat.

Hening—

Hanya ada orang berteriak teriak tak jelas dan logo aneh yang bisa di tangkap para polisi. "Ini jenis aliran agama baru, aku juga kurang tahu namanya apa. Aku mendapatkan video itu setelah cukup banyak pengorbanan" kata Hyuna. Dia melangkah ke depan. Suara heelsnya yang berbenturan dengan lantai terdengar, Kibum tersenyum ketika Hyuna menyuruh Donghae menghentikan videonya.

"Bukan urusan kita memang jika suatu agama baru atau sejenisnya yang tak meresahkan masyarakatnya. Tapi satu satunya yang ku tahu dalam ajaran ini, kita harus menangkap satu pengikutnya. Mereka memakan manusia"

Kibum kali ini mengangkat tangannya. "Dari mana kau mengetahuinya?"

"Bukankah kau yang membantuku untuk menemukan keanehan dari video ini, Sir. Picik sekali kau melimpahkan segala penjelasan padaku" Hyuna mencoba lelucon kecil. Dia terkekeh. Dia melakukan zoom pada meja kecil di ujung ruang pertemuan itu. Ada sepiring irisan daging jika di lihat dari bentuknya, dan ketika di perbesar lagi. Ada jari di sana dan cincin yang tersemat di sana. "Ini cincin salah satu korban, yang tangannya tak di temukan"

Dan—

Hyuna menyuruh Donghae membuka video lain. "Aku melakukan sedikit filter suara, aku menghapus suara sorakan."

Seorang bertopeng yang menutupi seluruh wajahnya yang terdapat symbol aneh berteriak. "TUHAN MENYURUH KITA MEMAKAN DAGING YANG BUKAN UMAT KITA. MAKANLAH WAHAI KELUARGAKU"

"HOEEEKKKK"

"Jika ingin muntah, keluar dari sini" Donghae mengomando. Beberapa orang keluar dari ruangan. Berlari secepat kilat menuju ke tempat mereka bisa menyalurkan rasa mual mereka.

Sepuluh menit, ruangan rapat kembali di penuhi. Kibum beranjak dari kursinya. "Aku sudah meminta bantuan Jendral untuk mengirimkan beberapa orang dan kuharap ketiga orang yang berkenalan di awal tadi sungguh dapat membantu kita." Kibum berbicara. Mematikan proyektor yang jelas membuat matanya silau. Dia berdiri bersidekap. "Kita akan menangkap banyak orang, mematikan aliran itu sampai ke akar akarnya"

Hening sejenak. Tidak ada yang berani menyela perkataan perwira muda itu. "Dalam kasus ini, aku akan memimpin secara langsung. Kemajuan kasus harus di laporkan padaku secara langsung tanpa perwakilan, posisi kalian berada di satuan pidana ataupun lalu lintas semuanya harus berkerja. Memberi laporan rutin dan lembur. Jika ada yang tidak beres, aku akan menyatakan kalian tersangka"

Salah satu mengangkat tangan. "Bagaimana jika tersangkanya adalah kau?" Kibum tertawa. Dia suka wanita berkulit putih susu yang baru saja di masukkan dalam daftar bawahannya di kantor kepolisian ini. Kristis dan tak memperdulikan jabatannya.

"Karena akulah yang membuka kasus ini. Satu satunya orang yang tak punya motif adalah aku, Dasom." Kibum tersenyum. Dia terlihat sangat tenang dengan perawakannya yang seperti remaja tanggung. Kibum susah merubah mode rambutnya yang berponi itu. "Jika kau seorang anggota dari perkumpulan kanibal itu, apakah mungkin kau mengajukan keluargamu untuk ringkus polisi. Mereka terancam dan aku ingin lihat tindakan mereka untuk membunuh seseorang yang menganggu sarang mereka"

"Kau sedang menunggu di makan?" Dasom kembali bertanya.

"Sebelum aku dimakan, ku harap kau bisa menyelamatkanku dan menangkapnya" Dasom memiliki keberanian ketika Kibum seolah memberinya semangat. Dia harus menangkap mereka, agar atasannya yang tampan itu tidak di makan. "Dan satu lagi, dalam misi ini, berhati hatilah! Aku tak berharap kalian mencurigai satu sama lain, aku hanya ingin kalian waspada"

"Selesai" lanjut Kibum. "Ah Mr. Shin, bisakah kita berbicara?"

Semuanya berdiri. Termasuk para perwira, memasang pose hormat. "Siap, Sir!" kata mereka serempak.

Kibum keluar terlebih dahulu, di susul dengan perwira yang lain.

Ika. Zordick

"Mereka lama sekali rapatnya" Kyuhyun berdumel. Dia duduk di salah satu kursi di dalam kantor kepolisian itu, bersama dengan seorang wanita bermake up tebal yang Kyuhyun rasa memiliki tujuan sama dengannya.

"Ya lama sekali" ucapnya menyetujui dumelan Kyuhyun. "Kau ingin mengantarkan makanan untuk ayahmu?"

Kyuhyun menggeleng. "Tidak, untuk kekasihku" katanya. Wanita itu seolah mengerti. Sepertinya gadis kecil itu kekasih angkatan baru di kesatuan ini.

"Aku juga mengantarkan untuk suamiku" si wanita terlihat bangga sekali mengatakan suaminya seperti Kyuhyun. Kyuhyun rasa wanita itu sangat mencintainya suaminya. Membuat Kyuhyun iri saja, ia juga ingin Kibum menjadi suaminya. "Suamiku memiliki jabatan yang lumayan tinggi, aku akan menyuruhnya untuk memperhatikan dan bersikap baik untuk kekasihmu" kata si wanita lagi.

Kyuhyun mengangguk. "Terima kasih. Itu terdengar membantu. Kekasihku itu pelupa, dia bahkan kadang lupa kalau aku kekasihnya" Kibum tidak lupa, hanya terkadang dia kurang ingat karena Kyuhyun terlalu mungil.

"Itu suamiku" seorang dewasa berbadan tegap dan berwajah sangar. Kyuhyun sedikit takut melihat wajahnya. "Dia sepertinya di marahi atasannya, kasihan sekali" kata si wanita berwajah sedih.

"Aku tidak terlalu mempermasalahkan laporan, tapi bisakah kau memberikan kasus pada orang yang tepat. Aku tak bisa menerima jika ada salah satu orangku terluka. Ini bukan kejahatan serius, tapi ku rasa kau keterlaluan menempatkan yang kurang berpengalaman lebih banyak dari pada yang biasa menghandle kasus yang seperti ini" si suami sang wanita terlihat meminta maaf dengan suara tegas. "Jangan di ulangi!"

Si lelaki kemudian menghampiri Kyuhyun dan si wanita. Dia tersenyum ramah dan Kyuhyun juga tersenyum untuk membalasnya. "Apa kau di marahi atasanmu?" Tanya si wanita. "Dia terlihat sangat muda"

"Ya, dia memang anak muda yang hebat. Dia membuat seluruh anggota polisi di kepolisian ini seperti anggota satuan elit" si pria itu tertawa. "Aku bersyukur orang berpangkat setinggi dia mau di tempatkan di kantor kecil seperti ini dan bukan menjadi si pemerintah di kantor pusat"

Kyuhyun tersenyum. Saat orang yang memarahi si lelaki tadi mendekat. Dia membungkuk sedikit pada si wanita dan menatap datar pada Kyuhyun. "Kenapa kau kemari?" pertanyaannya dingin.

"Aku mengantarkanmu makanan" kata Kyuhyun. Membuat si wanita melongo. Dia sepertinya melakukan kesalahan dengan bermulut besar di depan kekasih atasan suaminya. Kyuhyun menyeringai, rasanya ingin tertawa melihat wajah pucat si wanita.

"Baguslah, aku belum makan" Kibum itu bukan tipe yang selalu makan tepat waktu. Dia sepertinya mendapatkan keberuntungan hari ini. "Donghae bilang dia merindukan Taehyung dan Hoseok di meja kerjanya" Kibum hanya menyampaikan keluhan Donghae pagi tadi.

Kyuhyun tertawa. "Kibum, aku mendapatkan teman" dia menunjuk si wanita yang sudah mulai gelagapan.

"Ah, dia istri Mr. Shin" Kibum kembali membungkuk sopan dan si pria merasa tak enak karena sedari tadi atasannya itu seperti sangat menghormati istrinya. "Dia menemaniku menunggumu rapat. Kuharap kau mempertimbangkan kebaikan hatinya untuk tak membuat kejam pada Mr. Shin"

Mr. Shin tertawa. Seluruh manusia di kepolisian itu juga tahu kalau Kyuhyun adalah bocah yang akan selalu mengganggu Kibum seminggu belakangan ini. Dia kekasih si atasan dan Hyuna selalu menjelaskan dia adalah bocah baik yang labil. Dia bisa bunuh diri kalau di campakkan Kibum. Tapi Mr. Shin tak berharap mereka akan putus, mereka pasangan yang cukup serasi.

"Aku tidak kejam." Kibum membela diri. Dia memang jarang jarang menunjukkan dirinya sebagai atasan. Kibum hanya suka menertibkan yang tak benar. Dan selama ia bertugas di kepolisian ini, semua berlangsung baik tanpa tanda tanda perlu ditertibkan secara kejam. Dia juga berbicara cukup sopan pada Mr. Shin seingatnya tadi. Ia menegur dan bukan membentak seperti atasannya lakukan dahulu.

"Benar, Kibum tidak kejam"

"Kau dengar" Kyuhyun berdecak ketika Kibum seolah mengejeknya tentang kesalahpahamannya itu. "Mrs. Shin, kurasa kau akan sering bertemu dengannya kalau dia rajin mengantarkan makanan padaku. Si bocah ini jangan terlalu di dengarkan" ujar Kibum yang kembali membuat Kyuhyun menggerutu.

Ika. Zordick

"KYUHYUUUN~~" Donghae ingin sekali memeluk remaja itu. Dia benar benar cantik seperti boneka dan menggemaskan di mata Donghae. Dia fans berat Kyuhyun. Tapi sial sekali karena Kyuhyun sekarang berada di dekat Kibum, dia jadi tak bisa mencubit pipi Kyuhyun sedikit saja.

"Hi Donghae" sahut Kyuhyun yang membuat seluruh ruangan itu tertawa melihat cara Kyuhyun menyahut sapaan Donghae. Dia persis seperti rekan rekan kerja mereka yang seangkatan.

Kibum duduk di kursi yang biasanya ia duduki. Kyuhyun membuka kotak makanannya. Membuat mata Kibum berbinar menatap makanan yang terlihat enak. Dia memakannya dengan santai. "Wah bikin iri sekali, aku ingin punya pacar seperti Kyuhyun" ini terdengar seperti olokan. Rekan rekan kerja Kibum—terlebih lagi Kyung dan Hyuna suka sekali mengejek Kibum.

Tidak terlalu peduli. Kibum memilih menghabiskan makanannya. "Hei Kyuhyun" Hyuna menyapa Kyuhyun. Memeluk tubuh remaja itu dari belakang dan mengecup pipinya gemas. "Kau semakin cantik saja"

Kyuhyun nyengir. Dia tahu dirinya makin cantik. Tadi dia mengoleskan lip balm di bibirnya, pasti karena itu.

"Kalian tahu, semalam Kyuhyun sudah dewasa" Hyuna membuat Kibum tersedak. Wajah Kyuhyun terlihat memerah. Dia menunduk karena Hyuna berkata benar tentang kedewasaan. Dia merasa satu langkah lebih dekat menjadi istri Kibum.

"Wah benarkah? Dari mana kau tahu?" Key menyerobot. Hyuna pasti akan mempermalukan atasan mereka.

"Semalam—"

"Hyuna!" tegur Kibum. Wajahnya sudah merah.

"Kibum bertanya padaku, apa nama pembalut yang cocok untuk Kyuhyun. Buahahahaahhaa"

Shit!

Shit!

Shit!

"Wah, Kibum perhatian sekali"

"Apa kau membelikannya yang pakai sayap? Agar ia bisa terbang"

"Terbang kemana?"

"Tentu saja ke hati Kibum~"

Kibum menenggelamkan wajahnya ke bawah sekat meja. Dia malu sekali. Sedangkan Kyuhyun agak bingung dengan pembicaraan mereka.

"Kibum romantis sekali membelikan pembalut untuk pacarnya." Olokan yang ini membuat Kyuhyun mengerti. Wajahnya memerah seperti tomat.

Inilah yang membuat Kibum kadang menyesal menjadi atasan yang bersahabat. Dia diolok olok pun tak bisa menyalahgunakan wewenang.

"HEI, JANGAN MENGEJEKKU!" Kyuhyun berteriak nyaris seperti auman singa. Kibum melirik kekasihnya itu. "Lupakan kejadian ini, atau ku bakar berkas berkas kalian jadi debu" membuat Kibum terkekeh geli dalam hatinya. Kyuhyun itu lebih menakutkan dari Kibum. Seluruh bawahannya kembali sibuk dengan kegiatan masing masing.

Kyuhyun menegakkan tubuhnya. "Aku sudah menyelesaikannya" katanya.

Kibum mencoba menahan tawa. "Kerja bagus" dan kemudian melanjutkan makannya yang sempat tertunda.

TBC

Q : Tua Bangka mesum?

A : Kibum tidak setua itu, tapi sebutan yang cocok dengannya sekarang Si tua Bangka mesum tapi sedikit bodoh.

Q : Apakah ceritanya seperti Conan?

A : Hahahahaha tidak tidak, Kibum itu polisi yang mau gak mau harus melibatkan dirinya sama kejahatan. Kisah cintanya dengan Kyuhyun juga tak melibatkan kejahatan, Cuma Kyuhyun saja yang suka terlibat tak sengaja.

Q : Masalahnya bakalan baru lagi ka?

A : Sejauh ini ka masih mikirin tiga kejahatan lagi, setelah kejahatan manusia kanibal maka tinggal satu kasus lagi, jadi ka harus sedikit mikir sebelum lupa

Ka harap jangan ambil negatifnya, ambil positifnya aja. Hahahaha xD yang ngarepin mereka NC gak ada kan? Soalnya ka penasaran apakah moto pembaca ka itu udah berubah atau belum "Ka itu lebih cocok nulis tusuk tusukkan dari pada sodok sodokann"