Chapter 2 : Di bawah Lampu Jalan - 1

365

Cast:

Lu Han, Se Hun

Baekhyun, Kyungsoo

EXO Members

Romance, a little bit Humor and Drama

This is Genderswitch.

.

.

.

Luhan adalah seorang aktris muda dengan karir gemilang. Dengan wajah mirip anak sekolah, tubuh yang mungil –tapi seksi ditambah pembawaan yang menyenangkan membuat Luhan mudah di terima segala kalangan. Banyak ibu-ibu yang berharap anak perempuan mereka bisa tumbuh secantik Luhan sementara para pria disegala usia berharap Luhan mau menjadi pasangan hidup mereka. Tentu saja itu semua mustahil mengingat sang aktris sudah mengumandangkan kisah cintanya berlabuh pada seorang arsitek dan fotografer muda bernama Oh Sehun dua tahun lalu. Kisah cinta mereka memang menuai banyak doa kebahagiaan meski tidak sedikit yang mengutuk pilihan si cantik.

Mereka berdua saling kenal ketika ibu Sehun, Yuri meminta Luhan untuk menjadi model dari pakaian yang ia produksi bersama suaminya. Luhan tentu saja menerima dengan senang hati tawaran itu mengingat siapa itu Yuri dan suaminya. Dengan langkah pasti Luhan membawa dirinya memasuki rumah besar milik pasangan model tersebut. Diam-diam ia berdoa dalam hati bisa bertemu dengan salah satu dari jagoan keluarga tersebut entah itu si sulung atau si bungsu yang kabarnya memiliki ketampanan yang tidak main-main. Sementara Baekhyun, teman sekaligus manajer Luhan dari tadi juga diam-diam berdoa agar dirinya tahan akan godaan ketampanan jagoan Oh. Meskipun hatinya sudah berlabuh pada Park Chanyeol, seorang penyanyi muda yang tak kalah gemilangnya dengan Luhan namun Baekhyun tetap seorang gadis yang akan berteriak histeris jika bertemu dengan makhluk tampan.

Baik Luhan maupun Baekhyun sama sekali tidak bisa menyembunyikan raut kagum mereka begitu memasuki rumah besar tersebut. Sejak di perjalanan mereka berdua sudah ribut membayangkan betapa mewahnya rumah pasangan model tersebut namun yang tersaji di hadapan mereka jauh berbeda dari apa yang mereka bayangkan. Rumah itu memang besar namun isi di dalamnya benar-benar jauh dari kata mewah namun dekat dengan kata nyaman. Seluruh perabotan yang menjadi penghuninya memiliki warna-warna kalem yang menenangkan. Beberapa foto terpajang di meja kecil dekat sofa yang Luhan dan Baekhyun duduki menjelaskan siapa saja penghuni istana nyaman ini. Sepasang manusia yang sempurna yakni Hyungjeong dan Yuri sebagai raja dan ratunya, lalu dua laki-laki gagah yang berdiri di belakang keduanya jelas adalah pangeran-pangeran tampan miliki sang ratu, Oh Dongwoon dan Oh Sehun.

Kalau Baekhyun memuji Dongwoon yang lahir sebagai seorang atlet taekwondo nasional beda dengan Luhan yang tertarik pada si bungsu Oh Sehun. Pria itu lahir dengan wajah yang tenang dan memiliki senyum yang imut. Terlihat dari semua foto yang terpajang, wajah Sehun benar-benar menggemaskan jika dilihat dari sisi manapun. Doa Luhan semakin kencang di dalam hati agar ia bisa di pertemukan dengan pria yang sudah mencuri perhatiannya meski lewat foto.

"Berhenti merengek sayang. Malu pada umurmu." Suara cantik dari arah tangga membuat Luhan dan Baekhyun sama-sama membawa perhatian mereka kesana. Yuri, sang ratu cantik turun dengan santai sementara seorang pria dibelakangnya asik menarik tangan sang wanita dengan sesekali mengeluarkan suara merajuk.

"Diamlah- Oh kalian sudah datang." Sapa Yuri saat ia melihat Luhan dan Baekhyun sudah berdiri dari duduk mereka dan menyambut kedatangan wanita itu. Yuri memang cantik bahkan diusianya yang sudah tidak muda lagi. Kedua gadis itu benar-benar iri dan jatuh cinta bersamaan dengan pesona Yuri.

Sementara Yuri menyalami tamu-tamunya, pria dibelakangnya hanya diam sambil menatap sang ibu kesal. Sejak tadi membujuk sang ibu agar mau menuruti permintaanya malah yang ada ia akan melaksanakan perintah sang bunda. Matanya melihat siapa saja tamu ibunya siang itu dan tak sengaja ia melihat ke arah Luhan ketika gadis itu di peluk ibunya tanda keramahan. Hanya melempar pandangan beberapa saat lalu selesai. Benar-benar tipikal Oh Sehun yang pemalu.

"Maafkan aku agak terlambat menemui kalian." Yuri tersenyum bersalah dan segera mendapat penolakan dari Luhan juga Baekhyun. Kedua gadis itu malah mengatakan tidak ada masalah jika saja Yuri terlambat menemui mereka dengan alasan Luhan sama sekali tidak mempunyai jadwal apapun hari ini. Setelah melemparkan senyum terima kasih kepada kedua tamunya, Yuri beralih melihat putra bungsunya yang masih berdiri diam di ujung sofa.

"Sehun mau duduk di sebelah ibu atau-" ucapannya Yuri terhenti begitu ia melihat Sehun mendekat ke arahnya dan membisikkan sesuatu. Luhan yang melihatnya merasa heran dengan tingkah Sehun tersebut. Memangnya seberapa rahasianya ucapan pria itu sampai-sampai ia harus berbisik bahkan untuk berbicara dengan ibunya? Sedikit banyak Luhan merasa agak tersinggung. Lain halnya dengan Baekhyun yang malah melemparkan tatapan sendu kepada pasangan ibu anak tersebut. Tugasnya sebagai manajer Luhan membuatnya harus mengetahui seluk beluk rekan kerja sahabatnya tersebut untuk bahan pertimbangan bagi Luhan dan sebagai salah satu upaya berjaga-jaga juga. Jadi gadis imut ini sudah tahu apa yang terjadi pada Sehun tanpa banyak kompromi lagi.

Kesulitan berbicara –bukan bisu.

Yuri melihat kedua tamunya yang memandangnya dengan dua tatapan berbeda, namun ia sedikit penasaran dengan tatapan yang Luhan lemparkan padanya. Gadis itu seperti memberikan sinyal ia tertarik pada putranya –oh tentu saja dan juga memberikan percikan tersinggung akibat tingkah Sehun barusan. Memaklumi apa yang ada dipikiran gadis muda tersebut, Yuri tersenyum sembari membiarkan Sehun berlalu meninggalkan mereka berdua untuk bersiap.

"Maafkan Sehun ya. Dia agak pemalu karena keunikannya."

Keunikan? Otak Luhan berpikir atas apa yang menjadi keunikan Sehun tersebut sehingga membuatnya malu. Gadis itu memutar ingatannya atas penampilan Sehun hari ini yang berhasil menyedot perhatiannya lebih dari yang ia kira. Pakaian santai khas anak laki-laki melekat apik pada tubuh pria itu, celana pendek selutut dengan rambut hitam tanpa riasan apapun membuat Sehun benar-benar mengeluarkan karisma sebagai laki-laki secara alami. Ia berjalan dengan kedua kaki yang lengkap, sepasang tangan, mata yang melihat dengan jelas tanpa alat bantu dan seingat Luhan pria itu tidak memakai apapun di telinganya –sebagai tanda jika ia memiliki kekurangan dalam pendengaran. Itu artinya Sehun sedang dalam keadaan sehat saja lalu apa yang menjadi keunikan pria itu?

Raut berpikir Luhan mengundang tawa ringan Yuri yang melihatnya. Ia terkekeh begitu mengetahui gadis yang menjadi modelnya kali ini begitu polos bahkan tidak mengetahui seluk beluk putranya. Demi menguji kekuatan hati si cantik yang ternyata sudah mengundang perhatiannya, Yuri sengaja membongkar rahasia Sehun pada gadis itu.

"Sehun berbicara dengan cara yang unik Luhan. Tolong maklum ya."

Penuturan Yuri menyadarkan Luhan akan sesuatu. Pria itu sama sekali tidak mengeluarkan suara sejak pertama kemunculannya dari tangga.

Astaga bodohnya aku!

.

.

.

"Itu sebabnya mengapa aku selalu cerewet menyuruhmu membaca data diri partnermu rusa. Bikin malu saja." Omel Baekhyun begitu ia datang dengan dua cup minuman dingin pesanan mereka. Setelah menyelesaikan pekerjaan di rumah Yuri, kedua gadis ini kemudian memutuskan untuk merileksasikan diri mereka dengan satu cup minuman dingin yang manis serta beberapa kudapan manis.

Luhan hanya memutar matanya malas menanggapi ocehan Baekhyun yang kali ini seratus persen benar. Ia sudah mempermalukan diri sendiri dan juga Baekhyun di depan klien mereka –terlebih lagi di depan calon mertuanya jika ia boleh berharap demikian. Tiga jam bersama Sehun untuk menyelesaikan pekerjaan mereka membuat Luhan menyadari apa yang dimaksud dengan cara bicara yang unik seperti yang Yuri katakan. Sempat berpikir Sehun itu bisu ternyata pria itu hanya kesulitan bicara namun tetap bisa berkata beberapa kalimat ringan seperti 'Bagus', 'Terima kasih', dan kalimat terpanjangnya adalah 'senang bisa bekerja sama denganmu' walau dengan perlahan tapi tetap jelas terdengar.

"Sehun memang terkenal lebih pendiam dibandingkan dengan kakaknya Dongwoon. Ia mengalami kesulitan berbicara sejak kecil akibat kesalahan pada pendengarannya. Dari yang aku baca, setelah pendengarannya membaik, Sehun malah mengalami kesulitan dalam berbicara karena pada proses terapi pendengaran ia berbicara menggunakan isyarat." Jelas Baekhyun ketika ia mendapati Luhan yang tiba-tiba menjadi pendiam.

"Dia, tidak bisu kan Baek?" Tanya Luhan ragu-ragu yang langsung mendapatkan cubitan pada hidungnya oleh Baekhyun.

"Ya tuhan, kau kemanakan telingamu? Aku sudah bilang ia tidak bisu hanya kesulitan berbicara dengan cepat karena belum terbiasa." Baekhyun terdengar kesal dengan pertanyaan Luhan barusan.

"Bahkan setelah ia dewasa?"

"Sekarang apa kau bisa jamin tidak ada orang yang meledeknya ketika ia berbicara dengan lambat? Aku yakin ia pasti mengalami semua ejekan bahkan menjadi bahan lelucon saat dulu sekolah." Baekhyun terdengar begitu yakin akan tuduhannya yang lantas membuat Luhan semakin penasaran dengan Sehun. Pria itu terlalu tangguh bahkan untuk sekedar menerima ejekan, terlihat dari foto masa kecil laki-laki itu yang terlihat sangat bahagia bahkan dengan tawanya yang tulus tercetak jelas di sana.

Baekhyun tahu jika rusa manisnya sedang penasaran maka dengan ide yang mendadak muncul di dalam otaknya ia menyuruh Luhan untuk beraksi sebelum terlambat.

"Dekati saja kalau kau penasaran. Aku tahu kau tertarik padanya."

Meski sempat terkejut dengan ide gila Baekhyun, namun pada kenyataannya Luhan mengikuti ide gila tersebut. Bersyukur karena Yuri menyukai hasil kerjanya sehingga ketika proses peluncuran produk yang ia bintangi Luhan mendapatkan undangan untuk menghadirinya dan mendapatkan jackpot dengan kehadiran Sehun di sana selaku salah satu tamu undangan. Pria itu hadir dalam balutan kemeja putih dengan garis tegas hitam yang melintang dari bagian kerah hingga ujung kemeja pria tersebut sementara celana panjang hitam berbahan kulit yang tidak terlalu mencolok melindungi kaki si tampan malam itu. Sepasang sepatu pantofel dengan ujung lancip menghiasi kakinya. Sehun benar-benar menunjukkan jika ia adalah pria matang di usia muda kalau Luhan tidak salah mengingat usia Sehun hanya berbeda delapan hari lebih tua darinya.

23 tahun.

Luhan terus melemparkan senyum manisnya untuk semua tamu yang datang pada acara tersebut. Sedikit bercengkrama dengan mereka membuatnya lupa akan kehadiran Sehun yang tiba-tiba sudah ada di depannya. Pria itu hadir dengan segelas minuman di tangan kanannya dengan tangan kiri yang dibiarkan bersembunyi dibalik saku celananya. Luhan harus menahan dirinya untuk tidak menyerang Sehun tiba-tiba begitu hidungnya dimanjakan dengan aroma parfum pria itu. Aroma yang kuat namun tidak membuatnya pusing atau mual seperti yang lainnya.

Ingat dengan tujuannya untuk mendekati pria itu, Luhan melemparkan senyumnya yang paling manis untuk Sehun, "Hai Sehun."

Luhan dapat melihat sebuah senyum tercetak di wajah Sehun begitu ia selesai menyapa pria itu. Seorang pelayan berjalan melewati mereka membuat Sehun meletakan gelas minumannya pada nampan dan mendekati Luhan dengan yakin. Luhan merasakan pinggangnya dipeluk hangat oleh tangan Sehun yang semakin menariknya mendekat, hembusan nafas pria itu juga terasa menggelitik leher dan telinga kirinya begitu pria itu merapatkan tubuhnya pada Luhan, perlahan namun pasti Luhan yakin telinga tidak salah dengar jika Sehun menyapanya dengan sangat sempurna.

"Kau cantik."

Setelah itu jangan tanya mengapa Yuri dan Hyunjeong terus menerus melemparkan senyum bahagia mereka begitu pasangan itu mendapati putra bungsunya tengah membiarkan seorang gadis memeluk mesra lehernya sementara tubuh si cantik sudah nyaman dalam pelukan si bungsu.

Pasca pesta peluncuran yang berakhir dengan manis dimana hubungan Luhan dengan pria incarannya semakin dekat, namun hari ini Luhan harus menelan pil pahit kenyataan karena ia harus pergi keluar negeri untuk pekerjaannya. Padahal diam-diam hati kecil si cantik sudah dilanda rindu kepada Sehun yang bahkan hanya sebatas teman biasa.

Ia masih ingin pergi bermain bersama Sehun meskipun itu hanya sekedar pergi membeli minuman di tengah malam atau keluar untuk makan siang di atap gedung apartemennya. Keunikan Sehun tidak membuat Luhan lantas kesulitan membangun komunikasi dengan pria itu, ia malah dengan senang hati mengajarkan Sehun untuk melontarkan kalimat panjang sebagai salah satu bentuk permainan mereka berdua jika sedang bosan.

"Setelah keluar dari mobil berjanji untuk tersenyum Lu." Ingat Baekhyun setelah sepanjang perjalanan ia mendapati aktrisnya yang terus menerus menekuk wajahnya. Oh ayolah sebenarnya Baekhyun tahu Luhan sedang di landa rindu tapi ia sengaja tidak memperdulikannya malah membuat Luhan semakin kesal dengan ulahnya.

"Mengapa harus ke Paris? Aku kan aktris bukan model Baek."

"Salahkan tubuhmu yang juga ikutan mengambil alih dari semua ini." Perkataan Baekhyun membuat Luhan melihat kearah tubuhnya dan mendesah pasrah. Baekhyun benar, salahkan tubuhnya yang ikutan bisa menghasilkan uang karena memiliki postur tubuh ideal seorang model.

Ditengah rasa kesalnya dengan tubuhnya, lamunan Luhan terhenti begitu ia mendapati sebuah pesan masuk ke dalam ponselnya. Dengan cekatan ia membuka pesan tersebut yang langsung membuatnya tersenyum hingga ke ujung pipi.

"Aku akan semangat bekerja kalau begini." Ocehnya riang sembari membalas pesan masuk tersebut.

From : OSH

Selamat pagi Xiao Ru! Maaf aku tidak bisa mengantarkanmu ke bandara ya. Aku bangun kesiangan karena begadang melawan Dongwoon hyung semalam. Hati-hati, cepat pulang lalu kita bermain lagi.

.

.

Sepanjang karirnya selama kurang lebih tiga tahun menjadi aktris, Luhan termasuk jajaran aktris muda yang tidak pernah terkena skandal apapun apalagi skandal percintaan. Perjalanan karirnya memang tidak semulus aktris muda yang seumuran dengannya namun rekor bersih dari skandalnya tidak pernah ada yang bisa menganggunya. Bersih tanpa noda. Mungkin itu sebabnya ketika foto-fotonya dengan Sehun tersebar di dunia maya, semua orang bahkan langsung mengeluarkan banyak spekulasi yang tidak-tidak. Mulai dari berita baik hingga gosip miring nan murahan semua menimpanya. Namun Luhan tetaplah Luhan, seorang yang jatuh cinta akan buta dengan keadaan apapun yang terjadi di sekitarnya.

Seperti sekarang, senyum bahagia tidak pernah lepas dari wajah Luhan sejak ia menjajakkan kakinya di bandara sore itu. Tiga hari setelah kepergiannya ke Paris, Luhan kembali dengan raut bahagia begitu mengingat siapa yang sekarang tengah menunggunya di pintu kedatangan. Si tampan nan menggoda kebanggaan Yuri dan Hyunjeong sudah berdiri dengan santainya sembari membawa satu cup kopi dingin kesukaan Luhan. Tampaknya Luhan sudah benar-benar jatuh dalam pesona diam-diam yang Sehun sebarkan. Mempercepat langkahnya ia sedikit berlari menuju Sehun melupakan Baekhyun yang sudah bersungut-sungut kesal karena harus mendorong satu troli besar berisi dua koper miliknya dan milik Luhan.

"Aku senang kau datang." Sehun tidak membalas perkataan Luhan dengan suara namun membalasnya dengan satu senyuman serta anggukan ringan yang serta merta diterima Luhan dengan wajah sumringahnya. Tangan kanan si cantik kemudian beralih mengambil satu cup kopi yang Sehun arahkan kepadanya dan tak lupa berterima kasih atasnya. Sehun benar-benar membiusnya dengan sempurna. Jangankan dengan Baekhyun, dengan paparazzi yang sibuk mengabadikan momennya dengan Sehun saja Luhan sama sekali tidak menyadarinya.

Kalau tidak ingat siapa aku dan siapa Sehun mungkin aku sudah lancang menciumnya.

Tidak ada tangan yang bertaut mesra hanya ada Sehun berjalan di depan dengan Luhan yang menjadi ekornya. Mereka berjalan santai menuju mobil Sehun yang sudah terparkir sempurna di tempatnya dan menunggu Baekhyun yang bertambah masam saja wajahnya. Luhan bahkan dengan sialannya hanya terkekeh melihat Baekhyun tanpa berniat membantu manajer sekaligus sahabatnya tersebut. Ia malah asik meminum kopinya ditemani Sehun yang berdiri di samping si cantik dengan tampannya. Syukurlah mereka masih sedikit berbaik hati menunggu Baekhyun di luar mobil, bukan di dalam.

"Dasar rusa centil menyebalkan. Kau menculik Leonardo DI Caprio ya dalam kopermu! Berat sekali tahu!" Baekhyun menyemburkan emosinya dalam satu ocehan panjang tanpa jeda yang lantas membuat Luhan dan Sehun sama-sama tersenyum puas. Meninggalkan Luhan yang asik tertawa diatas penderitaan Baekhyun, Sehun mendekati gadis itu dan membantunya memasukkan bawaan mereka.

"Terima kasih Sehun. Kalau aku boleh memberikan saran jauhi saja rusa kecentilan di sana itu ya. Kau akan kerepotan setengah mati kalau hidup dengannya." Gerutu Baekhyun lagi yang hanya di balas senyuman oleh Sehun.

"Jangan menghasut calon pacarku Byun Baek kalau kau masih sayang belalai Dobi Chanyeolmu itu." Balas Luhan sambil mendudukan dirinya di bangku depan sementara Baekhyun masuk dibangku penumpang.

"Calon pacar? Kau pikir Sehun mau menjadi pacarmu?"

"Tentu saja. Benarkan Hun?" Sehun yang baru saja masuk ke dalam mobil hanya mengerut tidak mengerti dengan apa yang baru saja di debatkan oleh Luhan dan Baekhyun. Semenjak mengenal mereka berdua –atau Luhan lebih tepatnya, hari-hari Sehun tidak pernah sepi dari ejekan dan perang mulut dua gadis beda usia tersebut. Sedikit banyak ia bersyukur dengan keadaan yang ia alami sekarang setidaknya harinya lebih memiliki warna dari sekedar bertemu dengan teman-teman orang tua dan kakaknya saja.

"Mengangguk saja Hun." Pinta Luhan setelah mendapati Sehun yang diam saja.

"Jangan Hun kau akan masuk neraka kalau berbohong." Sambung baekhyun tidak mau kalah.

"Jangan pengaruhi Sehun!" rajuk Luhan yang kemudian berbalik memunggungi Baekhyun.

"Kau lihat sendiri kan Hun bagaimana menyebalkannya gadis itu? Ya Tuhan kumohon lindungi Sehun dari siluman rusa yang mengincar keperjakaannya."

Bugh!

"Byun Baek memang Setan!" Luhan melemparkan tas tangannya ke arah Baekhyun yang dengan mudah di hindari oleh gadis itu. Sementara Baekhyun ia sudah tertawa sampai sakit perut melihat ulah Luhan. Bukannya tanpa alasan ia berlaku demikian karena ia tahu jika sahabatnya sudah memerah karena malu akibat perkataannya barusan.

Baekhyun tahu Luhan menyukai Sehun dan ia pun sudah mendapatkan pengakuan jika pria yang sedang menyetir sekarang sedang jatuh cinta pada Luhan hanya saja mereka berdua yang bergerak terlalu lambat membuatnya gemas sendiri, oleh karena itu ia sering menunjukkan pada Sehun jika Luhan juga menyukainya agar mereka bisa cepat bersatu.

Doa kan saja begitu.

.

.

Hari ini Luhan sama sekali tidak punya tenaga lagi bahkan untuk membuka mata karena kelelahan. Syuting film terbarunya benar-benar menguras tenaga dan yang ia inginkan hanya sampai di kamarnya dan tidur dengan pulas bahkan tanpa mandi. Tapi begitu ponselnya menunjukkan pemberitahuan sebuah pesan singkat dari seseorang yang ia suka, Luhan seperti mendapatkan tenaga baru. Tidak peduli ia sudah benar-benar jelek karena kelelahan, dengan santai ia keluar dari lokasi syuting dengan berjalan kaki menuju sebuah sepeda yang terparkir di bawah lampu seberang jalan dengan seseorang yang berdiri di sebelah sepeda itu. Mempercepat langkahnya agar segera sampai ke tujuannya Luhan mengeratkan jaket cokelat yang tampak kebesaran di tubuhnya karena itu memang bukan miliknya melainkan punya Chanyeol yang Baekhyun pinjamkan untuknya barusan begitu tahu kalau gadis itu akan pergi dengan berjalan kaki.

Setelah melihat ke kiri dan ke kanan memastikan tidak ada kendaraan yang melintas, Luhan lalu berlari untuk menyebrang dan hampir terpeleset jika Sehun tidak menahannya.

"Ahti-Hati Ru." (Hati-Hati Ru)

Luhan hanya tersenyum mendapati raut khawatir Sehun yang benar-benar ketara di wajah pria itu. Mengabaikan kakinya yang sedikit berdenyut kaget karena hampir terpeleset.

"Ada apa?"

Luhan tidak mendapatkan jawaban dari pertanyaannya melainkan kedua telapak tangannya yang mendapatkan kehangatan karena Sehun memasukkan keduanya ke dalam saku jaket pria itu.

"Sehun, ada apa?" tanya Luhan lagi dan masih belum mendapatkan jawaban apapun selain Sehun yang melemparkan senyum paling tampan bagi Luhan. Ia merasakan tangan Sehun ikutan masuk ke dalam salah satu saku jaket pria itu dan ia baru menyadari jika ada sebuah benda lain di dalam sana. Sehun menarik tangan Luhan keluar dari saku jaketnya bersamaan dengan tangan pria itu yang membawa serta benda lain tersebut.

Hari memang sudah malam dan mereka memang hanya berdiri di bawah cahaya lampu jalan yang bahkan terangnya tidak sampai seberapa jauh, namun Luhan masih bisa mengetahui jika benda lain yang Sehun pegang adalah sebuah kotak yang benar-benar kecil. Pria itu membuka kotak kecil tersebut dan menampilkan sebuah cincin dengan riasan kepala rusa kecil yang benar-benar cantik. Sudut hatinya Luhan tentu saja berharap jika ialah pemilik cincin tersebut maka dengan perlahan dan penuh harap Luhan mengangkat wajahnya dan mendapati Sehun tengah tersenyum ke arahnya.

"Ru, jadkhilah hekasihku." (Ru, Jadilah kekasihku).

Oh, jangan tanyakan bagaimana Luhan yang mendadak menangis bahagia begitu mendapati Sehun memakaikan cincin cantik itu di jemari tangannya. Ia lantas memeluk Sehun erat dan mengatakan bahwa ia menerima tawaran menjadi kekasih pria itu dengan sangat bahagia. Ia bahkan bisa merasakan beban yang selama ini ia tanggung –beban perasaan yang digantungkan oleh Sehun terlepas begitu saja begitu pria itu berkata dengan perlahan memintanya menjadi kekasih pria itu.

Sehun? Ia tentu saja bahagia mengetahui gadis pujaannya tidak menolaknya sama sekali. Semua yang dikatakan Baekhyun memang benar jika gadis itu juga mempunyai perasaan yang sama dengannya. Melonggarkan pelukan Luhan pada dirinya, ia kemudian membawa gadis itu ke dalam ciuman panjang penuh cinta pada gadis itu. Ia memang tidak bisa mengatakan banyak kalimat romantis ketika menyatakan perasaannya pada Luhan maka ia menyalurkan semua perasaan yang ia punya untuk gadis itu dalam ciumannya.

.

.

.

365 chapter 2 officialy end.

Hehe~

Ohoho.. Sebenarnya ini baru dari satu sudut pandang aja, aku belum kasih sudut pandang dari Sehun kan gimana ketika pertama kali ketemu luhan? Pelan-pelan aja gapapa kan flashback hubungan mereka?

Makasih atas repon kalian yaaa! Maafin aku tidak membalas review kalian satu persatu tapi aku selalu baca koook dan terima kasih buat ide-idenya juga.

Oia buat yang menanyakan Sehun itu kenapa bisa kayak gitu jadi ada istilah kekurangan dalam berbicara yaitu APRAXIA (Developmental Apraxia of Speech). Nah ini bisa terjadi sejak anak-anak dan salah satu penyebabnya adalah gangguan pendengaran. Efeknya adalah pada saat dewasa, anak yang menderita apraxia akan sulit mengucapkan kalimat yang panjang. Penyebabnya juga selain gangguan pendengaran juga karena kurang interaksi dengan lingkungan. Ketika di prolog aku sudah menjelaskan bukan kalau sehun sempat mengalami gangguan pendengaran? Begitu deh jadinya.