Chapter 3 : Janji
365
Cast:
Lu Han, Se Hun
Baekhyun, Kyungsoo
EXO Members
Romance, a little bit Humor and Drama
This is Genderswitch.
.
.
.
"Selamat tidur Ru."
"Selamat tidur Hun." Setelah Luhan menyampaikan pesan selamat tidurnya, panggilan jarak jauh itupun terputus meninggalkan helaan rindu Luhan yang masih menyangkut di hatinya. Memang sudah resiko pekerjaannya yang mengharuskan dirinya berpergian lebih sering daripada Sehun yang lebih sering menghabiskan waktunya di Seoul. Kalaupun pria itu pergi keluar negeri maka itu artinya ibunya, Yuri sedang diundang acara fashion Show dan wanita itu membawa serta kekasihnya tersebut. Oh jangan lupa setelah menyandang gelar sebagai Oh Sehun's Girlfriend –Luhan juga selalu menjadi anggota tetap yang turut serta dibawa Yuri di setiap undangannya. Lagipula Yuri senang-senang saja membawa Luhan ke acaranya toh gadis itu bisa berbaur dengan banyak orang berbeda dengan Sehun yang hanya diam mengikutinya seperti anak kambing.
Beranjak dari tempat tidur dengan niat berendam menenangkan diri yang ada malah Luhan yang menjadi bertambah dilanda rindu. Segera melepas pakaiannya membiarkan dirinya hanya dibalut pakaian dalam, Luhan berjalan santai menuju kopernya dan membuka benda tersebut untuk mencari sebuah benda yang akan selalu ia bawa jika sedang berpergian jauh –atau lebih tepatnya ketika jauh dari Sehun. Kaos berlengan pendek berwarna putih dengan tulisan SEHUN dibagian depan melayang begitu saja ke arah tempat tidur. Itu adalah kaos pendek milik Sehun yang sengaja Yuri buatkan atas dasar iseng, ia juga membuatkan Luhan satu buah dengan tulisan LUHAN yang sekarang sengaja Luhan tinggalkan di lemari kamarnya dan Sehun.
Siapa tahu pria itu merindukannya sehingga Sehun bisa memakai baju Luhan sebagai gantinya. Yuri memang sudah mencintai Luhan sebagai anak perempuannya sehingga ia sengaja membuatkan keduanya ukuran yang sama –ukuran Sehun.
15 menit kemudian Luhan sudah selesai dari ritualnya membersihkan diri bukan berendam seperti niat awalnya. Masih membiarkan dirinya dalam balutan baju handuk, si cantik kemudian duduk ditepian tempat tidur sambil memperhatikan baju Sehun yang sengaja ia bentangkan tadi. Walau sudah menelpon pria itu dan berakhir dengan ucapan selamat tidur tetap saja perasaan rindu Luhan padanya tidak berkurang. Biasanya ia tidak pernah merasa seperti ini sampai malas untuk berpakaian hanya karena rasa kangennya pada Sehun. Biasanya ia akan tidur cepat, mandi cepat dan bekerja dengan baik agar bisa cepat pulang dan bertemu Sehun. Sudah sekitar 10 menit Luhan hanya duduk diam tanpa melakukan apapun, hanya meratapi perasaan rindunya yang semakin menjadi-jadi.
Memutuskan untuk segera berpakaian dan istirahat yang ada Luhan malah bergalau ria sepanjang malam. Ia hanya tiduran dibawah selimut sambil menciumi parfum Sehun yang sengaja ia bubuhkan pada kaos pria itu dan melihat foto-foto mereka yang ada diponselnya. Luhan lebih terlihat seperti gadis patah hati ketimbang merindu sang kekasih. Padahal bisa saja ia menelpon pria itu dan merengek seperti biasanya jika ia tidak bisa tidur maka Sehun akan menyanyikan lagu tidur mereka river flows in you menggunakan gumamannya yang seksi –karena memang lagu tersebut tidak memiliki lirik tertentu dan sebagai hasilnya Luhan akan tertidur dengan tenang lalu bangun dengan bahagia esoknya. Namun sekarang ia sudah berjanji untuk mencoba tidak menganggu Sehun tapi yang ada ia malah bimbang semalaman.
Berefek pada mata rusanya yang bertambah sayu pada pagi harinya bonus dengan ocehan Baekhyun.
From : ohdear
Baekhyun masih mengomelimu?
Luhan hanya mendengus membaca pesan Sehun. Pria itu tentu saja tahu pasti jika managernya yang mungil dan cerewet itu pasti mengomelinya tanpa ampun pagi ini.
To : ohdear
Ya.
Entah mengapa Luhan malah emosi sendiri dengan Sehun padahal jelas-jelas pria itu tidak salah sama sekali. Ia sendirilah yang salah mengapa tidak tidur semalaman malah bergalau ria karena Sehun. Oh tunggu! Ia menjadi tidak bisa tidur semua karena Sehun maka pria itu jelas harus disalahkan. Jadi benar jika ia emosi sekarang pada Sehun. Tak sampai satu menit dari pesan terakhirnya pada Sehun, ponsel Luhan bergetar menampilkan wajah Sehun yang sedang tertidur dengan seksinya tanda pria itu tengah menghubunginya. Walau girang setengah mati, Luhan tetap mengatur dirinya agar terdengar kesal dengan Sehun.
"Halo,"
"Selamat pagi Ru." Mau tidak mau sudut bibir Luhan terangkat tanda ia bahagia mendengar suara Sehun mengucapkan selamat pagi padanya. Itu hanya sapaan pagi biasa namun sudah mampu membuat hatinya berbunga bahagia. Niatnya untuk kesal dengan Sehun menguap begitu saja seiring dengan sapaan pagi tersebut.
"Sehuuuun. Aku kesal dengan Baekhyun!" Terdengar kekehan Sehun dari ujung sana membuat Luhan mengerucutkan bibirnya tanpa sadar –kebiasaan yang biasa ia lakukan jika pria itu sudah tertawa mengejeknya yang nantinya akan mendapatkan balasan berupa ciuman dari Sehun tanda permohonan maaf dan bujukan agar Luhan tidak menggoda dengan bibir mengerucut lagi. Luhan berubah menjadi sendu lagi begitu mengingat seberapapun seksinya ia mengerucutkan bibirnya, Sehun tidak akan bisa menciumnya karena mereka sedang terpisah jarak yang jauh.
"Ru,"
"Tidak bisakah kau izin pada atasanmu untuk menjemputku di sini?"
"Aku sedang ber-usaha. Tung-gu aku ya."
Luhan berdecak kesal mendengar ucapan Sehun. Tunggu apa ya?! Pria itu kan termasuk salah satu pekerja yang mempunyai kebebasan untuk mengerjakan projeknya diluar kantor tapi entah mengapa Sehun suka sekali menyelesaikan pekerjaannya di kantor. Bisa sajakan pria itu membawa pekerjaannya bersama ikut dengan Luhan sehingga gadis itu masih bisa tidur dan bangun tidur dipelukan Sehun. Tidak menelan pil rindu seperti sekarang.
"Bawa saja pekerjaanmu kesini Sehuuuun. Aku sudah kangen padamu sekarang." Rajuk Luhan lagi sambil memainkan ujung kaosnya gemas. Luhan tidak mendengar apapun lagi selain gelak tawa Sehun setelah pengakuan rindunya.
"Sudah puas tertawanya?! Kau menyebalkan!" Rajuk Luhan lagi dan membuat Sehun bertambah puas menertawakannya. Pria itu terdengar sangat mengesalkan dengan gelak tawanya yang mengejek Luhan. Sehun memang kekasih sialan!
"Ru,"
Luhan tidak berniat menjawab panggilan Sehun. Ia malah meletakan ponselnya di nakas dan mengaktifkan mode loundspeaker sementara ia sendiri berbaring membelakangi ponsel tersebut.
"Ru,"
Luhan masih tetap diam sambil memainkan rambutnya yang terurai tanpa berniat menjawab panggilan sehun.
"Aku juga merindukanmu."
"Bohong."
"Tidak."
"Iya."
Luhan menutup kepalanya dengan selimut dan berteriak kesal di dalam sana sementara Sehun hanya terkekeh mendengar teriakan gadisnya. Menyenangkan sebenarnya menggoda Luhan yang sedang merajuk namun sekarang sepertinya Luhan bukan sekedar merajuk, ia kesal setengah mati dengan Sehun entah apa sebabnya.
"Ru,"
"Apa! Kalau hanya ingin menertawakanku tutup saja telponnya." Luhan berteriak dari dalam selimut yang lantas membuat sehun tertawa setelahnya. Dapat Luhan dengan Sehun sedikit menghela nafas dan setelahnya ia yang tidak percaya dengan ucapan Sehun.
"Ayo menikah."
Menikah?! Pria itu melamarnya melalui telepon?! Benar-benar manusia gila.
"Kau melamarku?!"
"Ya."
"Tidak romantis! Kau melamarku dari-"
"Aku akan melamarmu dengan sempurna."
"Sempurnya apanya? Sehun kau bercanda ya?!"
"Di hari yang sama dengan dua tahun lalu di tempat dan jam yang sama. Aku menunggumu." Sehun menghela nafasnya panjang setelah ia mengatakan deretan kalimat panjang yang membuat Luhan terdiam. Pria itu benar-benar akan melamarnya di hari yang sama dengan hari jadi mereka? Hari itu dua hari lagi sejak hari ini dan sialnya pekerjaan Luhan baru selesai pagi harinya. Ia tidak bisa menganggap omongan Sehun sebuah candaan sekarang karena pria itu sudah mengatakan kalimatnya dengan sempurna dan jika Sehun sudah berbicara demikian maka itu tandanya pria itu serius padanya.
"Sehun, kau serius?"
"Tentu saja. Aku menunggumu."
"Sehun tapi pekerjaanku mas-"
"Aku mencintaimu Ru."
Dan sambungan itu terputus bersamaan dengan teriakan panik Luhan yang segera berlari untuk mandi dan menelpon Baekhyun tanda ia akan bersiap 10 menit lagi. Ia harus segera menyelesaikan semuanya agar ia bisa memenuhi janjinya dengan Sehun.
.
.
.
365 Chapter 3 officialy end.
Hehe, sebenarnya ini sengaja aku potong sampai situ sih. Gantung parah yak, maapin yak. Soalnya ini ada hubungannya sama chapter sebelumnya dan chapter setelahnya hehe.
Terima kasih sudah mau menunggu yaaaa!
