Chapter 5 : ILY – Luhan's Part.
365
Cast:
Lu Han, Se Hun
Baekhyun, Kyungsoo
EXO Members
Romance, a little bit Humor and Drama
This is Genderswitch.
.
.
Tidak ada hal yang tidak Luhan syukuri pada setiap detik kehidupannya. Sejak ia lahir hingga sekarang ia selalu berusaha untuk tidak lupa berdoa kepada Tuhan, berterima kasih padanya atas semua yang telah Penciptanya itu berikan. Luhan benar-benar berterima kasih atas kasih sayang keluarga yang ia dapatkan tak pernah hilang, ia juga selalu bersyukur atas rupanya yang cantik ditambah dengan jenjang karirnya yang sukses. Tidak ada yang tidak luput dari doanya setiap hari termasuk limpahan nikmat untuk memiliki kisah cinta yang romantis.
Seoul, 02.30 A.M
Luhan berusaha bergerak selembut mungkin agar tidak menganggu mimpi indah pria yang tengah terlelap dihadapannya sekarang. Setiap malam entah apa yang menjadi penyebabnya, Luhan selalu terbangun tepat pukul setengah tiga pagi. Mata cantiknya akan selalu berbinar segar dan melakukan kegiatan yang menjadi rutinitasnya sekarang. Memandangi wajah Sehun yang tengah tertidur, mengagumi pahatan indah yang Tuhan limpahkan pada wajah tampan kekasihnya tersebut. Pria dua puluh lima tahun yang matang itu sedang menyelami mimpi indahnya dengan tangan yang memeluk indah tubuh mungil Luhan. Nafasnya yang tenang membuat Luhan selalu ingin menangis haru mengetahui pria itu masih hidup sampai ia membuka mata lagi. Degup jantung yang teratur membuat Luhan selalu ingin mendengarnya lagi dan lagi.
Hubungan percintaan mereka memang tidak semulus yang orang lain lihat. Ia memulai segalanya dengan perlahan, selangkah demi selangkah. Mata Luhan mulai berkabut mengingat awal perjalanan mereka. Mulai dari bertukar pesan meskipun berada di satu ruangan yang sama karena 'keistimewaan' yang Sehun miliki hingga saling bertukar ejekan karena pria itu sudah mulai lancar berbicara. Hubungan cinta mereka dimulai dari sebuah pernyataan manis di bawah lampu jalan hingga lamaran mendadak Sehun di sambungan telepon jarak jauh mereka. Pertengkaran demi pertengkaran juga mereka lalui, mulai dari Sehun yang malu dengan keadaan dirinya dan sering membandingkan dirinya dengan lawan main Luhan hingga si gadis yang cemburu dengan rekan kerja si pria yang sering terlihat lebih menggoda dibandingkan dirinya.
Luhan membawa jemarinya mengusap kepala Sehun lembut ketika pria itu bergerak gelisah secara mendadak dan membuatnya tersenyum. Kekasihnya memang bertubuh besar, tinggi atletis dengan darah model yang begitu kental namun dibalik itu semua ia tetap seorang bayi besar yang menggemaskan. Luhan tersenyum mengingat bagaimana Sehun yang akan menggelung dirinya manja ketika pria itu tahu kalau ia harus pergi keluar kota bahkan negeri untuk pekerjaanya, akan merajuk jika Luhan sengaja meminum bubble teanya sampai habis, akan mengamuk lucu jika Luhan menganggunya.
Look in my eyes,
Can you see my heartbeat?
Jemari Luhan tak sengaja mengenai bagian pelipis pria itu dan merasakan sebuah luka yang membekas disana. Ia tentu paham bekas luka apa yang ada disana, itu adalah luka pertama yang didapatkan Sehun di wajahnya dan itu hadiah dari salah satu penggemarnya yang tidak suka akan hubungan mereka. Seorang pria gila yang begitu terobsesi dengannya menyerang Sehun ketika mereka baru saja keluar dari toko buku untuk membeli komik kesukaan Sehun. Pria gila itu menyerang Sehun dengan sebuah balok kayu kecil hingga membuat kekasihnya harus mendapati jahitan di pelipisnya, belum cukup dengan penyerangan pria itu juga mendorong Sehun yang kesakitan akibat serangannya hingga terjatuh dan mengatakan kalimat hinaan untuk Sehun dan Luhan memberikan satu tamparan untuk manusia brengsek itu ketika mulut sialannya meludahi Sehun. Itu adalah luka pertama Sehun dan kekerasan pertama yang Luhan lakukan demi melindungi kekasihnya.
Setelahnya? Luhan bersyukur tidak ada lagi penyerangan yang terjadi baik untuknya ataupun Sehun setelah ia mengeluarkan statment jika ia memang mencintai Sehun atas apa yang ada pada Sehun. Tanpa sadar Luhan menangis mengingat beratnya percintaan mereka saat masih diumur jagung dan sekarang saat dunia sudah menerima mereka, rasanya Luhan ingin berteriak di hadapan Tuhan berterima kasih padanya. Terima kasih karena sudah memberikannya kekuatan untuk mempertahankan cintanya dan terima kasih karena sudah membuat Sehun bertahan bersamanya.
Perlahan Luhan membawa dirinya mendekat ke arah wajah Sehun dan memberikan ciuman panjangnya pada dahi pria itu. Air matanya ikut mengalir dalam ciumannya yang bertabur doa atas cintanya pada Sehun.
"Yes. Yes i do Sehun. Thank you for loving me. I'll always be yours."
.
.
.
365 chapter 5 officialy end.
Haloooo!
Ini baru dari sudut pandang Luhan yaaaak, tungguin aja ILY dari sudut pandang Sehun hehe. Sejujurnya ini hanya 650an kata aja kok, pendek betul._. anggep aja bonus sekalian pemanasan sebelum adegan panas kkkkkk.
