Chap 8 : Janji Kita

365

Cast:

Lu Han, Se Hun

Romance, a little bit humor and drama.

This is Genderswitch.

.

.

Berkali-kali Luhan mendengus kesal sambil menggerutu tak percaya dengan apa yang sejak tadi ia lalui. Sepertinya ia harus menyesali keputusannya untuk mengizinkan Sehun ikut menemaninya bekerja. Entah apa yang ada di dalam pikiran desainer dan fotografer gila itu sehingga mengikutsertakan kekasihnya tersebut dalam pemotretan kali ini. Tidak ada yang salah dengan Sehun sih sebenarnya tapi yang patut menjadi tersangka adalah desainer sialan juga make up artist biadap yang berhasil mengubah sosok imut nan menggemaskan kekasihnya menjadi pria dewasa yang mampu membuat gadis-gadis perawan diluaran sana mendadak mengalami persalinan.

Setahu Luhan, ya setahu gadis itu tema pemotretannya kali ini adalah musim panas itu sebabnya ia diberikan kostum berupa summer dress berwarna orange mencolok yang tampak lucu di tubunya. Meskipun summer dress itu memperlihatkan seluruh tangannya dan hanya sepanjang sepuluh senti diatas lutut namun tetap membuat Luhan seperti gadis kecil yang lugu. Tapi semua impian manis para pria itu buyar hanya karena wajah Luhan yang sejak tadi sudah memerah karena kesal –selain kepanasan tentu saja.

Apa-apaan! Mana ada orang kepantai pakai baju seperti itu?! Ini edisi musim panas atau musim kawin sih?!

Apa kemeja itu tidak punya kancing yang lengkap?! Ada apa dengan bagian atasnya, memangnya tubuh kekasihku milik umum?!

Sekalian saja tidak usah pakai baju!

Dan berbagai macam gerutuan Luhan atas apa yang sedang ia saksikan. Luhan bahkan sudah berikrar akan mengurung Sehun di apartemen mereka setelah semua ini selesai. Tidak ada kata menemani kalau pada akhirnya ia harus menahan emosi karena cemburu. Tubuh Sehun apapun itu bentuknya hanya milik Luhan dan itu mutlak, jadi sepertinya setelah ini Luhan akan membuat perhitungan dengan semua stylist yang sudah usil mengubah-ubah, menyentuh bahkan menggambar di tubuh Sehunnya.

Tidak ada yang bisa mengalahkan rusa betina yang sedang cemburu.

Perhitungan nomor 1 : Pura-pura kepanasan sehingga make up luntur.

"Aduh, hari ini panas sekali ya. Apa riasanku baik-baik saja?" Luhan sengaja mengeraskan suaranya untuk menekankan jika ia sangat kepanasan dan butuh perbaikan riasan. Luhan bahkan sengaja menyembunyikan kipas kecil kesukaannya hanya untuk berlaga kalau ia benar-benar butuh udara segar. Ia juga sempat menggosok-gosok sedikit riasannya supaya terlihat buruk. Rambutnya yang semula di ikat satu sengaja ia lepaskan hanya untuk menambah sensasi kepanasan. Begitu melihat stylist dan para kru lainnya melihat ke arahnya Luhan merasa rencananya akan berhasil bahkan tanpa harus mengerahkan banyak energi. Luhan sudah mulai senyum-senyum sendiri begitu melihat para stylist itu sudah berbisik resah kearahnya. Namun bukannya stylist yang datang melainkan Baekhyun yang melemparinya dengan handuk kecil juga menjambak rambutnya untuk mengikatnya kembali. Belum lagi ocehan Baekhyun atas ulahnya menghilangkan kipas kecilnya juga tingkahnya yang mendadak manja.

Sementara Sehun, pria itu hanya tetap fokus dengan sesinya tanpa peduli Luhan yang kepanansan karena cemburu.

Perhitungan nomor 2 : Membuat dress kusut.

Setelah dua sesi pengambilan gambar dalam ruangan, ia dan Sehun rencananya akan melakukan pengambilan gambar di luar ruangan dan hal itu membuat otak Luhan berpikir licik. Begitu mereka sampai di lokasi ke dua, Luhan segera berlari sekencang-kencangnya, melompat setinggi-tingginya, tiduran di padang rumput, sedikit berguling, pokoknya melakukan segala hal yang akan membuat kostumnya kusut sampai kotor kalau perlu jadi para stylist itu akan bekerja dua kali lebih banyak dari sebelumnya. Namun setelah lelah berguling Luhan tidak merasakan kehadiran siapapun mendekat ke arahnya, semua tampak begitu tenang. Maka ia pun bangun dari posisinya dan mendapati fotografer juga kru lainnya bertepuk tangan sambil tersenyum puas padanya.

"Bagus sekali Lu! Kau memang model sejati!" Luhan hanya membulatkan matanya tak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar. Apanya yang model sejati?! Jadi sejak tadi mereka mengambil gambarku tanpa sadar?! Sial! Sial! Sial!

Begitu selesai memujinya, para kru segera melakukan sesi pengambilan gambar untuk Sehun dan kali ini pria itu duduk malas di dalam mobil dengan pakaian yang bahkan tidak lebih baik dari sebelumnya.

Rencanya Luhan gagal dan ia semakin kepanasan.

ITU ROTISOBEKKU!

Perhitungan nomor 3, nomor 4 bahkan sampai matahari terbenam pun tidak ada satupun perhitungan Luhan yang berhasil membuat para stylist itu menyerah atau kesulitan. Mereka malah semakin menjadi-jadi dalam mengeksplor tubuh model Sehun, semakin membangkitkan aura keartisannya, yang jelas semakin membuat Luhan kepanasan walau sudah malam. Maka setelah lelah melakukan kegiatan perhitungan yang menurutnya sia-sia, Luhan melakukan tindakan perhitungan terakhirnya yakni kepada tersangka utama : Sehun.

Di dalam otaknya Luhan tidak merencanakan banyak hal, ia hanya berencana untuk mengacuhkan Sehun lebih dari biasanya, tetap menjawab pertanyaan laki-laki itu tapi tidak terlalu memperdulikannya. Pokoknya Luhan mau unjuk rasa! Terbukti saat di mobil yang biasanya ramai dengan ocehan dan godaan kini Luhan memutuskan untuk diam sambil mendengarkan musik yang terputar di mobil. Ia hanya bergumam malas ketika Sehun bertanya apakah dia lapar atau lelah, hanya menggeleng dan mengangguk untuk membalasnya. Luhan kira itu akan membuat Sehun kembali menjadi pria besarnya yang manja tapi kenyataannya bahkan Luhan ditinggal begitu saja di pintu masuk apartemen sementara pria itu sudah berbaring telungkup di atas tempat tidur. Rasanya Luhan ingin memotong botak rambut Sehun kalau sudah begini. Pria itu dengan seenaknya tertidur pulas tanpa menganti pakaiannya, ia juag melempar asal topi dan sepatunya membiarkan Luhan membereskan semuanya.

Dasar pria sialan, sudah puas pamer badan sekarang kelelahan! Huh!

Setelah membersihkan diri, emosi Luhan yang tadi sudah membuat kepala dan hatinya panas menjadi hilang dan ia kembali tenang. Satu hal yang membuat Luhan semakin tenang adalah wajah imut Sehun saat tidur benar-benar menyejukkan. Ia mendekat perlahan ke arah Sehun yang sama sekali tidak berubah posisi tidurnya, masih sama seperti saat pertama mereka pulang tadi. Perlahan Luhan mengelus kepala Sehun dan membuat pria itu bergumam nyaman semakin terlelap dalam tidurnya.

"Sehun, ganti bajumu dulu." Luhan hanya mendapati Sehun yang bergumam tak jelas menjawabnya. Ia malah semakin merapat ke tubuh Luhan dan memeluk pinggang gadis itu. Kalau sudah begini tetap saja Luhan akan luluh. Rasanya ia ingin menciumi Sehun sampai puas karena wajahnya yang lucu dan menggemaskan seperti sekarang. Sehun yang sedang tidur memang surga dunia.

"Sehun," Mengacuhkan gumaman malas Sehun, Luhan mengangkat tubuh Sehun untuk duduk dan membuatnya sadar. Ia menahan tubuh pria itu untuk tetap duduk tidak bersandar padanya, menariknya berdiri dan membantunya berganti pakaian. Bahkan Luhan juga menemani Sehun membersihkan wajahnya dan menyikat gigi. Sehun sudah siap untuk tidur lagi.

Luhan sudah berada di tempat tidur lebih dulu menunggu Sehun yang masih sibuk mengisi baterai ponselnya. Ia mendengar gerutuan tak jelas dari mulut kekasihnya tersebut. Satu hal lagi yang membuat Luhan luluh adalah kebiasan Sehun yang tidak memakai atasan saat tidur. Pria itu seakan sengaja memamerkan tubuhnya untuk Luhan hanya karena ia kepanasan. Padahal Luhanlah yang kepanasan melihat otot-otot tubuh prianya yang semakin hari semakin jadi.

"Lu," Luhan meletakan ponselnya di nakas dan menyalakan lampu tidur mereka saat menyadari Sehun sudah berada disampingnya sambil memeluknya erat. Laki-laki itu juga bersembunyi di lehernya sambil menciumi Luhan sesekali membuat gadis itu membalas pelukan Sehun dan mengelus kepalanya lembut.

"Lu, aku minta maaf tadi." Jangan tanya bagaimana Luhan sekarang kalau bukan bahagia. Ia bahkan tersenyum lebar sekali hanya karena mendengar permintaan maaf Sehun. Kekasihnya memang pria yang terlalu peka dan itu menyenangkan!

"Aku tidak marah. Apa yang membuatmu minta maaf hmm?" Tanya Luhan sambil tersenyum. Sehun tentu saja tidak melihat bagaimana Luhan sekarang karena ia semakin menyerukkan kepalanya pada dada Luhan. Cari untung ya Tuan Oh?

"Aku pamer badan."

"Lalu?"

"Ini punyamu. Maaf ya, tidak akan kuulangi." Satu tarikan nafas dan membuat Luhan hampir menangis saat itu juga. Sehun paham Luhan tidak suka membagi apapun yang menjadi miliknya bahkan hanya sebatas bagian atas dada pria itu atau sedikit perut yang terlihat. Rasanya Luhan terlalu jahat tadi sempat ingin membuat perhitungan pada Sehun padahal kekasihnya itu sangat mengerti ketidaksukaannya dengan sangat baik.

"Lu," Sehun kembali memanggil Luhan manja hanya untuk mendapatkan jawaban atas permintaan maafnya. Tentu saja ia paham jika selama pemotretan tadi Luhan kesal padanya, ia hampir memamerkan tubuhnya dimuka umum dan itu tentu membuat Luhannya marah. Tubuhnya hanya milik Luhan begitupun gadis itu jadi ia harus minta maaf sebelum Luhan memulai perangnya duluan.

Sehun mulai menggesekkan kepalanya di dada Luhan karena ia tak kunjung mendapatkan jawaban atas permintaan maafnya, "Lu,"

"Berhenti bergerak Sehun, aku sedang datang bulan." Luhan menarik kepala Sehun dari dadanya karena jika pria itu bergerak sekali lagi maka gairah mereka akan membuat keduanya tidak bisa tidur sampai pagi dan bangun terlambat esok hari. Ia pikir ia akan mendapati tatapan mesum seorang Oh Sehun namun nyatanya mata bening itu bahkan berkabut tertutupi air mata.

Ya Tuhan.

"Kau menangis?" Sehun hanya menggeleng namun raut wajahnya menunjukkan dia sedang menahan tangisnya.

Lebih dari sekedar membuat Luhan marah, Sehun merasa ia sudah ingkar janji untuk tidak memamerkan tubuhnya kepada orang lain apapun alasannya sementara tadi ia melanggarnya. Majalah itu pasti dicetak banyak dan semua orang akan tahu bentuk tubuhnya. Tentu saja itu semakin membuatnya merasa lebih bersalah pada Luhan, "Maaf aku ingkar janji."

Luhan hanya menggeleng tidak percaya dengan pemikiran Sehun atas ingkar janji. Ia memang kesal Sehun nyaris memamerkan tubuhnya tapi itukan masih nyaris belum sepenuhnya tanpa atasan. Seharusnya ia yang meminta maaf pada laki-laki itu karena pakaian yang ia kenakan lebih terbuka dari biasanya dan Sehun pasti tidak suka. Secara tidak langsung ia juga telah ingkar janji.

"Aku mencintaimu sayang, jangan menangis." Luhan menciumi wajah Sehun lembut sementara keduanya membiarkan air mata itu mengalir dengan tenang. Tidak ada bergulatan bibir hanya Luhan yang mencium dahi Sehun lebih lama dengan mata keduanya yang saling menutup. Disela-sela Sehun terus mengumamkan maaf, kata aku menyanyangimu tak henti terucap dari bibir Luhan. Mereka saling berpelukan, saling mengikat membagi perasaan malam itu dalam ketenangan yang terasa hingga keduanya masuk ke dalam alam mimpi bersama.

365 chapter 8 officialy END

Halooo!

Ada yang kangen sama pasangan iniiiiii hihihihi. Ngomong-ngomong judulnya Raffi-Gigi banget gak sih Janji Kita duh (T.T)/

Ide ceritanya tuh dateng pas liat Sehun yang pamer dada di mv maupun teaser yasaalam itu berasa pameran makanan roti sobek, cokocip dan dada dimana-mana. Semoga suka yaaak. Makasih buat yang rajin review hihi sampe ditanyain kapan up hehe. Maapin aku suka ngaret upnya.

Selamet lulus juga buat lolipopsehun! Semoga idupnya berkah, selamat datang di dunia pengacara HAHAHA. Cepet nikah yak ibuuuk.

Cieee tumben update ampe dua kali hihi. Tadi pagi aku sempet update satu cerita baru bisa sekalian di cek koook hihi. Oia sebenernya ada beberapa author yang up hari ini juga kayak apriltaste sama iamvidiot BabyAeryHHS rencana juga mau up Cuma lagi ada kendala di ffnnya, doain bisa up hari ini yaak.