Chap 9 : Boom Boom!
365
Cast:
Lu Han, Se Hun
Romance, a little bit humor and drama.
This is Genderswitch.
.
.
.
"You Got me like boom boom, got me like boom boom hooo!"
Kalau tidak ingat siapa yang sekarang sedang menyanyi dengan menyebalkannya adalah orang yang paling ia sayangi, sudah sejak tadi pisau yang ada di tangannya melayang ke arah kepala pria itu. Luhan sesekali mendengus kesal mendengar nyanyian Sehun yang sebenarnya tidak terlalu buruk sih namun pria itu hanya menyanyikan satu lagu yang sama sejak beberapa hari lalu. Entah apa yang sedang merasuki prianya tersebut sampai-sampai seperti tidak ada lagu lain yang bisa Sehun dengarkan.
"Kalau tidak ingat siapa yang akan bersumpah di hadapan Tuhan minggu depan adalah orang itu, sudah ku bunuh dia sejak kemarin." Keluh Luhan sambil melanjutkan kegiatannya memasak makan siang mereka kali ini. Kalau begitu mari tinggalkan aktris cantik kita dengan gerutuannya untuk melihat apa yang sedang Sehun lakukan sekarang. Kekasih kesayangan Luhan itu sekarang tengah asik mengerjakan beberapa sentuhan terakhir untuk hari besarnya dan rusa mungil –dan semua itu ada hubungannya dengan lagu yang sejak dua minggu lalu ia putar.
Bukannya Sehun tidak tahu kalau Luhan sudah gemas dengan hobi barunya memutar lagu milik boygroup Seventeen tersebut, ia juga sebenarnya ingin mendengarkan lagu yang lain tapi semua demi kesempurnaan nan hakiki, Sehun rela deh mempertahankan telinga dan otaknya untuk fokus dengan lagu tersebut.
Pokoknya semua demi cinta kasih sehidup sematinya, Luhan.
"Sehun, ayo makan." Sehun hanya mengangguk mendengar panggilan Luhan yang bahkan sudah berdiri di belakangnya dan jelas membuat Sehun hampir terkena serangan jantung. Pria itu kemudian segera menutup laptopnya cepat sebelum Luhan menyadari apa yang sedang ia kerjakan.
"Kau mengerjakan apasih? Bukannya semua pekerjaan sudah selesai seminggu lalu ya?" Tanya Luhan yang jelas membuat Sehun panik setengah mati. Perlu diingat kalau Sehun adalah pria yang susah berbohong sangat buruk malah. Masih ingatkan kejadian Sehun pamer badan untuk pemotretan yang setelahnya ia menangis karena membuat Luhan marah? Kalau Cuma pamer badan saja ia menangis apalagi suruh berbohong? Sehun lebih memilih untuk menarik pinggang Luhan mendekat kearahnya dan memberikan gadis itu ciuman singkat ketimbang harus menjawab apa yang sedang ia kerjakan.
Pokoknya, semua harus aman sampai hari pernikahan!
.
.
Luhan tidak pernah menyangka kalau hubungan percintaannya dengan seorang pria manja bernama Oh Sehun akan berakhir pada pernikahan. Sejak awal ia memutuskan hatinya untuk menerima Sehun sebagai kekasihnya, Luhan hanya berdoa satu hal setiap harinya yakni meminta yang terbaik bagi ia dan Sehun tidak lebih dan tidak kurang. Sebab Luhan tahu ia tidak bisa memaksa Tuhan untuk menjadikan Sehun sebagai pria terakhirnya namun berdoa yang terbaik bagi hubungan mereka bukanlah sebuah dosa.
Sejak awal ia menjalin hubungan dengan Sehun, Luhan tidak pernah membayangkan jika akan tiba suatu hari dimana ia akan mengenakan gaun pernikahan idamannya, mengalami gugup yang tidak terkira, melakukan diet cemilan demi tampil sempurna di hadapan Oh Sehun. Luhan bukannya tidak pernah bermimpi untuk mengucapkan sumpah sehidup sematinya bersama pria itu hanya saja begitu sadar kalau ia akan melepaskan masa lajangnya dalam hitungan menit rasanya ia hampir muntah. Sudah beberapa kali Luhan menghela nafasnya untuk berusaha menenangkan diri juga pikirannya. Ia bahkan mengabaikan Baekhyun yang sejak tadi sibuk menata rambutnya sementara mulut gadis itu terus menerus berkomentar perihal pernikahannya dengan Sehun.
Luhan tidak bisa berpikir jernih selain ia khawatir dengan apa yang akan terjadi nanti, apakah semua baik-baik saja, apakah ia dan Sehun bisa mengucapkan sumpah dengan baik atau malah akan ada kejadian konyol yang mampu membuatnya dan Sehun malu seumur hidup.
"Jangan khawatirkan apapun Lu, calon suamimu itu sudah mempersiapkan segalanya bahkan sejak ia melamarmu awal tahun lalu." Baekhyun tahu jika sahabat yang merangkap sebagai bos nya itu sedang gugup setengah mati. Berkali-kali ia mendapati Luhan menghela nafasnya berat, belum lagi tangan si cantik yang sibuk saling meremas satu sama lain dan tatapan Luhan yang kosong. Ia selalu seperti itu jika sudah panik akan suatu hal.
"Aku takut Baekhyun. Bagaimana kalau aku lupa kalimat sumpah, bagaimana kalau aku tersandung gaunku sendiri, Bagaimana kalau Sehun tiba-tiba pingsan karena gugup, bagaimana kalau aku-"
"Bagaimana kalau sekarang kau menarik nafas panjang dan lepaskan semuanya sayang. Aku tahu ini semua membuatmu gugup tapi percayalah, ini adalah jawaban dari doamu sepanjang hubungan kalian. Ini adalah akhir dari pencarianmu dan awal dari petualangan baru kalian Lu," Luhan mengangkat wajahnya untuk melihat Baekhyun yang berdiri di sampingnya. Ia kemudian memeluk gadis itu sambil menahan tangisnya yang sejak tadi mau keluar.
"..Dan jangan menangis. Aku tahu walau menangis kau tetap cantik tapi tolong jangan rusak hasil karya ku." Mau tidak mau Luhan tertawa mendengar ancaman Baekhyun dan riasannya. Ia juga masih cukup sadar untuk tidak membuat hasil karya Byun Baekhyun hancur karena dirinya yang terlalu sentimentil.
Jadi kedua gadis itu kemudian berangkat menuju altar sederhana yang cantik setelah kepala Dongwoon muncul begitu saja untuk sekedar memperingatkan mereka jika adiknya yang sialan tampan itu sudah hampir menangis karena takut Luhan kabur. Hingga sampailah ia dan Sehun pada puncak acara di hari kebahagian keduanya. Pernikahan sederhana nan manis yang selalu diidamkannya sejak kecil itu semakin lengkap dengan Sehun sebagai mempelai prianya. Laki-laki kesayangannya itu memang sudah tampan sih sejak awal pertemuan mereka tapi entah apa yang dipakai pria itu hingga hari ini Luhan berani bersumpah kalau tingkat ketampanan dan keseksian Sehun meningkat pada titik yang tidak bisa ditoleransi.
Intinya Sehun adalah pengantin pria paling Hot sejagad selama hidup Luhan.
Tapi tetap saja ada hal yang sampai detik ini belum Luhan mengerti. Apa sih yang sedang dikerjakan Sehun sampai-sampai suaminya (duh Luhan deg-degan sendiri kalau ingat Sehun sudah menjadi suaminya) itu sibuk menghilang sejak awal pesta. Laki-laki seksi itu hanya memberikannya ciuman panjang setelahnya puff! Sehun seperti dipanggil kembali masuk ke dalam botol seperti Jin biru, meninggalkan Luhan sendirian ditengah-tengah keluarga dan mertuanya yang sibuk menggoda, belum lagi kakak Sehun, Dongwoon ditambah Chanyeol yang sibuk meracuni otaknya dengan kegiatan-kegiatan malam dan apa saja yang harus dilakukannya demi menaikkan hasrat Sehun. Jangan tanya bagaimana wajah Luhan sekarang kalau bukan memerah karena malu mengingat jangankan harus melakukan gerakan erotis, Sehun yang selesai mandi adalah godaan terbesar Luhan seumur hidupnya.
Mulut manis Luhan sudah hampir mengeluarkan berbagai macam umpatan sampai matanya mendapati suaminya –Oh Sehun sedang mengatur tinggi standing mic dan berdehem kemudian. Demi apapun yang pernah Luhan lihat ada di tubuh Sehun, pria itu sedang gugup setengah mati yang kemudian membuat Luhan tanpa sadar memberikan senyum terbaiknya untuk membuat pria itu kembali percaya diri.
"e,Ehmm. Ha-Lo." Sebenarnya Luhan sendiri dapat mendengar suara Sehun barusan dengan sangat baik namun tidak dengan kerumunan para tamu. Mereka masih sibuk dengan kegiatannya masing-masing tanpa peduli pria di depan sana sudah hampir pingsan.
"Sel-, Hai akh-u.." Tidak tahu apa yang terjadi kemudian Sehun menghilang begitu saja membuat Luhan ikut mengedarkan pandangannya ke arah sekitar namun tetap saja tidak ada wujud seorang Oh Sehun dimana-mana sampai telinganya menangkap sesuatu.
Demi perut suaminya yang berbentuk kotak-kotak dan menggiurkan, pria yang sedang bernyanyi di depan sana adalah Oh Sehun! Di temani Chanyeol yang entah bagaimana caranya pria itu sudah duduk dengan gitar akustik bersama Jongin yang sibuk memukul cajon. Bukan, bukan bagaimana Sehun atau suara pria itu atau bahkan keapikan Chanyeol juga Jongin dalam memainkan alat musik tapi lagu yang sedang Sehun nyanyikan itu adalah lagu yang selama berminggu-minggu ini ia nyanyikan –dan tentu saja hal itu membuat suasana haru melingkupi hati Luhan begitu saja.
"눈앞에있어도 보고싶어지는Oh woah , 이느낌을뭐라고 설명할까정리가안됐지 "
( Even though you're in front of me I miss you, oh woah, How to explain this feeling I can't figure it out)
Jangankan Sehun, setiap ia mendapatkan pekerjaan yang mengharuskannya untuk pergi ke luar kota sekalipun rasanya Luhan ingin cepat pulang atau malah memilih untuk bersembunyi agar tidak terlihat Baekhyun dengan alasan yang sangat sepele, ia tidak bisa jauh dari Sehun. Menahan Rindu itu berat.
"어느순간내행복에 Root가너인걸알게되니까 너의주위를 , Turn right and turn left 매일빙빙도는나"
(At some point you became the root of my happiness, after I realised I kept staying near you, Turn right and turn left I keep going around you every day)
Sejak awal pertemuan mereka, Luhan sudah menyadari jika ia jatuh dalam pesona seorang Oh Sehun dengan sangat cepat hingga tanpa ia sadari bahwa alasannya untuk bahagia begitu sederhana yakni hanya dengan melihat Sehun berada di sekitarnya.
"나빼기너는Zero, 너와함께면시너지는몇배로, 그러니까나는너를 , 내게대입해
우리라는답으로 , 사랑의공식만들거야 "
(Me minus you equals zero. When I'm with you, our synergy amplifies. So I'm enrolling you to me with the answer of us. I'm gonna make a love formula)
"I Love, you Lu." Jangan tanya bagaimana keadaan seorang Oh Luhan sekarang kalau karena ia sudah berlari menghampiri Sehun yang tengah berdiri di depan panggung dengan senyumnya sementara Luhan sudah banjir air mata. Mungkin bagi sebagian orang apa yang Sehun lakukan sama sekali kurang atau bahkan tidak romantis namun bagi Luhan ini adalah hal paling romantis kedua yang pernah pria itu lakukan selain pernyataan cintanya di bawah lampu taman. Lagu yang Sehun nyanyikan juga tidak sempurna, suara pria itu juga tidak terlalu bagus –terima kasih kepada gitar Chanyeol yang membuat penampilan Sehun menjadi layak simak, namun bagi Luhan, pria itu adalah yang terbaik. Ia tahu bagaimana usaha laki-laki itu untuk menghafalkan setiap lirik dari lagu tersebut bahkan selalu berhasil membuat Luhan naik darah karena hampir setiap hari Sehun memutar lagu itu.
Jika pasangan lain memilih Ed Sheeran feat Beyonce untuk menemani kisah sempurna mereka maka Luhan dengan senang hati menyanyikan Boom Boom sebagai bentuk kesempurnaan cintanya.
"I Love you so much Hun."
Happy Weeding Sehun-Luhan! Ditunggu Luhan-Sehun kecilnya!
.
.
365 chapter 9 officialy END
Akhirnya nikah juga ini pasangan yang di dunia nyata abis nyalon ngeritingin rambuuuuuuut! Sebenarnya enggak ada hal khusus sih kenapa milih lagunya Seventeen yang Boom Boom buat lagu romantis, Cuma karena bagi aku itu lagu romantis udah gitu aja.
Selamat menempuh idup baru ya Sehun dan Luhan. Berarti mulai chapter 10 sampai seterusnya udah masuk ke petualangan rumah tangga Hunhan deh! Yes!
Selamat tahun baru buat kalian semuaaaaa! Semoga apapun resolusi dan targer tahun ini tercapai yaaak!
