Chapter 12 : ILY – Sehun's Part.

365 After Marriage

Cast:

Lu Han, Se Hun

Romance, a little bit humor and drama.

This is Genderswitch.

.

.

Kau begitu sempurna, di mataku kau begitu indah. Kau membuat diriku akan selalu memujamu.

Sempurna.

Tidak ada satupun makhluk di dunia ini yang tercipta dalam bentuk yang sempurna. Pasti ada satu atau dua kekurangan yang tercipta dalam diri seseorang, membuatnya membutuhkan orang lain untuk menutupi atau bahkan melengkapi kekurangan tersebut. Begitu juga Sehun. Oh Sehun, pria yang telah berani mengubah marga seorang Luhan –aktris kesayangan negara menjadi miliknya seorang tak lantas membuat Sehun lupa atas kekurangan dirinya.

Bertahun-tahun menjalani hubungan percintaannya dengan Luhan, mulai dari menjadi sepasang kekasih hingga menjadi pasangan suami-istri malah membuat Sehun semakin menyadari kelemahannya. Luhan, istrinya begitu sempurna. Jika kata sempurna itu memang pantas di sandangkan kepada ciptaan-Nya, maka Sehun dengan rela hati meletakan kata sifat itu berada di tengah-tengah nama Luhan.Sehun tidak punya banyak waktu untuk menceritakan betapa sempurnanya seorang Oh Luhan. Apa yang perlu kau ragukan dari seorang Oh Luhan? Fisiknya cantik rupawan, lembut tutur katanya, baik budi pekertinya, apalagi sekarang yang perlu di pertanyakan atas kesempurnaan seorang Luhan?

Di setiap langkahku, ku kan selalu memikirkan dirimu. Tak bisa ku bayangkan hidupku tanpa cintamu, Luhan.

Sehun dengan berbangga hati akan mengatakan cinta Luhan padanya adalah cinta yang sempurna. Malam itu, sembari menunggu Luhan yang masih membersihkan diri di kamar mandi, Sehun melantunkan doanya pada Tuhan atas kemurahan hatiNya hingga Ia memberikan Luhan padanya. Jika semua orang memandangnya hanya fisiknya yang sempurna, wanita itu bahkan tidak memalingkan wajahnya saat mengetahui kekurangan Sehun saat pertama kali mereka bertemu. Pancaran matanya tetap berbinar penuh minat dan rasa penasaran membuat Sehun semakin jatuh cinta pada sosok Luhan hari itu. Tidak menyesal juga Sehun merelakan waktunya untuk bermain sepeda dan memilih mematuhi perintah sang ibu jika pada akhirnya ia bisa memiliki Luhan seutuhnya. Bahkan Dongwoon iri setengah mati padanya.

Sepasang matanya meneliti wajah yang terpantul dari cermin di hadapannya. Wajah itu tampan, terpahat begitu sempurna seakan Tuhan sedang berbahagia saat menciptakannya. Sepasang mata yang tidak terlalu kecil untuk ukuran pria asia pada umumnya dibingkai apik dengan alis yang telah terbentuk sedemikian rupa, rahang yang tegas dengan bibir tipis nan kecil melengkapi hidungnya yang mancung. Namun itu semua bagi Sehun tidak bernilai apapun ketika orang lain mengetahui kekurangannya. Mereka akan berpaling menjauhinya, menolaknya secara halus –dan Sehun telah terbiasa dengan berbagai penolakan padanya, mulai dari penolakan untuk bermain bersama yang ia terima saat masih berusia lima tahun, penolakan teman sekelasnya yang hanya mau berteman dengan Sehun saat ada tugas saja atau penolakan beberapa model yang sengaja ibunya dekatkan hanya karena Sehun tidak bisa mengucapkan 'Terima Kasih' selayaknya manusia pada umumnya.

"Hun, belum tidur?" Suara lembut Luhan membawa Sehun kembali pada kenyataannya sekarang. Haruskah ia berterima kasih atas berbagai penolakan yang ia terima sebelumnya sehingga ia bisa mendapatkan Luhan sebagai imbalannya? Jika iya, maka Sehun tidak keberatan untuk bangun pagi setiap minggu untuk berangkat ke Gereja dan berdoa sampai hatinya puas. Sehun tidak menjawab hanya menggeleng pelan sambil tersenyum melihat Luhan yang sedang berjalan ke arahnya. Wanita itu terlihat sangat segar dan berbau harum. Aroma manis bunga Lavender yang Luhan gunakan membuat Sehun merasa tenang saat menciumnya. Luhannya begitu cantik dan mempesona.

"Ada apa? Tidak biasanya kau belum tidur." Luhan duduk membelakangi Sehun yang asik mengeringkan rambutnya. Kegiatan yang paling mereka berdua sukai saat salah satunya selesai mandi, saling mengeringkan rambut satu sama lain. Sehun lagi-lagi menggeleng sambil tersenyum melihat Luhan yang membalas senyumnya dari pantulan cermin di hadapan mereka. Jari-jarinya dengan lincah memberikan pijatan-pijatan ringan di kepala Luhan yang terlihat begitu menikmatinya. Rambut Luhan terasa lebih panjang dari sebelumnya, membuat Sehun lebih mudah untuk mengerjainya. Dulu sewaktu rambut Luhan masih sebatas dada, Sehun selalu senang menarik ujung rambut istrinya tersebut saat wanita itu sibuk membaca naskah dan mengacuhkannya. Sekarang, rambut hitam kecokletan itu sudah tumbuh lebih panjang hampir menyentuh pinggang Luhan. Membuat Sehun lebih mudah lagi menggoda Luhan jika wanita itu mengacuhkannya karena pekerjaan. Lebih mudah juga buat Sehun untuk melakukan gaya baru saat memacu gairah mereka demi si baby.

Sehun meletakan handuk kecil yang sebelumnya ia gunakan untuk mengeringkan rambut Luhan ke jemuran handuk yang berada di dekat pintu menuju balkon kamar mereka untuk kemudian kembali memberikan Luhan pijatan ringan di kepalanya. Sehun bukannya tidak tahu seberapa padatnya jadwal Luhan belakangan ini, wanitanya itu bahkan beberapa kali pernah mengeluh sakit kepala karena kegiatannya. Tidak banyak yang bisa ia lakukan saat mendapati wanita kesayangannya itu bergelung manja di atas sofa menunggunya pulang kerja selain memeluknya sambil bersenandung. Pijatan Sehun bergerak menuju pundak sang istri yang terasa begitu keras dan kaku di tangannya. Ia bahkan bisa mendengar lenguhan sakit Luhan saat kedua tangannya memijat bagian itu agak keras.

"Lu,"

Luhan membuka matanya begitu mendengar Sehun memanggilnya lirih, "Iya sayang?"

Membawa tangannya untuk memeluk Luhan dari belakang, Sehun membisikan seluruh doanya dalam satu kalimat di telinga Luhan, "Aku mencintaimu."

Sehun tahu jika Luhanlah yang membuatnya menjadi sosok yang sempurna. Wanita itu memberikannya kecupan ringan di pipi sebelum akhirnya Sehun menyelesaikannya dengan membawa Luhan dalam ciuman panjang penuh cinta kasih di dalamnya. Sehun memang bukan pria sempurna untuk Luhan, ia paham itu. Ada banyak kekurangan dalam dirinya yang mungkin suatu saat dapat membuat Luhan malu atasnya. Namun selama ia bernyawa, selama ia masih bernafas, Sehun akan selalu mengusahakan yang terbaik atas dirinya kepada Luhan, membuat wanita itu sempurna dengan cintanya.

.

.

Seoul, 28 Oktober,

Dear Luhan, kau adalah anugerah terhebat yang Tuhan berikan padaku. Kau adalah darah dalam tubuhku, kau nafas dalam hidupku. Terima kasih telah menjadi sosok yang sempurna untukku. Maafkan aku karena kau harus terjebak dalam pusaran cintaku untuk seumur hidupmu. Namun sejak aku memintamu menjadi penguasa hatiku, sejak hari itu juga aku telah mengucapkan janjiku pada Tuhan untuk selalu memberikan yang terbaik untukmu. Maafkan aku jika cinta kasihku belum mampu membuatmu bahagia dan bangga. Namun selama aku masih bernafas dan bernyawa maka biarkan aku melengkapi hidupmu. Mungkin kau bisa mendapatkan yang lebih tampan dan kaya dariku, tapi kupastikan kau tidak akan mendapatkan seseorang yang mampu mencintaimu seperti aku mencintaimu. Hanya aku.

Luhan, maaf jika aku egois atasmu. Tapi inilah aku.

Aku, Oh Sehun, pria yang dengan terlihat gagah saat melamarmu meskipun jantungku berdetak sangat cepat saat itu, aku sangat takut kau akan menolakku hari itu. Aku, Oh Sehun, pria yang terlihat jantan saat mengucap sumpah seumur hidup denganmu di hadapan Tuhan meskipun aku nyaris menangis tak percaya kau juga mengucapkan janji sucimu bersamaku.

Tetaplah bersamaku Luhan, sempurnakan aku dengan cintamu, hadirkan aku di setiap lantunan doamu, sayangi aku dan kekuranganku dengan kasihmu.

I love you, my dear Lu, always.

.

.

.

365 (After Marriage) chapter 12 officialy END

Haloo, kalian pasti ingetkan aku pernah menuliskan POV Luhan untuk chapter ILY ini? Sekarang ini bagian Sehun yaaak. Ini hanya bentuk kecil dari cinta Sehun ke Luhan hihi. Part terakhir itu adalah potongan catatan hariannya Sehun yaak. Gini gini Sehun kan tetap anak mama yang suka nulis diari. Nanti aku akan bikin catatan harian Luhan juga hihi.

Oia kalau kalian ngeh ada beberapa potongan lirik dari andra and the backbond yang judulnya sempurna. Sejujurnya lagu itu juga yang jadi inspirasikuuuu. Jadi aku rekomendasikan kalian buat dengerin lagunya buat tahu seberapa dalamnya cinta Sehun ke Luhan hihi.