Kau Sugar Daddy-ku.

Naruto by Masashi Kishimoto.

Highschool DxD by Ichiei Ishibumi.

Warning: OOC, AU, Typo, Lemon, Lime, Smut, Dll.

...

..

.

Pertemuan ini adalah kali pertama bagi seorang Rias yang notabenya adalah Mahasiswi disebuah kampus, dia sendiri tak menyangka jika pertemuannya yang tak sengaja itu malah menjadi acara makan malam di sebuah restoran mewah yang mungkin saja tak mampu Rias bayar beberapa menu makanannya. Walaupun begitu, dia bersyukur karena di ajak makan malam di tempat mewah seperti ini.

Pandangan Rias pun beralih ke seorang pria pirang jabrik dengan wajah tegas serta memancarkan aura kebijaksanaan. Pria itu bernama Naruto Uzumaki, seorang pengusaha kaya yang mempunyai seorang istri serta satu anak. Pernikahan dari pria itu hanyalah pernikahan politik antara kedua orang tua mereka, Rias sendiri terpaksa menerima ajakan dari Naruto untuk makan malam, mungkin pria itu hanya ingin berterima kasih karena pernah menolongnya.

"Aku mengajakmu makan malam karena ada suatu hal yang ingin kubicarakan." Rias mengerjapkan kedua matanya beberapa kali, suatu hal? Apakah ini berhubungan dengan urusan rumah tangganya atau pekerjaannya? Rias tak tahu, yang terpenting bagi Rias adalah Naruto bisa memberikan uang padanya untuk membiayai kuliah serta kehidupannya.

"Katakan!"

"Jadilah kekasihku," ujar Naruto, sorot matanya menandakan bahwa dia sangat serius dengan ucapannya, membuat Rias terdiam tak mengatakan apapun, lidahnya kelu setelah Naruto menyatakan bahwa dia ingin menjadikan dirinya sebagai kekasih. "Aku serius, aku akan memberikan segala yang kau butuhkan, uang jajan, uang kuliah atau beberapa kosmetik yang ingin kau miliki."

"Bu-bukan itu, aku hanya tak menyangka saja jika kau yang notabenya sudah mempunyai seorang istri serta anak malah ingin menjadikanku seorang kekasih."

Naruto hanya tersenyum tipis. "Pernikahan itu bukan dilandaskan dengan cinta, namun sebuah situasi politik yang memaksaku untuk menikahinya karena beberapa hal. Urusan ini sangatlah rumit, disamping aku harus mengurus perusahaan, aku juga dituntut untuk mempunyai seorang pewaris."

Rias terdiam mendengar penuturan dari Naruto, dia sendiri tahu jika pewaris bagi sebuah perusahaan adalah hal yang paling penting di dalam suatu keluarga konglomerat seperti keluarga Naruto. Terlebih, pewaris itu harus dari orang-orang yang kastanya sama seperti mereka, tetapi berbeda dengan Naruto yang seolah tak mau di atur oleh siapapun, termasuk keluarganya. "Aku mungkin tak tahu akar permasalahanmu, tapi aku tahu bagaimana susahnya menjadi seorang konglomerat."

"Terima kasih sudah mengerti, namun aku masih ingin membuatmu menjadi kekasihku, Rias."

Rias tahu resiko dari dirinya yang menjadikan Naruto sebagai Sugar Daddy-nya, namun dia butuh uang untuk membiayai kuliahnya serta kehidupannya sehari-hari, dia tak bisa bergantung pada orang tuanya serta kakaknya yang sedang membanting tulang untuk memenuhi kebutuhan.

Helaan napas keluar dari mulut Rias, dia terpaksa menerima ajakan Naruto untuk menjadi Sugar Baby pria itu. "Baiklah, aku menerimanya. Jadi kapan bisa dimulai?"

"Sekarang juga tak masalah," balas Naruto, dia tersenyum kemudian menggenggam tangan mungil Rias. "Aku akan membiayai semuanya, termasuk kuliah dan kebutuhanmu sehari-hari. Kau juga akan kuberikan sebuah tempat tinggal mewah di apartemen yang dekat dengan kampusmu."

Ya, inilah yang didapat Rias setelah menjadi kekasih dari pengusaha. Dia akan mendapatkan segalanya, termasuk tempat tinggal yang mewah.

...

..

...

Malam harinya, di apartemen yang beberapa hari lalu dibeli oleh Naruto untuk Rias. Keduanya berada di dalam kamar dengan lampu kamar yang terlihat remang-remang, Rias sendiri pasrah saat beberapa bagian tubuhnya mulai disentuh Naruto, dimulai dari kedua payudara yang terbungkus oleh bra berwarna hitam bermotif bunga, Naruto merasa tergiur dengan payudara Rias, terlebih dengan ukurannya yang besar dan tak bisa dia tangkup dengan tangannya.

Naruto mendekatkan wajahnya pada belahan dada Rias, lalu menggosok wajahnya pelan di antara belahan dada Rias. Gadis itu menggigit bibir bawahnya untuk menahan segala desahan yang akan keluar dari mulutnya, dia tak mau Naruto mendengarkan desahannya. Kedua tangan Rias meremas sprei putih itu, dia menahan semua gejolak akibat sentuhan Naruto.

Dengan pelan, Naruto membuka ikatan Bra milik Rias, membuat kedua benda besar itu keluar dari sangkarnya. Naruto menatap intens kedua puting susu yang sudah ereksi karena sentuhannya. Dia melahap salah satu payudara Rias, menghisapnya seolah benda itu akan mengeluarkan cairan dari sana. Remasan Rias pada sprei itu semakin kuat, kedua kakinya bergerak tak karuan saat Naruto menghisap serta meremas payudaranya.

Tubuh Rias terdorong kebelakang, tepat pada kasur empuk itu, sementara Naruto masih menyusu pada Rias dengan tangan kanannya yang bergerak turun untuk masuk ke dalam celana yang dikenakan gadis itu. Pria itu memasukkan jemarinya ke dalam liang senggama Rias, dan mulai memainkan vagina Rias. Naruto menarik bibirnya, dia memberikan sebuah kecupan di dahi Rias, lalu mencium bibir plum itu dengan lembut. Rias menyambut ciuman itu dengan senang hati.

Gadis itu memeluk leher pria tersebut untuk memperdalam ciuman mereka. Keduanya bertukar saliva melalui lidah masing-masing, desahan tertahan keluar dari mulut Rias saat Naruto meremas payudaranya. Tubuh gadis itu menegang sesaat setelah menerima rangsangan Naruto barusan, dia juga merasakan gundukan yang sedari tadi menabrak celananya.

Rias menarik diri dari ciuman tersebut, Iris emeraldnya menatap Naruto lembut, jemari lentiknya mulai mengelus pipi yang dihiasi tiga pasang whisker itu. Naruto menikmati belaian yang diberikan Rias. "Kau mengingatkanku pada Ibu."

"Benarkah? Apa segitu mirip?"

"Rambut merah indahmu itu yang membuatku ingat akannya."

Rias tersenyum tipis, kedua pipinya merona saat dia dipuji oleh pria itu. Naruto pun membuka seluruh pakaiannya, dia juga menarik celana yang dikenakan oleh Rias, membuat keduanya sama-sama telanjang bulat di dalam kamar. Kali ini Rias mendorong tubuh Naruto hingga pria itu rebahan di atas kasur, dia merangkak tepat di atas penis Naruto, tangan putihnya mengambil benda besar itu dan menggenggamnya.

Dengan lembut Rias menggerakkan tangannya naik turun, serta tangannya yang lain mulai bermain dengan buah zakar Naruto, pria itu memenjamkan kedua matanya saat merasakan kenikmatan pada penisnya. "Rias... unnghh..."

"Kenapa? Apakah sangat nikmat?"

Naruto tak menjawabnya sama sekali, dia hanya mendesis nikmat saat Rias menggerakkan tangannya. Gadis itu pun menghentikan gerakan tangannya, dia lalu mengapit penis Naruto menggunakan belahan dadanya, dan bergerak naik turun sama seperti apa yang dilakukannya tadi.

"Kalau ini?"

Desisan nikmat menjadi jawaban Rias, Naruto benar-benar merasakan kenikmatan saat dia mulai dirangsang oleh gadis itu, berbeda dengan Istrinya yang hanya ingin anak untuk pewaris perusahaan.

"Bi-bisakah kita lakukan sekarang juga?"

"Um? Kau tak sabaran ternyata." Rias menghentikan kegiatannya, dia lalu menarik diri dan kembali merangkak di atas tubuh Naruto. Vagina basahnya sudah siap untuk dimasuki penis besar itu. Rias mengarahkan vaginanya, serta penis Naruto, dia menurunkan pinggulnya dengan pelan hingga ujung penis Naruto mulai masuk ke dalam tubuhnya. "Engghh!" erangan nikmat keluar dari mulut Rias, dia terus mendorong pinggulnya hingga semua penis Naruto masuk ke dalam vaginanya.

Rias membiarkan penis besar Naruto berada di dalam tubuhnya beberapa saat, dia ingin beradaptasi dengan penis besar Naruto, seumur-umur dia tak pernah merasakan penis besar seperti milik kekasih barunya itu. Dia hanya merasakan penis dengan ukuran kecil dari mantan pacarnya terdahulu.

"Uhh... begitu besar..."

"Terima kasih," balas Naruto. Rias pun menggerakkan tubuhnya naik turun, kedua payudaranya ikut bergerak naik turun mengikuti gerakan tubuhnya. Naruto gemas akan payudara Rias, dia pun meremas kedua benda itu dengan lembut, dia juga tak lupa mencubit kecil puting susu Rias membuat gadis itu melenguh nikmat.

Rias sendiri terus menggerakkan pinggulnya, penis Naruto serasa memijat dinding rahimnya di dalam sana, cairannya juga mulai keluar banyak akibat gesekan antara rahimnya dengan penis Naruto. Apalagi kedua payudaranya terus saja dimainkan oleh Naruto, dia benar-benar dibuat terlena akan permainan yang diberikan lelaki itu.

Rias tahu ini salah, tapi dia terpaksa melakukan ini.

"Kau akan menjadi kekasihku terus, Rias. Bahkan bisa menjadi Istri simpananku disini."

Pikiran Rias entah melayang kemana, namun dia seolah tak memperdulikan tentang statusnya sebagai kekasih gelap Naruto atau istri simpanannya. dia sudah dibuatakan oleh nafsu seksnya dengan Naruto.

Keduanya terus melakukan hubungan seks dengan banyak gaya, beberapa kali Rias juga mengeluarkan cairannya dan Naruto masih belum mengeluarkan cairan spermanya sama sekali. Rias dibuat kalang kabut menghadapi nafsu dari pria itu. Di sisi lain, dia beruntung bahwa ada orang yang akan membayarnya serta memenuhi kebutuhan seksnya sekarang.

"Rias, aku keluar!" ujar Naruto, dia mencengkram paha putih Rias dari belakang, dan pinggulnya masih terus bergerak maju mundur. Rias sendiri bertumpu pada ujung tempat tidur. "Argh!"

"Keluarkan semuanya! Aku ingin spermamu Naruto!"

Keduanya pun klimaks secara bersamaan, dan mengakhiri hubungan seks mereka.

...

..

...

Beberapa bulan kemudian, Rias mendengar sebuah kabar mengejutkan dari Naruto, pria itu telah bercerai dengan wanita yang menjadi istrinya setelah pernikahan mereka beberapa tahun ini. Akar dari masalahnya adalah, wanita yang menjadi mantan istri Naruto berhubungan badan dengan beberapa orang lelaki yang menjadi pegawainya di perusahaan milik orang tua sang mantan istri.

Naruto begitu bahagia setelah dia mengetahui apa yang dirahasiakan oleh istrinya, namun sang mantan istri tak tahu jika dia memiliki simpanan di sebuah apartemen. Naruto memberikan hak asuh anaknya pada sang mantan istri karena anak tersebut bukanlah anaknya, pria itu mencocokan DNA miliknya dengan sang anak, dan hasilnya tak cocok sama sekali.

Kedua orang tua Naruto menyesal karena menjodohkannya dengan perempuan tersebut, dan membiarkan Naruto untuk memilih wanita yang ingin dia nikahi.

Wanita yang menjadi pilihan Naruto sekarang adalah Rias yang masih menjadi Mahasiswi di kampusnya. "Bagaimana? Kau mau menikah denganku?"

Wajah Rias merona mendengar ajakan Naruto, dia baru saja mendengar kabar perceraian Naruto dengan mantan istrinya, dan sekarang pria berusia hampir kepala empat itu melamarnya, umurnya terpaut sepuluh tahun dari umur Naruto. Tapi kenapa dia memilih dirinya?

"Yah, karena kau mirip dengan Ibu, dan aku juga menginginkanmu. Kau akan menjadi ibu dari anak-anakku."

"...Begitu ya."

"Jadi jawabanmu?"

Rias mencium bibir Naruto dengan mesra, dia juga duduk di atas paha Naruto dan memeluk leher pria itu. Naruto tahu jawaban Rias setelah gadis itu dengan berani mencium dirinya dengan vulgar.

'Aku anggap iya, Rias-ku.'

...

..

.

END!