Señorita
© Masashi Kishimoto
Warning: AU, OOC
Summary: Bagaimana rasanya jika kau dan sepupumu menyukai orang yang sama? Merepotkan, bukan? Inilah yang dirasakan oleh Ino dan sepupunya, Shion juga menyukai Uchiha Sasuke. Mana diantara Ino atau Shion yang akan dipilih Sasuke.
.
.
.
Aku duduk disini sekarang, tempat biasanya murid mengantri untuk mengisi perut kosong mereka dengan semangkok makanan yang berlemak tinggi. Aku ke kantin bersama Shion, sepupu tercerewet yang pernah ada.
"Kau duduklah, cari tempat yang ternyaman. Kau tahu sendiri kan aku tidak bisa makan kalau bukan tempat yang nyaman." titah Shion menyuruhku. Huh, menyesal satu sekolah dengannya, batinku.
Aku segera mencari bangku kantin ternyaman. Ah itu disana, cercah batinku.
Memang posisi ternyaman ialah pojok sebelah kanan dekat jendela ditambah lagi jika di lihat dari arah luar langsung memperlihatkan lapangan sepakbola yang luas. Aku segera menjatuhkan bokong indah ku di bangku pojok kanan sambil melihat ke arah jendela. Siapa tahu pangeran Uchiha sedang bermain sepakbola disana.
Tepat aku melihatnya, saat itu juga ia menengok ke arah kantin.
Astaga! Tampan sekali ya Tuhan, batinku menjerit.
"Ino, ambilkan aku air mineral nanti akan ku ganti uangmu!" teriakannya yang sangat merdu itu membuat ku tiba-tiba menjadi tuli, sehingga Sasuke mengulangi lagi permintaannya padaku.
"Hei Ino! Apa kau mendengar ku?" tanyanya dengan kedua telapak tangan dirapatkan ke arah pipinya.
Respon ku hanya mengangguk tanda mengerti, gila. Ah, benar. Sungguh membuatku gila. Dari sekian tujuh puluh dua jam aku kembali di notice oleh pangeran Uchiha Sasuke.
Aku memanggilnya dengan sebutan pangeran bungsu Uchiha. Tanpa embel-embel, dia jelas terlihat bagai pangeran menurutku.
"Tolong ambilkan air mineral nanti akan ku ganti uangmu. Apa kau dengar?" teriakannya mendadak mengingang di kepalaku. Segera ku kasih dua jempol untuknya, dia tersenyum untukku.
Oh Tuhan, mau hidup dua kali rasanya jika begini skenario hidupku.
Belum jauh aku berdiri dari bangku, riuh dari luar terdengar hingga ke telingaku.
"Cieee!" sorakan dari luar membuatku terhipnotis diam, langsung ku menoleh ke arah sumber suara. Ternyata di lapangan.
Tunggu.
Apa itu Sasuke?
B-bersama perempuan lain? Siapa?
Aku kurang tahu siapa perempuan itu, karena dia membelakangi ku menghadap Sasuke.
Ah, ingin menangis saja rasanya.
"Hei Sasuke! terima aja air mineral darinya!" sorakan dari teman tim sepakbolanya, Neji. Disusul siulan Chouji dan Kiba. Naruto yang teriak tidak jelas serta Lee menari ala balerina karena kegirangan.
Hai, hati. Apa kabar? Apa masih baik-baik saja?
Eh, tunggu.
Aku mengenali gaya rambut perempuan itu. Tadi pagi aku melihat gaya rambut itu. Sebelum ke kantin, aku melihat gaya rambut itu. Ketika sampai di kantin, aku juga melihat dengan gaya rambut yang sama.
Aku kenal kaos kaki yang dipakai perempuan itu. Motif polkadot hitam putih, mirip seperti pemberian kadoku untuk Shion.
Aku menganga tidak percaya.
Perempuan yang memberikan air mineral pada pangeran Sasuke ku adalah Shion. Sepupu ku sendiri?
"Hn, aku sudah minta tolong pada Ino untuk memberiku air mineral," tolak Sasuke dengan khas dinginnya. Perempuan itu tentu saja memaksa Sasuke untuk mengambil air mineral yang ada ditangannya.
"Ambilah, sebenarnya ini dari Ino. Ino yang memberikan ku air mineral ini untukmu," sogok Shion dengan embel-embel mengatakan bahwa ini dari Ino agar Sasuke mau menerima pemberian air mineralnya.
"Benarkah?" raut wajah Sasuke sangat kentara tidak yakin dengan apa yang dikatakan Shion kepadanya. Sasuke memandang kembali Ino yang berada di seberang sana.
Ino hanya tersenyum kaku akibat dipandang jauh oleh Sasuke, pangerannya.
"Baiklah, aku ambil. Karena Ino sudah tersenyum padaku, jadi aku mempercayaimu."
Setelah Sasuke berkata seperti itu, Sasuke langsung mengambil air mineral yang dipegang tangan Shion lalu meminumnya secara tidak sabar juga setelah selesai minum Sasuke sengaja bermandikan air mineral membasahi tubuhnya.
Sasuke menyudahi acara mandi mendadaknya di pinggir lapangan, lalu ia berujar―
"Hei Señor! Terima kasih minumannya!"
Teriak Sasuke sambil mengacungkan ke atas botol air mineral. Shion yang tidak mengerti apa-apa langsung memutar balikan badan menghadap ke arah Ino. Tanpa segan mengacung jari tengah untuk Ino sepupunya sendiri.
Ino tidak tahu harus berbuat apa selain hanya tersenyum kaku yang dilakukannya. Gadis dengan iris mata aquamarine itu menundukkan kepalanya lalu berjalan lesu kembali ketempat duduk dibangku kantin sebelum ia duduki tadi.
Seseorang rambut pirang terang jabrik itu menepuk pelan bahu Sasuke yang membuatnya menoleh.
"Señor? Seriously?" tanya Naruto tak percaya. Sasuke tersenyum tipis sebagai responnya, ah bukan itu merupakan khasnya.
"Yeah, Señor. Señorita, Dobe."
Sasuke yang kini gantian membalas tepukan bahu pada Naruto. Sasuke meninggalkan lapangan sepakbola ia berjalan ke arah kantin rupanya. Pemuda tampan rambut raven itu memasuki area kantin dan dapat dipastikan kaum hawa mengelilingi sasuke dengan suka rela. Fans clubnya sudah biasa, jadi tidak perlu dipikirkan lagi. Terkadang melelahkan menjadi orang berwajah tampan nan rupawan.
Sasuke mendekati Ino yang sangat betah melamun di depannya, entah apa yang dilamunkan Ino. Ia bahkan tidak mendengarkan teriakan sekitar yang volumenya bisa dikatakan lumayan nyaring.
"Melamun di siang bolong?"
Ino kaget mendengar suara yang sangat dikenalnya itu. Sasuke tersenyum tanpa sadar.
"Sedang melamunkan apa, Señor ku?"
Ino yang ditanyakan seperti itu pada pangerannya, langsung diam mematung. Tak bisa berkutik apa-apa lagi yang hanya bisa dilakukan Ino lagi-lagi tersenyum bodoh.
Sasuke gemas melihat tingkah Ino. Ino tak bisa berkata apa-apa hanya terdiam seperti patung.
Sasuke duduk dibangku kantin tepat didepan Ino.
"Señorita, aku mengundangmu untuk ikut bersamaku pergi ke pesta ulang tahun Haruno Sakura, malam ini pukul tujuh malam sudah bersiap untuk berangkat bersamaku, okay?"
Sasuke mengedipkan mata kanannya. Bisa dibayangkan Ino sedang menahan napas. Wajah Ino yang semula biasa saja kini berubah menjadi merah padam, akibat perbuatan oknum bernama Sasuke yang asal main kedip mata terhadap gadis polos seperti Ino.
Pemuda itu berdiri denga gayanya, berjalan keluar area kantin seolah-olah tidak sedang terjadi apa-apa padahal seluruh pasang mata perhatikannya dengan sangat detail, bahkan para fans mengetahui dengan jelas bila ada debu yang tertempel di sepatunya Sasuke.
Setelah sosok rambut raven itu telah beranjak pergi bersama bayangannya, tentu saja seluruh murid yang memiliki sepasang bola mata yang berada disana saat ini memandang gadis bersurai ponytail itu dengan rasa tak percaya.
Gila, gila..
Ino lagi beruntung guys!
Cih, pakai mantra apa kau?
So lucky girl, omg!?
Dia pasti telah menyihir Uchiha Sasuke!
Whoah, hebat!
Asli, merinding!
Sial, Sasuke kok mau sama dia sih!?
Dan masih banyak lagi percakapan lalu lalang setelah kepergian pangeran tampan itu dari kantin.
.
.
.
END
