CROWMASTER : BIRD AMONG DRAGON


Disclaimer :

Naruto Punyanya Om Masashi Kishimoto

High School DxD Punyanya Om Ichiei Isshibumi


Kuoh Academy, sebuah sekolah yang dulunya khusus perempuan, beberapa waktu lalu mengubah kebijakannya dan menerima murid laki-laki.

Tiga orang siswa yang berjalan beriringan sekarang ini termasuk diantara murid laki-laki yang diterima. Mereka adalah Issei, Matsuda, dan Motohama. Ketiganya adalah siswa terkenal di Kuoh Academy.

Bukan, bukan karena prestasi maupun penampilan, melainkan karena sifat mesum mereka yang tak kenal batas maupun tempat. Trio mesum, itulah julukan yang diberikan pada mereka.

Mereka bertiga berangkat bersama setiap pagi untuk mendiskusikan rencana kegiatan mereka nanti. Mengintip siswi perempuan.

" Motohama." panggil lelaki botak dengan tampang mesum pada temannya yang juga bertampang mesum.

" Aku tahu, Matsuda. Hari ini adalah jadwal kelas 1-A." lelaki berkacamata itu menjawab seakan tahu pertanyaan yang akan keluar dari mulut temannya.

" Mereka akan memakai ruang ganti setelah jam pelajaran ke-2 berakhir. Kita harus bergegas kalau ingin rencana ini berhasil." kali ini si siswa berambut coklat yang menimpali omongan temannya.

Ketiganya terus berbicara satu sama lain sampai tiba di depan gerbang dan berjalan menuju kelas mereka.


Issei sekarang bersembunyi di balik salah satu loker yang tidak dipakai. Menurut laporan Motohama, pemilik loker ini absen hari ini, jadi loker ini tidak akan dibuka. Ia bersyukur Kuoh Academy menyediakan loker yang besar hingga dirinya bisa muat di dalam.

Kedua rekannya juga bersembunyi di balik loker lain yang tidak digunakan. Entah karena pemiliknya juga absen atau memang tidak terpakai.

Cklek! Krieet...

Pintu terbuka dan para gadis-gadis muda dari kelas 1-A memasuki ruangan untuk berganti baju.

" Apa kau dengar yang dikatakan oleh Senpai-senpai tadi pagi?" kata salah seorang siswi disana sembari membuka bajunya.

" Tentang kelakuan Trio Mesum yang semakin menjadi-jadi?" temannya bertanya balik. Ia mengeluarkan seragam olahraga dari lokernya.

Sementara Issei yang mengintip dari balik loker mulai menyeringai mesum.

' Buka semua baju kalian, wahai kouhaiku tercinta!' batinnya berteriak-teriak kegirangan.

Nafasnya mulai tak teratur dan Issei junior mulai bangkit dari tidurnya. Matanya seakan tak berkedip melihat pemandangan yang ia sebut 'berkah dari surga'.

Duk!

Loker yang ada di seberangnya berbunyi, tempat dimana Motohama bersembunyi. Issei merutuki kebodohan temannya itu. Bisa-bisa rencana mereka gagal total hari ini!

Semua siswi yang ada menoleh ke sumber suara dan mendekati loker Motohama. Mereka membuka pintu loker dan melihat Motohama yang berdiri ketakutan.

Teriakan para gadis memenuhi seisi ruangan. Membuat Issei menutupi telinganya agar pendengarannya tidak rusak.

" Mesum! Penjahat kelamin! Sampah Masyarakat!" begitulah kira-kira sumpah serapah yang mereka keluarkan. Mereka memukuli Motohama habis-habisan.

Brtt! Fuuutt!

Tak lama setelah suara yang tak mengenakan barusan, Matsuda dengan bodohnya melompat keluar karena tak tahan dengan aroma kentutnya sendiri. Ia juga menjadi bahan bulan-bulanan para siswi disana. Menyisakan Issei sendirian yang masih bersembunyi.

Ia menutupi mulutnya agar tidak bersuara dan membatasi gerakannya seminimal mungkin. Dari celah loker ia melihat seorang siswi bertubuh mungil berdiri dan menatapnya.

Keringat dingin mengucur dari pelipisnya. Ia yakin, gadis itu menatap matanya! Koneko Toujou, si loli primadona kelas 1 berdiri di depan lokernya dengan tinju yang terkepal.

" Koneko-chan? Apa yang kau lakukan disana?" tanya salah seorang temannya.

" Mereka anggota Trio Mesum bukan? Maka mereka pasti bergerak bertiga... " kata Koneko.

Ia membuka pintu loker di depannya.

Buagh!

Tinju mungil Koneko mendarat di perut Issei, membuat si korban pukulan langsung jatuh menungging dengan memegangi perutnya.

" To-Toujou-san... " ucap Issei kesakitan.

Setelah puas menghajar ketiganya, para siswi tadi pun pergi ke lapangan. Issei dan temannya yang babak belur terpaksa pergi untuk mengobati luka-luka mereka.


Pletak! Pletak!

Issei menjitak kepala kedua temannya. Ia berdiri dan memarahi rekannya yang bertindak bodoh dan membuat misi mereka gagal.

" Kalian bodoh! Padahal sedikit lagi.. sedikit lagi... mereka akan keluar sebentar lagi dan kita tidak akan ketahuan!" teriaknya dengan airmata yang mengalir.

" Iya iya... maafkan kami, bung. " jawab Matsuda. Kepalnya yang botak terlihat tak beraturan akibat benjol yang ia terima.

Ketiganya sekarang sedang berkumpul di samping gedung baru Kuoh Academy, tempat dimana Klub Penelitian Ilmu Gaib berada.

Dari bawah ia bisa melihat sosok cantik berambut merah sedang menikmati angin yang menerpa wajahnya. Ia tersenyum pada Issei dengan lembut. Tatapan mereka beradu sampai Issei memutuskan kontak mata dan menoleh kearah lain dengan wajah memerah. Saat ia menoleh lagi, sosok tersebut sudah hilang dari jendela sana.

" Kau melihatnya, Matsuda?"

" Rias Gremory-senpai. Wanita tercantik di sekolah ini bersama dengan temannya, Akeno Himejima-senpai. " kata Motohama dengan membetulkan kacamatanya.

Rias Gremory dan Akeno Himejima adalah dua siswi tercantik di Kuoh Academy. Mereka diberi gelar 'Kuoh Academy Onee-sama' oleh siswa dan siswi disini.

" Kudengar keluarga Rias-senpai berasal dari Eropa Utara, karena itu rambutnya berwarna merah." jelas Matsuda. Ia mendengar gossip dari teman-teman sekelasnya soal Rias.

" Yang lebih penting adalah tubuhnya yang kelewat seksi itu. Betul bukan, Issei? " tanya Matsuda yang hidungnya mulai mengeluarkan setetes darah.

Issei terdiam. Ia teringat akan kejadian beberapah hari lalu dengan Raynare. Gadis gila yang mencoba membunuhnya karena sesuatu di dalam tubuhnya. Pikirannya tersadar oleh panggilan dari Motohama.

" Kalia berdua, sebaiknya kita kembali ke kelas. Jam istirahat akan segera berakhir!" teriak Motohama yang membuyarkan fantasi mereka berdua. Keduanya berlari menghampiri Motohama dan berjalan kembali menuju kelas mereka.


" Kau merasakannya, Rias?" tanya siswi berambut hitam dengan gaya ekor kuda. Ia membawa troli yang terdapat teh dan kue diatasnya.

" Kekuatan besar mengalir didalam tubuhnya, aku yakin itu." jawab si gadis berambut merah yang bernama Rias.

Akeno menuangkan teh ke dalam gelas dan menyajikannya pada Rias. Ia lalu duduk di sebelah temannya di sofa milik klub.

Klub Penelitian Ilmu Gaib, sebuah klub yang bertujuan untuk meneliti berbagai fenomena diluar nalar manusia yang terjadi di sekitar mereka. Setidaknya itu yang diketahui oleh orang lain.

Faktanya, klub ini adalah markas operasi dari Peerage milik iblis kelas atas, Rias Gremory. Pewaris utama Klan Gremory yang bisa menggunakan Power of Destruction, serta terkenal akan kecantikan dan keanggunannya dikalangan manusia dan iblis.

Akeno melihat teh yang ia tuangkan bahkan tidak disentuh sama sekali oleh Rias. Sahabatnya itu sedang melamun memikirkan sesuatu.

" Apa yang sedang kau pikirkan, Rias?"

Pertanyaan Akeno memecah lamunan Rias. Ia menyandarkan tubuhnya dan memandang langit-langit ruangan.

" Aku hanya memikirkan Itachi-nii. Bagaimana kabarnya sekarang?" jawab Rias.

Setelah bertahun-tahun dilatih oleh ayahnya, Itachi pergi ke dunia manusia untuk masuk ke SMA saat umur Rias masih 11 tahun. Sejak saat itu, kakak angkatnya tidak pernah memberi kabar padanya.

" Apa kau merindukannya?" tanya Akeno. Ia menautkan salah satu alisnya.

" Memangnya kau tidak, Akeno?" tanya Rias balik. Akeno menghela nafasnya dan terkekeh pelan.

"Sudah 7 tahun berlalu. 7 tahun kita tidak melihatnya..." lirih Akeno yang mengusap dahinya. Ia juga sama seperti Rias, merindukan sosok yang ia anggap sebagai figur seorang kakak. Dan seseorang yang begitu berarti di hidupnya.

" Tentu saja aku merindukannya. Bagaimana mungkin aku tidak merindukan orang yang ku sayangi?"

Mendengar perkataan Akeno, Rias tersenyum mengejek.

" Kata 'sayang' mungkin kurang tepat. Bukan begitu, Akeno?" goda Rias.

" Ara ara~ Ufufufu..." Akeno hanya tertawa menanggapi temannya. Walaupun, ia sendiri setuju kalau 'menyayangi' agak sedikit kurang tepat baginya.

" Aku mendapat kabar dari Otou-san kalau Itachi-nii sedang mengambil gelar Magister di Universitas Paris Sciences et Lettres." kata Rias mengingat kabar yang diberikan ayahnya.

Kekaguman Rias pada kakak angkatnya itu semakin bertambah saat membayangkan kecerdasan otaknya yang diatas rata-rata orang.

Itachi mengambil kelas akselerasi saat SMA dan tamat dalam waktu 2 tahun. Ia lalu mendapat beasiswa dari Tokyo Institute of Technology dan mengambil jurusan Ilmu Fisika.

Dalam 2,5 tahun, ia berhasil wisuda dengan nilai IPK 3,9. Skripsinya tentang masalah Fisika Kuantum membuat para dosen tertarik dan memeberinya beasiwa untuk menempuh Master Degree di Paris dengan jurusan yang sama sampai saat ini.

Rias bingung dengan bagaimana otak Itachi bekerja. Ia memilik otak yang sangat cerdas dan kemampuan berpikir di atas rata-rata. Tapi, apa Itachi lupa kalau dia bisa berteleportasi? Atau kesibukannya sebagai mahasiswa membuat ia tak punya waktu luang?

Mengesampingkan semua hal tersebut, Rias tetap menyayanginya. Rias bahkan beberapa kali datang ke 'Markas Rahasia' mereka dulu bersama Akeno saat kembali ke Mansion Utama Gremory.

" Kau tahu, Rias? Terkadang aku berpikir apa Itachi-nii telah mendapat kekasih di sana?" celetuk Akeno tiba-tiba.

" Maksudku, Paris adalah kota besar yang diisi oleh para wanita cantik dan modis dari seluruh dunia. Bagaimana menurutmu?"

" Aku... tidak tahu, Akeno." jawab Rias ambigu. Ia kemudian berdiri dan merapikan bajunya.

" Aku akan berkeliling sebentar untuk menyegarkan pikiranku. Kau mau ikut?" tawar Rias pada sang Queen di Peeragenya.

Akeno menggeleng. Tampaknya ia lebih memilih ketenangan dari sunyinya ruang klub saat ini. Melihat jawaban Akeno, Rias berbalik dan keluar dari ruang klub untuk berkeliling sebentar.


" Ugh..."

Issei mengelus perutnya yang masih terasa sakit. Di dalam hati ia keheranan, bagaimana pukulan gadis mungil itu begitu keras.

Pelajaran Matematika telah berakhir, berganti jam mata pelajaran baru yang gurunya baru saja pensiun minggu lalu. Kondisi kelas yang kosong tanpa tugas membuat seisi kelas bebas untuk mengobrol dan bercengkrama.

Issei tak sengaja mendengar obrolan sekumpulan siswi yang bergosip ria.

" Aku berharap guru penggantinya belum ditemukan. Kita butuh lebih banyak jam pelajaran kosong." ucap salah satu siswi berambut pirang yang duduk dimeja.

" Hei, kudengar kepala sekolah sudah menerima seorang guru baru. Katanya dia adalah orang yang jenius di bidangnya." celetuk temannya yang lain.

" Hah? Bukankah orang jenius itu tidak bagus kalau jadi guru?"

" Apa maksudmu?"

" Orang jenius tidak tahu cara memahami pelajra secara perlahan. Mereka yang cepat paham dengan materi tidak akan mengerti kita yang tidak sepintar mereka." jelas siswi berambut pendek.

Dalam hati Issei yang mendengar mereka ikut membenarkan perkataan siswi tadi. Para orang jenius itu seolah-olah berada jauh diatasnya. Apalagi jika mereka berparas tampan, maka para gadis akan semakin menggilai mereka.

Contoh paling nyata yang ada disekitarnya adalah Kiba Yuuto, yang menjadi pujaa para gadis di Kuoh Academy. Wajahnya yang tampan, otak yang encer, serta sikapnya yang sopan menjadikannya sosok yang sempurna dimata gadis-gadis.

" Ya... kurasa kau ada benarnya juga, Kasumi." siswi tadi menjawab dengan muka lesu.

" Menurut kabar yang beredar, dia adalah lulusan S2 di Universitas luar negri! Aku penasaran bagaimana wujudnya..." seorang siswi dengan rambut hitam panjang. Ia menghayal kalau guru barunya tersebut berwajah tampan seperti di beberapa anime yang ia tonton.

" Jika dia lulusan S2 dan sudah menjadi guru, aku berani bertaruh kalau umurnya sudah tua, Hanako. Tubuhnya pendek dan buncit dengan kepala penuh uban." ketus Kasumi.

" Ah... Jangan merusak khayalanku, Nanaka!" ekspresi siswi berambut panjang yang bernama Hanako berubah menjadi cemberut.

Issei lagi-lagi menyetujui perkataan Kasumi. Apalagi mata pelajaran yang akan ia ambil nanti sangat membosankan.

Issei berdoa semoga perkataan Kasumi benar tentang penampilan guru baru mereka. Ia tidak perlu satu lagi orang seperti Kiba untuk mengganggu hidupnya dan menjauhkan para gadis darinya.

Issei kembali membenamkan wajahnya di meja. Ia menghela nafas dan memejamkan matanya. Jika ia tidur, mungkin rasa sakit karena pukulan Koneko akan hilang nanti.

Tok Tok Tok! Krieet...

Suara dari pintu masuk ruangan mengalihkan perhatian seisi kelas. Issei yang baru terpejam juga langsung bangun dan menoleh kearah sumber suara.

Tap. Tap. Tap.

Dari balik pintu, seorang pria muda bepostur tinggi dengan rambut hitam panjang yang diikat ujungnya masuk menuju ke meja guru di depan mereka.

Wajahnya yang tampan dengan dua garis di bawa matanya memancarkan kharisma tersendiri. Ia tersenyum dan mulai memperkenalkan dirinya

" Ehem... Konnichiwa, minna-san!" suaranya bariton miliknya membuat para siswi terpesona.

" Namaku Itachi Uchiha. Dan mulai sekarang, aku yang akan menggantikan guru Fisika kalian."

Di dalam hatinya, Issei merutuki keberuntungannya yang buruk hari ini. Satu lagi pria yang menjadi penghalang antar dirinya dan para gadis.


Rias berjalan sendirian di koridor sekolah untuk menyegarkan pikirannya. Hari ini ia dan Akeno membolos pelajaran dari pagi. Para Guru tak terlalu mempermasalahkannya karena mereka berdua selalu bisa mengejar ketertinggalan dalam pelajaran dan mendapat nilai yang sangat memuaskan.

Sekarang dia sedang bersandar di pagar koridor lantai 2 yang menghubungkan gedung baru dan gedung lama Kuoh Academy dan menikmati angin yang berhembus. Ia melihat seekor burung gagak hitam bertengger di dekat jendela kelas 2. Aneh, pikirnya. Tidak biasanya ada burung gagak di sekitar sini.

Matanya kemudian menangkap sosok yang terasa begitu familiar baginya. Sosok tersebut terlihat berjalan di koridor lantai 1 sekolah lalu berbelok menuju kantin dan menghilang dari pandangan Rias.

Tersadar akan sesuatu, Rias mencoba berlari untuk mengejarnya. Ia mengenal punggung itu. Punggung yang dulu biasa ia naiki saat tak sanggup lagi berjalan sesudah bermain.

Rias terus berlari sampai ke kantin sekolah. Matanya mencoba menyisir setiap sudut tempat itu. Namun, sosok yang ia cari tidak terlihat olehnya, membuat Rias meragukan penglihatannya.

Lamunannya buyar oleh suara lonceng sekolah. Seketika para murid berhamburan dari berbagai penjuru sekolah untuk pulang ke rumah masing-masing. Rias pun juga demikian, ia berjalan kembali ke ruang klub dengan hati yang berkecamuk.

Saat Rias sampai di ruang klub Penelitian Ilmu Gaib, disana sudah terdapat 3 orang sedang duduk di sofa dan meminum teh mereka.

Siswa berambut pirang pendek dengan wajah tampan yang duduk di dekat Akeno adalah Kiba Yuuto. Ia adalah siswa tahun kedua di Kuoh Academy dan terkenal akan parasnya yang elok. Dia adalah Knight dari Peerage Rias.

Sedangkan yang satu lagi adalah Koneko Toujou. Loli berambut putih ini adalah primadona di kelas 1. Dibalik tubuhnya yang kecil, ia memiliki kekuatan fisik yang tidak main-main karena bidak Rook yang ia terima.

" Okaerinasai, Buchou." sambut Koneko. Ia lalu kembali menyesap teh herbal miliknya.

" Tadaima." Rias menjawab dengan ekspresi yang muram. Ia lalu menjatuhkan dirinya ke sofa disamping Koneko.

Rias menyandarkan kepalanya dan menghela napas. Ia yakin kalau dia melihat sosok Itachi tadi. Apakah matanya mulai rabun sekarang?

" Akeno-senpai, apa kau tahu kalau sekolah kita kedatangan guru baru?" ujar Kiba membuka pembicaraan.

" Kuharap dia tampan. Fufufufu~"

" Kalau begitu kau akan tertarik dengannya. Aku mendengar kalau wajahnya mampu membuat para siswi kelas 2-B terpesona." tambah Kiba.

Kiba mendengarnya dari para siswi yang bergosip saat ia berjalan menuju klub. Mereka membicarakan guru fisika baru yang mengajar di kelas mereka tadi. Tampan, cerdas, dan cool. Kira-kira begitulah deskripsinya menurut mereka.

" Ara Ara~ Ufufufu... Mungkin aku akan masuk kelas untuk bertemu dengannya." Akeno tersenyum nakal.

" Apa kau tau ciri-cirinya, Kiba?" tanya Rias yang sedikit tertarik.

Kiba menggelengkan kepala. Ia sendiri belum melihat wajah si guru baru ini. Koneko yang ditanyai serupa juga menggeleng. Rias kembali jadi tak bersemangat mendengar jawaban kedua temannya.

Merasa ada yang aneh, Akeno bertanya pada Rias.

" Sesuatu menganggu pikiranmu, Buchou?"

" Aku pikir... aku meilhat dia tadi."

Rias menghela napasnya. Kejadian tadi mengganggu pikirannya.

" 'Dia'? Maksudmu..." kata Akeno menggantung. Seakan tahu maksud Akeno, Rias mengangguk membenarkan tebakan Akeno.

" Mungkin hanya perasaanmu saja." Akeno tersenyum pada King-nya.

" Yah, mungkin sekarang dia sedang sibuk berkutat dengan tugas-tugasnya disana dan kurang tidur sampai matanya menghitam."

Pintu ruangan terbuka dengan Issei yang berdiri di ambang pintu.

" Ma-maaf aku telat, Senpai!" Issei membungkuk.

Issei Hyoudou telah bereinkarnasi menjadi iblis dengan bantuan Rias Gremory. Ia mengonsumsi bidak Pawn milik Rias dan menjadi anggota Peeragenya.

Beberapa hari lalu, dia dibunuh oleh seorang malaikat jatuh saat berkencan. Rias Gremory datang menyelamatkannya dan mengubahnya menjadi budak iblisnya. Sejak saat itu, ia secara resmi bergabung dengan kelompok ini.

" Tidak apa-apa. Duduklah, Issei."

Issei mendekat dan duduk di tempat kosong sebalh Kiba.

" Apa yang kalian bicarakan tadi?"

" Aku hanya menceritakan guru baru yang mengajar dikelasmu tadi."

Mendengar perkataan Kiba, Rias langsung meluruskan posisi duduknya dan menatap Issei dengan antusias.

" Bagaimana rupanya, Issei?"

"Uh... E-etto... Tubuhnya tinggi, Rambutnya hitam panjang diikat ekor kuda pada ujungnya." Issei mencoba mengingat fitur wajah dari guru barunya. Rias mendekatkan wajahnya kearah Issei.

" Apa kau tahu namanya?" tanyanya lagi dengan antusias. Ia berharap kalau tebakannya benar kali ini.

" Kalau tidak salah- "

Tok! Tok!

" Huh?"

" Bisa kau buka pintunya, Koneko?" pinta Akeno.

Koneko mengangguk dan bergegas membuka pintu ruang klub dan mendapati sosok asing berdiri dihadapannya.


AUTHOR'S NOTE :

AHAHAHAHA... AHAHAHAHA...

Mou Daijoubu... Nazete?

WATASHI GA KITA!!!

Akhirnya... saya kembali lagi setelah sebulan bertapa di Gua Ryuchi :D. I'm back, baby!

Publish 1 Chapter aja dulu yak, soalnya chapter 2 kemaren baru 500 word. But i'll try to back on the game ASAP :)

" Itachinya agak OOC disini."

Hmm... mungkin sih. Disini saya nyoba ngebuat Itachi jadi Itachi yang dulu waktu masih di Konoha, bukan pas jadi member Akatsuki. Sisi dingin Itachi pasti saya tampilin kok nanti :) Just wait for it.

" Kok tanpa Sharinggan?"

Sharinggan? Tentu ada. Uchiha tanpa Sharinggan bukan Uchiha dong. Saya punya rencana buat itu.

" Masukin Sona dong jadi harem."

Sona ya... Sebenernya saya juga bingung mau ItaSera atau ItaSona. Yah semua tergantung plot nanti. Entah itu Sona atau Serafall, yang manapun tetep bagus.

Well, cuma itu kayaknya. Jadi untuk sekarang, sabar aja dulu gan :D. Ane mau ngetik paling enggak sampe chapter 4 baru up lagi.

Until then, i bid you all farewell.

Fav dan Follow yak. Review juga dong, terutama kalian.

Iya kalian. Para Silent Reader, i see you...

Silvermane Kudan, Out.