Hanya untuk mengingatkan bahwa Fairy Tail dan Black Clover bukan milik saya. Fairy Tail hanya milik Hiro Mashima-sensei dan Black Clover hanya milik Yūki Tabata-sensei.
Terima kasih untuk yang sudah review dan semangatnya.
Ghost : Erza x Yuno?.. hmmm mungkin aku akan memikirkannya. Tapi mungkin juga itu tidak mungkin. Mengingat umur Erza yang sudah lebih 20 tahun.
.
.
.
Titania in The Clover kingdom
Hari itu seperti biasa, seorang wanita cantik berambut merah sudah bangun sejak pagi-pagi buta. Ia melatih fisiknya di dalam asrama nya yang lebar.
Ia mengayunkan pedangnya dengan lihai dan indah. Benar-benar sosok wanita yang kuat. Ini lah sang Titania, Erza Scarlet.
Ia melatih fisik nya selama 1 jam berikutnya dan kemudian membersihkan dirinya, bersiap menuju guild Fairy Tail.
Selama perjalanan menuju guild, senyum Erza tidak pernah meninggalkan bibirnya. Setelah kekalahan Acnologia dan Zeref, kemudian seseorang yang ia cintai mendapatkan pengampunan dari sang Raja. Ia terus merasa bahagia.
"Jellal"
Bisiknya lembut sambil terus tersenyum. Ya orang yang di cintai oleh Erza adalah seorang mantan buronan, Jellal Fernandes.
Mungkin itulah yang menyebabkan Erza tidak waspada hari itu. Ia dengan bahagia berjalan menuju pintu guild. Dengan suara bersemangatnya dia membuka pintu.
"Selamat pagi kalian semua-"
Seketika ia membuka pintu guild, seketika itu juga ia di tabrak oleh sebuah cahaya yang entah datang dari mana.
Visi pandangannya menjadi buram untuk sesaat, kemudian ia berdiri di atas entah apa dengan pemandangan sebuah desa kecil di bawahnya.
"-nya"
Secepat pemandangan itu berubah senyum Erza larut menjadi tampilan syok di wajahnya.
'Apa yang terjadi?!!'
Dengan panik ia melihat sekeliling. Menoleh ke kanan dan kirinya. Disekelilingnya adalah tanah yang tidak pernah ia lihat di Fiore. Dimana dia?!
Apa yang sedang terjadi?!
Hanya karena ia menurunkan kewaspadaannya hari ini kejadian ini terjadi?!! Apa dewa sedang bercanda dengannya?!!
Dengan pikiran kacaunya, ia terus menyalahkan dirinya yang tidak waspada dan berakhir di tempat antah berantah. Dalam kekalutannya, ia melihat sebuah patung yang berdiri di tempat tidak jauh darinya. Ia mendekatinya, memperhatikan setiap detail yang dibuat dalam patung tersebut.
'hmm, sangat detail. Seperti seakan patung ini memang orang asli. Siapa dia?'
Entah kenapa Erza malah menjadi juru taksir patung mendadak. Yah, itu tidak penting. Saat mengamati patung itu, Erza tidak sengaja mendengar suara yang datang dari bawahnya, seperti suara seseorang yang sedang menghitung.
Erza memutuskan untuk menemui seseorang yang mengeluarkan suara tersebut. Mencoba mencari informasi apapun untuk mengetahui ia sedang ada dimana.
Setelah turun, ia kemudian melihat benda apa yang tadi ia pijak. Dan ia terkejut, matanya melebar. Di depannya adalah sebuah kerangka, kerangka kepala yang sangat besar dengan 3 lubang yang sepertinya adalah matanya dan 2 tanduk di kepalanya.
'A -Apa ini?!! Monster?'
Untuk sejenak ia hilang dalam pikirannya sampai ia terkejut dengan suara menghitung yang tadi ia ingin temui. Suara itu berasal dari dalam kerangka tersebut. Dengan hati-hati dan tidak ingin mengejutkan siapapun yang berada di dalamnya ia melangkah masuk.
Di dalam ia melihat seorang anak laki-laki sekitar usia 13 atau 14 tahun yang sedang push up. Anak itu memiliki rambut keperakan dan memakai baju dan celana yang sederhana. Keringat menetes dari seluruh tubuhnya menandakan anak tersebut sangat memaksakan latihannya. Erza juga dapat melihat otot yang terbentuk di tubuhnya.
'Seberapa keras sebenarnya anak ini berlatih?'
Dengan hati-hati ia mendekati anak tersebut untuk menyapa nya.
"Halo"
Erza terkejut mendengar suaranya. Anak laki-laki tersebut juga tampak terkejut dan seketika menjauh.
"Woooaaaahhhh!!! Siapa?!!"
Teriaknya pada Erza yang tampak mematung di depan anak laki-laki tersebut.
'Apa... Apa yang baru saja ku katakan!'
Erza tenggelam dalam pikirannya. Ia syok mendengar suaranya sendiri. Ia memutuskan untuk menyapa anak tersebut. Namun betapa terkejutnya ia ketika ia mencoba mengatakan 'Halo' namun yang keluar dari mulutnya bukan lah bahasa yang ia kenal.
Benar juga, Ketika ia mendengar suara anak ini menghitung ia juga tidak mendengar bahasa yang dipakai di fiore. Tapi entah kenapa ia tahu. Apa yang baru saja terjadi!!
Anak laki-laki yang melihat Erza tiba-tiba diam seperti patung merasa bingung. Dia memperhatikan Erza dengan serius. Didepannya adalah seorang wanita yang terbilang cantik dengan warna rambut merah panjang dan dengan pakaian bagus dengan armor dan rok minim yang tidak pernah terlihat ada yang memakai nya disini. Terlihat seperti bangsawan? Apa wanita di depannya bangsawan?
Anak laki-laki tersebut masih memperhatikan Erza yang tetap mematung. Dengan keberaniannya dia mencoba berbicara pada Erza.
"Err... Halo"
Erza yang mendengar suara anak laki-laki tersebut terkesiap dari lamunannya. Pikirannya masih melayang dengan kejadian yang tengah ia alami.
"Er.. Ya" Jawab Erza tidak yakin.
"Maaf siapa kamu?"
"Kamu siapa?"
Bukannya menjawab Erza malah kembali bertanya. Mendadak ia seperti menjadi orang bodoh. Menggelengkan kepala mencoba untuk fokus saat ini. Erza menatap anak laki-laki di depannya. Baiklah ia bisa berfikir untuk nanti. Ia butuh informasi sekarang di mana dia berada.
"Aku Asta" Jawab anak tersebut dengan keras. "Siapa kamu?"
"Er.. maaf.. Namaku Erza, Erza Scarlet."
"Erza-san, apa kamu bangsawan? sedang apa bangsawan berada disini?"
Erza menatap anak itu bingung.
"Bangsawan? Tidak, aku bukan bangsawan. Sebenarnya dimana ini?"
Asta yang melihat Erza memiringkan kepalanya. Seakan pertanyaan Erza adalah pertanyaan yang sangat aneh. Bagaimana dia tidak tahu ini dimana. Walaupun orang tidak tahu desa kecil pinggiran yang ada di dekat kerangka ini, namun pasti tahu kerangka ini apa.
"Ini adalah kerangka makhluk iblis yang dibunuh oleh Kaisar Sihir pertama. Apa kamu benar-benar tidak tahu?"
"Apa?! Iblis?! Tidak... maaf aku tidak tahu. Sebenarnya aku tidak tahu apa-apa." Jawab Erza. "Err... sebenarnya aku baru saja sampai disini."
Tidak ada kebohongan dalam pernyataannya, namun juga setengah kejujuran. Erza memang baru saja sampai di tempat itu, namun ia juga bukan dari tempat ini, atau mungkin dunia ini? Ia tidak tahu.
"Begitu. Aku tidak terlalu banyak mengetahui apapun. Jika kamu tertarik bagiamana jika Ikut denganku ke desa. Mungkin suster bisa membantumu, Erza-san"
Mendengar kata-kata dari Asta. Erza memutuskan untuk menerima ajakannya. Ia tidak mungkin menyia-nyiakan kesempatan untuk mengetahui lebih banyak informasi.
"Asta, apa maksudmu saat bertanya aku seorang bangsawan?".
Asta melihat ke arah Erza yang ada disebelahnya. "Yah, kamu memakai pakaian yang bagus Erza-san. Dan armor itu hanya bisa dipakai oleh bangsawan karena itu sangat mahal untuk orang biasa." Jelas Asta.
"Begitu"
Erza mengikuti Asta menjauh dari kerangka iblis tersebut. Ia menoleh kembali kebelakang melihat kerangka tersebut. Jadi di sini juga ada iblis ya. Ia mengatakan dalam hati.
Ia melihat Asta yang berjalan di sebelahnya. Anak ini terlihat seperti anak yang baik. Entah kenapa perasaan familiar dirasakannya saat melihat anak ini, seperti mengingatkannya pada Natsu. Perasaan sedih memasuki hatinya.
XxX
1 Tahun kemudian
Sudah 1 tahun sejak Erza datang ke tempat atau sebut saja dunia ini. Yah, sampai sekarang ia masih bingung harus menganggap tempat ini seperti apa.
"Suster, menikahlah denganku!!"
Seperti biasanya, terdengar suara teriakan yang khas. Erza memperhatikan Asta yang lagi-lagi tengah melamar Lily. Benar-benar tidak menyerah. Erza tersenyum kecil melihat semangat Asta.
Setelah mengikuti Asta menuju desa Hudge, rupanya Asta adalah seorang anak yatim yang tinggal di gereja, dengan beberapa anak yang lainnya. Setelah perkenalan singkat dan penjelasan bahwa ia tidak memiliki tempat tinggal. Erza di persilahkan tinggal di gereja.
Erza berkenalan dengan pendeta yang mengurus gereja tersebut, dan seorang suster(biarawati) bernama Lily. Lily kemudian menjelaskan mengenai kerajaan, budaya, dan apa saja mengenai daerah ini. Rupanya Lily adalah suster yang dulu bekerja di gereja ibukota dan pindah ke desa terpencil ini. Jadi ia bisa mengajari dan memberitahu apapun yang tidak dimengerti oleh Erza.
Erza tetap mengamati perselisihan yang dibuat oleh Asta, ia juga melihat anak seumuran Asta dengan rambut hitam yang terus saja di tantang Asta bertarung, Yuno. Melihat itu, mereka mengingatkannya pada Natsu dan Gray. Kemudian senyum sedih hadir di wajahnya.
'Bagaimana keadaan mereka, ya? Apa aku bisa pulang ke Fairy Tail lagi.'
Kemudian Erza menggelenggkan kepalanya. Mungkin saja ia disini memang ada sesuatu yang harus dilakukan. Juga, tidak mungkin anggota Fairy tail yang lain akan diam saja melihatnya menghilang. Pasti, Pasti mereka akan menemukan cara untuk membawa nya kembali. Ia hanya perlu percaya pada teman-temannya.
"Erza-san, Bertarunglah denganku!!"
Teriakan Asta saat dia putus asa tidak bisa menantang Yuno. Erza yang melihatnya hanya tersenyum.
"Benarkah? Apa kamu yakin ingin bertarung denganku?"
Suara Erza terdengar lembut namun tajam. Wajahnya masih menunjukkan senyum pada Asta yang saat ini sudah mengeluarkan keringat. Yah, sejak Asta mengetahui bahwa Erza juga bisa menggunakan sihir, dia terus menantang Erza bertarung dengan berakhir penuh lebam. Yah, Erza tidak akan menggunakan sihirnya pada Asta. Kekuatan fisiknya tetap bisa menghajar Asta hingga babak belur.
Hal yang dipelajari oleh Erza didunia ini adalah bahwa sihir sangat penting. Bangsawan yang memiliki kekuatan sihir yang lebih besar lebih tinggi daripada rakyat biasa yang mempunyai sihir rendah apalagi jika tidak bisa menggunakan sihir.
Dunia ini sangat berbeda dengan dunianya, dimana orang yang memiliki sihir dan tidak dapat hidup berdampingan dengan bahagia. Didunia ini kekuatan sihir adalah segalanya dan latar belakang.
Erza merasa sedikit kasian dengan Asta, sampai sekarang anak itu tidak bisa menggunakan sihir. Tapi, Erza menebak bahwa sebenarnya anak itu tidak memiliki sihir sama sekali. Membuatnya merasa lebih hina dalam dunia ini.
Oh benar, Sebentar lagi akan ada upacara pembaptisan untuk mereka mendapatkan grimore. Di dunia ini ternyata mereka menggunakan grimore untuk melakukan sihir yang lebih bervariasi dan yang lebih hebat. Satu catatan untuk Erza, kembali lagi itu sangat berbeda dengan dunianya yang sama sekali tidak perlu menggunakan grimore.
Yah, Erza sangat tidak sabar melihat bagaimana Asta dan Yuno mendapatkan grimore mereka. Walaupun ia merasa skeptis dengan Asta. Mereka berdua memiliki mimpi yang bagus. Ingin menjadi kaisar sihir dan mengubah pandangan masyarakat bahwa seorang rakyat jelata bahkan bisa menjadi Kaisar Sihir. Itu bagus.
Apa sebaiknya ia juga ikut untuk menjadi kesatria sihir dengan mereka berdua. Itu bagus jika ia ingin melihat dunia ini dengan lebih luas dan mencari tujuan kenapa ia bisa berakhir di dunia ini. Yah, satu langkah yang akan diambil oleh Erza, ia akan menjadi kesatria sihir.
XxX
Di Fairy Tail
Guild yang biasanya ramai itu menjadi sunyi. Tidak ada yang bersemangat sedikit pun, bahkan untuk Natsu dan Gray yang biasanya bertarung.
Semua itu dimulai sejak 1 minggu yang lalu dimana mereka melihat Erza menghilang ketika dipukul oleh cahaya yang keluar dari kertas runo yang ditemukan Natsu. Mengingat itu, Natsu menjadi murung. Ia menyalahkan dirinya karena Erza menghilang. Tapi, itu bukan hanya Natsu saja. Gray yang duduk tidak jauh darinya juga depresi.
"Erza" Tangis Natsu.
Anggota yang lain melihat Natsu dengan sedih. Mereka juga merasa kehilangan Erza. Lucy, Levy, Mirajane, Freed, Wendy, Carla dan Panther Lily sudah membenamkan diri mereka di perpustakaan guild sejak Erza menghilang. Mencari petunjuk apapun yang bisa membawa kembali Erza.
Wajah mereka semua sangat serius. Beberapa bahkan memiliki tanda hitam tebal di bawah mata mereka. Levy dan Lucy adalah orang yang memiliki tanda paling hitam. Tidak ada yang berbicara, mereka semua serius membaca buku apapun.
"Tidak ada. Tidak ada petunjuk sama sekali"
Tangis Levy sambil membawa tangannya menuju rambutnya, frustasi.
"Jangan menyerah. Kita pasti akan menemukan cara." Bahkan orang kaku seperti Freed sampai berbicara seperti itu. Semua demi Erza, Keluarganya, Fairy Tail. Mereka semua adalah keluarga.
"Apa sebaiknya kita meminta bantuan Sabertooth atau Blue Pegasus?" Tanya Lucy.
"Itu bagus bukan, semakin banyak orang yang bekerja semakin bagus." Ucap Freed.
"Kalau begitu aku akan menyampaikan pada master untuk menghubungi mereka." Ucap Mirajane yang kemudian keluar dari perpustakaan mencari Master Makarov.
"Erza, semoga kamu baik-baik saja" Bisik Lucy sedih.
XxX
Bersambung...
Maaf lama update nya:')Tunggu kelanjutannya lagi
