Hanya untuk mengingatkan bahwa Fairy Tail dan Black Clover bukan milik saya. Fairy Tail hanya milik Hiro Mashima-sensei dan Black Clover hanya milik Yūki Tabata-sensei.
Titania in The Clover Kingdom
Perjalanan menuju Ibu Kota kerajaan menarik. Bersama dengan Asta dan Yuno, Erza menuju ke Ibu Kota untuk mendaftar menjadi kesatria sihir.
Perjalanan itu berjalan lancar. Walaupun beberapa masalah kecil disana-sini seperti longsoran atau karena binatang buas. Bagi Erza itu sangat menyenangkan melihat Asta yang selalu tidak ingin kalah dengan Yuno, ataupun Yuno yang tidak ingin kalah dari Asta.
Itu sedikit menyegarkan hari-hari Erza yang merindukan Fairy Tail.
Erza melihat di Asta dan Yuno. Mereka berdua sangat banyak mengingatkan Erza tentang Natsu dan Gray. Sedikit khawatir saat pemberkatan beberapa hari yang lalu ketika Yuno mendapatkan Grimoere Semanggi berdaun empat yang langka dan Asta tidak mendapatkan satu Grimoere pun.
Itu juga mengejutkan Erza ketika dia menunggu di pinggir dan bersandar di dinding. Satu Grimoere melayang kearahnya. Lily dan Kepala pendeta terkejut ketika Erza mendapatkan Grimoere sedangkan anak panti yang lain disebelahnya terlihat bersemangat dan senang.
Ketika Erza kembali bersama dengan yang lain untuk menpersiapkan pesta bagi Yuno. Erza terkejut, saat Yuno dan Asta kembali sedikit lebih lama dan terluka, dan Asta dengan bersemangatnya menunjukkan Grimoere yang dia dapatkan. Ya itu bagus bagi Asta untuk mendapatkan Grimoere miliknya.
Erza tersenyum kecil dan menatap mereka berdua sayang. Yah, hidup disini tidak terlalu buruk jika bersama mereka berdua.
XxX
Akhirnya setelah beberapa hari perjalanan. Mereka bertiga sampai di Ibu Kota. Itu sangat ramai, sama seperti Ibu Kota fiore. Sejak tiba, Asta begitu bersemangat melihat-lihat Ibu kota. Yuno merasa malu melihat kelakuan Asta yang norak. Sedangkan Erza menatap mereka geli.
Setelah mendaftarkan diri, mereka menunggu ujian kesatria dimulai bersama peserta lainnya. Hm, ternyata menjadi kesatria sihir itu sangat populer disini, seperti masuk ke guild penyihir. Pikir Erza ketika melihat banyaknya orang yang ikut.
Beberapa burung terbang kearah para peserta. Beberapa orang peserta tertawa mengejek saat Asta sangat banyak dikerumuni burung-burung itu. Beberapa orang dengan kagum menunjuk ke Yuno yang tidak didekati burung satu pun. Dan beberapa orang juga menunjuk kagum pada Erza yang juga tidak didekati burung.
Erza melihat saat Asta dengan suara kerasnya berbicara dengan Yuno dan mendapat bisik dari orang sekitar.
Huh, mulut anak itu tidak bisa diam sebentar. Erza menghela nafas.
Erza melihat sekeliling. Memperhatikan satu persatu peserta yang ada. Mengukur keterampilan mereka dengan matanya. Tidak banyak yang kuat. Pikir Erza.
Pikirannya terganggu dengan suara yang semakin ribut.
"I Itu. Kapten Black Bulls, Yami Sukehiro"
Seseorang mengatakan itu sambil ketakutan.
"Astaga, aku mendengar mereka adalah kelompok yang lebih banyak merusak daripada keberhasilan."
Ucap yang lainnya.
Erza memutar kepalanya melihat kearah seorang pria yang dikatakan seorang Kapten. Pria itu besar dan berotot, dengan rambut hitam acak-acakan dan menghisap rokok. Matanya terlihat bosan. Dia tampak kuat.
Hm. Mungkin sekuat penyihir S-class atau Gildarts. Namun sebelum melawannya tidak akan tahu. Pikir Erza.
"Astaga, aku kasihan dengan anak itu. Apa dia akan mati."
Ucap seseorang yang menyadarkan Erza. Erza kemudian melihat seorang anak yang berada di tangan Yami. Itu adalah Asta!
Astaga sedang apa anak itu. Asta yang kepala nya berada di cengkeraman Yami terlihat panik. Sedangkan Yami yang melihat Asta seperti sedang menghitung.
Apa dia menghitung untuk menghancurkan Asta. Apa aku harus membantu. tapi jika aku tidak membantu mungkin Asta akan Mati! Pikiran Erza panik.
Tapi kemudian, suara kembang api yang menandakan ujian akan dimulai meledak di langit menghentikan Yami yang ingin membunuh Asta.
Syukurlah. Ucap Erza dalam hati.
Setelah Yami pergi, tidak lama kemudian sorak sorai kagum dari peserta terdengar. Mereka terlihat kagum pada orang-orang yang muncul diatas podium.
Salah seorang di sebelah Asta yang mengenalkan dirinya sebagai Sekke menjelaskan siapa orang-orang ini. Ternyata mereka adalah Kapten kesatria sihir.
Menarik.
Erza menatap mereka satu persatu. Mereka cukup kuat, setingkat penyihir S-class. Satu kapten kesatria sihir yang katanya menjadi kandidat selanjutnya Kaisar Sihir berbicara. Menjelaskan tentang ujian. Kemudian, dia mengeluarkan sihir nya.
Dari langit keluar pohon dan cabang-cabangnya membentuk sapu. Orang itu, yang disebut di sebelah Asta sebagai William Vangeance menjelaskan bahwa mereka harus terbang dengan sapu.
Itu. Itu baru. Pikir Erza.
Kembali ke Fiore, Mereka tidak memakai sapu untuk perjalanan. Berfikir panik, apakah ia dapat menerbangkan sapu itu atau tidak. Tapi, Sekke menjelaskan kepada Asta bahwa mereka hanya perlu menyalurkan sihirnya.
Menyalurkan sihir.
Erza mencoba untuk duduk di sapu dan menyalurkan sihirnya. Dan ketika sapu itu naik mengangkat tubuhnya.
Oh. Oh. Aku bisa melakukannya. Tidak terlalu sulit. Ucap nya dalam hati dengan wajah bersemangatnya.
Kemudian Erza melihat Asta dari bawah yang kesulitan untuk terbang. Ia sedikit khawatir bahwa asta akan gagal, mengingat dia tidak memiliki sedikit sihirpun yang bisa dideteksi Erza.
Kemudian tes tes selanjutnya Erza dapat melakukannya dengan baik, kecuali untuk tes pembentukan sihir.
Yah.. dia tidak mungkin bisa. Dia bukan penyihir pembentukan seperti Gray. Dia penyihir requip. Apa dia bisa lolos ya.
"Baiklah, untuk ujian selanjutnya akan menjadi ujian terakhir. Ujiannya adalah pertarungan sesungguhnya" Ucap William.
Jadi ujian selanjutnya adalah pertarungan ya. hm. Pikir Erza.
Banyak peserta hanya terdiam setelah mendengar ucapan William, mungkin mereka tidak paham. Sampai seorang kapten kesatria dengan jubah merah dari Crimson Lion King Fuegoleon Vermillion berteriak untuk mereka bertarung. Menjelaskan sesuatu seperti bahwa kesatria sihir adalah untuk melindungi kerajaan dan harus bertarung.
"Pertarung pertama silahkan maju"
Erza melihat Asta dan Sekke maju. Grimoere milik Asta sedikit membuatnya penasaran ketika ia memperlihatkannya pertama kali padanya. Itu kotor. Dan kekuatan pedang yang keluar dari buku itu aneh.
Erza menyuruh Asta untuk melawannya untuk mengukur kekuatan Asta. Yah pedang itu aneh. Sihir elemen yang ia tembakan semua ditangkis pedang itu. Dan pedang milik Erza seperti tidak memiliki sihir saat bersentuhan dengan pedang Asta.(Pedang Erza bukan penciptaan, Erza memang membeli senjatanya dan armornya dan disimpan dalam dimensi ruang)
Erza melihat Asta lagi. Sepertinya mereka berbicara sejenak. Yah, dia akan baik-baik saja.
"Mulai"
Sekke kemudian membuka Grimoere nya dan terbentuk di sekelilingnya sesuatu seperti pertahanan.
"Sihir penciptaan perunggu:Sekke Magnum Cannonball!"
Erza menampilkan ekspresi lucunya. Sama sekali tidak terkesan.
A.. Apa-apaan sihir mencolok seperti itu. Jeritnya dalam hati.
Kemudian Erza melihat Asta yang seperti nya serius. Melihatnya menarik pedang dari Grimoere itu dan melesat menuju Sekke dengan sangat cepat. Dan seketika menjatuhkan Sekke dengan dramatis.
Erza tersenyum melihat Asta. Seperti yang diduganya. Asta akan baik-baik saja. Terlihat banyak orang yang tidak percaya Asta mengalahkan Sekke mengingat dia tidak bisa lulus satu tes pun sejak dimulainya Ujian. kemudian Asta berbicara sesuatu selerti ingin menjadi kaisar sihir dengan suara keras.
Astaga anak itu benar-benar. Ucap Erza dalam hati sambil tersenyum lelah.
Pertarungan terus berlanjut. Ternyata beberapa dari mereka memiliki kekuatan sihir yang lumayan. Tak lama kemudian tiba giliran Yuno.
Erza melihat Yuno. Seperti nya Yuno akan melawan bangsawan. Astaga bangsawan yang sombong. Ternyata di dunia ini bangsawan seperti itu. Sangat merendahkan rakyat biasa. Benar-benar dunia terkutuk. Itu bagus jika seseorang seperti Asta atau Yuno memiliki mimpi menjadi Kaisar Sihir dan mengubah pandangan para bangsawan.
Pertandingan itu cepat. Bangsawan itu memang memiliki sihir yang besar. Tapi itu hanya sihir nya yang besar. Benar-benar tidak bisa apa-apa. Yuno melenyapkan sihir petir nya dengan sihir anginnya. Sangat pintar Yuno. Bangga Erza yang melihat Yuno.
Akhirnya setelah sekian lama. Tiba giliran Erza. Ia berjalan kearah arena dengan tenang.
"Erza-san berjuanglah!" Teriak Asta.
Akibat teriakan Asta, bisik-bisik pun bermunculan. Seperti..
"Apa wanita itu bersama anak kampung itu?"
"Lihat, apa dia bangsawan? Ia memakai armor yang bagus dan terlihat mahal."
Sesuatu seperti itu.
Ketika Erza mencapai arena. Tapi tidak ada lagi peserta lain yang berjalan ke arena. Eh..
"Apakah tidak ada lagi yang belum maju?" Ucap Wasit panik.
Ehh...
Erza syok. Apa-apaan ini!
"Biarkan aku yang menjadi lawannya" Ucap suara dari podium yang ternyata Yami Sukehiro.
"Em. Yami, tidak perlu seperti itu bukan." Ucap Fuegeleon khawatir.
"Tenang saja, aku merasa wanita ini kuat." Balas Yami santai sambil melompat ke arena.
Wasit yang melihatnya panik.
"Begitu. Jadi kamu yang menjadi lawanku. Menarik" Ucap Erza tenang.
Wasit melihat mereka berdua bolak-balik dengan panik.
"Cepat mulaikan" Ucap Yami menghisap rokoknya santai.
"Ka kalau begitu. Mu mulai!" Ucap Wasit kemudian dengan cepat berlari kepinggir arena.
Bersambung!
Terima kasih untuk review dan dukungannya.
maaf jika updatenya lama..
tunggu kelanjutannya lagi...:)
