Chapter 2 : Are you serious?!
Love Accidentally?
Disclaimer : Masashi Kishimoto
Pairing : Sasuke U x Sakura H
.
Enjoy This Story
.
Previous Chapter
Pria yang menariknya ini berhenti didepan meja yang beisi beberapa orang. Lalu mendorong Sakura untuk berdiri disampingnya. Sakura bingung dengan situasi yang ia hadapi saat ini. Ia hanya memasang senyum yang dipaksakan. Tapi kemudian perkataan pria disampingnya membuatnya dan seluruh orang di meja tersebut mengalihkan perhatian mereka.
"Dia kekasihku dan aku akan menikah dengannya" ujar pria itu kalem.
"EH"
EHHHHHHHH
Kami-sama cobaan apalagi ini?!.
.
.
.
Tiga puluh menit sebelumnya
Sasuke bosan.
Sudah berjalan 10 menit semenjak ia dan keluarganya tiba di restaurant untuk menemui calon wanita yang akan dijodohkan dengannya dan selama itu pula ia sibuk memikirkan bagaimana caranya menggagalkan perjodohan menggelikan ini.
Sasuke sudah berusaha memasang tampang memohon pada Itachi untuk membantunya menggagalkan perjodohan ini tapi tidak berhasil. Sasuke hanya mendapatkan tampang menyerigai baka-anikinya itu seakan menyiratkan "Terimalah Sasuke". Siapapun tolong ingatkan dia untuk menghajar Itachi nanti.
Astaga ia benar – benar frustasi sekarang.
Sebenarnya Sasuke tidak terlau perduli dengan siapa yang akan dijodohkan dengannya. Siapapun itu boleh asalkan bukan wanita merah yang tengah memandang penuh nafsu padanya saat ini.
Uzumaki Karin.
Sasuke sudah mengenal Karin sejak lama, tepatnya sejak ia duduk di bangku sekolah menengah pertama. Karin ini adalah sepupu dari sahabatnya, Uzumaki Naruto. Pria kuning cerewet itulah yang memperkenalkannya pada Karin. Dan semenjak ia kenal dengan Karin itulah hidupnya berubah. Karin selalu menempelinya kemana saja, selalu mengganggunya,berisik, dan bahkan ia tidak segan – segan melabrak perempuan yang berusaha mendekatinya. Wanita mengerikan. Sasuke trauma dengannya, ia merasa Karin mematikan pasaran jodohnya.
Ditengah – tengah pergelutan pikirannya, Sasuke mendapati warna merah muda mencolok yang duduk membelakanginya di seberang meja yang ia tempati. Mencolok sekali, pikirnya. Si merah muda – begitu Sasuke memanggilnya - itu terlihat gelisah terlihat dari cara duduknya yang seperti menahan buang air besar. Aneh.
Sasuke sudah benar – benar tidak memperhatikan percakapan keluarganya dengan keluarga Karin. Ia sekarang fokus mendengarkan – menguping – pembicaraan keluarga si merah muda itu. Ketika akhirnya si merah muda pamit ke toilet, ia pun mengikutinya. Sepertinya Sasuke mendapatkan ide untuk menggagalkan rencana pertunangan menggelikan ini. Ide gila memang, tapi inilah satu – satunya jalan terlepas dari nenek lampir merah itu. Sasuke menyerigai memikirkan rencananya.
.
.
Sakura keluar dari kamar mandi dengan wajah ditekuk, ia telah berusaha menguatkan hatinya untuk menerima perjodohan ini tapi mengapa ia tetap tidak rela?. Rasanya ia ingin menangis.
Kami-sama kenapa calon suamiku senista ini?
Sakura benar – benar berharap ada malaikat yang mau menyelamatkannya. Malaikat apapun boleh asal bukan malaikat maut saja. Ia masih ingin hidup.
Baru lima langkah ia berjalan meninggalkan pintu toilet, tiba – tiba tangannya ditarik menjauhi mejanya menuju ke meja lain. Ia di tarik oleh sesosok pria berhelaian mirip pantat ayam? Apa apaan ini. SIAPA PRIA INI?!.
Pria yang menariknya ini berhenti di depan meja yang beisi beberapa orang. Lalu menarik Sakura untuk berdiri tepat disampingnya. Sakura bingung dengan situasi yang ia hadapi saat ini. Ia hanya memasang senyum yang dipaksakan. Tapi kemudian perkataan pria disampingnya membuatnya dan seluruh orang di meja tersebut mengalihkan perhatian mereka.
"Dia kekasihku dan aku akan menikah dengannya" ujar pria itu kalem.
"EH"
EHHHHHHHH
Semua orang yang duduk di meja tersebut tersentak kaget. Bahkan ibunya pun ikut – ikutan kaget. Sebentar. Ibunya?
Hei?! Sejak kapan ibunya berada disini?
Saat Sakura hendak menjelaskan situasinya, si pantat ayam malah menyelanya dan menyeretnya keluar dari restauran.
ARGGHH
Si pantat ayam ini benar – benar membuatnya gila.
.
.
.
"Maaf tuan bisakah kau jelaskan apa maksud semua ini? Kenapa kau menyeretku dan mengakuiku sebagai kekasihmu? Seingatku kita tidak saling mengenal" ujar Sakura kesal. Habis sudah kesabarannya. Ia heran dengan si pantat ayam ini sudah seenaknya mengakuinya sebagai kekasih, menyebabkan kekacauan, lalu seenaknya menyeretnya keluar dengan dirinya yang memakai sepatu hak tinggi!. Untung saja wajahnya tampan kalau tidak sudah habis dia dipukuli Sakura.
"Hn. Langsung saja bisakah kau berpura pura menjadi kekasihku?" ujar Sasuke datar.
"Apa? Bisa kau ulangi? Bahkan kita bahkan belum saling mengenal" pinta Sakura ragu. Ayolah mungkin telinganya kemasukan kadal atau pria didepannya ini sedang mabuk atau apalah itu. Yang benar saja, tiba – tiba ada pria tampan memintamu menjadi kekasihnya, walaupun pura – pura tapi tetap saja ini super duper ekstra ultra rejeki namanya.
"Karena aku membutuhkanmu dan kau membutuhkanku agar jauh dari si alis tebal"
"Tapi.."
"Aku tidak menerima penolakan" ujarnya final.
Cih Menyebalkan. Pantat ayam sialan. Kalau saja ia tidak terdesak dengan perjodohan konyol ibunya, mana mau ia menyetujui rencana gila si pantat ayam irit kata didepannya ini. Hei biar sebagaimanapun jonesnya Sakura, tapi ia tetap anak baik yang patuh orang tua dan takut dikutuk jadi batu.
Ingatkan Sakura untuk menguliti pria ini nanti.
"Baiklah. Hanya berpura – pura saja, tapi kau harus benar – benar membantuku merusak perjodohan konyol ini"
"Hn"
Mereka berjabat tangan dan menyetujui kerja sama. Tanpa mereka sadari benang merah yang akan berpengaruh pada kehidupan mereka.
.
.
.
Sasuke dan Sakura kembali ke restaurant untuk mulai menjalankan rencana mereka (rencana Sasuke lebih tepatnya) sekaligus menjelaskan kepada keluarga mereka dan meredakan kekacauan yang mereka buat. Keluarga Sasuke, Sakura, Karin maupun Lee, duduk diam menunggu penjelasan kedua sejoli di depan mereka.
"Jadi Sasuke bisa tolong jelaskan ini semua" ujar Fugaku, Ayah Sasuke mengawali.
"Dia adalah kekasihku dan aku hanya ingin menikah dengannya. Aku menolak perjodohan ini"
Penjelasan Sasuke membuat ibu Sakura melogo, Fugaku bungkam, Mikoto (ibu Sasuke) kaget, Karin pingsan, keluarga Karin panik, Lee kabur sambil menangis sesenggukan dikejar keluarganya, dan Itachi menyerigai. Random sekali.
"Sasuke benarkah itu nak? Bahwa ini kekasihmu dan kau mau menikah dengannya?" Tanya Mikoto.
"Hn"
"Syukurlah. Dengar itu, sayang. Sasuke punya kekasih dan dia tidak homo" Mikoto terharu dan menghambur ke suaminya. Akhirnya kekhawatirannya tidak terjadi. Akhirnya ia tetap bisa menimang cucu.
"Sepertinya kita akan menjadi besan ya, Mebuki"
"Tolong jaga baik – baik Sakura ya nak Sasuke" pesan Ibu Sakura. "dan Sakura kenapa kau tidak mengenalkan kekasih tampanmu ini pada ibu jadi kan ibu tidak menjodohkanmu tadi"
Sakura bungkam. Ia bingung dan masih me-loading kejadian tadi. Demi apa kenapa jadi se random ini. Tapi disisi lain ia bersyukur dan bahagia karena perjodohannya dengan si alis tebal gemar panjat pinang itu gagal.
Akan tetapi kebahagiannya langsung runtuh setelah mendengar perkataan kepala keluarga Uchiha.
"Ehm. Baiklah kalau begitu segera tetapkan tanggal pernikahannya"
Duh Gusti… Hidup kok gini amat ya
****************************** TBC ************************************
Sincelery,
Ten
Hallo minna,
Masih ada yang inget sama fanfic ini gak? Maafin author yang seing ilang – ilangan ini. Sebenernya Ten mau ngelanjutin dari kemaren – kemaren Cuma ya karena kesibukan di RL terutama skripshit yang gak kelar – kelar jadilah ff ini terbengkalai.
Oh iya btw terima kasih buat yang udah komen buat minta lanjutin sama udah fav sama follow. author terharu bangeet. Ini udah dilanjut yaa.. buat ff yang lain tunggu yaa masih proses pengumpulan niat wkwkwk.
Sekali lagi author mohon maaf sebesar – besarnya.
Enjoy this story and welcome back to my world.
