Chapter 3 : Perjanjian?
Love Accidentally?
Disclaimer : Masashi Kishimoto
Pairing : Sasuke U. x Sakura H.
.
Welcome to my wor(l)d
Previous Chapter
"Tolong jaga baik – baik Sakura ya nak Sasuke" pesan Ibu Sakura. "dan Sakura kenapa kau tidak mengenalkan kekasih tampanmu ini pada ibu jadi kan ibu tidak menjodohkanmu tadi"
Sakura bungkam. Ia bingung dan masih me-loading kejadian tadi. Demi apa kenapa jadi se random ini. Tapi disisi lain ia bersyukur dan bahagia karena perjodohannya dengan si alis tebal gemar panjat pinang itu gagal.
Akan tetapi kebahagiannya langsung runtuh setelah mendengar perkataan kepala keluarga Uchiha.
"Ehm. Baiklah kalau begitu segera tetapkan tanggal pernikahannya"
Duh Gusti… Hidup kok gini amat ya
.
.
.
Sakura ngambek.
Sudah lebih dari tiga jam semenjak ia dan keluarganya pulang dari restaurant, Sakura langsung masuk ke kamar lalu mengunci pintunya kemudian tengkurap diatas kasurnya dengan bantal menutupi kepalanya. Hal ini selalu dilakukan Sakura tiap kali ia merajuk. Bahkan suara ketukan pintu ibunya yang mengajaknya makan malam pun ia abaikan.
Baiklah mari kita kembali ke tiga jam lebih sekian sekian menit yang lalu.
Setelah Sasuke – pantat ayam - mengumumkan bahwa ia adalah kekasihnya dan hanya ingin menikah dengannya yang menyebabkan keluarganya dan keluarga Uchiha kaget sekaligus bahagia ini, langsung hancur ketika Sakura mendengar kata – kata terkutuk yang keluar dari mulut kepala keluarga Uchiha.
"Ehm. Baiklah kalau begitu segera tetapkan tanggal pernikahannya"
Kami-sama. Demi sempak hello kitty Sasori-nii, kenapa kejadiannya bakal seabsurd ini!. Kenapa harus secepat itu menetapkan tanggal pernikahan?!. Terlebih dengan si pantat ayam yang sialan tampannya bermuka triplek itu!. Ini tidak boleh dibiarkan.
Sakura hendak berbicara pada ibunya maupun calon mertuanya, tapi setiap kali Sakura berusaha menyela pasti ibunya akan mengabaikannya dan tetap asyik membicarakan masa depan dengan calon mertuanya dan lebih parahnya lagi tanggal pernikahannya akan diadakan 3 bulan lagi.
Duh Gusti, Saku salah apa? Batinnya sedih.
.
.
.
Begitulah hal yang terjadi hingga membuat heroin kita merajuk. Ia tidak terima menikah terlalu cepat. Bahkan ia belum mengenal pantat ayam itu!. Dan parahnya ia tidak boleh bertemu calon suaminya sebelum pernikahan berlangsung.
Astaga. Ini bukan zaman siti nurbaya lagi!
Ibunya benar – benar membuatnya sakit kepala.
Biasanya disaat Sakura sedang bermood buruk ia akan memasak kue warna – warni maupun berimajinasi memikirkan menu baru untuk toko kue-nya.
Tapi nampaknya saat ini pikirannya sedang semrawut hingga ketika Sakura membayangkan cupcake coklat dengan gula – gula diatasnya yang ia imajinasikan malah cupcake coklat dengan krim biru dongker dengan aksen mirip buntut ayam yang belum disisir.
Demi neptunus, dia bisa gila.
Ditengah kegalauanya, ponselnya berbunyi pelan.
Temui aku lusa jam 10.
U.S
Sakura mengernyit.
Siapa yang mengiriminya pesan dengan nada perintah yang menyebalkan ini. Oh ayolah mungkin itu pesan spam seperti mama minta pulsa, papa minta saham atau aku minta kepastian. Tapi karena penasaran, akhirnya Sakura membalasnya.
Maaf ini siapa?
Tidak lama setelah pesannya terkirim ponselnya kembali berbunyi.
Kau terbentur batu hingga membuatmu amnesia?
Bodoh. Temui aku lusa jam 4 sore. Tidak ada penolakan.
U.S.
Perempatan siku muncul dikening Sakura. Bodoh? Kata – kata tajam setajam golok ini tidak salah lagi, yang mengiriminya pesan adalah si pantat ayam itu. Dan lagi kenapa harus lusa? Kenapa tidak besok saja?.
Bukannya Sakura ngebet ingin bertemu, tapi Ya Tuhan ia harus kembali bekerja dan tempat kerjanya di Konoha dan bukan di Suna. Bolak balik Konoha-Suna selama 4 jam itu bukan ide yang bagus. Tapi berhubung ia malas berdebat akhirnya Sakura membalas pesan Sasuke.
Persetan dengan masa pingitannya.
Oh pantat ayam rupanya. Baiklah dimana?
.
.
.
Afternoon Tea, Konoha City 15.00 PM
Toko kue kecil yang terletak di pinggiran Konoha, disalah satu ruas yang diapit barisan kafe dan butik. Toko yang mengadopsi gaya Shabby Chic tampil sederhana, kuno tapi tetap cantik dan nyaman. Diatas pintu masuk terdapat lonceng yang dapat berbunyi ketika pengunjung masuk. Dinding – dindingnya berwarna pastel dengan beberapa sentuhan bercorak bunga. Jendela – jendela besar yang menghadap ke jalan raya. Perabot – perabotnya berwarna pupus. Dan rak – raknya penuh kue, coklat, dan permen warna – warni.
Berbanding terbalik dengan suasanya nyaman di tokonya, pemiliknya malah menunjukkan tanda – tanda kesuraman.
Miris sekali.
"Hei jidat, berhentilah memasang tampang ambeien. Pengunjungmu bisa kabur nanti" seru Ino Yamanaka – sahabat Sakura – yang kebetulan sedang mampir untuk makan kue. Itung – itung makan gratis katanya.
Dasar Ino sialan.
"Diamlah babi gendut. Aku sedang berfikir"
"Kau masih galau soal pernikahanmu itu? Astaga jidat kau harusnya bahagia" Balas Ino sambil menahan ketawa.
Ya. Sakura sudah menceritakan seluruh kejadian random yang ia lalui dua hari yang lalu pada sahabat semasa popoknya ini. Niatnya Sakura ingin minta pencerahan, tapi bukan pencerahan yang didapat malah Ino tertawa terpingkal – pingkal. Babi sialan.
"Ayolah Sakura. Kau harusnya bangga dapat calon suami ekstra tampan dan kaya walaupun dia dingin. Akhirnya kejonesanmu berakhir. Mama bangga nak" Ino mengusap matanya.
Perempatan siku muncul dikening Sakura, demi dewa tungtara. Bangga katanya?!.Tampan dan kaya?! Kejonesan berakhir?!.
Kami-sama sejones – jonesnya Sakura tapi ia tetap pilih – pilih kalau soal pasangan apalagi calon suami. Bangga? Oh tidak, dinikahkan dengan pria berambut alay ala Andhika Kangen Band yang mencuat seperti pantat ayam dengan tampang triplek, kurang senyum dan mulut beracun itu dia bilang BANGGA?!. Oh Tuhan bunuh Saku sekarang. Ia akui memang pantat ayam itu tampan – terlalu tampan dan hot malah – ibarat makanan ia itu seperti masakan kelebihan MSG. Nampaknya Ino harus di ruqiah.
"Yasudahlah jidat terima saja. Masih baik dapet calon suami udah gitu kece lagi"
"Astaga Ino, pantat ayam itu kece katamu?! Ah benar – benar."
"Tunggu sebentar jidat, dari tadi kau memanggil calon suamimu pantat ayam seolah- olah dia memang terlahir dengan nama 'Pantat Ayam'? Dia punya nama kali"
JDER. Sakura dan Ino membeku.
Nama aslinya pantat ayam siapa sih?! Batin mereka bersamaan.
"Hei, kau tidak benar – benar serius tidak tau nama calon suamimu kan?"
"Ya bagaimana lagi pig. Dia mengirimiku pesan dan hanya tertulis inisial U.S" ujar Sakura cemberut. "Sepertinya kemarin ibuku menyebut namanya tapi aku tidak ingat"
"Yasudah aku harus kembali ke kantor, Sai-ku sudah menungguku. Jangan lupa kenalan ya. Bye, Jidat"
.
.
.
Selepas kepulangan Ino, Sakura masih belum bergeming dari tempat duduknya. Tangan kanannya bertumpu pada pipinya sembari menghadap ke jendela. Tokonya agak sepi karena jarang pengunjung yang datang jam – jam segini. Tokonya memang belum tutup karena biasanya tutup pukul lima sore.
Sakura menghembuskan nafas lelah.
Beberapa menit lagi ia akan bertemu dengan calon suami dadakannya. Entah apa yang ingin dibicarakannya yang pasti Sakura harap itu hal yang normal. Sudah cukup keluarganya yang absurd. Ia tidak ingin calon suaminya apalagi kehidupan pernikahannya lebih absurd.
Lonceng tokonya berbunyi. Sakura menoleh ke arah pintu masuk. Disanalah pria itu berada. Pria yang seenaknya saja menyebutnya kekasih dan menariknya kedalam kekacuan ini. Pria yang ia sendiri tidak tau namanya. Mungkin tau tapi lupa. Ah sudahlah.
.
.
.
Sasuke mengemudikan mobilnya dengan kecepatan yang bisa dibilang diatas rata-rata. Ia terlambat, pikirnya. Sasuke melajukan kendaraannya kearah Ame street yang berada di pinggiran Konoha. Ia ingat janjinya dengan si merah muda – calon istrinya - beberapa hari lalu.
Karena kebetulan tempat kerjanya dan si merah muda sama – sama berada di Konoha, jadilah mereka berjanji bertemu di salah satu kafe? Ah atau toko kue? Terserahlah.
Sasuke memarkirkan mobilnya didepan tempat bernama 'Afternoon Tea'. Ia menaiki 3 tangga kayu mahoni dan sampai di depan pintu toko lalu ia membuka pintu.
KRING.
Sasuke melihat sekeliling ruangan mencari seonggok manusia berambut nyentrik berwarna pink. Ketika ia menghadapkan kepalanya ke kanan. Onyx dan Emerald bertemu.
Sasuke melihat gadis itu melambaikan tangannya menyuruhnya mendekat. Ia berjalan ke sisi kanan pojok toko kue tersebut dan duduk didepan gadis pink ini.
Canggung sekali, batin Sakura. Apa pantat ayam ini tidak berniat berbicara atau memesan sesuatu misalnya dan ia akan senang hati menunjukkan kue – kue andalannya. Hei ia juga perlu pendapatan.
"Jadi.. ada apa?" Tanya Sakura memecah keheningan.
"Hn. Aku ingin membuat perjanjian"
"Perjanjian?" Tanya Sakura bingung. Perjanjian dia bilang? Perjanjian apa?
Sasuke menyahut, "Perjanjian selama kita menikah. Ingat kita hanya menikah selama 1 tahun dan setelah itu bercerai dan selama pernikahan kita harus menaati perjanjian yang kita buat"
Sakura melongo. Apa pantat ayam ini kehilangan kewarasannya?. Sakura sebenarnya tidak terlalu perduli tentang perjanjian. Tapi apa ia harus menjadi janda tahun depan? Oh Tuhan ini mimpi buruk. Bukannya Sakura tidak ingin bercerai tapi memang benar daripada ia terus menikah dan hidup apalagi sampai dikaruniai anak bersama pantat ayam ini bisa membuatnya gila.
Oh Tuhan Sakura mulai membayangkan anak - anak ayam berambut merah muda.
Astaga dia bisa gila.
"Bagaimana?"
"Baiklah" Sakura pasrah. "Apa perjanjiannya?"
"Ini kertasnya kita tulis masing – masing."
Sakura dan Sasuke mulai menulis hal – hal yang harus mereka patuhi selama pernikahan. Ketika selesai mereka menukar kedua kertas tersebut dan mulai membacanya.
Sakura membaca kertas perjanjian yang di tulis Sasuke.
1. Tidak diperkenankan mencampuri urusan/privasi masing – masing
2. Tidak boleh masuk kamar sembarangan dan tanpa izin
3. Jangan sampai jatuh cinta
Sakura kesal membaca poin nomor 3. Jatuh cinta katanya? Dengan pantat ayam? Kami- sama itu tidak mungkin terjadi. Dengan kesal Sakura menandatangani surat tersebut.
Disisi lain, Sasuke membaca kertas perjanjian yang di sodorkan Sakura.
1. Tidak boleh menyentuh, memeluk apalagi mencium atau melakukan hal – hal yang menjadikan indikasi rating M.
Sasuke mengernyitkan dahinya. Apa gadis ini gila, mana mungkin sepasang suami istri tidak boleh menyentuh ata memeluk. Bukan berarti Sasuke mupeng tapi bisa gawat kalau orang tuanya curiga.
"Hei poin nomor 1 ini aku tidak setuju. Bagaimana kalau ada yang curiga? Lagi pula aku juga tidak tertarik denganmu. Kau datar" ujar Sasuke.
"Apa katamu?! Baiklah aku ubah kau boleh memeluk dan menyentuh tapi tidak untuk yang lebih hanya didepan orang tua masing - masing"
"Hn"
Sasuke kembali membaca poin selanjutnya.
2. Jangan masuk kamar sembarangan.
3. Harus ada pembagian tugas rumah. Selama aku memasak dan menyapu kau membersihkan toilet.
4. Jangan pernah terpikir untuk selingkuh selama masa pernikahan
Sasuke tidak terima dengan poin keempat, ia bukan pria yang mudah selingkuh. Dan juga ia sangat tdak terima dengan poin nomor 3. Demi apa dia disuruh membersihkan toilet? Sasuke memang tau bahwa mereka akan pindah kerumah yang disiapkan orang tuanya. Tapi yang benar saja rumahnya cukup besar dan toiletnya bukan cuma 1.
Awas kau merah muda akan kubuat kau menyesal. Batin Sasuke menyerigai.
Sasuke dan Sakura menandatangani surat perjanjian itu dan berjabat tangan tanda bahwa mereka saling setuju ide gila untuk menikah ini.
"Ngomong – ngomong bisakah kita berkenalan lagi?" ujar Sakura. Ia sebenarnya kepo dengan nama pantat ayam ini. Yakali dia menikah tanpa tau nama calon suaminya.
"Uchiha Sasuke"
"Haruno Sakura"
.
.
TBC
.
Sincelery,
Ten
Hai - hai semuaaa... maafin author yang sering ilang - ilangan ini ya. Btw ini udah dilanjut yaa. Buat ff yang lain agak galau juga soalnya ada salah satu ff yang entah kenapa ilang feel nulisnya dan plot yang dibuat juga jadi gak karuan. Jadi maaf klau misalnya nanti ada yang gak dilanjut. Tapi untuk cerita yang ini bakalan lanjut terus kok.
Oh iya author bakalan jawab pertanyaan yang ada di kotak review ya.. buat yang login sama yang enggak. Oke langsung cus aja ya
Q : Lanjut thor, ditunggu kelanjutannya
A : Ini udah lanjut yaaa.. keep reading :)
Q : huahhhh akhirnyaaa heheh lanjut ten-san semangat skripsinyaaa hehe
A : Uluhuluuuhh makasiiiiih sqchn ini juga lagi ngelanjutin kok.. moga cepet kelar
Q : wkwk masa rock lee... beuh itu bner2 trllu si mama mebuki... ditunggu ya next'a...
A : Iya nih mama mebu pengin punya cucu sehat makanya milih lee
Q : Pendek banget, Chap lebih panjang ya
A : Emang kependekan ya? Ini diusahain lebih panjang kok :)
Q : saku aku mau kok ngegantiin peran kamu disini
A : Jangankan kamu, ten juga pengen dapet cacu ganteng wkwkwk
Q : Btw, itu keluarga sasusaku udah pada saling kenal ya? Kok mikoto bisa tau nama mamanya sakura?
A : Nanti bakalan dijawab di chap - chap berikutnya kok. tapi emang dasarnya mama mama rempong jadi ya gampang akrab XD
Segitu dulu ya.. kalau ada pertanyaan silakan ditanyain aja. Author bakal jawab semuanya asal enggak berkaitan sama plot yang rahasia yaa
