Love Accidentally?!
.
Disclaimer : Masashi Kishimoto
Pairing : Sasuke U. x Sakura H.
.
Enjoy this chapter
Previous Chapter
Sasuke baru selesai rapat ketika ia menerima pesan dari Sakura.
Cepatlah kemari pantat ayam. Kakekmu menyuruhku menemuinya.
Sakura.
Begitulah kira – kira isi pesan Sakura.
Sasuke lantas buru – buru turun ke basement dan segera menuju parkiran tempat mobilnya diparkirkan.
Bukannya apa – apa hanya saja kakeknya adalah salah satu keajaiban dunia terabsurd bisa – bisa gawat kalau ia bertemu dengan Sakura.
Belum bertemu saja sudah seenaknya menyuruh mereka agar mendapatkan anak selama sebulan. Apalagi kalau bertemu? Jangan – jangan mereka disuruh praktek langsung lagi.
Haaaah. Sasuke pusing memikirkannya.
Sasuke segera melajukan mobilnya dengan kecepatan diatas rata-rata. Untung saja jarak mansion keluarganya dengan kantor tidak terlalu jauh jadi mungkin saja ia masih sempat menyelamatkan Sakura.
Lalu ketika ia sampai di mansion keluarganya ia langsung membuka pintu.
Aneh.
Kenapa diruang tamu tidak ada siapa siapa? Bukankah harusnya mereka ada disini?
Sasuke lantas menuju ruang keluarga ketika ia mengkap suara – suara mirip tertawanya kakeknya.
Begitu ia sampai diruang keluarga ia kembali kaget ketika dilihatnya siapa perempuan yang sedang bercengkrama dengan kakeknya.
"Ma.. Matsuri?"
.
Love Accidentally?!
.
Flashback on
Ketika itu, aku dan Matsuri masih anak – anak.
Kami pertama kali bertemu di taman kanak – kanak. Kesanku terhadapnya cukup baik. Dia anak yang menyenangkan dan ceria, dan akupun cepat akrab dengannya – lebih tepatnya – kami cepat akrab dengannya. Ya. Aku dan Naruto. Kami bertiga adalah teman masa kecil.
"Sasu-chan kalau besar nanti jadi suami matsu-chan ya?". Begitulah celetukan Matsuri ketika kami masih anak – anak.
"Oke" Jawab Sasuke dengan polos.
Sasuke tidak menyangka kalau janji yang diucapkannya sewaktu kanak – kanak akan menyusahkannya dikemudian hari.
.
.
.
"Ma.. Matsuri?"
Sasuke kaget ketika mendapati teman masa kecilnya berada diruang tamu bersama dengan kakeknya.
Bukankah Matsuri sedang di luar negeri? Batinya.
"Sasu-chaaan"
Matsuri segera bangun dan berlari menuju Sasuke kemudian memeluknya.
Tidak lama kemudian Sasuke segera bangun dari keterkejutannya dan melepaskan pelukan Matsuri.
"Kenapa kau disini?" Tanya Sasuke.
"Aku merindukanmu tentu saja". Jawab Matsuri berbinar – binar.
Dan setelah itu Sasuke ikut bergabung bersama kakeknya dan Matsuri berbincang bersama.
Hei pantat ayam kau tidak ingat istrimu dimana? Kzl.
.
.
.
Sakura heran.
Sejak ia dan kak Itachi kembali ke ruang keluarga, ia mendapati atmosfir yang amat sangat berbeda. Disini dalam artian sangat tidak Uchiha sama sekali.
Semenjak kedatangan seorang wanita berambut coklat dengan suara cemprengnya itu, mendadak ruang keluarga Uchiha menjadi ramai seramai arisan ibu – ibu. Hei, sejak kapan kepala keluarga Uchiha jadi receh seperti itu? Dan bahkan suami pantat ayamnya juga mengumbar senyumnya.
Sebenarnya disini yang menantu sama istri itu siapa sih? Batin Sakura kesal.
Bukannya iri atau apa ya. Plis Sakura yang lemah lembut ini tidak iri sama sekali. Ia hanya kesal saja. Masa iya dia yang tamu diundang di rumah ini sama sekali tidak digubris? Jangankan digubris, ditawari minum saja tidak. Padahal Sakura kan haus, mau ke dapur juga tidak enak. Yakali ia harus pesan online cuma mau minum doang.
Lagipula waktunya dia jadi istri si pantat ayam kan cuma satu tahun, yakali dia harus berhadapan dengan drama perebutan suaminya. Enak saja. Kalau mau sama suami ayamnya nanti aja ya kalau udah satu tahun.
Wah ini tidak bisa dibiarkan. Batin Sakura semangat.
Sakura-pun berpura – pura batuk keras – keras disana ia berharap ada yang peka gitu. Tapi apalah daya, suara tertawanya wanita coklat sempreng itu lebih keras dibanding suara batuknya.
Ini orang juga lho astaga. Niat ngundang kesini gak sih? Masa menantu kemaren sore dianggurin gitu aja.
Sakura pun mencoba berdeham sekali lagi. EKHM.
Masih tidak ada tanggapan saudara – saudara. Kasian.
Kampret juga ya nih orang. Batin Sakura kesal.
Sakura sudah kehabisan akal. Bagaimana caranya ia dapat menarik perhatian keluarga suaminya didepan?. Haruskan ia joget du ddu ddu dulu biar pada peka atau gimana?
Sakura menoleh kekanan dan kekiri. Sekarang posisinya ia sedang duduk diantara kakak iparnya dan suami kurang ajarnya. Karena kehabisan akal dan melihat sepatu mengkilap bersih tanpa noda milik suami tripleknya ia pun memutuskan untuk menginjak sepatu suaminya. Itung – itung kenalan gitu.
"Aduh"
Yattaa.. berhasil.. berhasil.. hore.
Sakura berhasil mengalihkan perhatian Sasuke plus delikan tajam karena telah menginjak sepatu mahalnya.
Apa maksudmu?
Itulah yang berhasil Sakura terjemahkan dari delikan tajam suaminya. Sakura hanya senyum sembari membisikkan kata – kata sakral pada Sasuke.
"Cepat perkenalkan aku pada kakekmu atau Upin Ipin kesayanganmu aku bakar"
Sasuke bergidik mendengar ancaman dari Sakura. Ia tidak mau Upin Ipin kesayangannya kenapa-napa. Lebih baik ia akhiri reuni Matsuri dengan keluarganya. Ya itu lebih baik.
"Kakek, ini Sakura istriku"
Ucapan Sasuke semerta – merta berhasil mengalihkan seluruh perhatian keluarga Uchiha padanya dan pada Sasuke.
Kakek Sasuke. Madara Uchiha, langsung mengarahkan tatapannya pada Sakura. Ia melihat dari atas ke bawah dengan tatapan yang seakan menilai layak tidaknya seorang Sakura menjadi cucu mantunya.
Sakura yang dipandangi intens seperti itu, merasa gugup. Meskipun ia sudah sering dihadiahi tatapan tajam dari suaminya tapi tetap saja ini lebih menakutkan.
Bukankah kata Sasuke kakeknya absurd? Kok tiba-tiba antagonis sih.
Setelah melewati menit – menit mencekam. Ya bayangkan saja semenjak Sasuke menyela memperkenalkannya tidak ada yang bersuara satupun. Ini tidak ada yang mau menyelamatkan dia atau gimana sih. Madara Uchiha akhirnya buka suara.
"Jadi ini Sakura-chan? Wah.. Sasu-chan seleramu unik juga ya"
WHAT. Dia dibilang unik? Sebentar – sebentar uniknya konteks positif atau negatif nih. Ini tidak ada kata – kata lain apa yang bisa mendeskripsikannya?. Misalnya cantik kek atau lucu atau elegan dan feminim atau apapun itu. Batin Sakura sewot.
"Iya Kek. Dia memang unik dan aneh"
Wah sekate – kate nih orang. Dia bakar si kembar botak baru tahu rasa tuh pantat ayam. Enak saja Sakura yang mirip Jennie Blackpink dibilang unik dan aneh. Ya okelah kalau unik, rambutnya memang unik dan tiada duanya. Tapi aneh? Awas saja kau kalau pulang nanti. Dijamin kembar botak cuma tinggal serpihan.
Mendengar jawaban dari cucunya, Madara-pun tertawa terbahak – bahak. Ia tidak mengira bahwa Sasuke akan mendeskripsikan istrinya dengan kata – kata unik dan aneh. Ya ia memang bilang unik. Itu karena warna rambutnya yang merah muda. Itu unik dan lucu.
Wah apa aku juga harus mengecat rambutku berwarna merah muda ya? Batin Madara.
"Sakura-chan maafkan kakek ya tadi sempat mengacuhkanmu. Kakek igin mengucapakan selamat atas pernikahan kalian. Ingat deadline cucu dari Kakek ya"
Sakura terkejut mendengar ucapan dari Madara. Ternyata tampang antagonis tadi cuma perasaanya saja. Wait. Apa katanya tadi? Deadline cucu?
Ini dikira bikin anak kayak bikin skripsi kali ya ada deadline-nya. Terus kalau gak sesuai direvisi dulu gitu? Emang sarap nih kakek – kakek.
"I..Iya Kek doakan saja. Semoga Sasuke-kun berhasil ya Kek"
Mendengar jawaban Sakura, Madara kembali tertawa terbahak – bahak. Ia tidak menyangka bahwa istri cucunya akan memberikan jawaban semacam itu. Hei, gen Uchiha itu kuat dan terpilih. Sekali gaspol langsung mblendung mungkin.
"Mada – jiichan dia siapa?"
Madara menoleh kepada Matsuri mendengar pertanyaan darinya.
Ini orang budeg apa gimana dah bukannya tadi suaminya sudah mengatakan kalau dia istrinya?.
"Matsuri – chan, ini istrinya Sasuke. Mereka kemarin baru menikah"
Mendengar jawaban dari Madara, sontak membuat Matsuri syok. Ia tidak tahu bahwa Sasuke-nya sudah menikah. Tapi bukankah Sasuke berjanji untuk menikahinya?.
"dan Sakura – chan, ini Matsuri teman masa kecilnya Sasuke"
Sakura merasakan ada percikan – percikan kebencian yang menggelora dari sorot mata si coklat cempreng teman masa kecil suaminya. Ini orang ngajak berantem rupanya. Oke siapa takut.
Sakura merekahkan senyumannya kemudian memperkenalkan dirinya dan sengaja melingkarkan tangannya di lengan Sasuke. ia pun melemparkan tatapan mengejek pada Matsuri. Aku istrinya mau apa lo?.
"Halo Matsuri – san. Aku UCHIHA Sakura. Istrinya Sasuke-kun. Senang berkenalan denganmu "
Sakura sengaja menekankan kata – kata Uchiha kepada Matsuri seakan menekankan bahwa kau cuma teman masa kecilnya jangan macam – macam padaku.
Mungkin kalau ini anime akan ada percikan listrik antara keduanya. Yang satu tidak terima diejek dan diremehkan sedangkan yang satunya lagi tidak suka kalah.
Sasuke yang melihat ketidak kondusifan aura antara Sakura dan Matsuri segera menengahi dan mengajak Sakura untuk pulang kerumah. Dari pada terjadi pertumpahan darah, lebih baik diakhiri.
"Semuanya sekarang sudah menjelang malam, lebih baik kami pulang dahulu. Sakura ayo pulang"
"Baiklah hati – hati dijalan nak. Dan Sakura nanti mampir lagi ya nak" Ucap Mikoto.
Sebenarnya Mikoto sadar dengan percikan permusuhan dari Sakura dan Matsuri, karenanya ia mendukung keputusan Sasuke untuk segera pulang meskipun ia masih ingin Sasuke dan Sakura untuk makan malam bersama. Tapi demi kesejahteraan bersama lebih baik hari ini sampai disini saja.
"Ha'i Ookasan. Kami pulang dulu ya" pamit Sakura.
.
.
.
Selama dijalan Sasuke merasakan perasaan ngeri. Dia merasa bahwa istri pinknya mengeluarkan aura hitam. Apa aku tadi salah bicara?
Sebenarnya Sasuke ingin balas dendam terkait insiden celana bolong yang sukses mempermalukannya di kantor. Tetapi melihat aura istrinya sekarang ia mengurungkan niatnya. Daripada ia mati muda lebih baik balas dendamnya nanti saja.
"Hei jidat kau kenapa?"
Wah Sas kau cari mati ini namanya.
Sakura yang mendengar panggilan kesayangan dari suaminya-pun merasa kesal. Sudah tadi dibilang aneh sekarang pakai kata – kata jidat lagi. Cari mati emang nih orang.
"Sasuke - kyun"
Sasuke bergidik mendengar panggilan dari Sakura. Demi apa istri pinknya memanggilnya dengan suffiks "kyun" ?. belum lagi dengan senyum iblis yang ditampilkan Sakura sukses membuatnya ketakutan. Ia merasa akan terjadi sesuatu nantinya.
"Pulang nanti sampaikan salam perpisahan pada kembar botakmu. Akan kubakar semua"
NOO. My love Upin Ipin. Sudah Sasuke duga pasti akan terjadi sesuatu. Tidak ini tidak bisa dibiarkan. Ia harus segera menyembunyikan kesayangannya dari Sakura sebelum habis tak bersisa.
"Jangan coba menyembunyikannya atau kau akan menyesalinya"
Kami-sama apa salahku? Batin Sasuke sedih.
Ini harusnya dia yang galak kan? Kok malah galakan istrinya padahal tadi yang harusnya marah itu dia.
Yang sabar ya Sas.
- TBC -
Hai semua maaf udah menghilang berbulan – bulan dan baru updet sekarang. Ntah masih ada yang nungguin cerita ini atau enggak kuharap kalian senang dengan lanjutannya.
Gimana tanggapannya? Masih mau liat keabsurdan rumah tangga Sasuke dan Sakura?
Atau permusuhan Sakura dan Matsuri?
Atau malah masih pengen liat Keluarga Uchiha?
Setelah ini mungkin aku akan updet jika memungkinkan dan maafkan aku kalau lama karena memang agak susah nyari inspirasi dan waktu untuk lanjutin cerita ini.
Happy reading all.
Sincelery,
Ten
