Love Accidentally?!
Disclaimer : Masashi Kishimoto
Pairing : Sasuke U. x Sakura H.
.
Enjoy this chapter
.
.
"I lost my mind in the moment i saw you. Even after sun goes down and moon goes down, it will never change. Tell me if this is love."
"Kamu cemburu"
Sakura terdiam seketika, saat Sasuke melontarkan pertanyaan yang diluar dugaan itu. Otaknya memproses pertanyaan tersebut dengan keras. Apa katanya tadi? Dia cemburu?.
Woah.
Demi kolor upin ipinnya Sasuke, buat apa dia cemburu sama titisan mak lampir jadi jadian itu? Cakep juga masih cakepan Sakura. Semok juga masih semokan ㅡ oke buat yang ini emang semokan mak lampir sih
ㅡ tapi tetep aja Sakura masih HOT banget.
Terus ngapain sih tuh ayam senyum - senyum sendiri? Udah gitu tatapannya ngejek lagi.
Sakura melirik tajam Sasuke dan langsung melepaskan cekalan pada pergelangan tangannya dengan paksa.
"Dalam mimpimu!" Ujar Sakura lalu pergi meninggalkan Sasuke yang malah tersenyum geli melihat tingkah Sakura yang menurutnya menggemaskan.
.
.
.
Sakura kembali ke hotel ketika matahari semakin terik. Ia tadi memang berjalan - jalan di sekitaran pantai untuk menenangkan diri karena kesal dengan suami ayamnya itu.
Sepi.
Itulah yang terlihat didalam kamar yang ditempati olehnya dan Sasuke. Mungkin Sasuke sedang keluar pikirnya. Sakura lantas mengganti pakaiannya dan touch up seperlunya.
Karena perutnya sudah tidak bisa menunggu lagi, ia berjalan menuju restoran dilantai satu yang letaknya menghadap pantai.
Bodo amatlah sama suami ayam kurang ajarnya itu. Salah sendiri tiba - tiba ngilang. Lebih baik ia cepat - cepat makan lalu istirahat.
Sakura memasuki restoran yang memiliki konsep outdoor. Dengan saung - saung disepanjang pinggiran pantai sehingga pengunjung dapan menikmati makanan sambil menikmati keindahan pantai. Disamping itu, bila pengunjung kurang nyaman makan disaung-saung tersebut, restoran ini juga menyediakan tempat didalam seperti restoran pada umumnya.
Sakura terlalu malas untuk berjalan ke saung yang ada diluar. Teriknya matahari dan kelelahan dikakinya membuat Sakura memilih untuk makan didalam restoran saja.
Sakura berjalan menuju buffet untuk memilih menu makan siangnya. Setelah selesai memilih menu makan siang nya, gadis itu lalu berkeliling mencari tempat duduk. Memang, suasana restoran kali ini cukup ramai sehingga Sakura kesulitan mencari tempat yang kosong.
Sakura terus berkeliling hingga matanya menangkap siluet rambut yang amat sangat dia kenali. Matanya menyipit berusaha memfokuskan pandangannya.
Pantat ayam.
Rupanya suami kampretnya itu malah sudah asik - asikan makan siang.
Belum lagi si ayam kampret itu nggak makan sendiri melainkan ditemani jelmaan cumi - cumi lampir alias Matsuri itu.
Catet ya gaes SUAMI KAMPRETNYA MAKAN BARENG CUMI - CUMI LAMPIR.
Bukannya khawatir karena istri satu - satunya belum kembali dan belum makan siang. Eh ini kutu kupret malah enak - enakan lunch sama gebetannya.
Gaada akhlak emang. Kzl.
Baru aja Sakura ceramahin tentang tindakan amoral yang tadi mereka lakukan eh sekarang udah diulangin lagi. Emang dasar manusia. Sakura santet baru tau rasa. Huh.
Sakura tidak terima. Ia harus memberi pelajaran bagi keduanya. Baik itu suaminya maupun mak lampir gebetannya.
Dengan langkah lebar dan cepat, Sakura berjalan menuju pasangan jadi - jadian itu. Sakura -pun memasang tampang dramanya bersiap- siap mendamprat kedua manusia tersebut.
Sakura meletakkan piring berisi makanannya dengan keras keatas meja. Dan membuat beberapa pasang mata tertuju kearahnya terutama suami dan cumi cumi lampir yang terlihat kaget dengan tindakan Sakura.
"OH JADI GINI MAS KELAKUAN KAMU DI BELAKANG AKU?!"
Suasana restoran yang tadinya ramai tiba - tiba menjadi hening. Semua pasang mata tertuju ke arah mereka.
"TEGA YA KAMU MAS. Aku ini istri kamu mas. Kita kesini buat honeymoon tapi kamu malah lebih milih sama selingkuhan kamu."
Terdengar suara bisik - bisik dari segala penjuru restoran. Karena memang Sakura mengatakan hal - hal tadi dalam bahasa inggris jadi ya pada paham lah. Dasar licik.
Melihat respon yang cukup baik dari para pengunjung, Sakura melanjutkan dramanya. Ia memasang tampang teraniaya lalu menunjuk ke arah Matsuri.
"Dan buat kamu mbak. Didunia ini emang nggak ada lakik yang mau sama situ? Sampe lakik orang diembat? Emang saya gak tau apa kamu sengaja kesini kan buat ngehancurin honeymoon kita. Tega ya kamu"
Matsuri yang terlihat syok tidak bisa berkata - kata. Suami pantat ayamnya pun hanya diam dan menatap Sakura tajam.
Situasi di dalam restoran kini tiba - tiba memanas dari yang awalnya hening sekarang banyak cibiran netizen yang mengutuk tindakan suami dan cumi - cumi lampir itu.
Banyak yang empati kepada Sakura tapi lebih banyak yang menghujat Matsuri. Emang dasar julidan netijen itu lebih sadis dari omongan tetangga.
MAMPOS. Rasain tuh, batin Sakura senang.
Dengan air mata yang berlinang deras, Sakura melanjutkan dramanya.
"Mbak kamu juga perempuan harusnya kamu lebih peka sama perasaan perempuan lain. Dan buat kamu Mas, aku kurang apa sih? Kenapa kamu tega Mas?"
Mendengar penuturan Sakura, makin panaslah keadaan direstoran itu. Malah sekarang kebagi jadi 2 kubu lagi. Kubu manas - manasin buat ngegampar selingkuhan sama kubu mendukung udah cere in aja neng.
Sakura mengusap air mata buaya nya. Lalu ia menatap kedua korban dramanya. Matsuri masih syok sedangkan Sasuke
Eh anjir ini suami kampretnya malah enak - enakan minum es teh.
"Udah marahnya?"
HAH?!
Dimana - mana ya kalau misalkan nih ketahuan selingkuh terus dipermalukan didepan umum, normalnya sih si suami paling nggak menengahi lah biar nggak semakin ribut.
Lah ini boro-boro menengahi apalagi berusaha menenangkan Sakura yang ceritanya lagi emosi. Malah nanya udahan marahnya?.
Astagfirullahaladzim.
Ini Sasuke otaknya beneran geser karena kelamaan lunch sama cumi cumi lampir apa emang dari lahir otaknya kurang setengah sih?
.
.
.
"Jadi lo main kabur gitu aja habis ngelabrak mereka?"
"Bukannya kabur ya pig. Tapi pura-pura kecewa terus pergi."
Ino memutar matanya lelah dengan pembelaan Sakura.
Saat ini, Sakura memang sedang melakukan video call dengan sahabatnya, Ino Yamanaka.
Setelah insiden drama tadi siang yang melibatkan dirinya, sang suami dan gebetan suaminya, mulut Sakura rasanya gatal ingin bercerita dengan sahabatnya itu.
"Gila lu ya emang."
"Salah sendiri enak-enakan makan gitu aja" ujar Sakura sambil cemberut.
"Tapi ya jidat, gue penasaran lu beneran enggak naksir sama suami blasteran surga itu?"
Sakura mendengus.
"Enggak. Dan enggak bakal."
Ino memandang Sakura dengan pandangan tak percaya. Soalnya nih ya kok ya sampe segitunya kalau enggak suka?
"Beneran? Nih ya Sak kalau gue jadi lu, gak bakalan kuat nahan ketampanan tiada tara. Yang ada gue borgol terus kurung dikamar biar enggak dilirik pelakor."
Sakura memutar matanya bosan. Ia memang tahu kalau sahabat seperpopokannya ini emang pecinta cogan. Kalau ada cogan lewat dikit langsung digodain. Hadeh.
"Gini ya pig, kalau naksir sama cogan itu berat. Banyak cobaannya. Males gue dikit-dikit curiga. Bikin capek hati aja." Ujar Sakura.
"Udah cukup ngurusin cumi-cumi lampir satu aja, gak perlu deh pake cumi lampir season berikutnya."
Ino tertawa renyah di seberang telepon. Setelah hampir satu jam mereka saling melakukan video call, akhirnya Sakura mengakhiri panggilan tersebut.
Mata Sakura berkeliling menatap keadaan kamar hotelnya. Kosong. Sepertinya sejak ia memulai video call dengan sahabatnya sampai ia akhiri pun suami ayamnya belum kembali ke kamar juga.
Sakura memutuskan untuk membersihkan dirinya saja karena hari mulai petang. Terserah lah sama keberadaan suaminya. Paling juga lagi digodain cumi cumi lampir.
.
.
.
Sasuke sudah berdiri didepan pintu kamarnya. Sudah 5 jam berlalu sejak drama rumah tangga live yang terjadi di restoran hotel ini, selama itu pula ia belum bertemu dengan Sakura.
Sesaat ia hendak membuka pintu kamarnya, Sasuke mulai ragu. Bagaimana kalau Sakura marah? Atau malah ia ngambek? Atau malah terjadi drama rumah tangga episode 2?
Eh tapi bentar, kan dirinya dan Sakura hanya pengantin kontrak. Mau Sakura marah atau enggak harusnya Sasuke tidak perlu peduli dong?.
Sasuke melangkah dengan santai memasuki kamar yang dihuni oleh dirinya dan istri merah mudanya.
Sasuke terkesiap mendapati istrinya tengah memandang dirinya jengah dan terlihat sangat marah. Sasuke menghela napas panjang. Setidaknya kesalahpahaman ini harus diluruskan sebelum istri merah mudanya semakin ngambek.
"Saku- "
"Masih inget pulang?", sinis Sakura.
Belum sempat Sasuke menjelaskan, Sakura sudah memotong ucapannya.
"Jadi begin-"
Ucapan Sasuke kembali terpotong bersamaan dengan Sakura yang berjalan mendekati dirinya.
"Gini ya Sas, kamu boleh kok menjalin hubungan sama siapa aja tapi ya nanti kalau kita udah cerai" lanjut Sakura.
Astaga mau ngelurusin lho.
"Tadi itu nggak sengaja ketemu pas makan siang."
"Nggak sengaja? Kamu bilang nggak sengaja?" Dengus Sakura.
"Iya jadi tadi itu sebenerny-"
"Udah lah terserah, bodo amat mau sengaja kek atau enggak sengaja. Yang penting awas aja kalau sampe ketauan kalau kamu lagi selingkuh", putus Sakura.
Sakura berjalan meninggalkan Sasuke yang termenung. Baru 3 langkah Sakura berjalan, seketika ia menoleh mendengar pertanyaan absurd Sasuke.
"Kamu lagi PMS ya?"
Terhitung sejak pertengkaran mereka kemarin hingga sore hari ini Sakura masih enggan berbicara dengan Sasuke.
Apalagi semenjak pertanyaan konyol yang terlontar dari suami ayam jagonya dan berakhir dengan tinjuan di perut Sasuke serta timpukan di kepala ayamnya. Mereka masih saling diam.
Sakura geram kok ya bisa - bisa nya malah nanya dia lagi PMS apa enggak. Emang dasar titisan rucika ya, kadar keenggakpekaannya mengalir sampai jauh.
Padahal kemarin Sakura nih lagi marah lho. Dikasih penjelasan kek atau dikasih makanan atau disayang - sayang gitu biar luluh. Eh malah ditanyain lagi PMS apa enggak.
Kalau di pikir - pikir ya, kan ini namanya aja honeymoon atau kalau ditranslate bulan madu. Tempatnya buat seneng - seneng. Lha ini dari pertama dateng sampe sekarang dirinya belum pernah diajak berkeliling.
Sia - sia dong uangnya. Kalau bisa Sakura mending minta mentahannya aja. Kan lumayan tuh buat beli oven baru.
Karena terhanyut dalam pikirannya, Sakura tidak menyadari bahwa Sasuke sudah berada di belakangnya.
"Lagi mikirin apa?" Celetuk Sasuke.
Sakura menoleh pada Sasuke. Laki - laki itu masih tetap memasamg muka temboknya. Kadang - kadang Sakura bertanya - tanya apa ada yang bisa merubah wajah dingin suaminya itu?.
"Lagi nyari cara jadi janda tanpa status janda."
Laki - laki itu tampak mengernyit dengan jawaban Sakura.
"Masih ngambek?"
Sakura menggeleng.
Rasanya Sakura pengen teriak pake Toa masjid nih. Pake acara nanya lagi masih ngambek apa enggak.
Sasuke menghelas napas. Rasanya sulit menebak apa yang ada dipikiran lelaki itu.
"Kalau dipikir - pikir kenapa kamu harus marah? "
Sakura masih menunggu lanjutan penjelasan laki - laki itu.
"Matsuri itu hanya sekedar temen masa kecilku. Kemarin juga ketemunya nggak sengaja kok. Apa jangan - jangan kamu -"
Sakura menoleh dan memfokuskan pandangannya ke arah Sasuke. Ia penasaran dengan apa yang akam dikatakan olehnya.
"Kamu suka sama aku?"
- TBC -
Hai hai semua. Ten balik lagi dengan LA. Maapin ya sampe telat berbulan - bulan. Ya karena emang akhir - akhir ini aku gaada liburnya. Jadi belum sempet ngelanjutin. Hehe.
Gimana bab ini? Tuh si Sakura lagi ngambek tuh. Sasukenya gak peka. Ckckck
Sampai jumpa bab selanjutnya.
Sincelery,
Ten
