Hari minggu cerah sungguh mewarnai kota konoha. Secerah hati Naruto yang kini tengah asik berkutat di dapur. Hari ini ia akan memasak omelet dan pancake untuk sarapan. Naruto tak henti-hentinya bernyanyi riang saat sebuah tangan kekar tiba-tiba melingkar di pinggang rampingnya.

"Mau menggodaku..di pagi hari..Naru-Chan.." bisik suara erotis di telinganya. Di susul dengan jilatan di leher jenjangnya .

"Ahhh...Daddy..sudah bangun.." ucap Naruto polos.

"Bagian bawahku sudah bangun sayang.." kali ini tangan kekar satunya meremas bongkatan pantat kenyal yang terekspose sempurna untuknya.

"Ohh...Daddy...suka..ahh..!"

Naruto mengenakan apron merah di balik tubuh telanjangnya. Dan ia sudah tahu bahwa ayah tirinya akan tergoda dengan penampilannya.

Sasuke lantas menyusupkan tangannya ke depan dan langsung meremas penis mungil Naruto. Sedangkan tangan satunya bermain dengan putingnya di balik apron.

Sontak Naruto melepaskan pekerjaannya semula. Kakinya melemas seketika saat bibir ayahnya terus menghisap bgian leher jenjangnya. Sesekali gigitan lembut di torehkan di leher jenjangnya.

"Ahh...ahh..Daddy...!...jangan..

menggoda..ku..ahh...!" Naruto tersudut di antara conter meja dan ayahnya di belakannya yang terus menggesekkan bagian bawah tubuhnya. Ia bisa merasakan bahwa penis ayahnya sudah menegang sempurna

"Aku ingin memasukimu...sayang.." ucap Sasuke penuh nafsu. Ia sudah tak tahan dengan pertunjukan yang di perlihatkan Naruto di pagi buta. Penisnya sudah berdiri dan membesar setelah ia melihat pantat Naruto yang bergoyang menggodanya.

Pantat Naruto terus bergoyang kekanan ke kiri mengundang penis ayah nya semakin membesar.

"Daddy..ingin sekarang..sayang.."

"Ha..'ii.." balas Naruto erotis. Ia lantas berbalik menghadap ayah tirinya. Sasuke langsung menjilat bibirnya sebelum ia melepaskan dan membuang apron merah yang di kenakan Naruto ke sembarang tempat.

Sasuke langsung merebahkan Naruto di atas conter meja. Di lebarkannya kedua kaki putranya . di lihatnya lubang Naruto masih melar akibat perbuatannya semalam tadi. Dan Sasuke tengah memelintir kedua putingnya dengan menggoda.

"Daddy...aku ...ingin..penismu..." ucap Naruto bergairah.

Sasuke lantas menghujani tubuh Naruto dengan saus pancake yang terletak di sampingnya. Saus lengket nan manis itu tengah membasahi seluruh tubuh Naruto.

"Lihatlah dirimu..sayang...begitu nikmat.." dan selanjutnya Sasuke menghisap puting Naruto dengan rakus. Bunyi hisapan Sasuke seperti seorang bayi yang tengah kehausan menghisap asi.

"Ahh...ahh...ahh...Daddy...!" Naruto meremas surai Hitam Daddynya saat Sasuke bergantian menghisap puting Naruto yang terbalut saus pancake. Tangan Sasuke tak tinggal diam. Tangannya mengocok penis Neruto hingga mengeluarkan precum. Sasuke mengeluarkan lidahnya dan menyusuri tubuh Naruto guna menjilat saus pancakenya. Jilatan Sasuke terus turun hingga tepat di atas penis mungilnya.

Sasuke memasukkan penis Naruto kedalam mulutnya dan mengemutnya bagai lolipop.

"Ahh...Daddy...!...ahh...nikmat..!"

Sasuke melepaskan penis Naruto seketika dan melebarkan kedua pahanya. Di lihatnya lubang Naruto berkedut minta di lantas memasukkan sisa saus pancake yang tersisa ke dalam lubang anus Naruto.

"Oohhhh...Daddy...!" Naruto menggeliat semakin erotis saat rasa dingin memasuki lubang anusnya. Daddynya begitu nakal sampai harus memasukkan saus pancake ke dalam lubang anusnya.

Dan saat di rasa penuh Sasuke memposisikan lubang anus Naruto di hadapannya. Sesaat ia menatap Naruto dengan nafsu hingga akhirnya ia menghisap anus Naruto dengan buas. Lidahnya menyeruak masuk kedalam lubang anus putranya.

"Iya...ahh..ahhh...apakah..nikmat...

Daddy...ahh!" desahan terus menerus keluar dari bibir sexy Naruto. Air liurnya bahkan membasahi dagunya. Ia tak menyangka bahwa Ayah tirinya begitu suka dengan lubang anusnya.

"Tentu saja Baby ini sangat nikmat" Sasuke. Ia terus menghisap saus pancake yang bersarang di dalam lubang Naruto.

Sllluuuurppppp...sllluuuuurpppp...

sllluuurppp..

"Ahh...ahhh...Daddy...!..jgn berhenti...terus...ahhh...!"

Hisapan demi hisapan terus di lakukan Sasuke. Hingga di lihatnya penis Naruto menembakkan madu putinya berkali-kali.

"Ahh...!"

Sllluuuuurppppp...sllluuuurpppp...

"Lagiii...anusmu..sangat...manis..

sayang ini membuat ku ketagihan" Sasue semakin memperlebar paha Naruto. Ia semakin rakus menghisap anus Naruto.

"Ahh...ahhh...ahhh...hisab terus daddy ini nikmat...!"

"ahh...Sekarang gantian Penis ku merindukan mulut hangat mu Sayang"

"Baik Daddy. Naru juga rindu susu Daddy yg manis" ucap Naruto dengan senyam menggoda

"Kau sangat nakal sayang... ohhh..ahh...ya begitu Naru hisab yang kuat" Racau Sasuke

Secara rakus Naruto mengulum kepala penis Sasuke, dan Sasuke mendesis lebih keras.

"ohhh! Mulutmu sangat nikmat Naru" komentar Sasuke ketika pada permulaan saja mulut Naruto begitu nikmat.

"Hmmmnnn..!" Naruto berkomentar sambil memasukan sedikit demi sedikit penis Sasuke ke dalam bibir mungilnya.

Sasuke berusaha tetap rasional dan tidak merusak bibir Anaknya .Kepala Sasuke mengadah ke atas. Ia menikmati sensasi bibir Naruto yang bergerak-gerak nakal di kulit penisnya, selagi kepala Naruto naik-turun.

Naruto memang selalu memberi service seperti ini setiap harinya.

Naruto berusaha menyesuaikan tenggrokannya dengan penis Sasuke. Tidak main-main, penis Sasuke terlalu besar untuk dimasukan seluruhnya ke dalam mulut.

"Bhhee…Shharrr.." Naruto bergumam, memberikan gelenyar nikmat penuh getaran yang membuat Sasuke putus asa.

Naruto hanya bisa berinisiatif menggunakan tangan untuk bagian penis Sasuke yang tersisa. Ia menggerakan kepalanya dan menggesekan bibirnya pada kulit penis Sasuke, seiring geraman keras yang dikeluarkan Sasuke, seperti binatang liar.

"Lebih cepat, Naru!" perintah Sasuke yang mulai hilang kendali. Ia menggapai rambut Naruto dan menggerakkannya keluar dengan tidak sabaran

Naruto nyaris tersedak saat Sasuke memaksakan diri untuk memasukan penisnya ke dalam mulut Naruto.

"Fu—Fuck!FUCK!" racau Sasuke yang semakin gila. Ia menabrakan bibir Naruto pada pangkal penisnya.

"Mulutmu nikmat Ahhhh… mulut kecil mu memakan penisku begitu nikmat, Naru" Sasuke mendongakan kepala dengan mata meram-melek, ketika Naruto sudah sulit bernafas.

"Heemmm...Dad!"

Sasuke memandang mulut Naruto yang dipenuhi oleh kejantanannya. Ia memperhatikan secara baik bagaimana penisnya masuk dan keluar di lubang hangat itu. Ah, lihatlah! Naruto yang mungil begitu menakjubkan saat mulutnya dipenuhi oleh penis. Terlebih lagi, lidah Naruto yang merah itu terkadang menjulur, ketika Sasuke menarik penisnya dan kembali menusuknya. Ugh, Sasuke begitu suka dengan ekspresi kewalahan Naruto sekarang.

"Sebentar lagi, Sayang. Sebentar lagi! AH! Ya! Hisap. Hisap milikku!" Sasuke yang tidak mau mengalah, menahan rontaan Naruto.

"Ini nikmat. Ahhhh… mulutmu nikmat, Baby!"Sasuke semakin memaksakan kehendaknya. Ia menahan kepala Naruto ketika sesuatu yang dasyat akan meluncur dari lubang penisnya.

Sasuke sengaja menahan kepala Naruto, ketika cairan kental itu meluncur deras dari lubang penisnya. Sasuke sengaja membenamkan penisnya di mulut Naruto, hingga seluruh cairannya menyemprot di tenggrokan Naruto.

"AGHHHH!"

Sasuke menggeram keras saat cairan itu meluncur deras—memenuhi mulut Naruto. Ia sangat puas untuk sesaat. Ia seperti merasa bebannya telah terlepas begitu saja.

Perut Naruto terasa penuh saat cairan itu terlalu banyak memasuki ususnya. Bahkan lelehan cairan itu turun ke dagu dan menetes pada kasur. Naruto ingin memuntahkan cairan itu namun kondisinya sekarang tidak memungkinkan.

"Telan semua susumu Sayang!" perintah Sasuke, cairan-cairan itu masuk ke dalam tubuh Naruto.

Sasuke yang sudah tak tahan langsung menghujamkan penis besarnya ke dalam lubang Naruto.

"Akkhhhh...!" Naruto terkejut saat Ayah tirinya memasukkan penisnya secara tiba-tiba. Belum sempat ia bernafas sejenak penis ayahnya sudah menubruk tepat prostatnya.

"Daddy penismu sangat besar Naru suka...aahh..ahhh"

"Ahh... kau ketat sekali Baby, walaupun sudah berkali- kali aku memasukimu tetapi rasanya nikmat sekali, membuatku ketagihan..ahh! " seru Sasuke ditengah- tangah aktivitasnya memasukan barang kebanggaannya.

"Ahhh...Daddy...sodok..ahhhh...aku...

lebih dalam..ahh...!" Sasuks langsung menggoyangkan pinggulnya secepat mungkin. Di lihatnya putranya tengah menggeliat erotis sambil terus menyebut namanya.

"Bagaiman,Naru? Apakah disetubuhi oleh Daddy begitu nikmat, hm? Rasakan penisku yang menggesek anusmu,Sayang. Rasakan milikku!"

"Naru suka Daddy sangat nikmattt...ohh...ohh"

Sasuke menggoyangkan pinggulnya semakin cepat dan brutal. Tubuh putranya sudah seperti mainan baginya dan ia merasa ketagihan setiap memasuki lubang anus putra nya.

Bunyi sodokan memenuhi ruang dapur. Serta desahan Naruto sanggup membuat Sasuke semakin menggila.

"Dad...ahh...ini..nikmatt..ooo..ahhh...!"

Ploookkk.! Plookkkkkk..! Ploooookkkkkkk..!

"Tubuh mu...ahh.. membuatku gila Baby...emmhh"

"ah...ah...ah... jgn berhenti deddy buat aku hamil benihmu...ohh" racau Naruto

"Ahh...Tentu saja Sayang"

Sasuke langsung mengangkat Naruto dan menempelkannya di dinding. Kedua kaki kecilnya ia apit di kedua bahunya sehingga membuat penisnya semakin melesak ke dalam anus Naruto.

"Ahhh..nikmaaatt...!...ahh...!..." Tubuh mungil Naruto terhentak saar ayah tirinya terus menggempur prosttnya tanpa hentinya. Air mata kenikmatan terus turun di sertai air liur yang membasahi dagunya. Lidahnya menjulur keluar sakong nikmatnya.

"Kau..suka..penis...besar ku..sayang..hmmm...!" ucap Sasyke sambil terus menghujam lubang anus Naruto tanpa ampun.

"Iya...aahhh...Daddy...aku..suka..penis..mu..didalam..ahhh..!...lubang ku sangat lapar daddy ahh..!"

Sasuke langsung melumat lidah Naruto yang terjulur keluar. Dan lidah mereka saling beradu dengan liar. Kini Sasuke berjalan menuju sofa ruang tamu dengan penisnya yang masih menancap di lubang anus Naruto. ciumannya meliar hingga air liur menetes dari balik dagu masing-masing.

Sasuke merebahkan Naruto di sofa dan ia melepaskan penis nya yang masih menegang sempurna. God..dia bahkan belum keluar saking tegangnya. Terlihat urat-urat biru muncul di bagian tubuh penisnya. Naruto yang melihatnya langsung berjongkok di hadapan Sasukw dan langsung menghisap penis ayah tirinya.

"Mmmnnn...mmmnnnn..."

"Hisap terus sayang..." ucap Sasuke sambil meremas rambut kitam Naruto.

Pantat Naruto ikut bergoyang saat mulutnya dengan lihai mengulum penis ayahnya. Sasuke yang melihatnya semakin tegang dan melepaskan mulut Naruto di penisnya.

"Sudah cukup sayang..aku ingin keluar di dalam lubang nakal mu." Sasuke kembali merebahkan Naruto di atas sofa dan ia pun langsung melesakkan kembali penisnya dengan liar.

"Ahh...lebih..cepat...ahh..!...daddy..lebih..dalam..!..ahh..!"

Sasuke melebarkan kedua paha Naruto dan ia pun mengangkat bokongnya guna memperdalam sodokannya. Kedua kaki Naruto di letakkannya di bahunya dan ia menyodok semakin liar dan brutal.

Plloooookkkk..plloooookkk..pplookkk...plllookkk...!

"Yess...ahh...!...nik.maatt...ahhh..di..

sana..Dad lebih dalam.!"

Naruto semakin menggila lantaran ayahnya terus menyodok prostatnya berkali-kali. Putingnya di hisap rakus oleh ayahnya.

"Daddy..ahh...ahhh..!..aku...ingi..nn.. ahh..!..."

"Kau ingin keluar sayang...hmm.." ucap Sasuke sambil menjilat lehernya.

Anggukan lemah dari Naruto dan ia pun berkali-kali mencoba mencengkram penisnya agar tidak tumpah. Naruto masih ingin merasakan kenikmatan yang menyerang tubuhnya.

"Ahh...!..jangan..berheti..ahhhhh...!..

Daddy...please..!"

Ploookkk...! Plooookkkk ...! Plookkkk...!

Bunyi kulit yang saling bersentuhan dan peluh yang membasahi tubuh keduanya membuat suasaana menjadi panas. Tangan Naruto mencoba meraih wajah ayahya namun langsung di cengkram erat oleh Sasuke. Dan ia memenjarakan kedua tangan Naruto di atas kepalanya sedangkan bibirnya memagut bibir ranum Naruto yang terbuka.

"Mmmnnn...mmmmnnnnn...mmnnn..ahh..!" Naruto melepaskan ciumannya dan mendesah hebat.

" ahh...Dad...aku...kel..ua..r..ahh..!"

Namun Sasuke kembali melumat bibir Naruto dengan ganas. Lidahnya menyapu rongga-rongga mulut Naruto. Sedangkan pinggulnya semakin liar menubruk bagian bawah tubuh Naruto.

"Belum..sayang...aku masih belum..puas.."

Ploookkk...!pllooookkkkk..!..pplllllooo..kkk..!

Sasuke kembali mengangkat Naruto dan mereka kembali berciuman dengan liar. Kali ini Sasuke membawanya ke kamar tidurnya. Penisnya masih tertancap di dalam anus Naruto dan Naruto tak ingin kehilangan benda besar yang bersarang di anusnya.

"Ahh..!.."

Sasuke merebahkan Naruto diujung ranjang. Kepalanya kini hampir keluar dari ranjang. Dan Sasuke tak peduli dengan itu karena setelahnya ia kembali menyodok anus Naruto dengan brutal. Kedua kaki Naruto ia rentangkan selebar mungkin dan ia letakkan di kedua bahnya.

"Kau suka..itu..huh...kau terlihat..aahh.. sangat menyukai penis ku naru-chan. " ucap Sasuke menyeringai saat mendapati putranya tak berdaya dalam permainanya. Penisnya terus menubruk prostat Naruto berkali-kali. Sasuke memang sengaja menahan spermanya agar tidak keluar karena ia masih ingin membuat Naruto ketagihan dengan penis besarnya.

"Yah...ahhh...Daddy...aku suka..itu...sodok...aku..lagi..daddy..ahhh...!"

Air liur Naruto menetes deras kedagunya. Lidahnya terus menjulur bercampur saliva nya.

Erotis...sungguh erotis..

Naruto sudah tak sanggup lagi saat ayah tirinya membobol lubang anusnya dengan brutal bagaikan binatang di masa kawinnya.

"daddy..dad..ahh...dad...dy...ahhh...

dady...ahhh...nikmat..!" Naruto mendesah tak karuan. Ayah tirinya sungguh luar biasa staminya. Ayahnya bahkan belum sekalipun keluar. Sedangkan dirinya sudah berkali-kali keluar namun ayahnya kembali menyodok anusnya tanpa jeda.

"kamu..mau..aku..keluar..dimama..

baby..hmm...?" ucap Sasuke berbisik di teling Naruto, sodokannya kian liar dan brutal hingga setengah tubuh Naruto sudah hampir berada di luar ranjang.

"Ahh..di..dalamm..ahh..daddy..ahh...

lubang ku sangat lapar keluarkan di dalam... ahh...ahh...oohh..!"

"aku tidak bisa mendengarmu..."

Plookkk...ploookkk...plookkkk...!...plokk...!..plokk..!

Sasuke menjilati bibirnya berkali-kali saat melihat tubuh Naruto yang hampir sampai. Sungguh pemandangan yang menakjubkan. Ia tak menyangka bahwa putranya yang belum genap berusia 17 tahun sanggup mengimbangi stamina nya.

'Kau sangat sexy...Naruto..'

Naruto mencoba menggapai ayahnya. Sasuke pun menarik tubuh Naruto agar kembali berada di tengah ranjang dan kembali menyodok anusnya dengan liar.

"Daddy...ahhh...!..nikmat...nikmatt...ahhhh...!" Naruto lantas meraih wajah Ayahnya dan menjilati pipinya penuh nafsu sambik berbisik di telinga ayah tirinya.

"Keluarkan spermamu..daddy..keluarkan di dalam lubang anusku..masukkan sedalam..ahh..mungkin..dad..ahh..!"

Sasuke yang mendengarnya semakin tak bisa mengontrol libidonya. Ranjang berderit nyaring seiring sodokan liarnya. Ia pun langsung memeluk erat tubuh mungil Naruto tanpa menghentikan sodokannya.

"Aku..akan memenuhi lubangmu dengan spermaku..sayang.." jawab Sasuke penuh nafsu.

Ploookkk..!..plookkk...plookkk...!

Kedua kaki Naruto terkulai tak berdaya di bahu kanan kiri ayah tirinya sedangkan Tangannya lemas di samping kepalanya. Tangannya bahkan sudah tak sanggup untuk meremas sprei di bawahnya. Desahan desahan Naruto menambah suara di dalam ranjang privat milik orang tuanya.

"Ahhh...ahhh..!...dad..aa...hh...!"

"Aku keluar...Naruto..." dan saat itulah Naruto memuntahkan madu putihnya yang mengenai dada bidang ayahnya. Sedangkan sodokan ayahnya semakin liar dan brutal.

"Hooohhhhh...aku..keluar...sayang..." Sasuke membenamkan penisnya sedalam mungkin saat ujung kejantanannya menembakkan benihnya kedalam lubang hangat putranya.

Penis Ayahnya terus menembakkan spermanya seperti air keran. Sebagian bahkan keluar membasahi sprei di bawahnya. Naruto menyentuh perutnya yang sedikit membesar akibat sperma ayahnya. Keduanya saling mengatur nafas masing-masing.

"Kau tidak berpikir ini sudah selesai kan sayang"

Sasuke mengangkat tubuh Naruto dari atas kasur saat kaki Naruto melingkar erat di pinggangnya. "Terus gerakan tubuhmu Naru!" perintah Sasuke, dan Naruto menurutinya dengan manis.

Naruto memeluk leher Sasuke dengan erat. Ia mengecupi bibir Sasuke, ketika Naruto menaik-turunkan tubuhnya dengan semangat, memanjakan terus dirinya dan Sasuke.

"Ah, Daddy! Posisi ini membuatku gila!" Naruto menggeram dikala ujung penis Sasuke yang mencuat ke atas menggesek tonjolan-tonjolan di prostatnya.

"Sangat dalam daddy...ohh nikmatt..."

"emmhh...Terus mendesah Naru aku suka suaramu..ahh"

"Uuh… ahh...ahh...ahh...ohh..eemhh Daddy?" Naruto bingung saat tiba-tiba Sasuke berdiri, dengan membawa Naruto didepannya. Penis Daddy nya masih tertanam didalam Naruto.

"Daddy kenapa berjalan..ahh"

"Bukankah ini lebih nikmat Naru"

Ia berjalan mengelilingi ranjang sambil menggerakkan bagiannya yang ada didalam Naruto. Saat ia terus menyodok lubang Naruto,

"Dad...ohh..penismu semakin Besarr"

Naruto mendongak nikmat keatas.

meneteslah cairan putih kemerahan dari lubang Naruto. Naruto memeluk leher Sasuke kuat-kuat, dan kakinya ia silangkan dipinggang Sasuke.

"Ahh..ahhh...Dad...Ahhh!" Naruto menjerit kecil saat Sasuke menabrakkan punggungnya ke tembok.

"Maaf Dobe, aku lelah berjalan terus," kata Sasuke sambil kembali mengeluarmasukkan batang penisnya didalam Naruto.

"Aahh Daddy lelah! berjalan ahh..… tapi Daddy gak lelah… memasukkan penis mu didalam ku Aaah!"

"Hn. Tentu saja sayang." Sasuke Menyerigai mendengar itu

"Daddy Naru Lelah...ahhh...ahh"

"Sabar, Naru. Satu kali lagi, dan kita berhenti."

"Uuh… Satu kali lagi… atau satu gaya lagi, Dad ?"

"Hm? Kenapa kau tiba-tiba…" Sasuke menyeringai,

"…bertambah pintar, hn?" Sasuke menurunkan Naruto, dan Naruto menunggingkan tubuhnya.

"Ahhh...Daddy terlalu dalamm..."

"ahh...Lubang mu sangat nikmat dan hangat Naru dia menelan habis penis Daddy..ohh...sial.."

"Daddy..ahh..ahh...ohh..Naru mau keluar Dad"

"Bersama Naru...ahh!"

"DADDY...!!"

"NARU...!!"

Crrooot...crroott...crooott

"Hah...hah...Hangat daddy" Tubuh Naruto mengelejang nikmat menikmati pelepasan nya dan cairan hangat Daddy nya

"Kau lelah..." ucap Sasuke seraya mengeluarkan kejantanannya dan lelehan sperma membalut penisnya yang masih berdiri tegak.

Damn..dia terus ketagihan dengan tubuh putranya. Di lihatnya lubang Naruto telah melar sempurna.

"Daddy...happy birthday..." sambung Naruto seraya meraih wajah ayahnya dan menciumnya mesra.

"Ronde selanjutnya..baby.." bisik Sasuke sambil menggigit cuping Naruto.

"Ahhh...ahh..." Naruto kembali mengapit pinggul ayahnya dengan erat. Dan penis ayahnya sudah kembali masuk kedalam anusnya tanpa di perintah dan Naruto menyambutnya dengan senang.

"Iyya..daddy...ahhhh..."

Dan setelahnya hanya di isi dengan desahan-desahan merdu dari bibir Naruto yang menggoda.

Tbc..