Hololive : The Rise Of Demonlord

Chapter 1 : keanehan


ini merupakan sebuah amaran atau peringatan yang harus dibaca sebelum membaca :

1. ini hanyalah fiksi dan karangan fans gaje, jadi mohon maaf jikalau ada karakter yang OOC atau cerita yang tidak jelas atau tidak nyambung

2. nomor 2 hanyalah sambungan yang pertama yaitu harap maklum jikalau ada typo dan keanehan disini

3. penulis hanyalah penggemar hololive yang suka ngehalu dengan cerita yang aneh, jadi penulis mohon saran dan masukan di kolom review

4. dah itu aja selamat membaca dan semoga betah membaca :v


Holo server memanglah sangat damai keadaannya, dimana-mana terlihat pemandangan yang indah serta terlihat banyak orang yg beraktivitas

Moona hoshinova sang gadis bulan berambut ungu nampak sedang membangun market bersama dengan kouhainya yaitu pavolia Reine sang gadis merak berambut putih. Mereka nampak kompak karena ini merupakan proyek mereka bersama serta dibangun di area id yg menjadi bagian dari wilayah mereka

"Moona simpai apa ini udah cukup ?" Tanya Reine kepada moona yg saat itu moona sedang berada di bawah sembari memperhatikan bangunan yg seperti lagi selesai dimana posisi Reine saat itu berada di atas bangunan yg mereka buat

"Sepertinya udah cukup Reine, dan turunlah akan bahaya jika kau mati, cukup trader dijadikan tumbal dari proyek kita jangan sampai dirimu" ucap moona dengan nada sedikit bercanda kepada Reine serta menyuruhnya turun dari sana

"Ahhh baiklah moona simpai" jawab Reine sembari menuruti perkataan sempainya, dimana dia turun dengan menggunakan sebuah tangga yg kebetulan dibangun sementara disana agar mempermudah mereka membangun proyek mereka

Setelah turun terlihat moona nampak menyediakan secangkir 'es krim alpukat' yg kebetulan resepnya dia dapatkan dari searching di google yg resep itu ahhh sudahlah nanti tahu sendiri

"Terima kasih moona simpai tapi etto ini apa?" Tanya Reine sembari dia nampak mencoba es krim tersebut yg rasanya tentunya terlihat agak aneh serta rasanya yg terlihat familiar

"Itu adalah eskrim sawi plus susu, bagaimana rasanya mirip alpukat bukan ?" Jawab moona dengan nada yg tidak berdosa serta ekspresi Reine yg nampak terkejut karena dia merasa tertipu dengan rasanya

"Ehh serius tapi kok mirip alpukat ?" Tanya Reine kembali yang tidak mempercayai es krim yg dibuat oleh senpainya itu adalah sawi plus susu

"Tentu saja aku tidak bohong, kan moona tidak pernah salah" jawab moona dengan nada khasnya yg ahhh membuat siapapun mungkin agak bingung menebak ekspresinya

"Ahh baiklah moona simpai lalu apa yg harus kita lakukan sekarang?"

"Tentu saja pulang, karena hari sudah mulai gelap dan akan banyak monster jika kita tetap berkeliaran" jawab moona sembari dia nampak berjalan menjauhi Reine dan berkata Kembali "kalau gitu sampai jumpa besok "

"Ahh baiklah moona simpai sampai jumpai " jawab Reine sembari dia berjalan pulang ke rumahnya yg tidak jauh dari sana

Sementara itu di tempat lain, lebib tepatnya di sebuah rumah yg berada di area kesentsu nampak seorang gadis kuil berambut merah muda, siapa lagi dia kalau bukan sakura Miko nampaknya dia sedang mempersiapkan blue print projects dia yg akan dia bangun tidak jauh dari kediamannya

"Ah sepertinya sudah siap" ucap Miko sembari dia mulai berjalan memantau kensentsu nya yg mulai ramai dengan orang orang yg berbelanja disana sebab kesentsu yg dia bangun merupakan sebuah pasar makanan yg terkenal dengan dekorasi bangunannya yg unik

Tak berselang lama saat dia berjalan dan memantau dia melihat sebuah kotak dengan sebuah papan diatasnya, Miko nampak mendekati papan itu dan membacanya dengan teliti

"Miko senpai selamat hari Valentine" itulah yg tertulis di paragraf atas dan dilanjutkan dengan tulisan "moona FAQ Miko" dan dilanjutkan tulisan dibawahnya yaitu "moona holosantos"

Melihat tulisan itu miko menunjukkan ekspresi senang yg luar biasa karena beberapa waktu yg lalu dia baru saja kehilangan barangnya dan tentunya dengan mendapatkan barang dari moona dia nampak senang sekali karena semua barang diberikan adalah barang yg penting dan mahal serta dia langsung masuk ke rumahnya dan menaruh barang barang pemberian moona di tempat yg aman di rumahnya

Sementara itu tidak jauh dari Miko terlihat seorang villager yang nampak berperilaku aneh, dia nampak mendekati Miko perlahan lahan namun sebelum mencapai moona dia langsung terjatuh dan tewas akibat jebakal api yg dibuat Miko untuk menghalau maling memasuki rumahnya namun terlihat ada sesuatu yg jatuh di dekatnya yang tanpa disadari oleh Miko

Selanjutnya setelah dia mengkemasi barang-barang pemberian moona ditempat aman Miko nampak melihat ada kebakaran di depan halamannya, dengan ekspresi paniknya dia langsung segera mencari air dan memadamkan api tersebut dengan bersusah-susah payah serta ekspresi paniknya yg terus tergambarkan karena dia sangat khawatir akan terjadi kebakaran dan membuat bisnis kesentsu ya hancur

"Yabe yabe, harus cepat harus cepat" ucap Miko dengan nada paniknya dimana dia terus memadami api hingga setelah beberapa lama dia berhasil memadamkan api yg ada di depan rumahnya hingga dia memutuskan untuk duduk sejenak di kursi santai yg tak jauh dari sana

"Akhirnya selesai" ucapkan sembari dia melepas lelah karena harus bolak-balik ke kamar mandi mengambil air untuk memadamkan api akibat jebakan yg dia buat sendiri, namun pandangan dia teralihkan tak lama setelah itu karena dia melihat ada semacam surat yg nampak tidak terbakar bahkan tidak basah oleh air dan juga tidak hangus seperti yg ada disekitarnya sehingga membuat dia heran dan menghampirinya benda tersebut

"Apa ini?" Ucapnya sembari mengambil dan melihat isi surat tersebut yg rupanya merupakan peta dari end city dan tentu saja dia nampak senang sekali karena mendapatkan peta ini cuma cuma walau dia sebenarnya curiga namun dia mau membuktikan apakah ini benar apa tidak keesokan harinya

Keesokan harinya terlihat Miko sudah menggunakan armor lengkap beserta elytra dia nampak keluar dari rumahnya dan tentunya terlihat matahari yang baru saja terbit dengan indahnya sembari terlihat polka sang gadis badut menghampiri Miko dan berkata

"Miko senpai konichiwa" ucap polka sembari dia nampak secara tak sengaja memukul Miko sehingga membuat Miko sedikit kesal dan langsung balik memukulnya, dan untung saja setelah kejadian tersebut polka nampak meminta maaf dan memberikan beberapa makanan untuknya sembari dia bertanya ke Miko karena melihat Miko nampak berpakaian siap tempur, namun Miko nampak tidak menjawab dan dia hanya menunjukkan sebuah peta kepada polka yg mengarahkan ke end city

Melihat itu polka nampak senang dan ingin ikut bersama Miko, namun Miko menolak dan dia mau kesana sendiri mengingat dia lagi mau berkelana seorang diri, mendengar jawaban dari Miko polka hanya bisa terdiam dan menuruti apa mau dari Miko yaitu biarkan dia sendiri kesana sehingga percakapan singkat ini berakhir dengan kepergian Miko meninggalkan polka disana

Sementara itu polka yang hanya bengong melihat Miko yang pergi sendirian dikejutkan dengan telpon yg baru saja berbunyi sehingga membuat perhatian dia yang awalnya ke Miko menjadi ke telpon dan terlihat disana panggilan group ada flare sang gadis setengah elf, botan sang gadis singa dan kanata si gorilla tenshi

"Moshi Moshi polka disini"

"Ahhh akhirnya tersambung" ucap flare yg nampak memulai percakapan

"Ehh flare senpai, ada apa" tanya polka yg nampak kebingungan

"Tidak hanya ingin bertanya saja beberapa hal tapi sebelum itu bisa cari tempat yang agak sepi karena ini agak rahasia" jawab flare sembari terlihat polka mulai mencari tempat yang tidak terlalu ramai yaitu di halaman belakang rumah Miko Tepatnya dia pergi

"Sudah flare senpai" jawab polka yang mana polka sudah berada di halaman belakang rumah Miko sembari melihat sekitar yg sepertinya aman

"Baiklah sebelum itu apa kamu mendapatkan surat aneh di depan rumahmu ?" Tanya flare mulai serius sementara botan dan katana nampak menyimak saja untuk saat ini

"Tidak flare senpai, memang kenapa ?" Tanya polka balik

"Ahh sepertinya hanya aku dan botan yg mendapatkannya" jawab flare yg nampak dia sedang memikirkan kejanggalan ini

"Dan juga polka apa kamu melihat Miko senpai, tadi aku menghubunginya tapi tidak dijawab " tanya botan kepada polka dimana terlihat kali ini botan memulai pembicaraan yang nampaknya ini mirip sesi interogasi daripada bertanya

"Soal itu tadi dia mau ke end city dengan pelataran lengkap" jawab polka jujur kepada Miko dimana terlihat flare, botan dan kanata nampak terkejut dengan jawaban polka

"Serius ? Ini gawat, oh ya apa dia membawa semacam surat itu ?" Tanya flare dengan nada resah yg sepertinya dia sangat mengkhawatirkan senpainya tersebut

"Senpai apa sebaiknya kita ketemu langsung saja dan menyusul Miko senpai" ucap kanata memberikan ide yg cukup briliant yg langsung saat itu disetujui oleh semuanya sehingga menutup telponnya setelah sepakat berkumpul di dekat sekolah gorilla (kanata castle)

30 menit berlalu terlihat semuanya sudah berkumpul dan terlihat semuanya memilih berkumpul di dalam sekolah gorilla karena Cuaca yg mendadak hujan lebat diserta angin sehingga hal ini membuat mereka tambah mengkhawatirkan

"Bagaimana ini ? Jika begini terus kita tidak bisa menyusul Miko senpai" ucap kanatan yg nampak dia agak sedikit panik dengan hujan yang terus membasahi area hololive

"Sebaiknya kita langsung saja dan jangan lupa pakai penangkal petir di armor kalian " ucap flare memberikan saran sembari dia berdiri dan bersiap untuk menyusul senpainya tersebut

Akhirnya mereka mulai bergerak melewati hala rintangan berubah hujan yg cukup deras serta hala rintangan lain yaitu berupa petir yg terus menyambar dimana mana bahkan mereka melihat petir nampak menyambar di arena id tapi ntah yg disambar namun tetap saja itu sangat mengejutkan karena bunyinya yg keras sekali.

Dan akhirnya setelah menempuh perjalanan 10 meni dengan menggunakan kuda, mereka akhirnya sampai ke stringhold yaitu tempat dimana portal end city berada

Namun terlihat flare nampak curiga karena ada sosok hitam misterius yang nampak berada di depan stronghold sehingga menyuruh semuanya berhenti dan dia Napak berjalan mendekati sosok tersebut yg tentunya sosok tersebut nampak berkata

"Demon lord akan segera bangkit dan menguasai dunia" ucap sosok tersebut yg tentunya membuat semuanya menjadi terkejut karena nadanya yg menakutkan

"Siapa kau" ucap flare yang nampak sedikit terpancing dengan perkataan dia, namun terlihat sosok itu langsung berlari ke dalam dan membuat flare dan yg lain terpaksa mengejarnya hingga berada di ujung tepatnya di portal end city dan sosok itu kembali berkata

"Bencana terbesar akan segera dimulai, kalian tidak akan bisa mengatasinya" ucap sosok tersebut yang mau diserang oleh flare dengan pedangnya namun terjadi keanehan dimana sebuah ledakan terjadi yg membuat flare dan terpental beberapa meter, bukan hanya itu saja tapi portal menuju end city bahkan portal lainnya mendadak nonaktive membuat semuanya menjadi panik dan khawatir akan keadaan Miko serta Polka berkata

"Bagaimana ini senpai ?" Tanya polka yg terlihat dia agak panik melihat portal end city yang mendadak non aktive

"Kita hanya berharap Miko baik baik saja dan tidak apa apa" ucap flare dengan penuh harap agar Miko baik baik saja sembari dibopong karena flare mengalami luka dibagian kaki dan Pundak akibat ledakan sosok misterius barusan

Sementara itu Miko yg nampak terus berjalan menuju kota end nampak didepannya terlihat sebuah kapal dan kota melayang bewarna sedikit merah, dia nampak senang karena berhasil menemukan kota ini dengan cepat namun dia tidak menyadari bahwa ada sosok misterius yg mengikuti dia dari jauh

Siapa dia ? Dan mau apa dia mengikuti Miko? Mari tunggu chapter selanjutnya

=Bersambung=