Disclaimer : Semua unsur animanga di fanfic ini bukan punyaku
Warning : Typo, EYD berantakan, Alur gado gado, Fem!Akashi(Seira)
.
"Dai-chan!"
Pintu di buka secara paksa, gadis gulali muncul dari balik pintu dengan tatapan kesal yang di tunjukan pada remaja pemilik nama Aomine Daiki. "Aku tahu kau bersembunyi di sini, membolos latihan dan membaca majalah vulgarmu." Gadis itu kembali berujar.
"Ya kau memang sudah tau, hampir setiap hari kau mengulangi kata kata yang sama." Iris biru tua tidak sedikitpun teralihkan pada majalah vulgar di tangan nya. Berbaring menghadap matahari langsung tanpa sedikit pun terganggu oleh suhu cuaca.
"Aku tidak peduli harus mengulanginya berapa kali, tapi kau harus latihan, Dai-chan." Momoi Satsuki melangkah pelan, mendekati remaja laki laki itu. Tatapan kesal nya belum menghilang.
Aomine hanya melirik dari ujung mata nya, decihan pelan meluncur begitu saja dari mulut nya, "Dan aku tidak peduli berapa kali pun aku harus menolak ajakan mu. Berhentilah mengoceh dan urus semua urusan mu sendiri, Satsuki."
Mengabaikan itu, Momoi lebih memilih mencari bahan pembicaraan lain. Jika Aomine sudah berkata seperti itu, tak ada yang bisa ia lakukan lagi. Sebuah perubahan sangat di sayangkan dari Aomine dan jelas Momoi tau apa yang membuat nya menjadi seperti sekarang.
"Kalau begitu, temani aku melihat pertandingan Tetsu-kun!" Ada binar kecil di sepasang iris merah muda Manager basket Touo Academy, "aku dengar Seirin sudah bertambah kuat sejak Interhigh berakhir, aku ingin melihat perubahannya."
Hanya dengan mendengar itu saja sudah memberi Aomine keyakinan jika niat Momoi adalah mencari informasi. Ia tidak tertarik, tatapan nya masih sama, majalah Mai-san favorite nya.
"Lalu dengan begitu, apa yang akan kau lakukan?"
"Tentu saja mencari cara untuk mengalahkan Seirin, mereka cukup hebat dengan adanya tahun pertama meskipun kita sudah pernah mengalahkan mereka, kita tidak bisa terus bertaruh dengan sejarah." Momoi membanting pantat nya lembut kemudian meletakan papan dan secarik kertas di samping, ikut menikmati pandangan dari atap Touo Academy.
"Buang saja niat mu, Satsuki."
"Eh?"
Ada jeda bagi Aomine menanggapi pekikan tanya gadis yang menjadi sahabat masa kecil nya itu. Dalam posisi duduk, mantan Ace Kiseki no Sedai, tanpa keraguan sedikit pun mengatakan yang membuat untuk sesaat dunia Momoi pecah berkeping keping.
"Tidak peduli seberapa kuat lawanku, hasil nya akan tetap sama." Aomine berubah lebih parah setelah membantai Seirin, ini cukup membuat Momoi tidak nyaman. Remaja yang dulu sangat menikmati basket, sekarang menjelma bagaikan monster untuk setiap musuh nya.
Semakin Aomine berlatih, semakin kuat ia berdiri di lapangan, semakin ia merasa Basket tidak menyenangkan lagi. Momoi tau itu, satu satu nya harapan untuk membawa kembali hasrat bermain Aomine telah hancur lebur oleh skill nya sendiri.
Itu yang sahabat kecilnya hindari, sama seperti, "Kau takut sesuatu yang terjadi pada Naru-kun menimpamu bukan? Dai-chan."
Untuk pertama kalinya iris biru tua Aomine menggelap, tangannya terkepal dengan tanpa sadar merusak majalah favorite nya. Ekspresinya terganggu ketika Momoi menyebut nama orang yang telah ia anggap sebagai adik nya sendiri, seseorang yang bisa membuat Aomine merasakan betapa menyenangkan nya Basket.
"Ini sama sekali tidak ada hubungan nya dengan pengecut itu. Aku hanya terlalu kuat, itu saja."
"Menyebutnya sebagai pengecut, kau keterlaluan Dai-chan! Kau bahkan tidak mengerti perasaan nya." Binar kecewa mengambil alih kedua mata merah muda Momoi begitu saja. Tidak seperti Aomine biasanya, emosi nya selalu tidak stabil jika sudah membahas Naruto di dalam nya.
Aomine menghela nafas menenangkan mood nya. Keinginan nya membaca majalah menguap begitu saja, ia lebih memilih menggunakan nya sebagai penutup wajah. Pria berkulit gelap itu mengabaikan tatapan kecewa sahabat maca kecil nya itu, matanya mulai terpejam.
"Pengecut tetaplah pengecut tak peduli apapun alasannya, takut dengan kemampuan nya sendiri heh? Omong besar." Ada jeda sejenak, Aomine mulai menggali sesuatu dari dimensi ingatan nya mengenai masa lalu, Ace Touo itu terkekeh sinis.
"Untuk apa aku berlatih, menjadi yang terkuat di lapangan, mendapatkan seluruh perhatian penonton, aku hanya akan memaksakan diriku sendiri seperti pengecut itu. Aku yang sekarang, jauh lebih kuat dari nya kuso!" Meski terdengar seperti gumanan, Momoi masih bisa mendengar suara bergetar dari mulut sahabat nya.
Si surai merah muda hanya menatap Aomine prihatin, ia tahu alasan bagaimana Aomine begitu mencintai Basket, meningkatkan skill nya dan menjadi sekarang setelah alasan untuk nya terus bermain basket hilang begitu saja. Bagi Aomine, mengalahkan Naruto adalah salah satu tujuan terbesarnya dari awal, semua terus berjalan sesuai arus, Aomine mulai menunjukan sisi sensitif nya. Dan terciptalah kalimat satu satu nya yang bisa mengalahkanku adalah aku, kata kata Aomine untuk menekan seluruh perasaan nya selama ini.
Jika Aomine sudah mengatakan itu, berarti pembicaraan selesai. Momoi tidak memiliki satu pun kata motivasi untuk membuat Aomine bangkit seperti sedia kala, itupun juga berlaku untuk anggota Kiseki no Sedai, alasan bagaimana mereka mulai berubah satu persatu.
Mungkin bagi semua orang puncak kejayaan Kiseki no Sedai hanya karena pengaruh 5 pemain dan satu bayangan, namun bagi Kiseki no Sedai, sosok Uzumaki Naruto bukan hanya sekedar kartu truff, Naruto adalah dasar nya, menggerakan semua nya, mengontrol Kiseki no Sedai menjadi satu seperti yang semua orang ketahui hingga detik ini.
Dan apa yang terjadi jika Kiseki no sedai kehilangan penopang nya? Semua runtuh seperti bangunan yang telah kehilangan semua pillar nya. Inilah asal muasal perubahan Kiseki no Sedai di lapangan, winning is everything! Meskipun dengan cara yang terbilang cukup egois.
.
.
.
Pertandingan antara Seirin melawan Josei semakin tidak terkendali, Seirin terus menerus mengamuk mengabaikan semua pasang mata yang menilai mereka sama, Seirin telah berubah! Bukan lagi tim selemah yang semua orang tau, cukup hanya dengan keberadaan satu orang di lapangan, merubah atmosfer pertandingan jauh lebih menekan, terutama untuk sang Ace dari Josei, Narumi.
71 - 38 Seirin lebih unggul dan serangan demi serangan selalu terkendali seperti sudah di rencanakan kecuali keadaan Ace Seirin yang memprihatinkan. Tidak satu pun dunk berhasil, di jaga oleh dua pemain memang cukup merugikan meskipun Kagami bisa melompat, namun sama sekali tidak bisa mengendalikannya.
16 detik sebelum Quarter keempat berakhir, Riko menatap lapangan dengan ekspresi yang tak nyaman. Memang Seirin unggul cukup jauh, tapi yang membuat nya seperti ini adalah keadaan Kagami. Performa babak penyisihan Winter cup adalah performa terburuk bagi Kagami.
Hanya sekali lihat pun Riko tau jika emosi Kagami saat ini tidak bagus. Ia menyeringai tipis meski tanpa ia sadari seluruh pemain Seirin yang duduk di bench merinding menahan ngeri. Mereka jelas paham, sangat paham jika dalam 25 detik Kagami dalam bahaya.
.
"Mengejutkan, bahkan dalam permainan buruk Ace mereka saat ini, Seirin masih bisa bermain seperti biasa, terutama... " Senyum setipis serat terpampang di wajah mencurigakan kapten Too Academy itu, "Pemain no punggung 12 dengan permainan tidak biasa miliknya, ia memiliki bakat untuk mengeluarkan seluruh kemampuan teman satu tim nya hingga ke titik tertinggi."
Sebagai seorang Point Guard, Imayoshi jelas melihat seluruh kelebihan Seirin memiliki Naruto sebagai playmaker nya. Ia merasa tertantang dengan anak baru itu. "Kecepatan, akurasi, kontrol bola semua dapat di kendalikan seolah olah bola menjadi bagian dari tubuh nya." Imayoshi sama sekali tidak menurunkan senyum tertarik nya. "Menakutkan... "
Sakurai di samping nya tampak menyimak pertandingan dengan raut wajah serius terutama untuk Point Guard dari Seirin. "Dia bukan Point guard biasa. Dari gerakan sangat halus untuk seorang Point Guard seakan akan, ia bisa berada di posisi mana saja termasuk Shooting Guard."
"Jadi kau menyadarinya, Sakurai?"
"Eh Sumimasen!"
"Itu benar, pada umum nya hal yang sangat di butuh nya untuk Point Guard adalah akurasi operan dan kontrol terhadap bola. Bisa kau lihat perbedaan dari umpan no 14 dan tembakan tiga angka dari Hyuga, si no 14 ini melakukannya dengan gerakan jauh lebih halus, sangat terbalik dengan Hyuga yang melakukannya dengan sederhana." Imayoshi menyipitkan matanya, tatapan lurus ke pertandingan di mana Seirin mendapat kan bola out setelah dunk keras Kagami berhasil di hentikan, lalu matanya teralihkan pada sosok yang membuat nya tertarik kali ini. Trio Ace Seirin berkumpul dengan Naruto sedang membisikan sesuatu.
"Dia mengingatkan ku dengan Midorima, satu satu nya pemain yang ku ketahui dapat melakukan Fade Away dengan gerakan seindah itu." ucap nya tenang namun secara bersamaan pikirannya terganggu oleh keberadaan Naruto di lapangan, otak nya berpikir keras bagaimana menghentikan pemuda berambut kuning yang saat ini mengenakan jersey Seirin bernomor punggung 12.
.
"Kau pasti bercanda kan?" Naruto hanya menunjukan seringai nya. Ketiga Ace berkumpul sembari menunggu bola di masukan. Kartu truff Kiseki no Sedai tanpa keraguan apapun memberikan sebuah rencana gila menurut Kagami namun sangat menarik bagi Kuroko.
"Jangan khawatir, kau hanya perlu percaya padaku dan melompat sekuat yang kau bisa." Kemudian Naruto menatap Kuroko sebagai kunci rencana nya kali ini, serangan terakhir sebelum Quarter ke tiga selesai.
"Kita punya kunci yang tidak mungkin dapat di patahkan oleh musuh, setidaknya untuk saat ini."
"Aku mengkhawatirkan mu bodoh! Bagaimana jika gagal?" Kagami mengacak acak rambut pemuda yang saat ini berdiri di samping nya gemas, bagaimana mungkin orang ini merencanakan serangan yang mustahil di lakukan dalam sekali coba. Mustahil mustahil, fix teman satu tim nya ini sudah geser.
Kuroko yang sedari tadi hanya diam mulai angkat bicara, "Kagami-kun memang yang terburuk, kau percayakan kekuatan Sugesti? Bagaimana mungkin kau akan berhasil setelah kau berkata mustahil."
Naruto menyengir, "Thanks sudah memberikan pencerahan pada si Baka ini, Tetsuya. Memang orang bodoh dan psimis masih saudara dekat."
"Teme apa apaan itu maksud nya, aku tidak bodoh, cuman kurang percaya diri dengan rencana tidak masuk akal mu." Perempatan siku siku mengungkap seluruh kekesalan Kagami, bagaimana mungkin dia berhadapan dengan dua orang pendek yang selalu menghinanya dengan wajah semenyebalkan itu, Kuroko saja sudah membuat nya kesal setengah mati bagaimana di tambah Naruto?
"Lihat bahkan dia mengaku dia orang yang psimis, tak beda jauh dengan orang bodoh."
"Kagami-kun kan memang bodoh!" Di balas gelak tawa Naruto dan umpatan Kagami mengabsen satu persatu penghuni kebun binatang. Ya setidaknya Naruto dan Kuroko berhasil membuat Kagami sedikit lupa dengan tekanan pertandingan.
"Dan Bakagami, kita tidak memiliki pilihan untuk gagal. Mungkin ini adalah hal baru untuk mu, tapi bisa kah kau percaya padaku?" Raut wajah Naruto jelas menunjukan bahwa dirinya tengah sangat serius. Dia perlu melakukan ini, jika tidak maka latihan bagaikan neraka satu bulan yang lalu takan berguna, jika bukan sekarang ini kapan lagi?
Meskipun masih kesal dengan panggilan Naruto, pada akhirnya tidak ada alasan untuk Kagami tidak tersenyum lebar, "Jangan kecewakan aku, Uzumaki!" Dengan langkah mantap, ia berlari menuju ke posisi nya menyisahkan Naruto dan Kuroko di sana. "Lakukan tanpa ragu ya, Tetsuya. Ini akan jadi combo dan senjata baru untuk Seirin, aku serahkan kuncinya padamu."
Naruto berlari pelan menuju ke posisi nya. Bola sudah siap di masukin oleh Kiyoshi. Dalam sekejap saja, hawa keberadaan Kuroko sudah lenyap dari sisi lapangan manapun, justru ini adalah awal mulai rencana.
"Aku tidak tau apa yang kalian rencana kan, tapi, kali ini pasti akan ku hentikan." Narumi berujar sembari menjaga nya, one on one. Ekspresinya yang tertekan berbalik dengan ucapannya. Ia tau tidak mungkin bisa mengejar ketertinggalan sekarang, namun bukan berarti Narumi mau mengalah begitu saja.
Naruto tersenyum kecil, "Tolong jangan terlalu keras padaku, senpai!" Justru terlihat menyebalkan di mata Narumi. "Lagipula, kami baru saja memulai nya lho!" Tidak ada lagi binar hangat di mata nya.
Wajah Narumi menegang, tubuh nya seperti di tekan, perubahan pada ekspresi musuh nya ini seakan akan mampu membuat siapapun bertekuk lutut di hadapannya. Seolah olah dengan bangga mengatakan dirinya seorang penguasa, seorang yang memiliki predikat tertinggi untuk menjadi raja lapangan.
'T-tekanan macam apa ini, k-kaki ku tidak bisa bergerak seperti tengah di paku.' Keringat bercucuran di dahi nya, selama Narumi bermain basket di Josei, baru kali ini ia merasakan ketakutan seperti ini hanya dengan perubahan ekspresi seseorang.
Hal sama juga di alami oleh Riko. Iris coklat nya melebar begitu melihat tak ada lagi ekspresi ramah Ace baru mereka. "Konsentrasi yang menakjubkan, aku tidak tau ada pemain seperti ini." ucap Riko pelan di setujui oleh seluruh pemain cadangan Seirin.
"Atmosfer semakin panas di saat sisa sisa Quarter terakhir tidak memungkinkan pemain untuk berkonsentrasi hingga ke titik ini, dia... tidak mungkin akan bermain serius kan?" Izuki menambahkan. Sebagai seorang Point guard, Izuki paham betul apa yang sedang terjadi di lapangan, pergerakan Naruto yang setiap langkah nya seperti sudah di rencanakan menjauh ke sisi lapangan begitupun dengan Narumi yang mengikutinya meskipun Izuki sangat yakin jika Narumi hanya mengikuti insting saja.
"Hyuga!" Tanpa ragu, Kiyoshi memberikan pass pada Hyuga yang saat ini berdiri di tengah lapangan. Mata nya melirik ke sisa waktu Quarter ke tiga, 12 detik. Lalu melirik ke seluruh pemain yang saat ini masih dalam posisi one on one dengan pemain Josei kecuali...
Mata nya tanpa sengaja melihat si pemain bayangan berlari melewatinya tanpa di sadari oleh pemain Josei, tanpa berpikir lagi, Hyuga pun tau apa yang harus dia lakukan apalagi setelah Kuroko melambaikan tangannya. Hyuga tersenyum kecil. "Jangan sampai salah, Kuroko!"
Bola terpantul, bounce pass sukses membuat pemain Josei bingung tidak menyadari Kuroko yang menghentikan langkah nya secara tiba tiba. Ia menarik tangannya, seakan bola berhenti tepat di hadapannya, dalam sekali hentakan, bola melesat bagaikan torpedo ke sisi ujung lapangan!
Apa yang dia lakukan?
Oi bahkan bahkan Ace Seirin melompat tanpa bola.
Tepat setelah Ignite pass membuat bola benar benar akan keluar lapangan, Kagami melompat tanpa satu pun pemain Josei mengikuti. Hampir seluruh pemain menatap bola dalam slow motion tanpa menyadari sepasang mata dari pemain Seirin menangkap seluruh pergerakan Josei.
Beberapa detik sebelum bola keluar lapangan, Naruto sempat melirik Narumi yang saat ini menjaganya, seperti dugaan awal bahwa operan aneh Kuroko dapat mengalihkan perhatian Narumi meski hanya beberapa detik sebelum Narumi kembali mengalihkan perhatiaan ke dirinya, tapi itu cukup karena saat ini, Naruto tidak terhentikan.
Wush!
Naruto punya kecepatan di atas rata rata, tujuan awal nya bergerak ke sisi lapangan sebelum Hyuga mengoperkan bola pada Kuroko jelas untuk sekarang. Naruto melompat, bola dengan kecepatan tinggi berhasil ia dapatkan dalam posisi yang sangat sulit, style three point tanpa jeda tempo langsung ia tembakan ke ring mengabaikan tatapan tidak percaya dari seluruh penonton.
Tap!
Braakh!
Teeeettttt!
Dunk keras dari Kagami menjadi point terakhir Seirin. Penonton terdiam, hingga ketika Kagami menampakan kaki nya, teriakan pemuda itu membuyarkan penonton. Pemain Josei memandang itu antara tidak mempercayai dan lesu secara bersamaan.
"WHOAOAA APA ITU TADI?" Bahkan Kagami pun tidak mengerti apa yang terjadi, bagaimana dengan penonton? Jelas tak satupun dari mereka dapat mencerna combo dadakan itu.
"Tidak mungkin, bagaimana bisa mereka melakukan itu?"
"Astaga seumur hidup ku menikmati basket, baru kali ini aku melihat operan secepat itu, mereka anak SMA kan?"
"Yang benar saja, Point Guard mereka orang gila apa?"
"Sugoina~~ Seirin."
"Pertandingan berakhir, pemenangnya Seirin."
Bola yang melesat cepat hampir keluar lewat ujung lapangan secara mengejutkan berbelok arah menuju ring. Naluri basket Kagami bekerja sangat baik, bola berhenti tepat di telapak tangannya bahkan sedari awal tak ada niatan bagi Kagami menangkap bola, seperti bola sudah di atur untuk dirinya dan langsung menghantam nya ke ring.
"YOOAASHHHHAAAAAA! KITA MENANG!" Mengabaikan aksi spektakuler trio Ace mereka, Seirin berlari berkumpul di tengah lapangan, pemain Josei tertunduk lesu kalah di pertandingan perdana mereka penyisihan Winter cup. Kebanggaan mereka mengalahkan tim peringkat 6 di Interhigh kemarin, secara jelas Seirin meneriaki dirinya bahwa Seirin yang sekarang jauh berbeda dari mereka di Interhigh, memiliki wajah baru di depan tim tim kelas atas yang akan mereka hadapi, secara keseluruhan Seirin bukan lagi tim lemah!
"Kerja bagus, Uzumaki dan Kuroko." Hyuga tersenyum bangga sebagai kapten, ia merangkul kedua Ace Seirin secara bersamaan. 'Terlebih lagi kalian berhasil membuka potensi Kagami hingga ke titik ini.' batin Hyuga lagi tersenyum getir.
"Hai, arigatou senpai!"
"Semua berbaris," Seluruh pemain dari kedua tim berbaris dengan perasaan mereka yang berbeda beda. "Beri salam!"
"Arigatou Gozaimasu!"
.
Tersadar dari keterkejutan nya, mata Imayoshi semakin menyipit. Ia menaikan kecamatan nya, bahkan Sakurai di samping nya sejak pertandingan berakhir tidak bisa berkata apa apa, benar kata Imayoshi, mereka beruntung bisa menonton pertandingan kali ini.
"Jadi begitu... " Imayoshi menjeda kata katanya menarik perhatian Sakurai, "ini mengejutkan sungguh, terlebih lagi operan super cepat Kuroko dan no 12 lalu eksekusi Kagami seperti tiga pemain yang telah bermain bertahun tahun bersama, jarang kita menjumpai rasa percaya terhadap tim seperti mereka."
"Tapi tadi butuh lebih dari kepercayaan bukan?"
"Tidak, sekarang mungkin hanya itu tapi kedepannya jauh lebih mengerikan dari ini. Jika mereka telah bermain bersama selama bertahun-tahun, Kagami sudah berpikir jika bola memang akan datang kepadanya tanpa terkecuali, melompat tanpa ragu dan mengakhiri peran nya sebagai eksekutor."
Tatapan Imayoshi saat ini terpaku pada sosok Naruto tengah mengemasi tas nya, "Kuncinya adalah dia. Butuh kecepatan, akurasi, vision, prediksi dan kontrol bola bagus untuk memberikan operan ajaib seperti itu terlebih dengan hawa intimidasi yang mempengaruhi musuh. Kau tau, sejauh ini di tingkat SMA, hanya kapten Kiseki no sedai yang memiliki itu semua dan sekarang muncul satu pemain dengan tingkat sama mengerikannya."
Imayoshi berdiri dari tempat duduk nya di ikuti oleh Sakurai, "Ayo kita pulang, kita mempunyai PR yang harus kita selesaikan, kita tidak mempunyai waktu untuk bersantai santai sekarang."
.
"Jadi... " Riko melipat tangan nya di bawah dada nya yang rata, "bagaimana kalian menjelaskan semua nya?" Hawa intimidasi luar biasa sang couch membuat trio Ace Seirin berkeringat dingin.
"Apa? Kenapa tatapan kalian seolah olah mengatakan 'Jelaskan! Kau yang memulainya kan?' itu hah?" Naruto mendengkus kesal bagaimana Kuroko dan Kagami menatap nya seolah olah dia yang paling berpengaruh di sini.
"Kau tau kan Uzumaki, di antara kita bertiga hanya kau yang mempunyai kemampuan untuk menjelaskan."
"Itu benar."
Naruto menghela nafas pasrah mendengar dua tanggapan itu, mah rencana operan cepat itu hanya rencana dadakan melihat tak satupun lompatan Kagami memberikan point, ya bisa di bilang cuman mengandalkan reflek untuk Kagami.
"Benar, bagaimana kau bisa lolos dari penjagaan Narumi?" tanggap Hyuga, pasal nya saat detik detik terakhir pertandingan, ia sangat yakin jika seluruh defence Josei saat itu sudah mengunci pergerakan mereka di tambah lagi membelokan pass cepat Kuroko tanpa di sadari oleh satupun pemain, Naruto seperti menghilang dari pandangan semua orang.
Aku juga penasaran bagaimana kau bisa menghilang seperti itu, Uzumaki-san.
Yups bahkan menangkap pass Kuroko yang terkenal sulit.
Anak kelas satu ikut menanggapi
"Sebenarnya aku hanya memprediksi." Naruto mulai menjelaskan, semua orang kecuali Kuroko memasang telinga baik baik dan hanya satu object tatapan mereka yaitu Naruto.
"Prediksi?" beo Izuki tidak mengerti mewakili teman temannya. Naruto mengangguk, kemudian kembali menjelaskan, "Pada dasar nya, fokus semua pemain harus selalu pada bola, makro basket tentang peredaran bola sangat penting bagi pemain, ini pelajaran dasar seharusnya kalian para senpai pun tau." Semua mengangguk paham.
"Setiap defender satu hingga dua detik sekali pasti selalu melirik ke arah bola dan terus menjaga formasi bertahan mereka baik itu one on one atau dua lawan satu seperti yang terjadi pada Kagami. Untuk membuat Kagami lolos dari penjagaan, aku menggunakan hawa keberadaan bola yang lebih besar dari keberadaan Kagami."
"Hoo jadi alasan Kuroko-kun menembak jauh ketepi lapangan untuk mengalihkan perhatian?" Riko sepertinya mengerti, "Sebab itulah kenapa tidak satupun defender Josei bereaksi ketika Kagami melompat." Kiyoshi ikut menambahkan.
"Itu salah satu nya, sebenarnya ini hanya untuk mengecoh Narumi namun siapa yang menyangka dia bisa bereaksi dengan operan ajaib Kuroko." Meskipun hanya sekilas, Naruto tahu Narumi sempat melihatnya berlari mengejar bola, Naruto unggul dalam kecepatan tentu saja tidak bisa di hentikan.
"Mengecoh Narumi?"
"Hai, semua orang pasti mengira jika bola jelas akan keluar termasuk kalian bukan?" Naruto menarik sudut bibir nya melihat reaksi para senpai nya setuju, "Dan memberikan pass cepat tepat ke arah tangan Kagami dan satu satunya keharusan Kagami saat itu adalah memasukan bola!"
"Tapi itu tidak menjelaskan bagaimana kau bisa bereaksi cepat dengan pass cepat Kuroko-kun dan lolos begitu saja tanpa kami menyadarinya." Karena fokus semua orang saat itu adalah bola, jelas tak satupun di luar rencana Naruto melihatnya.
"Izinkan aku menjelaskannya, Coach." Akhirnya Kuroko angkat bicara, sepertinya Naruto harus berterima kasih setelah ini Kuroko mau membantunya.
"Seperti yang sudah kita ketahui, seluruh anggota Kiseki no Sedai memiliki kemampuan spesial mereka masing masing termasuk aku, namun tidak dengan Naruto-kun." Semua yang tidak mengenal Naruto jelas terkejut mendengarnya, mereka tau dari Kuroko jika Naruto adalah anggota Kiseki no Sedai terkuat, kartu truff yang mendapatkan julukan mengerikan dari publik tapi mereka tidak menyangka jika Naruto adalah satu satunya anggota generasi keajaiban tidak memiliki kemampuan unik.
"Kau tidak bercanda kan, Kuroko? Bagaimana mungkin Uzumaki ini tidak mempunyai skill spesial?" Kagami mungkin tau Naruto di Amerika sebagai Point Guard terbaik tingkat SMP namun tidak mempunya sesuatu yang di anggap sebagai unik, jelas ia tidak mempercayainya, terlebih lagi ia baru saja menerima umpan ajaib Naruto yang super akurat.
Naruto mengulum senyum, memang apa yang salah dengan itu? Bahkan pemain NBA saja hanya mempunyai skill pada umumnya. "Itu benar kok, aku tidak bisa menembak sejauh Shintaro, selincah Daiki, meniru seperti Ryouta, menjadi defender sekuat Atsushi atau bahkan dengan mata Emperor, Sei-chan." jelas Naruto melihat teman temannya konfirmasi langsung.
"Namun Kiseki tetep Kiseki, mereka memiliki kualitas di masing masing keahlian mereka juga termasuk Naruto-kun. Tidak memiliki kemampuan spesial namun memiliki sesuatu yang tidak di miliki oleh anggota Kiseki manapun yaitu titik fokus tertinggi, menunjang seluruh skill nya selama ini." Untuk pertama kalinya Kuroko berbicara panjang lebar semenjak dirinya bergabung dengan Seirin.
"T-Tunggu tunggu, apa maksud nya dengan titik fokus tertinggi?" Anak kelas satu Furihata terlihat kebingungan, ia bukan satu satunya di sana yang tidak mengerti maksud penjelasan Kuroko.
"Mungkin tidak ada beda nya dengan kemampuan manusia menerima informasi." Riko menjelaskan, seperti nya anak Seirin mulai mengerti alur pembicaraan. Riko menatap Kuroko meminta penjelasan lebih.
"Benar, umumnya manusia hanya bisa fokus dalam satu object dalam waktu singkat dan menerima informasi dalam kurun waktu 20 menit. Namun Naruto-kun tidak demikian, titik fokus nya adalah seluruh lapangan, menerima informasi seluruh pergerakan musuh, dan memutuskan apa yang harus di lakukan kedepannya, singkat nya, Naruto-kun dalam konsentrasi penuh mampu mendengar bahkan merasakan langkah kaki pemain musuh lalu membuat celah nya sendiri."
"S-Seluruh lapangan, bukankah itu berlebihan?"
"Benar, dan bagaimana mungkin Uzumaki mengingat seluruh informasi yang ia dapatkan dalam waktu singkat?"
Anak kelas 2 tidak bisa berkata apa apa lagi. Tanpa mereka mendengar penjelasan lebih lanjut pun mereka tau bagaimana Naruto bisa menerima operan cepat dari Kuroko bahkan langsung mendorong nya ke arah Kagami.
Mungkin jika penjelasan Kuroko benar, maka Uzumaki Naruto sudah mencerna informasi minim seperti ekspresi dan lirikan defender musuh lalu dengan kecepatannya memanfaatkan waktu satu hingga dua detik yang Naruto miliki selama musuh melirik ke arah bola. Itu masih tidak masuk akal, sedetik ini waktu yang sangat singkat hei, dan Naruto mampu menangkap dan melepaskan bola dengan sangat sempurna seperti telah memiliki persiapan shoot yang cukup sekaligus, ingat dalam waktu satu hingga dua detik.
"Ya Tetsuya tidak salah, dan bagaimana aku bisa menembak tanpa jeda lalu tepat sasaran, sebenarnya semua orang bisa melakuannya, yang di butuhkan hanya akurasi dan kontrol bola, tentu saja ketergapaianya susah." Naruto mengeluarkan dua jari nya setelah menyebutkan syarat yang di perlukan. Teman temannya mengangguk paham, satu hal yang mereka tau saat ini adalah, Naruto jauh lebih mengerikan dari yang mereka pikirkan selama ini namun bagi Naruto, titik fokus satu lapangan belum bisa sebanding dengan kemampuan mata salah satu temannya di Amerika sana.
Kuroko hanya tersenyum kecil, tidak terlihat karena kecil nya lengkungan di bibir pemain bayangan itu. Kemampuan yang ia jelaskan tadi setengahnya berbohong, tentu saja informasi tadi berasal dari satu setengah tahun yang lalu, Kuroko tidak mengetahui seberapa jauh cahaya nya berkembang, yang ia ketahuan sekarang, Naruto jauh lebih kuat dari Naruto yang tidak memiliki hasrat bermain.
Naruto mungkin sekuat itu di Kiseki, namun bagi Kuroko dan pemain Kiseki lain nya, bukan segala kemampuan mengerikan Naruto dalam mengontrol bola orange di lapangan yang membuat nya sangat di hormati, tapi sesuatu yang membuat Naruto sangat pantas mendapatkan julukan sang Raja lapangan itulah yang membuat Kiseki no Sedai bergerak, mematuhi segala perintah nya dengan senang hati tanpa paksaan apapun. Naruto jauh lebih dari sekedar kartu truff Kiseki no Sedai.
Kuroko berharap, dengan kembali nya Naruto mampu mengembalikan Kiseki no Sedai yang dulu, karena tujuan Kuroko berdiri dan bermain di Seirin hanya untuk menyadarkan permainan salah mereka. Naruto itu berbeda, Kuroko percaya dengan cahaya nya.
.
.
.
.
Chapter 4. Raja Lapangan end
Yo halo, aku datang dengan chapter 4 yang lumayan pendek ini.
Sungguh, bagiku yang ga pernah nulis genre sport rada aneh sensasi nya, ah abaikan. Fanfic ini adalah hasil tulisan sepupu ku dari chapter 1 hingga 3, doi si El juga udah lulus SMP sekarang dan lebih milih buat ke pesantren jadi otomatis aku yang akan ambil alih, untuk perubahan gaya menulis ga perlu di herankan, aku udah minta izin ke doi, katanya dia ga bakal ada waktu nulis lagi, berhubung aku juga ga ada kerjaan, akun utama ku jarang di buka juga, jadi ga papa dah sambil ngikutin project ini.
The Rise Shinobi juga aku yang buat, ide cerita milik El tapi 100% hasil tulisanku sendiri.
Untuk fanfic ini mungkin kedepanya akan ku revisi seluruh nya di mulai chapter ini. Jujur aja, scane pertandingan yang di buat dia masih banyak jiplak Canon, ini sih lebih mengarah ke Canon yang cuman di tambahin karakter Naruto doang, serius deh letak fanfiction nya itu hampir ga ada kalo ga ketolong alur ori di chapter satu.
Balik ke pembahasan, chapter ini aku cuman ngasih gambaran peran Naruto di Kiseki no Sedai itu seperti gimana, dan sedikit nunjukin kemampuan Naruto di bagian passing dan reflek karena gimana ya, semua kemampuan Naruto itu memanfaatkan reflek cepat terhadap bola, kecepatan, dan kontrol bola.
Lalu sedikit OOC untuk Aomine jika menyangkut Naruto, sudah di jelasin di sini dan bagaimana hubungan kaya kakak adek antara kedua nya kedepannya.
Balasan Review :
Guest (Hanae) : Aku juga ga tau basket hehe tapi tetep aja nekat lanjutin ini fanfic, niat aja dulu kan bisa nyari informasi belakangan.
Genesis0417 : Kapan Naruto ketemu keluarga belum aku pikirkan haha, tapi ada momen nya. Untuk pair ada kok, ini juga yang ngebuat Naruto harus balik ke Jepang dan nuntasin keinginannya di masa lalu (ada di chap 1). Maa pantengin aja hehe
exolusiondo : Lawan Kiseki mah jelas ada, ini udah mau putaran ke dua tapi bakal ada yang aku ubah.
TOMBHIB12 : Sama seperti Kiseki kebanyakan yang Op nya ga ketulungan, tapi kalo soal ada yang ngalahin jelas ada meski hanya satu aspek.
Dan arigatou yang udah ngasih saran, pujian dan doa nya, ini sudah update. Next mungkin agak lama lagi, aku lupa alur KnB soal nya haha harus rewatch lagi.
Sampai jumpa di chapter selanjutnya, baybay.
