YOU ARE NOT MY WIFE [ChanBaek GS]
xxx
Park Chanyeol
Byun Baekhyun
xxx
#ig : ddnoona #wattpad : dnoonaa #joylada : dnoona
xxx
[Mohon maaf, Typo bertebaran]
Malam itu, seperti yang direncakan. Chanyeol dan Baekhyun akan bertemu untuk mengenal satu sama lain. First Restaurant adalah restoran yang dipesan oleh Nyonya Byun untuk pertemuan mereka.
"Oh kau sudah datang" Seru seorang wanita bergaun merah saat Chanyeol sampai.
Benar-benar dipersiapkan untuk ini. Ckh. Pikir Chanyeol saat melihat restaurant itu nampak sepi pengunjung dan wanita itu pasti Byun Baekhyun.
"Silahkan duduk, Park Chanyeol-sii" Sapa Baekhyun ramah.
"Baiklah, terimakasih"
Setelah duduk, Chanyeol baru menyadari bahwa meja mereka sangat penuh dengan makanan. Bukankah ini hanya makan malam yang singkat dan hanya mereka berdua disan.
"Apa kau yang menyiapkan ini semua?"
"Oh maaf, sejujurnya semua ini ibuku yang menyiapkannya tapi aku yang memilih menunya. Apa kau ingin mengganti menunya?"
"Hmm.. aku rasa tidak perlu"
"Baiklah. Mari silahkan"
Sungguh sangat berlebihan. Ini kan hanya makan malam biasa. Batin Chanyeol.
Mereka pun mulai memakan makan malam mereka. Tiba-tiba Baekhyun membuka suara.
"Oh iya Chanyeol-sii"
"Ehm?" Ujar Chanyeol acuh
"Aku dengar kau sempat menolak perjodohan ini. Mengapa?" Tanyanya penasaran.
"Mengapa Anda bertanya, Nona Byun? Anda terdengar seperti menyetujui perjodohan ini?"
"Hahaha.. sungguh Anda berpikir seperti itu?"
"Apa saya benar?"
"Hmm.. Anda seperti sedang memojokkan saya." Nyatanya Baekhyun merasa terpojokkan dengan pertanyaan Chanyeol yang terkesan tidak santai dan menyindir.
"Oh maaf, mungkin itu perasaan Anda saja."
"Ehm.. begitukah?" Jawab Baekhyun kaku.
Baekhyun mengira kalau Chanyeol sangat menolak perjodohan ini.
"Lalu mengapa Anda tidak langsung menjawab pertanyaan saya?"
"Entahlah, tiba-tiba saya ingin bertanya." Pria itu malah mengangkat bahunya
Ckh.. Baiklah.. aku akan mengikuti permainanmu Park Chanyeol-sii
"Sepertinya Anda hanya dapat menghindar dari fakta tanpa bisa mengatasinya. Apa menurut Anda, sikap seperti itu bisa mengubah keadaan? Ckh"
Baekhyun terdiam sesaat lalu ia melanjutkan kembali "Saya, Anda .. kita masih muda. Tentu baik saya dan Anda ingin menikmati hidup tapi berbeda dengan Anda yang menghindar dari masalah ini maka saya menyikapinya dengan santai."
"Maksud Anda?" Tanya Chanyeol lagi.
"Jalani saja semuanya yang sudah mereka atur. Tidak ada salahnya bukan? Setelah keinginan mereka tercapai, kita akan bebas dan melakukan semua hal yang kita inginkan dengan bebas tanpa mereka ketahui. See~ tidak ada yang akan berubah, Chanyeol-sii"
"Apa Anda pikir pernikahan adalah hal yang main-main?" Wajahnya nampak menunjukkan kerutan di dahinya.
"Well, Anda bisa berspekulasi begitu. Saya hanya tidak ingin ambil pusing masalah ini. Hidup itu terlalu singkat untuk di sia-siakan, Chanyeol-sii. Hidup ini hanya sandiwara jadi lakukanlah peran Anda dengan baik. Baiklah saya sudah selesai, saya pamit."
Baekhyun kemudian berdiri namun, sesaat kemudian ia membungkuk hormat.
"Senang berkenalan dengan Anda, Park Chanyeol-sii" Lalu wanita itu pergi meninggalkan Chanyeol sendiri disana.
H…hh.. wanita ini benar-benar diluar dugaan. Aku tidak menyangka.
Beberapa hari kemudian, waktu cepat berganti dan tak terasa Chanyeol dan Baekhyun akan merayakan pesta pernikahan mereka. Seluruh kerabat, pegawai, dan rekan bisnis telah diundang. Ini adalah pesta pernikahan yang akan digelar secara megah dan mewah.
"Nona Luhan, apa jadwal saya hari ini?" Ujar Chanyeol sembari menandatangani beberapa berkas di mejanya.
Tidak mendapat respon dari sekretarisnya, Chanyeol menengok Luhan yang masih berdiri tanpa megindahkan panggilannya.
"Nona Luhan?"
Namun, Luhan tetap tidak merespon. Pandangannya kosong.
"Nona Luhan !?" Gertak Chanyeol.
"Oh astagah… " Luhan kaget dibuatnya.
"Maaf sajangnim, Ada apa?" lanjut Luhan.
"Nona Luhan, Anda masih bisa bekerja dengan baik kan? Atau aku perlu mencari pengganti Anda?"
"Oh maaf sajangnim. Saya sedang tidak focus."
'Hhh.. baiklah.. beritahu saya jadwal hari ini." Helanya malas.
"Baik sajangnim" Luhan pun mencoba membuka buku agendanya.
"Hari in ada fitting baju pernikahan Anda dengan nona Baekhyun. Selanjutnya ada sesi pemotretan lalu pada -"
"Siapa yang membuat jadwal seperti itu?" Selanya tegas. Ada nada mengintimidasi disana.
"…" Luhan terdiam. Apa ada yang salah lagi? Pikirnya.
"NONA XI LUHAN. ANDA ADALAH SEKRETARIS SAYA DALAM PEKERJAAN INI BUKAN ASISTEN PRIBADI SAYA" Bentak atasannya tersebut. Pria itu marah dibuatnya.
"M.. maaf sajangnim. Saya hanya melakukan yang diperintahkan Ayah Anda. Saya tidak bermaksud apa-apa -"
"Ayah?" Pria ini bingung. Apa lagi yang diperbuat ayahnya itu.
"Iya sajangnim."
"Hhh.. Kapan ayah memerintahkannya?"
"Tadi pagi sajangnim, sebelum sajangnim datang. Maafkan saya" Ujar Luhan penuh penyesalan.
"Lalu bagaimana dengan jadwal saya yang seharusnya?"
"Itu~ ayah sajangnim sendiri yang akan meng-handle-nya."
Arrghhh
Hening
Luhan tidak mengerti bagaimana harus memposisikan dirinya saat ini.
"Hhh.. baiklah kau bisa keluar sekarang." Perintah Chanyeol.
"Baik sajangnim" Luhanpun berjalan menuju pintu.
"Nona Lu?"
Luhan berbalik
"Mafkan aku." Lanjut Chnayeol.
"Tidak apa-apa sajangnim." Luhanpun keluar
Jadi ini alasanmu untuk mengambil cuti panjang? Baru saja aku merasa senang karena kau disini tapi kemudian kenyataan ini membuatku terluka
Chanyeol calling …
"Eoh? Chanyeol?"
Mengapa pria itu tiba-tiba menelpon. Ku pikir dia tidak ingin direpotkan dengan rencana pernikahan ini.
"Hallo?" Ujar Chanyeol dari balik sambungan telpon.
"Eouh?"
"Kau ada dimana?"
Cih, Pria ini benar-benar tidak ada niat menelpon tapi menelponku. Bertanya seperti mengintrogasi. Dasar menyebalkan. Sebenarnya apa mau pria ini.
"Di butik kakakmu bersama ibumu juga."
"Aku akan kesana"
Tuuuutt..
Bunyi sambungan telpon berakhir. Tentu saja pria itu yang menutup telponnya secara sepihak.
Ehm terserahlah aku tidak peduli. Batin Baekhyun.
Sementara Chanyeol segera pergi dari kantornya.
Di butik kakak Chnayeol, Park Yoora
"Nah ini banyak sekali contoh gaun pengantin yang aku buat. Kau bisa melihat-lihatnya."
"Mana coba aku lihat."
"Memangnya tema seperti apa yang kamu inginkan, Baek?" Itu ibu Chanyeol.
"Sexy, elegan, dan berkelas." Ujar Baekhyun sekenanya.
Sungguh aku berharap kau mengutukku dan membenci calon menantumu ini.
Ibu Chanyeol nampak kaget dengan keinginan Baekhyun, untunglah Yoora segera memahami keadaan itu.
"Eomma~ tema pernikahan seperti itu memang sedang banyak digunakan jadi tidak ada salahnya Baekhyun menggunakan tema itu. Nah sekarang kau ikut mereka saja. Coba ganti dengan gaun yang kau inginkan." Ujar Yoora menenangkan.
"Baik eonnie."
Ibu Chanyeol adalah orang yang sangat lembut dan penuh kasih sayang, tradisional dan menjujung nilai kesopanan dan nilai leluhur. Beliau lebih suka ketenangan daipada keributan oleh sebab itu beliau banyak mengalah daripada melawan. Hatinya rapuh dan sifatnya yang lemah lembut.
20 Menit kemudian, Chanyeol tiba di butik kakaknya.
"Hey kau sudah datang?" Seru Yoora senang.
"Hmm"
"Baekhyun sedang ganti baju. Tungggu disini sebentar."
Lalu Yoora menghampiri kamar ganti.
"Bagaimana baek? Sudah?" Tanya Yoora.
"Sebentar lagi~." Jawabnya dari balik tirai.
"Chanyeol sudah datang. Ayo keluar"
"Baiklah sudah."
Baekhyun pun keluar dari kamar ganti
"Bagaimana?" Serunya senang.
….
"B.. baek.. hyunnie~" Ibu Chnyaeol merasa kaget dengan pilihan Baekhyun yang sangat sangat terbuka seperti itu.
Oh ayolah, beri aku makian dan kita lihat seberapa acuhnya dirimu padaku, Park Chanyeol-sii. hahaha
"Kau… Ikut aku." Dengan sigap Chanyeol menarik Baekhyun menuju kamar ganti.
"Yoora?~"
"Tenang Eomma.. tenang." Yoora pun nampak bingung dengan situasi seperti itu.
Di dalam kamar ganti
"Lepaskan... Aku bilang lepaskan.. ihhh…" Baekhyun terus mencoba menarik tangannya.
"Cepat ganti bajumu !?"
"AKU TIDAK MAU"
"AYO CEPAT GANTI"
"Apa-apaan sih."
"Kau ini tidak sopan sekali. Tidak lihat reaksi eomma saat kau berpakaian seperti itu?" Ujar Chanyeol marah. Matanya menunjukkan syarat kemarahan.
"Lalu apa peduliku?" Jawab Baekhyun acuh.
"Cepat ganti.. atau.. aku yang akan menggantikannya?"
Hhh.. dasar kolot. Lagian aku tidak peduli dengan apa yang harus aku pakai. Batin Baekhyun.
Sebenarnya aku tidak peduli dengan apa yang dia pakai tapi dia sudah bertingkah sangat tidak sopan di depan eomma. Batin Chanyeol.
Beberapa menit kemudian, Baekhyun dan Chanyeol kembali pada ibu dan kakak Chanyeol
"Hmm.. Bagaimana, Baekhyunnie?" Tanya ibu Chanyeol ragu.
"Dia akan mengenakan gaun yang ibu pilih jadi ibu pilihka saja yang terbaik untuk aku dan dia. Sekarang kita pilih saja ukurannya yang sesuai. Ayo kak."
Ckh.. tidak Tanya padaku? Baiklah TERSERAH KAU
"Oh baiklah. Ayo Baekhyunnie" Ajak kakak Chnayeol. Baekhyun pun mengikuti mereka.
