YOU ARE NOT MY WIFE [ChanBaek GS]


xxx

Park Chanyeol

Byun Baekhyun

xxx

#ig : ddnoona #wattpad : dnoonaa #joylada : dnoona

xxx

[Mohon maaf, Typo bertebaran]

Hari ini adalah hari Minggu, tepat dimana Chanyeol dan Baekhyun akan melaksanakan pernikahan mereka. Beberapa kerabat turut hadir disana pagi ini untuk melihat prosesi pernikahan mereka di gereja. Di tempat yang sama, Yoora dan ibu Chanyeol baru saja selesai dirias.

"Bagaimana eomma? Cantik tidak?" Ujar Yoora gembira.

"Cantik" Jawab ibunya itu tak bersemangat.

Yoora pun menghampira ibunya dan bersimpuh tempat didepan wanita itu.

"Hey~ eomma kenapa?"

"Yoora?-" Panggil ibunya sedih.

"Apa menurutmu, eomma sudah melakukan hal yang benar?"

Yoora tahu bahwa ibunya masih merasa bersalah atas permintaannya pada Chanyeol dan Yoora juga tahu seberapa keras ayahnya hingga ibunya selalu mengalah. Sama seperti ibunya, Yoora juga lebih memilih membiakan semuanya berjalan sesuai keinginan appanya.

"Eomma~" Yoora pun mendekat dan segera memeluk ibunya.

"Apa yang eomma lakukan semua yang terbaik untuk keluarga ini. Memang semuanya tidak mudah tapi eomma sudah melakukan hal yang seharusnya." Lanjut anak sulungnya itu.

"Begitukah?" Kini ibunya memberi jarak diantara mereka.

"Iya, eomma~ eomma tidak perlu khawatir lagi. Aku yakin Chanyeol bisa melalui semua itu dengan baik." Setidaknya hanya kalimat itu yang bisa Yoora rapalkan pada ibunya supaya tidak bersedih lagi.

Prosesi pernkahan pun akan segera dimulai tetapi baik Tuan Park dan Tuan Byun masih sibuk berbincang dengan rekan-rekan terdekatnya. Bahkan di dalam acara seperti ini mereka masih sibuk membicarakan tentang bisnis.

"Oh tuhan, semoga pernikahan ini berjalan lancar." Rapal Yoora dengan gugup. Adiknya yang menikah tapi dialah yang merasa gugup. Tidak lama kemudian sang adik keluar dari pintu samping dengan setelah jas hitam legam dan sepatu yang mengkilap, begitu tegas dan pas di badannya.

"Hey, senyum sedikit" Sindir Yoora mengejek.

"Hmm" Nada datar dan tak berminatlah yang menjawab sindiran kakaknya.

"Oh Tuhan~ lihat itu~ Baekhyun cantik sekali. Sudah ku bilangkan Baekhyun pasti akan sangat cantik."

Kedua mata saudara kandung itu saling bersinggungan dengan Maha Karya Tuhan yang telah menciptakan Baekhyun sebaik-baiknya manusia. Kulitnya yang putih seputih susu dan lembut seperti bulu halus sangat anggun dan pas dengan gaun yang saat ini dikenakan Baekhyun.

Namun Chanyeol mengabaikan itu, "Hhh.. dimana tuan Byun?" Tanyanya pada sang kakak.

"Oh sebentar~ sepertinya bersama ayah." Yoorapun meninggalkan Chanyeol.

Kalau begini upacaranya tidak akan mulai-mulai. Batik Chanyeol.

"Selamat, Park Sajangnim." Tiba-tiba suara wanita yang tidak asing baginya menyapa, Luhan. Xi Luhan - Sekretarisnya.

"Oh kau Lu."

"Selamat atas pernikahan Anda Park Sajangnim."

"Terimakasih." Lalu kemudian mereka saling diam hingga Chanyeol memutuskan pergi dari kecanggungan itu.

"Maaf sepertinya aku harus kesana." Ujar Chanyeol kemudian.

"Eum? Chanyeol?" Cegahnya pada Chanyeol

"Ehm?"

"Maafkan aku~" Tiba-tiba nada bicara wanita itu lesu dan sedih

"Lupakan saja Lu. Maaf aku benar-benar harus kesana."

"Baiklah, silahkan." Chanyeol pun undur diri.

Nyatanya kepergian pria itu mengisyaratkan penolakan, Chanyeol mungkin bisa berkata demikian tapi tidak dengan sikapnya. Bahkan Luhan tidak pernah merasa Chanyeol seacuh ini padanya. Dulu

Dan tibalah saat yang ditunggu-tunggu semua orang, prosesi pernikahan Chanyeol dan Baekhyun. Dimana semua orang duduk dengan rapi menyaksikan kedua mempelai berdiri di depan altar untuk saling mengucap janji pernikahan.

"Saya Park Chanyeol, berjanji akan mencintai Byun Baekhyun sebagai istri saya. -"

"- Dalam suka maupun duka. -"

"- Dalam senang maupun sedih -"

"- Sampai ajal memisahkan kami."

"Hhhh…" Dasar drama. Umpat Baekhyun dalam hati

"Sssstt.." Pria itu mengintrupsi

Apa? Tanyanya dalam isyarat mata.

Baca bodoh !? cepat. Balas Chanyeol geram

Ah.. itu.. iya iya.. Balas Baekhyun malas.

"Ehmm.. ehm.. Saya Byun Baekhyun, berjanji akan mencintai Park Chanyeol sebagai suami saya. Dalam suka maupun duka. Dalam senang maupun sedih. Sampai ajal memisahkan kami."

Plok.. plok.. plok.. Terdengar tepuk tangan hadirin yang hadir, begitu riuh memenuhi ruangan. Upacara pernikahan selesai. Kerabat dan sahabat pun turut memberikan salam.

"Hai yeol"

"Hey Dude." Sapa Chanyeol kemudian lalu mereka saling berpelukan. Pria yang peluknya adalah Sehun, sahabatnya.

"Kapan kembali dari Kanada?"

"Baru tadi malam. Hmm.. Byun Baekhyun? Dari Byun Group?"

"Hmm.. Begitulah. Panjang ceritanya." Jawab si mempelai malas.

"Aku tidak menyangka kau akan menikah dengan pewaris tunggal Byun Group."

"Sesungguhnya itu hanya kebetulan. Oh iya, mana Irene?"

"Kau tidak tau ya? Aku sudah putus dengannya."

"Wah, bagaimana bisa?"

"Hhh.. Panjang ceritanya."

"Hahaha.. kau ini.. meniru saja. Kapan-kapan kita harus minum kopi bersama sebelum kau pulang."

"Well~ sepertinya kita bisa minum kopi kapan saja karena kebetulan aku akan pindah ke Seoul."

"Hah? Bagaimana bisa?" Kerut kening dan tinggi suara Chanyeo menyita percakapan mereka.

"Aku sudah memikirkannya sejak lama." Jawab sahabatnya itu.

"Hey" Tiba-tiba Baekhyun menyapa Chanyeol tapi Chanyeol menngabaikannya dan lebih memilih melihat sekitar.

"Oh hai Baekhyun. Selamat ya." Itu Sehun

Bukan kau tuan tapi dia. Pria yang menjadi suamiku sekarang. Gerutu Wanita itu dalam-dalam

"Oh.. Terimakasih. Tapi aku ada urusan dengan Chanyeol."

"Hmmm"

"Ayah memanggilmu."

"Hmm" Lalu dengan santai Chanyeol menggandengan tangan Baekhyun.

"Sehun, kami kesana dulu."

"Baiklah."

Chanyeol dan Baekhyun meninggalkan Sehun dan ikut berkumpul dengan kumpulan rekan kerja ayah Baekhyun. Mereka pun menghabiskan siang hari itu dengan bercakap-cakap dengan para undangan dan kerabat terdekat. Dan tibalah malam, pesta pernikahan mereka disebuah hotel megah.

"Baek~ Cepatlah" Seru Chanyeol dari luar kamar ganti.

"Tunggu sebentar." Jawab Baekhyun kesulitan. Begitulah wanita, butuh perjuangan untuk tampil cantik. Hhhhhh

Tidak beberapa lama kemudian, Baekhyun keluar dari kamarnya berjalan cepat menuju tangga dengan stilettonya.

"Ayo cepat. Dasar tidak sabaran. Hhh~" Gerutu Baekhyun.

"Ckh" Decak disertai seringai si empu.

Mereka pun keluar menuju ballroom hotel. Namun sebelum bergabung bersama keramaian Chanyeol memberikan tangan kanannya yang telah siap disamping badan tegapnya itu.

"Hmm…" Baekhyun tidak mengerti.

"Apa?" tanya Baekhyun kemudian.

"Pegang tanganku."

Hhhh.. ada saja aturannya. Dasar menyebalkan. Hardik Baekhyun dalam hati.

"Ingat ya! Ini Cuma drama."

"Hmm"

Hh.. dasar pria menyebalkan

Baekhyunpun menerima uluran tangan Chanyeol. Mereka berjalan beriringan menuju keramaian pesta. Disana mereka ikut melebur dengan undangan yang datang dan kebanyakan dari mereka adalah teman-teman Chanyeol dan Baekhyun saat sekolah.