YOU ARE NOT MY WIFE [ChanBaek GS]

xxx

Park Chanyeol

Byun Baekhyun

xxx

#ig : ddnoona #wattpad : dnoonaa #ffn : dnoona

xxx

Kai terhenyak di tempatnya, melihat bagaimana Baekhyun mengikat mulut dan tangannya dengan stoking. Wajah wanita itu nampak kepayahan dengan keringat dan merah di kulitnya.

Kai tahu pasti, jika Baekhyun sangat sensitif terhadap obat-obat terlarang dan akan bereaksi hebat seperti ini. Hal ini mengingatkan Kai pada hari pertama dan terakhir Kai memaksa Baekhyun menggunakan obat terlarang.

Kai tersadar dan segera berlari untuk merengkuh tubuh Baekhyun yang tak sadarkan diri

"BAEKHYUN! BYUN BAEKHYUN!?"

"SATPAM! SATPAM!"

Seorang satpam berlari ke dalam dengan wajah bingung dan takut.

"Siap Pak"

"Siapkan, mobil saya di basement serta kosongkan lift barang. Saya akan membawa Baekhyun ke rumah sakit. Jangan biarkan para karyawan melihat kami. Cepat!"

"Siap Pak"

Satpam itu pun bergegas pergi, tak lupa ia meminta bantuan rekan kerjanya untuk membubarkan kerumunan karyawan yang nampak bertanya-tanya di depan pintu toilet. Mereka saling bertanya tentang siapa yang ada di dalam dan mengapa Kai yang merupakan seorang artis ada di kantor mereka dengan wajah yang khawatir seperti itu.

Mereka bertanya, mungkinkah salah satu karyawan perusahaan ini adalah pacar Kai atau seseorang merupakan kerabat dari artis tersebut. Bahkan tak sedikit yang telah menyebar video di SNS dengan komentar-komentar heran dan bertanya-tanya. Tentu hal ini tidak akan luput dari sorotan publik.

Kim Jong Ri

Wah~ Tidak mengherankan Kai dianggap kharismatik. Belum juga genap sebulan dikabarkan dating dengan Vivi vokalist Gugukan ViviGugukan. Sekarang Kai sudah terlihat khawatir pada seorang karyawan dari Perusahaan Byun.

Jang Yi Xing

Aku pun mengira Kai akan mempublikasikan hubungannya dengan Vivi ViviGugukan. Wah ternyata skandalnya semakin rumit.

Do Jung Su

Hey. Bukankah dulu Kai pernah dikabarkan berpacaran dengan Byun Baekhyun? BBH PCY ZKDLIN

Kim Jong Ri

Hah?Benarkah? Byun Baekhyun istri Park Chanyeol? CEO muda itu? Ah~ tidak bisa dipercaya. Ia dicintai banyak pria tampan dan sukses. Aku iri padanya BBH PCY ZKDLIN

Kim Jun Mo

Hey.. Kim Jong Ri Sebaiknya kau sadar diri.

-MW-

Chanyeol nampak gusar di belakang kemudinya. Ia berharap tidak terjadi apa-apa pada Baekhyun. Ia tak tenang tetapi tak bisa pergi juga menyusul ke atas. Ia takut Baekhyun akan mencarinya jadi ia putuskan tetap diam disana sesuai pesan Baekhyun.

Butuh sekitar 10 menit dan Chanyeol dapat melihat Kai, laki-laki yang ditemuinya beberapa bulan lalu sedang menggendong seorang wanita dengan tergesa-gesa. Jadi Chanyeol keluar dari mobilnya sesegera mungkin mendekati Kai. Dalam hati ia berharap, itu bukan Baekhyun.

"KAI!" Chanyeol meneriaki Kai saat pria itu akan berbelok ke sebuah mobil yang tengah siap menunggunya.

Kai berbalik dan nampak terkejut melihat Chanyeol berada di belakangnya. Amarah dan kebencian langsung membakar hatinya. Menolak bahwa Chanyeol adalah suami Baekhyun dan fakta bahwa ia lebih berhak atas Baekhyun.

"Kai tunggu!" Chanyeol menarik pundak Kai untuk berbalik dan mendapati wanita yang digendongnya adalah Baekhyun.

"APA YANG TERJADI DENGAN BAEKHYUN?" Amarah Chanyeol seketika menguar.

"MINGGIR! Baekhyun harus segera ke rumah sakit." Kai menarik pundaknya kencang.

"AKU SUAMINYA. Kau tidak bisa membawa Baekhyun kemanapun." Dengan cepat Chanyeol berusaha menarik bahu Kai kembali. Namun, Kai menghindar dan mengeratkan pelukkannya pada Baekhyun semakin erat.

"KAI!?"

"Dia membutuhkanku, bukan dirimu. Dia yang mengirimiku pesan untuk meminta bantuan dan aku yang menemukannya. Jadi aku yang berhak membawanya ke rumah sakit. MINGGIR KAU!"

"Aku suaminya, kau tidak berhak atas dia. Kau yang seharusnya minggir, KAI !?"

"C-Chan~" tiba-tiba Baekhyun melenguh lembut dalam gendongan Kai. Matanya tidak terbuka tapi mulutnya begitu jelas memanggil nama Chanyeol.

"Kau lihat? Baekhyun membutuhkan suaminya."

Detik itu juga Kai kalah. Bahkan dalam keadaan tak sadarkan diri Baekhyun tetap memanggil Chanyeol. Kai merasa menjadi orang yang ditinggalkan pergi lalu menelan pengkhianatan.

Ia berpikir ia pemenangnya saat Baekhyun memilihnya untuk dimintai bantuan lalu setelahnya ia merasa terpukul saat Baekhyun memilih Chanyeol ketika tak sadarkan diri.

Sementara Chanyeol sudah membawa Baekhyun pergi dengan mobilnya.

-MW-

"Luhan, dimana Nona Baekhyun?"

Disana Nyonya Ahn menjadi orang yang paling bingung saat para vendor dan peserta meeting keluar dari ruang meeting lebih awal dari jadwal yang seharusnya. Ia bertanya pada Luhan yang sedang merapikan berkas-berkas meeting.

"Aku tidak tau Nyonya Ahn, dia pergi begitu saja tanpa kembali satu jam kemudian. Jadi para manager memutuskan untuk menunda meeting. Lagi pula mengapa Anda lama sekali?"

Nyonya Ahn hanya melirik sebentar lalu bergegas menuju mejanya. Duduk di kursinya sembari melirik jam tangannya terhitung satu setengah jam lalu. Ya, Satu setengah jam lalu.

Satu setengah jam yang lalu, Nyonya Ahn membeli kopi pesanan Baekhyun seperti biasanya. Lalu ketika akan kembali, seseorang membekapnya dengan sarung tangan. Setelah itu Nyonya Ahn terbangun di basement kantor. Ia yakin seseorang baru saja membiusnya tapi ia tak yakin jika orang itu akan mencelakainya atau merampoknya. Nyonya Ahn tidak terluka sama sekali dan tak ada barang yang hilang. Hanya gelas kopi milik Baekhhyun yang entah kemana.

Lagi pula sangat aneh menemukan dirinya sendiri berada di basement kantornya. Ia berpikir ada yang tidak beres.

-MW-

"Baekhyun, sadarlah! BYUN BAEKHYUN!" Chanyeol terus mencoba membangunkan Baekhyun dan terus berlari menuju IGD. Langkahnya tegas penuh dengan kekhawatiran, raut wajah sedih menyelimuti wajah tampannya. Ia tak sedang main-main saat beberapa orang hampir saja ditabraknya jika saja mereka tidak menyingkir.

"Suster, tolong istri saya." Seorang suster di depan IGD langsung menghampiri Chanyeol.

"Tolong, siapkan brankar." Ujar suster tersebut pada rekannya yang di dalam IGD.

"Suster, tolong selamatkan dia."

"Baik tuan, Tuan harus tenang. Silahkan datang ke ruang admnistrasi dan mengisi data pasien agar kami dapat melakukan tindakan medis lanjutan."

Chanyeol segera pergi dari sana. Kalap mengedarkan matanya kesana kemari mencari bagian administrasi. Bertanya pada beberapa petugas dan akhirnya sampai di bagian administrasi.

-MW-

Tak butuh waktu lama Baekhyun diperiksa, Chanyeol sudah dipanggil ke ruangan Dokter Lee.

"Apakah Anda suami dari Nyonya Baekhyun?"

"Benar Dok." Chanyeol menganggukinya. Wajah khawatir bercampur tanya itu menatap dokter dengan lekat.

"Nyonya Baekhyun mengalami klep karena obat-obatan terlarang. Ia jelas memiliki alergi terhadap obat-obatan terlarang. Ini bereaksi cukup hebat pada tubuhnya dan jenis obat yang diminumnya adalah Heroin"

"Haeroin?" Chanyeol mengerutkan dahinya heran. "Maksud dokter istri saya mengonsumsi hal semacam itu?"

"Ya, kami menemukan sejumlah Heroin dengan dosis sedang dalam tubuhnya. Namun dalam kasus Nyonya Baekhyun hal ini tetap saja berpengaruh pada daya tahan tubuhnya. Berbeda dengan pengguna lain yang akan merasakan senang berlebih atau relax. Nyonya Baekhyun akan mengalami kejang, keirngat dingin, pusing, mual, bahkan akan muncul ruam merah di seluruh tubuhnya. Kami sudah mengirimkan sample darahnya ke lab untuk mengetahui sudah berapa lama Nyonya Baekhyun mengonsumsi Heroin." Dokter nampak menjeda kata-katanya sebentar dan kembali berpikir

"Tapi dok, saya tidak pernah melihatnya seperti ini sebelumnya." Ujar Chanyeol putus asa.

"Tekanan. Saya rasa Nyonya Baekhyun mengalami tekanan sehingga ia memutuskan untuk mengonsumsi hal seperti itu. Saya ingin bertanya, apakah akhir-akhir ini Nyonya Baekhyun mengalami tekanan?

"Tekanan?"

"Ya tekanan, bisa saja dari pekerjaan atau rumah tangga kalian."

"S-saya- Kami tak pernah membicarakan itu. Tetapi beberapa waktu yang lalu Baekhyun nampak diam saja setelah kami pulang dari rumah orang tuaku."

"Hum~" Dokter kembali terdiam dan berpikir. "Apakah orang tua Anda pernah kedapatan betengkar dengan Nyonya Baekhyun? Atau mereka terlibat perdebatana?"

"Saya rasa tidak."

"Kalau begitu, sudah berapa lama kalian menikah?"

"4 Bulan dok."

"Dan apakah Anda sudah memiliki momongan?"

"B-Belum, dok"

"Saya rasa mungkin Anda perlu bertanya pada orang tua Anda. Apakah mereka menekan Baekhyun untuk memiliki keturunan atau tidak. Karena depresi pada wanita yang baru saja menikah biasanya dikarenakan mereka belum memiliki keturunan."

-MW-

Chanyeol bimbang disana, terduduk di samping Baekhyun yang masih terbaring tak sadarkan diri. Digenggamnya tangan kecil Baekhyun dengan lembut.

Chanyeol masih termenung memikirkan perkataan Dokter Lee tadi. Angannya melayang jauh, memikirkan apa yang dokter Lee katakan bahwa orang tuanya menekan Baekhyun untuk memiliki keturunan.

Benarkah hal semacam itu diminta orang tuanya? Atau mengapa ia tidak dilibatkan dalam pembicaraan seperti itu sebelumnya?

Tapi mengapa untuk hal seperti ini Kai masih menjadi orang yang pertama yang Baekhyun hubungi dan mintai bantuan. Sama seperti hari pertama mereka menikah? Baekhyun menemui Kai untuk bersenang-senang mencoba melupakan kesedihannya atas pernikahan yang tidak diinginkannya itu.

Dan bagaimana pun Chanyeol mengelak pemikiran negatif itu, ia selalu melihat Kai disamping Baekhyun. Dimanapun dan bagaimana pun kondisinya, Kai yang selalu ada saat Baekhyun membutuhkannya. Dan sangat wajar jika Baekhyun meminta Kai menjemputnya di kantor. Tapi mengapa Baekhyun juga mengiriminya pesan?

Terlalu banyak hal yang Chanyeol tak mengerti.

"Ugh~ " Baekhyun melenguh kecil. Jemari kecilnya perlahan bergerak-gerak.

"Baek? Kamu sudah sadar?"

"Egh~ Chanyeol?" Baekhyun mencoba membiasakan diri dengan cahaya ruangan.

"Ya, Aku disini." Chanyeol menggenggam erat tangan Baekhyun.

"A-aku dimana?"

"Kamu di rumah sakit. Udah ya. Kamu istirahat dulu. Aku panggil dokter."

Chanyeol menekan bel bantuan membuat beberapa suster juga seorang dokter mendatangi mereka. Dokter memeriksa Baekhyun dan mencoba bertanya pada wanita itu bagaimana perasaannya saat ini dan apa kiranya yang masih membuatnya tak enak.

Baekhyun hanya mengeluh pening dan lemas yang belum juga mereda. Sesekali wanita itu memejamkan mata agar peningnya hilang. Sehingga dokter mengangguk mengerti dan menjelaskan pada Chanyeol apa yang harus dilakukannya.

Dokter dan beberapa suster pamit undur diri meninggalkan mereka berdua disana.

"Kau mau makan sesuatu?" Tanya Chanyeol kemudian. Ia mencoba mengambil buah dan pisaunya.

"Eugh~ Tidak, terimakasih." Baekhyun bimbang, haruskah ia bertanya pada Chanyeol atau tidak. Apakah laki-laki itu tahu apa yang sebenarnya terjadi tapi ia juga terlalu takut karna respon Chanyeol padanya begitu tenang.

"Chan-" Chanyeol yang sedang membenahi buah di atas nakas berbalik namun bersamaan dengan itu Kai masuk ke dalam kamar Baekhyun secara tiba-tiba.

"Baek?"

-TBC-