YOU ARE NOT MY WIFE [ChanBaek GS]

xxx

Park Chanyeol

Byun Baekhyun

xxx

#twitter : dtvveet #wattpad : dtvveet #ffn : dnoona

xxx

Hari ini adalah hari yang paling ditunggu-tunggu oleh semua orang yaitu peresmian mall baru mega besar yang telah di kerjakan oleh Byun Group selama dua tahun terakhir ini.

Seluruh ornamen di dalam mall itu pun nampak mewah dan elegan. Ditambah dengan Brand Fashion terkenal yang juga turut memenuhi setiap ruang disana.

Bukan hanya itu, Byun Group memaksimalkan promosi mall mereka dengan menggundang penyanyi dan aktor ternama, Kim Kai sebagai Brand Ambasador mereka.

Acara pun dimulai hingga tiba akhirnya pembawa acara mempersilahkan Baekhyun selaku Presiden Direktur untuk menyampaikan sambutannya.

"Selamat siang semuanya." Sapa Baekhyun yang nampak cantik dan anggun dalam balutan dress hitamnya.

Semua tamu undangan yang hadir pun nampak serempak menjawab sapaannya. Bahkan diam-diam seorang pria tersenyum bangga melihat. Park Chanyeol

"Saya berterimakasih kepada seluruh tamu undangan yang telah berkenan hadir. Saya juga mengucapkan banyak terimakasih atas dukungan seluruh jajaran direksi dan mendiang ayah saya sendiri."

Seketika semua orang nampak senyap memperhatikan. Siapa yang tidak tahu sosok dibalik Byun Group yang selama ini memiliki imej seorang yang baik dan dermawan walaupun memiliki jabatan yang tinggi.

Walaupun sesak, Baekhyun tetap mencoba tetap tersenyum dan melanjutkan sambutannya.

"Byun Group didirikan untuk membantu perekonomian Korea. Melihat begitu besarnya daya tarik serta role mode fashion yang begitu melekat pada Korea. Ayah saya mendirikan Byun Group dengan sepenuh hati dan keyakinan yang besar bahwa Korea akan menjadi pusat tren mode fashion dan menjadi negara yang kuat akan budaya yang mendunia. Oleh karena itu, mari kita sambut Brand Ambassador BY Park Mall. Kim Kai"

Baekhyun pun tersenyum lebar sembari mempersilahkan Kai naik ke atas panggung. Sementara para hadirin bertepuk tangan riuh.

"BY?" Tanya Chanyeol saat Baekhyun sudah duduk di sampingnya.

"Huh?"

"BY Park? Kau menamainya dengan marga Park?" Tanya Chanyeol penasaran. Bahkan cenderung memaksa Baekhyun untuk menjawabnya.

"Hish.. kau terlalu percaya diri sekali. Itu artinya "taman", Park dalam bahasa inggris. Lagipula memangnya kenapa kalau aku menamainya begitu? Takut jika orang-orang mengatakan kalau kau memanfaatkan ayah atau aku?"

Namun, Chanyeol hanya mendesah tenang dan menggeleng.

'Lagipula di negara ini siapa sih yang memandangnya tanpa melihat Byun Group? Group terbesar di Korea yang menjadi bayang-bayang karirnya. Semua orang mengiranya memanfaatkan pernikahan untuk perusahaan dsb. Tentu sedikit banyak mempengaruhi pikirannya" - pikir Chanyeol.

Namun, baik Baekhyun maupun Chanyeol kembali fokus ke acara peresmian. Hingga tiba waktunya jamuan makan datang.

Semua orang nampak asik bercakap-cakap hingga tiba saatnya Luhan berjalan mendekati Baekhyun dan memberikannya sebuah minuman berwarna merah seperti strawberry virgin mojito kepada Baekhyun. Disaat Baekhyun tengah sendiri mengambil camilan.

"Bagaimana kalau kita minum, Nyonya?" tawar Luhan.

"Apa ini alkohol?"

"Tentu, tidak"

"Oh ya. Terimakasih." Kemudian Baekhyun mengambil minuman itu dan tersenyum.

Namun detik kemudian wajah Baekhyun berubah tegas kemudian ia berteriak
"PENJAGAAAAAA!"

Membuat suasana seketika riuh dan ramai sedangkan Luhan tidak bisa kemana-mana karna kaget dan tersentak oleh tindakan Baekhyun yang tiba-tiba.

"Bawa wanita ini keluar dari sini!-" Kemudian pandangannya bertemu dengan Kyungsoo yang juga berada di depannya.

"Dan Kyungsoo, bawa minuman ini ke laboratorium. Biar kejaksaan yang memutuskan apakah wanita ini terbukti bersalah atau tidak. Bawa semua rekaman kamera cctv disini." Ujar Baekhyun tegas. SEKARANG!"

Lalu detik berikutnya Luhan nampak meronta-ronta saat penjaga keamanan mencekalnya dan menyeretnya keluar.

"LEPASSSSKAAANNN! KUBILANG LEPASKAN! DASAR KAU WANITA GILAAA!"

Ribut riuh itu kemudian meninggalkan rasa heran dan ngeri pada setiap orang yang berdiri disana menyaksikan Baekhyun nampak kacau dengan nafas yang tersengal.

Jadilah Kai datang menghampiri, namun sebelum itu terjadi tangan Chanyeol sudah lebih merangkul Baekhyun dari kerumunan dan meminta maaf kepada beberapa orang yang dilaluinya.

Sungguh Baekhyun tidak suka menjadi pusat perhatian ketika sedang dalam emosi.

Walaupun ia sadar bahwa kondisinya sedang tidak memungkinkan untuk meluapkan emosi ditengah acara namun semuanya terjadi begitu saja hingga kaki dan bahunya dampak bergetar.

Untunglah Chanyeol membawanya pergi dari sana dan Baekhyun bersyukur untuk hal itu.

Mereka jalan menuju ruang tunggu dekat lobby. Kemudian Chanyeol membantu Baekhyun duduk di salah satu sofa lalu pergi mengambil minum di pantry.

"Minumlah dulu, nanti akan ku panggil pelayan untuk menyiapkan teh hangat." Ujar Chanyeol khawatir.

"Tidak, ini cukup. Terimakasih" Ujar Baekhyun kemudian sembari menerima segelas air mineral dari Chanyeol.

Baekhyun memilih diam untuk menenangkan diri. Menatik nafas dalam-dalam kemudian menghembuskannya perlahan.

Sementara Chanyeol ada disana untuk memberinya waktu lebih lama lagi.

Lalu Chanyeol melepas jasnya dan menyaksikannya pada Baekhyun. Ia hanya merasa ruang tsb lebih dingin daripada diluar, ah mungkin karena mereka hanya berdua pikirnya.

"Kau tidak ingin bertanya?" Tanya Baekhyun tiba-tiba.

Chanyeol hanya tersenyum "Tidak, jika itu membebanimu. Aku baik-baik saja"

Kemudian Baekhyun menyeringai "Lain kali carilah wanita yang lebih baik dan tidak psikopat. Hn?"

Mereka hanya tertawa sesaat kemudian. Mengingat Luhan yang meraung-raung seperti orang gila ditengah acara rasanya seperti konyol bagi mereka.

"Lagipula aku tidak berniat mencari wanita lain."

"Eh? Kau ingin menduda terus?"

"Menduda? Jadi kau ingin menceraikan aku?" Tanya Chanyeol pahit.

"Seperti perjanjian dulu, kau mengatakan kalau semuanya hanya drama dan aku tidak boleh sampai terbawa perasaan."

Baekhyun menertawakan kenangannya dulu saat pesta pernikahannya. Rasanya seperti ada yang sakit jika mengingat saat-saat itu.

"Itu juga karna kau mengatakan kalau pernikahan ini bukan pernikahan sungguhan. Walaupun begitu~ aku bersyukur." Senyumnya mengembang saat mengucapkannya.

Dan Baekhyun dapat melihatnya dari samping dan ia harus setuju jika Chanyeol adalah sebaik-baiknya ciptaan Tuhan yang membuatnya tenang berada disisinya.

Apakah pria ini nantinya akan menjadi suami dari orang lain dan akan mencintai orang itu seperti ini. Ah~ Baekhyun iri kemudian menertawakan pemikirannya.

"-Aku bersyukur bahwa ada seseorang yang bodoh tanpa memikirkan bagaimana pria yang akan dinikahinya. Ia percaya begitu saja berada dalam satu ikat dengan pria tak dikenal. Ia memang nampak dewasa, caranya menyikapi masalah pun begitu mudaj dan bijaksana. Namun sebaliknya aku mengenalnya seperti anak kecil yang kehilangan arah. Membuatku ingin selalu bersamanya. Membuatnya selalu bergantung padaku. Menjadikan aku seseorang yang dapat diandalkan walaupun aku tidak baik dalam segala sisi. Tapi saat melihat kekayaannya, aku tidak yakin ia akan menerimaku. Ck"

Chanyeol berdecak kecewa pada dirinya. Bagaimana ia nampak lemah, memanfaatkan Baekhyun untuk menyelamatkan keluarganya.

"TIDAK! DIA PASTI MEMILIHMU!" Ujar Baekhyun lantang.

"Hahahaha.. Kenapa kau terlihat menggebu sekali" Chanyeol terhibur mendengar.

"Lagipula, wanita itu bodoh. Ia memang butuh seseorang yang sedikit pintar. Sedikit mengerti arah, ya seperti itu lah~"

"Hanya sedikit?"

"Ya sudah, kau maunya segimana? Ya pokoknya wanita itu bebas tapi pria yang dinikahinya secara pura-pura itu telah menyadarkannya. Bahwa menjadi bebas belum tentu adalah sesuatu yang dibutuhkannya. Mungkin dia hanya butuh seseorang yang dapat memahaminya dan menjadi sandaran juga tempat bergantung. Jadi apakah-"

"Jadi, apakah kau mau menikah denganku?" Tanya Chanyeol tiba-tiba.

"Eh?" Baekhyun terdiam untuk beberapa waktu. Padahal ia baru saja akan melamar Chanyeol lebih dulu. Hehe

Merasa tersentak mendengar hal itu secara tiba-tiba. Namun tak dapat dipungkiri jika ada dada yang berdebar bahagia mendengarnya.

"Kau yakin?"

"Kau tidak yakin?" Tanya Chanyeol

"Isshh~ kenapa kau selalu bertanya kembali kepadaku!"

"Tidak tahu" Jawabnya sambil mengangkat kedua tangannya.

"A-ku~ yakin tapi aku tidak tahu jika itu kau-"

"Aku yakin. Aku bisa menikahimu 2x, 3x, bahkan berkali-kali"

"ish.. dasar gombal~" Dan entah sejak kapan keduanya pun berpelukan.

Ada rasa lega dan hati secara bersamaan.

"Jadi mau tidak?"

"Eh? Kita kan sudah menikah, jadi untuk apa?" Tanya Baekhyun bingung.

"Jadi...?"

"?" Baekhyun memasang wajah bingung.

"Kau tidak ingin membuat anak?"

"ISH! *plak* ISH! *plak* ISH! *plak* DASAR MESUUUUUUUM! *plak* *plak* *plak* *plak* *plak* *plak* *plak* *plak* *plak* *plak* " Kemudian pukulan bertubi-tubi pun Chanyeol dapatkan dengan kebrutalan-kebrutalan lainnya.

"Kan kau yang kemarin minta dibuatkan anak!"

"ENGGAK! DASAR MESUM! *plak* MESUM! *plak*"

-MW-

Acara peresmian pun dilanjutkan hingga ke acara penutupan. Menampilkan Chanyeol dan Baekhyun dalam satu frame yang sama sebagai sesama rekan bisnis.

Kemudian tanpa persiapan apapun Baekhyun menarik tangan Chanyeol hingga mereka berdua ada di atas podium.

Membuat semua orang terpekik hebat, ada juga yang bersorak sorai, sedangkan Kai berdecih geli ditempat duduknya melihat pasangan yang seperti sedang dimabuk cinta itu.

"Sebelumnya saya meminta maaf atas keributan yang saya timbulkan sebelumnya sehingga membuat suasana tidak nyaman. Namun disamping itu saya harus menyampaikan ini.-"

Hening~

Semua nampak memperhatikan Baekhyun dengan seksama.

"Kedepannya, tolong perlakukan saya sebagai istri dari Tuan Park Chanyeol, Park Corporation. Seperti nama mall ini "BY Park" Baekhyun Yeol Park. Tolong panggil saya dengan marga "Park". Terimakasih."

Kemudian Baekhyun membungkuk 90 derajat dan mendapatkan tepuk tangan yang meriah. Lalu ruangan menjadi lebih riuh lagi saat Baekhyun mencium bibir Chanyeol tepat diantara ratusan orang yang datang. *plok.. plok.. plok..*

-MW-

Seminggu kemudian, Mall BY Park menjadi trending topik di berbagai siaran televisi dan majalah. Bahkan belum pernah berita tentang kisah asmara seorang pengusaha menjadi buah bibir dimana-mana.

Park Chanyeol dan Byun Baekhyun

Menjadi pasangan paling sukses menurut Korea News.

"Woah~ woah~ kalian seperti selebriti" pekik Kyungsoo saat melihat layar billboard dari balik kaca kafe yang menampilkan foto sepasang suami istri yang saat inu berada di depannya sedang berbagi es krim seperti sepasang kekasih.

"Ey~ kau jangan mengganggu." Gerutu Sehun yang nampak santai disampingnya.

"Lagipula kenapa kalian harus melakukan adegan dewasa di televisi sih!"

"Nye~ nye~ nye~ bilang saja kalau kau sirik. Huuhh" Cubit Baekhyun.

"Sayang, jangan bicara saat maaf. Lihat kotor" Ujar Chanyeol khawatir saat melap tetesan eskrim blepotan di bibir Baekhyun.

"Iuuuuhh~"

"Makanya kau menikah saja, Kyungsoo. Aku bebas tugaskan kau selama seminggu kalau menikah" Ujar Chanyeol santai

"Iya~ daripada membuntuti kami terus"

"Woah~ woah~ lihat! Bahkan aku lebih tua dari mu. Byun Baekhyun!"

Hening~

Seisi kafe hening dan mereka memperhatikan Kyungsoo dengan mata menghakimi.

'Woah negara ini semakin gila saja. Mereka pikir Baekhyun adalah Angel of Korea - Gerutu Kyungsoo.

"Ah~ Byun Baekyon.. iya~ aku sampe lupa namamu. Mirip sekali dengan pemilik Byun Group. Hehehe" tawanya kaku.

"Hish.. Ya sudah Sehun!" Tiba-tiba Baekhyun memanggil Sehun

"Aku?"

"Ya, kau. Nikahi perawan tua ini. Jangan terlalu lama. Lagian kasihan dia!"

"Hah? Tidak.. tidak.. dia terlalu senioritas. Lagipula dengan Chanyeol hyung saja ia tidak berakhlaq apalagi denganku. Tidak.. tidak.. terimakasih!"

"Heh! Lagian siapa yang mau denganmu! Nikah saja dengan anjing tua mu itu! Aku ingin menikah dengan KIM KAI..! BRAND AMBASSADOR BY PARK!" Ujar Kyungsoo tegas.

"Aku?"

Tiba- tiba semua mata terbelalak kaget melihat seorang pria yang berdiri tepat dibelakang Kyungsoo.

END

Hari ini adalah hari yang paling ditunggu-tunggu oleh semua orang yaitu peresmian mall baru mega besar yang telah di kerjakan oleh Byun Group selama dua tahun terakhir ini.

Seluruh ornamen di dalam mall itu pun nampak mewah dan elegan. Ditambah dengan Brand Fashion terkenal yang juga turut memenuhi setiap ruang disana.

Bukan hanya itu, Byun Group memaksimalkan promosi mall mereka dengan menggundang penyanyi dan aktor ternama, Kim Kai sebagai Brand Ambasador mereka.

Acara pun dimulai hingga tiba akhirnya pembawa acara mempersilahkan Baekhyun selaku Presiden Direktur untuk menyampaikan sambutannya.

"Selamat siang semuanya." Sapa Baekhyun yang nampak cantik dan anggun dalam balutan dress hitamnya.

Semua tamu undangan yang hadir pun nampak serempak menjawab sapaannya. Bahkan diam-diam seorang pria tersenyum bangga melihat. Park Chanyeol

"Saya berterimakasih kepada seluruh tamu undangan yang telah berkenan hadir. Saya juga mengucapkan banyak terimakasih atas dukungan seluruh jajaran direksi dan mendiang ayah saya sendiri."

Seketika semua orang nampak senyap memperhatikan. Siapa yang tidak tahu sosok dibalik Byun Group yang selama ini memiliki imej seorang yang baik dan dermawan walaupun memiliki jabatan yang tinggi.

Walaupun sesak, Baekhyun tetap mencoba tetap tersenyum dan melanjutkan sambutannya.

"Byun Group didirikan untuk membantu perekonomian Korea. Melihat begitu besarnya daya tarik serta role mode fashion yang begitu melekat pada Korea. Ayah saya mendirikan Byun Group dengan sepenuh hati dan keyakinan yang besar bahwa Korea akan menjadi pusat tren mode fashion dan menjadi negara yang kuat akan budaya yang mendunia. Oleh karena itu, mari kita sambut Brand Ambassador BY Park Mall. Kim Kai"

Baekhyun pun tersenyum lebar sembari mempersilahkan Kai naik ke atas panggung. Sementara para hadirin bertepuk tangan riuh.

"BY?" Tanya Chanyeol saat Baekhyun sudah duduk di sampingnya.

"Huh?"

"BY Park? Kau menamainya dengan marga Park?" Tanya Chanyeol penasaran. Bahkan cenderung memaksa Baekhyun untuk menjawabnya.

"Hish.. kau terlalu percaya diri sekali. Itu artinya "taman", Park dalam bahasa inggris. Lagipula memangnya kenapa kalau aku menamainya begitu? Takut jika orang-orang mengatakan kalau kau memanfaatkan ayah atau aku?"

Namun, Chanyeol hanya mendesah tenang dan menggeleng.

'Lagipula di negara ini siapa sih yang memandangnya tanpa melihat Byun Group? Group terbesar di Korea yang menjadi bayang-bayang karirnya. Semua orang mengiranya memanfaatkan pernikahan untuk perusahaan dsb. Tentu sedikit banyak mempengaruhi pikirannya" - pikir Chanyeol.

Namun, baik Baekhyun maupun Chanyeol kembali fokus ke acara peresmian. Hingga tiba waktunya jamuan makan datang.

Semua orang nampak asik bercakap-cakap hingga tiba saatnya Luhan berjalan mendekati Baekhyun dan memberikannya sebuah minuman berwarna merah seperti strawberry virgin mojito kepada Baekhyun. Disaat Baekhyun tengah sendiri mengambil camilan.

"Bagaimana kalau kita minum, Nyonya?" tawar Luhan.

"Apa ini alkohol?"

"Tentu, tidak"

"Oh ya. Terimakasih." Kemudian Baekhyun mengambil minuman itu dan tersenyum.

Namun detik kemudian wajah Baekhyun berubah tegas kemudian ia berteriak
"PENJAGAAAAAA!"

Membuat suasana seketika riuh dan ramai sedangkan Luhan tidak bisa kemana-mana karna kaget dan tersentak oleh tindakan Baekhyun yang tiba-tiba.

"Bawa wanita ini keluar dari sini!-" Kemudian pandangannya bertemu dengan Kyungsoo yang juga berada di depannya.

"Dan Kyungsoo, bawa minuman ini ke laboratorium. Biar kejaksaan yang memutuskan apakah wanita ini terbukti bersalah atau tidak. Bawa semua rekaman kamera cctv disini." Ujar Baekhyun tegas. SEKARANG!"

Lalu detik berikutnya Luhan nampak meronta-ronta saat penjaga keamanan mencekalnya dan menyeretnya keluar.

"LEPASSSSKAAANNN! KUBILANG LEPASKAN! DASAR KAU WANITA GILAAA!"

Ribut riuh itu kemudian meninggalkan rasa heran dan ngeri pada setiap orang yang berdiri disana menyaksikan Baekhyun nampak kacau dengan nafas yang tersengal.

Jadilah Kai datang menghampiri, namun sebelum itu terjadi tangan Chanyeol sudah lebih merangkul Baekhyun dari kerumunan dan meminta maaf kepada beberapa orang yang dilaluinya.

Sungguh Baekhyun tidak suka menjadi pusat perhatian ketika sedang dalam emosi.

Walaupun ia sadar bahwa kondisinya sedang tidak memungkinkan untuk meluapkan emosi ditengah acara namun semuanya terjadi begitu saja hingga kaki dan bahunya dampak bergetar.

Untunglah Chanyeol membawanya pergi dari sana dan Baekhyun bersyukur untuk hal itu.

Mereka jalan menuju ruang tunggu dekat lobby. Kemudian Chanyeol membantu Baekhyun duduk di salah satu sofa lalu pergi mengambil minum di pantry.

"Minumlah dulu, nanti akan ku panggil pelayan untuk menyiapkan teh hangat." Ujar Chanyeol khawatir.

"Tidak, ini cukup. Terimakasih" Ujar Baekhyun kemudian sembari menerima segelas air mineral dari Chanyeol.

Baekhyun memilih diam untuk menenangkan diri. Menatik nafas dalam-dalam kemudian menghembuskannya perlahan.

Sementara Chanyeol ada disana untuk memberinya waktu lebih lama lagi.

Lalu Chanyeol melepas jasnya dan menyaksikannya pada Baekhyun. Ia hanya merasa ruang tsb lebih dingin daripada diluar, ah mungkin karena mereka hanya berdua pikirnya.

"Kau tidak ingin bertanya?" Tanya Baekhyun tiba-tiba.

Chanyeol hanya tersenyum "Tidak, jika itu membebanimu. Aku baik-baik saja"

Kemudian Baekhyun menyeringai "Lain kali carilah wanita yang lebih baik dan tidak psikopat. Hn?"

Mereka hanya tertawa sesaat kemudian. Mengingat Luhan yang meraung-raung seperti orang gila ditengah acara rasanya seperti konyol bagi mereka.

"Lagipula aku tidak berniat mencari wanita lain."

"Eh? Kau ingin menduda terus?"

"Menduda? Jadi kau ingin menceraikan aku?" Tanya Chanyeol pahit.

"Seperti perjanjian dulu, kau mengatakan kalau semuanya hanya drama dan aku tidak boleh sampai terbawa perasaan."

Baekhyun menertawakan kenangannya dulu saat pesta pernikahannya. Rasanya seperti ada yang sakit jika mengingat saat-saat itu.

"Itu juga karna kau mengatakan kalau pernikahan ini bukan pernikahan sungguhan. Walaupun begitu~ aku bersyukur." Senyumnya mengembang saat mengucapkannya.

Dan Baekhyun dapat melihatnya dari samping dan ia harus setuju jika Chanyeol adalah sebaik-baiknya ciptaan Tuhan yang membuatnya tenang berada disisinya.

Apakah pria ini nantinya akan menjadi suami dari orang lain dan akan mencintai orang itu seperti ini. Ah~ Baekhyun iri kemudian menertawakan pemikirannya.

"-Aku bersyukur bahwa ada seseorang yang bodoh tanpa memikirkan bagaimana pria yang akan dinikahinya. Ia percaya begitu saja berada dalam satu ikat dengan pria tak dikenal. Ia memang nampak dewasa, caranya menyikapi masalah pun begitu mudaj dan bijaksana. Namun sebaliknya aku mengenalnya seperti anak kecil yang kehilangan arah. Membuatku ingin selalu bersamanya. Membuatnya selalu bergantung padaku. Menjadikan aku seseorang yang dapat diandalkan walaupun aku tidak baik dalam segala sisi. Tapi saat melihat kekayaannya, aku tidak yakin ia akan menerimaku. Ck"

Chanyeol berdecak kecewa pada dirinya. Bagaimana ia nampak lemah, memanfaatkan Baekhyun untuk menyelamatkan keluarganya.

"TIDAK! DIA PASTI MEMILIHMU!" Ujar Baekhyun lantang.

"Hahahaha.. Kenapa kau terlihat menggebu sekali" Chanyeol terhibur mendengar.

"Lagipula, wanita itu bodoh. Ia memang butuh seseorang yang sedikit pintar. Sedikit mengerti arah, ya seperti itu lah~"

"Hanya sedikit?"

"Ya sudah, kau maunya segimana? Ya pokoknya wanita itu bebas tapi pria yang dinikahinya secara pura-pura itu telah menyadarkannya. Bahwa menjadi bebas belum tentu adalah sesuatu yang dibutuhkannya. Mungkin dia hanya butuh seseorang yang dapat memahaminya dan menjadi sandaran juga tempat bergantung. Jadi apakah-"

"Jadi, apakah kau mau menikah denganku?" Tanya Chanyeol tiba-tiba.

"Eh?" Baekhyun terdiam untuk beberapa waktu. Padahal ia baru saja akan melamar Chanyeol lebih dulu. Hehe

Merasa tersentak mendengar hal itu secara tiba-tiba. Namun tak dapat dipungkiri jika ada dada yang berdebar bahagia mendengarnya.

"Kau yakin?"

"Kau tidak yakin?" Tanya Chanyeol

"Isshh~ kenapa kau selalu bertanya kembali kepadaku!"

"Tidak tahu" Jawabnya sambil mengangkat kedua tangannya.

"A-ku~ yakin tapi aku tidak tahu jika itu kau-"

"Aku yakin. Aku bisa menikahimu 2x, 3x, bahkan berkali-kali"

"ish.. dasar gombal~" Dan entah sejak kapan keduanya pun berpelukan.

Ada rasa lega dan hati secara bersamaan.

"Jadi mau tidak?"

"Eh? Kita kan sudah menikah, jadi untuk apa?" Tanya Baekhyun bingung.

"Jadi...?"

"?" Baekhyun memasang wajah bingung.

"Kau tidak ingin membuat anak?"

"ISH! *plak* ISH! *plak* ISH! *plak* DASAR MESUUUUUUUM! *plak* *plak* *plak* *plak* *plak* *plak* *plak* *plak* *plak* *plak* " Kemudian pukulan bertubi-tubi pun Chanyeol dapatkan dengan kebrutalan-kebrutalan lainnya.

"Kan kau yang kemarin minta dibuatkan anak!"

"ENGGAK! DASAR MESUM! *plak* MESUM! *plak*"

-MW-

Acara peresmian pun dilanjutkan hingga ke acara penutupan. Menampilkan Chanyeol dan Baekhyun dalam satu frame yang sama sebagai sesama rekan bisnis.

Kemudian tanpa persiapan apapun Baekhyun menarik tangan Chanyeol hingga mereka berdua ada di atas podium.

Membuat semua orang terpekik hebat, ada juga yang bersorak sorai, sedangkan Kai berdecih geli ditempat duduknya melihat pasangan yang seperti sedang dimabuk cinta itu.

"Sebelumnya saya meminta maaf atas keributan yang saya timbulkan sebelumnya sehingga membuat suasana tidak nyaman. Namun disamping itu saya harus menyampaikan ini.-"

Hening~

Semua nampak memperhatikan Baekhyun dengan seksama.

"Kedepannya, tolong perlakukan saya sebagai istri dari Tuan Park Chanyeol, Park Corporation. Seperti nama mall ini "BY Park" Baekhyun Yeol Park. Tolong panggil saya dengan marga "Park". Terimakasih."

Kemudian Baekhyun membungkuk 90 derajat dan mendapatkan tepuk tangan yang meriah. Lalu ruangan menjadi lebih riuh lagi saat Baekhyun mencium bibir Chanyeol tepat diantara ratusan orang yang datang. *plok.. plok.. plok..*

-MW-

Seminggu kemudian, Mall BY Park menjadi trending topik di berbagai siaran televisi dan majalah. Bahkan belum pernah berita tentang kisah asmara seorang pengusaha menjadi buah bibir dimana-mana.

Park Chanyeol dan Byun Baekhyun

Menjadi pasangan paling sukses menurut Korea News.

"Woah~ woah~ kalian seperti selebriti" pekik Kyungsoo saat melihat layar billboard dari balik kaca kafe yang menampilkan foto sepasang suami istri yang saat inu berada di depannya sedang berbagi es krim seperti sepasang kekasih.

"Ey~ kau jangan mengganggu." Gerutu Sehun yang nampak santai disampingnya.

"Lagipula kenapa kalian harus melakukan adegan dewasa di televisi sih!"

"Nye~ nye~ nye~ bilang saja kalau kau sirik. Huuhh" Cubit Baekhyun.

"Sayang, jangan bicara saat maaf. Lihat kotor" Ujar Chanyeol khawatir saat melap tetesan eskrim blepotan di bibir Baekhyun.

"Iuuuuhh~"

"Makanya kau menikah saja, Kyungsoo. Aku bebas tugaskan kau selama seminggu kalau menikah" Ujar Chanyeol santai

"Iya~ daripada membuntuti kami terus"

"Woah~ woah~ lihat! Bahkan aku lebih tua dari mu. Byun Baekhyun!"

Hening~

Seisi kafe hening dan mereka memperhatikan Kyungsoo dengan mata menghakimi.

'Woah negara ini semakin gila saja. Mereka pikir Baekhyun adalah Angel of Korea - Gerutu Kyungsoo.

"Ah~ Byun Baekyon.. iya~ aku sampe lupa namamu. Mirip sekali dengan pemilik Byun Group. Hehehe" tawanya kaku.

"Hish.. Ya sudah Sehun!" Tiba-tiba Baekhyun memanggil Sehun

"Aku?"

"Ya, kau. Nikahi perawan tua ini. Jangan terlalu lama. Lagian kasihan dia!"

"Hah? Tidak.. tidak.. dia terlalu senioritas. Lagipula dengan Chanyeol hyung saja ia tidak berakhlaq apalagi denganku. Tidak.. tidak.. terimakasih!"

"Heh! Lagian siapa yang mau denganmu! Nikah saja dengan anjing tua mu itu! Aku ingin menikah dengan KIM KAI..! BRAND AMBASSADOR BY PARK!" Ujar Kyungsoo tegas.

"Aku?"

Tiba- tiba semua mata terbelalak kaget melihat seorang pria yang berdiri tepat dibelakang Kyungsoo.

END

Penulis : Oh iya setelah ini aku mau lanjutin beberapa tulisanku. Kalau kalian pengen baca bisa move ke wattpad aku ya dtvveet ^^
Annyeongg~