This is a work of fan fiction using characters from the Gintama world, which is trademarked by Hideaki Sorachi.

A/N: this story might be OOC, background story and timeline does not match with actual manga or anime.

.

.

"Laki-laki itu, aku sangat membencinya"

"Akan kubunuh dia"

"Aku pasti akan membunuhnya"

.

.

*8-year Sougo - Childhood hometown*

Namaku Okita Sougo, hari ini aku merasa sangat bahagia. Aku tinggal Bersama kakak perempuanku yang cantik, Mitsuba. Aneue sangatlah baik, sangat sabar dalam merawatku, makanan yang dimasaknya selalu terasa enak, meskipun pedas. Aku sangat sayang Mitsuba aneue.

Aku juga menyangi Kondo-san, dialah yang setiap hari melatihku seni berpedang di dojo miliknya. Kondo-san orangnya sangat berhai lembut, meskipun begitu saat melatihku dia bisa sangat tegas. Aku sudah menganggapnya seperti kakak laki-lakiku sendiri. Setiap hari aku tidak pernah lupa jadwalku pergi dan berlatih di dojo Kondo-san. Tanpa diingatkan pun, aku pasti tak akan terlambat datang. Karena aku sangat menikmati berlatih bersama Kondo-san.

Hari ini ulang tahunku, aku yakin akan banyak hal membahagiakan hari ini.

"Ittekimasu aneue"

"Itterashai Sou-chan"

Aku tak sabar untuk segera datang ke dojo hari ini dan bertemu Kondo-san. Kondo-san biasanya memberikan sebuah mochi kacang merah untuk siapapun yang berulang tahun dan menyanyikan lagu selamat ulang tahun bersama sebelum latihan. Yatta! Hari ini aku pasti makan mochi itu.

Eh? Mengapa orang-orang berkumpul di dalam dojo? Aneh sekali biasanya mereka akan memulai pemanasan di halaman. Siapa orang itu? Apa dia orang baru? Aku tak pernah melihatnya. Dan mengapa Kondo-san duduk dekat sekali dengannya?

"Ah Sougo, akhirnya kau datang juga"

"Kondo-san, siapa orang ini?"

"Ah.. Perkenalkan, Hijikata Toushiro, dia baru bergabung hari ini"

"Hijikata Toushiro desu, salam kenal Okita senpai"


Cih! Aku ingin cepat pulang. Hari ini tak seperti biasanya, ketika jam menunjukkan waktu selesai latihan, aku segera pulang kerumah, tanpa mengobrol sebentar dengan Kondo-san. Biarkan saja toh tidak ada yang ingat hari ulang tahunku hari ini. Tidak ada mochi untukku, Kondo-san baka!

Aku berjalan denga penuh rasa kesal, argghh! Benar-benar ulang tahun terburuk. Sampai dirumah aku langsung masuk kedalam rumah tanpa mejawab salam dari aneue, membiarkan aneue dengan tatapan bingung. Seperti biasa ketika aku kesal, aku akan langsung masuk kamar dan menutup pintu rapat-rapat.

"Sou-kun, kau tak apa?"

"Aku lelah aneue"

"Kalau begitu istirahatlah"

Tanpa kusadari, aku benar-benar tertidur.

XXX

"ungghh.."

Aku mengerjapkan mata, langit terlihat sudah gelap dari balik pintu shoji tipis itu. Sudah berapa lama aku tertidur?

"Sou-chan, kau sudah bangun?"

"Aneue!"

Aku kaget ketika menyadari ternyata kepalaku ada di pangkuan aneue.

"Kau tidak perlu melakukan ini aneue, aku sudah besar"

"Hihihi, kau akan selalu menjadi adik kecilku Sou-chan"

Aneue mengatakannya dengan tersenyum. Ah.. tidak ada yang bisa mengalahkan senyum indah aneue.

"Sou-chan, kau belum makan sedari pulang latihan, ini makanlah, tadi Kondo-san datang memberikan ini untukmu dan dia meminta maaf telah melupakan hal penting hari ini. Rasa kacang merah dari Kondo-san, rasa kinako buatanku. Selamat ulang tahun Sou-chan"

Aneue menyodorkan sepiring mochi padaku. Seketika rasa kesalku hari ini hilang, senyuman hangat aneue memang tidak ada duanya.

"Aneue, terimakasih"

Aku memeluk aneue dan segera menyanta mochi-mochi itu. Rasanya enak sekali. Kondo-san, aku tidak jadi marah, ternyata kau tidak melupakanku. Aku maafkan dirimu.


"Sou-chan, Sou-chan, ini waktunya latihan lho"

Aku tidak menghiraukan panggilan aneue dan mesih tetap berguling memunggunginya, rasanya aku malas sekali latihan hari ini.

"Ada apa? Biasanya kau bangun sendiri untuk pergi ke dojo. Apa ada sesuatu yang tidak menyenagkan?"

Terlihat dari suara aneue, sepertinya dia mencemaskanku. Ah mau bagaimana lagi, akan kuceritakan padanya.

"Disana ada seseorang yang menjengkelkan"

"Apa orang itu yang masuk dojo akhir-akhir ini?"

"Dia juniorku, tapi dia sombong dan bicara seolah kita sama. Semenjak dia datang, Kondo-san tak lagi banyak memperhatikanku. Aku muak! Aku tak ingin datang lagi ke dojo"

"Sou-chan…"

Tap tap tap

"Okita senpai, waktunya untuk latihan"

He?! Apa-apaan orang itu kemari?!

"Kau! Ngapain kau datang ke rumahku! Baka!"

Uh aku tidak bisa memukulnya, seberapa keras usahaku untuk melayangkan pukulan padanya sia-sia. Pria baka ini menahan kepalaku agar tak memukulnya.

"Hentikan Okita senpai, Kondo-san memintaku untuk membawamu"

"Lepaskan aku baka! Aw aw aw aw"

Apa yang dia lakukan? Dia berani mengangkatku? Memang dasar junior tidak tau sopan santun!

"Sa, ayo pergi senpai"

"aw aw aw, berhenti menyeretku konoyarou! Apa ini caramu memperlakukan senpaimu?! Sial!"

Pria itu sama sekali tak mempedulikan teriakanku, dia tetap menyeretku ke dojo Kondo-san tanpa sedikitpun menoleh padaku. Aku tidak suka dia!.

Dari posisiku yang menghadap belakang saat diseret olehnya, aku bisa melihat, aneue tetawa kecil melihat tingkah kami berdua.

Hari itu aku menyadari, bahwa lelaki itu telah mengambil satu hal berharga dalam hidupku.

To be continue