*Flasback sesaat sebelum kematian Sougo*
Sougo berlari menggapai Hijikata. Tangannya menjulur seiring dia mendengar suara-suara yang meneriakkan namanya. Tangan itu berhasil menggapai tujuannya, Sougo mendorong tubuh Hijikata untuk menghindari serangan ronin itu. Tapi na'as, tubuhnya lah yang justru ia korbankan.
Pedang itu menusuknya, menembus punggungnya hingga mata pedang itu muncul dari dada sebelah kirinya, menghunus jantungnya. Sougo mengeluarkan darah seiring banyaknya dia batuk, tubuhnya berhasil ditangkap oleh Hijikata sebelum ia jatuh tersungkur ke tanah.
Ronin itu terlihat terkejut dengan apa yang baru dilakukannya. Ia terus mematung hingga Kondo-san muncul dari belakangnya dan berhasil melumpuhkannya. Setelah itu Kondo-san segera menghampiri Sougo yang sudah diambang batasnya.
"Bertahanlah Sougo!"
"Hi.. Hijikata…"
Sougo terlihat susah payah menahan sakit yang menderanya. Ia tahu inilah saat-saat terakhirnya. Karena itu, dipaksakannya tubuhnya yang semakin lemah itu untuk mengatakan kalimat terakhirnya.
"Aku… Serah.. kan"
"Aneue… Pa.. da.. mu.."
Setelah mengatakan kalimat itu, Okita Sougo menghembuskan napas terakhirnya
*Flashback end*
Epilog
"Sadist!"
"Oi Sadist!"
"Bangun bakayarou!"
"Ughh.. diamlah China!"
Hah?!
Aku seketika terbangun, membelalakkan mata dan langsung terduduk dari posisi awalku yang terbaring. Itu suara Kagura kan? Apa aku tak salah dengar? Aku? Dimana aku?
"Akhirnya kau bangun juga dasar chihuahua pemalas"
Perempuan itu, aku benar-benar melihat sosoknya saat ini. Kujulurkan tanganku untuk meraih sosoknya yang sedang duduk disampingku sembari membawa payung kesayangannya itu. Tanganku berhasil meraihnya, memegang pipinya, mengelusnya perlahan.
"China…"
"Aku sangat merindukanmu.."
Kupeluk dengan erat sosok itu, kupeluk dia seakan tak akan lagi melepaskannya. Perempuan itu membalasku dengan menepukan telapak tangannya pada pungungku, mengusap-usap punggungku perlahan.
"Tenanglah, aku akan terus bersamamu disini.."
Aku pun melepaskan pelukanku, sedikit membuatku menyadari situasi saat ini. Disini, aku berada di hamparan indah, sangat indah dan luas. Disini, aku bertemu kembali dengan gadis yang paling kurindukan sekaligus kucintai. Apa aku sudah berada di surga?
"China, apa yang terjadi denganku?"
"Entahlah, pikirkan saja sendiri"
Aku tersenyum, kini aku sudah tahu jawabannya.
"China, ayo kita lanjutkan, siapa yang paling kuat diantara kita"
"Oh.. Kau menantangku? Ayo! Siapa takut!"
Fin
