Title: SIDE STORY (Your Sick Game of Hide and Seek)

Main Cast:

- Choi Siwon

- Cho Kyuhyun

Other Cast: random boy group(s) and girl group(s), OC

Warning: Might be OOC, AU, BL, Typo(s), and etc

Disclaimer: They belongs to God and themselves


PART I

[ First Meet First Kiss ]


Siang terik dipertengahan Agustus benar – benar membakar emosinya. Kyuhyun berlari menuruni tangga disebuah gedung tua, tempat kejadian perkara dari korban kedua pembunuhan berantai. Sekitar satu bulan yang lalu, korban kedua ditemukan disana, dan saat ini si pelaku akan mendatangi rumah target yang akan menjadi korban ketiga. Seniornya dari DDIT sekaligus bagian dari tim khususnya, Park Yoochun, baru saja mengabari lokasi terakhir pelaku dan memberikan tiga alamat yang kemungkinan menjadi tujuan si pelaku. Ryeowook sudah meluncur ke alamat pertama dan menyatakan disana bersih, sepertinya hanya pengecohan dan akan segera menyusul ia ke alamat ketiga. Karena alamat kedua akan ditangani oleh Yoochun.

Sementara salah satu dokter dari Divisi Forensik yang tergabung dalam timnya, Kim Jaejoong, sibuk membacakan rangkuman rekam medik milik pelaku, ia sudah masuk kedalam mobil dinasnya dan segera melaju menuju alamat ketiga. Kyuhyun memotong lurus perempatan jalan utama, menghasilkan teriakan berisi sumpah serapah serta klakson marah dari pengendara dijalan tersebut. Ia tidak peduli, sirine mobil dinasnya sudah berbunyi sedari tadi, seharusnya mereka tahu untuk memberikan jalan. Ada pasien gangguan jiwa yang melarikan diri dari bangsal rumah sakit jiwa tiga bulan yang lalu. Ia masih ingat saat pertama kali menemukan mayat seorang wanita di semak – semak dengan kondisi tak berbentuk lagi tujuh minggu yang lalu. Awalnya ia mengira itu hanyalah kasus pembunuhan biasa dan segera memerintahkan timnya untuk mencari pelaku yang sedang bersembunyi.

"Selama ini ia bersembunyi diatap salah satu gudang kain distrik Dongdaemun. Targetnya sesuai perkiraan mu, wanita usia sekitaran 18 – 25 tahun dengan rambut sepanjang pinggang. Menurut perkiraan ku, dia memiliki dendam dengan anggota keluarga wanitanya"

"Aku juga sudah membaca salinan rekam mediknya"

"Kyu, jangan mengebut. Aku mendengar suara klakson dari sini. Kau baru diangkat menjadi ketua divisi enam bulan yang lalu, tanggung jawab mu masih banyak. Jangan sampai kau mati sebelum surat pengajuan kepindahan ku disetujui! Aku tidak mau menghadapi si botak mesum itu sendirian! Dia akan semakin menjadi – jadi kalau kau tidak ada!"

"Demi Tuhan! Kita tidak punya waktu lagi, Jae hyung! Jangan ceramahi aku sekarang, kau bisa melakukannya nanti, oke?! Hubungi Yoochun sunbae, dia harus memeriksa tempat persembunyian si bajingan ini. Aku yakin disana ada foto para target yang berserakan, dan aku bertaruh ada tumpukan foto yang kotor dengan bekas ejakulasinya"

Lalu ia segera menutup sambungan tersebut secara sepihak, yakin sekali saat ini Jaejoong juga pasti ikut menyumpah serapahinya. Ia mengingat kembali bagaimana wajah kedua korban dirusak tanpa ampun, mereka pastilah masih hidup saat jari jemari serta kuku – kuku mereka dicabut satu persatu, dan ada satu kesamaan dari keduanya. Kedua korban wanita itu sama – sama disetubuhi, ada bekas sperma disana yang dengan mudah bisa mereka identifikasi. Namun, Kyuhyun tidak menyangka pelakunya adalah orang yang sama, karena korban kedua ditemukan setelah tiga minggu kematian korban pertama. Kesimpulannya, pelaku mereka kali ini adalah seorang penguntit mesum yang memiliki gangguan jiwa dimana kepuasan hasrat seksualnya berasal dari mayat. Seorang nekrofilia.

Menjijikkan. Tapi, siapapun akan bisa menebak hal itu dengan mudah setelah membaca rekam medik si bajingan ini. Riwayat keluar masuk rumah sakit jiwa tiga kali, saat dibawa pertama kali, dia sudah membunuh adik perempuannya sendiri. Berhasil sembuh setelah tiga tahun, namun enam bulan kemudian kembali ditangkap karena telah membunuh salah seorang tetangganya, janda muda yang bekerja sebagai kasir di sebuah mini market. Kembali dinyatakan sembuh setelah lima tahun, akan tetapi, dua bulan kemudian harus ditangkap karena telah membunuh seorang mahasiswi. Dan semua korban itu tentu saja disetubuhi, diperkosa setelah mati. Kyuhyun sendiri heran, kenapa si bajingan itu bisa lepas dengan mudah.

Saat sedang fokus menyetir, tiba – tiba kaca mobilnya ditembaki dengan beberapa peluru. Kyuhyun merundukkan tubuhnya dan menatap pelaku penembakan tadi. Sesuai perkiraan, itu adalah si bajingan yang sedang ia kejar sekarang. Menginjak habis pedal gas, ia mempertipis jarak mobil mereka sebelum menginjak rem secara mendadak dan membidik dua roda belakang mobil si pelaku. Tepat sasaran, ban mobil tersebut pecah dan oleng hingga terbalik, namun bukan berarti ia tidak mendapat masalah. Seseorang sudah menabrak bagian belakang mobilnya. Kyuhyun hanya melirik sekilas, sebelum melompat turun dan berlari kearah si pelaku yang sedang mencoba merangkak keluar. Dengan sigap ia memukul titik buta leher bajingan tersebut hingga tak sadarkan diri, sebelum menyeretnya menjauh dan memborgolnya.

"Hei kau, pak polisi! Segera tanggung jawab! Karena mobil rongsok mu ini, mobil Tuan Besar Choi jadi lecet!"

Memutar bola matanya malas, ia lalu menatap kearah seorang supir berbadan tambun yang sedang berjalan kearahnya. "Aku sedang dalam pengejaran, kau tidak perlu berisik. Kirimkan saja tagihannya ke Kantor Kepolisian Seoul"

"Kau tidak tahu siapa Tuan Besar Choi?! Yang benar saja, kau tidak mengenal seorang Choi Siwon? Ha! Sudah bosan hidup rupanya! Cepat minta maaf, kalau perlu kau harus berlutut, atau kau akan menanggung resiko tidak bisa melihat matahari terbit lagi"

"Oh, benarkah? Aku lahir di negeri matahari terbit, aku sudah bosan melihat bola api panas itu. Dan katakan pada atasan mu itu, jika dia memang tidak bisa memperbaiki mobilnya, seharusnya dia tidak membeli mobil"

"KAU–!"

Ia menghindari pukulan dari pria tambun didepannya itu dengan mudah dan berdecak kesal, ia hanya ingin menangkap pelaku kejahatan kasusnya. Tidak ada niatan sama sekali untuk menambah orang yang akan ditangkap, hanya menyesakkan mobil dinasnya saja. Lagi pula, Kyuhyun tidak sepenuhnya salah, ia sedang dalam pengejaran dan sudah menyalakan sirine. Seharusnya kendaraan masyarakat awam memberi jalan dan tidak mengekori dibelakang buntut mobil dinas kepolisian, setidaknya harus ada jarak sepuluh sampai lima belas meter. Itu pengetahuan umum yang sudah sering disosialisasikan bagian HuMas kantornya.

"Pak Kang, ada apa?", seorang pria dengan perawakan tinggi dan bertubuh tegap berjalan mendekat kearah keributan kecil yang terjadi. Pandangannya menangkap sosok figur berseragam polisi yang saat ini sedang bersedekap dengan wajah merengut.

"Tuan Besar! Maafkan saya! Saya sudah mencoba meminta pertanggungjawaban dan permintaan maaf polisi ini, tapi dia justru keras kepala"

Kyuhyun menggeram kesal, ingin sekali ia menendang perut buncit tersebut, seperti bola yang biasa adik sepupunya gunakan untuk melakukan gerakan yoga. Tetapi, ia masih harus menahan amarahnya. Ayolah, atasannya akan memarahinya kalau sampai ia terlibat perkelahian dengan masyarakat awam, dan pastinya ia yang akan mendapat imbas buruk lebih banyak. Menggerutu kesal, ia bahkan tidak memperdulikan kehadiran atasan si supir karena sibuk mengirimkan tatapan menusuk pada pria tambun itu. Berharap bisa memecahkan perut balon itu atau menendangnya.

"Aku sudah katakan pada mu, kirim saja tagihannya. Dan aku sedang dalam pengejaran, jadi bukan salah ku kalian menabrak. Bahkan seharusnya, kalian yang meminta maaf", ia mengumpat dalam hati saat mendengar perkataan si supir tadi.

"Pak Kang, masuklah. Biar aku yang bicara dengan polisi ini"

Kyuhyun mendecih saat melihat si supir tersenyum mengejek padanya. Pria itu menunjuknya lalu melakukan gerakan seperti memotong leher dengan ibu jari, seolah – olah mengancam bahwa ia akan dibunuh setelah ini. Tatapannya keras menatap pria tambun tersebut, ia akan menandai pria itu dan menangkapnya jika sampai melakukan kejahatan, walaupun itu hanya mencuri permen. Oh, lihat saja nanti, itu pikirnya. Pandangannya lalu beralih pada atasan si supir tadi, seorang pria dengan balutan jas navy blue dan celana kain berwarna senada. Pria tersebut lebih tinggi darinya, memiliki netra hitam bak langit malam yang tak berbintang, bibir joker itu tampak memperlihatkan sebuah senyuman.

"Baiklah, tuan... Cho Kyuhyun? Perkenalkan, aku Choi Siwon", Siwon membaca name tag polisi yang berdiri didepannya itu. "Aku tidak mempermasalahkan biaya ganti rugi kerusakan. Supir ku hanya ingin anda meminta maaf"

"Meminta maaf? Sudah ku katakan tadi, aku bahkan tidak salah", kepalanya terasa berasap karena berdiri dibawah terik matahari terlalu lama. Hal tersebut juga mempengaruhi kesabarannya yang semakin menipis.

"Hm... Begitu... Baiklah, kalau menurut anda seperti itu. Saya terpaksa harus mengambil kompensasi karena anda tidak mau meminta maaf"

"Apa mak–"

Dari semua daftar kejadian buruk yang ada dikepalanya, tidak pernah sekali pun Kyuhyun berpikir bahwa mendapat pelecehan adalah salah satunya. Tubuhnya kaku saat merasakan lumatan pada bibirnya, ia hanya dapat menatap netra kelam tadi dengan mata sedikit terbelalak, kaget. Ciuman itu tidak berlangsung lama, namun cukup untuk membuatnya terguncang. Ia tidak pernah berkencan dengan siapapun sebelumnya selama 28 tahun ia hidup. Mimpi buruk dari masa kecilnya, tidak pernah meninggalkannya hingga saat ini. Dan dalam beberapa tahun ini, ia tidak pernah melakukan sentuhan yang intim, seperti berciuman. Kedua tangannya gemetar, ingin sekali menghajar pria didepannya ini, tetapi tubuhnya seakan mendapat serangan kejang. Kaku dan tidak bisa digerakkan.

"Permintaan maaf mu diterima"

Ia masih tidak bergerak saat pria itu berbisik tepat didepan bibirnya, meninggalkan sebuah kecupan lagi sebelum berjalan mundur menuju mobil mewah tadi. Matanya melihat seringai di bibir joker itu, ada gurat kepuasan di paras tampan tersebut. Panik. Kyuhyun bisa merasakan keringat dingin mulai membasahi tengkuknya. Siapa pria itu? Kenapa auranya begitu mengintimidasi? Berbahaya. Seakan – akan mata itu seperti menelanjanginya, pemilik netra kelam itu seperti singa yang sedang menandai buruannya. Takut. Ia takut jika tertangkap, ia akan di makan, dihabiskan. Seperti dulu, saat dirinya hanyalah seorang anak kecil yang lemah, tidak bisa menolak walaupun sudah menjeritkan penolakan dan memohon.

"Baiklah, sampai bertemu lagi, mon chéri~"

Lalu, pria tersebut masuk kedalam mobil mewah tadi. Kuda besi itu melaju kencang membelah jalanan lengang didepannya. Kyuhyun berjalan perlahan sebelum menopang tubuhnya pada batang pohon oak, kakinya gemetar, dan pandangannya menatap kosong ke depan. Ia sudah tidak peduli dengan keadaan sekitar, telinganya menulikan bunyi apapun yang tertangkap indera pendengarannya. Setelah bertahun – tahun, ia tidak pernah merasakan ketakutan dari traumanya lagi, bahkan ia berhasil membunuh orang yang akan memperkosanya saat ia berusia 14 tahun. Lalu, kenapa? Kenapa saat ini ketakutan itu datang? Apa karena merasa terintimidasi? Atau karena ia terlalu terkejut? Benar, ia tidak dalam keadaan siap menerima sentuhan apapun tadi.

"Letnan? Letnan Cho?"

Itu benar! Ia hanya terkejut! Trauma dari mimpi buruk itu tidak akan bisa mengganggunya lagi. Menutup kedua matanya, ia mencoba untuk bernafas secara normal, hampir tidak sadar bahwa sedari tadi, ia kesulitan bernafas. Ibu angkatnya sudah bersusah payah membantu dirinya sembuh dari ketakutan akan bayang – bayang mengerikan dari masa lalu. Kyuhyun sudah cukup tersiksa melewati segala terapi mental, ia tidak akan menyia – nyiakan semua perjuangannya itu. Ia sudah berjanji untuk sembuh, dan sejauh ini ia sudah bisa berdiri tegak melawan segala ketakutannya.

"Kyu? Kyuhyun?"

Menutup wajah dengan kedua telapak tangannya, ia lalu tersenyum. Ini bukan rasa takut, ini hanya keterkejutan dan kepanikan kosong semata. Tak ada satu pun yang bisa menyakitinya sekarang, ia bisa melindungi dirinya sendiri dan orang – orang yang sudah ia anggap sebagai keluarga. Pria itu, si brengsek bernama Choi Siwon itu, tidak akan membuatnya takut. Jika ia bertemu lagi dengan pria tersebut, ia tidak akan bersikap seperti ini lagi. Ah, sungguh memalukan sikapnya tadi, seharusnya ia menyempatkan diri untuk memberikan pukulan di ulu hati atau tendangan di tulang kering.

"Yak! Cho Kyuhyun!"

"Huh?!", Kyuhyun tersentak, kaget. Ia menatap partner kerjanya selama empat tahun ini, sekaligus sahabatnya, dengan pandangan bertanya.

"Ada apa dengan mu?!"

Pemuda yang bertubuh lebih pendek darinya itu, mengguncang bahunya pelan. Kim Ryeowook, nama pemuda tersebut, sedang menatapnya dengan rasa cemas yang kentara terpancar di netra coklatnya. Ia menarik senyuman tipis, sebelum menegakkan tubuhnya dan membunyikan jemarinya satu persatu, siap memberikan beberapa pukulan pada pria brengsek tadi.

"Dimana dia...?"

"Ha? Siapa? Penjahat kita? Itu dia di mobil dinas ku"

"Bukan si Choi itu", ia melihat ke seberang jalan, baru saja mengingat kalau mobil mewah tadi sudah pergi dari sana. "Ah, sudahlah. Aku lupa kalau dia sudah pergi"

"Sebentar... Si Choi?"

"Iya, pemilik Limousine yang terparkir disana tadi. Choi Siwon", ia menunjuk seberang jalan, dimana mobil dinasnya terparkir dengan bumper yang hampir lepas dan bagian sudut kiri belakang terlihat sedikit penyok.

Ia menggerutu kesal, sedikit mengernyit saat merasakan pundaknya di cengkram oleh sahabatnya. Kyuhyun dapat melihat bagaimana wajah manis pemuda didepannya itu menampakkan gurat kekhawatiran yang kentara. Seakan - akan baru saja mendengar bahwa dirinya akan di nikahi Letnan Hwang, ketua Divisi Forensik mereka atau yang biasa Jaejoong sebut sebagai 'botak mesum'. Pria itu tidak akan berani padanya, mengingat Kyuhyun pernah nyaris mematahkan leher pria tersebut karena tertangkap basah akan melecehkan anggota timnya yang berada di Divisi Forensik.

"Tunggu... Jangan katakan kau bertemu Choi Siwon yang 'itu'... Kyu? Si pemilik SW Corp? Perusahaan yang memiliki puluhan cabang dan menguasai pasar perdagangan di negara ini bahkan sudah hampir mencapai hingga Asia. Si raja bisnis muda, yang juga dijuluki sebagai iblis dunia bawah, Choi Siwon yang itu?"

"Aku tidak peduli kalau itu memang dia atau bukan. Dasar Choi Siwon keparat. Brengsek!"

"Hah? Yak! Hukum bahkan tidak bisa menyentuhnya, kau bisa celaka kalau bermasalah dengannya!", Ryeowook memijat pangkal hidungnya, sedikit bingung melihat Kyuhyun bersikap seperti ini. Netra pemuda itu tampak tak fokus, sekilas ada kilat ketakutan disana. Dan jujur, itu sungguh membuatnya khawatir. "Sebenarnya apa yang terjadi?! Katakan pada ku!"

Ada kilatan ragu di netra coklat karamel itu, Ryeowook menyadarinya. Ia hanya bisa berharap, sahabat sekaligus partnernya ini tidak terlibat sesuatu yang berbahaya. Cukup sudah pekerjaan mereka yang bisa dikatakan 'sangat berbahaya', jangan ditambah lagi dengan beban lain. Karena ia sangat tahu fakta mengerikan yang beredar. Siapapun yang mencari masalah dengan seorang Choi Siwon, tidak akan ada satu pasal hukum pun yang bisa melindungi nyawa orang itu, karena jajaran 'para elite' akan siap menjadi tameng untuknya. Dan itu bukanlah rumor.

"Si brengsek itu mencium ku! La, lalu... Dia memanggil ku... Mon chéri..."

"Apa artinya itu?"

"Itu panggilan 'sayang' dalam bahasa Perancis...", Kyuhyun menggerutu, tangannya terkepal kuat, tetapi ia masih belum mempercayai dirinya untuk berdiri tegak. Sejujurnya, ia masih sangat terguncang, tetapi ia tidak ingin sahabatnya itu khawatir lebih dari ini. "Huh! Memangnya siapa yang mau bertemu dengannya lagi?! Dasar tidak waras!"

Namun, wajah Ryeowook yang memucat dan tampak sedikit pias, bukanlah pertanda baik untuknya. Ia mengatupkan bibirnya rapat, mengisyaratkan agar partnernya itu mengatakan apapun yang ingin pemuda itu katakan. Kyuhyun akan menelannya bulat – bulat, dengan kemungkinan terburuk sekalipun.

"Gawat... Sepertinya dia tertarik pada mu"

"Lalu? Aku tidak tertarik dengannya"

"Dia yang tertarik pada mu! Kau tidak tahu apa maksudnya itu?! Apapun yang menarik perhatiannya, harus dia miliki. Berapa pun uang yang harus dikeluarkan. Oh ya ampun, celakalah kau... Sebenarnya, apa yang kau lakukan sampai menarik perhatian mahluk berbahaya seperti dia?!"

Ryeowook melemparkan kedua tangannya keatas, menyerah dengan keadaan. Hal terburuk kedua setelah membuat seorang Choi Siwon murka, adalah membuat pria itu 'tertarik'. Bukan rahasia lagi bagaimana pria itu sering kali bermain 'kotor' untuk mendapatkan apapun yang dia inginkan, selalu terobsesi untuk menang. Dan ia sangat khawatir jika sahabatnya ini menjadi target ketertarikan seorang pria yang memiliki seribu satu cara licik untuk mendapatkan apapun yang dia inginkan. Menghela nafas berat, ia menutup mata dan memijat kedua pelipisnya yang tiba - tiba terasa berat.

"Aku harap, dia tidak datang ke rumah mu dan menyeret mu paksa dengan uangnya. Aku sudah bisa membayangkan kemungkinan yang terjadi nanti. Juhyun dan paman akan mengamuk, lalu bibi akan menangis, seperti dalam adegan telenovela yang sering di tonton Inspektur Song", jeda selama beberapa saat, Ryeowook berpikir bahwa memasukkan penjahat mereka ke mobilnya adalah pilihan tepat. Karena atasan sekaligus sahabatnya ini, sedang tidak tampak cukup baik untuk kembali menangani kasus. "Aku akan kembali ke kantor sekarang. Jangan pikirkan tentang kasus ini, dan ambilah waktu sebanyak yang kau perlukan untuk beristirahat"

"Terimakasih, Wookie... Tapi, aku akan segera kembali dan menyusul mu. Lagi pula...", Kyuhyun menjilat bibirnya yang terasa kering, seketika ia kembali mengingat ciuman tadi dan mengakibatkan dentuman keras yang timbul dikepalanya saat ini. Tetapi, ia tetap memaksakan tatapan keras dan lurus pada sahabatnya itu. "Aku bukan barang. Aku akan menghajarnya jika dia berani datang pada keluarga ku dan mencoba membeli ku"

Ia berkata seperti itu, namun sejujurnya, Kyuhyun bisa mendengar keraguan yang kentara dari nada suaranya. Ia menepis tangan Ryeowook yang mencoba membantunya berdiri tegak. Pemuda itu tidak mengatakan apapun, dia yang paling mengerti akan kondisi Kyuhyun saat ini. Berjalan gontai kearah mobilnya, ia mendudukkan diri dikursi kemudi, tangannya mencengkram erat roda setir. Tubuhnya gemetar dengan intesitas yang lebih kuat, hingga gigi geliginya bergemeletuk dan bergesekan dengan kasar, menimbulkan suara yang menyakitkan telinga. Kali ini ia benar – benar merasakan bagaimana rasa mual menohok ulu hatinya, pandangannya kabur karena air mata yang keluar dengan sendirinya. Ia melepas cengkraman pada kemudi, lalu mendorong mundur kursinya dan memeluk kedua lututnya. Ia menyembunyikan wajah dibalik kedua lututnya, membiarkan air matanya mengalir begitu saja dengan tatapan kosong.

Selama setengah jam lebih, ia menulikan pendengarannya dari komunikator yang terus berbunyi. Dirinya tidak begitu yakin bisa kembali ke kantor dan terlihat baik – baik saja, adik sepupunya pasti tahu. Wanita itu baru bergabung selama dua tahun di divisi yang sama dengannya, dan ia akui bahwa adik sepupunya itu sangatlah observan. Kyuhyun tertawa pahit, ia semakin mengeratkan pelukan pada kedua lututnya. Bibirnya tak henti mengucapkan kata – kata penenang yang dulu ia pelajari saat masih dalam masa terapi, berusaha keras agar dirinya tidak panik. Yang saat ini ia inginkan, hanyalah masuk kedalam kamarnya dan bersembunyi dibawah selimut. Kyuhyun hanya ingin bersembunyi dari dunia, karena saat ini, ia merasa sangat kecil dan sangat rapuh. Disaat ia membutuhkan pelukan mendiang ibu angkatnya, ia sudah tidak bisa lagi merasakan kehangatan itu dan harus menghadapi ini semua sendirian.


###


"Polisi tadi benar - benar kurang ajar! Seharusnya dia berlutut pada anda!"

"Ya, begitulah"

Pandangannya terarah pada tablet ditangannya, ia tidak begitu memperdulikan perkataan supirnya tersebut. Siwon memang sengaja membuka kaca pembatas antara bagian penumpang dan supir, ia ingin mendengar pria yang baru satu bulan bekerja padanya itu mengeluarkan keluh kesah. Mungkin atensinya memang terfokus pada tablet yang ia pegang, namun telinganya tetap mencerna setiap kalimat yang pria tersebut lontarkan. Sejauh ini, ia hanya akan merespon pendek terhadap kalimat – kalimat berisi keluhan dan umpatan itu.

"Saya yakin, dia pasti hanya polisi bodoh yang mudah di sogok dengan uang! Mereka semua hanya anjing penjilat pemerintah!"

"Ya, kau benar", jemarinya mengusap lembut layar tablet tersebut, yang saat ini sedang memperlihatkan sebuah foto. Obyek gambarnya adalah seorang pemuda bersurai hitam yang sedang memeluk seorang wanita muda. Ia bisa melihat pemuda tersebut menampilkan senyuman tipis.

"Apa lagi polisi tadi, wajahnya seperti wanita, pasti dia mendapat pekerjaan itu karena menggoda ata–"

Ia segera memotong kalimat cacian yang akan terlontar penuh dari mulut besar milik supirnya itu. "Pak Kang, kita berhenti disini dulu"

"Oh? Baiklah, Tuan Besar"

Siwon melangkah keluar setelah pria yang ia panggil 'pak Kang' tadi membukakan pintu untuknya. Mereka berhenti di daerah pertokoan yang tampak lengang, ia pun mengisyaratkan agar sang supir mengikutinya. Mereka berjalan memasuki sebuah gang sempit diantara dua ruko, ia menghela nafas pelan sembari mengetuk kakinya yang beralas pantofel hitam, kepalanya ia miringkan sedikit. Kekesalan yang sedari tadi ia tahan, akhirnya tampak kentara di raut wajahnya.

"Kau di pecat", ia mengeluarkan pistol miliknya dari balik jas yang ia kenakan. Tanpa memperhatikan raut wajah pria didepannya, ia memasang peredam suara di mulut pistol tersebut.

"Ta, tapi, apa salah saya, Tuan?!"

Mengarahkan pistol tersebut pada si supir, ia menatap wajah pria itu yang tampak pias, sarat akan ketakutan. "Kau berisik"

Hanya dengan satu tembakan dari Colt 1991, pistol favorite nya, berhasil menyarangkan satu peluru tepat diantara kedua mata pria tadi. Untuk menyingkirkan satu sampah, ia tidak memerlukan banyak peluru, bahkan timah padat itu lebih berharga dibandingkan dengan nyawa satu orang tidak berguna. Siwon kembali menyimpan pistolnya, sebelum melangkah keluar dari gang sempit tersebut, dan berjalan kembali menuju mobilnya. Tidak ada satu orang pun yang berani bertanya, melihat saja mereka terlalu takut, karena ia adalah pemilik jajaran ruko pertokoan tersebut. Ya, dipagi hari tempat ini hanyalah jajaran pertokoan biasa yang tampak tidak begitu ramai. Namun, bisnis sebenarnya di mulai saat malam hari, diskotik dan pelacuran. Sesuatu yang standar saja.

"Haah... Berisik. Mulut besarnya itu berisik sekali", ia masuk ke dalam mobil dan membanting pintu dengan kuat. Suasana hatinya memburuk karena pria tadi, padahal ia harus bertemu dengan klien dari Australia dua puluh menit lagi. Meraih ponsel di saku jasnya, ia segera menghubungi sekretarisnya "Aku butuh supir baru, pertokoan C di distrik Nowon. Dan katakan pada yang lain untuk menyingkirkan mayat si keparat busuk itu, ada di gang antar ruko. Ulur waktu 15 menit jika klien sudah datang"

"Baik, Tuan Besar Choi. Akan ada supir pengganti yang menuju kesana dalam kurun waktu lima menit. Saya akan segera meminta Tuan Park untuk mengulur waktu, Tuan Harper baru saja memasuki lobi hotel"

Ia mengakhiri transmisi tersebut lebih dulu. Tangannya meraih tablet yang tadi ia tinggalkan diatas kursi. Netranya berkilat senang saat melihat email yang belum lama masuk. Dua buah folder dengan kode angka romawi. Yang pertama berisi puluhan foto seorang pemuda bersurai hitam dengan kulit pucat yang belum lama ia temui tadi. Folder kedua berisi data dari pemuda tersebut, seperti riwayat kepindahan kewarganegaraan, nomor kependudukan, daftar prestasi dan pencapaian karir. Bahkan informasi pribadi seperti keluarga dan riwayat penyakit serta pengobatan, semua tertera didalam folder yang dikirimkan oleh informannya itu. Ia akan memberikan bonus yang besar pada informannya nanti, karena bisa memperoleh data yang nyaris lengkap dalam kurun waktu lima belas menit. Seringai tipis tampak di paras tampannya, cukup puas dengan apa yang ia dapatkan.

"Cho Kyuhyun... Cho Kyuhyun... Kyuhyun...", jeda selama beberapa saat, ia lalu menutup kedua matanya. Membayangkan figur pemuda tersebut. "Kyuhyunnie~"

Surai hitam yang sedikit berantakan, kulit putih cenderung pucat yang memerah saat terpapar suhu panas, leher jenjang yang berkeringat, dan baju seragam dengan dua kancing teratas yang dibuka. Jangan lupakan bibir penuh bak buah plum itu, sungguh menggoda dan manis saat dikecap. Pemuda tersebut bagaikan perwujudan salah satu dari tujuh dosa besar, Lust atau nafsu akan hasrat seksual. Siwon meraba dadanya, merasakan debaran keras tepat diatas jantungnya. Ia sengaja tidak langsung menghentikan perdebatan si supir dan Kyuhyun tadi, karena selama beberapa menit yang panjang, ia membeku ditempat, terpesona dengan keindahan dari figur pemuda tersebut. Matanya enggan untuk memutus kontak dari pemandangan indah tersebut. Ia tidak pernah percaya dengan yang namanya cinta pada pandangan pertama, terlebih lagi dengan seorang polisi, anjing bodoh milik pemerintah. Kemungkinan yang paling dekat, ini adalah rasa 'ketertarikan' semata.

Namun, itu bukan masalah, jika pemuda itu menjadi miliknya, ia akan menjadikannya sebagai seorang ratu. Walaupun itu harus menjungkir balikkan hukum negara, akan ia lakukan jika itu bisa menjadikan pemuda tersebut sebagai miliknya. Bahkan para petinggi negara dengan senang hati berlomba menjilati sepatu miliknya, bukan hal sulit untuk menginjak mereka dan mengubah hukum yang ada. Ia kembali membuka mata, lalu menatap foto pemuda bernama 'Cho Kyuhyun' didalam tablet miliknya. Pemuda tersebut mengenakan kemeja berdasar hitam dengan aksen warna ungu, bibir penuh tersebut tampak tersenyum tipis dengan pandangan yang beralih dari fokus kamera. Begitu indah dan sempurna. Secara sadar, ia merasakan sesuatu yang gelap menggerogoti hatinya, obsesi itu berkembang dengan cepat. Hasrat untuk memiliki dan memonopoli pemuda itu, terasa menggebu di jiwanya. Cepat atau lambat, ia harus 'memiliki' objek obsesinya itu.

"Lihat saja nanti. Ku pastikan kau akan menjadi milikku, hanya milikku, Cho Kyuhyun. Tunggu aku, sayang. Aku sendiri yang akan menjemput mu dan mendudukkan mu diatas pangkuan ku"

Tidak peduli jika ini hanyalah obsesi sesaat, yang jelas, ia menginginkan pemuda itu menjadi miliknya. Jika ia sudah bosan, ia bisa membuangnya, semudah itu. Namun, entah mengapa ada sesuatu yang berbisik dikepalanya, bahwa pemuda itu tidak akan tergantikan. Bahwa pencariannya akan seorang yang 'setara', sudah sampai pada sosok yang tepat. Untuk saat ini, Siwon akan mengabaikan hal itu, yang harus ia lakukan adalah mencari tahu lebih dalam tentang pemuda bernama Cho Kyuhyun ini. Setidaknya, hal itu bisa memuaskan hasrat menggebunya untuk mengklaim pemuda tersebut. Setidaknya, untuk sementara waktu.


First Meet First Kiss : End


A/N:

Ingat ya, ini konsepnya kumpulan oneshoot atau twoshoot, jadi gak boleh protes sama kata 'End' diakhir cerita, dilarang demo minta ganti konsep, entar aku gigit /bercanda aja kok.

Sebenarnya, aku gak bisa update rutin kayak dulu lagi. Aku mulai sibuk sekarang, jadi... Ya aku bakal usahain update gak terlalu lama.

Review jika berkenan, karena satu review dari pembaca, benar - benar menjadi bahan bakar untuk semangat author :3