Disclaimer: Ishida Sui- sensei
Alert note : Blood!, Gore, psychosis signs, a bit Necrophilia?
/
2.
Jeritan pilu membelah malam. Bulan menatap jiwa yang siap kembali ke alam baka. Sepias wajah yang perlahan mati kehilangan darah, sebisu jiwa yang meninggalkan raganya. Rona koukaku yang perlahan meninggalkan sang ghoul mati mengenaskan. Naas, sang pembantai jiwa itu masih disana menatap ekspresi perlahan memudar meninggalkan sosok yang baru saja ia cacah. Bunga darah merekah dimana-mana. Bagai musim semi namun dalam konotasi yang tak sama.
Mutsuki tau ia sudah berubah. Pemberontak yang tak sengaja ia bunuh tak lagi berwajah sensei kesayangannya. Yang ada di visinya hanya seorang berambut raven serta bermanik onix wajik. Walaupun visi itu akan menghilang begitu sang korban ikut kehilangan nyawa.
"Ah, aku kelewatan lagi."
Wanita berambut hijau beranjak dari jasad tanpa jiwa itu. Kemudian menatap tubuh ghoul pemberontak tak bernama yang telah bersimbah darah. Menilik kembali mata yang menatap kosong itu sambil mengelap cipratan darah yang menghiasi wajahnya sendiri. Ia amati lagi paras pria yang tak lagi hidup itu. Wajah yang meninggalkan teriakan abadi yang entah mengapa meninggalkan rasa tenang nan memabukkan. ia miringkan kepalanya, mencoba untuk memandang 'mahakarya' nya dari sudut pandang yang lain.
Ia menunduk lalu mengecup singkat bibir si mayat yang masih utuh.
"Jaa Nee~, Urie Kuki-kun." Cetus Mutsuki
/
A/N
This is The darkest one among the other chap
Next?
