Disclaimer: Ishida Sui- sensei
/
4.
Mutsuki menyendok es krim vanilla mint itu entah yang ke-berapa. Terduduk di salah satu kamar rumah sakit selama beberapa hari membuatnya hampir mati bosan. Kaki kanan dan kirinya yang masih digips dan terpasang traksi terjulur tak berdaya. Associated Class Investigator hanyalah sebuah pangkat kosong jika ia berhadapan berdua dengan manusia angkuh satu ini.
Setelan rapi Urie kontras dengan ruangan perawatan bernuansa lembut itu. Cahaya senja mulai merayap dari jendela dan memenuhi ruangan dengan semburat jingga. Wajah lelah Urie juga tak terhindar dari terpaan cahaya lembut itu. Mutsuki membayangkannya lari pontang panting menuju kereta peluru yang selanjutnya membawanya sepanjang sore melintasi negeri menuju tempat Mutsuki berada. Mutsuki juga tahu dari Aura, bagaimana horor reaksi Urie begitu Aura mengabarkan Mutsuki cedera akibat misi. Dan telepon Saiko yang dengan riang memberitahu sang wanita berkulit hitam manis itu tentang si Pria pendiam yang gelisah menunggu akhir minggu untuk menghambur pergi ke Mutsuki, Urie tentu saja harus terpasung tanggung jawabnya.
"Kau punya ribuan penyidik yang perlu diberi komando di Kantor Pusat, dan seberapa pentingnya aku sampai seorang Wakil Direktur TSC jauh-jauh ke Kyoto untuk memberikan 1 harinya untukku?" Ujar Mutsuki setelah mengecap habis es krimnya. Melirik Urie yang duduk kaku di kursi penunggu pasien.
"Manusia favoritku masuk rumah sakit dengan patah tulang di sekujur tubuhnya. TSC, Tokyo, Jepang….? Ya.. mereka bisa menunggu." Sahut Urie lembut sembari tersenyum tipis.
"Oh, ayolah. Ini cuma kaki dan beberapa tulang rusuk…" Cetus Mutsuki dengan melambai sambil lalu.
'CUMA? Kau harus dioperasi 10 jam untuk memasang besi-besi itu!' Batin Urie penuh emosi, namun ia hanya berkata, "Maaf, aku tidak dapat datang secepat mungkin. 3 hari terlambat bisa diganti dengan 3 hari disini kan?"
Mutsuki hanya meletakkan sendok beserta cup es krimnya lalu tersenyum. Ia raih tangan Urie dan meremasnya pelan. "Coba saja jika kau bisa, tuan Wakil Direktur." Tantang Mutsuki dengan jenaka lalu terkekeh ringan.
Senyum itu, bahkan Urie rela menukar semestanya demi memiliki senyum itu untuk dirinya sendiri.
/
Next?
