Heavenly Dragon Killer

Naruto Masashi Kishimoto

High School DxD Ichie Ishibumi

Warning : AU, OOC, OC, TYPO, Semi Canon, dan Lain – lain

HumanNaru, VeryGodLike Naru, SuperOverpowerNaru

Chapter 1

Langit mendung menjadi saksi begitu dua naga yang merupakan rival satu sama lain tersebut mati untuk ke sekian kalinya. Hari ini untuk kesekian kalinya, Ddraig dan Albion kembali harus menunggu reinkarnasi karena telah dibunuh oleh seorang pemuda pirang yang sepertinya tak pernah bosan untuk membunuh mereka.

" Sudah selesai ? Master " Pemuda pirang tersebut melirik ke belakang, melihat sosok pemuda raven yang terlihat seusianya hanya duduk di antara reruntuhan istana raksasa yang telah berubah menjadi kawah raksasa hasil pertarungannya untuk membunuh dua naga idiot yang terus bertarung tersebut.

" Uhm " Jawabnya cuek. Memasang kembali jubah kecoklatan untuk menutupi pakaiannya yang telah compang camping atas pertarungan yang menghabiskan waktu sehari semalam tersebut. Kendati demikian, tubuhnya sama sekali tak terluka bahkan tak ada goresan sama sekali.

" Kita pergi Sasuke. Dua naga tolol itu masih membutuhkan waktu 100 tahun lebih untuk bereinkarnasi kembali. " ucap pemuda pirang yang dalam waktu kurang satu detik telah berada di dekat pemuda raven tersebut.

" Hn " jawab Sasuke dengan dengusan lalu bangkit berdiri mulai mengikuti jalan orang yang ia panggil master.

" Kemana kita akan pergi master ? " tanyanya

" Entahlah ... apa kau memiliki ide ? " tanya Naruto balik yang dibalas dengan seringai maniak Sasuke.

" Tentu, kita akan ke ... neraka " jawab Sasuke dengan nada kasual yang hanya dibalas anggukan cuek masternya. Tanpa menggunakan sihir, mereka berdua telah menghilang meninggalkan berkas kuning dan biru.

XoX

" Uzumaki Naruto ... kali ini aku bersumpah untuk membunuhmu di sini dan menjadi manusia yang terkuat ! " teriak seorang pemuda bersurai merah lurus dengan menunjuk wajah Naruto yang berjarak 5 meter darinya. Mereka sekarang berada di sebuah hutan belantara terluas yang dikenal dengan hutan Amazon, setelah gagal untuk kesekian kalinya mencari jejak sasaran dendam Sasuke, mereka kembali ke dunia manusia tentunya setelah membunuh beberapa iblis yang menghalangi jalan mereka. Dan tiba – tiba mereka tiba di hutan tersebut, pemuda di hadapan mereka muncul secara tiba – tiba dan menantang Naruto.

Naruto yang ditantang tersebut hanya menatap blank pada Nagato. Ia menoleh ke Sasuke yang tetap berada di belakangnya dan mengeluarkan sebuah buku kecil yang Naruto ingat sebagai catatan yang dibuat Naruto selama berguru padanya.

" Sasuke ... siapa dia ? " tanya Naruto dengan wajah blank tak mempedulikan tatapan terkejut dari pemuda yang ditanyakan Naruto.

" Dia adalah Nagato, master " ucap Sasuke fokus dengan tulisan pada buku catatannya. Ia membuka lembar selanjutnya dan kembali mengingat sosok di depan mereka " Dalam catatanku, ia telah menantang anda selama lebih 500 tahun belakangan ini dan telah gagal dalam setiap tantangannya. Total selama catatanku ini ia telah menantang anda sebanyak 99.998 kali dan semuanya berakhir kekalahan " tutur Sasuke datar lalu kembali menyimpan buku kecil tersebut dalam saku jubahnya.

" Berisik bedebah ... kegagalan berarti kemenangan yang tertunda. Kali ini ... kali ini aku pasti akan membunuh Naruto ! " teriak pemuda tersebut.

" Ia juga selalu mengatakan hal tersebut setiap kali menantang anda, master " tambah Sasuke. Naruto terlihat berpikir sebentar, jarinya mengelus dagunya beberapa kali sebelum akhirnya ia menepuk kepalan tangan kanannya pada tangan kirinya yang terbuka. Ia menunjuk Nagato dengan malas.

" Kau yang selalu kalah padaku dan mentraktirku ramen bukan ? " tanya Naruto memastikan ingatannya dan menghasilkan sweatdrop pada Nagato dan Sasuke. Ia mengingatnya karena ramen ? dasar maniak ramen.

" Yah ... seperti itulah " balas Nagato. " Sudah hentikan kegiatan absurd ini ... sekarang terimalah " Nagato menangkupkan kedua tangannya memfokuskan energi dalam jumlah besar yang bahkan mengubah cuaca di sekitar mereka menjadi badai petir yang diikuti hembusan angin yang berputar ganas. Lama kelamaan hembusan angin tersebut menjadi semakin besar dan cepat membentuk bor raksasa dari langit yang akan segera menerpa tubuh mereka.

" Teknik ini merupakan salah satu teknik terkuat yang telah kupelajari selama 10 tahun belakangan ini. Terimalah ... Serangan Bor Angin Raksasa " tutur Nagato dengan bangga memperkenalkan tekniknya

" Itu hanyalah tornado besar raksasa, master " Sasuke membenarkan dengan nada datar. Dari mereka berdua sama sekali tak memberikan gerakan bertahan maupun menghindar hanya berdiri diam menatap tornado yang semakin mendekati mereka.

' Saa ... Uzumaki Naruto, bagaimana kau menghadapi hal ini ? Lari tentu saja merupakan perbuatan yang begitu mencoreng namamu bukan ? dengan ini ... dengan ini aku pasti akan menjadi manusia yang terkuat hahaha ' batin Nagato yang menatap Naruto diam saja dengan seringai maniak. Ia yakin obsesinya kali ini untuk membunuh Naruto akan terpenuhi.

Bor angin tersebut semakin dekat, dan seketika ujung runcingnya berada di hadapan Naruto. Naruto menghirup nafas yang panjang dan segera ... meniup tornado tersebut.

ZRINNGGG

Hembusan nafas yang begitu kuat tersebut membelokkan arah tornado tersebut ke arah Nagato yang hanya dapat melebarkan matanya. Ia segera membentuk barrier untuk menahan serangannya sendiri tersebut.

" ARRGGHHH "

Selepas teriakan penuh kesakitan tersebut, cuaca berubah total menjadi cerah seakan tak pernah sama sekali ada badai di sana. Nagato juga kini telah tergeletak pasrah dengan pakaian yang compang camping dan tubuh penuh luka gores.

" Kita pergi Sasuke ... " ajak Naruto kepada Sasuke yang hanya mendengus. Walaupun telah berguru lama dengan Naruto, Sasuke masih belum mengerti bagaimana Naruto dapat memiliki kekuatan sebesar itu. Bayangkan, ia hanya meniup tornado yang berukuran raksasa tersebut untuk membelokkan arahnya. Memang, ia sama sekali tak pernah melihat masternya itu bertarung secara serius terkecuali jika berhadapan dengan dua naga surgawi. Entah itu merupakan obsesi, dendam atau hanya kesenangan belaka, masternya itu sama sekali tak pernah bosan untuk membantai dua naga tersebut bahkan walaupun jiwa kedua naga tersebut telah tersegel dalam sacred gear sekalipun masternya itu rela menunggu reinkarnasi – reinkarnasi berikutnya yang membawa dua jiwa naga idiot tersebut dan menghabisinya.

" Ada apa Sasuke ? " tanya Naruto mengangkat alisnya begitu melihat Sasuke melamun.

" Tidak, bukan masalah master. " jawab Sasuke mengikuti Naruto yang telah berjalan meninggalkan hutan Amazon yang telah berubah menjadi tanah lapang. Yah ... sepertinya Nagato memiliki pekerjaan untuk merapikan kembali hutan tersebut.

XoX

100 tahun kemudian

At Meikai, Underworld

Gremory Household, Ruangan kerja Sirzech Lucifer.

Suasana yang pekat dengan ketegangan terus mendominasi ruangan tersebut. Kini dalam ruangan yang cukup luas tersebut telah ada 4 sosok dimana dua sosoknya merupakan iblis sedangkan dua sosok lain merupakan manusia. Sosok iblis betina yang telah memasang kekkai di sekitar ruangan tersebut menatap khawatir ke arah iblis jantan di sampingnya. Bukan tanpa alasan ia khawatir, mereka berdua dalam perjalanan ke kantor mereka malam itu namun ketika merasakan hawa kedatangan dua sosok dengan kekuatan yang begitu gila mereka dengan cepat masuk ke ruangan tersebut dan memasang kekkai untuk tidak menimbulkan kepanikan di meikai.

Dua iblis tersebut merupakan Sirzech Lucifer beserta ratu terkuat di Meikai yang merupakan istrinya Grayfia Lucrifuge. Sirzech masih terus berkeringat dingin semenjak berada dalam ruangan kerjanya sendiri, irisnya juga sama sekali tak pernah melepaskan pandangan dari dua sosok yang tanpa sopan santun duduk di meja kerjanya. Sosok berambut pirang terlihat santai dengan meletakkan kakinya di meja kerja sang iblis terkuat sedangkan yang berambut raven hanya berdiri tegap di belakang kursi yang diduduki sosok pirang tersebut.

Aura yang mereka keluarkan begitu mengerikan. Sirzech melirik ke arah pemuda raven dan dapat merasakan bahwa kekuatan mereka setara dan ia yakin dengan bantuan istrinya ia dapat menjatuhkan pemuda raven tersebut walau harus melalui pertarungan yang mungkin dapat menggemparkan Meikai. Namun, ia bahkan tak yakin jika harus bergabung dengan seluruh iblis di Meikai dapat mengalahkan sosok berambut pirang. Ia sama sekali tak bisa menemukan batas dari kemampuan pemuda pirang tersebut, terlalu dalam sensasi yang hampir mirip seperti dulu ketika ia berjumpa dengan Ophis, sang Uroboros Dragon yang memiliki kekuatan tak terbatas namun perbedaannya adalah aura yang dikeluarkan pemuda pirang itu jauh lebih kelam dan mengerikan seakan hanya dengan merasakan auranya saja seseorang lebih memilih untuk bunuh diri dibandingkan harus melawannya.

" Siapa kalian ? "

Pertanyaan itu datang dari Sirzech, ia yakin jika terus berdiam maka tak akan ada yang terjadi. Maka dari itu, ia memulai bertanya dengan harapan dapat menyelesaikan masalah di depan mereka, yah masalah mengenai kedatangan dua sosok superior tersebut.

" Berani sekali ... berani sekali kau bertanya seperti itu pada master " desis Sasuke. Ia sudah akan menyerang sosok iblis bersurai merah jika saja tak ditahan terlebih dahulu oleh Naruto yang telah berdiri dari kursinya menatap enteng kepada dua iblis yang telah bersikap waspada terhadapnya.

" Gremory kan ? " tanyanya dengan nada cuek. Sirzech mengangguk lemah, saat ini bertindak gegabah hanya akan membuatnya kehilangan nyawa, pria pirang tersebut tak salah lagi ia yakin pemuda tersebut merupakan legenda yang telah menjadi rahasia tingkat tinggi di kalangan supranatural. Bahkan jika ia harus memanggil seluruh superior dari berbagai mitologi untuk melawan pria pirang tersebut peluang mereka berhasil hanyalah 30 %.

" Ah ... aku ingat dulu leluhur kalian begitu baik dalam merawat budaknya. Apa kalian masih seperti itu ? " Sirzech mengangguk lagi. " Kalau begitu aku memiliki penawaran kepada kalian ... anggap saja penghargaan bagi kalian karena telah berprilaku baik dan menjadi anomali dalam ras menjijikkan kalian " Grayfia dan Sirzech meringis mendapati mereka sama sekali tak dapat berbuat apa – apa untuk menghajar seseorang yang telah jelas menghina ras mereka.

" Penghargaan ? apa yang anda maksud ? " Grayfia masih terus membiarkan Sirzech yang memimpin negoisasi. Dalam keadaan seperti ini, wibawa suaminya selaku Lucifer memang tak dapat dibantah. " Master dengar adikmu terlibat dalam pernikahan kontrak yang tak dia inginkan. Jadi, dengan pemikiran licik yang tentunya dimiliki oleh ras kalian, master mengira kau di masa depan akan menggunakan segala cara untuk mengeluarkan adikmu dari situasi tersebut benar ? " kali ini pemuda raven yang menjelaskan. Sirzech melebarkan matanya mendengar penuturan tersebut. Hal itu memang benar adanya, ia muak dengan perbuatan orang tuanya yang menyebabkan adik kecilnya menderita dan ia juga telah berpikir segala cara dan akhirnya menemukan satu cara yang mungkin yakni Rating Game namun tentu saja hal itu akan sulit dilakukan, karena adiknya baru memiliki beberapa bidak.

" Bagaimana kalau kami membocorkan informasi mengenai calon bidak yang mungkin dapat membantu adikmu ? " Lanjut Sasuke " Sekiryuutei, kini ia telah bereinkarnasi kembali dalam tubuh seorang pemuda mesum di kota kecil Jepang, kota Kuoh. " Sirzech melebarkan matanya untuk kesekian kalinya, dengan Sekiryuutei di dalam peerage adiknya maka tentunya adiknya memiliki peluang yang lebih tinggi untuk mengalahkan Riser dan juga hal itu berdampak bagi kaum iblis, peningkatan kekuatan militer mengingat betapa kuatnya pemegang sacred gear setingkat Longinus tersebut. Namun, ada satu hal yang mengganjal baginya.

" Apa keuntunganmu memberikan info ini pada kami ? " Naruto menyeringai mendengar pertanyaan tersebut. Tanpa sadar aura yang sedari awal ia tekan keluar bebas hampir menghancurkan kekkai terkuat yang Grayfia pasang pada ruangan tersebut, Sirzech dan Grayfia pun kini telah berlutut dengan nafas sesak tak mampu bernafas hanya karena besar tekanan aura tersebut.

" Latih Sekiryuutei tersebut hingga ia benar – benar melampaui tingkatan dari Satan maupun Tuhan sekalipun. Aku bosan telah membunuh para Sekiryuutei lemah di masa lalu. Buat ia menjadi sekiryuutei terkuat dan saat itu maka aku akan kehilangan kebosananku dan benar – benar akan menghapus Ddraig dan Albion dari dunia ini. Jika kalian gagal maka siap – siap menghilang dalam kegelapan bersama dengan seluruh rakyatmu" jawab Naruto dengan enteng dan telah kembali menekan auranya. Mengabaikan tatapan horror dari Sirzech dan Grayfia, Naruto dan Sasuke segera menghilang tanpa jejak seakan tak pernah ada di ruangan tersebut.

" Bagaimana ini Sirzech – kun ? " tanya Grayfia yang masih bergetar bahkan telah kehilangan sikap strictnya. Kekuatan dari pemuda tersebut begitu kelam, bahkan dalam Civil War pun ia sama sekali belum pernah bertemu dengan makhluk yang memiliki kekuatan sebesar dan sekelam itu. Sirzech menghela nafas, mengenggam tangan istrinya dan memberikan tatapan menenangkan sesaat.

" Harapan kita hanyalah Sekiryuutei dan Hakuryuukou ... jika mereka berdua mampu bertahan dan tak mati dari pria itu maka dunia masih ada harapan "

XoX

" Apa kau yakin dengan keputusanmu master ? " Naruto mengangkat bahunya cuek. Ia memilih diam menjawab pertanyaan Sasuke. Mereka kembali berada di sisi lain Underworld mencari jejak keberadaan si tua Lucifer yang merupakan objek balas dendam Sasuke.

" Hiks " suara isak tangis tersebut segera memandu mereka ke arah gurun pasir putih yang sepi. Dengan pandangan yang tajam mereka menemukan seorang anak kecil berusia sekitar 7 tahun atau lebih duduk menggigil di tengah dinginnya pasir gurun tersebut. Rambutnya silver kegelapan dan memiliki wajah yang terbilang cukup tampan dan tak lupa dua pasang sayap kelelawar. Mendapati hal tersebut, giginya Sasuke bergemeletuk. Ia mengetahui secara pasti makhluk yang memiliki ciri – ciri demikian.

Anak itu merupakan keturunan dari klan iblis yang telah membasmi klannya sendiri, Uchiha. Anak itu merupakan keturunan dari raja iblis, Lucifer.

Sring

Sasuke secepat kilat telah berada di depan bocah tersebut yang hanya dapat melebarkan matanya melihat iris merah Sasuke yang menatapnya penuh intimidasi. Bocah itu, Vali Lucifer cucu dari Rizevim Livan Lucifer, karena keberadaan longinus dalam dirinya ia disiksa sendiri oleh ayah kandungnya sebelum akhirnya dapat melarikan diri dan berakhir di gurun yang sepi tersebut.

Tanpa sadar air mata dari iris bocah tersebut turun begitu bayangan mengenai akhir hidupnya telah dekat memenuhi kepalanya. Katana yang pemuda raven itu todongkan padanya merupakan senjata yang akan merenggut hidupnya. Ia hanya dapat pasrah.

" Sasuke tunggu ! " Sasuke masih diam tetap dengan posisi sebelumnya. Dendam dan obsesi memenuhi dirinya sehingga membuatnya mengabaikan sejenak peringatan dari gurunya tersebut.

" Lucifer ... " desis Sasuke penuh intimidasi semakin membuat Vali takut. Tanpa sadar dari dalam dirinya seekor naga yang merupakan salah satu jiwa yang tersegel dalam Longinus berontak mengambil kesadarannya untuk setidaknya dapat menyelamatkan host barunya.

Trang

Sasuke menyiptikan matanya begitu tebasan pedangnya ditahan oleh sepasang sayap mekanik putih kebiruan. Irisnya menajam dan melebar menemukan iris dari bocah tersebut telah berganti menjadi kebiruan dan entah sejak kapan tangan kanan bocah tersebut telah diselimuti oleh armor keputihan.

Divide

Sasuke meloncat mundur begitu suara mekanik tersebut muncul. Separuh energi yang telah dibagi oleh bocah tersebut berangsur – angsur telah kembali penuh. Sasuke terdiam begitu mendapati aura dari gurunya bergelora melihat bocah itu.

" Sasuke ... bocah ini mangsaku " Sasuke mendengus sebentar sebelum akhirnya protes.

" Tidak, master. Ia adalah Lucifer berarti ia adalah keturunan dari Si Rizevim bangsat itu. Aku bersumpah akan membasmi Rizevim beserta dengan seluruh yang berhubungan dengannya "

" Oh ... jadi kau murid bedebah sombong yang terus membunuhku huh ?" suara dengan nada berat tersebut datang dari Vali.

" Albion huh ? Seperti perhitunganku, kau memang bereinkarnasi setelah 100 tahun yang lalu aku membunuh kalian berdua. Bahkan kelihatannya kau memiliki host yang sangat menarik tak kalah dari Ddraig "

" Bedebah ... kau pikir kami akan terus tinggal diam merelakan terbunuh untuk kesekian kalinya olehmu. " Suara Albion itu terdengar begitu tajam, begitu penuh dengan kebencian akan sosok Naruto.

" Sasuke bukan ? Kau tak perlu membunuh bocah ini. Ia juga merupakan korban dari Rizevim bangsat tersebut. Ia juga bahkan pernah bersumpah padaku akan bertambah kuat dan membunuh Rizevim. Bukankah tujuan kalian sama ? " Albion mulai bernegosiasi. Naga putih tersebut menggunakan otaknya untuk dapat bertahan hidup, dengan host yang bahkan telah mampu mengendalikan balance breakernya saja ia tak mampu untuk menggores tubuh Naruto apalagi jika hostnya sama sekali belum melakukan kontrak dengannya.

Sasuke terlihat diam saja sementara Naruto menatap Vali dengan seringai maniak.

" Menarik ... baiklah Albion sepertinya kau dan Ddraig memang benar – benar dipersiapkan untuk memberikan hiburan yang dahsyat padaku pada era ini. Baiklah, aku juga akan membantunya untuk bertambah kuat dan menjadi yang paling kuat dari para Hakuryuukou lalu ... aku akan membunuhnya beserta seluruh jiwamu dan Ddraig. khukhu " tutur Naruto.

" Kali ini hasilnya akan berbeda bedebah. Kau ... akan mati " balas Albion. Batas waktu dari Albion telah berakhir ditandai dengan hilangnya sepasang sayap mekanik dan gauntlet putih di lengan Vali. Vali kini kembali terbaring dengan nafas terengah – engah sebelum akhirnya pingsan karena kehabisan tenaga.

" Master apa yang akan kau lakukan padanya ? "

" Aku akan membawanya pada maniak penelitian di Grigory, Azazel. Si mesum itu pasti dapat membuat Hakuryuukou menjadi legenda dari seluruh Hakuryuukou sebelumnya. " Jawab Naruto menjilat bibirnya begitu bayangan mengenai pertarungan menggairahkan di masa depan dimana dirinya akan bertarung serius melawan dua naga surgawi yang terus berhasil membangkitkan gairah bertarungnya.

TBC

Yosh sesuai janji, awal Februari sudah dipublish chap 1 nya. Di sini kutekankan sekali lagi Naruto memang superOverpower dan veryGodlike. Yang mampu setara dengan Naruto hanyalah Trihexa dan Great Red. Ophis mampu melawan namun tak akan pernah dapat mengalahkan Naruto. Sumber kekuatan Naruto akan terkuak secara perlahan beserta kenapa ia terlalu bernafsu menghabisi kedua naga tersebut.

Mengenai Naruto yang tidak dapat dibunuh walaupun para superior dari seluruh Mitologi bergabung melawan Naruto saya mengambil referensi dari Fic milik EL23( saya lupa juga nama ficnya :v ) yang disana menceritakan bagaimana para superior kesulitan mengalahkan Trihexa sedangkan yang dilawan mereka masih bukanlah Trihexa yang seutuhnya. Disini kekuatan Naruto setara dengan Trihexa seutuhnya jadi sudah pasti untuk membunuh satu Meikai Naruto tak perlu bersusah payah. Ingat, saya menerapkan seperti di LN dimana Tuhan ( Anime ) bukanlah yang terkuat dan memang benar – benar telah mati, jadi wajar jika terdapat anomali kekuatan seperti Naruto sebut saja ia setara atau bahkan lebih kuat dari Saitama hehe.

Ini hanya Fic dan jelas Fiksi jadi jangan terlalu memeras otak untuk melogikakannya :v