Heavenly Dragon Killer
Naruto Masashi Kishimoto
High School DxD Ichie Ishibumi
Warning : AU, OOC, OC, TYPO, Semi Canon, dan Lain – lain
HumanNaru,VeryGodLike Naru, SuperOverpowerNaru
Chapter 3
Berbicara tentang dunia sama sekali tak membuat guru dan murid ini tertarik, mereka hanyalah dua manusia overpower yang hidupnya hanya terpaku pada satu tujuan. Uchiha Sasuke, pemuda menyedihkan yang bahkan tak bisa menghentikan ambisinya untuk membunuh Rizevim Livan Lucifer walaupun faktanya iblis tersebut merupakan salah satu Super Devil, eksistensi yang keberadaannya diragukan sebagai iblis mengingat kuantitas dan kualitas bertarungnya, berbeda dengan dua super devil lainnya yakni Sirzech dan Ajuka, data pertarungan mengenai Rizevim tidak banyak tersebar karena memang kakek tua itu belum pernah berurusan dengan eksistensi yang membuatnya harus menunjukkan wajah aslinya sebagai putra Lucifer.
Sirzech dan Ajuka merupakan dua tokoh penting dalam Civil War Meikai beberapa ratus tahun lalu. Sirzech meraih julukan Super Devil setelah memperagakan kendali atas Power of Destruction, kemampuan penghancur yang ia warisi dari pihak ibunya, Venelana Bael menyetarai dan bahkan melampaui para petinggi Bael, dibarengi dengan pengalaman bertarung yang mumpuni sudah selayaknya mantan pewaris Gremory itu diamanahkan menjadi pemimpin dari Anti – Satan Faction.
Berbeda dengan sahabatnya, Ajuka menspesialisasikan dirinya dengan kapasitas otaknya. Kankara Formula, sebuah formula sihir yang ia buat mampu mengendalikan segala fenomena sihir. Kemampuan bertarungnya tidak setingkat dengan Sirzech, tapi cukup untuk berhadapan dengan musuh – musuh kelas atas lainnya.
Sedangkan dengan Uzumaki Naruto, kehidupannya lebih menoton lagi. Manusia dengan kekuatan yang di luar nalar ini hanya berjalan – jalan mengelilingi dunia hanya untuk mengisi waktu hingga datangnya kesempatan untuk membunuh pemilik Longinus Boosted Gear dan Divine Dividing yang ia ukur telah mencapai bentuk terkuatnya. Julukan Dragon Slayer selalu ia tolak karena memang targetnya hanyalah kedua naga surgawi tersebut, jika tidak bagaimana mungkin Ophis yang notabene seekor naga tak ia basmi karena selalu datang menggodanya.
" Mengapa kita meninggalkan kota itu Master ? Kupikir setelah hampir seminggu kita di sana, akhirnya kita memiliki tempat tinggal tetap … " Tanya Sasuke yang diiringi nada kecewa pada akhir kalimatnya. Berguru lama dengan Naruto membuat pemuda raven ini tak memiliki tempat tinggal tetap, mereka selalu saja hanya tinggal di suatu tempat paling lama 3 hari dan kemarin kota Lilith pusat dari Meikai menjadi tempat tinggal yang paling lama mereka huni.
" Apa kau bodoh ? Jika kita tinggal terlalu lama di sana, Ophis akan terus – terussan mengunjungiku. Itu merepotkan ! " gerutu Naruto. Sasuke hanya dapat menggeleng – gelengkan kepalanya pelan, terdapat satu pertanyaan yang terus berada dalam benaknya selama berguru dengan manusia pirang ini. Apakah obsesi Naruto untuk membasmi kedua eksistensi naga surgawi itu begitu tinggi hingga ia melupakan kodrat manusia untuk melanjutkan keturunan. Ophis merupakan satu – satunya eksistensi di dunia ini yang Sasuke pandang paling tepat untuk mendampingi guru yang ia bahkan tak tahu batas kemampuannya itu.
" Nah, Sasuke … aku benar – benar bosan sekarang ! Apa kau memiliki saran untuk perjalanan kali ini ? " Sasuke berhenti melangkah diiikuti oleh masternya.Kedua pemuda itu diam beberapa saat sebelum akhirnyaSasuke menyahut.
" Mungkin kota Kuoh juga cukup bagus. Setelah satu minggu mencari Rizevim, aku masih belum dapat menemukannya … lebih baik kita bersantai dulu di kota kecil itu "
" Oh, kota yang memiliki Sekiryuutei yang kupromosikan ke Lucifer itu ya … bagus juga " kali ini Naruto menunjukkan seringai lebarnya, auranya juga perlahan mulai keluar hingga beberapa pohon yang berada di sekitarnya layu seketika.
" Benar Master. " sahut Sasuke berkeringat dingin, di sekeliling tubuhnya terlihat aura keunguan samar untuk menahan efek dari bocornya aura mematikan masternya. Pemuda pirang itu kembali mengontrol dirinya dan berekspresi impasif seperti sebelumnya.
" Sudah diputuskan. Kuoh tujuan kita ! " Kedua manusia dengan kekuatan abnormal itu menghilang dalam sekejap mata.
XoX
Sudut pandang kini berpindah kepada sebuah akademi yang terletak di prefektur Jepang. Akademi regular yang dahulunya dikhususkan bagi pelajar perempuan itu bernama Kuoh Akademi, yang sekaligus menjadi basis dari kegiatan para iblis yang seenak jidat mereka mengakui Kuoh sebagai salah satu territory mereka. Berbeda dengan yang lain, kota Kuoh dipegang oleh dua Pillar Ilbis yakni Sitri dan Gremory, cukup aneh jika mengingat kota itu bukanlah kota besar seperti Tokyo.
Abaikan dulu hal itu, dan fokuskan pada gedung tua yang terletak di Kuoh Akademi, markas dari para iblis Pillar Gremory yang dipimpin sendiri oleh Heiress Gremory. Sang heiress merupakan gadis muda belia yang kecantikannya telah diakui di Meikai. Di sampingnya seorang gadis bersurai hitam disanggul poni kuda merupakan hybrid fallen – devil yang mendapatkan posisi sebagai Queen sekaligus sahabat dari heiress, Rias Gremory. Kedua gadis itu duduk santai di sofa tersebut sambil menikmati sore dengan secangkir gelas coklat panas di masing – masing tangan.
" Apa kau yakin untuk membiarkan Hyodou Issei berkeliaran terlebih dahulu ? Kau bahkan belum menjelaskan bahwa ia iblis sekarang " Rias tersenyum miris mendengar pertanyaan ini, bibirnya meniup pelan coklat panasnya dan menyeruputnya sedikit .
" Tenang saja Akeno. Aku ingin dia tenang terlebih dahulu agar dapat menyerap informasi ini lebih baik " gadis bersurai hitam itu masih menatap sangsi, bibirnya ikut meniup pelan coklat panasnya, namun hingga 1 menit, coklat itu masih belum berkurang.
" Baiklah, aku yakin setiap keputusanmu telah kau pertimbangkan dengan baik " Rias tersenyum senang atas keyakinan dan keloyalan yang disampaikan Queennya secara tersirat. Pewaris muda itu bangkit dari sofanya, menuju sebuah jendela. Iris biru gradasi hijaunya dengan tenang menatap langit senja.
Masih banyak pertanyaan di benak kepalanya atas sikap kakaknya beberapa tahun belakangan. Kuoh yang seharusnya menjadi territory Sitri kini berbagi kepemilikan dengannya, dan lagi Maou Lucifer itulah yang mengarahkan Rias untuk mereinkarnasi Issei. Satu yang ia simpulkan, kakaknya sedang merencanakan sesuatu.
Ia tersentak keluar dari pikirannya ketika irisnya menangkap kumpulan awan gelap yang mulai mengarak pada satu lokasi, sungguh aneh memang. " apa terjadi hujan local di taman ? " gumam gadis itu ragu.
" Buchou … apa anda juga merasakannya ?! " Akeno tiba – tiba berdiri dengan ekspresi panik.
Rias mengangguk kecil, awan gelap yang menutupi taman juga telah berangsur mereda " Hawa yang sangat mengerikan … kita harus memeriksanya sekarang Akeno. Aku memiliki firasat buruk akan hal ini "
XoX
" Rizevim – sama … hamba datang untuk melapor … " Lelaki tua bersurai Silver yang dipanggil Rizevim itu mengangkat alisnya dengan bosan. Ia bahkan tak menatap iblis yang sedang berlutut di hadapannya, masih dengan gesture malas, Rizevim memerintahkan iblis itu melanjutkan.
" Intel kami menangkap sebuah pergerakan yang menargetkan anda … " Iblis tua itu menyipitkan mata mendengar laporan ini. Dengan cepat, ia memperbaiki posisi duduknya yang sembrono. Iblis yang berada di hadapannya hanya dapat meneguk ludah ketika menerima tatapan tajam dari legenda iblis tersebut.
" Lanjutkan … " Iblis itu tersentak dan melanjutkan laporannya.
" Seminggu yang lalu, Kekkai yang anda pasang hampir berhasil dihancurkan. Sejumlah iblis kelas bawah telah terbunuh, dan Euclid – sama saat ini dalam keadaan sekarat "
" Berapa orang yang menyerang ? dan dari fraksi apa ? " Iblis itu meneguk ludah. Keraguan terlihat jelas dari gesture tubuhnya dan Rizevim hanya diam menanggapi itu. Sudah sangat lama ia merasa tertantang seperti ini, setelah beberapa tahun yang lalu ia membunuh anaknya sendiri karena membiarkan cucu nya yang menjadi objek siksaannya menghilang, ia kehilangan sesuatu untuk bersenang – senang. Hell salahkan saja kehidupan iblis yang begitu membosankan.
" Yang menyerang kita berjumlah … 2 orang dan mereka manusia " Rizevim berdiri dari singgasananya dengan mata mengilat tertarik dan tak percaya. " Jelaskan lebih spesifik " perintahnya.
" Hamba tak mengetahui secara rinci. Iblis terakhir yang berhadapan dengan mereka mengatakan bahwa hanya satu orang yang bertarung dengan mereka. Seorang lagi hanya duduk melihat, yang menyerang itu adalah pemuda bersurai raven dengan iris mata merah. "
" Iris mata merah huh … " Rizevim kembali duduk, tangannya menggosok dagunya mulai mengingat siapa yang pernah ia hadapi yang mendekati cirri – cirri tersebut. ' Kemungkinan yang paling besar adalah Uchiha … tak kusangka masih ada yang selamat. Menarik ! ' batin iblis tersebut.
" Berapa jumlah pasukanku yang tewas di tangannya ? "
" Sekitar 999 iblis, untuk tingkatannya kami belum selesai memeriksanya. " jawab iblis itu bergetar karena mendapatkan tatapan mengerikan dari Rizevim.
" Begitu ya ? " gumam Rizevim biasa, sama sekali tak terdengar nada penyesalan setelah mendengar begitu banyak iblis yang menjadi korban. Ia mengibas - ngibaskan tangannya pelan ke arah wajah " Sudahlah kalian tak perlu memeriksanya lagi. Laporkan saja jumlah korbannya 1000 jiwa " ujar Rizevim tersenyum miring.
" A – apa maks – ARRAGGGHHH " Iblis itu tak memiliki kesempatan lagi untuk menyelesaikan laporannya ketika seberkas demonic power dari Rizevim langsung menebus jantungnya, iris matanya menatap tak percaya pada tuannya yang hanya tersenyum miring melihat tubuhnya yang perlahan menjadi debu.
" Aku tak butuh sampah tak berguna sepertimu untuk menjadi bawahanku Ugyagyagya " Iblis tua tertawa keras beberapa menit setelahnya sebelum akhirnya iris matanya menajam.
' Ini berbahaya. Lawanku kali ini tidak main - main, aku harus segera mulai mengumpulkan pasukan '
Anak Lucifer sejati itu bangkit dari singgasananya dengan menggosok – gosok pelan dagunya.
" Sepertinya organisasi Khaos Brigade yang dipimpin Ophis dapat membantuku … lagipula Ophis itu imut juga UGYAYGYAGYA "
XoX
Issei benar – benar tak mengerti dengan apa yang terjadi hari ini. Usia 17 tahun dikenal sebagai usia dimana sebuah momen besar akan terjadi dalam hidup seseorang, dan pemuda mesum itu mempercayainya. Pagi ini, ia mendapati dirinya tidur bersama dengan seorang gadis cantik, seksi, manis, dan yang paling penting …. Mereka dalam keadaan telanjang. Pemuda bersurai coklat itu masih dapat mengingat dengan jelas bagaimana eloknya pahatan Tuhan atas tubuh gadis tersebut.
" ARRGHH " Ah, mengingat kata Tuhan, bocah itu itu dilanda kebingungan baru dimana ia selalu saja merasa kepalanya diremas begitu keras ketika menyebutkan Sang Pencipta. Tak sampai di sana, ia juga merasakan kegelisahan tak berdasar ketika berdekatan dengan objek – objek suci dan yang paling membuatnya bingung adalah ketika tidak ada seorangpun bahkan kedua sahabat mesumnya, Motohama dan Matsuda, yang mengingat keberadaan pacar seksinya Amano Yuuma.
Saat ini … ia sedang berjalan pelan menuju sekolah seperti biasanya. Pikirannya masih berputar akan hal – hal aneh yang terjadi belakangan ini dalam hidupnya.
" Ugh … " bocah bersurai coklat itu merintih pelan ketika lengan kirinya berdenyut. Iris coklatnya dapat menangkap dua pemuda yang berjalan santai ke arahnya, salah satu pemuda yang bersurai pirang memberikan tatapan yang entah mengapa bergemetar, tatapan itu seperti tatapan orang yang telah membunuhnya berulang kali.
" Dia langsung menunjukkan keberadaannya master … " ujar Sasuke menaikkan alisnya melihat target dari masternya berlutut meremas lengan kirinya yang masih berdenyut.
" Ia sudah menjadi iblis gremory ternyata. Maou pag su itu benar – benar menjalankan perintahku. Kulihat perkembangannya jauh di bawah White One … " komentar Naruto. Issei tak sanggup bersuara atas obrolan di sekitarnya.
Boost
[ Mau apa kau bedebah ?! ] Iblis baru gremory itu melebarkan matanya ketika gauntlet merahnya mengeluarkan suara mekanik yang entah mengapa …. Berisi kebencian.
" Ho … kau langsung menyapaku Ddraig. " balas Naruto santai, tatapannya kembali impasif seperti biasanya. Kedua tangannya telah bersembunyi di balik saku, menunjukkan ia sama sekali tak terintimidasi oleh bentakan sang naga surgawi.
" Si – siapa kalian ?! " tanya Issei dengan nada gemetar, dengan langkah ragu ia mundur tiga langkah ke belakang, merasakan firasat sangat buruk. Ini jauh lebih mengerikan dibanding saat pacarnya Yuuma ingin membunuhnya.
" Ia masih belum mengerti keadaannya saat ini, Master … " Naruto mengangguk setuju atas pendapat Sasuke. Pemuda pirang itu mendengus kasar dan berbalik diikuti muridnya.
[ Tunggulah Bedebah. Suatu saat nanti, pembalasan akan datang padamu ]
Naruto menyeringai miring atas ancaman Ddraig. Ia menghentikan jalannya pada langkah ke 10 dan berbalik kembali menatap Issei yang melebarkan matanya, entah mengapa taman itu mendadak menjadi sepi dan aura dingin pekat menyelimuti tempat tersebut.
" Kau dan rivalmu yang bodoh itulah yang sekarang tengah merasakan pembalasan dariku. Semua pertarungan konyol kalian berakhir di tangan manusia sepertiku. Ingatlah ini, aku akan tetap menjadi eksekutor bagi kalian berdua, tak perduli hingga ke reinkrnasi berapa. Dua reptil menjijikkan seperti kalian telah kukutuk "
Issei terduduk dengan wajah yang begitu pucat, badannya telah gemetar luar biasa dan permata hijau dari gauntlet merahnya sama sekali tak balas menyahut kata – kata Naruto. Sasuke menutup matanya dengan tenang, secara samar di sekitarnya terdapat aura keunguan yang melindunginya dari perubahan iklim sekitar taman tersebut.
" Sampai berjumpa lagi, Sekiryuutei. Di pertemuan berikutnya, berharaplah kau masih bernyawa " Naruto berjalan tenang meninggalkan taman itu dengan merenungkan pertempuran selanjutnya dengan Ddraig dan Albion.
" Ow .. ow ! " Renungannya itu terhenti ketika mendengar suara rintihan seorang gadis itu, iris biru shapphirenya menangkap seorang gadis dengan celana dalam putihnya terkekspos dan kepalanya tertutup oleh kerudung putih.
" Ah, mengapa aku selalu tersandung ?! " Sasuke mulanya ingin bergerak menolong gadis itu dikejutkan oleh masternya yang terlebih dahulu berlutut, mengulurkan tangannya kepada gadis itu terlebih dahulu.
" Kau baik – baik saja ? " Tanya pemuda pirang itu impasif. Pemuda raven yang berada di sampingnya menatap tanpa emosi, " Ah, yes ! " gadis itu menjawab dalam bahasa Italia, menerima uluran tangannya dan segera berdiri untuk memperbaiki kerudung putihnya. " Terima kasih "
Gerakan pemuda pirang itu berhenti seketika iris birunya melihat secara jelas wajah gadis itu yang tersenyum lebar.
" Eve – chan ?! " bisik pemuda pirang itu. Dari nada bicaranya kentara sekali pemuda itu sangat terkejut.
" Huh ?! " Biarawati itu mengedip sebentar atas kebingungan pemuda tersebut sebelum akhirnya tersenyum kembali. " Maaf, sepertinya anda salah mengenaliku dengan orang lain. Namaku Asia Argento … salam kenal "
TBC
Oke, aku tahu ini pendek dan sama sekali tak memenuhi harapan dari semuanya. Untuk chap ini, aku mencoba untuk memasuki konfliknya, dan menambah satu tokoh penting lainnya. Dari sini, aku akan memulai perlahan – lahan untuk membuka alasan Naruto begitu terobsesi memusnahkan dua naga surgawi tersebut.
Rizevim juga telah mulai bergerak mendengar Sasuke berhasil membunuh hampir seribu pasukannya. Untuk chap depan kemungkinan aku akan langsung menuju pertunangan Rias atau pertemuan 3 fraksi. Aku masih belum dapat memastikannya, karena fokusku sekarang pada Longinus 14 Th yang telahmemiliki kerangka alur pasti.
