Heavenly Dragon Killer

Naruto Masashi Kishimoto

High School DxD Ichie Ishibumi

Warning : AU, OOC, OC, TYPO, Semi Canon, dan Lain – lain

HumanNaru,VeryGodLike Naru, SuperOverpowerNaru

Chapter 6

Hari ini bertepatan dengan 3 bulan bergabungnya Asia dengan kelompok Naruto dan Sasuke. Bersama dengan dua pemuda yang gadis itu tak ketahui batas kekuatannya, ia telah mengelilingi dunia. Mereka pernah berada di daerah kutub utara dan selatan, dimana Asia menyaksikan sendiri bagaimana indahnya aurora. Mantan Biarawati itu juga telah menyaksikan sendiri taburan bintang pada langit malam di gurun Gobi. Hanya dalam waktu singkat tersebut, Asia mengenal lebih banyak tempat dan mengenal lebih jauh tentang Sasuke dan Naruto.

Dan saat ini, mereka berada di pegunungan Himalaya, tepatnya di daerah Nepal. Melewati jalur yang sepi, dimana tak ada sama sekali kehidupan manusia di sana untuk mendaki puncak gunung tertinggi di dunia, Gunung Everest. Naruto dan Sasuke sama sekali tak kelihatan terpengaruh dengan lingkungan sekitar, dengan pakaian biasa mereka yakni jubah orange dan hitam, mereka berjalan pelan kendati badai salju tengah berlangsung di sana.

" Kyaa ! " Asia memekik karena hampir saja ia terpeleset kalau saja Naruto tidak cepat menangkap hoodie jaket berbulu yang ia pakai.

" Hati – hati Asia – san, badai salju sedikit membuat lereng gunung ini licin " Sasuke memperingati setelah melihat Asia baik – baik saja.

" Arigatou Master Naruto, dan Uchiha – san. Namun, sepertinya peringatanmu sedikit terlambat " balas Asia dengan senyum kikuknya.

" Nah, setidaknya aku memberi peringatan sekarang. Kau harus berhati – hati sekarang … Junior " Sasuke menekankan pada gelar yang ia berikan pada Asia, membuat gadis itu sedikit cemberut. Ia tidak terlalu senang dengan sikap Sasuke yang terlalu senioritas.

Naruto mengangguk, meninggalkan kedua muridnya yang kembali bercengkrama, entah tentang apa. Ia tidak terlalu menaruh peduli pada hal tersebut. Bahkan karena keacuhannya, ia tak menyadari bagaimana Asia menatap punggung lebarnya dengan intens.

Naruto, sejauh yang ia pelajari dari Sasuke adalah sosok manusia yang terkuat. Sasuke sendiri mengatakan ia tak dapat menyatakan sebesar apa kekuatan dari Master mereka tersebut, ia hanya dapat menjelaskan bahwa biarpun seluruh pemimpin mitologi berkumpul untuk melawan Naruto, butuh waktu dan usaha yang besar bagi mereka untuk mengalahkan Naruto. Sasuke sendiri mengakui meragukan apakah Naruto benar seorang manusia, karena tidak ada manusia yang berumur sepanjang Naruto. Ia dapat berusia panjang karena menaruh kutukan pada matanya, mata yang merupakan jelmaan dari kekuatan negative dunia. Sementara Nagato, ya Asia juga telah bertemunya beberapa kali, ia dapat berumur panjang karena sihirnya. Ia berasal dari keluarga yang memiliki riwayat berusia panjang, rata – rata keluarga Nagato menutup usia pada 200 tahun lebih.

Asia juga pernah bertanya pada Ophis, apakah dewi naga itu mengetahui bagaimana Naruto dapat mencapai tingkatannya saat ini. Dengan mendelik, Ophis menjawab bahwa Naruto adalah eksistensi yang telah menghancurkan segala pengekang dunia, ia tak lagi terikat dengan aturan duniawi.

" Master … sebenarnya apa yang anda cari di puncak sana ? " Sasuke bertanya bingung. Sebelum bersama Asia, ia dan Naruto telah berulang kali mendaki gunung ini, dan berulang kali pula mereka hanya turun kembali setelah Naruto menghela nafas bosan ketika sampai di puncak.

Asia ikut penasaran dengan ini. Ia kira Naruto membawanya dan Sasuke kemari untuk melatih fisik mereka. Namun, dari pertanyaan Sasuke, sepertinya Naruto memiliki maksud lain.

Naruto memberi tatapan bosan pada kedua muridnya " Tetaplah mendaki. Kalian akan mengerti begitu tiba waktunya "

Dengan itu, Naruto kembali mendaki diikuti dua muridnya yang patuh.

XoX

Azazel terus menggerutu dalam hatinya karena kesialan yang ia peroleh hari ini. Sudah cukup di pagi hari, ia harus kebingungan mencari – cari alasan atas tindakan sewenang-wenang sahabat karibnya, Kokabiel yang seminggu lalu menyerang pewaris Sitri dan Gremory yang keduanya merupakan saudara kandung dari Maou saat ini. Setelah harus bolak-balik Tartarus, ia memutuskan untuk membekukan sahabat karibnya itu dalam es abadi di Cocytus. Ia pikir adalah langkah terbaik bagi sahabatnya, tentu saja sebagai sahabat Azazel tak menginginkan Kokabiel mati. Pada siang harinya, ia rela untuk panas – panas berdesak-desakkan dengan kerumunan manusia untuk memperoleh edisi terbaru Icha-Icha Paradise, novel dewasa karya Jiraiya – sama yang menjadi idolanya. Setelah lelah mengantri, ia harus menahan kekesalannya ketika tepat pada gilirannya stok buku itu habis terjual. Untung saja, Azazel adalah gubernur malaikat jatuh yang cinta kedamaian sehingga ia memilih untuk memanipulasi manusia di sampingnya untuk memperoleh edisi terbaru tersebut dibanding menghancurkan kota itu karena kekesalannya.

Dan, puncaknya di malam hari saat agenda pertemuan 3 fraksi yang Azazel rencanakan dapat digunakan untuk mengajukan perdamaian dan pembentukan aliansi fraksi Bibble agar mereka dapat bertahan dari ancaman besar yang sebentar lagi akan menghancurkan dunia ini, ia kembali harus pusing karena sekumpulan magician liar yang dipimpin oleh Katarea Leviathan, keturunan Leviathan sejati –katanya- mengacau di pertemuan tersebut. Fix sudah, Azazel akan mengingat betul hari itu sebagai hari yang sangat mengesalkan baginya. Dan itu menjadi salah satu faktor, mengapa ia yang berada di sini, berhadapan dengan Katarea. Katarea yang menggunakan darah naga dari Ophis untuk meningkatkan kekuatannya berhasil memotong tangan kiri Azazel.

" Hahaha … rasakan itu gagak. Setelah ini, giliran tangan kananmu lagi, kemudian kaki kananmu, kaki kirimu, dan terakhir kepalamu ! " ujar Katarea menggunakan jarinya secara pelan mengeluar lehernya secara horizontal.

" Yare-yare, wanita tua sepertimu tak cocok untuk menunjukkan sisi sadistmu padaku. Maaf saja, aku masih menyukai daun muda "

Wajah Katarea memerah, sudah pasti bukan karena malu, melainkan marah karena merasa terhina atas kata-kata Azazel " Mati kau gubernur da-tenshi mesum ! "

Jari – jari Katarea mengeras layaknya intan dan memanjang menuju Azazel, berniat mencabik-cabik pemimpin ras da-tenshi itu. Menghadapi itu, Azazel bersikap santai. Tubuhnya bergerak cepat menghindari setiap jari Katarea.

" Jika begini terus, sepertinya aku akan menunjukkan salah satu penemuanku yang berharga … " bisik Azazel dengan seringai. Tangannya mulai masuk ke dalam haori hitamnya, bergerak – gerak mencari sesuatu.

" Ini dia ! " ujar Azazel mengeluarkan sebuah bola permata yang segera bersinar terang. Jari – jari Katarea yang berada di sekitarnya segera meledak membuat Katarea terkejut begitupula para penonton lainnya.

Sementara itu, terlihat rombongan Naruto berhenti berjalan di tengah badai salju, mereka telah mencapai puncak Everest beberapa menit lalu dan sedang mengitarinya, menemani Naruto mencari sesuatu menurut kata Sasuke. Sasuke dan Asia berhenti melangkah begitu master mereka mendadak berhenti berjalan. Kedua muda-mudi itu menatap bingung pada Naruto yang menatap jauh ke tenggara. Asia mengikuti arah pandang Naruto dan bertambah bingung begitu hanya menemukan pemandangan buram karena badai salju yang semakin deras. Dari tubuhnya terlihat aura keemasan yang membuatnya dapat bertahan dalam cuaca ekstrim itu, sedangkan Sasuke menggunakan energy keunguan Susano'o untuk menyelimutinya. Asia tersentak karena Naruto tiba-tiba berpaling pada mereka.

" Sasuke, kalau tak salah Kuoh merupakan tempat Sekiryuutei saat ini berada bukan ? "

Sasuke mengernyitkan alisnya bingung, tak mengerti dengan topic yang tiba-tiba dibahas oleh masternya. Walaupun dalam keadaan tak mengerti, Sasuke tetap mengangguk.

" Kalau begitu kita ke sana ! " ujar Naruto cepat.

" Eh ?! Terus kenapa kita harus ke sini ?! " pekik Asia terkejut. Ia benar-benar bingung dengan jalan pikiran masternya sekarang, mereka telah capek-capek mendaki eh begitu sampai malah disuruh untuk pergi ke tempat lain yang lebih jauh lagi. Mereka belum ada istirahat selama perjalanan tadi!

" Hentikan keluhanmu dan ikuti saja. " ujar Naruto kembali menatap ke depan. Dalam satu hembusan nafas ia berbisik " Lagipula ini untukmu juga "

" Kita berangkat ! " Sasuke, Naruto, dan Asia serentak menghilang dalam kilatan masing – masing. Asia telah menguasai kemampuan ini dua minggu sejak pertama ia bertemu dua pemuda terkuat ini.

Kembali pada Azazel.

Ia, kini telah dalam balutan armor emas yang membuatnya terlihat gagah. Gubernur Da-tenshi itu nyengir begitu melirik beberapa figure menatapnya terkejut, sebut saja Michael dan Gabriel yang menatapnya dengan pupil melebar.

" Aku tak pernah melihat desain armor seperti itu sebelumnya. Apa itu Sacred Gear baru ? " ujar Sirzech menerka, ia menatap Azazel dengan pandangan meneliti. Berbeda dengan Maou Lucifer, Serafall melonjak – lonjak layaknya anak kecil melihat penampilan keren Azazel.

" Entahlah, Lucifer – dono. Yang pasti itu bukanlah Sacred Gear ciptaan Ayah " Michael menjawab dugaan Sirzech.

" Penelitian Azazel-dono terhadap Sacred Gear ternyata tidak sia-sia ! " ujar Gabriel terlihat sedikit tak percaya.

" Tch " Katarea mendecih, jarinya – jarinya yang meledak tadi mulai beregenerasi kembali. Kali ini, warnanya hitam mengkilat, hingga memantulkan cahaya bulan purnama.

" Mati kau ! "

Ke sepuluh jari Katarea melesat maju bersamaan. Azazel menanggapinya dengan menggoreskan tangan kanannya yang terlapisi armor emas pada udara kosong, sebuah energy putih bersih membabat habis jari – jari tersebut hingga membelah dua tubuh sang Leviathan. Sebelum sempat pemandanga menjadi lebih menjijjikkan, Katarea menghilang dalam ketiadaan. Tangan kanan Azazel yang masih dalam pose menggores udara kini mengenggam sebuah tombak panjang.

" Lu – luar biasa ! " decak para penonton. Mereka tak dapat memungkiri penelitian Azazel selama ini yang dianggap buang-buang waktu begitu mengerikan. Hanya dengan satu serangan singkat saja, salah satu pemimpin Old Satan yang menerima tambahan kekuatan dari Ophis binasa.

Azazel nyengir dalam armornya begitu melihat sebagian besar penonton menatapnya dengan kagum. Ia mulai melayang ke bawah untuk kembali bersama pemimpin lain, berniat melanjutkan pertemuan negosiasi mereka, namun belum terlalu lama bergerak, Gabriel berteriak memperingati gubernur itu kala menyadari 3 kilatan yang muncul di belakang Azazel.

" Azazel – dono awas ! "

Azazel berbalik begitu merasakan tekanan energy yang begitu mengancam. Dengan teknik serupa yang ia berikan pada Katarea, ia menyerang tiga sosok yang muncul dengan kilatan tersebut.

TEP!

Semuanya melotot tak percaya begitu melihat sosok yang muncul dengan kilatan yang berada di tengah itu menangkap mata pisau tombak itu dengan jari jempol dan telunjuknya yang bersikap seperti mengepit sesuatu.

" Di sini kau rupanya, Fafnir " ujar sosok tersebut.

" U – uzumaki Naruto ! " Azazel mengutuk dirinya sendiri begitu tak dapat menyembunyikan getar takut dari suaranya hanya dengan menyebutkan sosok itu.

" Ah, kau gagak dari Grigory yang kutitipkan host Albion itu bukan ? " tanya Naruto dengan senyum tipis. Dengan satu sentilan, Azazel terlempar hingga menghancurkan satu gedung Kuoh Akademi. Armor emasnya juga telah hancur berantakan. Para iblis muda, Irina sang malaikat reinkarnasi, dan Vali meneguk ludah mereka melihat bagaimana Azazel dapat dengan mudah ditumbangkan. Bola permata putih yang menjadi pusat dari armor Azazel berpindah tempat ke tangan Naruto.

Uzumaki Naruto, ia menatap bosan pada para pemimpin 3 fraksi yang menatapnya tegang. Mengedarkan lagi pandangannya, seringai keju terbentuk begitu ia melihat Vali dan Issei berdiri tidak berjauhan.

Vali merasa aneh pada dirinya sekarang, ia merasa begitu ketakutan. Normalnya, darahnya akan mendidih, terbakar akan semangat. Ia terkenal sebagai maniak bertarung, memiliki pengalaman bertarung dengan makhluk yang kuat merupakan dambaannya selama ini. Namun, ini kali pertamanya ia kehilangan selera bertarungnya dan lebih buruk lagi ia merasa sebuah tekanan yang begitu berat begitu iris biru dari sosok yang Azazel sebut Uzumaki Naruto itu menatapnya. Pupilnya melebar begitu mengingat kembali kata-kata sosok itu. Kata – katanya mengingatkan ia akan gambaran- gambaran awal mula ia dapat berakhir di Grigory.

Hampir sama dengan Vali, Issei merasakan ketakutan yang sama seperti beberapa bulan yang lalu. Firasatnya yang berteriak tentang bahayanya pemuda itu saat mereka bertemu pertama kalinya di taman Kuoh benar-benar terbukti saat ini.

" Sepertinya aku benar-benar beruntung hari ini " ujar Naruto santai. Ia perlahan turun hingga menapak betul di tanah diikuti kedua muridnya. Ia berniat mendekati Issei dan Vali

" Sepertinya hidup kita begitu terbalik hari ini, Uzumaki Naruto " Azazel dengan satu tangannya telah berdiri tak jauh di hadapan Naruto bersama pemimpin lainnya, Sirzech, Michael, Serafall, Gabriel, dan juga Grayfia yang selalu mengekor Sirzech, menghalangi langkah pemuda tersebut. Para generasi muda telah dibuat menyingkir semuanya.

" Minggir. Aku hanya ingin mengetes sejauh mana kemampuan dua naga bodoh itu " ujar Naruto dengan nada bosan.

" Kami tak dapat mengizinkan pertarungan yang dapat merusak lingkungan sekitar untuk terjadi Naruto – san " Michael membalas dengan nada sekalem mungkin.

" Aku tak ingin mendengar itu darimu Merpati " bentak Naruto keras.

Naruto kembali berjalan, kali ini sendirian. Sasuke berhenti dan menahan Asia untuk berjalan. Ia juga hanya diam, tak menanggapi Asia yang menatapnya bingung.

Belum jauh berjalan, Naruto berhenti karena entah sejak kapan kakinya telah membeku. Matanya menatap bosan pada Serafall dan Grayfia yang membentuk lingkaran sihir mereka.

Dengan gerakan santai, ia mengangkat kakinya. Sama sekali tak terganggu dengan es tersebut lagi. Postur tubuh para pemimpin segera waspada begitu Naruto berjarak kurang dari 10 meter dari mereka.

Sirzech maju kemudian, dengan tangannya yang telah dibaluti energy penghancur. Naruto memiringkan tubuhnya membiarkan Sirzech melewatinya, dalam momentum singkat sebelum melewati tubuhnya, Naruto menyikut tubuh Sirzech mementalkan Maou Lucifer itu hingga menjebol dinding Kuoh Akademi.

" Sirzech – sama/ -tan/Onii – sama ! " teriak Grayfia, Serafall, Rias dan para iblis muda bersamaan. Grayfia segera menyusul Sirzech, meninggalkan 5 4 pemimpin untuk berurusan dengan Naruto. Serafall dan Gabriel maju bersamaan, bersama – sama membuat sebuah pedang es dan cahaya. Naruto segera menangkap pedang es Serafall dan mematahkannya, kemudian dengan gerakan cepat merebut pedang cahaya Gabriel. Sebelum Gabriel dapat berbuat banyak, Naruto menangkap pergelangan tangannya dan segera membanting malaikat tercantik itu keras hingga kehilangan kesadarannya seketika.

Serafall melayang dengan sayap iblisnya untuk mengambil jarak, dan segera membuat banyak lingkaran sihir untuk mengirimkan tombak – tombak es pada Naruto. Semuanya tombak tak berguna begitu Naruto menggunakan pedang cahaya milik Gabriel.

Michael dan Azazel bergerak bersama untuk mempersulit Naruto. Sekarang mereka akan menggeroyok Naruto. Namun, gerakan Naruto terlalu cepat bagi mereka belum sempat menyerang Naruto terlebih dahulu muncul di antara mereka memberikan masing – masing mereka sebuah tendangan yang membuat keduanya terpental jauh. Masih belum selesai, Sirzech yang awalnya terpental telah kembali, dari jarak jauh menembakkan energy – energy penghancurnya dalam bentuk bola – bola kecil.

Naruto menghela nafas bosan. Ia menghirup nafas panjang.

Dragon Breath

Pemuda pirang itu menghembuskan nafas naga nya yang mengantarkan angin badai begitu keras hingga mendorong balik semua sihir penghancur Sirzech. Hampir saja, serangan itu mengenai Azazel yang masih terpaku setelah ditendang tadi.

Begitu Naruto ingin berjalan kembali, tombak – tombak es dari depan dan samping bersama datang mengeroyoknya. Serafall dan Grayfia kembali bekerja sama. Melawan teknik yang hampir sama seperti sebelumnya, Naruto menangkap satu tombak yang pertama kali sampai di dekatnya. Dengan satu tombak itu, ia menepis tombak – tombak lainnya membuat tombak – tombak itu menabrak satu sama lain. Begitu tombaknya rusak, Naruto mengambil tombak lainnya.

Sring

Pupil Naruto melebar perlahan sebelum tergantikan oleh seringai kecil begitu melihat di antara tombak – tombak es itu ada pula tombak cahaya. Matanya melirik Azazel yang melakukannya, dan ia juga telah menyadari bahwa Gabriel yang sebelumnya berbaring di dekatnya telah berada di sisi Michael.

Michael membentuk sebuah lingkaran sihir putih yang mengeluarakn tekanan aura suci begitu tinggi, perlahan dari langit malam yang seharusnya gelap mulai terang. Para generasi muda menengadahkan kepala mereka ke langit melihat bagaimana sebuah tombak cahaya raksasa berdiri megah di langit.

" Aku akan mengambil semua tanggung jawab atas keputusanku ini " ujar Michael. Tangannya menghentak ke bawah mengantarkan tombak raksasa itu melesat cepat menuju Naruto. Naruto hanya menatapnya blank tak berbuat apa – apa. Dalam momentum singkat tersebut, terlihat siluet hitam yang bergerak cepat menuju Naruto.

TRANGGG

Trang trang trang trang

Tombak itu hancur tak bersisa begitu siluet hitam yang merupakan Sasuke menggunakan kemampuan pedangnya yang telah dialiri energy Susano'o.

" Maaf menganggumu Master " ujar Sasuke sungkan

" Tak masalah. Selagi, kau tidak menganggu pertarunganku dengan dua naga bodoh itu. " balas Naruto.

Mereka berdua mengobrol selagi menghindar dari hujaman tombak es dan cahaya yang masih menghujam. Para pemimpin menyadari tak ada waktu bagi mereka untuk terkejut, mengetahui bahwa kelompok itu memang sangat mengerikan.

Naruto mulai bosan semua ini, terlebih ketika Sirzech ikut mengirimkan energy penghancurnya. Jadi dengan satu tarikan nafas ia menghembuskan api yang begitu besar di sekitarnya sehingga semua serangan itu tak berguna. Api yang berada di sisi kanan bergoyang – goyang tak beraturan dan kemudian Sirzech muncul dengan True Formnya diikuti tombak es dan cahaya dari Grayfia dan Azazel.

Naruto menyeringai kecil, ia menunduk dan segera berguling ke depan mengambil sebuah beberapa pedang cahaya dan segera menusuknya pada Sirzech yang masih melayang. Tak memberikan kesempatan lagi, Naruto segera menendang Sirzech kembali pada Azazel dan Grayfia.

Azazel dan Grayfia yang tak dapat menghindar menderita karena energy penghancur Sirzech masih aktif sehingga melukai tubuh mereka.

Lingkaran api yang menyelimuti sekitarnya menyebar setelah Naruto menggoreskan tangannya pada udara koson pada arah yang menuju Serafall. Serafall hanya dapat menyelimuti tubuhnya dengan es begitu melihat api dalam intensitas besar dan begitu panas itu mendekatinya.

Ledakan terjadi begitu api itu menabraknya.

" Onee – sama ! " teriak Sona tak percaya pemimpin bangsa iblis dan kakaknya dapat dikalahkan dengan mudah.

" Tidak kah kalian tahu … " bisikan Naruto tertelan oleh riuh api yang masih terus meledak – ledak, dengan masih memandang pada Issei dan Vali, makhluk terkuat itu menangkap Michael pada lehernya. Pedang cahaya yang berada di genggaman Michael menghilang begitu Naruto menguatkan sedikit cekikannya.

" Kapan harus menyerah ?! "

" Lepaskan Michael – Nii / - sama / - dono brengsek ! " Gabriel, Grayfia, Sirzech, Azazel, dan Serafall … entah bagaimana mereka dapat bertahan dari pukulan-pukulan Naruto sebelumnya. Yang terpenting kini, kelimanya mengeluarkan kemampuan terkuat masing-masing.

Namun … semua itu hanya dihentikan Naruto dengan

Ctik

… Jentikan jari

" Duduk ! "

Sebuah tekanan yang begitu dahsyat segera menghantam seluruh makhluk di sekitar akademi Kuoh, baik itu para makhluk supranatural, pepohonan, atau bahkan hewan-hewan kecil ikut terkena dampaknya. Bahkan bagi Sasuke dan Asia sekalipun yang merupakan bagian dari kelompok Naruto. Terlihat Sasuke melindungi Asia menggunakan Susano'o nya dengan sedikit kepayahan.

DUAK

Kelima pemimpin terhantam keras pada tanah, mereka yang paling terakhir dapat bertahan.

' Kekuatan seperti apa ini ?! ' batin mereka semua yang berada di sana.

Naruto melemparkan Michael hingga mendarat tepat di samping Gabriel.

Setelah itu, Naruto memandang pada Issei dan Vali yang masih dengan armor naga merah dan putih mereka, berusaha menatap pada Naruto meskipun tertekan oleh aura kekuatan Naruto yang begitu dahsyat.

Baru satu langkah, sebuah serangan menggelitik Naruto.

Ketika menoleh ke belakang, Naruto menemukan Sirzech dalam wujud gadis muda yang mengeluarkan serangan itu dengan lingkaran sihir walaupun masih dalam keadaan telungkup

" Rias ! " Sirzech berteriak panik ketika menyadari siapa yang menyerang sosok yang berhasil membuat para pemimpin 3 fraksi berantakan seperti ini

" Jangan menyakiti keluargaku ! " Rias mengatakan itu dengan susah payah.

" Kau tidak ada hubungannya dengan ini ! " Aura kekuatan Naruto meningkat, membuat seisi kota Kuoh dilanda gempa lokal, kepanikan dan kegelisahan menguar di seluruh kota. Manusia biasa akan gila jika terlalu lama merasakan aura ini

" Jangan kau ganggu Buchou keparat ! " Sejenak, dapat mereka rasakan aura kekuatan Naruto meningkat sebelum akhirnya kembali stabil seperti biasa. Artian kata stabil pun sebenarnya cukup membuat mereka tidak dapat berdiri dengan benar.

Naruto menatap pada Issei yang sebelumnya berteriak padanya.

" Aku akui hostmu memiliki keberanian yang patut dipuji, Ddraig "

" Menjauhlah bedebah ! " Sahut Albion dan Ddraig bersamaan dari Sacred Gear mereka masing – masing.

" Oh, tumben sekali kalian kompak … Tenang saja, kali ini aku tidak datang untuk membunuh kalian " ujar Naruto santai. Ia melemparkan pelan bola permata putih yang ia dapat dari Azazel tadi.

" Niatnya aku hanya datang untuk mengambil benda ini dan menyapa kalian berdua. Tapi, orang – orang bodoh ini malah menghalangiku. " Naruto kemudian mengoper bola permata itu kepada Asia.

" Ambil Argento – san. Itu akan berguna bagimu ke depannya " Asia sedikit panik saat bola permata yang terlihat berharga itu melayang padanya, walaupun sedikit kepayahan gadis itu berhasil menangkap bola permata itu dan segera memeluknya di depan dada.

" Urusanku sudah berakhir di sini. Saatnya aku pamit " Naruto, Sasuke, dan Asia hilang ditelan kilatan kuning. Aura dominansi Naruto yang sebelumnya menekan kota Kuoh segera menghilang, seakan-akan tak pernah ada.

Satu pertanyaan di benak para generasi muda yang hadir dalam rapat tersebut

" Sebenarnya makhluk seperti apa dia ? "

TBC

Yah, inti dari chap ini aku ingin menunjukkan bahwa Naruto memang benar-benar Super Overpowered, udah lihatkan 2 Maou, satu Seraph dan Archangel, serta Gubernur Da-Tenshi dibuat tak berdaya sama sekali. Khusus untuk fic ini, aku mencoba untuk membuat alur ku sendiri, jadi jangan heran jika banyak event-event di Canon yang kulewatkan, contohnya seperti sekarang langsung masuk ke pertemuan 3 fraksi, tanpa membahas sedikitpun pertunangan rias. Yah, kenapa dilewatkan ? tentu karena gak ada hubungannya sama cerita :v. Fic selanjutnya yang bakal diupdate rencana adalah Longinus 14Th, tapi aku belum tahu kapan bisa diupdate, karena menumpuknya tugas – tugas, baik akademik maupun non akademik. Tapi, akan selalu kuusahakan untuk update.