Narita Airport's
Di siang yang cerah, terlihat suasana yang ramai dengan hilir mudik orang-orang serta pesawat di tempat itu.
"Bukan kah ini sudah 30 menit berlalu"
Someone POV
Lama sekali, sungguh menunggu adalah suatu kerjaan yang membosankan. sudah beberapa kali ku melihat smartphone milik ku untuk melihat apakah ada pesan dari orang yang harus nya menjemput ku di bandara.
Ku lihat dengan seksama pemandangan orang-orang yang berlalu-lalang, tidak ada sama sekali wajah familiar dari orang yang datang untuk menjemput ku. Well, ini sih sudah keterlaluan. Jika memang akan terlambat seharus nya mereka bilang kepada ku.
Lebih baik jika aku naik taksi, daripada harus menunggu selama ini.
"Supp!!" kata seseorang tiba-tiba dari sudut belakang mata ku, yang ketika ku lihat bisa langsung ku proses bahwa dia lah yang harus nya menjemput ku dari tadi.
Dengan tampang konyol, sambil menggenggam sebuah es krim di tangan satu nya dia berbiacara pada ku.
"Maafkan aku atas keterlambatan nya, karena cuaca sedikit panas. Saya harus berhenti untuk membeli sebuah es. Apakah anda mau"
"Tidak, itu sudah kau makan. Dan bisakah kita langsung pulang saja" Jujur, aku sudah lelah untuk membalas perkataan nya dan hanya ingin langsung bersantai dirumah.
Dengan anggukan dan senyum dia langsung membawa koper yang ku bawa, menuju mobil yang akan membawa kami pergi dari sini.
Time Skipp
*Tangg
Sebuah bunyi nyaring timbul dari sebuah benturan antara 2 buah benda. Sebuah benda bulat dengan ukuran 23,5 cm dan sebuah pemukul.
"Pukulan bagus Sasukeee!!" teriak semangat salah satu penonton dari bench saat melihat teman nya berhasil memukul bola ke arah luar kiri dari fields.
Dengan lengkungan yang indah akhir nya bola tersebut harus jatuh ke tanah karena ditarik oleh daya gravitasi, memantul sedikit sampai bola itu berhenti bergerak.
*Prittt
Dengan Jatuh nya bola tersebut berbunyi lah peluit tanda berakhir nya latihan sore yang dilakukan sekumpulan pemuda di sebuah sekolah yang berada di Tokyo itu.
"Ini, silahkan Sasuke-san" dengan suara senang seorang gadis memberikan sebuah handuk dan minuman kepada pemuda terakhir yang melakukan latihan batting disana.
"Oke, apakah semua nya sudah berkumpul?!" tanya seorang lelaki terhadap kumpulan pemuda dihadapan nya.
"Ya pak!!" balas mereka dengan lantang, mendengar jawaban dan melihat kondisi tim nya sendiri ia langsung mengagguk.
"Baguss. Latihan tadi memperlihatkan ke kita bagaimana standar sebuah tim yang akan melaju ke kejuaran"
"Tapi tetap saja kalian harus konsisten dengan apa yang kalian miliki. Sasuke"
"Ya!!"
"Aku pikir pukulan mu yang terakhir tadi akan menjadi sebuah Home Run, tapi kontak antar pemukul dengan bola menjadi salah. Kurasa kau tau apa masalah nya bukan??"
"Baiklahh, kurasa hanya itu untuk hari ini. Kalian bisa pulang dan beristirahat. Besok kalian akan libur untuk memulihkan diri. Dan lusa kalian akan kembali berlatih untuk persiapan pertandingan latihan melawan Suna High School"
"Baik!!". "Dengan ini bubar" setelah instruksi dari pelatih mereka memungut dan membereskan peralatan sebelum bubar untuk berganti baju di ruangan klub mereka.
Time Skip
"Fyuhhh, bukan kah dia terlalu keras pada mu kali ini Sasuke" Ucap seorang pemuda dengan rambut jabrik berwarna coklat.
"Yahh ini memang salah ku, aku juga merasa bahwa pukulan terakhir akan menjadi Home Run" ucap pemuda dengan rambut emo berwarna dongker bernama Sasuke ini(Tampilan Sasuke di Road to Ninja)
"Awww, kau sangat ambisius dengan itu Sasuke" goda pria berambut coklat menanggapi balasan dari Sasuke.
"Diam lah Kiba" kali ini hadir seseorang dengan gaya rambut nanas menghentikan celotehan pemuda berambut coklat a.k.a Kiba.
"Hahh, aku hanya memberi keluhan saja untuk melupakan rasa letih ini" Keluh nya terhadap pemuda yang baru nimbrung.
"Oyy. Cepat lahh ruangan ini akan segera ditutup, para senpai dan kouhai yang lain sudah selesai berganti baju. Dan Shika, kita harus cepat sebelum Ino mengomel lebih lanjut" muncul lagi orang yang mengitrupsi obrolan yang mereka bertiga lakukan.
"Oke, Aku segera selesai Chouji" ucap pria nanas dengan wajah lelah.
Time Skip
"Jadi, apa yang membuat mu terlihat senang hari ini Naru-chan?" ucap gadis berambut ponytail cantik a.k.a Ino kepada gadis cantik lain nya yang terlihat lebih muda dari nya.
Mendengar celetukan dan Ekspresi orang yang ditanya lantas membuat rombongan orang yang pulang bersama itu menjadi seikdit penasaran.
"Apakah terlihat seperti itu Senpai??"
"Ya. Aku merasa seperti kau mendapat sebuah lotre hari ini. terlihat ketika kau memberikan handuk dan minum kepada Sasuke" dengan ucapan ini seketika bendera terangkat dan lansung menimbulkan semburan dari 4 pemuda yang menemani mereka berjalan pulang.
"Tapi itu jelas tidak mungkin hahaha, kau jelas lebihh terlihat senang ketika mendengar bahwa klub telah selesai daripada melihat Sasuke yang bercucuran keringat" bendera awal yang tadi baru terangkat kini malah turun disusuli oleh cekikikan 3 pemuda dan 1 raut wajah mendung disana.
"Seperti yang kau bilang Ino-Senpai. Hari ini adalah hari spesial!" ucap semangat nya.
"Hari ini Kakak ku akhir nya pulang, kau tau Senpai ini sungguh menggembirakan"
"Aku... Aku sungguh tidak sabar untuk memeluk nya hehe" Jawab Naruko dengan wajah senang dan kesensem.
'Sungguh, sesuatu yang imut' pikir orang-orang disana saat melihat penampakan Naruko sekarang.
"Ahh, sudah sampai sini. Kurasa sudah saat nya kita berpisah. dadah Paisen!!" dengan suara lantang dan lari yang cepat Naruko langsung berpisah dengan rombongan nya ketika berada dipersimpangan jalan.
Membuat mereka berpikir seberapa spesial kakak dari Naruko tersebut sehingga menimbulkan sebuah Death Flag besar terhadap teman mereka satu ini.
TBC
