Naruko POV

Berjalan dengan cepat ku sungguh tidak sabar untuk bertemu Nii-chan, sungguh walau waktu terasa sangay menyenangkan dikala mengetahui kabar yang menyenangkan ini.

Rumah yang telah berjarak beberapa langkah makin membuat tensi kesenangan yang memacu adrenalin pada tubuh ku menguat. Ku buka pintu gerbang besi itu dengan segera, lalu ku mulai daki bukit tangga hingga menuju ke arah halaman rumah.

note : bayangin aja bentuk rumah orang kaya yg ada di film Parasite(Korea).

Setalah sampai di depan pintu ku mulai bersiap dengan sapaan yang akan ku lakukan. Apakah aku langsung memeluk nya ketika melihat Nii atau Bersikap acuh tak acuhh pikir ku.

Memegang kenop pintu dan mulai membuka nya. Kemudian masuk dan mengucapkan.

"Aku Pulang~~!!" dengan bersemngat agar orang di dalam mengetahui keberadaan ku. Bergegas menuju ke ruang keluarga untuk melihat Nii.

Sungguh pikiran yang berada di depan pintu 5 menit sebelum nya sudah menguap dari otak ku. Sesampai nya disana langsung ku edarkan penglihatan ku ke seluruh ruangan. Sudut dem Sudut ku jelajahi untuk mencari keberadaan Nii.

Yang sayang tidak ku temukan, dan hanya menemukan padangan bingung dari 2 pria beda umur yang sedang duduk di sofa dengan kegiatan nya masing-masing.

Aneh bukan kah hari ini hari yang dijanjikan, tanya ku dalam hati.

"Kau sedang mencari sesuatu Naru-chan?" ucap pria paruh baya yang sedang duduk menikmati teh.

"Dimana Nii~~??"

Mendengar kata-kata yang keluar dari mulut ku pria paruh baya yakni Ayah ku serta remaja berambut merah sedikit ke oranye menaikan sedikit alis nya. Apakah pertanyaan itu sedikit aneh.

"Dia berada rumah Bibi May kau tau Naru-chan" jawab wanita berambut merah berjalan dari arah dapur, membawa beberapa jajanan seperti kue ke meja disana.

Bingung akan jawaban nya, aku sempat akan bertanya lagi tapi sudah disela oleh remaja yang kini mengambil kue dari meja.

"Bukan kah sudah dibicarakan, ku rasa kau lupa. Sampai kamar Nii diperbaiki dan dibersihkan dia akan tinggal sementara di rumah Bibi Mei" jawab nya acuh tak acuhh.

Well kurasa aku ingat dengan pembicaraan itu, tapi yahhh aku merasa tidak ingin mendengar nya. Sungguh mengingat nya membuat ku sedikit lesu.

Berjalan dengan Gontai ke arah bagian sofa yang kosonh untuk duduk. Aku mulai membuat wajah cemberut yang kata orang lain sih imut.

"Bersabar lah, ini hanya akan memakan waktu 3 hari lagi" ucap ibu ku dengan santai. Mengangguk untuk membuat keadaan lebih baik, aku mengambil beberapa kue kering untuk dimakan.


SKIP TIME

Tokyo : 06.00 am

Di pagi yang masih menyegarkan di salah satu sudut jalan perumahan Tokyo, terlihat hanya segilintir orang saja yang berlalu lalang. masih begitu senggang suasana untuk sebuah kota metropolitan.

Terlihat salah satu orang yang telah memaparkan kegiatan nya ialah, pemuda berumur belasan tahun dengan surai pirang cepak tengah melakukan jogging pagi dengan menggunakan baju sport berwarna abu-abu.

Beberapa kali diri nya berhenti untuk mengatur nafas nya yang sedikit tersengal-sengal, membuktikan bahwa dia telah berjogging cukup lama.

Melihat jam yang berada dipergelangan tangan kiri nya, ia mengangguk untuk memastikan pukul berapa ini sebelum ia kembali ke rumah untuk bersiap-siap pergi ke sekolah.

Setelah cukup beristirahat diri nya kembali untuk melanjutkan jogging nya yang tertunda sampai waktu yang ditentukan.

30 menit kemudian

Setelah menyelesaikan apa yang diri nya biasa lakukan, si pemuda kini telah kembali ke rumah yang ia singgahi untuk sementara waktu.

Mengambil nafas dan membuka sepati olahraga nya serta mengganti dengan alas kaki yang sudah tersedia. Dengan badan yang tegap serta berkeringat diri nya melangkah untuk menuju dapur guna mengambil air untuk diri nya.

Meresapi air sejuk melewati tenggorokan nya, ia beristirahat sejenak sebelum akhir nya beranjak dari sana untuk bersiap-siap menghadiri sekolah di Jepang untuk pertama kali nya.

7.00 am

Someone POV

"Beres" setelah mengenakan seragam sekolah yang telah diberikan sebelum nya, ku melihat tampilan bayangan diri ku dikaca lemari dikamar ini.

Harus ku akui penampilan dari seragam ini membuat ku terlihat sedikit lebih rapih dari biasa nya. Kemeja putih, berbalut Jass berwarna abu-abu tanpa garis kusut, dan dasi berwarna abu-abu juga. Ohh jangan lupakan lambang sekolah yang terukir di dada sebelah kiri.

Melakukan satu-dua pose untuk meyakinkan bahwa seragam nya sudah pas, akhir nya ku meraih tas sekolah dan mengecek isi nya apakah ada yang tertinggal atau tidak.

Setelah yakin semua siap, diri ku langsung keluar dari kamar dan menuruni tangga yang ada untuk melakukan sarapan pagi.

"Pagii~~" sapa seorang wanita berambut merah maroon ketika melihat ku memasuki ruang makan.

"Pagi juga Bibi Mei" jawab ku, mengedarkan pandangan ke tempat lain sambil duduk ke kursi yang ada. Terlihat seseorang sedang menyiapkan makanan didapur.

Dengan rambut biru muda jabrik, dan sebuah kacamata membingkai. Pria itu terlihat sangat ahli, hingga makanan siap dan disajikan di meja.

"Ini silahkan. Spesial untuk mu Naruto, ku buatkan Pancake dengan Butter serta Madu" dipandangan ku kini terlihat beberapa potongan Pancake hangat yang terlihat sangat enak.

"Terima kasih Chojuro-nii" ucap ku.

"Sama-sama, jadi mari kita makan" setelah membalas ucapan ku Chojuro-nii yang merupakan kakak sepupuku ini langsung menyumpit makanan yang telah dia siapkan sebelum nya.

Walaupun hidangan yang ia dan bibi makan berbeda dari hidangan yang ku makan, tapi mereka tetap menikmati nya. Inikah yang disebut orang timur bahwa tidak lengkap jika tidak makan nasi.

Disela-sela kegiatan mengunyah makanan beberapa obrolan dilontarkan kepada ku. seperti apakah aku perlu diantar untuk ke sekolah? Bagaimana rasa nya untuk bersekolah kembali di Jepang? Dann sebagai nya.

Jujur saja aku sedikit gugup, karna ini pertama kali nya aku bersekolah kembali di Jepang yang sebelum nya aku lama tinggal dan bersekolah di Luar Negeri.

Membereskan piring dan mengelap meja, pagi ini waktu sarapan telah berakhir. Mengenakan sepatu kini semua sudah lengkap, hanya perlu berjalan 15 menit untuk sampai ke Sekolah terbaru ku.

"Yakin, tidak perlu diantar Naruto??" tanya bibi ku dengan dengan nada sensual khas wanita dewasa nya.

Menganggukan kepala ku dengan yakin untuk menjawab pertanyaan nya, ia langsung mengatakan sampai jumpa lalu menjalankan mobil milik nya ke tempat kerja yang Bibi dan Chojuro- nii tuju.

Setelah mobil itu melesat cukup jauh, diri ku langsung melangkahkan kaki ditemani musik yang ku setel dari Smartphone ku melalui headset. Irama mulai berdentum masuk kedalam indra pendengaran ku memacu sedikit detak jantung.

Setelah 10 menit berjalan kini pandangan ku dipenuhi dengan orang-orang lewat ntah itu bekerja ataupun bersekolah. Yah ku cukup yakin beberapa kali melihat beberapa pelajar yang mengenakan seragam yang sama ntah mereka akan menjadi teman seangkatan ku, junior, atau pun senior.

Sambil mengunyah onigiri yang baru ku beli saat melewati toko swalayan barusan, tak terasa kini diri ku sudah dekat dengan sekolah yang ku datangi. Terbukti dengan pelajar berseragam sama dengan ku memenuhi ruang lingkup pengelihatan ku.

Ada yang berjalan sendiri, sambil mengobrol dengan teman nya, dan bahkan sambil bergandengan tangan dengan pasangan nya ku yakin. Kini langkah ku telah berhenti di depan gerbang sekolah swasta bernama Konoha High Scholl.

Ku pandangi dengan lekat seluruh lingkungan dengan seksama, sebelum akhir nya memutuskan untuk berjalan memasuki sekolah tersebut.


Skip Time

Setelah beberapa menit berkekiling dan menanyakan hal tertentu kepada murid lain, akhir nya diri ku sampai di ruang administrasi ini. Sambil duduk dan menunggu datang nya wali kelas yang nanti nya akan mengantar ku ke ruang kelas.

Diri ku melihat ke sekitar, ada banyak foto, serta piala penghargaan ntah itu dari bidang akademi atau non akademi. Ku yakin piala-piala itu adalah sisa dari sebagian yang dipamerkan di lorong penghargaan yang ku lewati sebelum kemari.

Ditengah-tengah mengagumi pemandangan piala tersebut, pintu dari ruang yang tengah ku tunggui itu mendadak terbuka menampilkan sesosok guru wanita dengan blazer merah serta rambut hitam bergelombang.

"Uzumaki Naruto?" tanya nya. Sontak membuat ku berdiri dan menjawab pernyataan konfirmasi dari nya.

Setelah puas dengan jawaban ku, guru wanita itu langsung memperkenalkan diri nya.

"Senang bertemu dengan mu, Nama ku Yuhi Kurenai. Aku adalah wali kelas dari kelas XI-1 yang akan kau tempati"

"Senang bertemu dengan anda, mohon bantuan nya" jawab ku atas perkenalan dari Yuhi-sensei.

Tersenyum dengan jawaban ku, diri nya langsung menyuruh ku untuk ikut dengan nya ke kelas. Hanya terdengar suara langkah kaki nan halus sepanjang jalan dari sana ke ruang kelas.

Seketika sampai disana diri nya menyuruku menunggu sebentar sampai nanti nya nama ku dipanggil. Ruangan kelas yang tadi nya sedikit ramai langsung menjadi sunyi ketika pintu kelas terbuka dan sensei memasuki kelas tersebut.

Sedikit memberikan penjelasan bahwa akan ada murid baru yang bergabung, dan meminta mereka untuk berteman dengan ku. Akhir nya kini giliran ku untuk masuk kesana dan memperkenalkan diri.

"Uzumaki Naruto, semoga kita bisa berteman baik untuk kedepan nya. Mohon bantuan nya" kata ku memperkenalkan diri diiringi dengan membungkukan badan ku sedikit. Sesuai dengan ajaran dari Bibi sebelum nya.

Meneggakkan badan, dan melihat reaksi dari mereka. Ku melihat ada yang aneh dan ada juga yang penasaran. Yah mungkin mereka jadi teringat dengan sosok adik ku yg bersekolah disini juga. Ku dengar dari Ayah dan Ibu bahwa dia cukup populer dikalangan sekolah.

Sedangkan untuk pandangan yang lain nya, ntah lahh aku juga tidak terlalu mengerti.

"Baiklahh untuk perkenalan lebihh lanjut nya bisa dilakukan nanti. Nara-san tolong angkat tangan mu"

Mendengar perintah dari sensei, seorang remaja laki-laki dengan rambut dikuncir lantas mengangkat tangan nya. Tanpa banyak ucap setelah melihat gerakan tersebut Yuhi-sensei langsung menyuruhku untuk duduk dibangku yang ada dibelakang dari pemuda itu.

Ku perhatikan sedikit raut muka bosan dengan tampang sedikit mengantuk, dia terlihat seperti habis begadang dan ingin tidur lagi. Mata kami saling berpandang ketika aku terlalu lama menatap nya saat berjalan. Ku berikan sedikit senyum ketika berada didekat nya sampai ku melewati tempat duduk pemuda itu.

Ku istirahatkam kembali pantat ku ke tempat duduk kayu kali ini, sedikit meregangkan bahu. Kini pelajaran akan segera dimulai. Dimana mata pelajaran Sastra klasik ini dibimbing oleh Yuhi-sensei sekaligus wali kelas ku.


Skip Time

Kini jam istirahat sudah menanti, setelah melewati serangkaian belajar mengajar. Kini sudah waktu nya untuk para murid beristirahat melepas penat yang sudah menumpuk.

Merapihkan buku dan memasukan nya, tak terasa kini tempat duduk ku telah dikerubungi oleh mereka yang penasaran dan ingin berkenalan dengan ku. Mungkin?.

Pertanyaan dan Pertanyaan silih berganti, tetapi kebanyakan garis besar dari pertanyaan itu adalah Apakah kau ada hubungan nya dengan Uzumaki Naruko? Apa kau benar dari luar negeri? Apa kita bisa bertukar kontak?.

Mendengar pertanyaan tersebut aku hanya bisa menjawab dan tersenyum dengan gugup. Well jika kalian bertanya pada ku ini adalah hal yang baru untuk ku.

Dan ku yakin bahwa di depan ruang kelas ini juga ikut ramai dengan mereka penasaran terhadap penampilan murid baru yaitu aku.

Sedang dipuncak-puncak nya pertanyaan yang makin membumbung. Seketika pintu kelas bagian belakang terbuka dengan sangat keras hingga mengalihkan semua perhatian yang ada.

Terlihat disana remaja putri berambut ponytail pirang dengan aksen oranye pada ujung tengah terengah-engah. Ku rasa dia habis berlari untuk mencapai tempat ini atau setidak nya mendaki tangga terlebih dahulu.

"NII~~~!!" dengan suara sedikit menggelegar remaja itu mengatakan kakak. Sedikit ku fokuskan pandangan ku terhadap nya, kini aku bisa mengkonfirmasi bahwa dia merupakan adik ku yang bersekolah disini. Jujur tidak ada yang berubah dari nya ku pikir setelah baru bertemu lagi.

Ohh mungkin, hanya gaya rambut nya yang berbeda, dulu ku yakin dia memiliki rambut pendek berantakan. Sekarang dia mengikat gaya ponytail rambut panjang berwarna pirang dengan sedikit aksen oranye pada ujung.

Terlihat imut, berdiri dan tersenyum. Ku mulai melangkahkan kaki ku ke sosok tersebut. Kini semua orang terdiam melihat pemandangan yang akan terjadi.

Ku tepuk dengan pelan kepala nya ketika aku sudah cukup dekat dengan kehadiran adik ku.

"Tadaima" ucap ku dengan pelan diiringi dengan senyum, sambil menunggu dengan sabar akan jawaban dari Adik ku ini. Hal yang terjadi malah kebalikan nya.

Sebuah tinju menyasar pada bagian perut ku, diri ku yang tidak siap terlalu shok dan membuat ku terdiam. Tiba-tiba sesuatu meraih kerah seragam bagian belakang ku, dan ini terjadi dengan cepat. Aku diseret bagaikan sebuah karung.

Ku yakin ini sesuatu yang mengejutkan apalagi untuk murid-murid yang berada disana. Ini seperti bagian dari film komedi yang kemarin baru ku tonton. Bukan kah haruss nya kami berjalan bersama dengan senyum merekah. Ntah lahh aku hanya meratapi nasib ku, sekarang dan nanti nya.

Ku berdoa bahwa aku bisa menikmati hidangan makan siang disekolah ini.

TBC...