Tittle : Little Sunshine
Author : Keiko Yummina
Cast : HunHan (Oh Sehun & Xi Luhan), Slight EXO OT12
Genre : Hurt-Comfort, M-preg, Romance, Family
Length : Chaptered
Rated : M (Mecum)
WARNING! YAOI, M-PREG
bagi yang tidak suka YAOI apalagi M-PREG mending gk usah baca!
…
Jangan biasakan jadi SIDER, Okey!
…
CHAPTER 1
Sore itu Sehun bergegas pulang kerumahnya. Hari yang sangat melelahkan karena bebagai pekerjaan kantor yang begitu menguras tenaga dan pikirannya. Sehun merupakan seorang CEO di sebuah perusahan sukses di bidang property yang telah merajahi pasar Asia dan akan merambat ke ranah Eropa. Di umurnya yang masih muda yaitu 25 tahun. Sehun merupakan jajaran pengusahan muda yang sukses. Meskipun perusahaan yang telah dilambungkannya bukan dimulai nol olehnya. Yap.. ini perusahaan turun –temurun yang diwariskan oleh ayahnya.
Flashback On.
Ayahnya yang bernama Oh Kyuyun telah berhasil membangun perusahaan kecil dari nol yang dirintis sejak umur 36 tahun dan sukses merajahi Seoul dan beberapa Negara tetangga seperti Jepang setelah enam tahun kemudian. Oh Kyuyun ayahanda Sehun meniggal dikarenakan umurnya yang tidak muda lagi yaitu umur 65 tahun akibat serangan jantung. Sehun merupakan anak tunggal. Keluarga Oh saat itu sulit mendapatkan keturunan hingga umur pernikahannya yang ke-20 tahun. Oh Sungmin, Ibu Sehun yang saat itu berumur 36 tahun dan ayahnya Oh Kyuyun yang saat itu berumur 40 tahun memutuskan untuk mengikuti proses bayi tabung karena umur mereka tidak muda lagi untuk mendapatkan seorang keturunan. Akhirnya lahirlah putra sematawayangnya yang diberinama Oh Sehun.
Flashback Off.
Di basement area parker mobil. Sehun bergegas menuju mobilnya. Namun, tiba-tiba ada bebrapa orang menghampirinya dan memegangi kedua tangannya dan menariknya masuk kedalam mobil jips hitam. Sehun yang saat itu merasa sangat lelah tidak mampu berkutik untuk melawan dan melepaskan diri. Bahkan matanya ditutup selembar kain hitam. Hanya terdengar deru mesin mobil yang terus dijalankan tanpa ada suara seorang pun.
Sehun dibawa turun dan digiring kesebuah ruangan. Didudukkan pada sebuah kursi kayu yang terasa kaku dengan kedua tangan dan kaki terikat disisi-sisi tubuhnya. Kemudian penutup mata itu dilepas. Rangsangan sinar dari luar yang belum sepenuhnya ditangkap oleh retina matanya. Membuatnya harung mengerjap-ngerjap menyesuaikan cahaya yang masuk kedalam indra penglihatannya. Setelah bisa menyesuaikan diri, Sehun melihat sekitarnya. Sedikit terkejut, karena ini berada di dalam kamar lamanya yang letaknya berada dirumah besarnya sendiri. Sehun memang sudah lama tinggal sendiri di apartement yang ia beli di dekat kantornya.
Terlihat seorang wanita paruh baya menghampirinya. Itu adalah ibunya. Oh Sungmin.
"Apa kabar Sehunnie?"
"E-eomma.."
"Ne.. ini Eomma."
"Eomma, jika ingin anakmu ini pulang, kenapa eomma harus repot-repot melakukan ini? Ini benar-benar tidak lucu.." Sedikit kesal dan memalingkan wajahnya ke samping.
"Anak eomma marah, ne?"
"Tentu saja."
"Kalau begitu apa yang harus eomma lakukan agar putra eomma yang tampan ini tidak marah lagi?" Sambil menoel dagu putra tampannya.
"Eomma, aku bukan anak kecil yang unt. Jadi, cepat lepaskan ikatan-ikatan ini."
"Eomma akan melpaskan ikatan-ikatan ini, asal kau bersedia melakukan satu syarat saja."
"Hahh.. baiklah-baiklah, cepat katakana eomma?"
"Tapi kau harus berjanji akan melakukan syarat yang eomma ajukan ini tanpa protes?"
"ne..ne.. arraseo. Cepat katakan apa saratnya? dan cepat lepaskan ikatan-ikatan ini. Ini menyakiti tangan dan kakiku."
"Eomma ingin kau memberikan sperma mu." Syarat final terucap dari bibir sang eomma membuat Sehun seketika mendelik dan swetdrop.
"Apa maksud eeomma?"
"Seperti yang eomma katakana. Eomma hanya butuh sperma mu."
"E-eomma jangan bercanda?" Terdengar mengerikan melihat eomma nya sekarang layaknya psikopat.
"Eomma tidak bercanda Sehunnie. Eomma hanya butuh spermamu, dan dengan itu maka Sembilan bulan lagi eomma bisa mendapatkan seorang cucu."
"…" Jawaban telak dari bibir eommanya membuatnya seketika pening.
"Jadi kau harus memberikan spermamu sekarang juga Sehunnie anakku tampan." Dengan tampang memohonnya.
"Eomma, kenapa harus seperti ini?" Berusaha menghindar.
"Salahkan dirimu yang sudah eomma kenalkan ke beberapa gadis maupun namja, tapi kau selalu menolak mereka, dan berkata belum saatnya menikah. Eomma ini sudah tidak muda lagi nak. Eomma ingin segera menimang cucu."
"Tapi e-eomma.. "
"Tidak ada kata tapi-tapian. Sekarang juga eomma akan menyuruh anak buah eomma untuk mengambil sarimu."
"Andwe eomma!"
"Kalian! Masuklah, dan laksanakan perintahku."
Eomma Sehun keluar dari ruangan itu. Dua orang wanita seksi masuk dan mulai menggoda Sehun. Sedangkan Eomma nya hanya bisa menunggu di luar ruangan.
"Apa yang kalian lakukan? Lepaskan aku."
"…"
"Pergi, jangan mendekati tubuh ku. Eomma, kumohon suruh mereka berhenti."
"…"
"Jangan! Apa yang kau inginkan."
Salah seorang wanita seksi itu mulai menggerayahi tubuh Sehun. Wanita yang lain mulai melucuti zipper celana Sehun. Hampir menarik turun celana Sehun dan mengeluarkan pusakanya .
"Eomma, aku bisa melakukannya sendiri. Tolong usir mereka pergi."
Eomma Sehun sebenarnya tak tega. Teriakan sehun memanggilnya untuk menghentikan aksi orang-orang suruhannya. Membuat hati nuraninya menjerit, dan menghentikan semuanya. Dengan segera ia beranjak memasuki ruangan tadi.
"Hentikan!"
Semua anak buahnya berhenti setelah mendengar teriakan Eomma Sehun.
"Aku akan melepaskanmu, setelah kau memberi sprema mu."
"Huft, Baiklah. Aku akan melakukannya sendiri."
Pada keadaan terdesak seperti ini. Sehun sungguh tidak bisa berbuat apa-apa. Ia harus menuruti kemauan eommanya meskipun ini benar-benar gila difikirannya. Satu persatu tali dilepas.
"Ini.." (botol untuk menyimpan sperma) Salah seorang bodyguard itu memberikannya. Sehun beranjak masuk kedalam kamar mandi. Dia bahkan tidak bisa hanya untuk melarikan diri akibat penjagaan yang sangat ketat.
Dengan langkah gontai ia memasuki kamar mandi usai menutup rapat pintu kamarnya. Beruntunglah kamarnya itu kedap suara.
Sehun membuka ikat pinggang yang melilit pinggang ramping nan kokonya. Menurunkan zipper celananya beserta bokser yang ia kenakan hingga Junior Bigsizenya mencuat dengan gagahnya. Putih bersih dengan sedikit bulu halus pada pangkal nya. Sehun segera meraih pusakanya sendiri mengocoknya dengan kedua tangannya dengan tempo pelan di awal.
"Ahhh.. ahhh…" Sehun menikmati permainannya sendiri.
Lama kelamaan tempo kocokan itu semakin cepat dan bertambah cepat. Bahkan desahannya tak terbendung akibat permainanya sendiri. Sekitar setengah jam berlalu, hingga dirasa junior itu menandakan tanda-tanda kehidupannya. Bertambah volume, dan siap meledakkan lahar panas yang bisa membuahi ratusan juta sel telur. Tangan kanannya masih teruh mengocok dengan tempo cepat sedangkan tangan kirinya bersiap mengambil botol yang tadi diberikan oleh bodyguard eommanya.
"Arghh…. Ahhhh…." Sehun mengalami pelepasannya.
Sehun mengarahkan ujung junior bigsizenya kearah rongga botol yang terbuka. Kocokan oleh tangannya semakin kencang. Sehun mendongakkan wajahnya ke atas. Satu tarikan tangan pada juniornya membuatnya meledak, seketika sperma menyembur memenuhi rongga didalam botol tadi.
Kepalanya menengadah kearah langit-langi kamar mandi. Sedangkan matanya mengabur memutih seakan ia melakukan pelepasan yang sangan hebat dengan desahan ang menggema di sudut-sudut kamar mandi. Sperma yang keluar bahkan meluber hingga keluar botol saking banyaknya dan menetes di atas lantai kamar mandi. Sehun segera menutup botol itu dan membersihkan ceceran sperma yang meluber keluar. Tak lupa ia merapikan dirinya yang benar-benar berantakan akibat peluhnya sendiri.
Sehun keluar dengan pakaian yang lebih santai berniat segera menyerahkan botoh berisi spermanya itu kepada bodyguard eommanya diluar dan segara meninggalkan kediamannya ini.
"Ini.." Seketika salah seorang bodyguard segera menerima botol itu dan memasukkannya kedalam sebuah box pendingin untuk menjaga agar sperma itu beku dan tetap hidup.
"Eomma. Aku tidak peduli apa yang akan eomma lakukan terhadap itu tadi. Tolong jangan libatkan aku dalam urusan seperti ini lagi. Aku pergi." Benar-benar gila pikirnya.
"Hati-hati, nak."
Sehun tanpa peduli pergi meninggalkan eommanya. Eomma Sehun terlihat senang sekali. Dengan segera ia menyuruh anak buahnya mengantarkan nya kepada professor Jung Il Woo. Yang merupakan seorang dokter yang akan membantunya mendapatkan seorang cucu dalam waktu Sembilan bulan lagi.
…
Malam itu Luhan dibawa kesebuah rumah mewah dan masih berada dikota Seoul. Luhan bahkan tak sadarkan diri saat digiring masuk menuju kedalam mobil minibus berwarna putih akibat bius yang diberikan padanya.
Flashback On.
"Ayah.."
"Diam, anak berengsek. Percuma aku mempunyai anak lelaki dengan keadaan yang sama dengan namja (ibu) itu."
"Plak.." Anggep suara tamparan ya.
"Aku tidak sudi mempunyai anak sepertimu."
"Hikz.. jangan tinggalkan aku."
"Aku bawa barangnya. Gunakan sesuka kalian. Terimakasih uangnya. Aku pergi." Menyerahkan Luhan ke beberapa bodyguard yang ada disana.
"Ayah.."
"Diam.."
Setelah ayahnya pergi. Salah seorang bodyguard yang lain mendatanginya dan membekap mulut dan hidung luhan dengan cairan obat bius. Seketika matanya berkunang-kunang dan menggelap hingga hilang kesadarannya. Seorang bodyguard membopongnya layaknya karung beras dan meletakkan luhan pada salah satu kursi penumpang dalam mobil minibus putih. Mobil itu berjalan usai membereskan area sekitar.
Flashback Off.
Luhan dibawa masuk kedalam rumah itu. Tubuhnya dibawa kesebuah ruangan yang mirip dengan ruang perawatan, karena disini berbagai alat medis tertata apik mengelilingi ruangan. Luhan ditidurkan di sebuah ranjang pasien yang berada di tengah ruangan itu. Kemudian para bodyguar itu pergi meninggalkan Luhan sendirian di dalam ruangan itu.
…
Nyonya Oh telah samapi di kediaman Professor Jung Il Woo. Dengan segera pemilik rumah mempersilakan Nyonya Oh untuk masuk.
"Bagaimana Nyonya Oh, apa anda sudah mendapatkan sperma putra anda?"
"Saya sudah mendapatkannya. Saya sungguh berharap segera menimang seorang cucu kandung Sembilan bulan lagi."
"Tenang saja Nyonya Oh. Dalam waktu Sembilan bulan lagi pasti anda akan mendapatkan seorang cucu yang tampat seperti puta anda."
"Saya sangat berharap kepada anda, professor Jung. Saya tidak peduli rahim siapa yang akan anda guanakan untuk menanamkan benih putraku. Yang ku inginkan hanyalah seorang cucu kandung dan sedarah dengan putraku."
"Saya sudah memperoleh seseorang yang bisa digunakan untuk menankan benih itu Nyonya. Anda tidak perlu khawatir. Karena dalam Sembilan bula lagi, anda akan menimang seorang cucu."
"Saya percayakan pada anda. Kalian! Bawa sari itu kemarin."
Seorang bodyguard mendekat dan menyerahkan sebuah box yang berisi sperma Sehun tadi ke seorang anak buah Professor Jung.
"Kalau begitu tolong segera. Saya permisi."
" -hati nyonya."
Tak berapa lama datanglah tiga orang yang berpakaian layaknya seorang dokter dengan sebuah jas putih yang melingkupi tubuh tiap orang itu. satu orang dengan tatapan tajam berjalan di depan dengan diikuti oleh dua orang yang terlihat seperti anak buahnya. Dokter itu memeriksa kondisi Luhan.
"Tolong persiapkan alat-alat medis yang akan kita gunakan."
"Ne, professor."
"Kim Suho. Tolong kau persiapkan alat-alat yang akan kita gunakan untuk mengecek keadaan rahimnya."
"Ne, professor."
"Yixing-ah. Kau bisa membantuku untuk mengganti pakaiannya kemudian pasangkan pengikat di tubuhnya."
"Ne, professor."
…
TBC
Akhirnya Up juga. Meskipun dikit. Mian lain kali pasti aku panjangin ceritanya. Update sambil merem-merem ngantuk euy. Typo bertebaran juga. Siapa yang udah nunggu ff ini? Maaf jika tidak memuaskan. Semangat berkarya HHS semuannya. Semangat membaca para readernim semuannya. Jangan jadi silent rider ya..
