Tittle : Little Sunshine

Author : Keiko Yummina

Cast : HunHan (Oh Sehun & Xi Luhan), Slight EXO OT12

Genre : Hurt-Comfort, M-preg, Romance, Family

Length : Chaptered

Rated : M (Mecum)

WARNING! YAOI, M-PREG

bagi yang tidak suka YAOI apalagi M-PREG mending gk usah baca!

Jangan biasakan jadi SIDER, Okey!


Previous

.

.

.

"Tolong persiapkan alat-alat medis yang akan kita gunakan."

"Ne, professor."

"Kim Suho. Tolong kau persiapkan alat-alat yang akan kita gunakan untuk mengecek keadaan rahimnya."

"Ne, professor."

"Yixing-ah. Kau bisa membantuku untuk mengganti pakaiannya kemudian pasangkan pengikat di tubuhnya."

"Ne, professor."

.

.

.

CHAPTER 2

.

.

.

Suho menyiapkan mempersiapkan alat-alat yang diperlukan salah satunya alat untuk mengecek keadaan rahim seseorang. Mereka sudah tau kalau Luhan, adalah namja yang special.

Luhan akan digunakan untuk bahan pecobaan atau tempat berkembangnya janin atau kata lain, rahimnya disewakan untuk menghasilkan bayi-bayi lucu. Namun alih-alih disewakan. Luhan yang kebetulan seorang namja yang istimewa hanya digunakan seperti mesin pencetak bayi dan tanpa memperoleh keuntungan. Itu pemikiran professor gila bernama Jung Il Woo.

Yixing melucuti pakaian yang Luhan kenakan hingga Luhan benar-benar tanpa sehelai benangpun. Menyeka seluruh tubuh putih, lembut nanmulus itu dengan air hangat. Yixing bahkan terkejut ketika melihat junior kecil yang sangat imut itu. Jika dilihat dari ukurannya itu terlihat sangat imut dan lucu juga bersih dari bulu-bulu halus. Terlihat sepertinya namja dihadapannya ini benar-benar merawat dirinya. Bahkan nippel yang pink itu terlihat kyut. Usai membersihkan tubuh Luhan, dengan segera Yixing memberikan sehelai baju tipis untuk membalut tubuh Luhan.

"Professor. Saya sudah selesai merapikan Luhan."

"Baiklah kalau begitu kita akan melakukannya sekarang."

"Ne, professor." Jawab Suho dan Yixing.

.

.

.

Luhan masih enggan untuk membuka matanya, akibat dosis obat bius yang sengaja disuntikkan ke dalam tubuhnya. Dosis yang mampu mebuat seekor anak sapi tidur selama 5 jam, apalagi jika obat ini di suntikan ke dalam tubuh seorang manusia. Kurang lebih bisa memakan waktu lama sekitar seharian untuk menghilangkan kesadaran seseorang.

Sementara kesadaran yang belum akan kembali segera. Dilakukan berbagai cek up kesehatan yang dilakukan oleh Kim Suho dan juga Yixing selaku asisten Professor Jung. Bahkan pengecekan rahim juga dilakukan. Dengan teliti dan penuh kehati-hatian Suho dan Yixing melakukan cek up pada tubuh Luhan.

"Professor Jung. Kami telah selasai melakukan cek up kesehatan juga rahimnya." Laporan Yixing kepada Professor Jung.

"Kalau begitu persiapkan langkah selanjutnya, yaitu penanaman sperma dan juga obat pemicunya."

"Baik, Professor."

.

.

.

Pertama- tama baju Luhan di sibak hingga sebatas perut. Kemudian kakinya dibuka selebar meja tempat orang melahirkan, hingga memperlihatkan hole merah merekahnya. Professor Jung dengan profesionalnya menggunakan sarung tangan dengan memegang sebuah alat dengan panjang kurang lebih 30 cm dan ujung yang seperti pengisap debu namun bentuknya bulat dan hanya berdiameter satu cm. Dengan menggunakan alat tersebut Professor Jung mengambil sel telur milik Luhan. Dan jangan lupakan Luhan adalah namja spesial.

Proses peleburan sel telur dengan sel sperma ini dilakukan diluar tubuh induk yang akan ditanami. Sehingga proses ini layaknya bayi tabung. Sebenarnya Luhan bisa dibuahi secara langsung. Tapi untuk kali ini karena memang hanya sari saja yang diperoleh dari seorang dominan tanpa melakukan persetubuhan secara langsung untuk membuahi sebuah sel telur.

Professor Jung mengambil sebuah wadah yang memang telah disiapkan untuk menampung sel telur Luhan. Dengan dibantu Suho yang telah mempersiapkan sperma dari putra tunggal keluarga Oh. Sedangkan Yixing menyiapkan pemicu untuk pembuahan. Diawali dengan pengambilan inti dari sel telur itu dan menanamkan inti sel sprema untuk memperoleh janin dengan jenis kelamin putra. Professor Jung melakukan dengan penuh hati-hati. Keringat mebanjiri pelipis Professor Jung yang dengan segera di lap oleh Yixing. Tangannya masih terus bekerja dengan apa yang ada dihadapannya. Dibantu dengan Suho asistennya yang juga membantu proses peleburan kedua sel itu.

Yixing menyuntikan beberapa pemicu untuk membuat reaksi peleburan itu lebih cepat. Proses itu memakan waktu hingga berjam-jam lamanya hingga keduanya yaitu sel telur bisa terbuahi oleh sel sperma. Hanya satu janin saja yang akan dimasukkan kedalam rahim Luhan. Professor Jung telah melakukan proses yang rumit untuk mengahasilkan percobaan ini. Tinggal proses terakhir yang harus dilakukan yaitu meletakkan janin itu ke dalam rahim, dengan ini seluruh proses pembuahan bayi tabung akan selesai. Professor Junga mempercayakan proses terakhir ini kepada kedua asisiten kepercayaannya itu yaitu Kim Suho dan Yixing yang akan memindahkan janin akan dilakukan oleh kedua asisten kepercayaannya itu.

.

.

.

Suho kembali ke meja Luhan dengan membawa janin yang telah siap dimasukkan kedalam rahim Luhan. Janin itu sudah dipindahkan oleh Yixing kedalam tabung berbentuk kapsul namun dengan ukuran sekitar dua ruas jari orang dewasa. Kasul ini akan dengan segera melebur ketika sudah berada di dalam rahim nanti.

Professor Jung mengawasi pekerjaan yang dilakukan kedua asistennya itu. Kembali pada meja Luhan. Beberapa waktu lalu usai pengambilan sel telur dalam rahim Luhan. Luhan memang ditempatkan kembali kekeadaan normal dengan menempatkan Luhan di atas tempat tidur dengan meluruskan kembali kedua kakinya, dan menyelimutinya. Dan kini kembali posisi Luhan dirubah sama seperti saat proses pengambilan sel telur dalam rahim tadi. Kedua kaki Luhan kembali di buka lebar dan diletakkan di meja bak seseorang melahirkan. Hole Luhan terpampang jelas dihadapan mereka. Sebuah alat untuk menjaga agar hole tetap terbuka dipasang kembali oleh Suho dengan dibantu Yixing yang menyiapkan alat-alatnya. Usai pemasangan alat tersebut. Kembali dipersiapkan alat yang akan digunakan untuk memasukkan janin kedalam rahim.

Seperti sebuah capit di bagian ujung alat itu yang akan digunakan untuk menjepit janin tersebut. Prose ini harus cepat karena janin tidak bisa terlalu lama berada di luar ruangan dan menyebabkan janin mati. Sehingga ketika semuanya telah siap. Suho dengan segera mengarahkan kapsur janin itu ke arah hole dan segera menuju ke rahim Luhan untuk meletakkannya. Dengan bantuan alat seperti cityscane yang dapat dipantau lewat sebuah komputer. Hanya berselang beberapa menit kapsul berisi janin itu sudah berada tepat di posisi yang sudah ditentukan di dalam rahim. Diletakkan juga ramuan pemicu agar janin dapat segera bereaksi dengan dinding rahim. Usai semua prosedure itu selesai. Maka selesailah prosedur penanaman janin dalam rahim Luhan. Seluruh alat dibereskan. Yixing memasukkan obat penguat rahim melalui infus Luhan.

Janin dalam rahim Luhan akan terus dipantau selama beberapa hari sampai benar-benar sesuai dengan apa yang diharapkan. Untuk itu Luhan akan mendapat pengawasan penuh oleh ketiga orang tersebut yaitu Professor Jung, dan kedua asistennya Kim Suho dan Zhang Yixing.

.

.

.

Seminggu kemudian, Nyonya Oh kembali menghubungi Professor Jung untuk menanyakan perihal calon cucunya.

"Bagaimana keadaan calon cucuku?"

"Nyonya Oh. Proses pembuatan janin dan peletakkannya di dalam rahim itu sudah selesai. Dan saya ucapkan selamat untuk anda, karena dalam waktu dekat anda sudah bisa menimang seorang cucu."

"Aku sangat senang sekali mendengarnya. Aku akan memberi banyak bonus ketika calon cucuku telah lahir. Dan pesan ku, berikan makanan dan gizi terbaik untuk calon cucu ku itu. Aku ingin calon cucuku kelak bisa menjadi cucu kebanggaan keluarga Oh. Aku tidak perduli tentang ibu yang mengandungnya, asalkan cucuku sehat dan baik-baik saja."

"Ne, arraseo Nyonya Oh."

"Pip." (suara telepon dimatikan)

.

.

.

Siang itu Sehun pulang kerumah untuk mengambil berkas laporan yang tertinggal. Sebenarnya ia enggan pulang kerumah. Apalagi semenjak seminggu yang lalu ketika ibunya dengan sangat memaksa meminta nya untuk memberikan sarinya. Benar-benar ibunya sudah gila. Karena hal itu sudah hampir seminggu ini dia jarang pulang kerumah. Dengan menetralkan rasa sesak didadanya memikirkan kejadian kemarin. Sehun membukan pintu rumah keluarga Oh dan dengan santainya melenggang masuk kedalam rumah dan berjalan menuju ke ruang kerjanya. Namun saat di ruang tamu Sehun malah bertemu dengan Eommanya.

"Sehun..."

"..." Seketika Sehun berhenti melajukan kedua kakinya melangkah lebih jauh menuju ke ruang kerjanya, tanpa membalas sapaan dari sang eomma.

"Akhirnya kau pulang juga."

"..." Sehun masih terus diam.

"Aku punya kabar baik untukmu."

"..." memangand ibunya dengan pandangan tanpa minat sama sekali.

"Tadi pagi eomma menelfon Professor Jung dan menanyakan mengenai progress calon anakmu, ya sebut saja calon cucuku. Kabarnya proses itu sukses, dan kini orang itu sudah mengandung darah daging mu." Senyum lebar ditunjukkan oleh eomma Sehun. Dia terlihat senang sekali.

"Jadi, eomma serius melakukannya?" Sehun mengernyit bingung oleh pernyataan eommanya.

"Tentu saja. Hahaha. Dengan segera eomma akan menimang seorang cucu."

"Aku benar-benar tidak habis fikir dengan apa yang eomma lakukan." Sehun segera beranjak pergi ke ruang kerjanya dengan langkah lebar. Menganbil berkas yang tertinggal dan segera kembali berangkat ke kantornya tanpa berpamitan dengan eommanya.

.

.

.

Semenjak mendapatkan kesadarannya kembali beberapa hari yang lalu usai penanaman janin didalam rahimnya. Luhan bangun bagaikan raga tanpa jiwa. Ia masih dirawat didalam ruangan yang layaknya sebuah kamar rawat inap. Luhan memang belum dipindahkan ke tempat lain, mengingat kondisinya yang belom stabil. Membuat Suho maupun Yixing harus selalu mmengontrolnya. Sedangkan Professor Jung sedang berada di luar kota untuk beberapa pertemuan.

Seperti hari ini, Luhan hanya termenung memandang ke arah luar. Hujan lebat yang sedang turun diluar sana. Yixing datang untuk mengecek kondisi Luhan hari ini. Ia menghampiri Luhan sambil membawa nampan berisi makanan, minuman juga vitamin. Untungnya selama ini Luhan selalu memakan dan meminum apa yang dibawakan oleh Yixing tanpa sedikit pun menolak.

"Hai Luhan ge. Aku Yixing. Kau pasti sudah tau. Aku memanggilmu gege, karena yah memang kau lebih tua setahun dari ku. Dan aku juga sama sepertimu keturunan kore dan China. Jadi aku akan memanggilmu Luhan ge." Sambil membantu Luhan bangun dari tempat tidurnya dan menarik meja dan meletakkan sarapannya pagi ini.

"..." Luhan tidak menyahuti sama sekali, tapi dia memperhatikan dan mendengarkan apa yang Yixing lakukan dan katakan.

"Cah.. Ayo Luhanie ge. Makan dulu makanan mu sebelum dingin. Kau tau ge? Ini aku yang memasak sendiri Loh."

"..." Luhan makan sediri ditemani Yixing disebelahnya.

"Bagaimana? Enak bukan masakan ku?"

"... Ini enak.." Dibalasnya dengan suara lirih Luhan.

"Eh.. akhirnya Luhan ge mau bicara juga..?" Sedikit terkejut mendengar suara Luhan.

Yixing hanya menemani Luhan yang sedang makan disebelahnya. Luhan masihlah menunduk sambil menikmati makanannya. Yixing sedang asik memperhatikan ponselnya. Hingga tak terasa makanan Luhan sudah habis.

"Terimakasih...em.." Sedikit senyum manis tersungging dari bibir Luhan.

"Sama-sama Luhan ge. Panggil saja Yixing."

"Ne, gumawo Yixing-ah."

"Luhan ge harus minum susu dan vitamin ini ya.." Yixing menyodorkan susu dan vitamin yang harus Luhan minum.

"..." Luhan hanya mengangguk dan segera meminum sus u dan vitamin itu.

Selesai sarapan pagi itu. Yixing segera membereskan alat makanitu dan membawanya kembali ke dapur. Tak berapa lama Yixing kembali. Ixing melihat Luhan masih kembali ke posisi awal dimana dia memandangi area di luar sana dari jendela kamar itu. Hujan masih sama derasnya seperti tadi. Yixing kembali menghampiri Luhan dan duduk di kursi sebelah Luhan.

"Luhan ge." Luhan menoleh ke arah si pemanggil yaitu Yixing.

"..." Luhan hanya memandang Yixing tanpa mengeluarkan suara.

"Apa kau ingin jalan-jalan kaluar jika hujan sudah redah?"

"Em.. Bolehkah?" Tanya Luhan agak ragu.

"Tentu saja. Aku tau kau pasti bosan seminggu ini terkurung ditempat ini."

"..."

"Besok kalau hari cerah. Kita akan jalan-jalan keluar sebentar. Disana ada sebuah taman kecil dengan kolam ikan hias. Jadi maukan Luhan ge?"

"Em.. gumawo.." Luhan begitu gembira mendengar ajakan dari Yixing.

.

.

.

TBC

.

.

.


Note: Masih semangat kah? Sekali HHS tetap selamanya HHS. ^_^. Kalian tahu, aku beneran awam banget nulis tentang dunia medis. Apalagi sampek ke ranah bayi tabung. Untuk itu mohon dimaklumi ya reader nim semuanya. Up date juga dikit ini. Maaf lagi buntu. Typo masih saja bertebaran. Mohin dimaafkan. Cz baru selesai nulis langsung aja aku Up. Salam manis dari Keiko.