Tittle : Little Sunshine
Author : Keiko Yummina
Cast : HunHan (Oh Sehun & Xi Luhan), Slight EXO OTP12
Genre : Hurt-Comfort, M-preg, Romance, Family
Length : Chaptered
Rated : M (Mecum)
WARNING! YAOI, M-PREG
bagi yang tidak suka YAOI apalagi M-PREG mending gk usah baca!
…
Jangan biasakan jadi SIDER, Okey!
…
Previous
.
.
.
Di tengah hiruk pikuk kota Seoul itu. Seorang pemuda dengan surai pirangnya sedang duduk di meja kerjanya memandang lekat pada sebuah bingkai yang terlihat usang. Didalamnya terdapat dua foto yang berbeda, dan terlihat disatukan dalam satu bingkai foto. Bingkai foto yang tak besar memang, hanya seukuran 10R saja dengan ukiran tipis dipingir-pingiran bingakai itu. Dua foto disana adalah foto-foto seorang namja. Salah satu foto didalam sana adalah foto seorang namja dengan stelan cupunya. Karena terlihat disana bertenger indah di depan mata tajam bak elangnya sebuah kacamata bulat. Dan satu foto lagi mendapat tatapan dari sang pemilik bingkai menyiratkan akan sebuah kerinduan dan rasa cinta yang mendalam. Foto seorang namja cantik yang memamerkan senyuman indah seakan-akan senyuman itu dapat membalikkan dunia dari orang yang sedang menatanya lekat ini.
Suara ketukan pintu didepan sana membuyarkan lamunannya. Mata elang yang tadi menatap lekat bingkai itu, Dengan segera menyimpan kembali bingkai usang tadi kedalam laci meja kerjanya. Ia segera memerintahkan orang yang mengetuk pintu tadi untuk memasuki ruangannya.
"Masuklah.." Ucap seorang yang bermata elang tadi.
.
.
.
CHAPTER 5
.
.
.
"Sajangnim. Rapat akan segera dimulai dalam 5 menit lagi." Ujar Kim Myungsoo selaku sekertaris nya.
"Baiklah aku akan kesana sekarang." Sehun segera bersiap-siap dengan berkas yang tadi telah ia siapkan sebagai bahan presentasi hari ini.
Dia adalah seorang Oh, maka ia juga memiliki prinsip yang sama dengan mendiang Appanya nya. Seorang yang disiplin. Dan ingatkan lagi pada kenyataan seorang Oh Sehun bisa menggatikan Appanya di usia mudanya yaitu 22 tahun. Dan sukses menjalankan perusahaan milik mendiang Appanya ini hanya dalam kurung waktu 3 tahun setelah Appanya meninggal karena serangan jantung dan penyakit lainnya yang juga dipengaruhi usia yang sudah tua. Sehun yang saat itu menjadi lulusan termuda di salah satu perguruan tinggi negeri pada jurusan Manajemen di usia 21 tahun. Segera saja di bawa untuk bekerja di perusahaan sang Appa. Namun setahun kemudian sang Appa meninggal dunia. Sehingga Sehun dengan lapang dada harus bersiap menggantikannya. Dengan dibantu Kim Myungsoo yang dulunya sekertaris mendiang Appanya yang kini menjadi sekertarisnya. Sehun membawa nama perusahaannya hingga ke Eropa.
Sebelum sempat Sehun berjalan mencapai pintu. Ia berbalik mengahadap sekertarisnya dan melontarkan pemikirannya yang berkecamu tentang ide gila sang Eomma.
"Sekertaris Kim." Dengan tampang datarnya ia memanggil sekertarisnya yang berada tepat di belakangnya.
"Ne sajangnim." Sekertaris Kim dengan tanggap menjawab panggilan direkturnya itu.
"Apa kau sudah menyelidiki mengenai tindakan gila Eomma ku tempo hari?" Terlontar sudah apa yang sedari tadi ia pikirkan dengan sebuah pertanyaan yang sangat ingin ia ketahui.
"Saya berusaha mencari informasi dari beberapa mata-mata yang saya sewa. Tapi sampai saat ini masih belum ada informasi apa pun yang kami dapat."
"…" Sehun hanya menaggapinya dengan ekspresi tenangnya.
"Sepertinya, Nyonya Oh menutupi permasalahan ini dengan baik. Tapi, saya mendapat sedikit informasi mengenai itu." Jawaban singkat dan mantap diberikan oleh sekertarinya ini.
Kim Myungsoo atau yang di sapa L ini merupakan sekertaris mendiang Appa Sehun. Padahal umur Sehun dan L tidak terpaut jauh. Jika dijabawkan sekali lagi disini. L lebih dewasa dalam segi umur beberapa taun di atas Sehun. Karena L juga sama seperti Sehun. L juga menggantikan ayahnya dan sempat bekerja bersama mendiang Appa Sehun sebelum beliau meninggal.
"Kalau begitu aku ingin tahu informasi yang sudah kamu peroleh, Sekertaris Kim. Setelah rapat pagi ini berakhir." Putasan final dilontarkan Sehun sebelum pergi ke ruang rapat pagi itu.
"Baik, sajangnim." Sekertaris Kim mengikuti jalannya sang direktur dengan membawa beberapa berkas juga di tangannya.
.
.
.
Hari itu tepat dua minggu berlalu dan Profesor Jung pulang dari penelitiannya. Selama beberaa hari ini professor Jung di bantu dengan Suho dan Yixing. Tentunya dengan penuh kehati-hatian Suho dan Yixing menyembunyikan kebenaran mengenai janin yang dikandung Luhan itu adalah kembar. Profesor Jung hanya akan mengawasi bagaimana jalannya proses pemeriksaan terhadap Luhan. Hanya sesekali ia akan memeriksa seperti pengecekan rutin tentang kesehatan si calon Eomma dan bayinya. Karena professor Jung terlihat sibuk dengan urusannya sendiri.
.
.
.
Setelah rapat siang itu selesai dengan memuaskan. Dimana proyek kejasamaanya dengan perusahaan Wu yang berpusat di Canada berhasi. Sehun segera beranjak kembali menuju ke ruangnya yang berada di puncak gedung ini kalau kalian mau tau. Sehun melangkah menuju sofa putih yang memang sengaja diletakkan tepat di tengah ruangan itu yang berada tak jauh dari mejanya. Seakan sofa itu melambai-lambbai menyuruhnya untuk berbaring menyyamankan tubuhnya sejenak merebahkan diri di atasnya. Sehun memposisikan diri dengan merebahkan tubuhnya dan menyandarkan kepalanya tepat di bantalan sofa, sambil memejamkan sejenak matanya. Untuk mengusir pening yang sedikit melandanya hari ini.
Suara ketukan pintu kembali terdengar dari luar ruangannya. Sehun hanya bergumam untuk "masuk" sambil tetap memejamkan matanya dan berada pada posisi yang sama. Seseorang membuka pintu dan beranjak masuk, hingga berjalan ke arah sang sajang dan berdiri sekitar dua meter darinya.
"Ada yang ingin kau laporkan , Sekertaris Kim?" Gumam Sehun lagi menyuarakan keingin tahuan knapa sekertarisnya sekarang menghadapnya.
"Sesuai permintaan anda, sajangnim. Setelah rapat saya akan menginformasikan perihal rencana Nyonya Oh." Sekertaris Kim menyuarakan maksud dan tujuannya menghadap Sehun.
"Baiklah, kalau begitu informasi apa yang kau dapatkan?" Sehun bangun dan memposisikan dudukannya di atas sofa putih itu.
"Menurut mata-mata yang saya sewa, Nyonya Oh merencanakan pembuatan bayi tabung dengan menggunakan sperma anda yang tempo lalu yang ia dapat. Dia bekerja dengan seorang Proffesor Gila-.." Terpotong karena selaan dari Sehun.
"Apa maksudmu dengan professor gila?" Sehun memotong karena terkejut dengan kata "professor gila" yang disematkan oleh sekertarisnya ini saat menyebut seseorang yang bekerjasama dengan Eommanya.
"Maaf sebelumnya sajangnim. Sebenarnya Professor itu tidaklah segila seperti yang di deskripsikan dengan artian orang Gila. Tapi ini lebih kepada sebuah penjelasan sederhana mengenai seorang professor akan begitu mencintai dengan dunia eksperimennya hingga menghasilkan apa itu yang disebut dengan suatu hasil penelitian." Penerangan singkat oleh sekertaris Kim terhadapa maksud "gila" sendiri untuk seorang professor.
"Kalau begitu lanjutkan." Sehun menyuruh sekertarisnya ini melanjutkan perihal informasi yang telah ia peroleh.
"Menurut infomasi yang saya dapatkan. Nyonya Oh bekerjasama dengan salah seorang Professor gila bernama Professor Jung. Professor yang telah menghasilkan banyak penelitian sukses berkaitan dengan genetika manusia, organ dalam, dan masih banya lagi lainnya. Dan yang tersukses adalah bayi tabung. Kesuksesannya mampu membawa namanya ke tingkat dunia. Hingga ia menjadi salah satu dari tujuh orang professor gila yang ada di dunia. Tapi berdasarkan informasi juga. Tak banyak yang tau mengenai kehidupan pribadi nya. Karena menurut sumber yang saya dapat. Professor Jung pernah menikah sekali dan istrinya meninggal setelah itu. Dan kehidupan pribadianya kian tertutup. Entah bagaiman Nyona Oh bisa bekerja sama dengannya. Untuk sekarang saya benar-benar tidak dapat melacak mengenai siap saja orang-orang yang membantunya atau kata lain anak buahnya. Dan juga siapa orang yang digunakan sebagai percobaaan dalam bayi tabung ini sendiri yang akan menampung sprerma anda. Karena Nyonya Oh berani membayar mahal jasa professor Jung. Hingga penjagaan dan cara kerja mereka begitu bersih tanpa celah kecil sedikitpun." Kalimat penutup infomasi yang diberikan sekertaris Kim menunjukkan bahwa tak ada hasil yang memuaskan yang di dapat kecuali siapakan orang yang bekerjasama dengan Eommanya. Karena selebihnya nihil.
"Kau tau sekertaris Kim. Dua minggu lalu Eomma menghubungi ku. Dan mengabarkan kalau apa yang telah direncanakannya itu sukses dan tinggal menunggu hasil untuk delapan bulan kedepan." Seru Sehun menyampaikan apa yang ia dapat dari sang Eomma.
"Kalau begitu rencana dilakukan professor Jung dengan Nyonya Oh itu sukses." Sekertaris Kim menyerukan argumennya..
"Sepertinya begitu." Sehun hanya mampu mengela nafas dalam-dalam.
"…"
"Setelah ini apa jadwal ku?" Sehunmenanyakan erihal jadwalnya setelah ini.
Sekertarisnya membacakan kembali jadwal nya untuk satu hari ini. Sehun menyimak dengan seksama.
.
.
.
Seminggu telah berlalu dengan cepat. Pagi itu professor Jung mendapat panggilan dari seorang teman di Amerika yang mengatakan jika ia sangat membutuhkan bantuan professor Jung dalam pengembangan proyek penelitian mengenai jantung buatan. Professor Jung memikirkan matang-matang mengenai permintaan sahabatnya itu. Karena proyek penelitian kali ini paling ceat memakan waktu sekitar 6 dampai 8 bulan. Dan jika penelitian secara keseluruhan akan memakan waktu sekitar 10 bulan lamanya. Dia sangat ingin mengerjakan proyek penelitan terbarunya kali ini.
Kegelisahan selama beberapa hari itu berdampak pada pekerjaannya. Professor Jung sering kali melamun sendiri di sela-sela aktifitas kerjanya. Oh biar aku ingatkan lagi jika professor jung ini selain punya pekerjaan sampingan saah satunya penanaman bayi tabung. Tapi di juga memiliki pekerjaan tetap yaitu sebagai seorang dokter sepesialis kandungan dan oragan dalam di salah satu rumah sakit di Seoul. Begitupun kedua asistennya yang juga seorang dokter di sana.
Seperti pagi ini, professor Jung kedapatan melamun di depan meja kerjanya. Ketika itu Suho datang dan masuk ke ruangannya karena sedari tadi ia telah mengetuk pintu ruangan profesorrnya ini. Tapi tidak ada sahutan sama sekali. Sehingga dengan tanpa permisi Suho memberanikan diri membuka pintu ruangan professor Jung.
"Maaf professor. Bolehkah saya masuk?"
"Masuklah."
"Saya sedari tadi sudah mengetuk pintu ruangan. Tapi tidak ada sahutan dari anda."
"Tidak apa-apa. Ada apa kau datang kemari?"Professor Jung menanyakan maksud dan tujuan Suho datang kemari.
"Saya ingin menyerahkan laporan kesehatan pasien ruangan 123." Suho menyodorkan laporan kesehatan dari salah seorang pasien.
"Terimakasih." Laporan itu diterima langsung oleh professor Jung.
"Ne, professor. Apakah ada yang menggu professor Jung? Kenapa sepertinya professor akhir-akhir ini sering melamun, sampai-sampai tadi ketika saya mengetuk pintu berulang kali. Anda tidak menyehuti." Suho melihat gelagat yang tidak biasanya dari professor Jung yang akhir-akhir ini lebih banya melamun.
"Ah, sebenarnya ada yang ingin aku bahas dengan kalian berdua." Professor Jung bermaksud ingin membicarakan sesuatu hal dengan Suho dan Yixing.
"Tapi Yixing hari ini tidak datang di rumah sakit, karena sepertinya namja itu sedikit demam." Seru Suho.
"Kalau begitu aku akan membicarakan dengan mu saja." Putusnya.
"Sebenernya aku dimintai bantuan untuk melakukan proyek penelitian dengan sahabatku yang ada di Amerika. Tapi aku merasa tidak bisa meninggalkankan pekerjaan ku disini. Terlebih lagi tanggung jawabku terhadap penelitian mengenai bayi itu." Akhirnya professor Jung mengungkapkan kegelisahannya.
Suho menyimak apanyang disampaikan oleh professornya ini. Dan berharap bias membantu memberikan solusi untuk nya.
"Proyek apakah itu professor? Dan kira-kira berapa lama anda akan mengerjakan proyek penelitain itu?" Tanya Suho lebih rinci perihal proyek penelitian yang akan dilakukan professor Jung bersama temannya itu.
"Proyek penelitian ini akan memakan waktu cukup lama yang dari biasanya hanya dua samapai tiga bulan saja. Sedangkan proyek kali ini akan emakan waktu sekitar enam hingga delapan bulan lamanya dan masa percobaannya akan memakan waktu tambahan dua bulan. Sehingga proyek ini akan memakan waktu sekita delapan samapi sepuluh bulan." Terang professor Jung kepada Suho.
Suho merasa mendapatkan sedikit celah dari apa yang telah ia rencanakan bersama Yixing untuk melindungi Luhan dan calon bayinya. Dari itu Suho berinisiatif untuk mendorong agar professor Jung berangkat dan melakukan proyek penelitiannya itu.
"Kalau begitu, kami akan membantu anda mengawasi namja itu, professor Jung. Anda tidak perlu mencemaskan hal tersebut." Suho meyakinkan professor Jung untuk memercayakan mengenai Luhan padanya dan Yixing.
"Kau mau membantu ku?" Tanya professor Jung menyakinkan bahwa apa yang ia baru saja dengar itu tidak hanya sebuah omongan belaka.
"Tentu saja professor Jung. Kami akan mengirimkan laporan kesehatan namja itu dan calon bayinya kepada anda setiap bulan. Sehingga anda bias mengawasinya lewat kami." Suho kembali menegaskan tindakan apa yang akan ia lakukan untuk tetap bias mempercayainya menjaga Luhan dan calon bayinya.
"Kalau begitu, munkin lusa aku akan terbang menuju ke Amerika." Ucap professor Jung final.
"Tentu. Apakah ada yang perlu dipersiapkan lagi, professor Jung?" Tanya Suho mungkin ada yang bsa ia bantu untuk mempersiapkan keberangkatan professornya ini.
"Tidak, tidak perlu. Aku sudah menyiapkan semuanya. Hanya tinggal pemesanan tiket pesawatnya."
"Kalau begitu saya akan memesankan tiket pesawat tersebut."
"Tentu, dan terimakasih. Aku harap selama aku ada kau akan terus mengawasinya, dan melaporkannya pada ku."
"Tentu professor Jung. Saya akan menghubungi anda mengenai tiket pesawatnya. Kalau begitu saya permisi."
Dengan langkah leganya Suho keluar dari ruangan professor Jung. Berharap dengan kepergian professornya tersebut. Ia dan Yixing mampu menemukan jalan keluar untuk membantu Luhan.
.
.
.
Satu bulan telah berlalu. Setelah kepergian professor Jung ke Amerika. Suasana di rumah kian begitu hangat. Luhan yang sangat akrab dengan Yixing begitupun Suho. Meskipun dengan Suho terkesan sedikit janggung. Tapi itu lebih baik ketimbag di awal-awal pertemuan mereka bertiga dulu.
Seperti kebiasaan pagi hari seorang yang hamil adalah mengalami morning sickness yang juga dialami oleh Luhan. Dibantu dengan Yixing, Luhan mengalami kegiatan paginya setiap hari. Usia janin nya sekitar dua bulan. Ukurannya masih begitu kecil. Tapi tetap saja perun Luhan sedikit membuncit dan mengeras di bawah pusarnya. Seorang bayi tumbuh disana meskipun masi berupa gumapan dengan bentuk tidak sempurna. Luhan bahkan mempunya foto salinan janinnya sewaktu janin atau bayi itu masih berumur 1 bulan. Ia memasukkannya kedalam sebuah buku catatan.
.
.
.
Tepat satu bulan yang lalu Sehun berhenti mencari tahu mengenai rencana Eommanya. Mungkin Sehun benar-benar kesal untuk bertanya atau pun mencari tahu perihal hal tersebut. Karena dengan gamblangnya Eommanya mengatakan langsung dihadapnnya untuk tidak ikut campur terhadapa apa yang Eommanya lakukan karena ini demi kebaikan dirinnya sendiri. Dan ketika Sehun bertanya mengenai orang manakah yang dengan gampangnya bersedia menyewakan rahimnya untuk mengandung calon anaknya ke pada sang Eomma. Sedangkan sang Eomma juga menjawabnya secara gampang, bahwaitu bukan urusan Sehun. Bahkan ia juga mengatakan tidak penting orang itu perempuan atau laki-laki (cerrier) yang terpenting ia mendapatkan seorang cucu dalam kurun waktu delapan bulan lagi.
Hal itu membuat geram Sehun sebenarnya. Karena dia tidak tau menau mengenai hal itu. Jangan kan mengetahuinya. Malahan, eommanya memblok seluruh akses untuk mencari informasi tersebut. Bahkan sang sekertaris kepercayaannya tidak mampu berbuat apa-apa dengan ultimatum yang telah dikeluarkan Eommanya untuk tidak ikut campur terhadap rencananya. Karena itulah, berkhir Sehun berhenti mencari tau maupun menyelidikinya.
.
.
.
.
TBC
Note:
Aku tidak tau sebenarnya alur apa yang aku ciptakan.
Tapi begitu aku menulis dan melanjutkan cerita ini.
Aku menulis dan mengalir begitu saja.
Dan tidak sempat aku edit.
Begitu tulisan ini selesai.
Aku segera memposenya.
Mian lama.
Dan gk janji akan pose cepat ato lambat.
Cz realife membuatkan setres.
21/04/2018
